cover
Contact Name
Nurzainah Ginting
Contact Email
nurzainah@usu.ac.id
Phone
+6281376062405
Journal Mail Official
jpi@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Sofyan No.3 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 23033207     EISSN : 28082753     DOI : https://doi.org/10.32734
Jurnal Peternakan Integratif is a scientific journal covering animal science aspects published since 2012, is consistently published three times a year in April, August, and December by Animal Production Study Program, Universitas Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Integratif is a peer reviewed journal. Jurnal Peternakan Integratif has been indexed and abstracted in Google Scholar, and other scientific databases. The journal also used Turnitin Check to prevent any suspected plagiarism in the manuscripts. Jurnal Peternakan Integratif receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical animal sciences: nutrition, breeding and genetics, reproduction and physiology, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, energy, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Peternakan Integratif is published by Talenta Publisher under Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia.
Articles 337 Documents
SUBTITUSI DEDAK PADI OLEH POD KAKAO YANG DIFERMENTASI Aspergillus niger DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS DAN ORGAN DALAM AYAM BROILER: The Substitution of Rice Bran by Cocoa Pod Fermented with Aspergillus niger in Diet on Carcass and Internal Organs of Broiler Chickens Harmonista Tarigan; Ade Trisna; Ma’ruf Tafsin
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.939 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i3.2692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat penggunaan subtitusi dedak padi oleh pod kakao yangdifermentasi dengan Aspergillus niger terhadap karkas dan organ dalam ayam brioler. Penelitian dilakukan diLaboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan USU. Penelitian ini menggunakan rancangan acaklengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah yaitu R0a (pakan komersil), R0b(100 : 0), R1 (75 : 25), R2 (50 : 50), R3 (25 : 75), R4 (0 : 100). Peubah yang diamati adalah bobot potong,karkas, persentase karkas, bobot relatif empedal, panjang duodenum, jejenum, illeum, caecum, rektum, bobotrelatif hati dan bobot relatif lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat subtitusi dedak padioleh pod kakao memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan bobot potong,bobot karkas dan persentase karkas tetapi memberikan peningkatan terhadap panjang usus halus dan usus besar.Tingkat subtitusi dedak padi oleh pod kakao tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap (P>0,05) bobot relatifempedal, bobot relatif hati dan lemak abdominal. Dapat disimpulkan bahwa pod kakao dapat digunakan untukmenggantikan dedak padi sebanyak 50% dari 12% proporsi dedak padi dalam ransum ayam broiler.
PEMANFAATAN GAS BIO SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS DALAM PENETASAN TELUR AYAM KAMPUNG: Utilization of Bio Gas as a Source of Heat Energy for Kampung Chicken Hatching Eggs Raja Porkot Siregar; Nurzainah Ginting; Zulfikar Siregar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.251 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i3.2695

Abstract

Gas bio sebagai energi alternatif yang berasal dari feses ternak dapat digunakan sebagai sumber panasdalam penetasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gas bio sebagai sumber energi panasdalam penetasan telur ayam kampung. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Ternak Harapan Jaya, KecamatanDeli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dari bulan Maret 2013 – Mei 2013. Rancanganyang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (RPT) dengan menggunakan 2 faktor dan 4ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama pemutaran telur (4, 6, 8 kali/hari), faktor kedua sebagai anak petaksumber panas (listrik dan gas bio) dan Penelitian ini menggunakan 120 butir telur ayam kampung dengan bobotrata-rata (47,5 ± 3,42 g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perlakuan frekuensi pemutaran diperolehfertilitas sebesar 100%, mortalitas tertinggi pada R1 sebesar 30%, dan daya tetas tertinggi pada R3 sebesar95%, sedangkan untuk perlakuan sumber panas diperoleh fertilitas 100%, mortalitas tertingi pada P1 sebesar18,33%, dan daya tetas tertinggi pada P2 sebesar 83,33%. Interaksi perlakuan antara frekuensi pemutaran dansumber panas menunjukkan fertilitas sebesar 100%, mortalitas tertinggi pada R1P1 sebesar 30%, dan daya tetastertinggi pada R3P2 sebesar 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi pemutaran telurmemberikan hasil yang berbeda nyata (P>0,05) terhadap mortalitas dan daya tetas, sedangkan perlakuan sumberpanas pememberikan hasil yang tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap mortalitas dan daya tetas. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa interaksi antara frekuensi pemutaran dan sumber panas dalam penetasan tidakberbeda nyata (P > 0,05) terhadap mortalitas dan daya tetas telur ayam kampung. Dapat disimpulkan bahwa gasbio dapat dijadikan sebagai energi alternatif panas dalam penetasan telur ayam kampung.
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN: Economic Analysis of Utilization Fermented Cassava Peel Leather Takakura on Male Rabbits of New Zealand White) Siti Zulaiha Sitorus; Usman Budi; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.438 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i3.2698

