cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Peran Direct Corrective Feedback dalam Pembelajaran Means-ends Analysis Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mei Astuti; Kartono Kartono; Nuriana Rachmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat ditekankan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Berpikir tingkat tinggi memainkan peran penting dalam pemahaman matematis dan penyelesaian masalah. Berdasarkan PISA dalam OCEAD menunjukkan kemampuan matematika siswa Indonesia berada pada peringkat 62 dari 70 negara, selain itu TIMMS menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi anak Indonesia masih rendah dan berada pada peringkat 45 dari 56 negara. Salah satu peran untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu dengan direct corrective feedback. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran direct corrective feedback untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Direct corrective feedback merupakan suatu bentuk umpan balik yang menginformasikan letak kesalahan siswa pada lembar tes sekaligus memperbaiki kesalahan tersebut sehingga diperoleh jawaban yang benar. Untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi diperlukan pembelajaran yang bervariasi serta mampu memecahkan masalah salah satunya yaitu pembelajaran means-ends analysis. Model means-ends analysis merupakan model pembelajaran bervariasi antara metode pemecahan masalah dengan mengevaluasi suatu masalah melalui berbagai macam cara sehingga mampu memperoleh hasil. Jadi berdasarkan uraian konseptual diatas diharapkan peran direct corrective feedback dalam pembelajaran means-ends analysis dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sebagai salah satu solusi dalam pembelajaran matematika.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasrkan Selft Esteem Siswa dalam Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Dengan Positive Feedback Meli Andriyani; Kartono Kartono; Walid Walid
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan matematis mendasar dan perlu dimiliki oleh siswa. Selain aspek kognitif untuk dikembangkan aspek afektif perlu dikembangkan salah satunya Selft-esteem. Self-esteem adalah penilaian seorang individu tentang kemampuan, keberhasilan, kemanfaatan dan kebaikan dirinya sendiri. Salah satu model pembelajaran dapat menjadi solusi pada proses belajar adalah Connecting, Organizing, Refleting, Extending (CORE). Model Pembelajaran CORE adalah model pembelajaran yang mengharapkan siswa dapat mengkomunikasikan pengetahuannya sendiri dengan cara menghubungkan (Connecting) dan mengorganisasikan (Organizing) pengetahuan baru dengan pengetahuan lama kemudian memikirkan kembali konsep yang sedang dipelajari (Reflecting) serta diharapkan siswa dapat memperluas pengetahuan mereka selama proses belajar mengajar berlangsung (Extending). Hal penting yang sering diabaikan saat proses pembelajaran di kelas adalah pemberian umpanp balik (feedback) terhadap pemahaman siswa. Pemberian feedback diperlukan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada siswa dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Salah satu jenis feedback yang berupa isyarat atau gejala ditunjukkan oleh komunikasi menandakan bahwa mereka memahami, membantu dan mau bekerja sama dengan komunikator untuk mencapai sasaran serta tidak menunjukkan perlawanan atau pertentangan ketika terjadi sebuah proses komunikasi adalah positive feedback. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan Kemampuan Komunikasi Matematis berdasarkan Selft Esteem Siswa dalam Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) dengan Positive Feedback.
Kemampuan Literasi Matematis Siswa pada Pembelajaran Reciprocal Teaching dengan Pendekatan RME Merry Wesna; Wardono Wardono; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika menjadi salah satu pelajaran yang dikenal sebagai pelajaran yang tidak terlalu mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa. Adapun yang dianggap menghambat keberhasilan siswa dalam belajar matematika tersebut ialah lemahnya kemampuan literasi siswa pada pelajaran matematika. Rendahnya kemampuan literasi matematika dapat dilihat berdasarkan hasil TIMSS dan PISA pada tahun 2015. Indonesia menduduki peringkat 45 dari 50 negara yang disurvei oleh TIMSS. Hasil PISA 2015 menunjukan Indonesia peringkat 62 dari 76 negara yang disurvei oleh PISA. Pada survei yang dilakukan oleh TIMSS dan PISA dapat dilihat bahwa tingkat literasi siswa Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Tujuan kajian konseptual ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran reciprocal teaching dengan pendekatan RME. Strategi pembelajaran reciprocal teaching merupakan strategi pembelajaran menggunakan dialog secara timbal-balik yang menekankan pemahaman mandiri dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, dilakukan secara kelompok dengan aktivitas kunci yaitu: questioning, clarifying, predicting dan summarizing. RME merupakan teori belajar dan mengajar dalam pendidikan matematika yang diperkenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Freundenhal Institute di Belanda pada tahun 1970. RME mempunyai tiga prinsip kunci, yaitu guided reinvention, didaktical phenomenology, dan self-developed models Model pembelajaran reciprocal teaching dengan pendekatan RME ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa.
