cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
ISSN : 28293851     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang adalah terbitan ilmiah berkualitas tinggi dibidang kesehatan masyarakat.
Articles 41 Documents
Status Gizi dan Kesehatan Mental Mahasiswa Dessy Ria Tristanti
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan terkait kesehatan mental dan status gizi pada mahasiswa masih marak terjadi baik di Indonesia maupun secara global. Adanya gangguan kesehatan mental yang terjadi pada mahasiswa dapat memicu terjadinya perubahan yang dapat mengakibatkan efek yang kurang baik terhadap mahasiswa itu sendiri, termasuk pada status gizinya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian mahasiswa mengalami gangguan mental emosional, stres, ansietas, depresi dan masalah psikologis lainnya. Adanya gangguan kesehatan mental ini dapat mengakibatkan terjadinya malnutrisi bahkan obesitas pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan terkait dengan status gizi dan kesehatan mental pada mahasiswa dengan menggunakan metode studi pustaka (library research) dari berbagai sumber literatur yang relevan. Dari pengkajian yang dilakukan, ditemukan beberapa penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gangguan kesehatan mental seperti: depresi, ansietas, stres dengan status gizi pada mahasiswa. Ditemukan pula beberapa penelitian yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara gangguan kesehatan mental serupa dengan status gizi pada mahasiswa.
Pengaruh Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Silfia Amalia Tusifa
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan di mana ibu hamil mengalami kekurangan gizi berupa kalori dan protein yang berlangsung lama dan mengakibatkan gangguan kesehatan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami pengaruh Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian Anemia yang dialami oleh ibu hamil. Metode penulisan yang digunakan yaitu menggunakan Literature Review. Temuan yang diperoleh yaitu terdapat pengaruh antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian Anemia yang dialami oleh ibu hamil. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa KEK yang terjadi menahun dapat menyebabkan defisiensi zat gizi makro dan mikro yang dapat menghambat pembentukan hemoglobin sehingga terjadi Anemia.
Remaja Saat Ini: Antara Game Online dan Status Gizi Ananda Hevany Suprayitno; Astrid Noviana
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game online merupakan salah satu bentuk hiburan digital yang paling banyak diakses oleh remaja di Indonesia. Kebiasaan bermain game online dengan durasi tinggi diduga dapat memengaruhi status gizi remaja melalui perubahan pola makan, penurunan aktivitas fisik dan penurunan kualitas tidur akibat meningkatnya waktu sedentari dan penggunaan gawai yang berkepanjangan. Artikel ini bertujuan mengkaji secara naratif pengaruh kebiasaan bermain game online terhadap status gizi remaja, dengan pola makan, aktivitas fisik dan kualitas tidur sebagai jalur perantara, serta mempertimbangkan karakteristik remaja seperti: jenis kelamin, pengetahuan gizi dan uang saku, berdasarkan bukti ilmiah terkini. Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar kemudian disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa durasi bermain game online yang tinggi secara konsisten berkaitan dengan pola makan yang tidak teratur, penurunan aktivitas fisik akibat perilaku sedentari dan penurunan kualitas tidur, yang secara bersama-sama berkontribusi terhadap perubahan status gizi remaja, baik ke arah kegemukan maupun kekurangan gizi, dengan jenis kelamin, pengetahuan gizi dan uang saku turut berperan dalam hubungan tersebut. Kajian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan bermain game online berpotensi menjadi faktor risiko gangguan status gizi remaja, sehingga diperlukan edukasi gizi dan pengaturan waktu bermain sebagai upaya promotif dan preventif.
Prediktor Peningkatan Tekanan Darah berdasarkan Indikator Antropometri pada Kelompok Usia 19–25 Tahun Keisha Indriasmita; Aryanti Setyaningsih
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan tekanan darah pada kelompok usia dewasa muda masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia maupun di dunia. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang kurang sehat dan aktivitas fisik yang rendah, dapat meningkatkan status gizi berlebih sehingga berisiko meningkatkan tekanan darah. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang paling sering digunakan untuk menilai status gizi, namun memiliki keterbatasan karena tidak dapat menggambarkan distribusi lemak tubuh secara spesifik. Kajian literatur ini bertujuan mengidentifikasi indikator antropometri yang berperan sebagai prediktor peningkatan tekanan darah pada dewasa muda melalui metode studi pustaka (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkar pinggang (LP), rasio pinggang-pinggul (RLPP), rasio pinggang-tinggi (RLPTB), A Body Shape Index (ABSI), dan persentase lemak tubuh memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memprediksi peningkatan tekanan darah dibandingkan dengan IMT. Kajian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam pemilihan indikator antropometri yang lebih akurat untuk menilai status gizi dan memprediksi peningkatan tekanan darah pada dewasa muda.
Determinan Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) pada Anak dan Remaja Dini Hidayanti
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) telah menjadi permasalahan global yang mengkhawatirkan. Penemuan pada penelitian di 185 negara menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis di kalangan anak dan remaja meningkat sebesar 23% selama 3 dekade terakhir pada tahun 2018. Tingginya konsumsi MBDK meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular, sehingga perlu dilakukan studi terkait determinan konsumsi MBDK. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan tingginya konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dengan menggunakan metode literature review dari berbagai sumber literatur yang sesuai dan relevan. Dari informasi tersebut, intervensi yang tepat dapat dilakukan untuk mendukung pengurangan konsumsi minuman berpemanis sebagai upaya pencegahan pada usia anak dan remaja. Dari beberapa pengkajian yang dilakukan, ditemukan determinan yang mempengaruhi konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan pada anak dan remaja adalah faktor sosiodemografi, faktor orang tua, faktor intrapersonal, dan faktor aksesibilitas.
