cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Analisis Kemampuan Literasi Membaca Anak Usia 4-5 Tahun di TKK St. Clara Wudu: Analysis of the Reading Literacy Ability of Children Aged 4-5 Years at TKK St. Clara Wudu Ngura, Elisabeth Tantiana; Yasinta Maria Fono; Martha Malo
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2542

Abstract

Literacy is a person's language skills which includes the ability to listen, read, speak, and write which are used to communicate in different ways according to their goals. Many problems in literacy are caused by a lack of habituation that is done early on. This study aims to analyze and describe how children's literacy skills in TKK St. Clara Wudu at the age of 4-5 years totaled 15 children through online learning during the current pandemic. This research is a type of qualitative descriptive research, with research subjects namely children in TKK St. Clara Wudu. Data collection techniques used are; observation, interview, and documentation. The data analysis used is in the form of descriptive analysis, which includes three paths namely; data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The conclusion obtained is that the average listening ability of children is in the category of developing according to expectations (BSH) with an average number of 58. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded as follows. 1. The initial reading literacy level of children in the early childhood kindergarten group A at St. Clara Wudu, Nagekeo District is in good criteria 2. The results of observations and interviews show that teachers and schools have planned and implemented literacy learning from the Collaborative Education service program with INOVASI. The results of these activities have been implemented in kindergartens in Boawae District. If a child can read well, other literacy skills such as speaking, writing and listening will also get better. The results of observations and interviews show that teachers and schools have planned and implemented literacy learning from the Collaboration Education program with INOVASL. The results of these activities have been implemented in TKK in Boawae District   ABSTRAK Literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang yang mencakup kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis yang digunakan untuk berkomunikasi dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan tujuannya. Banyaknya permasalahan dalam literasi diakibatkan kurangnya pembiasaan yang dilakukan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana kemampuan literasi anak di TKK St. Clara Wudu pada Usia 4-5 tahun berjumlah 15 anak melalui pembelajaran daring di masa pandemik sekarang ini. Penelitan ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian yakni anak di TKK St. Clara Wudu. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif, yang mencakup tiga jalur yaitu; reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh yaitu, kemampuan menyimak rata-rata anak berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dengan jumlah rata-rata 58. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Tingkat literasi membaca permulaan anak di kelompok TK anak usia dini kelompok A di TKK St. Clara Wudu, Kabupaten Nagekeo ada pada kriteria baik 2. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bawa guru dan sekolah telah merencanakan dan melaksanakan pembelajaran literasi dari program dinas Pendidikan Kerjasama dengan INOVASI. Hasil kegiatan tersebut, telah diimplementasikan di TK yang ada di Kecamatan Boawae. Apabila seorang anak sudah dapat membaca dengan baik maka kemampuan literasi lainnya seperti berbicara, menulis dan menyimak juga semakin baik lagi. Hasil  observasi  dan  wawancara  menunjukkan bawa  guru  dan  sekolah telah   merencanakan    dan   melaksanakan    pembelajaran   literasi   dari program  dinas Pendidikan  Kerjasama  dengan INOVASL Hasil kegiatan tersebut, telah diimplementasikan  di TKK yang ada di Kecamatan Boawae
Pengembangan Buku Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Emosional Anak Usia Dini di LPA Sunshine UNESA: Development of Interactive Books to Improve the Emotional Abilities of Early Childhood at LPA Sunshine UNESA Rahmawati, Febriani; Nurhenti Dorlina Simatupang; Widayati, Sri
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2641