Peran Tutor Feedback Berbantuan Komik Melalui Contextual Teaching And Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mochamad Guntur; Kartono Kartono; Junaedi I
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan oleh setiap siswa dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Kemampuan ini dapat dijadikan salah satu faktor unggul untuk menjadikan siswa yang berkualitas dalam menghadapi pendidikan di era saat ini. Namun faktanya kemampuan berpikir siswa masih jauh dari harapan yang diinginkan, hal ini dinyatakan oleh TIMMS bahwa kemampuan berpikir anak Indonesia masih tergolong rendah, selain itu ditunjukan PISA dalam OECD menunjukan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia ada pada peringkat 63 dari 69 Negara. Oleh karena itu, kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu dikembangkan saat ini dan dimasa yang akan datang. Salah satu peran untuk mengembangkan kemampuan ini yaitu dengan tutor feedback berbantuan komik melalui contextual teaching and learning dalam pembelajaran matematika, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa. Tutor feedback salah satu assesment yang dapat digunakan untuk meluruskan atau membenarkan siswa yang menjawab salah atau belum benar, sedangkan komik salah satu bahan ajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga model yang dapat diterapkan yaitu contextual teaching and learning. Jadi berdasarkan urian konseptual di atas diharapkan peran tutor feedback berbantuan komik ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa.
Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia di SMKN Jateng Mohamad Miftah; Tri Joko Raharjo; Kamsidjo Budi Utomo; Achmad Rifai RC
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi pada seluruh aspek dunia pendidikan dan dalam upaya membangun lembaga pendidikan yang bermutu, maka dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Untuk menghasilkan SDM yang handal diperlukan tahapan pengembangan dan metode. Pengembangan SDM adalah suatu keniscayaan bagi kelangsungan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. Penelitian ini termasuk kedalam kategori penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokmentasi dan observasi. Teknik analisi data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, kepala tata usaha, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan SMKN Jateng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM di SMKN Jateng dilakukan dengan beberapa langkah antara lain, menyusun program/ perencanaan pengembangan, penentuan kebutuhan, penentuan sasaran, penetapan program, identifikasi pelaksanaan program, pelaksanaan program dan penilaian pelaksanaan program. Metode pengembangan SDM di SMKN Jateng dengan On The Job Training terdiri dari rotasi jabatan, pelatihan, bimbingan/ penyuluhan, latihan instruktur pekerjaan, demonstrasi, serta penugasan sementara, sedangkan Off The Job Training terdiri dari kursus, pendidikan, workshop, seminar, MGMP, study banding. Metode pengembangan SDM di SMKN Jateng dengan pelatihan, pengelolaan kinerja guru, pengembangan karir, pengembangan kesejahteraan, MGMP, Diklat, seminar, supervisi dan studi lanjut.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menyiapkan Lulusan yang Berkompeten di Dunia Kerja Di Era Revolusi Industri 4.0 (Studi Di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten) Istanto Istanto; Fakhruddin Heri Yanto; Suwito Eko Pramono; Muhammad Wakhid Rozik; Erni Sari Dwi Devi Lubis
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah lembaga yang paling sentral dalam membentuk dan membangun generasi-generasi bangsa yang berkarakter dan berbudi pekerti. Oleh karenanya lembaga pendidikan harus mampu untuk mengelola sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan tentunya cukup dipengaruhi oleh peran Kepala Sekolah. Untuk itu kepala sekolah harus mempunyai program yang terencana dan bertahap untuk mewujudkan visi serta misi sekolah. Dalam penelitian ini akan membahas tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menyiapkan Produk Lulusan yang Berkompeten di Dunia Kerja dengan studi kasus di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten. Metode dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan yang digunakan adalah Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa kepala sekolah SMK Negeri 1 Trucuk Klaten menggunakan beberapa strategi dalam menyiapkan produk lulusan yang berkompeten di dunia kerja. Diantaranya; pertama memperbaiki akhlak siswa dan guru, kedua membentuk lingkungan sekolah yang baik, ketiga mendorong guru meningkatkan kompetensi keahliannya, dan keempat melakukan sinkronisasi antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia industri. Dari hasil penelitian dapat dianalisa bahwa Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten menggunakan teori kepemimpinan humanistik/populistik dan tipe kepemimpinan yang demokratis.
Peranan Guru dan dalam Pembelajaran Berkarakter di Era Revolusi Industri 4.0 Izhar Izhar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan, spesifiknya pembelajaran berkarakter bukanlah topik baru dalam dunia pendidikan. Sejak beberapa tahun lalu fenomena karakter sudah dimunculkan di kurikulum pendidikan dan di implementasikan di sekolah-sekolah di Indonesia. Sejak awal, pendidikan karakter dimunculkan untuk mengatasi krisis moral pada masyarakat. Krisis moral yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan, kekerasan, pencurian, penyalahgunaan narkoba, korupsi dan lain-lain. Kini, di era Revolusi Industri 4.0 pendidikan karakter dinilai difokuskan pada kearifan menggunakan teknologi. Indikator karakter menurut Kemendiknas pada tahun 2011, meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab (Hamid & Sudira, 2013). Maka, penting bagi pendidik untuk terus menggeliatkan pembelajaran berkarakter sehingga terbentuk pola karakter dari individu pembelajar. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru dalam pembelajaran berkarakter. Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah metode observasi dokumen dan kegiatan pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa selain sebagai pengajar, guru memiliki peranan sebagai model dan teladan, pendidik, fasilitator, motivator, pembimbing, evaluator, dan inovator dalam membentuk sejumlah karakter siswa.
