cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Profesionalisme Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kota Semarang dalam Era Revolusi Industri 4.0 Liska Sukiyandari
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan professionalisme Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar di kota Semarang dalam era Revolusi Industri 4.0. penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini Dilakukan melalui tahapan: studi pendahuluan penentuan latar penelitian yang terdiri dari tempat dan waktu penelitian. Pengambilan data melalui tahapan pra lapangan, tahap lapangan. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu membaca, menyimak, menelaah, menafsirkan, mengklarifikasikan serta data-data yang diperoleh untuk menentukan kesimpulan analisis akhir dimana peneliti membandingkan data yang diperoleh dengan teori yang relevan selanjutnya berdasarkan analisis dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan data yang ada guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sudah cukup baik dalam kajian profesionalisme. Ada beberapa guru yang belum maksimal tapi dengan adanya pelatihan dapat ditingkatkan profesionalisme guru tersebut. Simpulan dari penelitian ini adalah profesionalisme guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan harus ditingkatkan melalui (1) Mengadakan pengawasan dan kedisiplinan (2) Penyediaan sarana yang memadai (3) Mengadakan rapat (4) Penataran (5) Seminar (6) Workshop(7) Mengadakan kunjungan guru-guru antar sekolah (8) Mengadakan riset atau percobaan. Diharapkan dengan penelitian ini Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siap menghadapi tantangan pada Revolusi Industri 4.0.
Problematika Pengajaran Bahasa Jepang Kemampuan Berbicara menuju Revolusi Industri 4.0 Lispridona Diner
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jepang pada era sekarang semakin diminati oleh pengguna industri. Bahasa Jepang di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes fokus pada bidang pendidikan. Namun menuju revolusi Industri 4.0 membutuhkan bahasa Jepang yang memiliki kemampuan berbicara. Saat ini bahasa Jepang di prodi Pendidikan bahasa Jepang pada mata kuliah kemampuan berbicara belum memiliki buku teks. Selama ini materi kemampuan berbicara mengacu pada materi pola kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah apa saja yang terjadi pada berbicara bahasa Jepang. Apa yang akan perlukan oleh pembelajar dan pengajar bahasa Jepang pada mata kuliah kemampuan berbicara. Metode penelitian yang digunakan adalah angket dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah 80% pembelajar bahasa Jepang memerlukan materi menuju revolusi industri, 86% memerlukan buku sebagai panduan dalam belajar bahasa Jepang kemampuan berbicara, 90% pembelajar bahasa Jepang memerlukan bahan ajar dalam belajar bahasa Jepang kemampuan berbicara. Disisi lain, pengajar bahasa Jepang mata kuliah kemampuan berbicara mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi karena belum ada model pengajaran yang pakem. Dan mengalami kesulitan dalam menyiapkan bahan ajar mata kuliah kemampuan berbicara
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis pada Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Modul Komik Etnomatematika Lukmanul Hakima; Sukestiyarno Sukestiyarno; Nur Karomah Dwidayantia
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Penalaran Matematis (KPM) merupakan berpikir melalui masalah matematika secara logis untuk mencapai suatu penyelesaian. Hal ini memengaruhi kemampuan untuk memilih apa yang penting dalam penyelesaian masalah dan menjelaskan atau menentukan penyelesaian masalah. Meskipun KPM sangat penting dimiliki oleh siswa, namun siswa belum mengerti sepenihnya jika permasalahan yang diberikan membutuhkan penalaran sehingga siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu altrnatif model pembelajaran dipandang sebagai suatu pembelajaran yang dapat mengembangkan sikap dan keterampilan siswa dalam menghadapi permasalahan yang diberikan, terutama yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Salah satu media yang dapat dikaitkan dengan masalah matematika secara logis yaitu modul komik etnomatematika. Selain dapat menyajikan masalah matematika secara logis, modul komik etnomatematika juga dipandang mampu meningkatkan cinta budaya, kerana pada hakekatnya matematika merupakan teknologi simbolis yang tumbuh pada keterampilan atau aktifitas lingkungan yang bersifat budaya, sehinga matematika seseorang dipengaruhi oleh latar budayanya. Budaya akan memengaruhi perilaku individu dan mempunyai peran yang besar pada perkembangan penalaran individual termasuk dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran PBL berbantuan modul komik etnomatematika terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana lebih menekankan pada aspek pengukuran secara objektif.
