cover
Contact Name
Rofiatun Nisa
Contact Email
p3m.stitaf.1@gmail.com
Phone
+6285764147330
Journal Mail Official
p3m.stitaf.1@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pondok Pesantren Al-Fattah Siman Sekaran Lamongan Jawa Timur 62261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam
ISSN : 20860641     EISSN : 2685046X     DOI : https://doi.org/10.37850/cendekia.v12i1.86
Core Subject : Religion, Education,
The Focus in Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam is on publishing articles that contain ideas, ideas, research results, and literature reviews in the field of Islamic Education Scope of the Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam includes: 1. Islamic education based on Al-Quran and Hadith 2. Media and Learning Resources in Islamic Education 3. Study of Islamic Education Figures 4. Islamic Education Curriculum 5. History of Islamic Education 6. Philosophy of Islamic Education 7. Research on Islamic Education 8. Issues on Islamic Education 9. Psychology of Islamic Education 10. Management of Islamic Religious Education 11. Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
IMPLEMENTASI CORE VALUE (Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Inti Di Perguruan Tinggi) ZAINI MIFTAH
CENDEKIA Vol. 7 No. 01 (2015): Cendekia March 2015
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.705 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v7i01.13

Abstract

Pendidikan karakter di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia mahasiswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan mahasiswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai karakter yang diterapkan di perguruan tinggi adalah memilih nilia-nilai inti yang dikembangkan dalam implementasi pendidikan karakter, khususnya pada masing-masing jurusan/program studi. Nilai-nilai inti yang dipilih itu adalah jujur, cerdas, peduli, dan tangguh. Implementasi nilai-nilai karakter inti tersebut dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu terintegrasi dalam pembelajaran, manajemen pengelolaan jurusan dan program studi, serta pada kegiatan kemahasiswaan.
MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI DALAM PERSPEKTIF NIALI-NILAI ISLAMMEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI DALAM PERSPEKTIF NIALI-NILAI ISLAM Muhammad Husni
CENDEKIA Vol. 7 No. 01 (2015): Cendekia March 2015
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.063 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v7i01.14

Abstract

Islamicas a religionsofhavingstandardsandnormsas a referencevaluefollower. The valuesderivedfrom thedoctrinesof religionswashitcertainlycanbe appliedlive the lifeof the daily, includingin the organization. Howeverislamicvalues inanything that canbe usedin buildingthe organizationandhow toimplementthese values. Organizational cultureis builtwitha setthe with ofvaluethatsurebyallbehaviorinan organization ofit. Islamicasasourceprocedureslsohavethe valuesthatcanbe usedasbuilding astrong the organizational of culture. The valuesin the organizationis alsorequiredto bindingandeveryoneinthe organization to aunified whole.
Sentuhan Islam Tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Zaini Miftah
CENDEKIA Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.985 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.15

Abstract

Allah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya untuk memberikan rangsangan kepada manusia agar menggunakan akalnya; berpikir dan merenungkannya. Perintah tersebut mengandung arti agar umat manusia melakukan pengkajian (tadabbarun), penalaran (ta'qilun), pengamatan secara empiris (tubshirun), memahami (tafaqqahun), berpikir (tafakkarun), dan perenungan dan kontempelasi (tadzkarun) terhadap alam semesta ini. Dengan melakukan pengamatan secara empiris, akan lahir ilmu pengetahuan yang positif, yaitu pengetahuan tentang realitas objektif (ayatun bayyinah) yang menimbulkan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan yang kini tersebar dan berkembang diseluruh dunia dan melintas berbagai zaman
Evaluasi Program Peningkatan Mutu Pendidikan Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.069 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.17

Abstract

Penjaminan mutu Perguruan Tinggi merupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, perguruan tinggi wajib mengelola lembaganya untuk menghasilkan mahasiswa yang cerdas, terampil, beradab, dan berbudaya. Pendidikan tidak hanya berupaya meningkatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menghasilkan ilmuan dan cendikiawan yang memiliki keimanan, ketaqwaan, dan kepribadian. Tuntutan untuk menghadirkan perguruan tinggi yang memiliki standar mutu Internasional merupakan kebutuhan yang mendesak. Oleh karena itu, penyelenggaraan perguruan tinggi perlu merumuskan visi, misi, statuta, organisasi dan tata kerja, rencana strategi, agar dapat menjaga kesinambungan dan penjaminan mutu lulusannya. Relevansi lulusan dan mutu pendidikan adalah persoalan kebutuhan masa kini dan masa mendatang, dan selayaknya dipandang sebagai masalah nasional.
Leadership and Aligning : Kepemimpinan Berbasis Al-Qur'an, Sebuah Tawaran Nurdi
CENDEKIA Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.181 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.18

