cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6282192115123
Journal Mail Official
melatiaprilliana90@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
ISSN : 26563215     EISSN : 26156903     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal is aimed as promoting principled approach to research on pharmacy that covers a broad range of topics engaging a good relationship in theoretical and practical. This journal covers: Pharmacology Pharmacognosy Analytical Chemistry Pharmaceutical Technology Social and Management Pharmacy
Articles 151 Documents
Standardisasi Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucurbita Maxima) Lyna Lestari Indrayati
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.791 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i1.950

Abstract

Labu kuning merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan buahnya dan mempunyai daya antioksidan yang kuat serta  mengandung karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid polisakarida, garam mineral, dan vitamin. Standarisasi ekstrak dilakukan untuk menjamin mutu dari suatu bahan baku obat tradisional termasuk ekstrak untuk dijadikan sediaan yang juga akan berpengaruh terhadap kualitas sediaan maupun efek terapinya. Standarisasi ekstrak etanol labu kuning dilakukan dengan parameter spesifik yang meliputi uji organoleptis degan melihat berdasarkan panca indera (bentuk, bau, warna, dan rasa), uji kualitatif fenol berdasarkan pereaksi warna, uji semi kuantitatif fenol dengan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis), dan uji kuantitatif fenol dengan menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteau dan larutan standar asam galat. Parameter non spesifik yang dilakukan adalah pemeriksaan pH ekstrak dengan menggunkan pH meter, bobot jenis ekstrak, dan cemaran mikroba dengan menghitung Angka Lempeng Total (ALT). Hasil standarisasi parameter spesifik ektrak etanol labu kuning berbentuk kental, bau khas, warna coklat kekuningan, dan rasa pahit. Pada uji kualitatif, semi kuantitatif dengan KLT, dan kuantitaif untuk mendeteksi kandungan senyaawa metabolit sekunder fenol menunjukkan hasil positif mengandung fenol dengan kandungan fenol total sebesar 0,74 µg/mL sampel uji. Pada parameter non spesifik ekstrak labu kuning, didapatkan hasil untuk pengukuran pH sebesar 4,56; Bobot jenis 1,01 g/mL; Cemaran Mikroba dengan metode ALT 0x106  koloni/gram (memenuhi standar).Pumpkins is one of the plants that its fruit uses and thought to be active as antioxidant and also contains carotenoids which are rich in water-soluble vitamins, phenolics, polysaccharide flavonoids, mineral salts, and vitamins. Standardization of extract is carried out to ensure the quality of a traditional medicinal raw material to be used as a preparation which will also have an effect on the quality of the preparation and its therapeutic effect. Standardization of the ethanol extract of pumpkin was carried out with specific parameters that have been used in this research are organoleptic tests based on the five senses (shape, smell, colour and taste), qualitative phenol tests based on color reagents, semi-quantitative phenol tests using the TLC method (Thin Layer Chromatography), and quantitative  total phenol test using Folin-Ciocalteau reagent and gallic acid as a standard. The non-specific parameters carried out were checking the pH of the extract using a pH meter, density of extract, and microbiogical contamination levels was carried out by Total Plate Count (TPC).  The results of standardization specific parameters of ethanol extract of pumpkin are thick, have a distinctive smell, yellowish brown, and tastes bitter. In qualitative, semi-quantitative tests with TLC, and quantitative to detect total phenol as secondary metabolites, the results showed that positive results containing phenol with a total phenol content is 0.74 µg / mL in the test sample. For non-specific parameters of ethanol extract of pumpkin, the results for pH measurements were 4.56; density of extract 1.01 g/mL; Microbial contamination used TPC method 0 x 106 colonies/gram.
Aktivitas Antihiperurisemia dan Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Sirup Ekstrak Labu Kuning ( Cucurbita maxima ) Istianatus Sunnah; Agitya Resti Erwiyani; Mega Silvi Aprilliani; Maryanti Maryanti; Galih Adi Pramana
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.969 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i1.973

