cover
Contact Name
Ahmad Maujuhan Syah
Contact Email
ahmad.johan@insud.ac.id
Phone
+6285655544469
Journal Mail Official
ahmad.johan@insud.ac.id
Editorial Address
Jalan Raden Qosim Komplek PP. Sunan Drajat, Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur, 62264
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : 27758664     EISSN : 27768902     DOI : 10.55352
Core Subject : Science,
fokus kajian bidang bimbingan dan konseling, di lembaga pendidikan, instansi pemerintah dan lembaga dunia usaha / dunia industri
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 109 Documents
Hubungan Antara Konsep Diri dan Penyesuaian Diri Terhadap Ketenangan Jiwa Santri Baru Eka Nur Fadlilah; Settings Nashiruddin Amin
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): April : CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.558 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i1.91

Abstract

Santri baru menjadi pembahasan yang sangat menarik karena secara psikologis mereka sangat terbebani dengan berbagai masalah dalam penyerapan ilmu di dalam pondok pesantren karena kurangnya ketenangan jiwa, sehingga dalam diri santri baru sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya konsep diri dan penyesuaian diri yang dimilikinya. Peran diri sendiri dalam ketenangan jiwa sangat besar demi terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara faktor jiwa , karena ketenangan jiwa yang baik akan menghasilkan santri baru yang tenang dalam melakukan segala aktifitas apapun meskipun dalam lingkungan yang baru. Berangkat dari deskripsi di atas dapat ditentukan rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu : Bagaimana Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Penyesuaian Diri Terhadap Ketenangan Jiwa Santri Baru Di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Tahun 2020. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Regresi Linier Berganda. Yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Penyesuaian Diri Di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Tahun 2020. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan angket (kuesioner) pada responden yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan regresi linier berganda menunjukkan Variabel konsep diri (X1) secara parsial, menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan terhadap variabel ketenangan jiwa (Y), Variabel penyesuaian diri (X2) secara parsial, menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan terhadap variabel ketenangan jiwa (Y), Kedua variabel independen yaitu konsep diri (X1) dan penyesuaian diri (X2) secara bersama-sama (simultan) berhubungan signifikan terhadap dependen yaitu ketenangan jiwa (Y).
Implementasi Tazkiyah Al-Nafs Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Religius Di MA. Ihyaul Ulum Dukun Gresik Tahun 2020 Zurotul Munawaroh; Sholihuddin Sholihuddin
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): April : CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.362 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i1.92

Abstract

Sekolah, sebagai salah satu lembaga formal yang diharapkan mampu mencetak karakter peserta didik yang berbudi luhur sehingga mampu memberikan sumbangsih dalam membangun peradaban bangsa. Di antara upaya yang dapat dilakukan sekolah guna terbentuknya karakter peserta didik yang berbudi luhur dan berakhlak mulia adalah dengan Tazkiyah Al-Nafs (penyucian diri) yang diharapkan mampu membentuk karakter religius pada diri peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan metode Tazkiyah Al-Nafs sebagai sarana pembentukan karakter religius di Madrasah Aliyah Ihyaul Ulum Dukun Gresik, 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Tazkiyah Al-Nafs sebagai sarana pembentukan karakter religius di Madrasah Aliyah Ihyaul Ulum Dukun Gresik, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Adapun instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Tazkiyah Al-Nafs yang diterapkan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai Tazkiyah Al-Nafs ke dalam kegiatan- kegiatan sekolah sangat menunjang pembentukan karakter religius peserta didik. Sedangkan metode Tazkiyah Al-Nafs yang digunakan sebagai sarana pembentukan karakter religius di Madrasah Aliyah Ihyaul Ulum Dukun Gresik adalah: 1) Metode keteladanan, 2) Metode Pembiasaan, 3) Metode Nasihat, 4) Metode Pemberian Ganjaran, Dan diantara faktor penghambat adalah: 1) Belum adanya kesadaaran siswa terhadap kegiatan keagamaan, 2) Kurangnya kesadaran sebagian guru dalam menegakkan kegiatan keagamaan, 3) Pengaruh buruk lingkungan, 4) kurangnya prasarana.
Psychological Well Being Pada Wanita Ratna Nimatul Rohma; Ahmad Maujuhan Syah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): April : CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.924 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i1.93

