cover
Contact Name
Yuliani Wahyu Sardana
Contact Email
yulianiwahyusardana25@gmail.com
Phone
+6282234657237
Journal Mail Official
deteksi.jurnaltekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
De`Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 25023152     DOI : https://doi.org/10.56071/de'teksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini Memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Teknik Struktural, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Sumber Daya Air, Teknik Transportasi dan Teknik Kelautan.
Articles 134 Documents
Perencanaan Bata Ringan CLC Bonggol Jagung Sebagai Pengganti Sebagian Semen: Perencanaan Bata Ringan CLC Bonggol Jagung Sebagai Pengganti Sebagian Semen Widodo, Slamet; Arianto, Yogik; Kurniawan, Nova
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.947

Abstract

Kebutuhan akan sarana dan prasarana terutama dibidang property material bahan yang cukup tinggi. Teknologi bahan bangunan telah memunculkan berbagai inovasi baru untuk mengurangi bobot dari bata/batako yang digunakan pada bangunan Gedung. Bata ringan merupakan salah satu bahan material yang sering digunakan dalam pembangunan konstruksi. Bata ringan telah dikenal oleh masyarakat hingga saat ini yang digunakan sebagai bahan bangunan konstruksi baik di desa maupun perkotaan. Namun pada kesempatan kali ini peneliti menggunakan abu bonggol jagung, semen pasir dan foam agent sebagai campuran bata ringan. Foam agent ini digunakan untuk mengikat pasir dan membentuk rongga-rongga. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap-tahap pembuatan bata ringan dengan campuran abu bonggol jagung, pasir dan foam agent untuk mengetahui berat jenis bata ringan dan untuk mengetahi pengaruh penambahan pasir dan foam agent sebagai campuran pembuatan bata ringan terhadap berat jenis bata ringan. Dari hasil penelitian ini adalah rata-rata berat jenis bata ringan variasi 0% adalah 1640,78 gr/cm3, variasi 4% adalah 1616,09 gr/cm3, variasi 8% adalah 1556,88 gr/cm3. Bahwa besarnya rata-rata penyerapan air yang terjadi pada bata ringan ini berturut-turut adalah pada variasi 0% adalah 0,040 gr, variasi 4% adalah 0,051 gr dan pada variasi 8% adalah 0,162gr. Hasil kuat tekan rata-rata pada tiao variasi yaitu pada variasi 0% didapatkan nilai rata-rata sebesar 0,29 Mpa, variasi 4% adalah didapatkan nilai rata-rata sebesar 0,27 Mpa, variasi 8% didapatkan nilai rata-rata sebesar 0,25 Mpa.
Analisis Pengendalian Waktu Proyek Menggunakan Metode Critical Path Method (CPM): Studi Kasus : Proyek Rehabilitasi Jalan Dander - Bubulan Husnul Khotimah, Indah; Sholahuddin, Moh; Nevila Rodhi, Nova; Tjandra, Andi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.951

Abstract

Pada pelaksanaan pekerjaan proyek tidak jarang sering dijumpai proyek yang mengalami ketidak sesuaian dengan yang direncanakan. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya pengendalian terhadap waktu, biaya, dan mutu. Pada proyek Rehabilitasi Jalan Dander – Bubulan akan dilakukan pelebaran jalan pada titik STA 0+000 – 1+430. Namun adanya permasalahan pada proyek tersebut, mengakibatkan proyek mengalami perubahan waktu dengan penambahan waktu 30 hari kalender. Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah untuk mengetahui nilai optimasi waktu proyek dan untuk mengetahui selisih waktu antara rencana dan optimasi proyek setelah dilakukan analisis menggunakan Critical Path Method (CPM). Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kuantitatif, dan analisis data dengan menggunakan Critical Path Method (CPM), metode ini dapat mengidentifikasi jalur kritis melalui sekumpulan aktivitas yang telah ditentukan ketergantungan antar aktivitasnya. Dari hasil penelitian diperoleh nilai dari optimasi waktu proyek dengan menggunakan CPM setelah dilakukan percepatan durasi dengan penambahan 1 jam lembur pada aktivitas kritis yaitu sebesar 15 hari, dan dari waktu proyek yang sesuai dengan jadwal rencana yaitu 70 hari terdapat selisih antara waktu rencana dengan optimasi selama 15 hari sehingga waktu optimal proyek sebesar 55 hari. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan Critical Path Method (CPM) waktu penyelesaian proyek dapat dikendalikan secara optimal
Analisis Penjadwalan Proyek Gedung Bertingkat (Studi Kasus Proyek Renovasi Depo Rokok Dan Gedung Parkir 3 Lantai PT. Gudang Garam) Mafrukha, Ainin; Ayu Ratna Winanda, Lila; Kartika, Deviany
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.954

