cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
jocse@untirta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435 Telp. (0254) 376712 Fax (0254) 376712
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Community Service in Science and Engineering
ISSN : 29621003     EISSN : 29620767     DOI : http://dx.doi.org/10.62870/jocse
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) publishes articles on community service and empowerment results that are problem-solving, comprehensive, meaningful, and sustainable, with clear goals. Community service and empowerment activities must have novelty, innovation, and creativity. The manuscripts do not just replicate the same activities in different places, have measurable results and impacts on society, and support achieving the goals outlined in the Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs are a global plan agreed upon by world leaders to end poverty, reduce inequality and protect the environment. The SDGs contain 17 Goals and 169 Targets, so each article must be linked to these goals and targets (as stated in the contribution statement).
Articles 48 Documents
Analysis of protection of garment products in the domestic industry against the thrifting industry Diana Hernida Putri; Mustika Bunga Hijriyah; Windi Edriani Ningsih; Rico Januar; Herli Antoni
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.20323

Abstract

Peningkatan pembelian barang bekas impor oleh masyarakat merupakan masalah yang cukup serius terutama berdampak pada industri garmen. Banyak masyarakat yang lebih memilih pakaian bekas impor daripada produk lokal. Masalah tersebut merupakan tantangan bagi industri garmen agar dapat bersaing dengan baik. Aturan mengenai pelarangan impor pakaian bekas sudah lama digencarkan oleh pemerintah untuk membantu industri garmen dalam negeri. Namun, belum ada perubahan signifikan terhadap permasalahan tersebut sehingga perlu adanya perlindungan yang kuat untuk produk garmen agar tetap bertahan di pasar domestik. Artikel ini akan fokus mengkaji mengenai aturan megenai impor pakaian bekas. Penelitian ini memakai metode penelitian hukum normatif yang melakukan pengkajian secara  empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak sekali aturan pemerintah yang telah digencarkan mengenai pakaian impor. Selain itu, artikel ini memberikan pemahaman mengenai tinjauan ekonomi dari UU yang dikemukakan oleh para menteri dan solusi yang harus dihadapi industri garmen.The increase in purchases of imported second-hand goods by the public is a severe problem, significantly affecting the garment industry. Many people prefer imported used clothing to local products. This problem is a challenge for the garment industry to compete well. The government has long been intensifying regulations regarding prohibiting imports of used clothing to help the domestic garment industry. However, this problem has remained the same, so there needs to be strong protection for garment products to remain viable in the domestic market. This article will examine the regulations regarding the import of used clothing. This research uses normative legal research methods that carry out empirical studies. The results show that many government regulations have been intensified regarding imported clothing. In addition, this community service provides an understanding of the economic review of the law put forward by the ministers and the solutions that the garment industry must face.
Training on making composters and biopore holes as a solution to the organic waste problem Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Denni Kartika Lestari; Dhena Ria Barleany; Endang Suhendi; Jayanudin Jayanudin
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21031

Abstract

Pengelolaan sampah organik dan anorganik merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Pengembangan komunitas dan pengenalan teknologi pembuatan kompos dan lubang biopori merupakan upaya untuk meningkatkan potensi lingkungan berupa pengelolaan sampah organik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dan focus group discussion (FGD). Permasalahan yang sering terjadi adalah sampah rumah tangga yang dibiarkan tidak terpilah dan langsung dikirim ke tempat pembuangan sampah menyebabkan banyaknya sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Program ini fokus pada perubahan pola pikir masyarakat dalam menangani sampah rumah tangga, memilah sampah, dan membuat lubang-lubang biopori di setiap rumah dan lahan terbuka serta membuat komposter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Management of organic and inorganic waste is one of the problems that often occurs in society. Community development and the introduction of composting technology and bio pore holes are efforts to increase environmental potential through organic waste management. The methods used in this service activity are counseling and focus group discussions (FGD). The problem is that household waste is left unsorted and sent directly to landfills, causing large amounts of garbage to pile up in final disposal sites (TPA). This program focuses on changing the community's mindset in handling household waste, sorting waste, making bio pore holes in every house and open land, and making a composter to process organic waste into compost.
Independent creative village program as an effort to prosper the community based on village potential Adi Nugraha; Yudhistira Saputra
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21835