Abstract

The development of early childhood abilities includes physical, social, emotional and cognitive development. This research was designed to develop interactive books for the emotional abilities of early childhood at LPA Sunshine Unesa. This research uses the RnD method with the ADDIE stages. The results of the research show that the Wilcoxon test that has been carried out, namely the Wilcoxon Test Statistics Test, Asymp.sig (2-Tailed) shows a value of 0.005, so it is based on the basis for decision making, namely if the significance value is <0.05 then Ha is accepted and Ho is rejected. Apart from that, it is supported by the Wilcoxon test of ranks, namely that the negative ranks of 10 children did not experience a decrease in either the mean ranks or the sum of ranks. Then the positive ranks have an increase reaching 5.50 in the mean ranks and the sum of ranks is 55. The conclusion from this ranks table is that from the results of the pre-test and post-test there has been an increase, namely in the mean ranks, namely 5.50 and the sum of ranks is 55. The conclusion of this research is that the development of interactive books can improve the emotions of young children at LPA Sunshine Unesa.   ABSTRAK  Pengembangan kemampuan anak usia dini mencakup perkembangan fisik, sosial, emosi, dan kognitif. Penelitian ini disusun untuk mengembangkan buku interaktif untuk kemampuan emosional anak usia dini di LPA Sunshine Unesa. Penelitian ini menggunakan metode RnD dengan tahapan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan uji Wilcoxon yang telah dilakukan yaitu Test Statistics Uji Wilcoxon, Asymp.sig (2-Tailed) menunjukkan nilai 0,005 maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan yaitu apabila nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Selain itu didukung oleh uji wilcoxon dari ranks yaitu negative ranks dari 10 anak tidak ada yang mengalami penurunan baik dari mean ranks atau sum of ranks. Kemudian positive ranks nya terdapat kenaikan mencapai 5.50 pada mean ranks dan sum of ranks nya 55. Kesimpulan dari tabel ranks ini adalah dari hasil pre-test dan post-test  nya mengalami kenaikan yaitu pada mean ranks yaitu 5.50 dan sum of ranks nya adalah 55. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pengembangan buku interaktif mampu meningkatkan emosional anak usia dini di LPA Sunshine Unesa.
Pengaruh Terapi Bermain dengan Kertas Kokoru terhadap Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah: The Effect of Playing Therapy with Kokoru Paper on The Level of Anxiety Due to Hospitalization in Preschool Age Children Faizah Nurhidayatul Khasanah; Oktarina, Natalia Devi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.2674

Abstract

Hospitalization is a condition that causes a child to have to stay in hospital and undergo various treatments. Preschool children may show anxiety due to hospitalization. One of the efforts to overcome anxiety can be done by diverting anxiety through games. The aim of this research is to determine the effect of play therapy with kokoru paper on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children at RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Quasi-experimental research design with a pre test post test approach with control group design. The sample for this study was 32 children. The research method uses non-probability sampling with purposive sampling type. Anxiety was measured before and after play therapy using the Face Anxiety Scale (FAS). Data analysis used the Wilcoxon and Mann Whitney tests. The statistical test results show that play therapy with Kokoru paper has an influence in reducing the anxiety level of preschool-aged children due to hospitalization, because the p-value (0.000) is smaller than α (0.05). The conclusion in this study shows that play therapy with kokoru paper can reduce anxiety in preschool-aged children who are hospitalized. Nurses can apply play therapy with Kokoru paper to preschool children who experience anxiety when being treated in hospital, so that nurses can integrate play therapy with Kokoru paper as a holistic treatment approach in a hospital or child care center environment. ABSTRAK  Hospitalisasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seorang anak harus tinggal di rumah sakit dan menjalani berbagai perawatan. Anak prasekolah dapat menunjukkan kecemasan akibat hospitalisasi. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan antara lain dapat dilakukan dengan mengalihkan kecemasannya melalui permainan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain dengan kertas kokoru terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Desain penelitian Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre test post test with control group desain. Sampel penelitian ini sebanyak 32 anak. Metode Penelitian menggunakan non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Kecemasan diukur sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain menggunakan Face Anxiety Scale (FAS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan terapi bermain dengan kertas Kokoru memiliki pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi, karena nilai p- value (0.000) lebih kecil dari α (0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan terapi bermain dengan kertas kokoru dapat menurunkan kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Perawat dapat menerapkan terapi bermain dengan kertas kokoru pada anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan saat dirawat di rumah sakit, sehingga perawat dapat mengintegrasikan terapi bermain dengan kertas Kokoru sebagai pendekatan perawatan yang holistik dalam lingkungan rumah sakit atau pusat perawatan anak.
Pengelolaan Sentra Persiapan di Kelas B Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak : Management of Preparation Centers in Class B Mujahideen Kindergarten 2 Pontianak Amara Delvia; Iin Maulina; Yuniarti
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.2722

