cover
Contact Name
Yuliani Wahyu Sardana
Contact Email
yulianiwahyusardana25@gmail.com
Phone
+6282234657237
Journal Mail Official
deteksi.jurnaltekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
De`Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 25023152     DOI : https://doi.org/10.56071/de'teksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini Memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Teknik Struktural, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Sumber Daya Air, Teknik Transportasi dan Teknik Kelautan.
Articles 152 Documents
Pemetaan Spasial Kerentanan Sosial Ekonomi terhadap Bencana Banjir di Kota Pangkal Pinang Hadi Fitriansyah; Fadiah Izzah Ajrina; Ahmad Rowatul Irham; Muhammad Yusuf Caesar
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1866

Abstract

Banjir tetap menjadi tantangan lingkungan dan sosial-ekonomi utama di Asia Tenggara, khususnya di kota-kota pesisir berukuran menengah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan memetakan kerentanan sosial-ekonomi terhadap bencana banjir di Pangkalpinang menggunakan pendekatan Multiple Criteria Decision Analysis (MCDA) berbasis Geographic Information System (GIS). Analisis kuantitatif dilakukan melalui integrasi data spasial dan non-spasial yang diperoleh dari survei primer dan sumber sekunder seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Penilaian meliputi indikator sosial berupa kepadatan penduduk dan kelompok usia rentan atau penyandang disabilitas, serta indikator ekonomi seperti persentase penduduk miskin dan luas kawasan produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan di Pangkalpinang termasuk dalam kategori kerentanan sosial-ekonomi sedang hingga tinggi. Kecamatan Bukit Intan menunjukkan tingkat kerentanan tertinggi (skor 10 atau 83%), sedangkan kecamatan lainnya, termasuk Rangkui, Girimaya, Pangkal Balam, Tamansari, Gabek, dan Gerunggang, diklasifikasikan dalam kategori sedang (skor 8–9 atau 67–75%). Kepadatan penduduk yang tinggi, proporsi kelompok rentan yang besar, dan jumlah penduduk miskin yang signifikan merupakan faktor-faktor utama yang berkontribusi. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi mitigasi banjir yang terarah dengan memprioritaskan pemerataan sosial-ekonomi, meningkatkan kapasitas adaptif, serta memperkuat perencanaan ketahanan perkotaan di kota-kota pesisir seperti Kota Pangkal Pinang
Perbandingan Kebutuhan Tulangan Balok dan Kolom Antar Metode Manual dan Software RCDC Salwa Nabila Nur Rohmah; Euis Kania Kurniawati; Guntur Nugroho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1867

Abstract

Perencanaan struktur bangunan beton bertulang membutuhkan kehati-hatian dalam menentukan jumlah tulangan agar bangunan aman dan hemat. Metode manual masih sering digunakan, namun bisa menghasilkan desain yang terlalu aman dan tidak efisien. Penelitian ini bertujuan membandingkan kebutuhan tulangan pada balok dan kolom antara metode manual dan software RCDC di  Gedung B1 Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Pemodelan struktur dilakukan dengan menggunakan ETABS berdasarkan kondisi bangunan yang sudah ada. Gaya dalam Momen, Geser, dan Aksial sebagai dasar perhitungan tulangan manual dengan mengacu SNI 2847:2019, serta untuk desain RCDC. Hasil kedua metode dibandingkan berdasarkan luas tulangan dan persentase perbedaan kebutuhan tulangan. Hasil analisis menunjukan bahwa penggunaan RCDC cenderung menghasilkan kebutuhan tulangan yang lebih efisiensi dibanding metode manual tanpa mengurangi kekuatan struktur. Efisiensi yang diperoleh menunjukkan penghematan material dan waktu perencanaan, sehingga penggunaan RCDC dianjurkan dalam perencanaan struktur beton bertulang
Pengaruh Variasi Kadar Lateks terhadap Karakteristik Marshall pada Campuran Laston AC-WC Ikko Bagus Ismanto; Alfia Nur Rahmawati; Herta Novianto; Yulis Widhiastuti; Moch. Bagus Ardianto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapisan permukaan beraspal (Asphalt Concrete-Wearing Course/AC-WC) menuntut bahan pengikat yang stabil sekaligus tetap lentur terhadap repetisi beban lalu lintas, sementara aspal minyak sebagai bahan pengikat konvensional berasal dari sumber daya tak terbarukan yang harganya terus meningkat. Lateks (getah karet alam) merupakan bahan polimer alami yang berpotensi sebagai bahan tambah aspal karena memiliki elastisitas dan daya rekat yang baik, serta tersedia melimpah di Indonesia sebagai salah satu produsen karet alam terbesar dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan lateks terhadap karakteristik Marshall campuran Laston AC-WC dan menentukan kadar penambahan lateks yang paling optimum. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan terlebih dahulu menentukan kadar aspal optimum (KAO) campuran AC-WC menggunakan aspal penetrasi 60/70, kemudian dilanjutkan dengan pengujian Marshall pada KAO tersebut dengan variasi penambahan lateks sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal. Hasil penelitian menunjukkan agregat gabungan dengan proporsi agregat kasar 13%, agregat medium 45%, agregat halus 38%, dan filler semen 4% memenuhi amplop gradasi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi II Divisi 6, dengan KAO sebesar 7,0%. Penambahan lateks meningkatkan nilai stabilitas dari 1.178,61 kg (0%) menjadi 1.568,10 kg pada kadar 4%, sebelum menurun pada kadar 6%, sementara seluruh parameter Marshall (VIM, VMA, VFA, flow, dan Marshall Quotient) tetap memenuhi spesifikasi pada rentang 0-4%. Kadar penambahan lateks optimum diperoleh sebesar 2,7% berdasarkan gabungan seluruh parameter Marshall.
Implementasi Building Information Modeling Terintegrasi Dalam Pencapaian Efisiensi dan Keberlanjutan Proyek Konstruksi Moch Ridho Kautsar; Lila Winanda; Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1924