Abstract

Proyek konstruksi merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan untuk mencapai tujuan dengan batasan waktu tertentu. Proyek konstruksi selalu berkaitan dengan sumber daya (resources) yaitu manusia (man), bahan banguan (material), peralatan (machine), metode pelaksanaan (method), uang (money), informasi (information), dan waktu (time). Sebelum pelaksanaan proyek konstruksi selalu dilakukan penjadwalan untuk menentukan berapa lama waktu penyelesaian suatu proyek. Dalam merencanakan penjadwalan proyek Renovasi Depo Rokok dan Gedung Parkir 3 Lantai PT. GUDANG GARAM penulis menggunakan metode PDM (Precedence Diagram Method) dengan program bantu Microsoft project. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui berapa lama durasi pengerjaan proyek konstruksi dan menentukan lintasan kritis serta non kritis suatu pekerjaan. Hasil dari penjadwalan menggunakan Microsoft Project menunjukkan waktu yang dibutuhkan yaitu 258 hari dan terjadinya lintasan kritis, overallocated jumlah pekerja pada sub pekerjaan. Oleh karena itu, dapat dilakukan penjadwalan ulang dengan metode percepatan untuk hasil efektif dan efisien.
Hydrological Study of Kutai Lama River Normalization in Anggana District, Kutai Kartanegara: Kajian Hidrologi Pada Normalisasi Sungai Kutai lama di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara Dhinar Yoga Hanggung Legowo; Yuliasari, Dwi; Purbaningtyas, Daru
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.967

Abstract

Sungai kutai lama berada pada kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai panjang sungai 1,66 Km dan luas DAS adalah 380 Ha. Seiring dengan evolusi dinamis dari kondisi alamiah dan intervensi manusia, seperti pertumbuhan populasi yang cepat dan sedimentasi, sungai kutai lama mengalami transformasi morfologi yang signifikan. Dampak dari perubahan ini mengakibatkan kapasitas aliran sungai mengecil, sehingga menyebabkan banjir yang merugikan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan normalisasi pada aliran sistem pengaliran pada sungai Kutai Lama untuk mengembalikan fungsi utama dari sungai tersebut. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi banjir yang terjadi pada Kutai Lama untuk mendapatkan ukuran desain normalisasi sungai. Penelitian ini menggunakan metode nakayasu, untuk menghitung debit banjir dan metode manning untuk menghitung desain normalisasi sungai. Pada perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode distribusi probabilitas dan diuji menggunakan uji probabilitas. Hasil perhitungan debit banjir yang terjadi pada sungai Kutai Lama adalah 3,78 m3/detik untuk Q2, 4,71 m3/detik untuk Q5, 5,323 m3/detik untuk Q10 dan 6,096 m3/detik untuk Q25. Pada perencanaan normalisasi debit banjir yang digunakan untuk desain adalah periode ulang 10 tahun dengan debit rancangan 5,323 m3/detik. Penampang saluran trapesium menggunakan lebar bawah 3,8 m, lebar atas 5 meter, dan tinggi basah 1,2 m dengan Qmaks > Q10.
Studi Komparasi Biaya Operasional Kendaraan di Jalan Tol dan Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur: Comparative Study of Vehicle Operating Costs on Toll Roads and Arterial Roads Samarinda-Balikpapan, East Kalimantan Province Widiawati, Dhiana Dwi; Bernardo Sandrini Salasa; Helga Dzakwan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.970

Abstract

Pembangunan jalan tol bertujuan untuk memberikan solusi terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi antar wilayah dan menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan melakukan perbandingan terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK) antara jalan tol dan jalan poros Samarinda-Balikpapan. Studi ini dilakukan melalui survei lapangan dengan pengamatan langsung terhadap dua jenis kendaraan, yaitu Mobil Pribadi (Light Vehicle) dan kendaraan berat seperti Truk dan Bus (Heavy Vehicle). Perhitungan BOK dilakukan menggunakan metode Pd-T-15-2005-B dan Pacific Consultant International (PCI). Hasil penelitian didapatkan berdasarkan Metode Pd-T 2005-B 2005 BOK melewati jalan poros dibanding jalan tol adalah mobil pribadi Rp.218.444 dibanding Rp.434.210, BOK Truk Rp.435.749 dibanding Rp.986.337, serta BOK Bis Rp.580.653 dibanding Rp.808.008. Hasil Metode PCI BOK melewati jalan poros dibanding jalan tol adalah BOK mobil pribadi Rp.418.116 dibanding Rp.552.651, BOK Truk Rp.621.983 dibanding Rp.712.246, dengan BOK Bis Rp.692.842 dibanding Rp.740.445. Kedua metode menunjukkan hasil yang konsisten bahwa BOK lebih ekonomis pada jalan poros dibandingkan jalan tol dari segi biaya.
Analisis Kinerja Saluran Drainase Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Sari, Risky Widya; M. Zainul Ikhwan; Nur Rahmawati, Alfia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.972