Abstract

Kulit ubi kayu sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi pakan dalam rangka pengembangan ternak potensialterutama kelinci. Setiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan 15–20 % kulit umbi. Kulit ubi kayu memilikikandungan nutrisi yang cukup baik, tetapi tetap perlu ada usaha untuk menaikkan nilai nutrisi yang dikandung agardapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak kelinci. Penelitian ini dilakukan di Laboratoriun BiologiTernak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan September sampai November 2012. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui nilai Ekonomi dari Pemanfaatan kulit Ubi Kayu Fermentasi Takakura dalam PakanKelinci New Zealand White Jantan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (tanpa kulit ubi kayufermentasi), P1 (10% kulit ubi kayu fermentasi), P2 (20% kulit ubi kayu fermentasi) dan P3 (30% kulit ubi kayufermentasi) dengan metode takakura. Dengan perlakuan ubi kayu fermentasi metode takakura maka perlu dilakukananalisis ekonomi mengenai pemanfaatannya. Adapun analisis yang diamati meliputi Total Biaya Produksi, TotalHasil Produksi, Laba-Rugi, Income Over Feed cost (IOFC), dan Benefit Cost Ratio (B/C Ratio). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian kulit ubi kayu fermentasi pada perlakuan P0 memberi keuntungan sebesar Rp237.441,7 dan keuntungan terendah pada perlakuan P3 sebesar Rp 142.157,0; Rataan Benefit Cost Ratio (B/CRatio) yang tertinggi pada P0 sebesar 1,38 dan yang terendah pada P3 sebesar 1,23; Rataan Income Over Feed Cost(IOFC) tertinggi pada perlakuan pada P0 sebesar Rp 81.011,62 dan yang terendah pada P0 sebesar Rp 60.517,17.Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kulit ubi kayu fermentasi takakura dalam pakanternak kelinci new Zealand white sampai level 30% tidak memberi keuntungan lebih baik dibandingkan dengankulit ubi tanpa fermentasi takakura.
EFEKTIVITAS BENTUK FISIK RANSUM DAN POD KAKAO (Theobrama cacao L.) YANG DIFERMENTASI DENGAN Aspergillus niger TERHADAP KARKAS KELINCI REX LEPAS SAPIH: Effectiveness of Physical Form Rations and Cocoa Pod (Theobrama cacao L.) Fermented by Aspergillus niger on Carcass of Weaning Rex Rabbit Syahril Bancin; Hamdan; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.485 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i3.2700

