cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6282192115123
Journal Mail Official
melatiaprilliana90@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
ISSN : 26563215     EISSN : 26156903     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal is aimed as promoting principled approach to research on pharmacy that covers a broad range of topics engaging a good relationship in theoretical and practical. This journal covers: Pharmacology Pharmacognosy Analytical Chemistry Pharmaceutical Technology Social and Management Pharmacy
Articles 151 Documents
Analisis Sildenafil Sitrat dalam jamu kuat dengan metode Spektrofotometri UV-Vis Elsan, Ricky; Minarsih, Tri
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.305 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1569

Abstract

Sildenafil sitrat adalah obat untuk meningkatkan daya seksual dan memperlancar aliran darah ke lingga (bagian reproduksi pria). Penggunaan yang tidak terkendali dapat menyebabkan keracunan. Senyawa ini di duga kuat dicampurkan dalam jamu kuat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa secara kualitatif dan kuantitatif kandungan sildenafil sitrat dalam jamu kuat.Pada penelitian ini, dilakukan analisis pada 5 sampel jamu kuat. Sampel diambil secara purposive sampling. Analisis BKO sildenafil sitrat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode spektrofotometeri UV-VisBerdasarkan hasil analisis kualitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis, didapatkan bahwa sampel jamu kuat A, B, dan E mempunyai spektrum panjang gelombang yang hampir sama dengan baku sildenafil sitrat dengan λmax : 291 nm. Dari hasil analisis kuantitatif persamaan kurva kalibrasi yang diperoleh dari penelitian adalah y = bx+a dengan nilai b sebesar 0,0214, a sebesar 0,0037, dan R2 sebesar 0,9978. Dari hasil analisis kualitatif dan kuantitatif didapatkan 3 sampel jamu yang mengandung Sildenafil sitrat yaitu sampel A, B dan E dengan kadar masing-masing sebesar 0,53%, 0.23% dan 0,15%.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (RHODOMYTUS TOMENTOSA) Deniansyah, Deniansyah; Pujiastuti, Anasthasia
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.742 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1587

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia. Daun karamunting banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena dapat digunakan sebagai obat alami salah satunya digunakan masyarakat sebagai obat luka. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi sediaan krim ekstrak daun karamunting dan mengetahui mutu fisik serta stabilitas mekaniknya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan kombinasi emulgator asam stearat pada konsentrasi 6%, 8%, 10% dan trietanolamin dengan konsentrasi 2%, 3% 4%. Uji mutu fisik pada sediaan krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, daya sebar, viskositas dan stabilitas mekanik. Hasil uji organoleptik ketiga formula krim ekstrak daun karamunting memiliki warna hijau, aroma khas ekstrak, tekstur lembut. Ketiga sediaan krim homogen dan tipe krim minyak dalam air (M/A). Hasil mutu fisik sediaan krim formula 1 - 3 yaitu nilai pH 5,39; 5,42; 5,43; daya sebar 5,4; 4,7; 4,5 cm; viskositas 9.336; 9.648; 10.320 cP. Hasil uji stabilitas mekanik, formula 1 terjadi pemisahan fase, formula 2 dan 3 tidak menunjukkan pemisahan fase.
Efektivitas Anti Jamur Dan Karateristik Fisik Krim Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Wulandari, Serfiena; Sunnah, Istianatus; Furdiyanti, Nova Hasani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.655 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1588

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) oleh masyarakat  dimanfaatkan untuk pengobatan wasir, antiinflamasi, antijamur, penyakit kulit maupun obat luka. Daun ungu memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, saponin yang dapat digunakan  antijamur.                                                                                                             Penelitian ini dilakukan  untuk mengevaluasi  krim ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff)  memiliki aktivitas antijamur terhadap Tinea versicolor dan karakterisitik  fisik serta stabilitas  formulasi krim antijamur                                  . Metode pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 70 %. Ekstrak kemudian diformulasi dalam sediaan  krim dengan konsentrasi 12,5 % dan 25 % kemudian diuji  efektifitas antijamur serta karakteristik  fisiknya. Hasil penelitian diperoleh krim ekstrak etanol daun ungu dalam konsentrasi 12,5 % dan 25 % memiliki aktivitas anti jamur Tinea versicolor dengan rata-rata diameter hambatan untuk konsentrasi 12,5% antara 10,37- 12,13 mm dan untuk konsentrasi 25% memiliki diameter za hambat 13,0 -13,57 mm. Ekstrak etanol daun ungu mengandung alkaloid, tanin , flavonoid, dan saponin. pH sediaan krim antara 7,04-7,48, viskositas 2781-4008 cps, daya lekat 1,25-1,55 detik dan daya sebar 2,40-2,80 cm. Uji sentrifugasi mengalami pemisahanKrim ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) memiliki efektivitas  sebagai antijamur terhadap Tinea versicolor. Krim ekstrak etanol daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) memiliki stabilitas fisik yang kurang baik.
Analisis DRPs Pasien Prolanis Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kabupaten Semarang diah, neli
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.832 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1594

