Articles
109 Documents
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Behavioral Terhadap Motivasi Belajar Santri Asrama Al-Hidayah Pondok Pesantren Sunan Drajat
Miftakhul Ghonimah;
Siswanto
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.488 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v1i2.107
Motivasi belajar adalah suatu usaha atau daya penggerak dalam diri santri yang nantinya akan menentukan santri ke arah yang lebih baik dalam kegiatanbelajar dan mencapai tujuannya. Untuk membantu santri agar mempunyai motivasi belajar, serta proses belajar bisa berjalan dengan baik. salah satu layanan yang ada dalam bimbingan dan konseling yaitu konseling kelompok. Konseling kelompok merupakan proses pemberian bantuan yang memanfaatkan dinamika kelompok dan melalui beberapa tahapan untuk membantu memberi umpan balik, pengalaman belajar dan mencapai tujuan dari konseling kelompok tersebut. Salah satu teknik yang digunakan dalam konseling kelompok adalah teknik behavioral.Teknik behavioral merupakan suatu teknik yang berlandaskan teori tentang belajar dalam usaha melakukan pengubahan tingkah laku yang dapat membantu orang untuk belajar memecahkan masalah interpersonal, emosional, dan keputusan tertentu.Berangkat dari deskripsi di atas dapat ditentukan rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan konseling kelompok teknik behavioral terhadapa motivasi belajar santri Asrama Al-Hidayah Pondok Pesantren Sunan Drajat Tahun Pelajaran 2020-2021. (2) Apa pengaruh konseling kelompok teknik behavioral terhadap motivasi belajar santri asrama al-hidayah Pondok Pesantren Sunan Drajat Tahun Pelajaran 2020-2021. Penelitian ini menggunakan kuantitatif eksperimen (quasi experimental desain), populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri Asrama Al-Hidayah yang berjumah 109 santri. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 santri sebagai kelompok eksperimen dan 8 santri sebagai kelompok kontrol.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan konseling kelompok teknik behavioral terhadap santri Asrama Al-Hidayah dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan waktu yang ditetapkan 45 menit setiap pertemuan (2) ada pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar santri Asrama Al-Hidayah antara sebelum dan setelah mendapatkan konseling kelompok teknik behavioral. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji mann-whitney u test Asymp. Sig. (2-tailed) 0,004 < 0.05 menunjukkan bahwa konseling kelompok teknik behavioral berpengaruh terhadap motivasi belajar santri asrama al-hidayah Pondok Pesantren Sunan Drajat. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Tehnik Problem Solving Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Di Ma Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan
Dwi Septiana;
Ahmad Afan Zaini
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.221 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v1i2.110
Motivasi belajar merupakan suatu dorongan yang mampu menggerakkan atau mengarahkan perubahan tingkah laku peserta didik yang dapat memotivasi kegiatan belajar peserta didik dalam mencapai tujuan belajar. Untuk membantu peserta didik agar mempunyai motivasi belajar, serta proses belajar bisa berjalan dengan baik. Salah satu layanan yang ada dalam bimbingan dan konseling yaitu layanan bimbingan kelompok. Layanan bimbingan kelompok merupakan suatu layanan yang dilakukan dengan menggunakan media kelompok yang memanfaatkan dinamika kelompok yang bermaksud menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik. Salah satu tehnik yang ada dalam layanan tersebut yaitu tehnik problem solving. Tehnik problem solving merupakan sebuah mindset yang membawa seseorang berfikir positif mencari jalan keluar dari permasalahan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional, yang bertujuan untuk mengetahiu pengaruh dan tingkatan kategori dari layanan bimbingan kelompok dengan tehnik problem solving terhadap motivasi belajar peserta didik di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Kemantren Paciran Lamongan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan angket pada para peserta didik. Angket layanan bimbingan kelompok dengan tehnik problem solving menggunakan angket yang dibuat oleh M. Ilham Akbar Hasin, sedangkan angket motivasi belajar menggunakan angket yang dibuat oleh Anggis Pratiwi. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari pada 0.05, sehingga terdapat pengaruh dari layanan bimbingan kelompok dengan tehnik problem solving terhadap motivasi belajar peserta didik di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Kemantren Paciran Lamongan sebesar 27.1% dengan 72.9% berpengaruh terhadap faktor lain. Dan kedua tingkatan dari variabel tersebut masuk dalam kategori sedang dengan masing-masing prosentase 64.8% untuk variabel independent dan 72.2% untuk variabel dependent dari 54 peserta didik.