Abstract

Pakan merupakan faktor penting dalam usaha peternakan kelinci. Nutrisi yang seimbang akanmenghasilkan produksi karkas yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur nilai keefektifanbentuk fisik ransum yang mengandung pod kakao (Theobroma cacao L,.) fermentasi (Aspergillus niger)terhadap karkas kelinci. Penelitian dilaksanakan di Compos Centre Jalan Bioteknologi Universitas SumateraUtara, dimulai dari bulan Juli sampai Sebtember 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok Faktorial, perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu sifat fisik pakan (mash dan Pellet) dan persentasepod kakao fermentasi (0%,5%,10%). Parameter penelitian adalah bobot potong, bobot karkas, persentase bobotkarkas, dan irisan komersil (bobot kaki depan, bobot dada-leher, bobot pinggang dan bobot kaki belakang).Hasil penelitian menunjukkan dengan tidak terdapatnya interaksi (P>0,05) antara bentuk fisik ransum danpemberian berbagai level pod kakao fermentasi. Bentuk fisik ransum dan pemberian berbagai level pod kakaofermentasi juga tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap keseluruhan peubah. Dapatdisimpulkan bahwa pod kakao fermentasi dapat digunakan sebagai pakan kelinci Rex.
PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI DENGAN MIKROORGANISME LOKAL DALAM PAKAN TERHADAP KONDISI DAN PERKIRAAN BOBOT KERBAU MURRAH JANTAN: Utilization of Fermented Pod Coffee by Local Microorganisms in Feed on Body Condition and Weight Estimate of Murrah Buffalo Bulls Enos Sembiring; Iskandar Sembiring; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.091 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i3.2702

Abstract

Kulit daging buah kopi fermentasi dengan mikroorganisme lokal dapat meningkatkan kandunganprotein pakan yang berimplikasi pada peningkatan kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian kulit daging buah kopi yang difermentasi dengan Mikroorganisme lokal dalam pakanterhadap kondisi dan perkiraan bobot kerbau murrah jantan (Bubalus bubalis). Penelitian dilaksanakan di BalaiPembibitan Ternak Unggul Babi dan Kerbau di desa Silangit Kecamatan Siborong-borong Kabupaten TapanuliUtara, Sumatera Utara pada bulan April – September 2012. Rancangan penelitian yang digunakan adalah bujursangkar latin (RBSL) yang terdiri dari 4 perlakuan. Perlakuan terdiri atas P0 (20% kulit kopi tanpa fermentasi);P1 (10% kulit kopi fermentasi); P2 (20% kulit kopi fermentasi) dan P3 (30% kulit kopi fermentasi).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai level kulit kopi fermentasi dengan mikroorganisme lokalberbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, kondisi tubuh berdasarkan tonjolan tulang rusuk dan tonjolantulang pinggul. Lingkar dada dan panjang tubuh sangat signifikan (P<0,01) terhadap perkiraan bobot kerbaumurrah. Dapat disimpulkan bahwa kulit daging buah kopi yang telah difermentasi dapat digunakan sebagaipakan kerbau murrah.
ANALISIS PROFIL PETERNAK TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG: Analysis of Farmer Profile on Farmer Income at Pancur Batu Subdistrict, District of Deli Serdang Arief Permana; Armyn Hakim Daulay; Iskandar Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.058 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2703

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utaramulai September 2012 sampai Januari 2013.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil peternakterhadap pendapatan peternak.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan unit responden keluarga yangmemelihara ternak sapi potong.Sampel diperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Sampling dandiperoleh 147 orang peternak sebagai sampel, yaitu dari desa Baru, desa Tuntungan II, desa Sukaraya, desa SeiGlugur, desa Tanjung Anom dan desa Tuntungan I, masing-masing berjumlah 36, 31, 29, 21, 18 dan 12 orangpeternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala usaha berpengaruh positif terhadap pendapatanpeternak.Tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif terhadap pendapatanpeternak.Umur peternak,pengalaman beternak,tingkat generasi peternak dan sistem pemeliharaan menberikanpengaruh yangtidak signifikan terhadap pendapatan peternak sapi potong di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten DeliSerdang.
STUDI PERILAKU MAKAN DAN BERKUBANG KERBAU LUMPUR (B. bubalis carabanesis) DI KECAMATAN MUNTE, KECAMATAN KABANJAHE DAN KECAMATAN MARDINGDING KABUPATEN KARO: Studies of Ingestive and Wallow Behavioral of Mud Buffalo (B.Bubalis carabanesis) in Munte, Kabanjahe and Mardingding, Karo Regency B. R. Surbakti; Hamdan; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.189 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2704