Abstract

Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro merupakan suatu desa yang berada di pinggiran kota Bojonegoro yang mempunyai wilayah yang cukup padat penduduk. Dengan banyaknya penduduk di Desa tersebut, mengakibatkan bertambahnya pemukiman para warga dan membuat berkurangnya resapan air di daerah tersebut. Desa Kalianyar juga termasuk Desa langganan bencana banjir yang disebabkan oleh beberapa hal termasuk sistem drainasenya. Oleh karena itu, diperlukan penataan sistem drainase yang dapat menampung debit limpasan air hujan yang berlebih. Digunakan uji RAPS dan uji outlier untuk memastikan kestabilan curah hujan di daerah tersebut, serta dilakukan analisis frekuensi curah hujan dengan kala ulang 5 tahun menggunakan metode Log Pearson III. Dalam menghitung debit rencana digunakan metode rasional, serta dilakukan analisis hidrolika untuk menghitung kapasitas saluran eksisting dan saluran rencana. Dari hasil tersebut, didapat hasil perbandingan antara kapasitas debit banjir dan debit rencana dalam menampung air hujan. Hasil analisa untuk perencanaan dimensi saluran drainase di Desa Kalianyar adalah 80x60 cm untuk saluran 6-8 dan 80x80 cm untuk saluran 7 pada Area B, 100x80 cm untuk saluran 5 – 9 pada Area C, 120x100 cm untuk saluran 10 pada Area D, 80x60 cm untuk saluran 11 – 13 dan 80x60 cm untuk saluran 12 pada Area E, 80x60 cm untuk saluran 15 – 16 serta 80x60 cm untuk saluran 14 pada Area F. Dengan perubahan dimensi saluran diharapkan dapat menampung limpasan air hujan dengan maksimal
Penerapan Metode Cyclic Stress dalam Analisis Likuifaksi pada Hotel 9 Lantai di Semarang Nisa, Mitsaq Addina; Yuli Fajarwati; Danang Purwanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi likuifaksi di lokasi pembangunan Hotel Grandhika Pemuda Semarang, yang terletak di wilayah rawan gempa. Mengingat kondisi tanah yang tidak stabil dan adanya bangunan tinggi di sekitarnya, evaluasi ini sangat penting untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur bangunan. Data yang digunakan mencakup hasil uji tanah (SPT), kelas tanah, dan percepatan gempa maksimum (PGA) yang diperoleh dari Desain Spektra Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan metode Cyclic Stress untuk menghitung rasio tegangan siklik (CSR) dan rasio ketahanan siklik (CRR). Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi likuifaksi terjadi pada kedalaman 4 meter, sedangkan pada kedalaman 6 meter likuifaksi tidak terdeteksi. Nilai CRR yang lebih rendah dari CSR pada kedalaman 4 meter mengindikasikan kerentanan tanah terhadap likuifaksi, dengan Liquefaction Potential Index (LPI) menunjukkan tingkat kerentanan moderat hingga tinggi. Berdasarkan temuan ini, penggunaan fondasi dangkal tidak disarankan. Sebagai alternatif, fondasi dalam dianjurkan untuk mencapai lapisan tanah yang lebih stabil pada kedalaman ≥6 meter, guna memastikan keamanan dan stabilitas struktur bangunan
Studi Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok Untuk Beton Hybrid Dengan Aktivator Na2SO4 dan Na2SIO3 Achmad, Ramadhana Anantashah; Budi Santoso, Toni; Sujiat
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.977

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi semen dengan limbah abu eceng gondok terhadap kuat tekan beton hybrid dengan penggunaan aktivator Na2SO4 dan Na2SIO3. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan sebagai bahan campuran pembuatan beton yaitu Abu Eceng Gondok (AEG). Pembuatan binder beton hybrid umumnya menggunakan metode pencampuran wet mixing, yaitu mecampur aktivator dengan molaritas tertentu atau telah ditentukan. Aktivator Na2SO4 dan Na2SIO3 digunakan untuk meningkatkan reaktivitas abu dan kinerja beton. Tujuan penelitian untuk mendapatkan hasil kuat tekan beton hybrid yang dicampur aktivator pada umur 14 dan 28 hari serta mendapatkan mix design optimum penggunaan Abu Eceng Gondok (AEG) dengan aktivator pada beton hybrid. Metode eksperimental pada penelitian dengan pembuatan benda uji beton hybrid berbentuk silinder 10 cm x 20 cm untuk umur pengujian kuat tekan adalah umur 14 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan rata-rata beton hybrid umur 14 hari variasi 4 M mecapai 2.892 MPa, variasi 6 M mecapai 4.313 MPa, dan variasi 8 M mecapai 3.271 MPa. Sedangkan nilai kuat tekan beton hybrid pada umur 28 hari variasi 4 M bisa mencapai 11.902 MPa, variasi 6 M bisa mencapai 9.448 MPa, dan variasi 8 M mencapai 3.271 MPa.
Studi Eksperimen Pembuatan Bata Merah Ringan Dari Tanah Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro khoironi, Zuhrulanam; Sujiat; Santoso, Toni Budi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.980