Hubungan Keseimbangan Statis dengan Hasil Tendangan Mae Geri pada Siswa yang Mengikuti Ekstrakulikuler Karate di SMA Xaverius 3 Palembang Jujur Gunawan Manullang
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keseimbangan statis dengan hasil tendangan mae geri pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler karate. Penelitian ini dilakukan di SMA Xaverius 3 Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X, XI, dan XII berjumlah 250 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode korelasional. Analisis data yang digunakan adalah Korelasi Pearson Product Momen (r), dimana nilai rxy = 0,291 < rtabel = 0,396 , dimana nilai uji t, thitung =1,462 < ttabel = 2,069, dan termasuk kategori rendah. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keseimbangan statis dengan hasil tendangan mae geri pada siswa yang mengikuti eskstrakurikuler karate di SMA Xaverius 3 Palembang.
Pelaksanaan Prinsip Lex Sportiva dalam Penyelesaian Kasus Tindak Pidana pada Sepakbola di Bima NTB Khairul Amar; Ridwan Ridwan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola memiliki berbagai bentuk aturan yang mengikat, baik dalam bentuk organisasi olahraga maupun pemain profesional yang bernaung di bawah organisasi tersebut. Lex Sportiva sebagai asas hukum dalam dunia olahraga memiliki otonomi hukum sendiri yang bersifat mandiri dan independen dalam setiap penyelesaian perkara yang terjadi dalam olahraga. Tindakan kekerasan yang terjadi di dalam pertandingan sepakbola di Bima Nusa Tenggara Barat dapat berpotensi sebagai tindak pidana penganiayaan atau tindak pidana lain yang terkait dengan itu memiliki dualisme dalam penyelesaiannya, yaitu menggunakan hukum pidana nasional, dan komisi disiplin organisasi olahraga. Penelitian ini menggunakan metode doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penyelesaian kasus tindak pidana dalam permainan sepakbola antara hukum pidana nasional dengan Statuta PSSI ini saling mengecualikan, artinya hanya dapat dilakukan oleh salah satu sistem saja, dalam hal ini adalah melalui mekanisme Kode Etik Disiplin PSSI. Hal ini merupakan berlakunya prinsip Lex Specialist derogat legi generalist dalam hukum pidana. Tindakan yang tepat untuk menyelesaikan kasus perkelahian antar klub sepakbola di Bima Nusa Tenggara Barat adalah dengan menggunakan mekanisme sebagaimana diatur di dalam Kode Etik Disiplin PSSI mengingat kekhususan dalam hal keolahragaan sebagaimana diatur di dalam Pasal 57 huruf (d) Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
Generasi Milenial yang Siap Menghadapi Era Revolusi Digital (Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) di Bidang Pendidikan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia Monovatra Predy Rezky; Joko Sutarto; Titi Prihatin; Arief Yulianto; Irajuana Haidar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi millenial sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0 atau Revolusi Industri Generasi ke empat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dan otomasi disemua aspek kehidupan manusia. Banyak pihak yang belum menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, padahal semua itu adalah tantangan generasi muda atau generasi millenial saat ini. Apalagi di masa-masa sekarang generasi milenial mempunyai tantangan sendiri menghadapi era revolusi Digital (Society 5.0 Dan Revolusi Industri 4.0) Sebagian besar tumbuh dan berkembangan melalui pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pengembangan generasi milenial. Untuk itu, maka di perlukannya SDM yang kompeten sebagai aset bagi proses pengembangan generasi milenial yang siap akan problematika dan tantangan, Dengan demikian, SDM menjadi bagian penting dalam proses pengembangan pendidikan bagi generasi milenial,. Terdapat lima domain SDM yang dipandang penting dalam pengembangan SDM bidang pendidikan. Kelima domain tersebut adalah: profesionalitas, daya kompetitif, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerja sama. Namun demikian, pengembangan terhadap kelima domain SDM tersebut diperlukan total quality qontrol (TQC) dan program diklat terpadu agar tercapai efektivitasnya. total quality qontrol (TQC) merupakan sistem manajemen yang dinamis yang mengikut sertakan seluruh anggota organisasi dengan penerapan konsep da teknik pengendalian kualitas untuk tercapainya kepuasaan pelanggan dalam hal ini generasi milenial.