Abstract

Konsumsi makanan tinggi purin akan menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Akibat kadar  asam urat yang tinggi ( hiperurisemia) dan yang tidak terkontrol, akan menyebabkan gangguan pada organ tubuh sehingga timbul penyakit jantung, ginjal maupun Diabetes Mellitus. Allopurinol saat ini masih digunakan sebagai terapi asam urat / gout tetapi memiliki efek samping ruam, gangguan pencernaan, gangguan ginjal dan hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji ekstrak labu kuning yang mengandung flavonoid dan terpenoid dapat digunakan sebagai terapi antihiperurisemia akibat adanya induksi pakan tinggi purin yaitu jus hati dan melinjo (1:1) selama 30 hari. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB diberikan selama 7 hari dan dibuat sediaan sirup untuk memudahkan penggunaan.  Formulasi sirup diuji sifat fisik dan karakteristik berdasar SNI. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa ELBK 600 mg/KgBB  memiliki aktivitas antihiperurisemia sebanding dengan Allopurinol (p value = 0,436 > 0,05), dan peningkatan konsentrasi ELBK memberikan aktivitas yang berbeda  terhadap penurunan kadar asam urat (p value= 0,00). Sediaan formulasi sirup belum memenuhi syarat mutu SNI karena pH masih asam, kadar gula dibawah 65%.Consumption of high purine feeds will cause an increase in uric acid levels in the blood. Due to high uric acid levels (hyperuricemia) and uncontrolled, it will cause disturbances in the body's organs, causing heart disease, kidney disease and Diabetes Mellitus. Allopurinol is used as a therapy for gout but has side effects of rashes, indigestion, kidney and liver disorders. The purpose of this study was to study pumpkin extract containing flavonoids and terpenoids which can be used as antihyperuricemia therapy due to the induction of high-purine feed, are chicken liver juice and melinjo (1: 1) for 30 days in Wistar rats. The concentration of the extract used was 200 mg / KgBW, 400 mg / KgBW and 600 mg / KgBW given for 7 days and a syrup formulation was made for ease of use. The syrup formulation with the ratio of PGA (7.5% and 10%) was tested for physical properties and characteristics based on the SNI quality requirements in the form of organoleptic, pH, specific gravity and viscosity. The results showed that ELBK 600 mg / KgBW had antihyperuricemic activity comparable to Allopurinol (p value = 0.436> 0.05), and increased ELBK concentrations gave different activities to decrease uric acid levels (p value = 0.00). Organoleptically in the form of shape, taste and smell, pumpkin syrup did not differ between groups due to the addition of PGA concentrations. Syrup have  pH 3.8 ± 0.011, BJ 1.260 ± 0.001. The viscosity of the syrup changed with the addition of the PGA concentration with a viscosity of F1 of 2.222 ± 0.001 cps and a viscosity of F 2 of 4.447 ± 0.001 cps. Pumpkin extract has activity in reducing uric acid levels and the syrup formulation does not meet the SNI quality requirements because the pH is still acidic, the sugar content is below 65%.
Aktivitas Imunomodulator dan Kandungan Fenol Ekstrak Terpurifikasi Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var.Rubrum) Fania Putri Luhurningtyas; Jatmiko Susilo; Richa Yuswantina; Erma Widhihastuti; Firman Wahyu Ardiyansah
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.757 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i1.974

Abstract

Rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var.Rubrum) terbukti mempengaruhi sel imun dengan menurunkan level TNF-α dan IFN-Ɣ pada kelompok perlakuan. Adanya senyawa pengotor pada ekstrak seperti lemak, resin, gula, serat, pati dapat menyebabkan penurunan aktivitas pada uji farmakologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh purifikasi ekstrak rimpang jahe merah terhadap aktivitas imunomodulator dan kandungan fenolnya. Penarikan metabolit sekunder pada rimpang jahe merah menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Purifikasi ekstrak dilakukan dengan cara partisi, dimurnikan dengan pelarut n-heksana. Penentuan kandungan fenol diuji menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Metode bersihan karbon pada hewan coba bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator berdasarkan nilai konstanta fagositosis. Hasil pengujian kadar fenol total ekstrak kasar jahe merah sebesar 338,567 mg GAE/g sampel dan ekstrak purifikasi n-heksana sebesar 862,883 mg GAE/g sampel. Aktivitas imunomodulator ekstrak purifikasi jahe merah tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol positif Phyllanthus niruri (p>0,05). Hasil pengujian diketahui bahwa ekstrak terpurifikasi rimpang jahe merah memberikan hasil yang signifikan baik kadar fenol maupun aktivitas imumodulator dibandingkan sediaan ekstrak kasarnya.Red ginger rhizome (Zingiber officinale Rosc. Var.Rubrum) was shown to affect immune cells by reducing TNF-α and IFN-Ɣ levels in the treatment group. The presence of impurities in extracts such as fat, resin, sugar, fiber, starch can cause a decrease in activity in pharmacological tests. This study was conducted to determine the effect of purification of red ginger rhizome extract on immunomodulatory activity and phenol content. Withdrawal of secondary metabolites from red ginger rhizome used maceration with 96% ethanol solvent. Extract purification was carried out by partitioning, purified with n-hexane solvent. Determination of phenol content was tested using the Folin-Ciocalteu method. The method of carbon clearance in animals aims to determine the immunomodulatory activity based on the value of the phagocytosis constant. The total phenol content of the crude extract of red ginger was 338.567 mg GAE / g sample and purified extract of n-hexane was 862.883 mg GAE / g sample. The immunomodulatory activity of the purified red ginger extract was no meaningful difference between with the positive control group of Phyllanthus niruri (p>0,05). The test results showed that the purified extract of red ginger rhizome gave significant results in both phenol content and immunomodulatory activity compared to the crude extract preparation
Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Covid-19 di Instansi Pemerintah Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti; Novanita Puspa Kencana; Maulida Hayati
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.058 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i1.975

