Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles
171 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1 (2019)"
:
171 Documents
clear
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Langkah Polya
Risma Astutiani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika dalammenyelesaikan soal cerita pada materi program linear. Terdapat beberapa langkah dalam memecahkan masalahmatematika. Menurut Polya (1973: 5), terdapat empat langkah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikanmasalah, yaitu (1) memahami masalah; (2) perencanaan pemecahan masalah; (3) melaksanakan perencanaanpemecahan masalah; dan (4) melihat kembali kelengkapan pemecahan masalah. Subjek penelitian terdiri 5siswa yang dipilih secara acak dari 44 siswa pada kelas XI IPA Keterampilan Operasi Komputer di MAN 2Banjarnegara. Pemilihan acak tersebut yaitu satu anak yang belum bisa menyelesaikan masalah matematikasesuai langkah Polya, dan masing-masing satu anak mewakili setiap langkah Polya. Pengumpulan data adalahter tertulis, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data adalah deskripif presentase. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat 1 siswa atau dari jumlah siswa tidak dapat menyelesaikan masalah matematikasesuai langkah Polya, 9 atau siswa yang dapat menyelesaikan masalah sesuai langkah Polya sampailangkah kesatu, 19 atau siswa yang dapat menyelesaikan masalah sesuai langkah Polya sampai langkahkedua, 14 atau anak yang dapat menyelesaikan masalah sesuai langkah Polya sampai langkah ketiga,dan 1 atau anak yang dapat menyelesaikan masalah sesuai langkah Polya sampai langkah keempat ataumengerjakan secara lengkap dan benar.
Identifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis pada Soal Open-Ended
Rizka Maullaydia Kusuma Dewi;
Rochmad Rochmad;
Dwijanto Dwijanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada soal open-endedkelas VII di SMP Negeri 3 Temanggung. Subyek di ambil dari siswa dengan kategori kemampuan matematikatinggi (S1), sedang (S2) dan rendah (S3) pada kelas VII D. Teknik pengumpulan data dalam penelitian iniadalah dengan menggunakan metode tes, think aloud, dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengantriangulasi teknik yaitu dengan membandingkan data hasil tes, think aloud, dan wawancara. Teknik analisisdata dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitiandiperoleh bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi (S1) memenuhi tiga aspek berfikir kreatif yaitufluency, flexibility, serta elaboration sedangkan untuk aspek originality (S1) belum memenuhi karenaketidakyakinan dalam menjawab soal. Pada siswa dengan kemampuan matematika sedang (S2) siswa hanyamampu memenuhi dua aspek berfikir kreatif yaitu fluencydanflexibility setelah dilakukan upaya pendalaman(S2) belum terbiasa dengan soal-soal open ended. Sedangkan untuk (S3) siswa dengan kemampuanmatematika rendah tidakmememenuhikeempataspekberpikirkreatif. Berdasarkan data yang diperoleh, masihrendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII dikarenakan sekolah tidak membiasakanpembelajarandengan soal open-ended untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
Persepsi Guru Terhadap Penggunaan Socrative Sebagai Media Penilaian Interaktif
Sri Wahyuni;
Jan Mujiyanto;
Dwi Rukmini;
Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pesatnya perkembangan teknologi di dunia pendidikan hendaknya disambut baik oleh guru dan dijadikanpendorong untuk mengadopsi teknologi bagi kepentingan pembelajaran. Dengan memanfaatkan teknologiguru akan mampu memfasilitasi pembelajaran bermakna bagi siswa. Teknologi dapat dioptimalkan untukmembantu guru pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Dalam tahap penilaian gurudapat memanfaatkan berbagai macam aplikasi pembelajaran, salah satunya adalah Socrative. AplikasiSocrative merupakan Web-based Student Responsive System (WSRS) yang dapat digunakan sebagai mediapembelajaran di kelas dan memfasilitasi guru semua mata pelajaran mendesain instrumen penilaian interaktif.Artikel ini focus mengeksplorasi pengalaman para guru setelah mengikuti pelatihan Socrative untukmendesain dan menjalankan instrumen penilaian. Oleh karena itu pendekatan deskriptif kualitatif dengan studikasus dipilih sebagai desain penelitian. Studi ini melibatkan 30 guru mata pelajaran pada sebuah SMPN dikota Semarang. Sesudah pelatihan Socrative, para guru memperoleh pengalaman yang menarik dan meresponpositif penggunaan aplikasi Socrative. Selain itu, mereka berpendapat bahwa kompetensi pedagogi terkaitpenggunaan teknologi juga meningkat. Hal ini dibuktikan para guru mampu mendesain instrumen penilaianberbasis aplikasi Socrative dan menjalankannya di kelas.