Pengaruh Oral Feedback pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Luluk Ulfa Chasania; Kartono Kartono; Iqbal Kharisudina
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika itu merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dari berbagai ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Salah satu dari lima kompetensi dalam pembelajaran matematika yang ditetapkan oleh NCTM (2000) adalah problem solving (Pemecahan Masalah). Pemecahan masalah matematis merupakan suatu aktivitas kognitif yang kompleks, sebagai proses untuk mengatasi suatu masalah yang ditemui dan untuk menyelesaikannya diperlukan sejumlah strategi. Hasil survey dari The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Untuk mengatasi rendahnya kemampuan pemecahan masalah guna mendapatkan hasil maksimal dari belajar matematika siswa serta menumbuhkan sikap positif terhadap proses belajarnya, yakni persoalan feedback (umpan balik) dalam pembelajaran. Oral feedback (umpan balik lisan) memegang peranan penting didalamnya untuk menanggapi hasil kerja siswa atau memberikan informasi lebih lanjut terhadap kesalahan yang dilakukan oleh siswa di dalam pembelajaran berbasis masalah, sehingga dapat meningkatkan pencapaian kemampuan pemecahan masalah dengan tujuan mengurangi kesalahan yang sama pada tugas selanjutnya. Berdasarkan hasil beberapa survey dan penelitian, pemberian Oral feedback (umpan balik lisan) memberikan pengaruh positif dapat mencapai kemampuan pemecahan masalah matematika.
Peran DAPIC Problem Solving Process dalam PBL pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa berdasarkan Adversity Quotient L W Paramita; S B Waluya; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika dalam Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menegah salah satunya adalah memiliki kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil studi PISA 2015 yang berisi soal-soal pemecahan masalah, Indonesia menduduki peringkat 62 dari 70 negara dalam bidang matematika dengan skor di bawah rata-rata OECD. Hal ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah masih rendah. PBL (Problem Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah juga dapat didukung dengan langkah pemecahan masalah, yaitu DAPIC problem solving process yang berisi tentang bagaimana siswa menentukan suatu masalah (define), menilai seberapa besar masalah yang ada (asses), merencanakan menyelesaikan masalah yang diberikan (plan), menerapkan rumus yang diperoleh guna menyelesiakan masalah (implement), dan mengomunikasikan hasil yang diperoleh (communicate). Siswa memiliki sikap dan kemampuan yang beragam ketika dihadapkan pada soal pemecahan masalah hal ini berkaitan dengan adversity quotient (AQ) yang merupakan kemampuan siswa dalam bertahan menghadapi kesulitan belajar dan cara mengatasinya di kelas. Oleh karena itu, uraian kajian artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran DAPIC problem solving process dalam PBL berdasarkan adversity quotient pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Upaya Peningkatan Pembelajaran Lari Sprint 100 Meter Menggunakan Metode Bagian Pada Siswa SMA Negeri 6 Pekanbaru M. Fransazeli Makorohim; Trias Agung Hutama Putra; Novri Gazali; Suastika Nurafiati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu, tidak tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa pada materi lari jarak pendek. Hal ini dikarenakan metode yang diterapkan belum efektif sehingga pembelajaran tidak mencapai hasi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode.. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 6 Pekanbaru dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 2 SMA Negeri 6 Pekanbaru yang berjumlah 31 orang. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, teknik kepustakaan dan tes unjuk kerja . Data dianalisis dengan menggunakan statistic sederhana.. Dari pelaksanaan sebelum siklus terdapat 16 siswa yang mencapai nilai KKM (51,61%) dan 15 siswa yang belum mencapai nilai KKM (48,39%). Dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus I dan hasilnya meningkat dengan jumlah 20 siswa yang mencapai KKM (64,52%) dan 11 siswa yang belum mencapai KKM (35,48%). Maka dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus II dan hasilnya meningkat dengan jumlah 25 siswa yang mencapai KKM (80,65%) dan 6 siswa yang belum mencapai KKM (19,35%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pembelajaran lari sprint 100 meter menggunakan metode bagian pada siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 6 Pekanbaru.
