cover
Contact Name
Nurzainah Ginting
Contact Email
nurzainah@usu.ac.id
Phone
+6281376062405
Journal Mail Official
jpi@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Sofyan No.3 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 23033207     EISSN : 28082753     DOI : https://doi.org/10.32734
Jurnal Peternakan Integratif is a scientific journal covering animal science aspects published since 2012, is consistently published three times a year in April, August, and December by Animal Production Study Program, Universitas Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Integratif is a peer reviewed journal. Jurnal Peternakan Integratif has been indexed and abstracted in Google Scholar, and other scientific databases. The journal also used Turnitin Check to prevent any suspected plagiarism in the manuscripts. Jurnal Peternakan Integratif receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical animal sciences: nutrition, breeding and genetics, reproduction and physiology, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, energy, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Peternakan Integratif is published by Talenta Publisher under Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia.
Articles 337 Documents
PRODUKTIVITAS PASTURA CAMPURAN PADA BERBAGAI TINGKAT NAUNGAN DAN LEVEL PEMUPUKAN: Mixed Pasture Productivity at Different Levels of Shade and Levels of Fertilization Maradona Barutu; Nevy Diana Hanafi; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.88 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2708

Abstract

Penelitian ini merupakan langkah untuk mengatasi masalah lahan yang sempit yaitu dengan carameningkatkan produktivitas hijauan yang lebih berkualitas dengan pengaruh unsur hara pada tanaman danpengaturan sinar matahari langsung ke tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pasturacampuran pada berbagai tingkat naungan dan pemupukan terhadap produksi hijauan (bahan kering), dankandungan nutrisi,. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan petak-petak terbagi (Split-split Plot),dimana sebagai petak utama adalah naungan (tanpa naungan, naungan dengan kerapatan 1,7mm dan naungandengan kerapatan 0,2mm), anak petak adalah level pemupukan (T0 : tanpa pemupukan, dan T1: 100kg Urea +50kg SP-36 + 50kg KCl per hektar), dan anak-anak petak yaitu pastura yang terdiri dari (P0: Arachis glabrata +Calopogonium muconoides + Centrocema pubescens. P1: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola +Pueraria javanica + Arachis glabrata, P2: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Puerariajavanica + Calopogonium muconoides dan P3: Stenotaphrum secundatum + Brachiaria humidicola + Puerariajavanica + Centrocema pubescens). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan kering pastura tidakmemberikan pengaruh yang berbeda nyata pada tingkat naungan dan level pemupukan. Hasil bahan keringpaling tinggi terdapat pada N2T1P1 yaitu sebesar 17.065,60 kg/ha/tahun. Sementara itu, kandungan proteinkasar memberikan pengaruh yang berbeda nyata, dimana kandungan protein kasar paling tinggi terdapat padaperlakuan N2T1P1 yaitu sebesar 19,51%. Serat kasar memberikan pengaruh yang berbeda nyata, dimanakandungan serat kasar paling tinggi terdapat pada perlakuan N0T0P2 yaitu sebesar 42,49%. Lemak kasarmemberikan pengaruh berbeda nyata, dimana lemak kasar paling tinggi terdapat pada perlakuan N2T1P1 yaitusebesar 4,07%.
PEMANFAATAN PELEPAH DAUN KELAPA SAWIT FERMENTASI DENGAN Aspergilus niger TERHADAP PERFORMANS SAPI BALI JANTAN: Utilization of Oil Palm Frond Fermented by Aspergilus niger on Performances of Bali Cattle Males Musa Seno Ibrahim; Usman Budi; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.575 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2709