Abstract

The aim of the research is to describe the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of the preparation center learning model for class B children at the Mujahidin 2 Pontianak Kindergarten. Descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were preparatory center teachers. Data collection uses observation, interview and documentation techniques. The technique for checking data validity is triangulation. Based on the research results, a summary of the planning for the preparatory center learning model can be carried out by first preparing the teacher's Daily Learning Implementation Plan (RPPH), Weekly Learning Implementation Plan (RPPM) and Learning Implementation Plan (RPPS) and preparing learning tools and media, implementing the preparatory center learning model carried out with active learning and taking steps such as playing environment steps, initial steps (before playing), steps during play and steps after playing. After the lesson ends, the children sit in a circle and close the lesson. Evaluation uses daily evaluation checklists, portfolios and periodic reports each semester. The supporting factor is that the teacher actively provides motivation during the learning process. The inhibiting factors are the lack of main tools and children who cannot stay still during the learning process. Thus, this research shows that the planning, implementation and evaluation of the preparation of the management center in class B of Mujahidin 2 Kindergarten (TK) was declared good. ABSTRAK Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran sentra persiapan pada anak kelas B di Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru sentra persiapan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data adalah triangulaasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perencanaan model pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan terlebih dahulu guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  (RPPS) dan menyiapkan alat dan media pembelajaran, pelaksanaan model pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan pembelajaran aktif dan melaksanakan pijakan-pijakan seperti pijakan lingkungan main,pijakan awal (sebelum main), pijakan saat main dan pijakan setelah main. Setelah pembelajaran berakhir, anak duduk melingkar dan menutup pembelajaran. Evaluasi menggunakan ceklis evaluasi harian, portofolio dan laporan periodik tiap semester. Faktor pendukung yaitu guru aktif memberi motivasi saat proses pembelajaran. Faktor penghambat yaitu kurangnya jumlah alat main dan anak yang tidak bisa diam saat proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pengelolaan sentra persiapan di kelas B Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 dinyatakan baik.
Penerapan Ice Breaking dalam Kegiatan Mata Kuliah Bermain dan Permainan AUD pada Mahasiswa Strata I UIN Sunan Kalijaga.: Application of Ice Breaking in Concentration Lecture Activities for Playing and Games Subjects for Level I Students at UIN Sunan Kalijaga. Maratun Sholihah; Hibana; Na'imah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2758

Abstract

Learning is a complex activity. Learning is not just conveying messages but is also a professional activity that requires teachers to use basic pedagogical skills in an integrated manner in creating effective situations. Ice Breaking is a simple, light and concise game or activity that functions to change the atmosphere of freezing, stiffness, boredom or sleepiness in lecture activities. The research method in this article is a descriptive qualitative method carried out at UIN Sunan Kalijaga on third semester students of the PIAUD study program. The results of the research showed that the lecturer implemented ice breaking to re-optimize the class situation at the beginning of the delivery of the material which did not seem conducive because the students started to feel sleepy, bored and not concentrating on the lecturer's explanation in front of the class. So use various types of icebreakers, namely 1). Types of shouts 2). Interactive clap type 3). Types of games and games and the last one 4). Types of audio visuals that can be delivered at the beginning or closing activities. This is an effective way to restore students' learning motivation so that the class becomes active and conducive.   ABSTRAK Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang komplek. Pembelajaran bukan hanya sekedar menyampaikan pesan tetapi juga merupakan kegiatan profesional yang menuntut guru untuk menggunakan keterampilan pedagogis dasar secara terpadu dalam menciptakan situasi yang efektif. Ice Breaking merupakan permainan atau kegiatan yang sederhana, ringan dan ringkas yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan, kekakuan rasa bosan atau mengantuk dalam kegiatan perkuliahan. Metode penelitian pada artikel ini metode kualitatif deksriptif yang dilakukan di UIN Sunan Kalijaga pada mahasiswa semester III prodi PIAUD. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Dosen mengimplementasikan ice breaking dilakukan untuk mengoptimalkan kembali situasi kelas pada awal penyampaian materi terlihat tidak kondusif karena mahasiswa mulai mengantuk, bosan, dan tidak konsentrasi pada penjelasan Dosen didepan kelas. Maka menggunakan ice breaking dengan berbagai jenis yaitu Jenis yel-yel Jenis tepuk interaktif. Jenis games maupun permainan dan yang terahir. Jenis audio visual yang bisa disampaikan pada kegiatan awal, maupun kegiatan penutup. menjadi hal yang efektif untuk mengembalikkan motivasi belajar mahasiswa sehingga kelas menjadi aktif dan kondusif.
Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Relevansinya sebagai Pengembangan Kreativitas Seni Anak Usia Dini: Implementation of Extracurricular Dance and Its Relevance as Developing Artistic Creativity in Early Childhood Neela Afifah; Ervina; Arda Sulis Mutiara; Aghnaita; Muzakki; Saudah; Sri Hidayati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2765

