cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+6285156620339
Journal Mail Official
jocse@untirta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435 Telp. (0254) 376712 Fax (0254) 376712
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Community Service in Science and Engineering
ISSN : 29621003     EISSN : 29620767     DOI : http://dx.doi.org/10.62870/jocse
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) publishes articles on community service and empowerment results that are problem-solving, comprehensive, meaningful, and sustainable, with clear goals. Community service and empowerment activities must have novelty, innovation, and creativity. The manuscripts do not just replicate the same activities in different places, have measurable results and impacts on society, and support achieving the goals outlined in the Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs are a global plan agreed upon by world leaders to end poverty, reduce inequality and protect the environment. The SDGs contain 17 Goals and 169 Targets, so each article must be linked to these goals and targets (as stated in the contribution statement).
Articles 48 Documents
Digital literacy outreach: Wise use of digital media in Sumberjaya Village, Sumur, Pandeglang Ula, Shofiatul; Susilo, Sidik; Pinem, Mekro Permana; Abdullah, Syarif; Pramujad, Adam; Zaidan, Athallah
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.32280

Abstract

The advancement of digital technology has reached various regions in Indonesia, including Sumberjaya Village, where internet access—particularly through smartphones—is widely available. While digital media offers numerous benefits, it also presents potential risks. Therefore, understanding appropriate usage guidelines, communication ethics, and information filtering is essential to minimize negative impacts. This community outreach program employed a participatory group method consisting of four main stages: observation, presentation, focus group discussion (FGD), and evaluation. The results of the program indicate that participants have significantly improved their digital literacy across three core dimensions: technological proficiency, cognitive awareness, and ethical behavior. These enhancements are expected to contribute positively to the community’s overall quality of life and resilience in navigating digital environments. Kemajuan teknologi digital telah merambah berbagai daerah di Indonesia, termasuk Desa Sumberjaya, yang akses internetnya sudah sangat luas, khususnya melalui telepon pintar. Media digital menawarkan banyak manfaat, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko. Oleh karena itu, pemahaman tentang pedoman penggunaan, etika komunikasi, dan penyaringan informasi yang tepat sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kelompok partisipatif yang terdiri dari empat tahap utama: observasi, presentasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan evaluasi. Hasil program menunjukkan bahwa peserta telah meningkatkan literasi digital secara signifikan dalam tiga dimensi inti: kemahiran teknologi, kesadaran kognitif, dan perilaku etis. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan dan ketahanan dalam mengarungi lingkungan digital.
Implementation of scout inauguration activities in forming student character at Al-Irsyad High School, Banten Aulia, Nabila Nurul; Rofiroh, Rofiroh; Pajar, Ilham An'nur; Mukhlis, Naufal; Azzahra, Larasatika; Ramdhini, Siti Agni; Setiawati, Eli; Anisa, Nur
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.29860

Abstract

Education plays a critical role in character development. In Indonesia, non-formal education such as scouting supplements formal schooling by fostering holistic student growth. This study explores how scout inauguration activities at Al-Irsyad High School, Banten, contribute to student character formation. Employing a descriptive qualitative approach, the study involved direct observation and interviews with scout instructors and students. The inauguration was structured into five stations: obstacle and rope skills, religious values, etiquette, scouting knowledge, and marching exercises (PBB). Each station focuses on different character values, including discipline, leadership, empathy, independence, and teamwork. The findings show that students gained not only physical and mental resilience but also improved social behavior and moral awareness aligned with the school's vision. The study highlights the importance of sustained scouting programs and recommends integrating character values into daily learning to enhance long-term impact. Pendidikan memegang peranan penting dalam pengembangan karakter. Di Indonesia, pendidikan nonformal seperti kepramukaan melengkapi sekolah formal dengan mendorong pertumbuhan siswa secara holistik. Studi ini mengeksplorasi bagaimana kegiatan pelantikan pramuka di SMA Al-Irsyad, Banten, berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini melibatkan observasi dan wawancara langsung dengan instruktur dan siswa pramuka. Pelantikan tersebut terstruktur dalam lima pos: keterampilan rintangan dan tali, nilai-nilai agama, etika, pengetahuan kepramukaan, dan latihan baris berbaris (PBB). Setiap pos berfokus pada nilai-nilai karakter yang berbeda, termasuk disiplin, kepemimpinan, empati, kemandirian, dan kerja sama tim. Temuan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memperoleh ketahanan fisik dan mental tetapi juga meningkatkan perilaku sosial dan kesadaran moral yang sejalan dengan visi sekolah. Studi ini menyoroti pentingnya program kepramukaan yang berkelanjutan dan merekomendasikan pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran sehari-hari untuk meningkatkan dampak jangka panjang.
Community empowerment through the implementation of innovative designs that are responsive to social needs Nugraha, Adi; Felycia, Felycia; Yudono, Muchtar Ali Setyo; Sriwijaya, Sayid Bahri
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.33612

