cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 211 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 211 Documents clear
Pengaruh Gaya Kognitif dan Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa N. Adiastuty; S. B. Waluya; Junaedi Junaedi; Masrukan Masrukan; C. M. Putri
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh gaya kognitif dan gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ex post facto dengan desain penelitian adalah desain two factorial. Penelitian ini dilakukan di kelas X SMK Pertiwi Kuningan tahun pelajaran 2019/2020 dengan subjek penelitian berjumlah 49 siswa pada dua kelas. Satu kelas sebagai kelas laki-laki terdiri dari 23 siswa dan satu kelas lainnya sebagai kelas perempuan terdiri dari 26 siswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan tes uji GEFT (Group Embedded Figure Test). Data dianalisis menggunakan uji two way anova. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa dengan gaya kognitif field dependent dan field independent, 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, 3) Tidak terdapat interaksi faktor gaya kognitif dengan faktor gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Abstract. The purpose of this research is to see whether there is effect of cognitive style and gender on student’s mathematical creative thinking skills. This research used ex post facto method with the research design was a two factorial. This research was conducted in class X SMK Pertiwi Kuningan school year 2019/2020 with research subjects totaling 49 students in both classes. One class as a male class consisting of 23 student and one other class as a female class consisting of 26 student which used by proportionate stratified random sampling tecnique. Data collection using test instruments for creative thinking skills and GEFT test (Group Embedded Figure Test). The analysis used two-way anova test. The conclution in this research is 1) There are differences in the ability to think creatively between students with cognitive style field dependent and field independent, 2) There is no difference in the ability to think creatively between male and female student, 3) There is no interaction between cognitive style factors and gender factors on student’s creative thinking skills.
Efektifitas Penguasaan Guru dalam Teknologi Terhadap Pencapaian Siswa di Kelas pada Pengajaran Daring Nurfisi Arriyani; Rudi Hartono; Sri Wuli Fitriati; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Dengan adanya penutupan sekolah secara mendadak akibat Covid-19 sejak awal 2020, membuat para guru tidak punya pilihan selain melakukan pembelajaran jarak jauh. Dalam hal TEFL, jenis pembelajaran ini menuntut guru untuk berusaha lebih giat dalam mengajar karena mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing memiliki tantangan tersendiri sedangkan bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu mata pelajaran tersulit setelah matematika dan IPA. Oleh karena itu, dalam pembelajaran jarak jauh, para guru tersebut perlu memikirkan untuk menemukan strategi yang tepat dan efektif untuk mengemas mata pelajaran yang diajarkan sedemikian rupa agar tersampaikan dengan baik melalui bantuan teknologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut apakah pembelajaran jarak jauh yang dilakukan guru sudah efektif atau tidak terhadap prestasi belajar siswa. Pembahasan hanya terbatas pada pengetahuan teknologi guru yang diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh. Abstract. The sudden school closures due to Covid-19 since early 2020 has been offering teachers no option but conducting distance learning. In terms of TEFL, this type of learning requires teachers to put their efforts more since teaching English to non-English students has its own challenging whereas English is considered as one of most difficult subjects after mathematics and sciences. Therefore, in distance learning, these teachers need to think of finding appropriate and effective strategy to pack the subject taught in such a way to be well delivered through technology. Thus, this study was held to investigate further whether or not distance learning held by the teachers was effective with regard to students’ achievement. The discussion was limited to teachers’ technological knowledge applied in distance learning.