Abstract

An independent village is a village that can carry out village development to improve the quality of life and life as much as possible for the welfare of rural communities with social resilience, economic resilience, and ecological resilience in a sustainable manner. One of the superior villages with a target to become an independent village is Panancangan Village, with various dynamic efforts to make it happen. Panancangan Village is one of the villages in Cibadak District, Lebak Regency, Banten Province. Three methods are used in the Independent Creative Village Program activities: internal discussions and online and offline activities. The independent creative village program has been implemented in this service activity. The activities include digital marketing seminars for MSMEs, health seminars (pulmonary TB), and traditional game competitions in the Republic of Indonesia's Independence Day framework. Desa mandiri adalah desa yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pembangunan desa untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kehidupan yang sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan. Salah satu desa yang unggul dan mempunyai target untuk menjadi desa mandiri adalah Desa Panancangan, dengan berbagai upaya dinamis yang dilakukan untuk mewujudkannya. Desa Panancangan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam kegiatan Program Desa Kreatif Mandiri ini ada tiga metode, yaitu diskusi internal, aktivitas online dan aktivititas offline. Program desa kreatif mandiri telah diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatannya berupa seminar digital marketing untuk UMKM, seminar kesehatan (TB Paru), lomba permainan tradisional dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Implementation of hygiene and sanitation in processing food products for catering businesses in Ciora Village, Cilegon Akbar Gunawan; Dhena Ria Barleany; Erlin Filiandini; Shera Dwi Andini; Rifan Maulana; Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Denni Kartika Sari
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21410

Abstract

Jasaboga merupakan kegiatan usaha yang melayani pemesanan berbagai macam makanan untuk keperluan jamuan acara tertentu. Usaha ini semakin banyak peminatnya, salah satunya adalah usaha jasaboga di Desa Ciora Kecamatan Grogol Kota Cilegon yang berkembang sangat pesat. Unsur higiene dan sanitasi merupakan hal yang sangat penting tetapi belum menjadi perhatian khusus bagi pemilik industri jasaboga, “Dapoer Umi Ewi” memiliki beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan diantaranya adalah tata letak rumah produksi dan penempatan peralatan belum memperhatikan unsur higiene dan sanitasi sehingga masih dimungkinkan terjadinya kontaminasi produk makanan dan dapat merugikan konsumen. Modifikasi yang dilakukan pada “Model Rumah Produksi Bersih” di desa Ciora diantaranya terdiri dari “Ruang Pengolahan” yang berguna untuk melakukan proses produksi, dan “Area Pencucian Peralatan dan Bahan Baku” untuk membersihkan alat masak dan bahan baku yang memerlukan air bersih dan tempat yang jauh dari kamar mandi serta tetap terjaga kebersihannya. Dalam hal ini faktor manusia atau unsur penjamah makanan juga sangat krusial karena manusia sebagai pelaku dalam proses rumah produksi tersebut. Faktor manusia sebagai tenaga kerja wajib dalam keadaan bersih. Perubahan tata letak ruang, dimana ditambahkan area penyimpanan bahan mentah yang berada di sebelah tempat cuci piring. Area ini dilengkapi dengan fasilitas seperti rak penyimpanan dengan ketinggian minimal 15 cm dari lantai dan 60 cm dari langit-langit ruangan. Catering services are business activities that order food for certain banquet events. More and more people are interested in this business, one of which is the food service business in Ciora Village, Grogol District, Cilegon City, which is multiplying. Hygiene and sanitation elements are essential but have not been given special attention to food service industry owners, "Dapoer Umi Ewi" has several problems that need to be considered, including the layout of the production house and placement of equipment that has not paid attention to the elements of hygiene and sanitation. Hence, it is still possible for this to occur. Contamination of food products can harm consumers. Modifications made to the "Clean Production House Model" in Ciora village include a "Processing Room," which helps carry out the production process, and an "Equipment and Raw Material Washing Area" for cleaning cooking utensils and raw materials which require clean water and a suitable place. Away from the bathroom and keep it clean. In this case, the human factor or the element of food handlers is also crucial because humans are the actors in the production house process. The human factor as a workforce must be clean. Changes to the space layout, where a raw material storage area was added next to the dishwasher. This area has facilities such as storage shelves with a minimum height of 15 cm from the floor and 60 cm from the ceiling.
Design and training of rice thresher machines for the farming group communities in Besar II Terjun Village Ahmad Yunus Nasution; Tulus Burhanuddin Sitorus; Tania Alda; Gabriel Alexandro Sembiring; Joi Jogi Pakpahan; Siti Qeisya Puandhani Siregar; Muhammad Ibrahim Syah; Muhammad Reihan Triandhika
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.22173