Abstract

This research is motivated by efforts to develop children's artistic creativity through dance extracurriculars. Dance extracurricular is one of the extracurricular activities that is actively implemented in schools, as a forum for developing artistic creativity in early childhood. Based on this, this research was conducted to describe how extracurricular dance is used as a means of developing artistic creativity in early childhood at RA Mawaddah, Palangka Raya City. In this research, a qualitative descriptive method was used, with the research subjects consisting of a class teacher and B3 group students at the school. Data was collected through observation, interviews and documentation. The results of the research show that the development of artistic creativity in early childhood at RA Mawaddah, Palangka Raya City is carried out through extracurricular dance which includes three types of dance: Ampar Ampar Pisang, Sinanggar Tullo, and Kreasi Modern dance. Through dance extracurricular activities that have been implemented at schools, it is hoped that artistic creativity can be developed, especially for young children, and that extracurricular activities that have been implemented will later be able to help other parties besides children, one of which is teachers and schools. Therefore, we hope that the existence of extracurricular dance as a development of artistic creativity at RA will be very beneficial for the development of early childhood.   ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya dalam mengembangkan kreativitas seni anak melalui ekstrakurikuler tari. Ekstrakurikuler tari merupakan salah satu ekstrakurikuler yang bergerak aktif dilaksanakan di sekolah, guna sebagai wadah pengembangan kreativitas seni anak usia dini. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana ekstrakurikuler tari digunakan sebagai sarana pengembangan kreativitas seni pada anak usia dini di RA Mawaddah Kota Palangka Raya. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan subjek penelitian terdiri dari seorang guru kelas dan peserta didik kelompok B3 di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas seni anak usia dini di RA Mawaddah Kota Palangka Raya dilakukan melalui ekstrakurikuler tari yang mencakup tiga jenis tarian: Ampar Ampar Pisang, Sinanggar Tullo, dan tari Kreasi Modern. Melalui ekstrakurikuler tari yang telah dilaksanakan di sekolah, diharapkan nakan dapat mengembangkan kreativitas seni terutama bagi anak usia dini, serta dari ekstrakurikuler yang telah dilaksanakan nantinya dapat membantu pihak lain selain anak, salah satunya pihak guru serta sekolah. Oleh karena itu, semoga dengan adanya ekstrakurikuler tari sebagai pengembangan kreativitas seni yang ada di RA akan sangat bermanfaat bagi perkembangan anak usia dini.
Gambaran Parenting Stres Pada Ibu yang Menikah di Usia Muda terhadap Perilaku Kekerasan pada Anak Usia Dini: Description of Parenting Stress in Mothers Who Married at a Young Age on Violent Behavior in Early Childhood Hasiana, Isabella; Aisyah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2766