Abstract

Kerbau lumpur (B. bubalis carabanesis) merupakan kerbau yang sangat cocok dikembangkan di SumateraUtara, Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, populasi kerbau semakin menurun tiap tahunnya. Salahsatunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam tingkah laku biologis kerbau sehingga tidakbereproduksi seperti yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan dantingkah laku berkubang kerbau lumpur (B. bubalis carabanesis) di Kecamatan Munte, Kabanjahe danMardingding, Kabupaten Karo. Penelitian ini dilakuakn terhadap 6 ekor kerbau yaitu kerbau jantan dewasa,kerbau jantan muda, kerbau betina dewasa, kerbau dara, anak kerbau jantan dan anak kerbau betina di tiapkecamatan. Penelitian ini menggunakan metode One Zero dengan interval 15 menit dilakukan pada pukul 09.00– 16.00 WIB.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas makan dan ruminasi tertinggi pada Kecamatan Kabanjahe danMardingding yaitu sebesar 9,23 kali dan 5,06 kali serta yang terendah terdapat pada Kecamatan Munte yaitusebesar 8,74 kali dan 2,67 kali. Frekuensi tingkah laku berkubang tertinggi terdapat pada Kecamatan Kabanjaheyaitu sebesar 1,40 kali/hari. Serta yang terendah terdapat di Kecamatan Munte dan Mardingding yaitu sebesar1,00 kali/hari. Sedangkan durasi berkubang tertinggi terdapat di Kecamatan Mardingding yaitu 30,55 menit, danyang terendah terdapat di Kecamatan Kabanjahe yaitu 11,57 menit.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN DAUN KELAPA SAWIT FERMENTASI DENGAN Aspergillus niger DAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP PERFORMANS SAPI BALI JANTAN: Analysis of Utilization of Oil Palm Frond Fermented by Aspergillus niger and Oil Palm Mill Waste on Performances of Males Bali Cattle Dani Jefri; Armyn Hakim Daulay; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.854 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2705

Abstract

Pemberian pelepah sawit fermentasi dalam pakan memberi nilai ekonomis dan meningkatkankeuntungan penggemukan sapi bali jantan lepas sapih. Penelitian ini akan dilaksanakan di Dusun 1 (sembat)Nagori Marihat Baris Kecamatan Dolok Marlawan Kabupaten Simalungun.Penelitian ini telah dilaksanakanselama tiga bulan yang dimulai pada bulan Januari 2013 sampai Mei 2013. Penelitian ini menggunakan 12 ekorsapi bali jantan dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas 4 kelompok yang dibedakan berdasarkan bobotbadan sapi. Ada tiga perlakuan yaitu P0 (ransum dengan 25% pelepah kelapa sawit segar), P1 (ransum dengan20% pelepah kelapa sawit fermentasi) dan P2 (ransum dengan 30% pelepah kelapa sawit fermentasi). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rataan laba tertinggi adalah pada perlakuan P1 memberikan keuntungan sebesarRp. 2.146.046.- dan terkecil pada perlakuan P0 dengan memberikan keuntungan sebesar Rp. 1.570.177.-. Rataanreturn cost ratio (R/C) tertinggi adalah pada perlakuan P1 sebesar 1.52 dan terkecil pada perlakuan P0 sebesar1.40. Rataan Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi pada perlakuan P1 sebesar Rp. 2.349.296.- dan yangterendah pada perlakuan P0 sebesar Rp. 1.794.927.-. Kesimpulan adalah pemanfaatan daun kelapa sawit yangdifermentasai dengan Aspergillus niger dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif pada pakan sapi bali.
PEMANFAATAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERHADAP PERSENTASE NON KARKAS DAN PERSENTASE DAGING TANPA TULANG PADA DOMBA JANTAN LOKAL: Utililization of The Rice Straw with Feed Processing Technology For Non Carcass and Boneless Percentage on Local Rams Deniel Turnip; R. Edhy Mirwandhono; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2706