Abstract

Pemberian pelepah daun kelapa sawit fermentasi dalam pakan memberi nilai ekonomis danmeningkatkan keuntungan penggemukan sapi bali jantan lepas sapih. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun 1(Sembat) Nagori Marihat Baris Kecamatan Dolok Marlawan Kabupaten Simalungun. Penelitian ini telahdilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai pada bulan Januari 2013 sampai Mei 2013. Penelitian inimenggunakan 12 ekor sapi bali jantan dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas 4 kelompok yangdibedakan berdasarkan bobot badan sapi (R1 = 102,33 kg ± 9,29; R2 = 121,00 kg ± 6,56; R3 = 140,67 kg ±5,03; dan R4 = 162,67 kg ± 7,51). Ada tiga perlakuan yaitu P0 (ransum dengan 25% pelepah daun kelapa sawitsegar), P1 (ransum dengan 20% pelepah daun kelapa sawit fermentasi) dan P2 (ransum dengan 30% pelepahdaun kelapa sawit fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Pelepah Daun Kelapa Sawityang difermentasi Aspergillus niger terhadap Performans Sapi Bali Jantan terhadap konsumsi pakan(kg/ekor/hari) 5,62; 5,94; dan 5,64. Rataan pertambahan bobot badan (g/ekor/hari) 0,46; 0,65 dan 0,53. Konversipakan 12,19; 9,46 dan 10,25. Uji statistik menunjukkan bahwa pelepah daun kelapa sawit fermentasi berbedanyata (P<0.05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan sapi balijantan. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi pelepah daun kelapa sawit denganmenggunakan Asprgillus niger dapat meningkatkan konsumsi dan pertambahan bobot badan serta menurunkankonversi pakan sapi bali dibandingkan dengan pelepah kelapa sawit segar.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN SIEMPAT NEMPU HULU KABUPATEN DAIRI: The Analysis of Farmer Income Beef Cattle in Siempat Nempu Hulu Subdistrict, Dairi Regency Sartika Bancin; Hasnudi; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.855 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2711

Abstract

Peternakan sapi potong penggemukan merupakan usaha sampingan mayoritas masyarakat di KecamatanSiempat Nempu Hulu dimana terdapat perbedaan profil dari masyarakat tersebut. Oleh sebab itu perlu diketahuianalisis pendapatan peternak sapi potong di kecamatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan SiempatNempu Hulu Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara mulai bulan Juni sampai September 2013. Penelitian inimenggunakan metode survey dengan unit responden keluarga yang memelihara ternak sapi potong. Sampeldiperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Sampling dan diperoleh 69 orang peternak , yaitu daridesa Gunung Meriah berjumlah 42 responden, desa Silumboyah berjumlah 21 responden dan desa Sungai Rayaberjumlah 6 responden. Metode analisis data pendapatan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa skala usaha, pendidikan peternak berpengaruh positif terhadap pendapatan peternaksapi potong sedangkan umur, pengalaman beternak dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif terhadappendapatan peternak sapi potong.
PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI DENGAN MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERFORMA KERBAU MURRAH JANTAN: Utilization of Pod Coffee Fermented by Local Microorganism on Performance of Murrah Buffalo Males Wesly Pebri Sihombing; Iskandar Sembiring; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.263 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2712

Abstract

Kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal meningkatkan kandunganprotein yang berimplikasi pada peningkatan kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal dalam konsentrat terhadapkonsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan kerbau murrah jantan (Bubalus bubalis).Penelitian dilaksanakan di Balai Pembibitan Ternak Unggul Babi dan Kerbau di desa Silangit KecamatanSiborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada bulan April 2012 – September 2012.Penelitian ini menggunakan empat ekor kerbau Murrah jantan dengan rataan bobot awal 174,23 ± 11,57 kg.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4perlakuan. Perlakuan terdiri atas P0 (20% kulit kopi tanpa fermentasi dalam konsentrat); P1 (10% kulit kopifermentasi dalam konsentrat); P2 (20% kulit kopi fermentasi dalam konsentrat) dan P3 (30% kulit kopifermentasi dalam konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi pakan berdasarkan bahan kering(kg/ekor/hari) pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 6,51; 7,06; 6,93 dan 6,87. Rataanpertambahan bobot badan (Kg/ekor/hari) pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 0,46; 0,67;0,58 dan 0,53. Rataan konversi pakan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 14,29; 10,53;12,60 dan 12,90. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian berbagai level kulit kopi fermentasidengan mikroorganisme lokal berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan, namunberbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan kerbau murrah. Kesimpulan dari penelitianini adalah Kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal memberikan pengaruh positifterhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahanpakan alternatif sampai level 30% dalam konsentrat kerbau Murrah (Bubalus bubalis).
PEMANFAATAN SISA PANEN TANAMAN PISANG SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT DALAM PAKAN KOMPLIT BERBENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS DOMBA LOKAL JANTAN LEPAS SAPIH: Utilization of Pelleting Banana Crop Residu to Substitute Grass on Performances of Weaning Male Local Sheep Benny Syah Braymana; Iskandar Sembiring; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.462 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2713