Abstract

Sektor konstruksi menghadapi tantangan ganda dalam mencapai efisiensi material sekaligus mencapai efisiensi material sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Metode estimasi volume pekerjaan (Quantity Take-Off/QTO) konvensional berbasis gambar 2D masih banyak digunakan di Indonesia dan rentan terhadap human error, yang berpotensi memicu pembengkakan biaya sekaligus peningkatan jejak karbon akibat kelebihan material. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Building Information Modeling (BIM) secara terintegrasi hingga dimensi ke-enam (BIM 6D) untuk mengektraksi volume pekerjaan secara otomatis dan menganalisis emisi karbon pada proyek konstruksi yang menjadi studi kasus seluas 3.060 m2. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan permodelan 3D menggunakan Autodesk Revit, ekstraksi QTO melalui fitur Schedule/Quantities, dan analisis embodied carbon fase A1-A3 menggunakan add-in bim.com. Hasil QTO menunjukkan total pekerjaan beton menghasilkan 543,95 m3 dan pekerjaan baja sebesar 67.744,25 kg. Analisis karbon menghasilkan total emisi sebesar 357,84 kg /m2 GFA atau setara 1.095 ton , dengan penyumbang terbesar adalah elemen dinding (115 kg /m2) dan atap (100 kg /m2). Nilai ini berada jauh dibawah batas sustainbility budget non-domestik sebesar 1.400 kg /m2. Penelitian ini membuktikan bahwa impelementasi BIM 6D secara terintegrasi mampu menghasilkan perencanaan yang efisien secara material sekaligus ramah lingkungan
Evaluasi Kinerja Distribusi Air Bersih Menggunakan AplikasiWeb-Based EPANET-JS Berdasarkan SNI 7509:2011 (Studi Kasus: KCP Tambelang Perumda Tirta Bhagasasi) Mila Olivia Trianaputri; Simon Sembiring
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1928