Abstract

Latar belakang Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegritasi. Permasalahan terkait efektifitas pengobatan yang rendah, menyebabkantidak tercapainya target terapi terutama pada pasien PROLANIS. Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  gambaran Drug Related Problems (DRPs) pasien hipertensi dan dislipidemia  di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kabupaten Semarang.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain Restrospektif. Hasil penelitian permasalahan terkait penggunaan obat antihipertensi dan dislipidemia pada PROLANIS yang berhubungan dengan tingkat ketercapaian target terapi pasien pada fasilitas kesehatan tingkat pertama di kabupaten Semarang dimana masih banyak pasien PROLANIS yang belum mendapatkan terapi obat dyang sesuai untuk pasien hipertensi dan dyslipidemia. Kesimpulan pada penelitian ini adalah perlu Pemantauan Terapi Obat oleh Apoteker untuk ketercapaian target terapi pasien hipertensi dan dislipidemia peserta Prolanis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Praktik DAGUSIBU Obat pada Pengunjung Apotek Indobat Pakerisan Karminingtyas, Sikni Retno
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.536 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1595

Abstract

Kesehatan merupakan hal terpenting bagi semua masyarakat. Berbagai masalah kesehatan khususnya terkait obat masih ditemui di masyarakat. Mulai penggunasalahan obat, penyalahgunaan obat, terjadinya efek samping obat dari yang paling ringan sampai berat dan sebagainya. Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat (DAGUSIBU) merupakan program edukasi kesehatan guna mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan praktik DAGUSIBU obat pada pengunjung Apotek Indobat Pakerisan Kecamatan Denpasar Barat Bali. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan pengumpulan data secara prospektif. Sampel penelitian adalah responden yang datang ke Apotek Indobat Pakerisan sebanyak 100 responden selama bulan Juli 2021 dengan teknik accidental sampling. Responden diberikan kuesioner yang sebelumnya sudah diuji validasi dan reliabilitasnya. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji gamma. Hasil penelitian tingkat pengetahuan tentang DAGUSIBU dengan kategori baik sebanyak 28 responden (28%), kategori cukup sebanyak 53 responden (53%) dan kategori kurang sebanyak 19 responden (19%). Praktik DAGUSIBU dengan kategori baik sebanyak 22 responden (22%), kategori cukup sebanyak 49 responden (49%) dan kategori kurang sebanyak 29 responden (29%). Berdasarkan uji gamma didapatkan nilai R sebesar 0,910 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan DAGUSIBU dan Praktik DAGUSIBU dengan arah hubungan yang positif atau searah serta memiliki korelasi atau hubungan yang tinggi.
Evaluasi Sediaan Krim dan Uji Toksisitas Akut Ekstrak Daun Nipah (Nypa fruticans Wurmb) Daerah Cilacap Dengan Fase Minyak VCO Sebagai Kandidat Antibakteri Yana Utami, Tri Fitri
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.922 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i1.1596

Abstract

Daun nipah dan VCO dapat digunakan sebagai antibakteri alami. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan formulasi berupa sediaan krim ekstrak etanol daun nipah dengan fase minyak VCO untuk meningkatkan potensi dari kedua bahan alam tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid pada ekstrak etanol daun nipah, mengetahui sifat fisik sediaan yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan uji toksisitas akut pada ekstrak. Proses ekstraksi daun nipah dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% diperoleh rendemen sebanyak 18,1%. Hasil uji fitokimia menujukan bahwa ekstrak etanol daun nipah positif mengandung flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Dihasilkan sifat fisik sediaan yang baik diperoleh pada formula 2, formula 3 dan formula 4. Dan Nilai LC50 ekstrak daun nipah yang diperoleh adalah 1140 ppm yang artinya ekstrak daun nipah tidak memiliki efek toksik.Kata kunci : Daun Nipah, Krim, VCO, Toksisitas
Formulasi Sabun Padat Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan Uji Stabilitas Fisik Ningrum, Yuyun Darma Ayu; Anggraeni, Nurtias Eka
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.452 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i2.1613

