cover
Contact Name
Yuliani Wahyu Sardana
Contact Email
yulianiwahyusardana25@gmail.com
Phone
+6282234657237
Journal Mail Official
deteksi.jurnaltekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
De`Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 25023152     DOI : https://doi.org/10.56071/de'teksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini Memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Teknik Struktural, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Sumber Daya Air, Teknik Transportasi dan Teknik Kelautan.
Articles 152 Documents
Studi Pembuatan Panel Beton Ringan Dengan Bahan Tambah Limbah Styrofoam M Tegar Pamungkas; Bella Lutfiani; Sujiat; Toni Budi Santoso; Zainuddin; M Zainul Ikhwan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konstruksi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat antara lain adalah dinding bangunan, Dinding bangunan perkantoran atau rumah tinggal umumnya teirbuat dari bata atau batako, namun kedua bahan ini mempunyai beberapa kelemahan diantaranya berat dan getas (brittle). Akibat beratnya yang cukup besar maka akan menaikkan beban mati struktur sehingga beban gempa juga akan naik. Dengan demikian, bahan yang ringan dan liat (ductile) akan lebih baik jika digunakan sebagai dinding bangunan tahan gempa dan tingkat reisikonya pun leibih rendah. Salah satu alternatif untuk mengurangi beban mati pada struktur dinding adalah dengan mengganti bata atau batako dengan beton styrofoam ringan yang dimanfaatkan sebagai dinding panel styrofoam. Karena beiton styrofoam ringan meimpunyai berat sekitar 718 kg/m3, lebih ringan apabila dibandingkan dengan berat bata yaitu 1700 kg/m3 dan berat batako yaitu 2200 kg/m. Disamping itu beton styrofoam juga memiliki daktilitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan bata maupun batako. Penelitian ini akan melihat karakteristik dinding dengan pengisi bahan Styrofoam dengan cetakan balok dan sampling benda uji akan diuji dengan pembebanan lateral bolak-balik. Penggunaan panel styrofoam diharapkan mempunyai tingkat daktilitas yang tinggi sehingga dapat menyerap energi leibih besar pada saat terjadinya gempa. hasil dari peneilitian ini Pada beiton yang beirumur 28 hari mengalami peningkatan nilai rata-rata kuat teikan yaitu sebesar 2,325 Mpa untuk campuran 20% dan 3,940 Mpa untuk campuran 25%
Pengaruh Substitusi Fly Ash dan Penambahan Crystalline Powder Waterproofing terhadap Kuat Tekan dan Permeabilitas Beton Integral Hanggoro Iskandar Putra Wijaya; Tri Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton integral merupakan material konstruksi yang dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan terhadap penetrasi air tanpa memerlukan lapisan kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi fly ash dan penambahan crystalline powder waterproofing terhadap kuat tekan, kekedapan air, dan penyerapan air pada beton integral. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimental, dengan target kuat tekan beton sebesar 25 MPa dan rasio air-semen sebesar 0,61. Variasi campuran terdiri atas A (0%, 0%), B (10%, 2%), C (20%, 3%), dan D (30%, 4%), yang masing-masing menunjukkan persentase substitusi fly ash dan penambahan crystalline powder waterproofing terhadap berat semen. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari, meliputi uji slump, kuat tekan, kekedapan air, dan penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kuat tekan beton pada variasi A, B, C, dan D berturut-turut adalah 26,880 MPa, 27,615 MPa, 28,389 MPa, dan 26,163 MPa. Nilai kekedapan air berturut-turut adalah 36,667%, 29,333%, 26,667%, dan 22,667%, sedangkan nilai penyerapan air berturut-turut adalah 0,706%, 0,404%, 0,166%, dan 0,117%. Berdasarkan hasil pengujian, variasi C (20%, 3%) merupakan komposisi optimum karena memberikan kinerja terbaik dari segi kuat tekan, durabilitas pada beton integral