cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Analisis Kemampuan Pra Menulis Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Kegiatan Messy Play di KB Muslimat NU Wiradesa: Analysis of Pre-Writing Ability of 3-4 Year Old Children Through Messy Play Activities at KB Muslimat NU Wiradesa Amalia, Riska
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3260

Abstract

This research aims to determine pre-writing skills through messy play of children in the Muslimat NU Wiradesa Play Group aged three to four years using a qualitative case study approach using Messy Play media. The case study approach method proposed by Creswell means investigating and understanding the problems that occur and collecting information to get a solution to the problem. This research uses observation methods, interviews with class teachers and documentation. The subjects of this research were four students at KB Muslimat NU Wiradesa for the 2023/2024 academic year. Apart from these four students, the subjects of this research were also the class teachers for KB Muslimat NU Wiradesa for the 2023/2024 academic year. Data was collected from observation sheets, field notes, and interview. The results of research to develop pre-writing skills through messy play with media from coconut dregs mixed with food coloring, so that it can motivate children to learn pre-writing in a fun way and achieve good development and develop according to expectations in pre-writing skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan pra menulis melalui messy play anak di Kelompok Bermain Muslimat NU Wiradesa usia tiga sampai empat tahun dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dengan media Messy Play. Metode pendekatan studi kasus yang dikemukakan oleh Creswell memiliki arti menyelidiki dan memahami masalah yang terjadi dan mengumpulkan informasi untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara terhadap guru kelas dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah empat murid di KB Muslimat NU Wiradesa tahun ajaran 2023/ 2024. Selain empat murid tersebut, subjek penelitian ini juga dilakukan pada guru kelas KB Muslimat NU Wiradesa tahun ajaran 2023/ 2024. Data dikumpulkan dari lembar pengamatan, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian untuk mengembangkan keterampilan pra menulis melalui messy play dengan media dari ampas kelapa yang diberi pewarna makanan, agar dapat memotivasi anak untuk belajar pra menulis dengan menyenangkan dan adanya capaian perkembangan yang baik dan berkembang sesuai harapan dalam keterampilan pra menulis.
Pengaruh Market Day Terhadap Literasi Keuangan dan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia 5-6 Tahun: The Effect of Market Day on Financial Literacy and Symbolic Thinking Skills in 5-6 Year Old Children Sri Idamulyani; Bachri, Bachtiar Sjaiful; Khotimah, Nurul
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3273

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of market day activities in improving financial literacy and cognitive abilities of symbolic thinking in children aged 5-6 years. This study used an experimental design with two groups: an experimental group that participated in market day activities and a control group that did not participate in these activities. Data were collected through financial literacy and symbolic thinking cognitive ability tests before and after the intervention. Data were analyzed using SPSS, including paired t-test and unpaired t-test. The results showed that there were significant improvements in financial literacy and symbolic thinking cognitive ability in the experimental group compared to the control group. The average financial literacy score in the experimental group increased from 56.78 to 76.45, while in the control group it only increased from 57.12 to 60.89. This increase was significant based on paired t-test (p < 0.05) and unpaired t-test (t = 4.56, p < 0.05). Similarly, the average score of symbolic thinking cognitive ability in the experimental group increased from 58.34 to 80.23, while in the control group it only increased from 58.67 to 62.45. This increase was also significant based on paired t test (p < 0.05) and unpaired t test (t = 5.34, p < 0.05). Based on this research, it shows that market day activities are effective in improving financial literacy and cognitive abilities of symbolic thinking of children aged 5-6 years. Thus, this activity is recommended to be integrated into the early childhood education curriculum. Further research is needed to explore the long-term impact and effectiveness of this activity in different age groups. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan market day dalam meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan kognitif berpikir simbolik pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti kegiatan market day dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes literasi keuangan dan kemampuan kognitif berpikir simbolik sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, termasuk uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam literasi keuangan dan kemampuan kognitif berpikir simbolik pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor literasi keuangan pada kelompok eksperimen meningkat dari 56,78 menjadi 76,45, sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 57,12 menjadi 60,89. Peningkatan ini signifikan berdasarkan uji t berpasangan (p < 0,05) dan uji t tidak berpasangan (t = 4,56, p < 0,05). Demikian pula, rata-rata skor kemampuan kognitif berpikir simbolik pada kelompok eksperimen meningkat dari 58,34 menjadi 80,23, sementara pada kelompok kontrol hanya meningkat dari 58,67 menjadi 62,45. Peningkatan ini juga signifikan berdasarkan uji t berpasangan (p < 0,05) dan uji t tidak berpasangan (t = 5,34, p < 0,05). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan market day efektif dalam meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan kognitif berpikir simbolik anak-anak usia 5-6 tahun. Sehingga, kegiatan ini disarankan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dan efektivitas kegiatan ini pada kelompok usia yang berbeda.
Studi Literatur Review: Penerapan Sentra Persiapan sebagai Upaya Meningkatkan Minat Literasi Baca Tulis pada Anak Usia Dini: Literature Review Study: The Implementation of Preparation Centers as an Effort to Increase Early Literacy Interest in Reading and Writing for Young Children Ani Naskiki Mulya Dewi; Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3325