Abstract

Soap is one of the cosmetic preparations used for skin care and cleansing, the use of rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa L) as an antioxidant that functions as an antidote to free radicals. Based on this explanation, the purpose of this study was to determine the best formulation of solid soap preparations Rosella flower extract in terms of the result of physical stability test. Researchers conducted the formulation by comparing the amount of extract used to determine its effect on the physical stability test. The treatments in this study were rosella extract concentrations of 0% (formula F1), 1% (formula F2), 2% (formula F3), and 3% (formula F4). Observations were made on rosella extract solid soap including organoleptic test, pH test, high foam test, foam stability test, and water content test. The results of the analysis showed that Rosella extract solid soap had a pH, foam stability, and water content that were within the safe range. The results of making good rosella extract solid soap are found in F1 and F2, where the less rosella extract is used in making solid soap, the better the soap produced.ABSTRAKSabun merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan dan pembersihan kulit, penggunaan Ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) sebagai antioksidan yang berfungsi untuk penangkal radikal bebas. Berdasarkan pemaparan tersebut tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk menentukan formulasi terbaik sediaan sabun padat Ekstrak bunga rosella ditinjau dari hasil uji stabilitas fisik. Peneliti melakukan formulasi dengan membandingkan banyaknya Ekstrak yang digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap uji stabilitas fisiknya. Perlakuan pada penelitian ini yaitu konsentrasi Ekstrak rosella 0% (formula F1), 1% (formula F2), 2% (formula F3), dan 3% (formula F4). Pengamatan yang dilakukan pada sabun padat Ekstrak rosella meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji stabilitas busa, dan uji kadar air. Hasil analisis menunjukkan Sabun padat Ekstrak rosella memiliki pH, stabilitas busa, dan kadar air yang masuk dalam rentang aman. Hasil pembuatan sabun padat Ekstrak rosella yang baik yaitu terdapat pada F1 dan F2, dimana Semakin sedikit Ekstrak rosella digunakan pada pembuatan sabun padat maka akan semakin baik sabun yang di hasilkan.
Formulasi Sediaan Lip Balm Minyak Zaitun Halal dan Uji Kestabilan Fisik Ningrum, Yuyun Darma Ayu; Azzahra, Nurul Hidayah
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.207 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i2.1652

Abstract

Lip Balm is a cosmetic preparation with the main components such as wax, fat and oil from natural or synthesized extracts with the aim of preventing dryness of the lips by increasing lip moisture and protecting the adverse effects of the environment on the lips. Based on the explanation above, the purpose of this study was to formulate lip balm preparations using olive oil and review the results of physical stability tests. Researchers made a modified formulation based on Simplex Lactis Design by using a combination of cera alba and cera flava as the basis of the formulation with a concentration of 16.25% cera alba and  8.75% cera flava. Observations were made on olive oil lip balm including pH test, homogeneity test, melting test of the preparation, adhesion test and stability test of the preparation. The results of the analysis showed that olive oil lip balm had a good pH value, homogeneity, melting preparation and adhesion, and was stable in the stability test. ABSTRAKLip Balm merupakan sediaan kosmetik dengan komponen utama seperti lilin, lemak dan minyak dari ekstrak alami atau yang disintesis dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kekeringan pada bibir dengan meningkatkan kelembaban bibir dan melindungi pengaruh buruk lingkungan pada bibir. Berdasarkan pemaparan diatas tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan sediaan lip balm dengan menggunakan minyak zaitun dan ditinjau hasil uji stabilitas fisiknya. Peneliti melakukan formulasi dengan modifikasi berdasarkan Simplex Lactis Design dengan menggunakan kombinasi cera alba dan cera flava sebagai basis formulasi dengan konsentrasi cera alba 16,25% dan cera flava 8,75% . Pengamatan yang dilakukan pada lip balm minyak zaitun meliputi uji pH, uji homogenitas, uji lebur sediaan, uji daya lekat dan uji stabilitas sediaan. Hasil analisis yang didapatkan menunjukan lip balm minyak zaitun memiliki nilai pH, Homogenitas, lebur sediaan dan daya lekat yang baik, serta stabil dalam uji stabilitas.
Aktivitas Quercetin sebagai Penghambat Sar-Cov2 Kajian Molekular Docking pada 3CLpro, PLpro, DAN NSP3. Aryanti, Ika Fajrin Kurnia; Susilo, Jatmiko
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.802 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i2.1789