Pengetahuan Mahasiswa Calon Konselor pada Layanan Konseling Multikultural Nurmawati, Mungin Eddy Wibowo, Sugiyo, Sunawan Nurmawati Nurmawati; Mungin Eddy Wibowo; Sugiyo Sugiyo; Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Setiap individu memiliki budaya yang dapat membentuk kebiasaan berakhlak atau berperilaku. Proses pelaksanaan konseling masih banyak konselor yang hanya menitik beratkan pada aspek-aspek psikologis dalam pemberian proses konseling tanpa menitikberatkan konseling multicultural. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat pengetahuan calon konselor pada pemahaman layanan konseling multikultural dengan metode deskriptif pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data SPSS. Berdasarkan hasil tingkat pemahaman calon konselor terhadap pemberian layanan konseling multicultural berada pada kategori rendah sebesar 51.5% dengan indicator kesadaran diri kategori rendah sebesar 39.2%, kesadaran budaya kategori rendah 40.2%, kesadaran akan rasisme, seksisme dan kategori rendah 37.1%, kesadaran akan perbedaan individu kategori rendah sebesar 34.0%, kesadaran akan budaya-budaya lain kategori rendah sebesar 49.5%, kesadaran akan keanekaragaman kategori sangat rendah sebesar 38.1%, keterampilan akan teknik-teknik konseling kategori tinggi sebesar 41.2%. Abstract. Every individual has a culture that can form habits of character or behavior. The process of implementing counseling is still a lot of counselors who only focus on psychological aspects in providing the counseling process without focusing on multicultural counseling. This study aims to see the level of knowledge of prospective counselors on understanding multicultural counseling services with a descriptive quantitative approach with SPSS data processing. Based on the results, the level of understanding of prospective counselors towards the provision of multicultural counseling services is in the low category of 51.5% with indicators of self-awareness in the low category of 39.2%, cultural awareness in the low category of 40.2%, awareness of racism, sexism and low category 37.1%, awareness of individual differences low category by 34.0%.
Integrasi Literasi Numerasi dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Nurya Maulida Husna; Isnarto Isnarto; Amin Suyitno; Ali Shodiqin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. The use of new educational approaches and technologies can be beneficial in and core competencies in education. Numerical Literacy provides students with an effective learning environment to improve math and other 21st century skills. This study aims to explore and synthesize the best application of numeracy literacy in learning mathematics and increasing 21st century mathematics competence. The research method chosen in this study is a systematic literature study. There are several studies related to numeracy literacy in mathematics learning to improve 21st century mathematical competence. The search for relevant databases was carried out in studies published from 2018 to 2022 which examined numeracy literacy and 21st century mathematical competence in formal education. Based on the results of the systematic literature produced that mathematical literacy in learning mathematics must pay attention to the content of the lesson, the method of learning must be problem and project based, and learning must be cooperative. In addition, numeracy literacy in mathematics learning can improve 21st century mathematical competence, especially in solving problems. Abstract. Penggunaan pendekatan pendidikan baru dan teknologi dapat bermanfaat dalam dan kompetensi utama dalam pendidikan. Literasi Numerasi memfasilitasi siswa dengan lingkungan belajar yang efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika dan keterampilan abad 21 lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membuat sintesa mengenai penerapan literasi numerasi terbaik dalam pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap kompetensi matematika abad 21. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang sistematis. Ada beberapa penelitian yang berkaitan dengan literasi numerasi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kompetensi matematika abad 21, Pencarian data base yang relevan dilakukan pada studi yang diterbitkan tahun 2018 sampai dengan 2022 yang mengkaji tentang literasi numerasi dan kompetensi matematika abad 21 pada pendidikan formal. Berdasarkan hasil tinjauan sistematik literatur dihasilkan bahwa literasi matematika dalam pembelajaran matematika harus memperhatikan isi pelajaran, metode yang digunakan dalam pembelajaran harus berbasis masalah dan project, serta pembelajaran harus bersifat kooperatif. Selain itu, literasi numerasi dalam pembelajaran matematika cenderung dapat meningkatkan kompetensi matematika abad 21 terutama dalam menyelesaikan masalah.