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan disebabkan oleh SARS-CoV-2. Berdasarkan data per tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus konfirmasi 414.179 dengan 18.440 kematian. Indonesia melaporkan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 8607 kasus pada 26 April 2020. Salah satu cara pencegahan dari penyakit ini dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat dan Covid-19. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini pegawai kantor BKSDA Jawa Tengah berjumlah 64 orang dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara berjumlah 51 orang. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dalam aplikasi google form. Analisa data menggunakan deskriptif meliputi tingkat pengetahuan PHBS dan Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak di kantor BKSDA berumur 46-55 tahun sebanyak 24 (37,4%) responden dan di dinas kesehatan responden terbanyak berumur 26-35 tahun sebanyak 23 (45,1%) responden. Berdasarkan jenis kelamin responden di kantor BKSDA terbanyak adalah laki-laki sebanyak 36 (56,2%) dan di dinas kesehatan jenis adalah perempuan sebanyak 33 (64,7%). Berdasarakan tingkat pendidikan, responden terbanyak di kantor BKSDA berpendidikan S1/S2/S3 sebanyak 40 (62,4%) dan di dinas kesehatan sebanyak 32 (62,4%). Tingkat pengetahuan PHBS di kantor BKSDA dengan nilai 84,2% dan di dinas kesehatan didapatkan nilai 88,45%. Tingkat pengetahuan tentang Covid-19 di kantor BKSDA dengan nilai 75,52% dan di dinas kesehatan dengan nilai 76,37%. Simpulan penelitian ini tingkat pengetahuan PHBS dan Covid-19 di kantor BKSDA dan dinas kesehatan kategori baik dengan nilai lebih dari 75%.Kata kunci: pengetahuan, PHBS, covid-19Covid-19 is a highly contagious viral infectious disease caused by SARS-CoV-2. Based on data as of March 25, 2020, the total number of confirmed cases was 414,179 with 18,440 deaths. Indonesia reported 8607 confirmed cases of Covid-19 on April 26, 2020. One way to prevent this disease is by implementing a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). This study aims to determine the level of knowledge of clean and healthy living habits and Covid-19. The research design used analytic descriptive with cross sectional approach. The subjects in this study were 64 employees of the Central Java BKSDA office and 51 employees of the North Hulu Sungai District Health Office. This research was conducted by distributing questionnaires in the google form application. Data analysis using descriptive includes the level of knowledge of PHBS and Covid-19. The results showed that most respondents were in the BKSDA office aged 46-55 years as many as 24 (37.4%) respondents and in the health office the most respondents were 26-35 years old as many as 23 (45.1%) respondents. Based on the sex of the respondents in the BKSDA office, 36 (56.2%) were male and 33 (64.7%) were female. Based on the level of education, the largest number of respondents in the BKSDA office have a S1 / S2 / S3 education as many as 40 (62.4%) and at the health office as much as 32 (62.4%). The level of knowledge of PHBS in the BKSDA office with a value of 84.2% and in the health department obtained a value of 88.45%. The level of knowledge about Covid-19 at the BKSDA office with a value of 75.52% and at the health office with a value of 76.37%. The conclusion of this research is that the knowledge level of PHBS and Covid-19 in the BKSDA office and the health service is in a good category with a value of more than 75%.Keywords: knowledge, PHBS, covid-19
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akses Kesehatan Raditiya Firda Maulany; Ragil Setia Dianingati; Eva Annisaa'
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.463 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1161

