cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Keterlibatan Orangtua dalam Pendidikan Literasi Digital Anak Usia Dini Muniroh Munawar; Fakhruddin Fakhruddin; Achmad Rifai; Titi Prihatin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam dunia pendidikan adalah adanya informasi yang terputus antara apayang terjadi di rumah dan di sekolah serta kurangnya berbagi informasi antara sekolah dan rumah. Teknologidapat menjembatani hubungan antara sekolah dan rumah sehingga dapat memberikan kesempatan bagi gurudan keluarga untuk berbagi dan memperluas kesempatan belajar, memberikan dan menerima informasi tentangpertumbuhan dan perkembangan anak, menciptakan kemitraan, dan memperkuat keterlibatan keluarga.Keterlibatan orangtua disekolah sebagai bentuk komitmen dan pastisipasi aktif orangtua pada sekolah dananak, yang nantinya berujung pada pencapaian kompetensi anak. Tujuan dari penelitian ini adalahmemaparkan tentang keterlibatan orangtua dalam pendidikan literasi digital anak usia dini pada Taman Kanak-Kanak di Kota Semarang. Penelitian ini mengggunakan metode survei eksploratif dengan melibatkan 120lembaga Taman Kanak-Kanak. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 26,1 % orang tua sudahterlibat dalam pendidikan literasi digital anak di sekolah, sedangkan 73,9 % orangtua belum terlibat dalampendidikan literasi digital anak di sekolah. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keterlibatan orangtuadalam pendidikan literasi digital anak masih sangat rendah. Oleh karena itu, diperlukan kompetensi danperanan orangtua dalam pendidikan literasi digital pada anak usia dini.
Penerapan Pendekatan Saintifik Berbantu Media Komik Digital Madel Addie untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia bagi Siswa Kelas V SD Negeri 1 Brecek Musriah Musriah; Kuntoro Kuntoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalalah untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar bahasa Indoensia melaluipenerapan pendekatan saintifik berbantu media komik digital model ADDIE bagi siswa kelas V SD Negeri 1Brecek tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Brecek. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini menerapkanpendekatan saintifik dengan berbantu media komik digital yang dikembangkan dengan model ADDIE.Kreativitas siswa pada kondisi awal ke kondisi akhir meningkat meliputi:siswa mampu mengurutkan gambarcerita sebesar 63,63%, siswa mampu berpikir kreatif dalam menuliskan cerita berdasarkan urutan gambarsebesar 36,37 %, hasil karya siswa asli bukan jiplakan/plagiasi sebesar 63,63%, siswa mampu membuat hasilkarya siswa sebesar 50%, siswa mampu melakukan presentasi hasil karya siswa sebesar 68,18%. Hasil belajaryang diperoleh pada pada kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar dari kondisi awal61,22, menjadi 74,18 atau meningkat sebesar 12,96 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapanpendekatan saintifik berbantu media komik digital model ADDIE bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Brecektahun pelajaran 2018/2019 hasil belajar bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 4.8 Menyajikan kembali peristiwaatau tindakan dengan memperhatikan latar cerita yang terdapat pada teks fiksi meningkat..
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Mandiri Berbasis E-Modul Nafisa Diana; Sukestiyarno Sukestiyarno
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berfikir kritis merupakan salah satu poin penting yang akan dicapai dalam pembelajaran matematikapada kurikulum 2013. Dalam proses pembelajaran, hadirnya media sangat diperlukan sebab memiliki peranan besaryang mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu jenis media pembelajaran mutakhir yaitu berbasismultimedia, berupa alat peraga, modul, lembar kerja siswa (LKS) dan media berbasis ICT yang digunakan untukmenyampaikan bahan pembelajaran secara interaktif. Selain pemilihan media seorang guru juga harus memilihmodel pembelajaran, model yang tepat dalam hal ini adalah model pembelajaran mandiri berbasis e-modul. Tujuanpenelitian ini adalah menguji keefektifan pembelajaran mandiri berbasis e-modul terhadap kemampuan berpikirkritis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwapembelajaran mandiri efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan kemampuan berpikirtinggi pada tahap mengidentifikasi asumsi ,mengevaluasi argumen, dan menyimpulkan dilakukan dengan jelas dandetail. Sedangkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah belum mampu mencapai mengevaluasi argumen,dan menyimpulkan dengan baik.
Implementasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri I Palibelo Nahrul Faidin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Sejarah dilihat dari aspek perencananaan, pelaksanaan dan Evaluasi di SMA Negeri I Palibelo. Metode penelitian menggunakan Kualitatif Diskriptif. Menekankan makna dan melibatkan proses penelitian lapangan. Penelitian kualitatif selalu mengarah pada kondisi objek kenyataan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Nilai pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 di SMA N 1 Palibelo dapat dilihat dari tiga aspek yaitu 1) Perencanaan pendidikan karakter merupakan tahapan Guru SMA N 1 Palibelo dalam menyusun Silabus dan RPP yang memuat nilai-nilai karakter yang diterapkan saat proses pembelajaran 2) Penerapan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dilakukan dalam tiga kegiatan yaitu pelaksanaan melalui kegiatan apersepsi, kegiatan Inti dan penutup. Adapun nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam proses pembelajaran meliputi: religious, displin, kejujuran, pantang menyerah,rasa ingin tau, dan tanggung jawab. 3) Evaluasi/penilaian yang dilaksanakan oleh guru dengan cara tes langsung dan non tes. Tes langsung untuk mengetahui nilai kognitif dan keaktifan siswa. Sedangkan non tes untuk mengetahui nilai sikap siswa dalam keseharian. Teknik penilaian yang diterapkan dalam evaluasi hasil pembelajaran yang berdimensi pendidikan karakter SMAN I Palibelo kriteria baik.
Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Learning Cycle 7E dengan Scaffolding Nanik Susilowati; Rochmad Rochmad; Ani Rusilowati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berisi tentang beberapa konsep kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran learning cycle7Edengan scaffolding pada pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kritis adalah sebuah kemampuanyang membantu menafsirkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menyajikan materi secara logis dan berurutan. Beberapa indikator kemampuan berpikir kritis adalah Interpretasi yaitu memahami dan mengekspresikan arti atau signifikansi berbagai macam pengalaman, situasi, data, peristiwa, penilaian,konvensi, kepercayaan, aturan, prosedur, atau kriteria, Analisis yaitu mengidentifikasi hubungan inferensialantara pernyataan, pertanyaan, konsep, deskripsi, atau lainnya, yaitu Evaluasi berarti menilai kredibilitaspernyataan atau representasi deskripsi persepsi, pengalaman, situasi, penilaian, kepercayaan,atau opini untuk menilai secara logis, Inferensi berarti mengidentifikasi dan elemen yang diperlukan untuk menarik kesimpulan yang masuk akal, untuk membentuk dugaan dan hipotesis, Eksplanasi sebagai penjelasan yang dapat meyakinkan dan cara yang masuk akal hasil penalaran seseorang. Model pembelajaran Learning Cycle 7E adalah model konstruktivis yang menyediakan pembelajaran berbasis konsep. Model pembelajaran Learning Cycle 7E memotivasi peserta didik menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki untuk mengeksplorasi suatu subjek hingga membangun informasi baru. Scaffolding adalah bantuan yang memungkinkan peserta didik untuk mengelola tugas mandiri, dan bantuan untuk membawa peserta didik mencapai kompetensi dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Model pembelajaran Learning Cycle dengan Scaffolding dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pembelajaran Seni Multikultural Menghadapi Konstruksi Masyarakat 5.0 Pada Era Vuca Nuning Zaidah; M Jazuli; Darsono Darsono; Sunarto Sunarto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewujudkan pembelajaran seni multikultural adalah mengintegrasikan kemampuan fisik, intelektual, kreativitas, pertautan pembelajarandengan kebudayaan yang dinamis dan bermakna untuk dikelola menjadi sarana mewujudkan cita-cita nasional. Untuk menciptakan struktur dan proses kebudayaan secara fondamentaltidaklah mudah, dibuktikan sulitnya implementasi di lapangan, hal ini dibebabkan adanya jeratan kebiasaan masa lalu yang sulit berubah serta ketidaksiapan penanganan teknis dan praktis.Menyikapi dekade transformasi revolusi industri 4.0, Society 5.0 dan premis VUCA(Volatility, Uncertainity, Complexity, dan Ambiguity) berdampak positif terhadap individu dalam meminimalisir resiko dan peluang yang muncul, memberi kesempatan bagi pembelajaran seni untuk berinovasi berbeda dengan apa yang dialami manusia sebelumnya. Sebuah gagasan berorentasi dengan study kasus empirisyaitu menjelaskan fakta yang diperoleh selama penelitian untuk dianalisis dan diproses berdasarkan teori, dibeberapa lembaga pembelajaranseni.Metode diskriptif kualitatif perspektif fenomenologi bidang pembelajaranseni dan paradikmanya.Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan analisis komparatif.Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang kesadaran bersama dalam pengajara seni untuk mengubah pikiran negatif dan ketakutan terhadap perkembangan industri yang kian maraksekalipun masih bergerak dalam Revolusi Industri 4.0, tetapi tetap bergerak beradaptasi pada era Society 5.0 melampui VUCA terhadap paradikma seni.