Abstract

This community service initiative was designed to develop and implement innovative programs tailored to address the needs of the community, particularly in the areas of education, health, and the environment. In the education domain, activities such as elementary school teaching and informal tutoring were carried out to boost students’ motivation and improve their comprehension of academic subjects. In the health sector, the program included anti-bullying campaigns, stunting prevention counseling, integrated health post (posyandu) facilitation, and general health screenings—all aimed at increasing community awareness regarding physical and mental well-being. Meanwhile, in the environmental field, the team conducted coconut tree planting and soil bioremediation efforts as a form of environmental preservation and ecological education. The implementation strategy involved direct engagement with the community through several stages: initial observation, program planning, execution, and final evaluation. The outcomes of this initiative indicate enhanced knowledge and active community participation in all three sectors. These results affirm that collaborative and innovative approaches in community service can contribute to sustainable solutions and foster an overall improvement in the community’s quality of life. Pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengembangkan dan melaksanakan program-program inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Di bidang pendidikan, kegiatan seperti pengajaran di sekolah dasar dan bimbingan belajar informal dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran akademis. Di bidang kesehatan, program ini mencakup kampanye anti perundungan, konseling pencegahan stunting, fasilitasi posyandu, dan pemeriksaan kesehatan umum—semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesejahteraan fisik dan mental. Sementara itu, di bidang lingkungan, tim melakukan penanaman pohon kelapa dan upaya bioremediasi tanah sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan pendidikan ekologi. Strategi pelaksanaannya melibatkan keterlibatan langsung dengan masyarakat melalui beberapa tahap: observasi awal, perencanaan program, pelaksanaan, dan evaluasi akhir. Hasil dari inisiatif ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat di ketiga sektor tersebut. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif dan inovatif dalam pengabdian kepada masyarakat dapat berkontribusi pada solusi berkelanjutan dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Implementation of the youth pledge in language month activities at Al-Irsyad High School, Banten and its influence on students Naufal, Syahdan; Rofiroh, Rofiroh; Athfaliah, Khodikotul; Mumbasiroh, Siti; Fauziah, Siti Faza; Agustina, Reni Valen; Nazihah, Siti Nisrina; Wulandari, Dinda Esti
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.29870