Peningkatan Hasil Belajar Pada Kompetensi Dasar Memahami Peraturan Perundang-Undangan Dalam Sistem Hukum Indonesia Melalui Permainan Tradisional „Ular Naga‟ Pada Peserta Didik Kelas VIII Mts Negeri 3 Demak
Ahmadun Ahmadun
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dalam penelitian ini merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran PPKn denganmenggunakan model pembelajaran permainan tradisional „Ular Naga‟; dan peningkatan hasil belajar padapeserta didik. Metode yang dilakukan pada Tahap awal dilakukan tes berupa pretes sebagai tahap pra siklus.Tahapan dilakukan dengan Siklus 1 dan siklus 2. Tahapan Siklus 1, peserta didik diberikan materi tentangperaturan perundang-undangan dalam system hukum Indonesia. Setelah itu, siswa diberikan postes tahap 1untuk mengukur hasil tes siswa. Tahapan siklus 2 siswa diberikan materi tentang tata urutan dan prosespembuatan peraturan perundang-undangan dengan teknik permainan tradisional „Ular Naga‟. Siklus 2diberikan postes. Instrumen yang digunakan dalam pembelajaran adalah lembar soal, dan lembar observasidengan permainan tradisional „Ular Naga‟. Hasil penelitian dapat dilihat adanya peningkatan nilai rata-ratadari siklus 1 dan siklus 2 sebesar 21.25%. PPKn dengan menggunakan model pembelajaran permainantradisional „Ular Naga‟ dapat dilaksanakan dengan mudah, efektif, efisien dan menyenangkan, melibatkansiswa secara nyata dan langsung dalam mempelajari materi, sehingga siswa tanpa disadari peserta didik dapatbermain sambil belajar. Simpulan dengan menggunakan model pembelajaran permainan tradisional „UlarNaga‟ sebagai upaya meningkatkan hasil belajar dan antusiasme dalam proses pembelajaran.
Pemarkah Leksikal Imperatif Bahasa Indonesia dan Jawa: Studi Kontrastif Pemerolehan Bahasa Jawa Pada Santri Pondok Pesantren Al-Idrus
Ida Zulaeha;
Fika Purnamasari;
Ahmad Syaifudin;
Suratno Suratno
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan membandingkan pemarkah imperatif bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan teoretis kontrastif dan metodologis deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak dan teknik dasar sadapdengan teknik lanjutan yaitu teknik catat dan teknik rekam. Metode analisis data yang digunakan dalampenelitian ini yaitu metode padan intralingual dan padan referensial dengan teknik dasar PUP. Hasil penelitianmenunjukkan pemarkah imperatif berkategori leksikal bahasa Indonesia secara formatif ditemukan satu wujudyaitu berwujud kata. Adapun pemarkah imperatif berkategori leksikal bahasa Jawa secara formatif ditemukandua wujud yaitu berwujud kata dan frasa. Berdasarkan wujudnya pemarkah imperatif berkategori leksikalbahasa Indonesia dan bahasa Jawa ditemukan tujuh persamaan dan lima perbedaan.
Feminisme dalam Novel Belenggu Karya Armijn Pane
Sumartini Sumartini
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persoalan perempuan sudah sejak lama menjadi salah satu topik yang disajikan pengarang dalam karyasastranya. Novel Belenggu merupakan salah satu karya sastra yang isinya sudah membicarakan persoalanperempuan. Walaupun novel ini sudah diterbitkan puluhan tahun yang lalu, namun isinya masih sangat relevandengan permasalahan perempuan yang berkembang sangat pesat sampai dengan saat ini. Berkaitan dengan haltersebut, penulis ingin menguraikan bagaimana gambaran pemikiran perempuan di masa lalu yang ada dalamnovel Belenggu.Pisau bedah yang digunakan untuk mengkaji novel ini adalah kritik sastra feminis. Dari hasil kajian terhadapnovel ini diperoleh hasil bahwa perempuan di masa lalu sudah berfikir maju dan ingin mempunyai hak yangsetara laki-laki. Hal ini dibuktikan oleh pemikiran tokoh Tini yang berbeda pemikirannya dengan pemikirankaum perempuan dan masyarakat pada umumnya.
Pengajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal di Universitas Muria Kudus
Ristiyani Ristiyani;
Eko Widianto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sesuai dengan visi untuk menjadi universitas unggul berbasis kearifan lokal berdaya saing global, maka hadir Unit BIPA diUniversitas Muria Kudus. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)yang dilaksanakan oleh Unit BIPA Universitas Muria Kudus berbasis kearifan lokal. Adapun metode penelitian yangdigunakan adalah penelitian autoetnografi. Berdasarkan hasil penelitian, pengajaran bahasa Indonesia berbasis kearifanlokal tampak dalam kurikulum pembejaran yang diterapkan. Bahan ajar yang disampaikan bermuatan tema makanan,pekerjaan, tempat wisata, tempat bersejarah, kesenian tradisional, permainan tradisioanal, dan aktivitas sehari-hari yangdilakukan oleh sekitar Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.
Mathematics Anxiety Dan Pengaruhnya Terhadap Self Efficacy Siswa SMP
Mellawaty Mellawaty;
Y. L. Sukestiyarno;
Isnarto Isnarto;
Nur Karomah Dwidayati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk menyelidiki pengaruh faktor Mathematics Anxiety terhadap SelfEfficacy siswa SMP kelas VIII dalam Matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah Math Anxiety Opinionnaire (MARS) yangdikembangkan oleh Richardson dan Suinn (1972). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mathematics Anxietymempunyai pengaruh terhadap Self Efficacy. Dan besarnya pengaruh Mathematics Anxiety terhadap SelfEfficacy sebesar sebesar 41,8% dan sisanya 58,2% dari faktor lain selain Mathematics Anxiety.
Peran Pendidikan Seni Di Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0
Indar Sabri
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran pendidikan seni dalam meningkatkan keterampilanberpikir kritis, konstruktif dan inovatif pada era society 5.0 untuk revolusi industri 4.0. Metode yangdigunakan adalah kajian kepustakaan yaitu menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasilpenelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya. Peran pendidikan seni tidak hanya dalam konteks mikro(sekolah dan pergruan tinggi), tetapi juga dalam konteks makro, yakni masyarakat yang merupakan luaran darilembaga-lembaga pendidikan. Oleh karena itu pendidikan seni harus bisa menjawab berbagai macampersoalan yang berhubungan dengan masyarakat. Belum selesai dengan isu Revolusi Industri 4.0, kinimasyarakat dihadapkan kembali dengan isu society 5.0 (masyarakat 5.0) yaitu masyarakat, benda dan segalatatanan sosial yang ada terintegrasi dengan dunia maya. Pendidikan seni menjadi salah satu elemen yangsangat penting bagi masyarakat dalam menghadapi era yang terus berubah. Melalui pendidikan seni ini pesertadidik diberikan layanan secara optimal dalam hal meningkatkan keterampilan berpikir kritis, konstruktif daninovatif.
Pengembangan Sumber Daya Calon Guru PAUD Profesional: Masalah dan Tantangan Program Studi PG PAUD pada Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0
Edi Waluyo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan sumber daya manusia dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dan bila tidak ditanganidengan serius akan berdampak pada kualitas pendidikan yang rendah. Hal ini karena calon guru PAUDmerupakan instrumen utama untuk mencapai tujuan pendidikan dan mencapai pada pembangunan nasional.Program studi pendidikan anak usia dini pada perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 396 pada tahun 2019.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pendidikan selama dikampus baik pada matakuliah teori dan praktik untuk melahirkan guru PAUD professional, yang dilaksanakan pada perguruan tinggi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangan sumber daya calon guru pendidikan anak usia diniprofessional: dikaji dari masalah dan tantangan pada program studi PAUD di perguruan tinggi. Metodepenelitian mengunakan desain penelitian survey dengan alat pengumpul data google form sebagai alat bantudalam pengumpulan data yang banyak dan luas. Hasil penelitian pada program studi pendidikan anak usia ini,masih ditemukan adanya masalah yang dihadapi selama perkuliahan belum adanya standarisasi pendidikanberkualitas yang harus diperbarui untuk memenuhi perubahan sosial yang cepat di masyarakat kita saat ini,sedangkan tantangan pendidikan harus dibuat menarik dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi calonguru, dan perhatian yang lebih banyak dari pemerintah sangat diperlukan untuk sektor pendidikan anak usiadini melalui peningkatan professional calon guru PAUD dapat menjadi dasar bagi kemajuan semua sektordalam masyarakat. Simpulan penelitian ini program studi harus mengembangkan sumber daya calon guruPAUD Profesional, sehingga masalah dapat diselesaikan dan tantangan program studi PAUD dapat dihadapidi Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0