Status Gizi, Pola Konsumsi Kopi dan Tingkat Stress Mahasiswa Dzaky Taufiqul Hakim
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi kopi merupakan salah satu kebiasaan yang banyak ditemukan pada mahasiswa, terutama karena tuntutan akademik, kebiasaan belajar hingga larut malam, dan kebutuhan untuk mempertahankan konsentrasi. Selain konsumsi kopi, mahasiswa juga rentan mengalami stres akibat tekanan akademik, sosial, dan personal. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi pola tidur, perilaku makan, keseimbangan energi, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi kopi dan tingkat stres terhadap status gizi pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain potong lintang. Variabel bebas terdiri atas pola konsumsi kopi dan tingkat stres, sedangkan variabel terikat adalah status gizi yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Secara teoritis, konsumsi kopi yang berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur dan pola makan, sedangkan stres dapat memicu perubahan nafsu makan serta perilaku makan emosional. Kajian ini menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi kopi dan pengelolaan stres sebagai bagian dari upaya mempertahankan status gizi mahasiswa.
Pengaruh Screen Time Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar Syabrina Haliza Zahra; Astrid Noviana
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan perangkat digital pada anak sekolah dasar telah mengubah pola aktivitas sehari-hari, terutama dengan bertambahnya durasi screen time yang berpotensi memengaruhi status gizi. Aktivitas di depan layar yang berlebihan cenderung berkaitan dengan perilaku sedentari, pola konsumsi yang kurang sehat, serta gangguan kualitas tidur yang pada akhirnya dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi. Kajian ini bertujuan untuk memahami pengaruh screen time terhadap status gizi anak sekolah dasar serta mekanisme yang mendasarinya. Metode yang digunakan berupa literature review dengan mengkaji artikel ilmiah nasional dan internasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir melalui berbagai basis data seperti: Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil menunjukkan bahwa durasi screen time yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko overweight dan obesitas melalui penurunan aktivitas fisik, peningkatan konsumsi makanan tinggi kalori, serta gangguan regulasi hormon yang berkaitan dengan tidur dan nafsu makan. Dengan demikian, screen time menjadi salah satu faktor yang berperan dalam perubahan gaya hidup yang memengaruhi status gizi anak. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pencegahan gizi lebih pada anak sekolah dasar.
Peran Ayah dan Ketahanan Pangan dalam Kejadian Stunting Nafisya Putri Nandika
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta berdampak terhadap kualitas Sumber Daya Manusia. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor keluarga seperti peran ayah dalam pengasuhan dan ketahanan pangan rumah tangga. Peran ayah berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, dan gizi anak, sedangkan ketahanan pangan keluarga berperan dalam menjamin ketersediaan serta akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah dan ketahanan pangan keluarga terhadap kejadian stunting berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan publikasi terpercaya dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh melalui Google Scholar, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan World Health Organization (WHO). Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran ayah dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting pada balita. Keterlibatan ayah yang baik dalam pengasuhan serta kondisi ketahanan pangan keluarga yang memadai dapat mendukung terpenuhinya kebutuhan gizi anak sehingga menurunkan risiko terjadinya stunting. Sebaliknya, rendahnya keterlibatan ayah dan kondisi kerawanan pangan dapat meningkatkan risiko stunting.
Peran Asupan Gizi, Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah, dan Pemeriksaan Kehamilan dalam Pencegahan Stunting Ellen Triana Fitri
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahannya perlu dilakukan sejak masa kehamilan. Bab ini bertujuan untuk mengkaji peran asupan gizi, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, meliputi: artikel jurnal, buku, pedoman WHO, serta dokumen resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecukupan asupan gizi selama kehamilan berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, sedangkan kekurangan gizi dapat berkaitan dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), IUGR, dan BBLR yang berhubungan dengan peningkatan risiko stunting. Kepatuhan konsumsi TTD berperan dalam mencegah anemia selama kehamilan, sedangkan ANC yang teratur dan berkualitas mendukung pemantauan kesehatan ibu dan janin serta deteksi dini faktor risiko kehamilan. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dalam mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin serta menjadi bagian penting dari upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Potensi Tepung Sukun dan Tepung Sorgum sebagai Sumber Serat Pangan untuk Mendukung Kesehatan Saluran Cerna Annisa Dheka Cahyaningtyas; Tesa Rafkhani
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Vol. 7 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya asupan serat pangan menjadi salah satu faktor risiko utama gangguan saluran cerna, khususnya konstipasi, yang masih banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia akibat pola makan yang kurang beragam. Tepung sukun dan tepung sorgum, sebagai pangan lokal yang bebas gluten dan memiliki kandungan serat relatif lebih tinggi dibandingkan tepung terigu, berpotensi meningkatkan kandungan serat produk pangan dan mendukung keteraturan defekasi apabila dikonsumsi secara rutin dan diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Meskipun demikian, pemanfaatan kedua tepung ini masih menghadapi keterbatasan dari sisi teknologi pangan, seperti daya kembang yang rendah pada tepung sukun dan kandungan tanin pada tepung sorgum, serta bukti yang tersedia sejauh ini masih terbatas pada kajian karakteristik fisikokimia dan sensori produk, belum mencakup pengujian klinis langsung terhadap fungsi saluran cerna. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut, baik dalam bentuk modifikasi proses pengolahan maupun penelitian intervensi gizi, agar potensi tepung sukun dan tepung sorgum sebagai pangan fungsional pendukung kesehatan saluran cerna dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.