Mekanisme Pengendalian Emosi dalam Bimbingan dan Konseling
Akhmad Syah Roni Amanullah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.872 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i1.112
This study contains a discussion of the mechanisms and techniques that can be done by someone including students to practice controlling their emotions taken from various counseling approaches, both Islamic and Western, which are found in various scientific literature. The purpose of this study is to find out theoretically that in psychology books and guidance and counseling as well as articles on guidance and counseling there are various mechanisms of emotional control both in terms of behavioral counseling, reality counseling, cognitive counseling and Islamic counseling that can be read, understood, internalized and implemented. in daily life so that a person can become a wise person every time he takes steps in behavior and in responding to various kinds of life conditions. The method in this research is the literature review method. Researchers conducted a literature study of various books and scientific works that discussed emotional control and counseling guidance from both general and Islamic science reviews. The results of the study stated that there are six mechanisms of emotional control that can be applied by anyone, including students at school. The six mechanisms are; (1) emotion control mechanism using displacement technique. (2) the mechanism of emotional control by using cognitive adjustment techniques. (3) emotion control mechanism using self talk technique (4) emotion control mechanism using ablution technique (5) emotion control mechanism using deep breathing technique and (6) emotion control mechanism using coping technique. The conclusion of this research is that there are many ways, many techniques and mechanisms that can be used by someone to serve as a way of controlling emotions. The six mechanisms are relatively successful techniques in helping a person to practice controlling his emotions.
Konseling Kiai terhadap Manajemen Pesantren
Ainur Rofiq;
Sutopo
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.327 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i1.128
Pesantren is not only based on one curriculum but must use a broad curriculum. This is left to the elastic adjustment between the will of the kiai and the abilities of the students individually. Because every pesantren has a different curriculum, the series of trio components of Islamic teachings in the form of faith, Islam and ihsan or doctrines, rituals, and mysticism have become a concern as the curriculum taught to their students. The transition of prayer room (surau) or mosque being developed into a boarding school turns out to bring changes in teaching materials from mere knowledge to a science. In further developments, students need to be given not only knowledge related to practical-pragmatic daily rituals, but also sciences that smell like reasoning that uses revelation references such as Kalam science, eventhough the usefull sciences for the right approach to God like Sufism. The science of kalam or the science of monotheism provides understanding and belief in the oneness of Allah, fiqh provides ways of worship as a logical consequence of the faith one has in perfecting worship in order to become a person who is truly close to Allah. With the aim that this pesantren can develop in accordance with the times, the used model is the model and paradigm of pesantren education which is the orientation and foundation in the curriculum of pesantren educational institutions, which includes: basic, goals, concepts and values, with this model hope boarding school can be achieved.
Konseling Islam dengan Do’a dan Teknik Desensitisasi Sistematik untuk Mengurangi Phobia Kucing (Ailurophobia)
Risatur Rofi'ah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.08 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i1.132
Phobia is quite serious problems that can be suffered by a person. Phobia will be dangerous if not treated immediately, which will cause muscle tension, panic, headaches, palpitations, hysterics, excessive fear etc. Phobia is a natural thing that some people have, this is caused by a fear or trauma of something that happened in the past. Phobia can be said to be unnatural if someone is afraid of certain objects that are considered by most people not scary, for example phobia of cats. This will be very dangerous if not addressed immediately, because these feelings and fears are very disturbing psychologically and very influential in everyday life. One of the efforts made to overcome the phobia of cats is through Islamic counseling with prayer and systematic desensitization techniques. Through prayer and surrender, the counselee is expected to be able to surrender to the Creator. By always remembering Allah SWT, surely all kinds of anxiety and fear will soon disappear. Through the systematic desensitization hoped that the client can overcome phobia by replacing excessive fear and anxiety with a calmer feeling. The counseling process is carried out with Treatment which is done by adding prayer to the systematic desensitization in the relaxation section to reduce phobia. This study uses a qualitative research method with the type of case study research. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. While the data analysis technique used is comparative descriptive by comparing theoretical and field data and the results before and after counseling is done. The results of this study indicate that there is a change in the counselee's self, namely in the form of decreased Phobia symptoms which are characterized by self-control and changing behavior for the better.
