cover
Contact Name
Rofiatun Nisa
Contact Email
p3m.stitaf.1@gmail.com
Phone
+6285764147330
Journal Mail Official
p3m.stitaf.1@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pondok Pesantren Al-Fattah Siman Sekaran Lamongan Jawa Timur 62261
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam
ISSN : 20860641     EISSN : 2685046X     DOI : https://doi.org/10.37850/cendekia.v12i1.86
Core Subject : Religion, Education,
The Focus in Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam is on publishing articles that contain ideas, ideas, research results, and literature reviews in the field of Islamic Education Scope of the Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam includes: 1. Islamic education based on Al-Quran and Hadith 2. Media and Learning Resources in Islamic Education 3. Study of Islamic Education Figures 4. Islamic Education Curriculum 5. History of Islamic Education 6. Philosophy of Islamic Education 7. Research on Islamic Education 8. Issues on Islamic Education 9. Psychology of Islamic Education 10. Management of Islamic Religious Education 11. Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
Menimbang Kembali Hakikat Tujuan Pendidikan Islam Saifuddin
CENDEKIA Vol. 9 No. 01 (2017): Cendekia March 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.038 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i01.50

Abstract

Manusia adalah aspek terpenting dalam proses pendidikan karena ia adalah subjek sekaligus objek dalam proses ini. Dalam perspektif Islam, manusia ada dalam tiga dimensi, yaitu jiwa, pikiran, dan tubuh. Itulah sebabnya, inilah saatnya untuk mempertimbangkan kembali esensi pendidikan Islam sedemikian rupa sehingga sesuai dengan substansi dimensi yang tersedia pada manusia. Berurusan dengan jiwa, itu tentang bagaimana jiwa yang merupakan ukuran keberadaan manusia selalu diberikan energi ilahi sehingga manusia dapat melakukan pilihan dalam hidupnya. Manusia, oleh karena itu, tidak akan jauh dari esensi kemanusiaannya. Mengenai pikiran, ini tentang bagaimana pikiran dapat berkembang secara dinamis sesuai dengan permintaan zaman dan kondisi. Berurusan dengan tubuh, adalah tentang bagaimana aspek yang terlihat dari manusia ini selalu bertahan sesuai dengan kebutuhan hidup dan urusan duniawi pada umumnya, tanpa meninggalkan untuk mempertimbangkan pikiran dan jiwa.
Penerapan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Integrated pada Tema Mata Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Babat Lamongan terhadap Peningkatkan Prestasi Belajar Siswa Eli Mufidah
CENDEKIA Vol. 9 No. 01 (2017): Cendekia March 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.183 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i01.51

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan pengaruh penerapan pembelajaran IPA terpadu tipe integrated pada tema mata terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Babat Lamongan serta respon siswa terhadap pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan desain rancangan penelitian “One group pre-test and post-test design”, yang melibatkan hanya satu kelas sebagai sasaran penelitian. Tema mata ini menggabungkan beberapa kompetensi dasar dari tiga mata pelajaran IPA yaitu fisika, biologi, dan kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh dari pembelajaran IPA terpadu tipe integrated terhadap prestasi belajar siswa yang dibuktikan melalui uji korelasi dalam regresi linier dengan diperolehnya nilai r = 0,3 yang bernilai positif sehingga menunjukkan hubungan linier sempurna langsung dengan kata lain menunjukkan korelasi positif. Pada pengujian regresi diperoleh nilai Fhitung (4,82) ≥ dari F tabel (4,22), nilai Fhitung yang lebih besar dari F tabel ini menunjukkan pengaruh yang signifikan antara pre-test dan post-test. Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran IPA terpadu tipe integrated berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa (ranah kognitif) yang ditunjukkan dari hasil post-test. Respon siswa terhadap penerapan pembelajaan IPA terpadu tipe integrated pada tema mata diperoleh persentase ≥ 96,4%. Persentase tersebut menunjukkan kategori respon sangat kuat yang berarti adanya respon positif dari siswa terhadap pelaksaan pembelajaran IPA terpadu tipe integrated yang telah diterapkan
Meninjau Kembali Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Nur Salim; Wahananto, Juri
CENDEKIA Vol. 10 No. 02 (2018): Cendekia October 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.422 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v10i02.52