Abstract

The COVID-19 outbreak is proving to be a worldwide disaster and there is no specific antiviral treatment recommended for COVID-19. Efforts to develop new, broad-spectrum, low-toxicity inhibitors are urgently needed. This study aimed to analyze the binding affinity of quercetin on 3CLpro, PLpro and NSP3 proteins. In silico research by modeling Quercetin as a candidate compound or drug for the Covid-19 antiviral (SARS-CoV-2) evaluated for its binding affinity to 3CLpro, PLpro and NSP3 proteins in computational chemistry using PLANTS and YASARA software. Results: The tethering affinity in our study for the target proteins 3CLpro, PLpro and NSP3, RMSD: -70.3590; -79.1524; and -87.3134 respectively were less than 2 Ȁ which indicated they had potential as drug candidates. Quercetin has the potential to be developed as a candidate for SAR-CoV-2 inhibitor, and this compound can be obtained from a variety of ethnopharmacology that is widely grown and has been used empirically for generations by the Indonesian people.ABSTRAKWabah COVID-19 terbukti menjadi bencana melanda seluruh dunia dan belum ada pengobatan antivirus khusus yang direkomendasikan untuk COVID-19. Upaya pengembangan inhibitor baru, spektrum luas, dengan toksisitas rendah sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis afinitas docking quercetin pada 3CLpro, PLpro dan NSP3. Penelitian in silico dengan pemodelan quercetin sebagai senyawa atau kandidat obat antivirus Covid-19 (SARS-CoV-2) yang dievaluasi afinitas docking pada 3CLpro, PLpro dan NSP3 secara kimia komputasi menggunakan software PLANTS dan YASARA. Hasil: Afinitas docking dalam penelitian kami terhadap protein target 3CLpro, PLpro dan NSP3 masing-masing RMSD: 70,3590; -79,1524, dan -87,3134 kurang dari 2 Ȁ yang menunjukkan memiliki potensi sebagai kandidat obat. Quercetin berpotensi dapat dikembangkan sebagai kandidat inhibitor SAR-CoV-2, dan senyawa ini dapat diperoleh dari berbagai etnofarmakologi yang banyak tumbuh dan telah digunakan secara empiris turun temurunan oleh masyarakat Indonesia.
Farmakovigilans : Studi Literatur Efek Merugikan Penggunaan Kortikosteroid Topikal pada Wajah Wahyudi, Andrey; Nurhayati, Ratri
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.944 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v5i2.1790

Abstract

Topical corticosteroids have many benefits, but if used incorrectly, they can cause adverse effects. The underlying reasons for the abuse of topical corticosteroids on the face are skin lightening agents and acne treatment. The purpose of conducting a literature study is to obtain a clinical picture and analyze the detrimental effects of inappropriate use of topical corticosteroids on the face, as well as to raise awareness among the general public regarding this issue. The method used is to analyze to obtain data from journals with appropriate keywords. The results of the review showed that the most common side effects were the onset of acne and exacerbation of preexisting lesions, followed by the face of corticosteroid dependence. Recommendations for the use of creams with topical corticosteroids found that 59.3% were of non-physician sources. Duration of use varies widely from 1 week to 30 years. The adverse effects of topical corticosteroids on the face are a major problem that requires interventions involving educational, legal, and managerial approaches to address them.ABSTRAKKortikosteroid topikal mempunyai banyak manfaat, tetapi jika tidak tepat penggunaan dapat menyebabkan efek yang merugikan. Alasan yang mendasari penyalahgunaan kortikosteroid topikal di wajah yaitu agen pencerah kulit dan mengatasi jerawat. Tujuan dilakukannya studi literatur adalah mendapatkan gambaran klinis dan menganalisis efek merugikan dari penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat pada wajah, sekaligus meningkatkan kesadaran bagi masyarakat luas yang berkaitan dengan masalah ini. Metode yang digunakan adalah menganalisis untuk memperoleh data dari jurnal dengan kata kunci yang sesuai. Hasil review menunjukkan efek samping yang paling umum terjadi adalah timbulnya jerawat dan eksaserbasi lesi yang sudah ada sebelumnya, diikuti wajah ketergantungan kortikosteroid. Rekomendasi penggunaan krim dengan kortikosteroid topikal menemukan bahwa 59,3% bersumber dari non-dokter. Durasi penggunaan sangat bervariasi mulai dari 1 minggu hingga 30 tahun. Efek merugikan kortikosteroid topikal di wajah merupakan masalah besar yang membutuhkan intervensi yang melibatkan pendekatan pendidikan, hukum, dan manajerial untuk mengatasinya.

Page 7 of 16 | Total Record : 151