Pengaruh Academic Burnout terhadap Prokrastinasi Akademik dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa
Sabrina Babul Farkhah;
Muhimmatul Hasanah;
Prianggi Amelasasih
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.587 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i1.136
Writing a thesis is not an easy thing, there are many obstacles that accompany it. Students who have difficulty controlling negative emotions due to writing a thesis will experience academic burnout, causing students to do academic procrastination in writing a thesis. This study aims to empirically examine the effect of academic burnout on academic procrastination in writing thesis for students at the University of Muhammadiyah Gresik. This study analyzed the data obtained from a sample of 46 people. The measuring instrument used is the Academic Burnout Scale and the Academic Procrastination Scale. The statistical analysis method used is simple linear regression analysis. The results of the partial test resulted in tcount = 12,902 more than t table = 2,015 with a significance (p) = 0.000 less than 0.05, which means that there is a significant effect of academic burnout on academic procrastination in writing thesis at Muhammadiyah University Gresik students with the effect of academic burnout on academic procrastination of 79.1%. The results of this research categorization indicate that the subject has a moderate category on academic procrastination and a moderate category on academic burnout.
Nilai-Nilai Kebermaknaan Hidup Emha Ainun Nadjib dalam Buku Spiritual Journey : Pemikiran dan Permenungan Emha Ainun Nadjib
Ahmad Maujuhan Syah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.493 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i1.145
Often people deny the emptiness of their life by uploading a lot of photos or videos that show a sense of happiness in their lives. But it turns out that many have deep sorrow or sadness. This is what ultimately makes human life empty and meaningless. The meaning of life is the human meaning of everything that happens to him. This meaning can be obtained with the depth of the spirituality of humans. Spirituality is belief in relation to the Almighty and also the Creator, for example someone who believes in Allah as the Creator or as the Almighty. Spiritual means the relationship between humans and their God by using mediums such as prayer, fasting, zakat, hajj, prayer, sholawat, and so on. One of the religious and cultural figures with a large number of congregations is Emha Ainun Najib or who is familiarly called Cak Nun. This interfaith figure has traveled to various corners of Indonesia, even abroad. Cak Nun's thoughts have been written in various media. Some have even been recorded, including Democracy La Roiba Fih, Homeless in His Own Village, God Is Fasting, and many others. His writings are the fruit of reflections about himself and his country. The opinions taken are also opinions that are relevant to the life of the lower class. Not grandiose, down to earth and can be accepted by all circles.