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Gender dan Self-Efficacy Matematika Siswa Dalam Mengerjakan Soal Framework PISA Nuryadi Nuryadi; Y. L. Sukestiyarno; Hardi Suyitno; Iqbal Kharisudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan pengaruh kemampuan berpikir kritis dalam mengerjakan soal framework PISA Geometri khususnya bangun ruang sisi datar ditinjau dari gender dan self-efficacy. Soal-soal matematika framework PISA (Programme for International Student Assessment) digunakan karena lebih dominan mengukur penalaran, pemecahan masalah, dan berargumentasi. Metode penelitian yang digunakan Ex-Post Facto dengan pendekatan kuantitatif artinya data penelitian ini mengukur kemampuan berpikir kritis dan tingkat self-efficacy matematika siswa, sedangkan gender sudah jelas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Ma’arif Kalibawang Kabupaten Kulon Progo yang berjumlah 76 siswa. Pengambilan sampel merujuk pada teori Rascoe dengan teknik simple random sampling berjumlah 34 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 17 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket self-efficacy dan soal tes. Adapun soal tes framework PISA bersifat uraian sebanyak 2 soal digunakan untuk mengukur aspek kemampuan berpikir kritis meliputi elementary clarification, the basis for the decisions, Inference, advances clarification, dan set strategy, tactic, and reflection. Analisis data menggunakan two-way anova untuk menguji perbedaan antar variable menggunakan bantuan software SPPSS 21, sedangkan analisis jalur untuk mengkaji pola pengaruh antar variable kemampuan berpikir kritis, self-efficacy dan gender menggunakan regression linear analysis berbantuan software SPSS 21. Analisis hasil dan pembahasan pada penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari gender (jenis kelamin) dan tingkat self-efficacy matematika siswa baik tinggi, sedang maupun rendah; dan (2) ada pengaruh positif self-efficacy matematika siswa terhadap kemampuan berpikir kritis, sedangkan gender mempunyai pengaruh negative terhadap kemampuan berpikir kritis. Abstract. The purpose of this research is to analyze the differences and the impact of critical thinking skills in working on the problem PISA Geometry framework in particular to build a flat side space in terms of gender and self-efficacy. The PISA (Program for International Student Assessment) framework mathematics questions are used because they are more dominant in measuring reasoning, problem-solving, and arguing. The research method used is Ex-Post Facto with a quantitative approach, meaning that the research data measures critical thinking skills and the level of students' mathematical self-efficacy, while gender is clear. The population in this study were all eighth-grade students of SMP Ma'arif Kalibawang, Kulon Progo Regency, totaling 76 students. Sampling refers to Rascoe's theory with a simple random sampling technique totaling 34 students consisting of 17 males and 17 females. Data collection techniques using self-efficacy questionnaires and test questions. The PISA framework test questions are descriptive as many as 2 questions are used to measure aspects of critical thinking skills including elementary clarification, the basis for the decisions, Inference, advanced clarification, and set strategy, tactics, and reflection. Data analysis used two-way ANOVA to test the differences between variables using SPSS 21 software, while path analysis to examine the pattern of influence between variables of critical thinking ability, self-efficacy and gender used regression linear analysis assisted by SPSS 21 software. Analysis of results and discussion on This study shows that: (1) there are differences in critical thinking skills in terms of gender (gender) and students' mathematics self-efficacy levels, both high, medium and low; and (2) there is a positive effect of students' mathematical self-efficacy on critical thinking skills, while gender has a negative influence on critical thinking skills. Keywords: critical thinking ability; gender; self-efficacy.