Abstract

Untuk menciptakan SDM yang berkualitas tentu dengan melalui pendidikan yang baik dan berkualitas pula. Bila pendidikan tidak berkualitas, karena menerapkan pola yang salah, maka hanya akan menghasilkan SDM kelas teri yang bermental kuli dan bermartabat rendah. Pendidik merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan, sehingga dituntut untuk memenuhi, kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani. Disamping tenaga pendidik, tenaga kependidikan juga mempunyai peran yang utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Peran utama tenaga kependidikan adalah memberikan pelayanan teknis untuk menunjang pendidikan pada satauan pendidikan.
Menyoal Konsep Ihthiyath dalam I’adah Shalat Dluhur Ba’d Al-Jum’at Hasyim
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.438 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.53

Abstract

Selain sholat lima waktu, Allah juga mewajibkan shalat jumat kepada orang-orang tertentu, kemudian dengan fuqaha 'menyusun beberapa kondisi khusus tentang pelaksanaannya; itu harus dilakukan di kota (mishr), tidak terjadi ta'adud al-jum'ah (sholat jumat lebih dari satu tempat) di satu kota atau satu desa, mendapatkan izin dari pemerintah dan lainnya. Lebih dari itu, shalat jumat juga membatalkan kewajiban sholat dluhur. Tetapi itu terjadi di masyarakat, di daerah Ngawi misalnya, kita dapat menemukan banyak orang yang tetap melaksanakan sholat dluhur setelah selesai sholat jumat. Mereka memiliki kesempatan bahwa jumat sholat yang mereka lakukan tidak sesuai dengan aturan yang dibuat oleh fuqaha, sehingga mereka melalui "jalan pintas" dengan [melakukan / melaksanakan] saya adl dluhur di bawah jubah ihthiyath. I'adah al-jum'at ba'd dluhur yang hanya didasarkan pada ihtiyath adalah bid'ah yang harus ditinggalkan, karena itu tidak sesuai dengan Quran dan Hadits.
Pluralisme di Tengah Ambivalensi Agama Malik Zuhri
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.869 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.54

Abstract

Kemajemukan dalam semua istilah termasuk pluralitas agama adalah kenyataan yang menjadi sunnatullah (kodrat hukum) dan tidak dapat diabaikan keberadaannya. Akibatnya, agama dan para pengikutnya menghadapi tantangan terbesar, yaitu bagaimana agama dan para pengikutnya dapat mendefinisikan diri mereka secara akurat di sekitar para penganut agama yang berbeda. Karena dalam konteks ini, agama sering terjebak dalam ambivalensi, di mana di satu sisi agama menunjukkan dengan cara yang baik atau sopan dan cara lain dan agama sisi lain menunjukkan cara yang buruk atau kasar. Karena ada kecenderungan absolutis universal yang ada dalam semua agama. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi seperti dialog untuk menjadi salah satu solusi alternatif. Salah satu metode yang diterapkan dalam dialog antara pengikut agama yang berbeda adalah menggabungkan antara metode fenomenologi dan perenialistik. Dengan cara ini, kita diundang untuk menjadi pengamat dan pendengar yang baik. Jadi, kita dapat memahami dan menghargai beragam karakter agama tanpa mengabaikan keyakinan kita.
Efektifitas Pembelajaran dengan Strategi Belajar Metakognitif dalam Meningkatkan “Metacomprehension” Siswa Zaini Miftah
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.74 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.55

Abstract

Teori pembelajaran perilaku yang terkini menekankan pada pengaturan diri atau self regulation yang membantu siswa mencapai pengendalian atas pembelajarannya sendiri. Kemampuan ini jarang dilatihkan pada siswa, sehingga siswa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk keterampilan pengaturan diri. Oleh karena itu, keterampilan pengaturan diri perlu dilatihkan pada siswa melalui strategi metakognitif. Melalui strategi ini, siswa diberi kesempatan untuk menilai pemahaman diri mereka (metacomprehension) sendiri terhadap suatu materi.
Al Imam Al Mahdi Al Muntazhar Dalam Syi’ah Nur Zaini
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.156 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.56