Abstract

Most of the Besar II Terjun Village residents live in agriculture. So far, people still use conventional methods to separate rice by hitting the harvested rice. In this community service activity, a rice threshing machine was designed. The rice thresher machine has power = 5.5 HP with engine type = Air Cooled 4 Stroke OHV Single Cylinder; maximum torque = 1.1 Kg.m / 3600 rpm; and maximum output = 4 KW / 4000 rpm. This machine has a capacity of 300 kg/minute. This community service activity aims to help the Sukapura Village community maximize its potential and provide insight for SMEs regarding effectiveness, efficiency, productivity, and safety in carrying out the catfish production process. The methods used include observation methods to determine the needs of SMEs for processed catfish food, design methods, presentation methods, and discussion methods as a form of assistance in starting a catfish product processing business. Sebagian besar penduduk Desa Besar II Terjun mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Selama ini masyarakat masih menggunakan cara konvensional dalam melakukan pemisahan padi,yaitu dengan memukul padi yang dipanen. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan perancangan mesin perontok padi.  Mesin perontok padi yang dirancang memiliki daya = 5,5 HP; dengan tipe mesin = Air Cooled 4 Tak OHV Single Cylinder; torsi maksimum = 1,1 Kg.m / 3600 rpm; dan putput maksimum = 4 KW / 4000 rpm. Mesin ini memiliki kapasitas 300 kg/menit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Sukapura dalam memaksimalkan potensi yang ada dan memberikan wawasan bagi pelaku UKM mengenai efektivitas, efisiensi, produktivitas, serta keselamatan dalam melakukan proses produksi olahan lele. Metode yang dilakukan antara lain, metode observasi untuk mengetahui kebutuhan UKM makanan olahan lele, metode perancangan, metode presentasi, dan metode diskusi sebagai bentuk pendampingan dalam merintis usaha olahan produk lele.
Stunting Prevention with the Active Role of Families in Manis Jaya Village, Tangerang City Ellyssa Kusuma Laksanawati; Rofiroh Rofiroh; Riki Candra Putra; Ahmad Iskandar; Bambang Suhardi Waluyo
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.22333

Abstract

Stunting or growth disorders in children is a global health problem that has a significant impact on children's physical and cognitive development. Stunting prevention is a top priority in efforts to improve the quality of life and the younger generation's future. This community service aims to provide an understanding of the importance of preventing stunting, the risk factors involved, and strategies that can be implemented to reduce stunting rates among residents in Manis Jaya Village, Tangerang City. The method used to achieve the goals and targets of stunting prevention is through outreach/lectures, including education on the role of families in improving nutrition, promotion of exclusive breastfeeding and nutritious food, and increasing access to essential health services. It is hoped that the results of the activity will prevent stunting from being the responsibility of the government, health organizations, and the entire community. Collaboration between the government, private sector, NGOs, and village communities will be vital in achieving stunting prevention targets. Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak-anak merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Pencegaha stunting menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan masa depan generasi muda. Pengabdian masyarakat ini bertujian memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting, faktor-faktor risiko yang terlibat serta strategi yang dapat diimplementasikan untuk mengurangi angka stunting pada warga di Kelurahan Manis Jaya Kota Tangerang.  Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan target pencegahan stunting adalah dengan penyukuhan/ceramah mecakup edukasi peran keluarga dalam peningkatan gizi, promosi pemberian asi eksklusif dan makanan bergizi serta peningkatan akses ke layanan kesehatan dasar. Hasil dari kegiatan diharapkan pencegehana stunting bukan hanya tanggung jawab pemerinta dan organisasi kesehatan tetapi  juga seluruh masyarakat. Kolaborasi antara pemerinta, sector swasta, LSM dan masyarakat desa akan memainkan peran kunci dalam mencapai target pencegahan stunting.
Improving the 2D drawing soft skills of Banten Province vocational high school teachers and laboratory assistants through workshops and training Syarif Abdullah; Ni Ketut Caturwati; Dhimas Satria; Dwinanto Dwinanto; Sidik Susilo; Haryadi Haryadi; Hadi Wahyudi; Mekro Permana Pinem; Dedy Triawan Suprayogi
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.22394