Kajian Qualitative Meta-Analysis Belajar dan Pembelajaran Bahasa Inggris di Pesantren Nuskhan Abid
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pesantren merupakan salah satu Lembaga non-formal keagamaan di Indonesia. Selain kajian keagamaan, pesantren juga memberikan kesempatan untuk belajar ilmu umum bagi para santri. Artikel ini ingin menunjukkan sebuah bukti bahwa kajian belajar dan pembelajaran Bahasa Inggris telah dilakukan oleh para peneliti dalam sepuluh tahun terakhir. Selain itu artikel ini untuk mengidentifikasi tren penelitian belajar dan pembelajaran Bahasa Inggris di pesantren. Menggunakan metode kualitatif meta-analysis artikel ini menganalisis artikel yang terbit dalam kurun waktu 2012-2022. Hasilnya adalah fokus penelitian yang dilakukan adalah tentang proses belajar pembelajaran, pengembangan perangkat mengajar, tantangan dan hambatan pembelajaran Bahasa Inggris di pesantren, persepsi pemangku kebijakan, dan yang terakhir adalah terkait dengan fenomena rendahnya minat belajar Bahasa Inggris para santri. Artikel ini memberikan beberapa rekomendasi bagi kajian di masa depan terkait dengan penggunaan metode penelitian yang berbeda, lokasi penelitian yang lebih luas, pelibatan partisipan, sampai dengan kolaborasi antar akademisi yang berasal dari universitas Islam dan universitan non-Islam.Abstract: Pesantren is one of the non-formal religious institutions in Indonesia. In addition to religious studies, Islamic boarding schools also provide students opportunities to study general knowledge. This article wants to show evidence that researchers have studied learning and learning English in the last ten years. In addition, this article is to identify research trends in learning and learning English in Islamic boarding schools. The method used a qualitative meta-analysis, and this article analyzes articles published from 2012-2022. The result is that the research focuses on the learning process, development of teaching tools, challenges, and barriers to learning English in Islamic boarding schools, perceptions of policymakers, and the phenomenon of the low interest in learning English among students. This article provides several recommendations for future studies on using different research methods, more expansive research locations, involving participants, and collaboration between academics from Islamic and non-Islamic universities.
Ideologi Maskulinitas dalam Pewarisan Tari Baris di Desa Adat Batur Bali Pande Putu Yogi Arista Pratama; Muhammad Jazuli; I Wayan Adnyana; Agus Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Konstelasi posisi kesenian begitu juga kebudayaan, tampaknya tidak akan pernah berhenti melainkan terus berkembang. Ideologi para seniman sebagai sebuah reaksi atas fenomena kebudayaan dalam arti luas pada akhirnya akan memberikan implikasi kepada kesadaran ekspresi berkeseniannya. Karakteristik ketradisian sebagai sebuah ekspresi kolektif suatu masyarakat kemudian terus diuji. Fenomena ini tampak jelas pada kesenian tari Baris di Desa Adat Batur, dengan sistem patriarki yang dianut oleh masyarakatnya menjadikan laki-laki sebagai unjung tombak untuk menjawab tantangan atas wacana pewarisan nilai tradisi kepada generasi penerusnya. Tulisan ini berisi pembahasan secara menyeluruh terkait, (1) bentuk dan struktur pertunjukan tari Baris; dan (2) hegemoni maskulinitas sebagai keyakinan ideologis dalam pewarisan tari Baris. Data yang tersaji dalam tulisan ini bersumber pada data primer yang diperoleh dari hasil pengamatan kemudian memperdalamnya dengan wawancara kepada narasumber, serta data sekunder diperoleh dari kumpulan buku, jurnal, maupun artikel terkait tari Baris dari penelitian terdahulu. Data yang telah terkumpul kemudian di analisis melalui tahapan reduksi data, display data, dan verifikasi data sebelum disimpulkan. Guna teoritis pada perspektif akademis, maka diharapkan tulisan ini dapat mereposisi, merekonstruksi, menginterpretasi, pewarisan tari baris yang terjadi pada masyarakat Desa Adat Batur melalui hegemoni maskulinitas sebagai keyakinan ideologis masyarakat. Abstract. The constellation of the position of art and culture will never stop developing but will continue to grow. The ideology of the artists as a reaction to cultural phenomena in a broad sense will ultimately respond to their expressions. The characteristics of tradition as a collective expression of society continue to be tested. This phenomenon is evident in the art of Baris dance in the Batur Traditional Village, where the patriarchal system adopted by the community makes men the spearhead to answer the challenges of the discourse of inheriting values to future generations. This paper contains a thorough discussion regarding (1) the form and structure of the Baris dance performance; and (2) hegemonic masculinity as an ideological belief in the inheritance of Baris dance. The data presented in this paper is sourced from primary data obtained from observations and then deepened by interviewing sources, as well as secondary data obtained from a collection of books, journals, and articles related to Baris from previous research. The data that has been collected is then tested for validity through data reduction, data display, and data leveraging before keywords. For theoretical purposes from an academic perspective, it is hoped that this paper can reposition, reconstruct, interpret, and inherit the line dance that occurs in the Batur Traditional Village community through the hegemony of masculinity as an ideological belief of the community.