Pengaruh Teknik Sosiodrama Terhadap Efikasi Diri Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Al-Islamiyah Ujung Pangkah
Siti Rani Alfiah;
Musbikhin
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.225 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i1.147
Sosiodrama adalah suatu cara dalam bimbingan yang memberikan kesempatan pada murid untuk mendramatisasikan sikap, tingkah laku, atau penghayatan seseorang seperti yang dilakukan dalam hubungan sosial setiap hari di masyarakat. Efikasi diri merupakan keyakinan yang dipegang seseorang tentang kemampuannya dan juga hasil yang akan ia peroleh dari kerja kerasnya yang akan mempengaruhi cara individu berperilaku. Peserta didik dengan efikasi diri yang tinggi akan mempunyai keyakinan yang tinggi tentang kemampuan dalam melakukan suatu tugas. Sebaliknya individu yang memiliki efikasi diri yang rendah akan memiliki keyakinan yang rendah pula tentang kemampuan dirinya dan akan cenderung menyerah ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Efikasi diri dipandang sangat penting dalam kehidupan seseorang, tidak hanya pada aspek akademik saja tetapi juga aspek sosial seseorang. Namun pada kenyataannya, di MA Islamiyah Ujungpangkah Gresik, peneliti menemukan siswa-siswa dengan efikasi diri yang kurang. Desain penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk melihat pengaruh teknik sosiodrama terhadap efikasi diri siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan angket pada sampel yang telah ditentukan. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan teknik sosiodrama yang berjalan lancar dan terdapat pengaruh teknik sosiodrama terhadap efikasi diri siswa kelas XII di MA I slamiyah Ujungpangkah Gresik secara signifikan dengan melihat Thitung dan Ttabel. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan kepada peneliti yang akan datang dapat mengembangkan variable lain yang memiliki pengaruh dengan efikasi diri siswa, sehingga akan memperkaya temuan keilmuan dalam ilmu bimbingan dan konseling.
PENERAPAN METODE PENGEMBANGAN SPIRITUAL QUOTIENT DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA USIA ANAK SEKOLAH DASAR
Aisha Mirani Wardani;
Settings Nur Rofi’ah;
ukh Nursikin
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1384.912 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i2.151
Artikel ini membahas tentang kecerdasan spiritual Spiritual Quotient (SQ) yang bersandar pada hati (qolbu), manusia pada hakikatnya memiliki 3 kecerdasan yakni, kecerdasan intelegensi (IQ) yang berdasar pada akal, dan kecerdasan emosional (EQ) yang berdasar pada jiwa. Kecerdasan spiritual yang mengubah nilai-nilai spiritual menjadi kejujuran, kasih sayang, keadilan, tanggung jawab, kedamaian, keperayaan dan k ebersamaan. Spiritual quotient merupakan kecerdasan yang tertinggi diantara ketiga kecerdasan tersebut, karena Spiritual quotient adalah kecerdasan yang dapat membawa manusia memaknai kehidupan ini, kecerdasan spiritual yang memberikan pelajaran mengenai nilai-nilai kebenaran, makna kebenaran yaitu memberi pemahaman dan menanamkan nilai ang terdapat dalam kehidupan sesuai dengan nilai spiritual yang dihasilkan oleh Spiritual quotient (SQ). Spiritual quotient perlu dikembangkan sejak usia dini, anak usia dasar juga harus memahami kecerdasan spiritual yang telah diajarkan oleh pendidik. Pendidik harus mampu memberikan contoh mengenai Spiritual quotient, karena kecerdasan spiritual merupakan landasan bagi setiap kecerdasan yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia.
ANXIETY AND DEFENSE MECHANISM PORTRAYED BY MORT RAINEY IN SECRET WINDOW FILM (A Psychoanalytical Study)
Farah Mufidah;
Maulana Andhika Aryaputra;
Whida Rositama
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.723 KB)
|
DOI: 10.55352/bki.v2i2.156
Penelitian ini mengangkat satu judul film, yaitu Secret Window yang mengandung isu permasalahan psikologis pada tokoh utamanya. Permasalahan tersebut mengarah pada gejala kecemasan dan mekanisme pertahanan yang ditunjukkan dalam beberapa adegan film. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana film Secret Window melukiskan kecemasan dan mekanisme pertahanan Morton Rainey sebagai tokoh utama serta bentuk mekanisme pertahanan yang dialami oleh Morton tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan teori psikoanalisa. Analisis menunjukkan bahwa kecemasan yang dialami oleh Mort adalah kecemasan moral dan realitas. Kemudian mekanisme pertahanan Morton Rainey terdiri atas represi, rasionalisasi, projeksi, pemindahan, dan penolakan. Simpulan dari penelitian ini adalah tokoh Morton Rainey mengalami gejala psikologis berupa kecemasan dan mekanisme pertahanan yang dilukiskan dalam ekspresi dan lakuan di dalam film Secret Window.