Abstract

This study investigates how the values of the Youth Pledge are implemented through Language Month activities at Al-Irsyad High School, Banten, in 2024. The event incorporated various competitions including trilingual speech contests, storytelling, and chain poetry, aiming to enhance nationalism, language appreciation, and student character development. Employing a qualitative case study approach, data were collected through interviews, participatory observations, and documentation from students, teachers, and school administrators. Findings indicate that these activities significantly improve students' literacy, creativity, confidence, and sense of national identity. The integration of local culture and historical visits to Banten’s heritage sites further deepens the appreciation of cultural diversity and promotes character education. The study concludes that Language Month serves not only as a commemorative event but as a practical educational platform for embedding the spirit of nationalism among youth. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai Sumpah Pemuda diimplementasikan melalui kegiatan Bulan Bahasa di SMA Al-Irsyad, Banten, pada tahun 2024. Acara tersebut mencakup berbagai kompetisi termasuk lomba pidato trilingual, mendongeng, dan puisi berantai, yang bertujuan untuk meningkatkan nasionalisme, apresiasi bahasa, dan pengembangan karakter siswa. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari siswa, guru, dan administrator sekolah. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan ini secara signifikan meningkatkan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan rasa identitas nasional siswa. Integrasi budaya lokal dan kunjungan sejarah ke situs warisan Banten semakin memperdalam apresiasi keragaman budaya dan mempromosikan pendidikan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bulan Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai acara peringatan tetapi juga sebagai platform pendidikan praktis untuk menanamkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda.
Successful selling with creative videos on social media Nurhamida, Nurhamida; Notonegoro, Hamdan Akbar; Holisah, Holisah; Qolbi, Fatimah Nurul; Jannah, Miftahul; Subekti, Subekti; Hendra, Hendra; Septiana, Reski
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.33668

Abstract

In the digital era, creative video content has emerged as a powerful tool for marketing, particularly among youth who are highly engaged with technology and social media platforms. Despite this potential, many young individuals still face limitations in self-confidence and technical skills required to produce compelling promotional videos. Addressing this gap, this study investigates the effectiveness of structured training programs in enhancing youths’ competencies in creative video production. The program was designed in two core stages: first, a mentoring session aimed at delivering fundamental concepts and techniques in video-based digital marketing; second, a blind competition where participants were challenged to produce original content independently, without prior exposure to others’ work. This approach was intended to stimulate creativity, encourage authentic self-expression, and build hands-on experience with digital promotional tools. Findings from this initiative revealed notable improvements in participants’ confidence, creative thinking, and technical abilities in digital marketing. Moreover, the program fostered peer collaboration, critical feedback exchange, and the expansion of participants' social networks. In conclusion, the structured training effectively empowered youth by equipping them with relevant and transferable skills for digital entrepreneurship. This model can serve as a replicable framework for similar capacity-building efforts in creative industries and youth development programs. Di era digital, konten video kreatif telah muncul sebagai alat pemasaran yang ampuh, khususnya di kalangan anak muda yang sangat terlibat dengan teknologi dan platform media sosial. Meskipun memiliki potensi ini, banyak individu muda masih menghadapi keterbatasan dalam hal kepercayaan diri dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk menghasilkan video promosi yang menarik. Untuk mengatasi kesenjangan ini, studi ini menyelidiki efektivitas program pelatihan terstruktur dalam meningkatkan kompetensi anak muda dalam produksi video kreatif. Program ini dirancang dalam dua tahap inti: pertama, sesi bimbingan yang ditujukan untuk menyampaikan konsep dan teknik dasar dalam pemasaran digital berbasis video; kedua, kompetisi buta di mana para peserta ditantang untuk menghasilkan konten asli secara mandiri, tanpa paparan sebelumnya terhadap karya orang lain. Pendekatan ini dimaksudkan untuk merangsang kreativitas, mendorong ekspresi diri yang autentik, dan membangun pengalaman langsung dengan alat promosi digital. Temuan dari inisiatif ini mengungkapkan peningkatan yang nyata dalam kepercayaan diri, pemikiran kreatif, dan kemampuan teknis peserta dalam pemasaran digital. Selain itu, program ini mendorong kolaborasi antarteman, pertukaran umpan balik kritis, dan perluasan jaringan sosial peserta. Sebagai kesimpulan, pelatihan terstruktur ini secara efektif memberdayakan anak muda dengan membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dan dapat dipindahtangankan untuk kewirausahaan digital. Model ini dapat berfungsi sebagai kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk upaya pengembangan kapasitas serupa dalam industri kreatif dan program pengembangan pemuda.
Financial literacy learning through socio-drama of buying and selling Prodyanatasari, Arshy
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.30870