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utaramulai bulan Juli sampai November 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sisa panentanaman pisang sebagai pengganti rumput dalam pakan komplit berbentuk pelet terhadap konsumsi pakan,pertambahan bobot badan dan konversi pakan domba lokal jantan lepas sapih. Domba lokal jantan yang digunakansebanyak 20 ekor dengan kisaran bobot badan awal 8,63±2,06 kg yang dibagi ke dalam empat perlakuan dan limaulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap sebagai rancangan percobaan. Perlakuan yang digunakanmeliputi penggantian rumput dengan sisa panen tanaman pisang sebesar 0% (P0), 33% (P1), 67% (P2), 100% (P3).Parameter yang diteliti yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemanfaatan sisa panen tanaman pisang sebagai pengganti rumput dalam pakan komplitberbentuk pelet tidak berpengaruh nyata(P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversipakan. Hasil dari perlakuan P0; P1; P2; P3 terhadap konsumsi pakan (g/ekor/hari) adalah 325,32; 369,24; 369,91;345,36, pertambahan bobot badan (g/ekor/hari) adalah 39,45; 51,24; 59,70; 55,32 dan konversi pakan adalah 11,74;7,63; 6,32; 7,11 domba lokal jantan lepas sapih. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sisa panen tanamanpisang dapat menggantikan keberadaan rumput sebanyak 100% dari komposisi pakan komplit berbentuk pelet.
PEMANFAATAN ENZIM PAPAIN KASAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS DAGING KUDA TUA AFKIR DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN: Utilization of Crude Papain Enzyme to Improve Quality Old Horse that has been Rejected at Humbang Hasundutan District Wiwiet Gesty Utami; Nurzainah Ginting; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.379 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2715

Abstract

Daging kuda tua afkir memiliki karakteristik yang alot/liat, sehingga diperlukan pengelolaan untukmeningkatkan keempukan daging kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman enzimpapain kasar terhadap keempukan, pH, susut masak, daya mengikat air, uji organoleptik dan uji mikrobiologi.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utaradari bulan Juli - Agustus 2013. Rancangan yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkappola faktorial (RAL Faktorial) menggunakan 2 faktor yaitu: konsentrasi enzim papain kasar (A) : (0, 0,25 ml/gdan 0,5 ml/g) dan waktu perendaman (B) : (60, 90 dan 120 menit). Parameter yang dianalisis yaitu keempukan,pH, susut masak, daya mengikat air, uji organoleptik (tekstur, kesan jus, rasa dan keempukan) dan ujimikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi enzim papain kasar memberikan pengaruhberbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap keempukan, susut masak, daya mengikat air dan uji organoleptik.Sedangkan waktu perendaman berbeda nyata (P<0.05) terhadap uji organoleptik keempukan. Hasil terbaikdiperoleh pada perendaman konsentrasi enzim papain kasar 0,5ml/g dengan waktu perendaman 120 menit.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN KULIT PISANG RAJA FERMENTASI MOL DIBANDINGKAN Trichoderma harzianum SEBAGAI PAKAN BERBENTUK PELET PADA KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH: Business Analysis Utilization of Raja Banana Peel Fermented by MOL Compared Trichoderma Harzianum in Pellet Diet on Weaning Male Rex Rabbits Jessica Natalina Manurung; Usman Budi; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.079 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2717