Abstract

EPANET JavaScript (EPANET-JS) merupakan aplikasi pemodelan jaringan distribusi air bersih berbasis web yang dikembangkan dari EPANET Desktop dengan mengintegrasikan fungsi analisis spasial dan hidrolis. Penggunaan EPANET-JS dapat mempermudah perencanaan dan evaluasi jaringan distribusi di lingkungan Perumda Air Minum. Perumda Tirta Bhagasasi melayani Kecamatan Tambelang yang sedang dipertimbangkan menjadi ibu kota pemekaran wilayah Kabupaten Bekasi Utara. Analisa terhadap kinerja sistem distribusi air bersih di KCP Tambelang saat ini diperlukan dalam mendukung peningkatan pelayanan ke daerah tersebut. Pengukuran sampel tekanan di titik pelanggan dilakukan sebagai kalibrasi untuk simulasi model. Selanjutnya, hasil simulasi dibandingkan dengan standar teknis nilai tekanan pada SNI 7509:2011 untuk mengetahui kinerja KCP Tambelang. Hasil penelitian menunjukan kapasitas pompa yang digunakan saat ini mengalami penurunan kinerja sehingga dilakukan penyesuaian terhadap parameter pompa. Hasil simulasi menunjukan 93,2% node memenuhi standar SNI 7509:2011. Rekomendasi optimasi meliputi melakukan uji performa pompa, penggantian dan pengadaan pompa cadangan, peningkatan frekuensi flushing dan percepatan pengembangan SR
Analisis Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton sebagai Dasar Pengendalian Mutu pada Proyek Konstruksi Menggunakan Agregat Lokal Nova Nevila Rodhi; Ichwan Hadi Saputra; Moh. Sholahudin; Ayu Kurnia Ratna Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton dalam proyek konstruksi memerlukan pengendalian mutu yang baik untuk memastikan kekuatan dan kinerja struktur sesuai dengan perencanaan. Pemanfaatan agregat lokal sering menimbulkan variasi sifat mekanik beton akibat perbedaan karakteristik material. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan analisis hubungan kuat tekan dan kuat lentur beton sebagai dasar evaluasi mutu beton pada proyek konstruksi yang menggunakan material lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur beton menggunakan agregat lokal Bojonegoro serta menilai kesesuaiannya terhadap standar perencanaan beton. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen melalui pengujian laboratorium. Benda uji terdiri dari silinder berukuran 15 × 30 cm untuk pengujian kuat tekan dan balok berukuran 60 × 15 × 15 cm untuk pengujian kuat lentur. Beton dirancang dengan mutu rencana fc’ 30 MPa menggunakan agregat halus dari Desa Pilanggede Kecamatan Balen serta agregat kasar dari Desa Genjor Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Pengujian dilakukan pada umur beton 7, 14, dan 28 hari. Analisis data dilakukan melalui perhitungan koefisien hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur, analisis regresi linier, serta perbandingan dengan ketentuan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien hubungan (a) berada pada kisaran 0,43–0,54 fc’. Analisis regresi menunjukkan hubungan kuat antara kuat tekan dan kuat lentur dengan koefisien korelasi sebesar 0,96. Nilai hubungan yang diperoleh berada di bawah ketentuan SNI 2847:2013 sebesar 0,62 fc pada umur 28 hari. Sehingga agregat lokal Bojonegoro dapat digunakan sebagai material penyusun beton. Hubungan kuat tekan dan kuat lentur dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengendalian mutu beton pada proyek konstruksi yang menggunakan material lokal
The Analisis Perilaku Balok Beton Bertulang Horizontal dan Tegak Lurus Terhadap Pelat Lantai Miring 45° Fajar Ikhsan Ramadhani; Pio Ranap Tua Naibaho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1955

Abstract

Pelat lantai miring 45° memiliki mekanisme transfer beban yang lebih kompleks dibandingkan pelat horizontal karena menghasilkan komponen gaya vertikal dan horizontal pada elemen pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan respons struktur balok beton bertulang yang dipasang horizontal terhadap sumbu global dan balok yang dipasang tegak lurus terhadap bidang pelat miring. Objek kajian berupa segmen atap bangunan masjid yang dimodelkan menggunakan ETABS v21 dengan pendekatan analisis elemen hingga. Parameter yang dievaluasi meliputi gaya aksial, gaya geser, momen lentur, dan lendutan maksimum balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pemodelan II menghasilkan gaya aksial tekan lebih besar, yaitu -0,5874 kN, dibandingkan Pemodelan I sebesar -0,5407 kN. Gaya geser maksimum Pemodelan I lebih besar, yaitu 13,4241 kN, dibandingkan Pemodelan II sebesar 12,0863 kN. Sebaliknya, momen lentur maksimum Pemodelan II lebih besar secara absolut, yaitu -18,4680 kN.m, dibandingkan Pemodelan I sebesar -17,3231 kN.m. Lendutan maksimum kedua model tetap sangat kecil, yaitu 0,067 mm dan 0,074 mm, serta berada di bawah batas izin l/240 sebesar 9,167 mm. Dengan demikian, kedua konfigurasi aman terhadap lendutan, sedangkan Pemodelan I lebih efisien dari aspek kontrol deformasi dan kebutuhan momen
Optimasi Penurunan Pondasi Borepile pada Struktur Bangunan Rusun di Kalimantan Timur Eka Lily Vivia Febriani; Pio Ranap Tua Naibaho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1956