Abstract

Batu bata merah tersusun dari material lempung dan tanah liat dengan melalui proses pengeringan dan pembakaran. Bahan yang murah dan tahan lama menjadi pilihan untuk dijadikan konstruksi terutama pada dinding rumah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan foam agent terhadap kuat tekan, penyerapan, dan berat jenis bata merah. Material tanah yang digunakan dari desa Ledok Kulon, yang merupakan Kecamatan Bojonegoro, yang sudah dikenal karena daerah penghasil bata merah. Metode penelitian mengacu pada SNI 15-2094-2000. Hasil pengujian menunjukkan semua sampel memiliki kuat tekan rata-rata yang berbeda dengan waktu pembakaran lima hari dan variasi penambahan foam agent 0%, 5%, 6, dan 7%. Nilai tekan pada variasi 0% adalah 18,67 kg/cm2; pada variasi 5% adalah 11,91 kg/cm2; pada variasi 6% adalah 4,62 kg/cm2; dan pada variasi 7% adalah 5,33 kg/cm2. Hasilnya menunjukkan bahwa batu bata merah tidak menjadi lebih ringan beratnya ketika faom agent ditambahkan sebesar 5%, 6%, dan 7%. juga akan memberikan kekuatan yang besar tanpa campuran. Untuk penyerapan air batu bata merah, variasi 0% adalah 0,15, variasi 5% adalah 0,19, variasi 6% adalah 0,19, dan variasi 7% adalah 0,25. Menurut SNI-15-2094-2000, campuran batu bata merah yang memenuhi syarat untuk penyerapan air memiliki tingkat penyerapan air maksimum 20%. Pada ketiga tingkatan, penyerapan air memenuhi syarat ialah dengan variasi 6% sebesar 0,19.
Studi Penggunaan Limbah Kardus Sebagai Subtitusi Agregat Halus Dengan Menggunakan Zat Additive Superplasticizer Pada Material Lightweight Concrete Rini, Nanda Puspita; Santoso, Toni Budi; Zainuddin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2024): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v9i2.1021

Abstract

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menginformasikan bahwa banyaknya limbah kardus pada tahun 2023 mencapai 11,06% dari total sampah 18.414.659 ton. Dikarenakan hal tersebut, pemanfaatan limbah kardus dalam campuran penyusun beton menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi masalah pembuangan limbah kardus. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimental dengan berpedoman pada SNI 03-3449-2002 tentang Pedoman Perancangan Campuran Beton Ringan Menggunakan Agregat Ringan. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil rata-rata kekuatan tekan pada umur 21 hari pada variasi normal 12,18 Mpa, variasi normal +sp 11,41 Mpa, variasi 2,5% 6,15 Mpa, dan variasi 5% 7,18 Mpa. Sedangkan pada umur 28 hari diperoleh pada variasi normal 12,50 Mpa, variasi normal +sp 12,30 Mpa, variasi 2,5% 6,98 Mpa, dan variasi 5% 7,24 Mpa. Berdasarkan hasil perhitungan kuat tekan dalam setiap variasi mengalami peningkatan nilai kuat tekan yaitu pada variasi normal terjadi peningkatan sebesar 2,62% dari umur 21 ke 28 hari, untuk variasi normal + SP mengalami peningkatan sebesar 7,8% dari umur 21 ke 28 hari, pada variasi campuran limbah kardus 2,5% terjadi peningkatan sebesar 11,89% dari umur 21 ke 28 hari, dan pada variasi campuran limbah kardus 5% terjadi peningkatan sebesar 0,83% dari umur 21 ke 28 hari. Dari perolehan hasil uji kekuatan tekan beton dapat disimpulkan bahwa benda uji menggunakan subtitusi limbah kardus terhadap agregat halus pada beton ringan mempengaruhi kekuatan tekan beton, akan tetapi tidak menambah perkuatan pada beton ringan. Kata kunci: bubur kardus, batu apung, superplasticizer, beton ringan, kuat tekan beton