Abstract

A community service program in the form of workshops and soft skills training in the form of 2D drawing skills for teachers and laboratory assistants at Vocational High Schools (SMK) in Banten Province has been implemented. This activity is in partnership with SMK YP Fatahillah 1 Cilegon. This program is implemented to improve the ability of educators to help students face the world of work and industry after they graduate. The application used in this workshop and training is the AutoCAD application. The training material is about an introduction to AutoCAD, drawing simple 2D objects and complex 2D objects. Participants in this training activity consisted of teachers and laboratory assistants. This training activity uses presentation methods, tutorials, practice, discussions, questions and answers, and exercises. The training results showed increased participants' soft skills in 2D drawing using the AutoCAD application. Program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop dan pelatihan softskill berupa keterampilan menggambar 2D pada guru dan laboran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten telah dilaksanakan. Kegiatan ini bermitra dengan SMK YP Fatahillah 1 Cilegon. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan para pendidik untuk membantu peserta didik dalam menghadapi dunia kerja dan industri setelah mereka lulus. Aplikasi yang digunakan pada workshop dan pelatihan ini yaitu dengan menggunakan aplikasi AutoCAD. Materi pelatihan yang diberikan yaitu tentang pengantar AutoCAD, menggambar objek 2D sederhana dan menggambar objek 2D kompleks. Peserta kegiatan pelatihan ini terdiri dari guru dan laboran. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan metode presentasi, tutorial, praktik, diskusi, tanya jawab, dan latihan. Hasil pelatihan didapatkan peningkatan kemampuan softskill para peserta dalam drawing-2D dengan menggunakan aplikasi AutoCAD.
Social inclusion for empowering individuals and groups through Edutourism in Karangpatihan, Ponorogo Amalia, Novi Rizka; Setiawan, Veri; Rahayu, Dini Septyana
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 1 (2024): Available Online in April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v3i1.24357

Abstract

This activity aims to support social inclusiveness in the context of individual and group empowerment. Through the Eduwisata program in Karangpatihan Village, Ponorogo, education and tourism are integrated to increase active community participation, including marginalized or vulnerable groups. Karangpatihan Village is synonymous with villages that have disabled people who are, of course, empowered and involved in various moments. The methods used to determine the success of this program are interviews, observation and document analysis. The results of this activity show that the edutourism program in Karangpatihan Village has succeeded in creating an inclusive environment that facilitates participation from all levels of society, including individuals and groups previously marginalized. This activity contributes to the understanding of social inclusion practices through an edutourism approach at the village level and provides inspiration for the development of similar programs in other regions. The practical implication is strengthening the community's capacity to improve the overall quality of life. Thus, this activity is relevant to the local context of Karangpatihan Village and can also be a reference for policymakers, practitioners and practitioners interested in efforts to increase social inclusion through education and tourism approaches at the community level. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung adanya inklusifitas sosial dalam konteks pemberdayaan individu dan kelompok. Melalui program Eduwisata di Desa Karangpatihan, Ponorogo, edukasi dan wisata diintegrasikan sebagai sarana untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat termasuk didalamnya kelompok yang terpinggirkan atau rentan. Di Desa Karangpatihan identic dengan desa yang memiliki masyarakat disabilitas yang tentunya diberdayakan dan dilibatkan dalam berbagai momentum. Metode yang digunakan dalam menentukan keberhasilan program ini adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program eduwisata di Desa Karangpatihan telah berhasil menciptakan lingkungan inklusif yang memfasilitasi partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk individu dan kelompok yang sebelumnya terpinggirkan. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktik inklusi sosial melalui pendekatan eduwisata di tingkat desa, serta memberikan inspirasi untuk pengembangan program serupa di wilayah lain. Implikasi praktisnya adalah penguatan kapasitas masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya relevan untuk konteks lokal Desa Karangpatihan, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, praktisi, dan praktisi yang berminat dalam upaya meningkatkan inklusi sosial melalui pendekatan edukasi dan wisata di tingkat komunitas.
Plastic solid waste management strategies: An overview of implications on environment and health Sahabi Nasibatu Gada
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 1 (2024): Available Online in April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v3i1.24700