Abstract

Limbah kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak kelinci. Penelitian inidilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Agustussampai November 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi dari pemanfaatan kulit pisangfermentasi MOL dibandingkan Trichoderma harzianum pada kelinci rex lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 21ekor kelinci rex jantan lepas sapih dengan rataan bobot badan awal 732±133 g dengan menggunakan metode survey.Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (ransum kulit pisang Raja tanpa fermentasi 45%), P1(ransum kulit pisang Raja fermentasi MOL 15%), P2 ( ransum kulit pisang Raja fermentasi MOL 30%), P3 (ransumkulit pisang Raja fermentasi MOL 30%), P4 (ransum kulit pisang Raja fermentasi Trichoderma harzianum 15%), P5(ransum kulit pisang Raja fermentasi Trichoderma harzianum 30%) dan P6 (ransum kulit pisang Raja fermentasiTrichoderma harzianum 45%). Parameter yang digunakan yaitu laba-rugi, Revenue/Cost Ratio (R/C) dan IncomeOver Feed Cost (IOFC). Hasil analisis laba-rugi (Rp/ekor/periode) untuk perlakuan P0, P1, P2, P3, P4, P5 and P6adalah 14.817, 14.811, 17.196, 13.394, 9.319, 4.954 dan 4.287. Sementara untuk R/C (ekor/periode) adalah 1,42,1,41, 1,48, 1,38, 1,26, 1,14 dan 1,12. Untuk IOFC (Rp/ekor/periode) adalah 20.070,53, 20.063,72, 22.448,64,18.647,34, 14.572,59, 10.207,14 dan 9.540,38. Pada perlakuan fermentasi MOL dan Trichoderma harzianummenurunkan keuntungan, R/C dan IOFC. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan kulitpisang Raja tanpa fermentasi taraf 45% efisien untuk diaplikasikan pada peternakan kelinci.
PEMANFAATAN KULIT PISANG RAJA DIFERMENTASI DENGAN MOL DAN Trichoderma harzianum PADA BERBAGAI RANSUM TERHADAP PERFORMANS KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH: The Utilization of Raja Banana Peel with MOL and Trichoderma harzianum Fermentation on Various Diet on Performances of Weaning Rex Rabbit Male Lesli Desora Br Tarigan; Usman Budi; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.663 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2718

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah buangan dari masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakanternak karena kandungan gizinya yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian kulit pisang raja yang difermentasi MOL dan Trichoderma harzianum pada berbagai ransumterhadap performans kelinci rex jantan lepas sapih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi TernakUniversitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 21 ekor kelinci rex dengan bobot badan awal732 ± 66,74 g dan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan.Perlakuan terdiri atas P0: ransum kulit pisang raja tanpa difermentasi 45%, ransum kulit pisang raja yangdifermentasi MOL dengan tingkatan 15% (P1), 30% (P2), 45% (P3) dan ransum kulit pisang raja difermentasidengan Trichoderma harzianum dengan tingkatan 15% (P4), 30% (P5) dan 45% (P6). Hasil analisa uji ortogonalkontras menujukkan bahwa kulit pisang raja difermentasi dengan MOL lebih baik dibandingkan denganTrichoderma harzianum. Pada perlakuan P2 menujukkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dankonversi ransum terbaik dengan rataan 87,60 g/ekor/hari; 14,79 g/ekor/hari dan 5,78. Pemanfaatan kulit pisangraja difermentasi MOL dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan serta menurunkankonversi ransum dibandingkan dengan Trichoderma harzianum.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK FERMENTASI TERHADAP KARKAS DAN NON KARKAS DOMBA LOKAL JANTAN LEPAS SAPIH: The Utilization of Fermented Water Hyacinth on Carcass and Non Carcass Local Weaning Ram Lusiyana Wanti Sihite; Tri Hesti Wahyuni; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.789 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2719