Abstract

Financial literacy is a critical life skill that needs to be introduced from an early age. This community engagement activity aimed to enhance elementary school students’ understanding of money management through an engaging, participatory approach. The program was conducted in March 2024 at SDN Bujel 3, Kediri City, involving 43 student participants. The primary objectives were to develop students’ comprehension of the value of money, improve their transaction-related skills, and strengthen their basic financial calculation abilities. The method used was Participatory Action Research (PAR), employing a socio-drama approach centered around buying and selling scenarios. This interactive method enabled students to role-play as buyers and sellers, thus learning practical financial concepts in a realistic and enjoyable context. The activity also fostered students’ negotiation skills and social interaction. Evaluation was carried out through a comparison of pre-test and post-test scores, analyzed using the Wilcoxon Nonparametric Statistical Test due to the non-normal distribution of the data. The results indicated a statistically significant improvement in students’ financial literacy, particularly in terms of understanding money value, arithmetic calculations, and transaction management. Furthermore, students displayed increased confidence and improved social interaction skills. In conclusion, the integration of socio-drama in financial literacy education proved effective in fostering not only cognitive understanding but also essential life skills in elementary school students. This method presents a promising alternative approach for future financial literacy programs in primary education settings.Literasi keuangan merupakan keterampilan hidup penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pengelolaan uang melalui pendekatan partisipatif yang menarik. Program ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di SDN Bujel 3, Kota Kediri, dengan melibatkan 43 peserta siswa. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang nilai uang, meningkatkan keterampilan terkait transaksi, dan memperkuat kemampuan perhitungan keuangan dasar mereka. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan menggunakan pendekatan sosiodrama yang berpusat pada skenario jual beli. Metode interaktif ini memungkinkan siswa untuk bermain peran sebagai pembeli dan penjual, sehingga mempelajari konsep keuangan praktis dalam konteks yang realistis dan menyenangkan. Kegiatan ini juga menumbuhkan keterampilan negosiasi dan interaksi sosial siswa. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pra-tes dan pasca-tes, dianalisis menggunakan Uji Statistik Nonparametrik Wilcoxon karena distribusi data yang tidak normal. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik dalam literasi keuangan siswa, khususnya dalam hal pemahaman nilai uang, perhitungan aritmatika, dan manajemen transaksi. Lebih jauh lagi, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan peningkatan keterampilan interaksi sosial. Sebagai kesimpulan, integrasi sosiodrama dalam pendidikan literasi keuangan terbukti efektif dalam menumbuhkan tidak hanya pemahaman kognitif tetapi juga keterampilan hidup yang penting pada siswa sekolah dasar. Metode ini menyajikan pendekatan alternatif yang menjanjikan untuk program literasi keuangan di masa mendatang dalam lingkungan pendidikan dasar.
Innovative learning through Lesson Study for Learning Community (LSLC) in the manufacturing process course Santosa, Irfan; Wibowo, Agus; Farid, Ahmad; Wilis, Galuh Rengganis; Sunardi, Sunardi; Saputra, Dicnanda Wildan
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.33472