Abstract

Wanita muda/remaja akhir yang menikah muda memang dianggap belum sepenuhnya dewasa, dilihat dari cara berfikir, dalam mengambil keputusan dan dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam rumah tangga. Wanita menikah muda yang berhasil dan mampu mengatasi permasalahannya, dikatakan mencapai suatu kondisi sejahtera secara psikologis (Psychological Well Being). Psychological Well Being adalah mengarah pada kondisi individu yang mampu menghadapi berbagai hal yang dapat memicu permasalahan dalam kehidupannya, mampu melalui periode sulit dalam kehidupan dengan mengandalkan kemampuan yang ada dalam dirinya dan menjalankan fungsi psikologi positif yang ada dalam dirinya, sehingga individu tersebut merasakan adanya kesejahteraan batin dalam hidupnya. Metode penelitian ini menggunakan rancangan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan adalah perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, wanita yang menikah muda cenderung sudah memiliki psychological well being yang baik pada diri mereka. Terlihat dari dimensi-dimensi Psychological well being yang ada pada diri mereka yaitu dimensi penerimaan diri, dimensi hubungan positif dengan orang lain, dimensi kemandirian/otonomi, dimensi penguasaan lingkungan, dimensi tujuan hidup dan dimensi pertumbuhan pribadi. Adanya Psychological well being pada wanita yang menikah muda tentunya dikarenakan beberapa faktor, faktor-faktor psychological well being meliputi usia, jenis kelamin, status pendidikan, pekerjaan dan status pekerjaan, kepribadian, kesehatan dan fungsi fisik, religiusitas dan dukungan sosial.
Evektivitas Konseling Sebaya (Peer Counseling) Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa Kelas VII MTs. Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan Tahun Pelajaran 20172018 Tsuroyyah Hamidah; Muhimmatul Hasanah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): April : CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.611 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i1.94

Abstract

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dimana kepercayaan diri merupakan aspek yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi. Untuk mencapai kematangan emosi, bila remaja memiliki permasalahan mereka akan pergi mengadu dan mencari pertolongan kepada sahabatnya yang paling karib, yang merupakan sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling sebaya dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Desain penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, menggunakan Quasi Experimental Design. Hasil penelitian ini dilihat dari hasil Uji Mann-Whitney U Test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum diberi perlakuan, memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama Z = -2,329; Asymp. Sig.= ,020. Setelah diberi perlakuan, diperoleh nilai Z = -3,191; Asymp. Sig.= ,001. Kesimpulan dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa konseling sebaya efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Hubungan Kecerdasan Spiritual Terhadap Self Regulated Learning Pada Santri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran Puja Kurnia Hidayati; Siswanto Siswanto
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): April : CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.058 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i1.95

Abstract

Pada sudut pandang pendidikan Islam, budi pekerti yang baik (aklaaqul karimah) ditempatkan pada unsur terpenting dari tujuan yang hendak dicapai. Kurangnya motivasi pelajar dan mahasiswa untuk belajar dan konsentrasi dalam belajar, sehingga mahasiswa akan sulit dalam memahami mata kuliah tertentu. kecerdasan spiritual harus dimiliki jika dikaitkan dengan tempat narasumber meneliti seharusnya pelajar dan mahasiswa banyak yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi dan regulasi belajar yang baik, akan tetapi banyak pelajar dan mahasiswa memiliki regulasi belajar yang tidak baik meskipun memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Motivasi dan kedisplinan diri sangat penting dalam self regulated learning karena motivasi merupakan arah untuk mencapai tujuan, sedangkan disiplin merupakan perasaan patuh dan taat pada nilai-nilai yang diyakini dan menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikasi hubungan kecerdasan Spiritual terdapah Self regulated learning. Hipotesis yang diajukan adalah kecerdasan spiritual berhubungan dalam Self regulated learning santri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan. Subyek penelitian 86 santri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan.. Digunakan skala kecerdasan spiritual berdasarkan teori Zohar dan Marshal dan skala Self Regulated Learning berdasarkan teori Zimmerman. Berdasarkan data pada tabel hasil uji korelasi, diketahui nilai signifikasi atau sig (2-tailed) sebesar 0,322lebih besar dari 0,05 (p < 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual terhadap self regulated learning pada santri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan.
Problematika Orang Tua Mendampingi Anak Saat Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi COVID-19 Dan Solusi Pemecahannya Risatur Rofi'ah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): April : CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.474 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i1.96