Abstract

Eceng gondok merupakan salah satu limbah masyarakat yang dapat digunakan untuk memenuhikurangnya kebutuhan pakan hijauan ternak domba. Eceng gondok dapat dijadikan sebagai pakan ternak denganfermentasi MOL dan Tricoderma harzianum untuk menaikkan tingkat palatabilitas dan kandungan nutrisi darieceng gondok tersebut. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi PeternakanFakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dari bulan Agustus sampai bulan Nopember 2013 menggunakan20 ekor domba lokal jantan dengan rataan bobot badan 8,30±1,16 kg/ekor. Rancangan yang dipakai dalampenelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiridari P0: 0% (tanpa eceng gondok fermentasi), P1: 60% eceng gondok fermentasi MOL, P2: 60% eceng gondokfermentasi Trichoderma harzianum, P3: 100% eceng gondok fermentasi MOL, P4: 100% eceng gondokfermentasi Trichoderma harzianum. Hasil penelitian menunjukkan pemberian eceng gondok yang difermentasiMOL dan Trichoderma harzianum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas,persentase karkas, bobot non karkas dan persentase non karkas. Rataan bobot karkas dengan perlakuan P0, P1,P2, P3 dan P4 (kg/ekor) 3,06, 2,93, 3,12, 3,12 dan 2,76. Rataan persentase karkas (%) 38,47, 36,66, 36,82, 36,09dan 34,38. Rataan bobot non karkas (kg/ekor) 4,65, 4,31, 4,60, 4,38 dan 3,82. Rataan persentase non karkas (%)58,73, 53,91, 55,02, 50,82 dan 52,89. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan eceng gondokfermentasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot karkas dan non karkas namun dapat digunakansebagai pakan alternatif.
KECERNAAN PAKAN BERBENTUK PELET MENGANDUNG KULIT PISANG RAJA FERMENTASI DENGAN MIKROORGANISME LOKAL DIBANDINGKAN DENGAN Trichoderma harzianum PADA KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH (: Feed Digestibility of Pellets Containing Banana Peel Fermentation with Local Microorganism and Trichoderma harzianum on Weaning Male Rex Rabbit Julius Syah Putra Ginting; Tri Hesti Wahyuni; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.837 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2720

Abstract

Pemanfaatan kulit pisang raja perlu dimaksimalisasi dengan perlakuan fermentasi. Penelitian inibertujuan untuk menguji level penggunaan kulit pisang raja yang difermentasi dalam pakan kelinci Rex jantanlepas sapih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, FakultasPertanian, Universitas Sumatera Utara selama 3 bulan, dimulai bulan Agustus 2013-November 2013. Penelitianini menggunakan 21 ekor kelinci Rex jantan dengan bobot awal 732±66,74 g dan rancangan yang digunakanadalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas ransumP0 (ransum kulit pisang raja tanpa fermentasi 45%), P1 - P3 (ransum kulit pisang raja fermentasi MOL denganlevel P1: 15%, P2: 30%, P3: 45%), dan P4 - P6 (ransum kulit raja fermentasi Trichoderma harzianum denganlevel P4: 15%, P5: 30%, P6: 45%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kecernaan bahan kering (%) P0,P1, P2, P3, P4, P5, dan P6 adalah 60,81; 61,64; 62,68; 60,35; 59,09; 58,14; dan 57,31, sedangkan rataankecernaan bahan organik (%) 66,69; 66,71; 68,89; 66,17; 63,83; 63,70; dan 63,63. Kecernaan bahan kering danbahan organik P2 lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya (P<0,05). Kesimpulan penelitian menunjukkanbahwa kulit pisang raja yang telah difermentasi dengan MOL dapat dimanfaatkan maksimum sampai level 30%sebagai bahan pakan kelinci Rex jantan lepas sapih.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Perternakan Integratif Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 1 (2019): jurnal peternakan integratif Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif More Issue