Proses Pemeranan Teater dalam Hubungannya antara Konsep Diri dengan Kepercayaan Diri sebagai Bentuk Capacity Building pada Lembaga Teater Kampus Prusdianto Prusdianto; Chendy Ariswan Latief; Muhammad Jazuli; Agus Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Capacity building berupaya untuk memperkuat kapasitas lokal yang ada dimana peningkatan kapasitas dan penyelarasan minat memiliki pengaruh yang patut diperhatikan pada kinerja. Salah satu bentuk kegiatan yang mengikutsertakan kepercayaan diri dan kosep diri adalah teater. Penelitian ini berfokus terhadap masalah kepercayaan diri pada pemeran teater. Beragam hal terdapat dalam menumbuhkan rasa percaya diri tersebut, kemudian ditentukan oleh konsep diri. Dengan demikian penelitian ini menjurus pada keterhubungan antara percaya diri dengan konsep diri terhadap pemeran teater sebagai bentuk capacity building. Metode penelitian yang digunakan menggunakan kuantitafif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif korelasi untuk mengetahui tentang keterkaitan antara percaya diri dengan konsep diri terhadap anggota Teater Kampus FSD UNM dalam proses pemeranan sebagai bentuk capacity building. Berdasarkan penelitian dan hasil analisis yang telah dilaksanakan terhadap keterhubungan antara kepercayaan diri dengan kosep diri yang dilakukan terhadap anggota Teater Kampus FSD UNM dalam pemeranan sebagai bentuk capacity building ditunjukkan korelasi, yakni 0,639 dengan level signifikasi (p) senilai 0,000. Hal ini menggambarkan terbentuknya korelasi yang positif atau signifikan pada dua variabel. Adapun 41% adalah nilai koefisien deteminasi yang positif terhadap hubungan antara kepercayaan diri dan konsep diri kemudian sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Dapat disimpulkan bahwa proses pemeranan teater yang dilakukan oleh anggota Teater Kampus FSD UNM bentuk capacity building yang memiliki hubungan positif antara kepercayaan diri dengan konsep diri sebagai bentuk capacity building. Abstract. Capacity building seeks to strengthen existing local capacities where capacity building and interest alignment have a noteworthy influence on performance. One form of activity that includes self-confidence and self-concept is theater. This study focuses on the problem of self-confidence in theater actors. The various things that are involved in fostering this self-confidence are then determined by the self-concept. Thus, this research leads to the connection between self-confidence and self-concept of the actor as a form of capacity building. The research method used is quantitative with the type of research that is descriptive correlation to find out about the relationship between self-confidence and self-concept of members of the UNM FSD Campus Theater in the process of acting as a form of capacity building. Based on research and analysis results that have been carried out on the relationship between self-confidence and self-concept conducted on members of the FSD UNM Campus Theater in the role as a form of capacity building, the correlation is shown, namely 0.639 with a significance level (p) of 0.000. This illustrates the formation of a positive or significant correlation on the two variables. The 41% is a positive coefficient of determination on the relationship between self-confidence and self-concept then influenced by other factors. It can be said that the theater trust process carried out by members of the FSD UNM Campus Theater is a form of capacity building which has a positive relationship with self-concept as a form of capacity building.