Abstract

Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan mulia yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan ungkapan yang mendudukkan posisi dalam organisasi pada posisi yang terpenting. Konsep kepemimpinan secara umum dan konsep kepemimpinan dalam Al-Qur’an ada perbedaaanya. Hal ini dapat dilihat dari pengertian kepemimpinan secara umum adalah suatu hubungan proses mempengaruhi yang terjadi dalam suatu komunitas yang diarahkan untuk tercapainya tujuan bersama. Sedangkan konsep kepemimpinan dalam Al-Qur’an yaitu khalifah, imam, dan uli al-Amri dengan segala syarat-syaratnya dinilai lebih komprehensif dalam memaknai sebuah kepemimpinan yang akhirnya akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang handal dan dapat membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Walaupun kedua konsep tersebut sama-sama menyentuh sisi materialisme dan sisi idealisme, namun konsep yang ditawarkan oleh Al-Qur’an lebih ditekankan pada aspek idealisme. Karena aspek idealisme merupakan kunci dari semua tingkah laku yang ada. Misalnya ikhlas, dari orang yang ikhlas tidak akan pernah ada penyelewengan karena orang yang ikhlas hanya berniat mencari ridla Allah semata.
Urgensi Pendidikan Karakter di Sekolah Muhammad Sya’roni
CENDEKIA Vol. 6 No. 02 (2014): Cendekia October 2014
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.45 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v6i02.19

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil Membangun peradaban sebuah bangsa pada hakikatnya adalah pengembangan watak dan karakter manusia unggul dari sisi intelektual, spiritual, emosional, dan fisikal yang dilandasi oleh fitrah kemanusiaan.. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Posisi Penghormatan kepada Ibu dan Bapak: Penjelasan secara Aqli berdasar Kajian Biokimia: Rekombinasi DNA Mitokondria Manusia Mawaddatur Rohmah
CENDEKIA Vol. 9 No. 01 (2017): Cendekia March 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.822 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i01.20

Abstract

Ada kecenderungan bapak berperan dalam penurunan DNA mitokondria anak. Peran bapak dalam penurunan DNA mitokondria tersebut memang kalah jauh dibandingkan peranan ibu. Oleh karena itulah dapat dikatakan bahwasanya sangatlah wajar ibu menduduki posisi tertinggi dalam hal penghormatan, yakni tiga kali dibandingkan bapak. Seandainya DNA Mitokondria tidak terbentuk dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa proses respirasi sel untuk menghasilkan energi bagi aktivitas kehidupan akan terhambat atau bahkan berhenti sepenuhnya. Ibulah yang berperan pokok dalam menjamin keberlangsungan DNA Mitokondria dengan mendapatkan sedikit bantuan dari pihak bapak. Maka sesungguhnya benarlah Rosul, Ibumu..ibumu..ibumu...bapakmu.
Manajemen Informasi dan Komunikasi Pendidikan Islam Nur Salim
CENDEKIA Vol. 10 No. 01 (2018): Cendekia March 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.695 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v10i01.21

Abstract

Manajemen informasi pendidikan Islam merupakan suatu proses manajerial dalam rangka mengumpulkan data dan fakta yang selanjutnya didesain sebagai bahan mengambil keputusan oleh para manajer/ kepala madrasah atau Lembaga Pendidikan Islam. Melalui Manajemen komunikasi Pendidikan Islam ialah proses manajerial dalam rangka menyampaikan gagasan /program (pendidikan Islam), meyakinkan berbagai pihak akan pentingnya program tersebut dapat dengan sangat mudah dilaksanan sehingga orang lain (para staf) akan terdorong untuk ikut mendukung dan membantunya.
Hakekat Ilmu dan Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Filsafat : Suatu Kajian Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis Abu Amar
CENDEKIA Vol. 10 No. 01 (2018): Cendekia March 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.092 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v10i01.23

Abstract

Sains adalah anak perusahaan dari filsafat. Sebagai seorang ibu, filsafat memiliki tanggung jawab untuk menjaga sains agar tetap berada di jalur yang benar. Bangunan sains didasarkan pada tiga landasan filosofis: landasan ontologis, epistemologis, dan etik. Mereka semua penting, tidak ada yang bisa ditinggalkan. Sains seharusnya tidak hanya menyoroti satu aspek ini. Saat ini ilmu pengetahuan berkembang menjadi banyak cabang. Setiap cabang cenderung menekankan satu aspek dari beberapa elemen sains. Kondisi ini semakin rumit ketika banyak minat terlibat. Sains harus mengingat tugas dan misinya. Setiap perkembangan sains yang canggih, hendaknya tidak meninggalkan landasan filosofisnya, sehingga sains tidak keluar dari esensinya, yang harus dapat berkontribusi pada kehidupan umat manusia.
Relevansi Pendidikan Karakter dengan Penanggulangan Kenakalan Siswa Khubni Maghfirotun
CENDEKIA Vol. 7 No. 02 (2015): Cendekia October 2015
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.345 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v7i02.24

Abstract

Perubahan konsep arah pendidikan adalah keniscayaan,bukan berarti menunjukkan pendidikan kita tidak pasti, tapi semata untuk perbaikan diri.Dahulu pendidikan hanya mengharapkan hasil nilai pada peserta didik,tidak punya banyak solusi bagi siswa yang nakal atau kurang terdidik,artinya siswa yang nakal hanya akan diberi hukuman sesuai tingkat kenakalannya,tanpa adanya stimulus untuk mengatasinya,pendidikan sekarang mengedepankan proses. proses bagaimana peserta didik mendapat nilai bagus,proses bagaimana nantinya siswa jadi sukses, serta proses bagaimana peserta didik bisa menjadi manusia yang utuh.Sekarang jika ada siswa yang nakal maka dilakukan proses pendidikan dengan penerapan karakter yang baik.Dengan diterapkan pendidikan karakter maka bukan hanya nilai akademis yang dituju dalam pendidikan tapi juga perbaikan akhlaq atau moral peserta didik.

Page 2 of 21 | Total Record : 208