Abstract

Community Service Activities are designed to provide innovative and engaging educational experiences that align with the broader goals of teaching and learning in higher education. One such initiative is implemented through the Lesson Study for Learning Community (LSLC) model in collaboration with PT. Barata Indonesia, aiming to bridge the gap between theoretical instruction and the practical demands of the professional world. This community service program focuses specifically on the Manufacturing Process course, with a thematic emphasis on metal coating. The primary participants are 55 fourth-semester students enrolled in the 2024/2025 academic year. A qualitative approach is used to evaluate the enhancement of students’ knowledge and competencies. The findings indicate a high level of enthusiasm among students, with a 90% increase in understanding of metal coating concepts. Furthermore, students’ practical competencies were significantly strengthened through direct hands-on experience at PT. Barata Indonesia. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan yang inovatif dan menarik yang sejalan dengan tujuan pengajaran dan pembelajaran yang lebih luas di pendidikan tinggi. Salah satu inisiatif tersebut dilaksanakan melalui model Lesson Study for Learning Community (LSLC) bekerja sama dengan PT. Barata Indonesia, yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara instruksi teoritis dan tuntutan praktis dunia profesional. Program pengabdian masyarakat ini berfokus secara khusus pada kursus Proses Manufaktur, dengan penekanan tematik pada pelapisan logam. Peserta utama adalah 55 mahasiswa semester empat yang terdaftar pada tahun akademik 2024/2025. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan kompetensi mahasiswa. Temuan menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi di antara mahasiswa, dengan peningkatan 90% dalam pemahaman konsep pelapisan logam. Selain itu, kompetensi praktis mahasiswa diperkuat secara signifikan melalui pengalaman langsung di PT. Barata Indonesia.
Implementation of eco-enzyme technology: an innovative solution for organic waste management Proni, Raffles Putra; Putri, Elysia Tanya; Fathmi, Nur Fajria Amalia; Yulianti, Devi; Septiani, Melti; Azhar, Fawwaz Nur; Baehaki, Ahmad; Maharani, Siti Destiana; Sudiani, Rizka Falah; Salsabila, Adinda Kanza; Rofikoh, Siti Nayatu; Lestari, Rini Dwi; Yulianti, Amalia Dwi; Faizah, Nabila; Manik, Heni Novyani; Nurlaila, Sinta; Oktaviani, Risma; Abdullah, Syarif
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 4, No 1 (2025): Available Online in April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v4i1.31235

Abstract

Waste management remains a pressing challenge in modern society, largely due to limited public awareness regarding its importance. This study offers a transformative approach by redefining waste—particularly organic waste—not as mere refuse, but as a potential economic asset. Although biodegradable, organic waste is often left untreated, leading to missed opportunities for resource recovery. This research highlights the utilization of eco-enzyme, a product of organic waste fermentation over a three-month period, as an innovative and sustainable waste treatment method. The resulting eco-enzyme liquid functions effectively as a natural cleaning agent and soil enhancer, contributing to environmental restoration by reducing heavy metal content and stabilizing soil pH. From an economic standpoint, the use of eco-enzyme reduces dependence on conventional cleaning products, thereby lowering household expenses. Overall, the findings advocate for a paradigm shift in organic waste handling—demonstrating its dual value in environmental improvement and economic efficiency—while laying the groundwork for more sustainable waste management models.  Pengelolaan limbah masih menjadi tantangan yang mendesak dalam masyarakat modern, terutama karena terbatasnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya limbah. Studi ini menawarkan pendekatan transformatif dengan mendefinisikan ulang limbah—khususnya limbah organik—bukan hanya sebagai sampah, tetapi sebagai aset ekonomi yang potensial. Meskipun dapat terurai secara hayati, limbah organik sering kali tidak diolah, sehingga menyebabkan hilangnya peluang untuk pemulihan sumber daya. Penelitian ini menyoroti pemanfaatan eko-enzim, produk fermentasi limbah organik selama periode tiga bulan, sebagai metode pengelolaan limbah yang inovatif dan berkelanjutan. Cairan eko-enzim yang dihasilkan berfungsi efektif sebagai agen pembersih alami dan penambah tanah, berkontribusi pada pemulihan lingkungan dengan mengurangi kandungan logam berat dan menstabilkan pH tanah. Dari sudut pandang ekonomi, penggunaan eko-enzim mengurangi ketergantungan pada produk pembersih konvensional, sehingga menurunkan pengeluaran rumah tangga. Secara keseluruhan, temuan tersebut menganjurkan perubahan paradigma dalam penanganan limbah organik—yang menunjukkan nilai gandanya dalam perbaikan lingkungan dan efisiensi ekonomi—sambil meletakkan dasar bagi model pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.