Abstract

Plastics are ubiquitous polymers and champions of today's environment because they are numerously useful. This paper's objective is to review different methods of plastic disposal and their impacts on health and the environment using the conceptual review method. Nowadays, anthropogenic developments and growth have increased and are resulting in progress that has led to the application of plastic in almost every aspect of human endeavors. However, today, there is an apparent mismanagement of plastic wastes ubiquitous in our environment (in land, water, and air). The methods used to handle plastic solid waste include landfilling, pulverization, open dumping, and burning or incineration. This paper basically elucidates some of the techniques used for solid waste plastic handling, merits, and demerits. Therein, headings such as plastics, microplastics in the soil, effects of incineration, effects on climate change, plastic in water, policies for correction, types of waste, and relations were elucidated. It is important to stress that plastic waste destroys the routine nature of the environment (beautiful view), alters the physical nature of the environment, causes pollution, and affects macro and microorganisms. Better methods/strategies are needed to address plastic solid waste. Plastik adalah polimer yang ada di mana-mana dan merupakan pelindung lingkungan saat ini karena banyak manfaatnya. Tujuan makalah ini adalah untuk meninjau berbagai metode pembuangan plastik dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan menggunakan metode tinjauan konseptual. Saat ini, perkembangan dan pertumbuhan antropogenik telah meningkat dan menghasilkan kemajuan yang mengarah pada penerapan plastik di hampir setiap aspek kehidupan manusia. Namun, saat ini, terdapat kesalahan pengelolaan sampah plastik yang tersebar luas di lingkungan kita (di darat, air, dan udara). Metode yang digunakan untuk menangani sampah plastik antara lain penimbunan, penghancuran, pembuangan terbuka, dan pembakaran atau insinerasi. Makalah ini pada dasarnya menjelaskan beberapa teknik yang digunakan dalam penanganan sampah plastik, kelebihan dan kekurangannya. Selain itu, dijelaskan juga mengenai plastik, mikroplastik dalam tanah, dampak pembakaran, dampak terhadap perubahan iklim, plastik dalam air, kebijakan koreksi, jenis sampah, dan hubungannya. Penting untuk dipahami bahwa sampah plastik merusak sifat rutin lingkungan (pemandangan indah), mengubah sifat fisik lingkungan, menyebabkan polusi, dan mempengaruhi makro dan mikroorganisme. Diperlukan metode/strategi yang lebih baik untuk mengatasi sampah plastik.
Socialization of education and agriculture as a form of active contribution to support the development of independent village communities Adi Nugraha; Achmad Hafizh
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 1 (2024): Available Online in April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v3i1.24376

Abstract

Lack of awareness and knowledge of the importance of education causes a decrease in student motivation and enthusiasm for studying and achieving dreams, so there is a need for educational socialization and a teaching program in schools and places to recite for students. In addition, there has been no innovation in agriculture, especially related to food security, and household waste is still often disposed of arbitrarily. The purpose of this study is to carry out community service by conducting socialization in the fields of education, agriculture, and waste management, which are still scattered. This program runs for one month, starting with observing the community, then formulating socialization materials and implementing the program directly. This research program went smoothly; it can be seen that the community is enthusiastic about participating in socialization and has begun to make some changes in the way garbage is cleaned. So that little by little, waste can begin to be minimized at certain points. Kesadaran dan pengetahuan yang minim akan pentingnya pendidikan menyebabkan menurunnya motivasi dan semangat siswa dalam menuntut ilmu dan meraih mimpi, sehingga diperlukan adanya sosialisasi pendidikan dan sebuah program mengajar di sekolah dan tempat mengaji bagi para pelajar. Selain itu, belum adanya inovasi di bidang pertanian khususnya terkait ketahanan pangan, dan masih sering membuang sampah rumah tangga seenaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi dalam bidang pendidikan, pertanian dan penanggulangan sampah yang masih berserakan. Program ini berjalan dalam waktu satu bulan yang dimulai dengan melakukan observasi kepada masyarakat, kemudian merumuskan bahan sosialisasi dan melaksanakan program secara langsung. Program penelitian ini berjalan lancar yang dapat dilihat bahwa masyarakat semangat dalam mengikuti sosialisasi dan mulai melakukan beberapa perubahan dalam cara membersihkan sampah. Sehingga sedikit demi sedikit sampah mulai dapat diminimalisir pada titik-titik tertentu.