Abstract

The role of mother in the family is very important. For mothers who marry at a young age, it can be assumed that they will be psychologically prepared and mature. The majority of studies explain that parenting stress is experienced more by mothers. The immaturity of mothers who marry at a young age will lead to parenting stress, which is a psychological condition that occurs when a mother cannot adapt to her role as a mother. This study aims to describe parenting stress in mothers who marry at a young age towards violent behavior in children. This research is important to do because parenting stress experienced by mothers will have an impact on their child's upbringing and has the potential to cause violence in children. This study uses a qualitative method. The research subjects were 5 young mothers aged between 20-25 years and had children aged 3-6 years. From the results of this study it was concluded that mothers who have high levels of parenting stress have a tendency to commit acts of violence against children compared to mothers who have lower levels of stress. In addition, support from the family, especially partners, is needed to reduce the level of stress experienced so that it can minimize the occurrence of violence in children   ABSTRAK    Peran ibu dalam keluarga sangat penting. Pada ibu yang menikah di usia muda, dapat diasumsikan bahwa ia akan memiliki kesiapan dan kematangan secara psikologis. Mayoritas penelitian menjelaskan bahwa parenting stress lebih banyak dialami oleh ibu.  Ketidakmatangan kondisi ibu yang menikah usia muda akan memunculkan parenting stress yaitu kondisi psikologis yang terjadi ketika ibu tidak bisa beradaptasi dengan perannya sebagai seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan   parenting stress pada ibu yang menikah di usia muda terhadap perilaku kekerasan pada anak. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena parenting stress yang dialami ibu akan berdampak pada pengasuhan anaknya dan memiliki potensi untuk menimbulkan kekerasan pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subyek penelitian berjumlah 5 orang ibu muda yang berusia antara 20-25 tahun dan memiliki anak dengan rentang usia 0-6 tahun. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa ibu yang memiliki tingkat parenting stress yang tinggi memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan pada anak dibandingkan ibu yang memiliki tingkat stress yang lebih rendah. Selain itu dukungan dari keluarga terutama pasangan sangat dibutuhkan untuk mengurangi tingkat stres yang dialami sehingga dapat meminimalisisr terjadinya kekerasan pada anak.
Peningkatan Kerjasama Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Outdoor Learning Activity di Tk Mardi Rahayu Tegowanuh: Increasing Cooperation for Children Aged 5-6 Years Through Outdoor Learning Activity Games at Mardi Rahayu Tegowanuh Kindergarten Diah Ayu Sudiyani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2781

Abstract

The aim of this research is to improve cooperation skills on chikdren aged 5-6 years at Mardi Rahayu Tegowanuh Kindergarten. This research was carried out in two cycles with three meetings in each cycle. The subjects in this research were group B of Mardi Rahayu Tegowanuh Kindergarten, totaling 22 children consisting of 11 boys and 11 girls. The data collection techniquw is by using observation techniques, while the data analysis used is descriptive quantitative. The result of this research are that with outdoor learning activities, childern’s cooperative abilities increase, from an average pre-cycle value of 60.50 %, there is an increase in the first cycle with an average value of 71.87%, in the second cycle the average in crease, increased to 83.80%. This, it is recommended that teachers use outdoor learning activities games to optimally improve their cooperative abilities.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama   pada anak usia 5-6 tahun di TK Mardi Rahayu Tegowanuh. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan tiga pertemuan di setiap siklusnya. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B TK Mardi Rahayu Tegowanuh yang berjumlah 22 anak terdiri dari 11 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan Teknik observasi, sedangkan analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa dengan kegiatan permainan outdoor learning activity kemampuan kerjasama   pada anak semakin meningkat, dari rata-rata nilai pra siklus 60,50 % mengalami kenaikan di siklus pertama dengan nilai rata-rata 71,87%, pada siklus kedua rata-rata semakin meningkat menjadi 83,80%. Dengan demikian, maka disarankan kepada guru agar dapat menggunakan kegiatan permainan outdoor learning activity untuk meningkatkan kemampuan kerjasama secara optimal.
Penggunaan Flashcard Sugar (Suku Kata Bergambar) sebagai Media Efektif untuk Menstimulasi Minat Membaca Awal Anak: The Use of Sugar Flashcards (Picture Syllables) as an Effective Media to Stimulate Children's Early Reading Interest BS, Efvelin
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2782