Abstract

Kasus pandemi yang di sebabkan oleh Corona virus Disease 2019 (Covid-19), sangat berdampak bagi sebagian sektor di Indonesia, salah satunya di bidang pendidikan. Untuk mengurangi penyebaran covid-19, pemerintah memberikan himbauan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu dengan menerapkan kebijakan learning from home atau belajar dari rumah (BDR) dalam membantu mengurangi penyebaran virus corona. Melalui beberapa metode yang digunakan oleh guru selama proses pembelajaran daring, tidak lepas dari dampak permasalahan yang muncul, terutama permasalahan yang berasal dari faktor orang tua sebagai pendamping selama proses pembelajaran daring di rumah. Oleh sebab itu perlu adanya penanganan khusus dalam upaya membantu pemecahan penyelesaian masalah selama daring. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis problematika pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 dan solusi pemecahannya. Jenis penelitian ini adalah studi literatur atau penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber data sekunder yang dikumpulkan melalui buku teks, e-book, perodical, peraturan perundang-undangan, website, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan masalah penelitian. Data penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 memiliki beragam problematika, terutama bagi orang tua yang mendampingi anak selama proses daring. Beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya permasalahan yaitu berasal dari faktor intrinsik dan ekstrinsik yang bersumber dari orang tua dan anak. Beragam permasalahan tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan pemahaman orang tua terhadap beberapa penyebab permasalah dan hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dengan guru selama proses pembelajaran daring.
Emotional Qoutient (EQ) Perspektif Muhammad Ustman Najati Dalam Kitab al-Hadist an-Nabawiy al ‘Ilm an-Nafs Herwati; Ainol
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.312 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i2.97

Abstract

Kecerdasan emosional yang selanjutnya disebut dengan karakter telah disebutkan merupakan sifat bawaan atau alamiah pada diri manusia. Kecerdasan emosional bisa membawa kepada hal yang baik maupun buruk. Bila kecerdasan itu cendrung mempunyai keburukan maka akan menjadi petaka bagi hidup manusia, Tentunya dalam pandangan Muhammad Usman Najati bermaksud untuk mengendalikan kecerdasan tersebut kearah yang positif. Maka bisa dilihat bahwa pengendalian manusia ini sangatlah penting dan sangat dibutuhkan bagi manusia. Muhammad Ustman Najati telah mengkaji tuntas Emotional Qoutient (kecerdasan Emosional) dan konsep kejiwaan perspektif al-Qur’an dan As-Sunnah yang tertuang dalam kitab Al-Hadist An Nabawiy Wa Al-Ilm an-Nafs. Secara aplikatif rosulullah mengajarkan dan mempraktekkan melaui perbuatannya (hadist fi’liah) dalam mengendalikan emosi dan menghadirkan kecerdasan baru yaitu kecerdasan emosional. Beberapa teknik pengendalian diri yang diajarkan oleh Rosulullah SAW dalam kitab Al-Hadist An Nabawiy Wa Al-Ilm an-Nafs. adalah dengan cara; 1) Relaksasi tubuh (duduk dan berbaring), 2) Berwudlu, 3) Pengalihan perhatian dan 4) Membaca kalimat Thayyibah. Manfaat yang didapatkan dalam pengendalian diri ini adalah 1) menjernihkan fikiran, 2) Mental yang Stabil, 3) Disukai orang-orang sekitar.
Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Menggunakan Media TIK untuk Meningkatkan Self Management Siswa Risatur Rofi'ah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.764 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i2.98