Abstract

This research is related to efforts to increase the interest in early literacy among preschool children. The aim of the research is to analyze the application of the Sentra Persiapan method as an effort to increase the interest in reading and writing among preschool children. The research uses a literature review approach with the aid of the PICO framework, followed by the use of a prism diagram to obtain a clear and open picture through the process of identifying the composition of the research protocol. The identification includes inclusion and exclusion criteria, resulting in the acquisition of ten articles that have been analyzed for their suitability. The research findings show that the learning method that increases the interest in reading and writing among preschool children. This method creates a captivating and interactive learning environment, uses appropriate teaching materials, and involves active and playful approaches. Collaboration between teachers and parents enhances positive synergy. Various activities help to increase the interest of the children. The strategy for introducing letters and numbers uses media such as songs and random cards to help children understand the basics of reading and writing. ABSTRAK Penelitian ini berkaitan dengan upaya peningkatan minat literasi baca tulis anak usia dini. Tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan sentra persiapan sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca tulis pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan bantuan framework PICO, kemudian tahap selanjutnya peneliti menggunakan diagram prisma untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan terbuka melalui proses identifikasi penyusunan protokol penelitian. Identifikasi tersebut meliputi kriteria inklusi dan eksklusi dengan memperoleh hasil sepuluh artikel yang telah dianalisis kelayakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang meningkatkan minat membaca dan menulis pada anak usia dini. Metode ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang menarik dan interaktif, menggunakan bahan ajar yang tepat, dan melibatkan pendekatan bermain dan aktif. Kolaborasi antara guru dan orang tua meningkatkan sinergi positif. Kegiatan yang bervariasi membantu meningkatkan minat anak. Strategi pengenalan huruf dan angka menggunakan media lagu dan kartu acak membantu anak memahami dasar-dasar membaca dan menulis.
Efektivitas Permainan Tradisional Budaya Jawa dalam Meningkatkan Kesantunan Bahasa Anak Usia Dini: The Effectiveness of Traditional Javanese Cultural Games in Enhancing Language Politeness in Early Childhood Elina Intan Apriliani; Anita Wardani; Annafi’ Nurul ‘Ilmi Azizah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3341

Abstract

This research aims to explore the effectiveness of traditional Javanese cultural games in enhancing language politeness among young children. Traditional games, rich in cultural and moral values, are believed to play a significant role in shaping children's character and language skills. This study employs a qualitative approach using participatory observation and in-depth interviews with children aged 4-6 years who engage in traditional Javanese games such as 'Cublak-Cublak Suweng', 'Jamuran', and 'Benthik'. Data are analyzed using content analysis techniques to identify changes in the children's language politeness. The results indicate that participation in traditional Javanese games significantly enhances the use of polite expressions, such as 'please', 'sorry', and 'thank you', as well as the children's ability to speak in a polite tone and respect their interlocutors. Additionally, the children show improvements in their ability to speak coherently and appropriately within social contexts. The social interactions that occur during traditional games provide children with opportunities to practice language politeness in real-life situations, thereby reinforcing their understanding of the importance of communication ethics. These findings suggest that traditional Javanese cultural games serve not only as a form of entertainment but also as an effective educational medium for developing polite language skills in young children. Therefore, it is recommended that educators and parents actively integrate traditional games into children's daily activities as an effort to foster better character development. Moreover, educational policies should support the preservation and teaching of traditional games as an integral part of the early childhood education curriculum.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas permainan tradisional budaya Jawa dalam meningkatkan kesantunan bahasa pada anak usia dini. Permainan tradisional, yang kaya akan nilai-nilai budaya dan moral, diyakini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan berbahasa anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap anak-anak usia 4-6 tahun yang terlibat dalam permainan tradisional Jawa seperti 'Cublak-Cublak Suweng', 'Jamuran',dakon, lompat tali dan 'layang-layang'. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi perubahan dalam kesantunan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam permainan tradisional Jawa secara signifikan meningkatkan penggunaan ungkapan-ungkapan santun, seperti penggunaan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih', serta meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara dengan nada yang sopan dan menghormati lawan bicara. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara secara koheren dan sesuai konteks sosial. Interaksi sosial yang terjadi dalam permainan tradisional memberikan anak-anak kesempatan untuk mempraktikkan kesantunan bahasa dalam situasi nyata, yang pada gilirannya memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya etika berkomunikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional budaya Jawa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa yang santun pada anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik dan orang tua lebih aktif mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan sehari-hari anak sebagai upaya pembentukan karakter yang lebih baik. Selain itu, kebijakan pendidikan juga perlu mendukung pelestarian dan pengajaran permainan tradisional sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan anak usia dini.
Peran Supervisi Akademik di TK Pembangunan Swasembada Anyar Serang Banten: The Role of Academic Supervision at Pembangunan Swasembada Kindergarten in Anyar, Serang, Banten Risa Latus Sulam; Siti Khosiah; Cucu Atikah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3520