Abstract

Akses kesehatan merupakan bentuk dari pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Akses kesehatan seringkali hanya dilihat dari sudut pandang penyedia layanan, sementara akses dari sisi masyarakat sebagai pengguna kurang terperhatikan. Penelitian tentang akses pelayanan kesehatan dari perspektif pengguna dirasakan masih sangat kurang. Penelitian tentang akses pelayanan kesehatan dari sisi pengguna masih kurang. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dari segi akses memerlukan perspektif yang komprehensif dari dua sisi yang berbeda. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan. Desain metode yang digunakan merupakan review artikel, hasil data yang diperoleh berdasarkan kumpulan dari penelitian terkait. Metode pecarian sumber dilakukan dengan menggunakan kata kunci “akses kesehatan”, “pelayanan kesehatan” dan “fasilitas kesehatan” yang dilakukan pada bulan Desember 2020.  Kriteria inklusi artikel yang digunakan yaitu artikel tahun 2011-2020 dan bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi akses fasilitas kesehatan. Kriteria eksklusi penelitian ini yaitu review artikel, artikel yang tidak menyediakan full text atau hanya menyediakan abstrak dan hasil skripsi, tesis, disertasi. Pencarian dari database menghasilkan 73 artikel, dimana hanya terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil review artikel menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi akses kesehatan antara lain jenis kelamin, waktu tempuh, lokasi tempat tinggal, biaya transportasi, persepsi masyarakat tentang kesehatan, pendapatan, pendidikan, pengetahuan. 
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Puring (Codiaeum variegatum L.) Dengan Basis Hidrokarbon Dan Larut Air Repining Tiyas Sawiji; Ni Wayan Ari Sukmadiani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.997 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1187

Abstract

Daun puring (Codiaeum variegatum L.) merupakan tanaman hias yang banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional. Daun puring mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya terpenoida, flavonoida, saponin, alkaloida, dan tannin. Senyawa metabolit flavonoida diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian adalah untuk memformulasikan sediaan salep ekstrak daun puring dan mengetahui pengaruh basis formula terhadap stabilitas fisiknya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan dengan pengujian stabilitas fisik metode freeze thaw dan sifat fisik salep yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas. Data dianalisis secara statistika dengan metode uji ANOVA dan Kruskal walis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun puring dapat diformulasikan menjadi sediaan salep dengan basis hidrokarbon dan basis larut air. Formulasi ekstrak daun puring terhadap basis hidrokarbon dan larut air berpengaruh terhadap stabilitas fisik seperti uji organoleptis, pH, homogenitas, dan daya sebar namun tidak stabil pada uji viskositas dan daya lekat.
Identifikasi Allopurinol dan Deksametason Dalam Jamu Secara Simultan Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Abdul Roni; Tri Minarsih
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.221 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1211

Abstract

Latar Belakang: Jamu masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan. BPOM melarang penggunaan Bahan Kimia Obat di dalam sediaan jamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode Kromatografi Lapis Tipis ( KLT) yang dapat secara simultan menganalisis  adanya kandungan Allopurinol dan Deksamethason dalam jamu, serta untuk mengidentifikasi adanya kandungan allopurinol dan deksametason dalam sampel jamu. Metode yang digunakan adalah KLT, sampel yang digunakan terdiri dari 8 sampel jamu pegal linu dan asam urat yang beredar di Ungaran, yang tidak terdaftar pada BPOM. Fase Diam yang digunakan adalah Lempeng Silika Gel GF 254. Hasil dari penelitian ini pada optimasi metode KLT diperoleh  fase gerak yang terdiri dari etil asetat dan kloroform dengan perbadingan 4:1. Pada komposisi fase gerak tersebut, bercak allopurinol dan deksametason dapat terpisah dan diperoleh  harga Rf baku allopurinol sebesar 0.21 , sedangkan harga Rf baku  deksametason sebesar 0.78, memenuhi persyaratan nilai yang baik yaitu 0.2 – 0.8 Dari 8 sampel yang dianalisis terdapat 2 sampel yang mengandung Allopurinol, yaitu sampel E dan F dan tidak ada sampel yang mengandung deksametason.Kesimpulan : Metode KLT yang dikembangkan mampu memisahkan bercak noda Allopurinol dan Deksametason, dan terdapat  2 sampel yang mengandung allopurinol dan tidak ada yang mengandung deksametasonKata kunci : Jamu, Allopurinol, Deksametason, KLT
Analisis Efektivitas Biaya Kombinasi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2020 Assyifa Septiani Putri; Niken Dyahariesti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.96 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1296