Abstract

The purpose of this research is to stimulate children's pre-reading interest using the Sugar Method or picture syllables so that it can improve reading skills and make children more enthusiastic and excited in reading various types of books. Using descriptive action research, because the research was carried out to solve problems related to the lack of pre-reading interest in children. The research was conducted over several semesters and involved students of Kiddy Care Tegal Kindergarten. Based on the data, the ability of literacy interest and understanding literacy of some students is low. Of the 13 students, 7 of them showed difficulty in understanding the pronunciation of consonants, vowels, syllables, and words. The results showed that there was a significant improvement in reading ability after using the Sugar Method. This proves that the Sugar Method is effective and efficient to use because the results of each cycle are increasing, namely cycle I and cycle II. This means that from before the action only 6 students were able to recognise the sound of letters or syllables and 7 students who still did not understand the pronunciation of letters or syllables. Whereas in cycle II all students were able to understand the pronunciation of letters or syllables. Based on the results of observations, it can be concluded that children's pre-reading interest using the Sugar Method increases because the Sugar Method is very easy and fun for children so that it can foster a love of reading.   ABSTRAK  Tujuan Penelitian ini adalah untuk menstimulasi minat membaca awal anak menggunakan Metode Sugar atau suku kata bergambar sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca serta membuat anak menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam membaca beraneka jenis buku. Menggunakan jenis penelitian deskriptif tindakan (action research), karena penelitian dilaksanakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan minimnya minat pra membaca pada anak. Penelitian dilakukan selama beberapa semester dan melibatkan siswa TK Kiddy Care Tegal. Berdasarkan data, kemampuan minat literasi maupun memahami keaksaraan beberapa siswa tergolong rendah. Dari 13 siswa, 7 siswa diantaranya menunjukkan kesulitan dalam memahami lafal atau pengucapan, baik huruf konsonan, vokal, maupun suku kata, dan kata. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca yang signitfikan setelah menggunakan Metode Sugar. Hal tersebut membuktikan Metode Sugar efektif dan efisien digunakan karena hasil setiap siklus yang meningkat, yaitu siklus I dan siklus II. Artinya dari sebelum tindakan hanya 6 siswa yang mampu mengenal bunyi huruf atau suku kata dan 7 siswa yang masih belum memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Sedangkan pada siklus II semua siswa sudah dapat memahami bunyi lafal huruf atau suku kata. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa minat membaca awal anak dengan menggunakan Metode Sugar meningkat karena Metode Sugar sangat mudah serta menyenangkan bagi anak sehingga dapat menumbuhkan kegemaran membaca.
Pengaruh Permainan Bisik Berantai dengan Media BATAKA terhadap Kemampuan Komunikasi Lisan pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Surabaya: The Effect Of A Chain Whisper Game Using BATAKA On Oral Communication Skills In Group B Children At Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Surabaya Anggraini, Febby Gita; Ningrum, Mallevi Agustin; Adhe, Kartika Rinakit; Widayanti, Melia Dwi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2785

Abstract

This research aims to determine the effect of the chain whisper game using BATAKA on oral communication skills in group B children at Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Surabaya. The number of samples used in this study was 28 children consisting of two classes, namely class B1 with 13 children and B2 with 15 children. This research uses a quantitative approach with the experimental design used, namely quasi experimental with nonequivalent control group design. The data collection techniques used were observation, documentation and using data analysis techniques with the Wilcoxon Matched Pairs Test. The results of hypothesis testing with the Wilcoxon Matched Pairs Test using SPSS version 25 for Windows showed that the value was obtained. Based on the results of the analysis, the Asymp value was obtained. Sig. (2-tailed) which is 0.001 with a significant decision-making basis of less than 0.05 or Asymp. Sig. < 0.05 so it was decided that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. There is a significant difference in the average scores for pre-test activities and post-test activities in the experimental group, where the average score for pre-test activities is 8,47 while the average score for post-test activities is higher, namely 10,9. So it can be concluded that there is an influence of the chain whisper game with BATAKA media on the oral communication skills of group B children at Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Surabaya.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bisik berantai dengan media BATAKA terhadap kemampuan komunikasi lisan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Surabaya. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 28 anak yang terdiri dari dua kelas, yakni kelas B1 berjumlah 13 anak dan B2 berjumlah 15 anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang digunakan yaitu quasi experimental dengan nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan menggunakan teknik analisis data dengan Uji Wilcoxon Matched Pairs. Hasil pengujian hipotesis dengan Uji Wilcoxon Matched Pairs menggunakan SPSS versi 25 for windows mendapatkan hasil yang diketahui bahwa nilai berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,001 dengan dasar pengambilan keputusan signifikan lebih kecil dari 0,05 atau Asymp. Sig. < 0,05 sehingga diputuskan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) dterima. Terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan terhadap kegiatan pre-test dan kegiatan post-test pada kelompok eksperimen, yang dimana nilai rata-rata kegiatan pre-test yaitu 8,47 sedangkan nilai rata-rata dari kegiatan post-test lebih tinggi yaitu 10,9. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan bisik berantai dengan media BATAKA terhadap kemampuan komunikasi lisan pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Surabaya.