Abstract

Academic supervision is a coaching effort that is carried out systematically with the aim of improving the quality of learning. This study aims to determine the role of school principals in carrying out academic supervision activities. This study uses a descriptive qualitative research method. With data sources coming from the school principal and 5 teachers at the Anyar Serang Banten Self-sufficient Development Kindergarten. The process of collecting data using the technique of collecting sources, namely observation, interviews, documentation. The data is then analyzed by data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the role of academic supervision has been carried out well, but not fully optimal. The indicators are: (1) implementation is carried out according to plan, (2) based on the principle of academic supervision, (3) using class visit techniques, (4) there are teacher assessment instruments, (5) coaching in the form of motivational directions and participation in training, workshops , and seminars. As for what has not been implemented properly, namely not carrying out follow-up academic supervision. The supporting factors for academic supervision are trust and relationships, while the inhibiting factors are the lack of facilities and sufficient time. ABSTRAK Supervisi akademik adalah usaha pembinaan yang dilakukan secara sistematis bertujuan memperbaiki kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervisi akademik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan sumber data berasal dari kepala sekolah beserta 5 orang guru di TK Pembangunan Swasembada Anyar Serang Banten. Proses pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran supervisi akademik sudah terlaksana dengan baik, namun sepenuhnya belum optimal. Adapun indikatornya yaitu: (1) pelaksanaan dilakukan sesuai perencanaan, (2) berlandaskan pada prinsip supervisi akademik, (3) menggunakan teknik kunjungan kelas, (4) terdapat instrumen penilaian guru, (5) pembinaan berupa arahan motivasi dan diikutsertakan mengikuti pelatihan dan workshop. Adapun yang belum terlaksana dengan baik yaitu tidak melakukan tindak lanjut supervisi akademik. Adapun faktor pendukung supervisi akademik yaitu kepercayaan dan hubungan, sedangkan faktor penghambatnya adalah fasilitas dan waktu yang kurang cukup.
Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Melatih Kemandirian pada Anak Usia Dini: The Concept of Life Skills Education in Training Independence in Early Childhood Nasratun Najiha; Khamim Zarkasih Putro; Muhammad Basri; Viny Anggradini Puspitaloka
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3521

Abstract

Life education in exercising independence does not absorb water, but is carried out repeatedly and consistently by means of habituation to a meaningful lifestyle in order to provide provisions for living independently, confidently, able to help oneself and be able to make wise decisions. This research is a type of library research or library research. References that can be taken from this research are primary and secondary sources. Using library research as data collection. The content analysis (content study) as a data analysis technique that can be used in this study. The results of this study explain that the concept of education that starts life plays a positive role in building children's independence, so it is developed by parents as one of the educational concepts that are learned to do things that are in accordance with the early development of children with independence as a habit. Can ensure that life is an independence that can help early childhood in controlling themselves, and form children who are skilled in all things. ABSTRAK Pendidikan kecakapan hidup dalam melatih kemandirian tidak semudah kapas menyerap air, namun dilakukan berulang kali dan konsisten dengan cara pembiasaan pola hidup yang bermakna agar memberi bekal hidup secara mandiri, percaya diri, mampu menolong diri sendiri serta dapat memutuskan sebuah keputusan yang bijak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka atau library research. Rujukan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah sumber primer dan sekunder. Menggunakan riset kepustakaan sebagai teknik pengumpulan datanya. Adapun content analysis (kajian isi) sebagai teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Konsep Pendidikan kecakapan Hidup berperan positif dalam mendidik kemandirian anak usia dini, sehingga kecakapan hidup digunakan oleh orangtua sebagai salah satu konsep Pendidikan yang membiasakan anak untuk mengerjakan hal-hal yang sederhana sesuai dengan usia tahap perkembangan anak dengan menanamkan nilai kemandirian sebagai sebuah kebiasaan. Dapat disimpulkan bahwa kecakapan hidup merupakan unsur kemandirian yang dapat membantu anak usia dini dalam mengendalikan diri sendiri, dan membentuk anak menjadi berkepribadian yang terampil dalam segala hal apapun.
Hakikat Guru dalam Mengembangkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini: The Nature of Teachers in Developing Religious and Moral Values in Early Childhood Nurul Hidayah Hadianti Putri; Astuti Darmiyanti; Nida’ul Munafiah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3523