Abstract

Terapi kombinasi disarankan pada pasien hipertensi yang memiliki tekanan darah tidak terkontrol dengan terapi tunggal. Biaya pengobatan semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terapi kombinasi obat antihipertensi yang paling cost effective pada pasien rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis farmakoekonomi metode Cost Effectiveness Analysis (CEA) yang dilakukan secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dikelompokkan berdasarkan pola terapi pasien kemudian dilakukan analisis berdasarkan ACER dan ICER. Jenis pola terapi kombinasi antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi dua obat (53%). Terapi dengan ACER terendah yaitu Diuretika + ARB + β Bloker (Rp. 15.257). Hasil ICER kombinasi ACEI + CCB + β Bloker + Diuretikb + Agonis α2 Sentral + ACEI memiliki nilai yang terendah dengan Rp. 25.353 jika dibandingkan dengan terapi standar. Namun, terapi CCB + β Bloker, Diuretika + ACEI + CCB, Diuretika + ARB + β Bloker, ARB + CCB + β Bloker + Agonis α2 Sentral bersifat dominan terhadap terapi standar pada cost effectiveness grid. Sehingga, terapi yang paling cost effective berdasarkan ACER dan ICER adalah Diuretika + ARB + β Bloker.Combination therapy is recommended in hypertensive patients whose blood pressure is not controlled by monotherapy. Medical expenses are increasing every year. This study aims to determine the most cost-effective antihypertensive drug combination therapy for inpatients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in 2020. This study is a descriptive study with a pharmacoeconomic analysis approach using the Cost-Effectiveness Analysis (CEA) method which was carried out retrospectively. The sampling technique used is total sampling. The data were grouped based on the patient's therapy pattern and then analyzed based on ACER and ICER. The most widely used combination antihypertensive therapy pattern was a combination of two drugs (53%). The therapy with the lowest ACER was Diuretica + ARB + Blockers (Rp. 15.257). The ICER result of the combination of ACEI + CCB + Blocker + Diureticb + Central α2 Agonist + ACEI has the lowest value with Rp. 25,353 when compared to standard therapy. However, CCB + Blocker, Diuretica + ACEI + CCB, Diuretic + ARB + Blocker, ARB + CCB + Blocker + Central α2 Agonist are dominant over standard therapy on the cost-effectiveness grid. Thus, the most cost-effective therapy based on ACER and ICER is Diuretica + ARB + Blockers.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 dan Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Siti Hidayati Mukhlis; Sikni Retno Karminingtyas
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.841 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1301

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi pernafasan yang disebabkan oleh SARS-COV2. Pandemi Covid-19 dianggap sebagai bencana kesehatan global yang paling krusial pada abad ini dan tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia sejak Perang Dunia ke-2. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat setiap hari dan mengakibatkan ancaman bagi masyarakat dalam hal kesehatan, ekonomi, dan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 dan perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19 di Desa Montong Beter Kecamatan Sakra Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional Study. Jumlah sampel 100 responden dengan metode pengambilan consecutive sampling  menggunakan kuesioner google form dan disebarkan melalui WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat dalam kategori baik yaitu sebanyak 85 responden (85%). Perilaku masyarakat Desa Montong Beter di masa pandemi Covid-19 terkait upaya dalam pencegahannya dalam kategori cukup baik yaitu sebesar 54 responden (54%). Uji gamma diperoleh nilai p 0,005 (sig <0,05) dan koefisien korelasi 0,657 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan Covid-19. Simpulan penelitian ini pengetahuan masyarakat dalam kategori baik, sedangkan perilaku masyarakat dalam kategori cukup baik dan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19.
Genetic Risk Factors for Idiopathic Urolithiasis: The Causative Role of Genes in Stones Formation Jatmiko susilo
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.812 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1302

Abstract

Background: The genetic factor of urolithiasis plays an important role in the etiology. Elucidation of responsible genes can lead to better targeted gene therapy and prevention in the future. This article aims to explain various genetic factors that play a role in kidney stone formation Method: A review article on urolithiasis based on a genetic approach is reported to underlie stone formation. A total of 41 abstracts and research articles published by internationally reputed journals were selected based on the keywords genetic factors and urolithiasis. Summary: A deeper understanding of the genetic factors that play a role in the mechanisms of stone formation and advances in molecular and pharmacogenomics have revolutionized diagnosis and treatment, and paved the way for the identification of new therapeutic targets and treatment approaches based on genetic engineering.

Page 5 of 16 | Total Record : 151