Abstract

Perubahan fungsi bangunan hunian menjadi perkantoran dapat meningkatkan beban struktur dan memengaruhi kinerja pondasi tiang bor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas dukung dan penurunan pondasi borepile pada gedung 12 lantai di Kalimantan Timur berdasarkan reaksi struktur atas dan pemodelan numerik geoteknik. Analisis struktur atas dilakukan menggunakan ETABS v22 untuk memperoleh reaksi tumpuan, sedangkan analisis interaksi tanah-pondasi dilakukan menggunakan PLAXIS 3D dengan model konstitutif Mohr-Coulomb. Data tanah berdasarkan hasil SPT hingga kedalaman 30 m menunjukkan nilai rata-rata N-SPT 47,78 dan diklasifikasikan sebagai tanah sedang (kelas situs SD). Hasil ETABS menunjukkan reaksi vertikal terbesar pada kondisi perkantoran sebesar 6546,63 kN atau sekitar 654,66 tonf. Hasil analisis pondasi menghasilkan kapasitas dukung ultimit tiang tunggal 579,87 ton, kapasitas izin tiang tunggal 231,95 ton, dan kapasitas izin kelompok empat tiang 927,80 ton. Penurunan maksimum akibat beban kerja sebesar 1,44 cm dan meningkat menjadi 3,38 cm setelah konsolidasi 730 hari. Nilai tersebut masih berada di bawah batas izin SNI 8460:2017, sehingga pondasi borepile dinyatakan aman dan layak digunakan untuk perubahan fungsi bangunan
Studi Perencanaan Gedung Parkir Sepeda Motor Terpusat Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Muhammad Rano Hidayat; Martinus Agus Sugiyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi mahasiswa yang signifikan pada institusi pendidikan dapat berdampak langsung pada melonjaknya kebutuhan fasilitas parkir kendaraan. Jika laju pertumbuhan volume kendaraan ini tidak segera ditangani melalui solusi penataan lahan yang efektif, permasalahan tersebut akan memicu kesemrawutan lalu lintas internal, mengganggu kenyamanan pergerakan di dalam lingkungan institusi, serta menurunkan estetika dan tingkat keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik operasional parkir eksisting dan merencanakan desain fungsional gedung parkir untuk Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (UGJ) yang ideal serta efisien sebagai solusi keterbatasan lahan. Metode yang digunakan adalah survey lapangan guna menganalisis kondisi eksisting, serta perencanaan gedung parkir sesuai dengan pedoman Direktorat Jendral Perhubungan Darat (1996). Hasil analisis menunjukkan total luas lahan eksisting sebesar 1.297 m² dengan daya tampung sebesar 542 Satuan Ruang Parkir (SRP), sedangkan akumulasi puncak kendaraan harian mencapai 572 unit, yang menghasilkan nilai Indeks Parkir atau Rasio Penggunaan Parkir (RP) sebesar 1,055 (> 1,00). Guna mengatasi masalah tersebut, dirancang sebuah gedung parkir vertikal 4 lantai di atas lahan efektif seluas 14 x 51 meter. Gedung parkir baru ini memiliki kapasitas total sebesar 655 SRP dengan penerapan sistem sirkulasi satu arah (one-way), lebar koridor (aisle) 3,5 meter, pola parkir tulang ikan tipe C sudut 60°, serta kelandaian tanjakan (ramp) sebesar 11,91%. Perencanaan ini berhasil menurunkan nilai RP rencana menjadi 0,873 (< 1,00), sehingga dinyatakan aman, efisien, dan mampu menampung pertumbuhan volume kendaraan di masa mendatang
Evaluasi Kinerja Manajemen Konstruksi Pada Proyek Twin Tower Universitas Diponegoro Tahap 1 Imelda Hardiyanti; Lutfi Marantica
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v11i2.1960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja manajemen konstruksi proyek Twin Tower Universitas Diponegoro Tahap I, dengan pendekatan Earned Value Management (EVM) dan Critical Success Factors (CSF) yang diukur menggunakan Relative Performance Index (RII). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif retrospektif, menggunakan data sekunder berupa laporan mingguan selama 73 minggu  dan data primer berupa kuesioner. Hasil EVM menunjukan  CPI = 1,14,  mengidentifikasikan efisiensi biaya 12% dari nilai kontrak. Kinerja waktu (SPI) menunjukan tiga fase dinamika, fase pertama (minggu ke-12) nilai SPI = 11,00  disebabkab distorsis matematis karena nilai PV Kumulatif awal pelaksanaan mendekati nol dan belum mencerminkan akselerasi progres fisik aktual. Fase kedua(minggu ke-39) berada di kondisi kritis SPI = minimun 0,90 disebabkan kendala pengadaan material dan MEP. pada fase ketiga atau akhir nilai SPI = 1,01 keberhasilan recovery. Data quality control menunjukan sampel beton mutu FC’ 25 dan FC’ 35  serta baja tulangan (D10-D25) memenuhi spesifikasi SNI. Analisis RII terhadap 52 sub-indikator mengidentifikasi manajemen proyek (X1) sebagai faktor dominan ( RII = 0,883) dengan sub indikator tertinggi (M7) Kemampuan menyelesaikan masalah, (M1) sistem komunikasi, (M10) identifikasi resiko. Triangulasi antara hasil EVM -RII menunjukkan fase kritis waktu berkorelasi dengan (P3 dan P2). Stabilitas biaya berkorelasi dengan  sub-indikator pengendalian mutu material (B1, B3, B8). Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen proyek dalam keberhasilan proyek konstruksi