Abstract

This study focuses on the nature of teachers in developing religious and moral values ​​in early childhood. The purpose of the study is that researchers want to know how a teacher develops religious and moral values ​​in Al-Anhar Karawang Kindergarten (TK). The method used is a qualitative method with a descriptive approach. The data collection method is carried out by direct observation and interviews, the participants involved are children aged 4-5 years, teachers and principals. The results of the study show that children aged 4-5 years in Al-Anhar Kindergarten have mostly achieved the target in developing religious and moral values, namely by showing several understandings and activities that are applied both at school and at home, one of which is by reading daily prayers. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada hakikat guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Tujuan penelitian adalah peneliti ingin mengetahui bagaimana cara seorang guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral di taman kanak-kanak (TK) Al-Anhar Karawang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Pengamatan dan wawancara langsung, partisipan yang terlibat adalah anak usia 4-5 tahun, guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menujukkan bahwa anak usia 4-5 tahun di TK al-Anhar sebagaian besar telah mencapai target dalam mengembangkan nilai agama dan moral yaitu dengan ditunjukkan beberapa pemahaman dan kegiatan yang diterapkan baik di sekolah maupun dirumah, salah satunya dengan membaca doa sehari-hari.
Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini Menggunakan Model Sentra Balok di Tkit Ihya As Sunnah: Early Children's Learning Applicants Using The Beam Center Model At Tkit Ihya As Sunnah Fany Maulany; Intan Maharani Putri
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.3525

Abstract

PAUD is an educational institution that has the goal of laying the foundation for growth and development of physical-motor, intelligence, socio-emotional, language, and communication, in accordance with the uniqueness and stages of child development. PAUD is aimed at children aged 0-6 years which is often called the golden age in development or the golden age. The central learning model is based on the assumption that children learn by playing with objects and people around them (environment). Describes the Application of Early Childhood Learning using the Beam Center Model at TKIT Ihya Assunah. Data collection techniques using the method of observation, interviews and documentation. The teacher gives playing time to children for approximately 1.5 hours. After the children play with blocks and have become compatible with their respective buildings, they dismantle the buildings they made in an orderly manner. They really follow the procedures that the school makes. They collect all the blocks they have used first, then call the teacher to count and record by the teacher. When finished, they had to save the blocks they had used. Each of them tidied up their blocks back into the special block cupboard that had been provided by the school. ABSTRAK PAUD adalah sebuah lembaga pendidikan yang meiliki tujuan tujuan untuk peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisikmotorik, kecerdasan, sosio-emosional, bahasa, dan komunikasi, sesuai dengan keunikan yang dimiliki serta tahapan perkembangan anak. PAUD ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun yang sering disebut masa emas dalam perkembangan atau golden age Model pembelajaran sentral didasarkan pada anggapan bahwa anak belajar dengan cara bermain dengan benda-benda dan orang-orang di sekitarnya (lingkungan). Mendeskripsikan tentang Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini menggunakan Model Sentra Balok di TKIT Ihya Assunah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Guru memberikan waktu bermain kepada anak selama kurang lebih 1,5 jam. Setelah anak bermain balok dan telah menjadi sesuai bangunannya masing-masing, mereka membongkar bangunan buatan mereka dengan tertib. Mereka sangat mengikuti prosedur yang sekolah buat. Mereka mengumpulan semua balok yang telah mereka pakai terlebih dahulu, lalu memanggil guru untuk menghitung dan di catat oleh guru. Setelah selesai, mereka harus menyimpan balok-balok yang telah mereka pakai. Masing-masing merapihkan kembali balok-balok nya ke lemari khusus balok yang telah disediakan oleh sekolah.
Kegiatan Pencak Silat sebagai Sarana Pengembangan Nilai Religius Anak Usia Dini : Pencak Silat Activities as a Means of Development Religious Values of Early Childhood Cahniyo Wijaya Kuswanto; Jatmiko, Agus; Riyani, Indah; Pratiwi, Dona Dinda
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3566