Abstract

Doktrin ajaran tentang Imam al Mahdi merupakan keniscayaan bagi umat Islam dari kelompok manapun. Sebab landasan hadits Nabi SAW. secara jelas menyebutkan akan munculnya imam al Mahdi pada akhir zaman nanti. Namun, karena tidak ada identitas yang jelas tentang Imam Mahdi, maka timbul berbagai perbedaan tentang siapa laki-laki yang diisyaratkan hadits nabi Saw. sebagai Imam Mahdi. Sekte Syi’ah sendiri sebagai sekte yang memiliki doktrin Imamah (pemimpin/imam dari ahlul bait), juga berbeda-beda dalam mengklaim ke-Mahdian dari imam-imam mereka, bahkan berbeda tentang konsep Ke-Mahdi-an. Syi’ah Zaidiyah dan Sab’iyyah menolak adanya Imam Al Mahdi al Muntazhar. Mahdi bagi Zaidiyah adalah setiap imam yang benar dan adil, sementara Sab’iyah berpandangan bahwa dunia ini selalu ada imam, baik yang tersembunyi maupun yang tampak. Kelompok Syi’ah yang lain seperti Syi’ah Itsna As’ariyah, Ghulat dan Kisaniyah menyakini adanya al Imam al Mahdi al Muntazhar, namun mereka berbeda-beda dalam menentukan siapa yang diyakini menjadi al Mahdi al Muntazhar. Setidaknya ada 16 pimpinan Syi’ah yang diklaim menjadi Al Mahdi Al Muntazhar. Dari sekian banyak klaim ke-Mahdi-an dapat dianalisa bahwa Identitas Mahdi adalah samar-samar dan tidak spesifik. Klaim tentang ke Mahdi an tersebut kebanyakan muncul karena kebingungan dan kekacauan yang menimpa pengikut syi’ah ketika Imam yang mereka agungkan tiba-tiba meninggal, dibunuh atau terbunuh padahal perjuangan mereka belum mendapatkan hasil. Oleh karena itu mereka tidak menganggap imam mereka meninggal tapi ghoibah (menyembunyikan diri). Mereka meyakini pada akhirnya imam tersebut akan muncul kembali. Kepercayaan bahwa Mahdi adalah putra Hassan Askari, bagi Syi’ah Itsna As’ariyah, juga berkembang setelah pengandaian keberadaannya secara rahasia, dan usaha untuk menjelaskan tidakadanya dari penglihatan, dan bukan pengumuman dari kelahirannya oleh bapaknya, berdasarkan pada anggapan keghoiban atau Okultasi sebagai atribut (yang penting) bagi Al Mahdi.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang Berorientasi pada Kemampuan Berpikir Kritis dengan Model Inkuiri Terbimbing untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa pada Materi Bunyi Eli Mufidah
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.867 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.57

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis dengan model inkuiri terbimbing untuk mereduksi miskonsepsi. Perangkat pembelajaran yang terdiri atas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku Siswa dan Tes Pemahaman Konsep dengan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang telah diadaptasi tanpa tahap Disseminate. Perangkat pembelajaran telah divalidasi dan diujicobakan pada 27 siswa kelas IX A SMP N 1 Babat dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid untuk diimplementasikan di kelas. Selama implementasi, hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest dan Posttest sebesar 35,5 dan 85,9 berturut-turut. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat miskonsepsi. Dengan analisis Certainty Of Response Index (CRI) dapat ditentukan perubahan konsepsi dari masing-masing siswa sebelum dan setelah pembelajara. Data siswa yang tahu konsep, tidak tahu konsep, miskonsepsi, dan data tentang persebaran konsepsi siswa pada seluruh soal dapat diketahui dari analisis data. Sebelum proses kegiatan pembelajaran, persentase siswa yang tahu konsep sebesar 35,52% dan setelah pembelajaran persentase siswa yang tahu konsep meningkat menjadi 85,57%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada enam siswa yang tidak mengalami miskonsepsi setelah proses pembelajaran, dan ada beberapa siswa lainnya yang belum dapat mereduksi miskonsepsi secara keseluruhan. Miskonsepsi yang telah tereduksi secara keseluruhan didukung dari aktivitas siswa yang melatihkan kemampuan berpikir kritis dengan baik. Selain itu, penggunaan perangkat yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis juga menjadi acuan dan pegangan dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pada kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan layak digunakan untuk mereduksi miskonsepsi.
Pendekatan Dalam Studi Islam Telaah Pemikiaran Carl W. Erns dan Richard C Martin “Rethinking Islamic Studies from Orientalism to Cosmopolitanism” Muhammad Sya'roni
CENDEKIA Vol. 9 No. 02 (2017): Cendekia October 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.078 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v9i02.58