Abstract

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagaipakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengolahan pakan pada jerami paditerhadap persentase non karkas dan persentase daging tanpa tulang pada domba jantan lokal umur ± 6 – 8 bulan.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuan terdiri atas P1 (jerami padi diolah secara mekanik dengan chopper), P2 (jerami padi diolah secara kimiawidengan NaOH konsentrasi 2-3%), P3 (jerami padi diolah secara biologi dengan Aspergillus niger) dan P4 (jeramipadi diolah secara mekanik, kimiawi dan biologi). Hasil penelitian menunjukkan persentase bobot kepala (%) padaperlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah 9,06; 9,81; 9,36; dan 9,65, persentase bobot kaki (%) 4,41; 4,84; 4,21; dan 4,64,persentase bobot kulit (%) 7,07; 8,65; 8,88 dan 8,79, persentase bobot organ dalam (%) 12,77; 11,66; 12,56 dan11,20 dan persentase boneless (%) 64,47ab; 63,43a; 69,21b; dan 65,04ab. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwapemberian jerami padi dengan pengolahan teknologi pakan secara signifikan menurunkan persentase bobot kepala,kaki, kulit dan organ dalam (P>0,05), tetapi secara signifikan menaikkan persentase daging tanpa tulang (P>0,05).Kesimpulan hasil penelitian penggunaan teknologi pakan pada jerami padi memberikan pengaruh tidak berbedanyata terhadap persentase bobot kepala, kaki, kulit dan organ dalam dan memberikan perbedaan yang nyata terhadappersentase daging tanpa tulang.
ANALISIS USAHA PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG DIFERMENTASI DENGAN Rhizopus sp, Saccharomyces sp dan Lactobacillus sp TERHADAP BABI JANTAN PERANAKAN LANDRACE: Financial Analysis of Utilization of Pod Cacao (Theobroma cacao L.) Fermented with Rhizopus sp, Saccharomyces sp and Lactobacillus sp for Male Swine Landrace Crossbreed Idris Kristian Pardosi; Tri Hesti Wahyuni; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.837 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha dari pemanfaatan pod kakao difermentasi denganRhizopus sp, Sacharomyces sp dan Lactobacillus sp pada ternak babi peranakan landrace selama penggemukan.Analisis usaha yang dapat dilihat dari Laba-rugi, IOFC (Income Over Feed Cost) dan R/C ratio (Revenue CostRatio). Penelitian dilaksanakan di Jalan Pintu Air Kwala Bekala Medan Johor dari bulan Juli sampai bulanSeptember 2012. Penelitian menggunakan 20 ekor ternak babi jantan peranakan Landrace dengan rataan bobotbadan awal kelompok 1-5 : 24,76±1,31 kg; 29,73±1,15 kg; 36,30±4,41 kg; 43,38±2,22 kg; dan 49,43±2,32 kg.Perlakuan yang diberikan adalah P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%) dan P3 (30%) pod kakao fermentasi dalamransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis usaha pemanfaatan kulit kakao yang difermentasi denganRhizopus sp, Saccharomicyes sp dan Lactobacillus sp memberikan hasil yang berbeda. Hasil penelitian untukperlakuan P0, P1, P2 dan P3: nilai Biaya produksi (Rp/ekor) berturut-turut 1.545.410,6, 1.489.161,7,1.451.537,5 dan 1.465.170,6, Hasil produksi (Rp/ekor) berturut-turut 1.953.840, 1.888.880, 1.850.800 and1.760.640, Laba-rugi (Rp/ekor) berturut-turut 430.829,38; 422.118,34; 421.662,49 dan 317.869,4, IOFCberturut-turut (Rp/ekor) 901.600; 875.280; 841.680; dan 722.960, R/C ratio berturut-turut 1,28; 1,28; 1,29; dan1,21. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah usaha pemanfaatan pod kakao yang difermentasi denganRhizopus sp, Saccharomicyes sp dan Lactobacillus sp layak pada ternak babi.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Perternakan Integratif Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 1 (2019): jurnal peternakan integratif Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif More Issue