Abstract

Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses belajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar diantaranya Self management siswa yang kurang baik. Oleh sebab itu perlu di berikan strategi yang dirancang khusus melalui peran Bimbingan dan Konseling, yaitu dengan mengembangkan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving Menggunakan Media TIK untuk Meningkatkan Self Management. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kondisi empiris pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dan self management siswa, (2) Merumuskan model bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menggunakan media TIK untuk meningkatkan self management siswa, (3) Mengetahui keefektifan model bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menggunakan media TIK untuk meningkatkan self manajement siswa. Tahap-tahap penelitian ini adalah (1) kajian lapangan, (2) kajian teoretis, (3) penyusunan model hipotetik, (4) uji ahli (5) perbaikan model, (6) uji coba terbatas, (7) revisi dan perbaikan model. Subyek penelitiannya adalah 10 siswa kelas VII di SMPN 1 Lamongan yang ditentukan secara purposive random sampling. Simpulan akhir dari penelitian ini adalah Model bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menggunakan media TIK terbukti efektif meningkatkan self management. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikan 0.005 < 0.05 yang berarti signifikan meningkatkan self management. Model ini berimplikasi terhadap upaya-upaya peningkatan self management. Untuk itu disarankan kepada guru BK sebagai praktisi dilapangan menggunakan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving Menggunakan Media TIK untuk Meningkatkan Self Management.
Hubungan Intensitas Berdzikir dengan Kebermaknaan Hidup Santri Kalong Ahmad Maujuhan Syah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.478 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i2.101

Abstract

The aim of this research is discussing the relation between dzikrullah intensity with life meaning of the scholars of kalong in Darur Rohman Sendangagung dormitory, Lamongan. This research uses quantitative method. Research variables are measured by using the scale of life meaning and dzikrullah intensity. The subjects of this research are 60 scholars of kalong in Darur Rohman dormitory. The gotten data is analyzed by using product moment analysis. The result of this analysis shows that dzikrullah intensity variable are related very significantly with the life meaning (sig. : 0,001)
Efektivitas Layanan Konseling Sebaya (Peer Counseling) Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Santri Is Zuhrotunnisa' Ibandiyah; Muhimmatul Hasanah
Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal CONSEILS: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.615 KB) | DOI: 10.55352/bki.v1i2.103

Abstract

Penyesuaian diri merupakan suatu piranti yang penting dalam menjalin hubungan dalam lingkungan baru. Penyesuaian diri yang baik diperlukan supaya komunikasi dengan orang lain berjalan dengan lancar serta memudahkan seseorang dalam melakukan segala aktivitas dengan nyaman. Hal tersebut terjadi khususnya pada pesantren yang secara langsung mengimplementasikan aktivitas sehari-harinya bersama teman sebaya. adanya konseling sebaya sebagai sarana untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh santri khususnya masalah penyesuaian diri yang dilakukan oleh teman sebayanya. Teman sebaya bertugas sebagai konselor, mentor, serta mediator dalam pelaksanaan konseling tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas layanan konseling sebaya dalam meningkatkan penyesuaian diri santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen menggunakan bentuk Quasi Eksperimental Design. Hasil penelitian ini yaitu Hasil rata-rata skor penyesuaian diri pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan layanan konseling sebaya dibandingkann nilai rerata kelompok kontrol. Hasil posttest kelompok eksperimen mencapai nilai 67,86 sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 51,28. Kemudian melihat hasil Uji Mann-Whitney U Test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan hasil pretest nilai U = 36,000; Asymp. Sig = 0,684. Pada hasil posttest diperoleh nilai U = ,000; Asymp. Sig = ,000. Berdasarkan hasil posttest tersebut diketahui nilai Sig ,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling sebaya (Peer Counseling) efektif dalam meningkatkan penyesuaian diri pada santri asrama Ummu Hanny Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan tahun 2021.

Page 1 of 11 | Total Record : 109