Abstract

Studi tentang agama-agama termasuk Islam di dalamnya terus mengalami perkembangan, baik dari sisi materi, metodologi, pendekatan atau bahkan penelitinya (muslim dan non-muslim). Dalam hal ini, ada studi islam ala orietalisme dan studi Islam ala Kosmopolitanisme. Masing-masing dari dua ini memiliki corak yang berbeda dan implikasinya menghasilkan diskripsi tentang islam yang berbeda. Di era post-modernime saat ini dan dalam rangka mengahadapi isu-isu Islam Global, studi islam kosmopolitanisme menjadi suatu keniscayaan untuk menjadi solusi terhadap masalah-masalah tersebut
Pengaruh Media Audiovisual terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Tematik Dwi Rosyidatul Kholidah
CENDEKIA Vol. 10 No. 01 (2018): Cendekia March 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.44 KB) | DOI: 10.37850/cendekia.v10i01.59

Abstract

Anak yang memiliki minat belajar yang baik merupakan keinginan setiap para pendidik, namun dalam proses pembelajaran tentu para pendidik harus menyiapkan hal-hal baru agar peserta didik tidak bosan dan semangat dalam belajarnya. Penurunan minat dan semangat dalam belajar pada masa ini terjadi pada anak-anak, salah satu faktor penurunan semangat belajar yakni penggunaan metode dan proses pembelajaran yang biasa-biasa saja cenderung terlalu terfokus pada pendidik, sehingga peserta didik mudah bosan, dan bahkan mengantuk dan lain sebagainya. Dari sinilah pendidik harus menyiapkan dorongan agar peserta didik kembali berminat dalam belajar, salah satunya dengan menggunakan media audiovisual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui penggunaan media audiovisual pada pembelajaran tematik,2. Mengetahui tingkat minat belajar peserta didik pada pembelajaran tematik,3. Mengetahui adanya pengaruh dari media audiovisual terhadap minat belajar peserta didik kelas IV MI Ihyaul Ulum Manyar. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Kemudian pada teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Dengan menggunakan Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket. Dengan jumlah populasi 20 dari kelas IV. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan rumus prosentase dan rumus Analisis Regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Media audiovisual dalam pembelajaran Tematik masuk dalam kategori baik, dibuktikan dengan perhitungan hasil prosentase sebesar 77%, artinya media audiovisual berhasil digunakan dengan baik pada pembelajaran tematik. 2. Minat peserta didik pada pembelajaran Tematik masuk kategori baik dan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, dibuktikan dengan perhitungan hasil prosentase sebesar 76%, artinya peserta didik mengalami peningkatan minat pada pembelajaran tematik dengan menggunakan media audiovisual. 3. Penggunaan media audiovisual pada pembelajaran tematik berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran Tematik kelas IV MI Ihyaul Ulum Manyar tahun pelajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil tabel regresi ditemukan nilai thitung> ttabel (2,832 ≥1,734) Maka dengan demikian media audiovisual memberikan pengaruh terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran tematik di kelas IV MI Ihyaul Ulum Manyar Tahun Pelajaran 2018/2019 secara signifikan.

Page 5 of 21 | Total Record : 208