Stimulasi Keterampilan HOTs dalam PAUD melalui Loose Parts Puji Riyanto; Rofiatun Rofiatun
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Indikasivkeberhasilan meningkatkanvsumber daya manusiavdalam bidangvpendidikan sesuai kebutuhanvabad 21 adalahvmunculnya kemampuanvberpikir tingkat tinggivatau HOTSv (Higher Order ThinkingvSkills). Artikel yang saya buat ini memilikivtujuan untuk memaparkanvbagaimana menjawab tantanganvperkembangan ilmuvpengetahuan dan teknologivyang semakin berkembangvpesat dengan mempersiapkanvlulusan anak didikvuntuk terus majuvdan berkembang denganvharapkan memilikivketrampilan abad 21vtermasuk di dalamnyavanak usiavdini. HOTSvmenyiapkan anakvusia dini memilikivketrampilan berpikirvkritis, vkreatif, problemvsolving dan prosesvmembuat keputusan. Inilahvyang kemudianvmenjadi tantangan bagimanavcara mengembangkanvHOTs padavanak usia dinivdengan mediavloose parts. Pemilihan mediavloose partsvmerupakan salah satuvmedia yang diperolehvdari lingkunganvterdekat anak sehinggavsangat mudah dijumpaivtanpa harus mengeluarkanvbiaya yang mahalvtetapi memfasilitasivanak untukvmenuangkan kreativitas denganvmenggunakan benda materialvbebas sehinggavanak memilikivkebebasan bereksperimenvdan bereksplorasi. Dalamvpenulisan ini, metodevyang saya gunakanvadalah studyvliteratur sehingga datavsaya ambil darivjurnal, bukuvdan penelitian yangvrelevan. Loosevparts memotivasivdan menstimulasi keingintahuanvdengan memberikanvmotivasi kepada anakvuntuk mengembangkanvketerampilan HOTs sepertivbelajar pemecahanvmasalah, kerjasama, vkemandirian, pembelajaranvberbasis proyek, vberbasis tantangan danvpenelitian sederhana. HOTsvdan STEAM mampuvuntuk melengkapi, vmembekali dan meningkatkanvkemampuan berpikirvkritis, kreatif, vkemampuan pemecahanvmasalah bahkan dalamvbelajar membuatvkeputusan padavanak usia dini Abstract. An indication of success in improving human resources in the field of education according to the needs of the 21st century is thevability to think at a highvlevel of HOTSv (Higher OrdervThinking Skills). This article aims to explain how to answer the challenges of the increasingly rapid development of science and technology by preparing graduate students to continue to advance and develop with the hope of having 21st century skills, including early childhood. HOTs prepare early childhood to have critical thinking skills, creative thinking, problem solving and decision making. This then becomes a challenge how to develop HOTs in early childhood with loose parts media. The selection of loose parts media is also one that is obtained from the child's closest environment. It is very easy to find in the natural environment without spending money but provides a place for children to express creativity in using free material objects so that children have the freedom to experiment and explore. In this paper, the method used is a literature study where the data are taken from relevant journals, books and research. Loose parts are able to stimulate curiosity by motivating children to develop HOTs skills such as problemvsolving, collaboration, vindependent learning, vproject-basedvlearning, challengevbased learning andvresearch. HOTs and STEAMvare able to complement, equip and improve critical thinking skills, creative thinking, problem solving skills even in making decisions in early childhood.
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Teori Graf Berdasarkan Prosedur Newman Puput Suriyah; S. B. Waluya; Dwijanto Dwijanto; Isnaini Rosyida
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal teori graf berdasarkan Prosedur Newman. Kesalahan peserta didik dapat diketahui dari penelitian ini berdasarkan prosedur Newman, sehingga ke depan bisa diberikan treatment yang tepat dari tipe kesalahan tersebut dan harapannya tidak diulangi kembali oleh peserta didik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes dan dilengkapi pedoman wawancara. Prosedur Newman digunakan untuk menganalisis hasil tes, dilanjutkan wawancara terhadap beberapa peserta didik dari hasil tes. Kesimpulannya banyak peserta didik yang melakukan kesalahan tipe encoding yaitu kesalahan yang dilakukan ketika proses transformasi maupun kesalahan proses. Abstract. The purpose of this study was to describe student errors in solving graph theory problems based on the Newman procedure. Students' errors can be identified from this study based on the Newman procedure so that in the future the appropriate treatment can be given for this type of error and hopefully it will not be repeated by students. This research was a descriptive qualitative research type. The instrument used is a test and is equipped with an interview guide. The Newman procedure was used to analyze the test results, followed by interviews with several students from the test results. In conclusion, many students made encoding errors, namely errors made during the transformation process and process errors.