Abstract

This research discusses the relationship between pencak silat activities and religious values in early childhood as the initial stage of introduction. The formulation of the problem in this study is whether there is a relationship between pencak silat activities and the religious values of early childhood in South Lampung. The purpose of this study was to determine the relationship between pencak silat activities and the religious values of early childhood in South Lampung. This research uses quantitative correlation research methods with questionnaires and documentation as data collection tools. This study is a population study with a total of 25 children respondents who filled out the questionnaire instrument filled by the parents of the child who participated in pencak silat. The data collection technique used is a questionnaire. The validation test uses correlation data results which show a valid value> 0, 632. Reliability test with Alpa Cronbach (a) technique with SPSS version 29 tool that is> 0.70.  The results of the study say that the results of the product moment correlation calculation show that there is a positive relationship between pencak silat activities and the religious value of early childhood. Proven by the calculation of the product moment correlation rhittung> rtable with a value of 0.483> 0.396. These results conclude that this study shows a positive relationship between pencak silat and the religious values of early childhood that support physical development and religious values. The Role of Dopamine Stimulation Through Zakat Practices in Behavior Modification and Mental Health Improvement   ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai seberapa besar hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius pada anak usia dini sebagai tahap awal pengenalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini di Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kuantitatif korelasi dengan angket dan dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah responden 25 anak yang pengisian instrumen angket diisi oleh orang tua dari anak tersebut yang mengikuti pencak silat. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Uji validasi menggunakan correlation hasil data yang menunjukan nilai valid > 0, 632. Uji reliabilitas dengan teknik Alpa cronbach (a) dengan alat bantu SPSS versi 29 yaitu > 0,70.  Hasil dari penelitian mengatakan bahwa hasil perhitungan korelasi product moment menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara kegiatan pencak silat dengan nilai religius anak usia dini. Dibuktikan dengan perhitungan korelasi product moment rhittung > rtabel dengan nilai 0,483 > 0,396. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan positif antara pencak silat dan nilai religius anak usia dini yang mendukung pengembangan fisik dan nilai religius.
Analisis Creative Problem Solving (CPS) pada Anak Berbakat (Gifted And Talented Children) di Usia Prasekolah: Analysis Of Creative Problem Solving in Gifted and Talented Children at Preschool Age Widi Febriani; Syafrimen Syafril; Erfha Nurrahmawati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3607

Abstract

Gifted & Talented Children demonstrate abilities or potential that are far above average in one or more specific areas, such as academics, arts, or sports. The development of Creative Problem-Solving Skills in gifted children is key to forming the foundation of problem-solving abilities that will support children throughout their lives. This study examines how the development of CPS in gifted children at preschool age through reputable articles. This study uses a systematic literature review method with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) flow. The data obtained were analyzed using an Interactive qualitative data analysis model with the help of NVIVO 12 software. Literature was taken from reputable databases such as Scopus, Springer, Sciendirect, DOAJ and Google Scholar databases. There are 4 steps to conducting a literature review, namely: identifying the topic/issue to be reviewed (identification), selecting similar articles (screening), analyzing literature that meets the appropriate requirements (eligibility), compiling a review writing (included). The results of the study showed that there are several factors that influence the development of CPS in gifted children at preschool age, including family environment, parenting patterns, learning methods obtained at school, social interactions with peers, and psychological factors including emotional intelligence and motivation.   ABSTRAK Anak berbakat (Gifted & Talented Children) menunjukkan kemampuan atau potensi yang jauh di atas rata-rata dalam satu atau lebih pada bidang tertentu, seperti akademik, seni, atau olahraga. Perkembangan Keterampilan Pemecahan Masalah Kreatif (Creative Problem Solving) pada anak berbakat menjadi kunci untuk membentuk dasar kemampuan pemecahan masalah yang akan mendukung anak sepanjang hidup. Penelitian ini mengkaji bagaimana perkembangan CPS anak berbakat pada usia prasekolah melalui artikel bereputasi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematik (Systematic Literature Review) dengan alur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Interaktif dengan bantuan perangkat lunak NVIVO 12. Literatur diambil melalui database beriputasi seperti dari database Scopus, Springer, Sciendirect, DOAJ dan Google Scholar. Ada 4 langkah untuk melakukan tinjauan literatur yaitu: mengidentifikasi topik/isu yang akan di telaah (identification), memilih artikel yang sejenis (screening), menganalisis literatur yang sesui persyartan yang sesuai (eligibility), menyusun penulisan review (included). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan CPS anak berbakat pada usia prasekolah diantaranya lingkungan keluarga, pola asuh, metode pembelajaran yang didapatkan disekolah, interaksi sosial dengan teman sebaya, dan faktor psikologis termasuk kecerdasan emosional dan motivasi.