Peran Hands On Activity pada Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Nur Ilmia Nisarohmah; Rochmad Rochmad; Isnaini Rosyida
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan sebuah ilmu pasti yang menjadi dasar dari ilmu lain, sehingga matematika salingberkaitan dengan ilmu lainnya. Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan dalam pembelajaranmatematika di sekolah adalah kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil PISA pada tahun 2015menunjukkan bahwa Indonesia berada peringkat 62 dari 72 negara artinya bahwa kemampuan literasi yangsalah satunya meliputi kemampuan komunikasi matematis khususnya di SMP masih rendah. Salah satu usaha untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis adalah dengan memberikan inovasi pembelajaran yang mendorong pengembangan kemampuan komunikasi matematis. TAI merupakan pembelajaran yang terdiri dari enam tahapan pembelajaran yaitu: placement test, teams, student creative, team study, team scorer and team recognition, teaching group, fact test, whole-class unit.Pembelajaran TAI ditambah dengan aktivitas-aktivitas dalam pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk hands on activity. Pembelajaran TAI dengan hands on activity akan terbentuk suatu penghayatan dan pengalaman untuk menetapkan suatu pengertian, kerena mampu membelajarkan secara bersama-sama kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik serta dapat memberikan penghayatan secara mendalam terhadap apa yang dipelajari, sehingga apa yang diperoleh oleh siswa tidak mudah dilupakan. Jadi, dari beberapa penjelasan tersebut jelas bahwa Hands on activity berperan untuk melihat kemampuan komunikasi matematis pada pembelajaran TAI.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Berdasarkan Teori Wallas pada Materi Geometri Kelas VIII Nur Livia Dewi Mashitoh; Y L Sukestiyarno; Wardono Wardono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki dan dikembangkan siswadalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk menghadapi tantangan abad 21. Penelitian inimenggunakan tahapan berpikir kreatif berdasarkan teori Wallas yang terdiri dari empat tahap yaituperencanaan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuanberpikir kreatif berdasarkan teori Wallas pada materi geometri kelas VIII. Metode yang digunakan dalampenelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa kelas VIII SMP Negeri 3Rembang yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes dan wawancara.Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik. Triangulasi teknik dalam penelitianini dilakukan dengan membandingkan hasil tes dengan data hasil wawancara subjek dan pencapaiannya. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian belum terbiasa melakukan tahapan berpikir kreatif Wallaskhususnya pada tahap inkubasi dan verifikasi.
Kesulitan Belajar dalam Pembelajaran Mata Kuliah Dasar Gerak Pencak Silat pada Mahasiswa PJKR di FIK UNY Nur Rohmah Muktiani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian diawali adanya keinginan untuk dapat mewujudkan pembelajaran dasar gerak pencaksilat yangberkualitas. Langkah awal adalah pentingnya memiliki data tentang analisis kebutuhan terutama mengenaifaktor kesulitan belajar yang akan menentukan proses dalam mendesain pembelajaran. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar dalam pembelajaran Dasar Gerak Pencaksilat padamahasiswa PJKR FIK UNY. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif menggunakan metode survey daninstrumen penelitian berupa angket. Validitas instrumen berdasarkan validitas konstruksi. Subyek penelitianadalah mahasiswa prodi PJKR sebanyak 103 mahasiswa. Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang sudahmengikuti perkuliahan Dasar gerak pencak silat. Teknik Analisis data menggunakan analisis diskriptif dalambentuk persentase. Hasil penelitian bahwa mahasiswa merasa kesulitan belajar yang bersumber dari faktormateri yakni tentang peraturan pertandingan (63.10%) dan jurus baku(50,63%), bersumber dari faktor dirisendiri(27,53%) karena tidak memiliki keterampilan awal(57.28%) dan keterampilanberbahasa/komunikasi(31.06%), bersumber dari faktor Dosen(12,06%) karena faktor kuranginteraksi(23.30%) dan tugas-tugas pembelajaran (16.50%), dan bersumber dari faktor lingkungan (9,78%)karena faktor alat (46.60%) dan tempat/hall (33.00).
Sertifikasi Kompetensi sebagai Upaya Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Lulusan Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang di Era Disrupsi Nur Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era disrupsi sekarang ini menuntut perguruan tinggi vokasi menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Sejalan dengan itu Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi negeri di bidang transportasi laut memandang perlu untuk menghasilkan lulusan dengan standar dan kompetensi yang diakui dalam bentuk sertifikat kompetensi. Sertifikat ini diperoleh melalui proses assesmentsebagai rangkaian kegiatan pembuktian terhadap bidang pekerjaan yang digeluti oleh seorang assessor kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan dilaksanakan di Lembaga Sertifikasi Profesi sehingga mereka memiliki keunggulan kompetitif untuk bisa menang dalam persaingan pasar tenaga kerja di dalam maupun di luar negeri. Sertifikat kompetensi ini dapat pula digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan pekerjaan tertentu.

Page 4 of 18 | Total Record : 171