Hegemoni Sosial, Budaya, Dan Kekuasaan Wacana Sastra Buku Teks Bahasa Indonesia SMA Mafrukhi Mafrukhi; Rustono Rustono; Subiyantoro Subiyantoro; Muh. Doyin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam praktiknya, penulis buku teks pelajaran melakukan hegemoni melalui wacana dalam buku teks pelajaran bahasa Indonesia. Menurut Gramsci hegemoni adalah kondisi sosial dalam semua aspek kenyataan sosial yang didominasi atau disokong oleh kelas tertentu. Dalam pandangan Gramsci, hegemoni kekuasaan yang dijalankan oleh alat-alat negara dengan jitu dan jeli bisa membuat rakyat yang ada di dalam kuasanya menjadi tenteram, dan aman dalam penindasannya. Menurut Kristanto, hegemoni tidak tampil dalam wajah seram, tetapi halus memikat siapa saja yang ada di sekitarnya, bahkan akhirnya mereka takluk mutlak dalam tangan kekuasaan.Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut (1) bagaimanakah hegemoni sosial dalam wacana sastra buku teks pelajaran bahasa Indonesia SMA, (2) bagaimanakah hegemoni budaya dalam wacana sastra buku teks pelajaran bahasa Indonesia SMA, dan (3) bagaimanakah hegemoni kekuasaan dalam wacana sastra buku teks pelajaran bahasa Indonesia SMA? Sebagaimana pandangan Fairclough, wacana sastra dalam buku Bahasa Indonesia Kelas X, XI, dan XII dilihat sebagai praktik sosial. Ada hubungan dialektis antara praktik diskursif dengan identitas dan relasi sosial. Wacana sastra dalam penelitian ini dianalisis dalam tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Fairclough juga berpendapat bahwa wacana dibentuk oleh hubungan-hubungan kemampuan dan ditanamkan dengan ideologi, sehingga pembentukan wacana berada di ujung tanduk dalam perjuangan kekuasaan. Dengan menggunakan pandangan Fairclough, wacana sastra dalam buku Bahasa Indonesia X, XI, dan XII dapat diklasifikasikan ke dalam hegemoni sosial, budaya, dan kekuasaan. Pembahasan wacana sastra dalam hegemoni sosial menganalisis (a) wacana sebagai realisasi interaksi sosial, (b) wacana mengendalikan atau mengontrol perilaku dan kehidupan material, (c) wacana menciptakan dan menjaga batas-batas kuasa, status, dan peran kehidupan sosial. Pembahasan wacana sastra dalam hegemoni budaya menganalisis (a) makna diproduksi secara simbolik, (b) pengetahuan terikat pada nilai-nilai tertentu, (c) wacana budaya bersifat interdisipliner. Pembahasan wacana sastra dalam hegemoni kekuasaan menganalisis (a) kekuasaan mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, dan (b) kekuasaan dipandang sebagai kekuatan koersif. Wacana sastra itu diproduksi dan ditafsirkan pembaca sebagai pembebasan hegemoni sosial, budaya, dan kekuasaan.
Analisis Sistem Kerja Aplikasi Transportasi Online dalam Peningkatan Kinerja Driver Mahmud Yunus; Etty Soesilowati; Dewi Liesnoor Setyowati; Thriwaty Arsal
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem aplikasi driver transportasi online mengatur pemberian order pekerjaan kepada mitra driver berdasarkan kinerja driver. Terdapat tiga klasifikasi jenis akun aplikasi driver yaitu akun prioritas, akun normal dan akun yang tidak diperioritaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cara kerja sistem aplikasi transportasi online dan dampaknya terhadap kinerja driver transportasi online. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah 30 driver di Kota Semarang yang terdiri dari driver Gojek dan driver Grab. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat dampak yang besar dari cara kerja sistem aplikasi terhadap peningkatan kinerja driver dalam bekerja. Pembagian akun prioritas, akun normal dan akun tidak prioritas memberikan dampak pada cara kerja driver. Pemilik akun yang tidak diprioritaskan berusaha meningkatkan status akunya menjadi akun normal bahkan naik level menjadi akun prioritas dengan meningkatkan kinerjanya. Pemilik akun normal berusaha meningkatkan kinerjanya agar bisa naik level menjadi akun prioritas. Pemilik akun prioritas akan tetap mempertahankan kinerjanya agar tidak turun level ke akun normal bahkan turun level ke akunyang tidak diprioritaskan.
Pendidikan Karakter pada Anak Melalui Kegiatan Assembly Marini Marini; Masrukhi Masrukhi; Agus Hermanto; Agus Wahyudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana pendidikan karakter pada anak melalui kegiatan assembly. Artikel ini merupakan hasil kajian dari berbagai referensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan assembly merupakan kegiatan rutin bersama antara sekolah dan keluarga. Dalam kegiatan ini anak-anak menunjukkan bakat dan prestasi di hadapan teman, guru, kepala sekolah dan orang tua. Guru dan kepala sekolah memberi motivasi pada orang tua dan anak. Beberapa anak yang secara bergilir menjadi leader, tampil untuk memberikan penghargaan kepada salah satu temannya. Kegiatan ini mendukung terbentuknya karakter berani, percaya diri, saling menghargai, disiplin, sportif, sabar, jujur, dan bertanggungjawab, serta karakter lain yang disisipkan dalam tema. Berdasarkan kajian tersebut disimpulkan bahwa kegiatan assembly merupakan strategi yang tepat dan menyenangkan dalam pendidikan karakter anak. Hal tersebut karena kegiatan assembly memberi contoh nyata, dilakukan melalui praktek langsung secara rutin, serta melibatkan keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
Tingkat Kecerdasan Emosi Atlet Polo Air Sumatera Selatan Martinus Martinus; Bayu Hardiyono; M. Nurdiansyah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosi Atlet Polo Air Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi berjumlah 14 orang dan sampel berjumlah 14 orang. Teknik analisis data dalam penelitiaan ini mengunakan teknik analisi deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosi atlet putra Polo Air Sumatera Selatan berada pada kategori “kurang sekali” sebesar 0%, kategori “kurang” sebesar 42,9%, kategori “sedang” sebesar 21,4%, kategori “baik” sebesar 35,7%, dan kategori “baik sekali” sebesar 0%. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat kecerdasan emosi atlet putra Polo Air Putra Sumatera Selatan masuk dalam kategori kurang.