cover
Contact Name
Mardalius
Contact Email
mardalius18@gmail.com
Phone
+6285156829831
Journal Mail Official
padang.tekno.corp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambe, Perumahan Pelita Bangsa, Blok A, No.15, Kab. Asahan, Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Of Indonesian Social Society
Published by PT. Padang Tekno Corp
ISSN : 29858771     EISSN : 29855705     DOI : https://doi.org/10.59435/jiss
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Adalah jurnal yang memuat hasil Pengabdian atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok individu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil Pengabdian Kepada masyarakat (PKM) yang dapat dijadikan sebagai referensi atau sumber informasi bagi masyarakat dan pihak lain yang berkepentingan. dalam jurnal ini akan menggabungkan beberapa bidang ilmu yang berbeda atau multidisiplin ilmu untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 98 Documents
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Pendidikan untuk Meningkatkan Kreativitas Guru SD Brainfor Islamic School Nasrun Marpaung; Akmal Nasution; Edi Kurniawan; Mardalius Mardalius
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.723

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak transformasi yang masif di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan alat digital guna menciptakan suasana belajar interaktif bagi siswa generasi Z dan Alpha. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan solusi atas keterbatasan literasi digital guru di SD Brainfor Islamic School melalui pelatihan intensif pemanfaatan Generative AI. Fokus kegiatan meliputi penggunaan AI Teks (ChatGPT, Notion AI) untuk administrasi, serta AI Multimodal (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) untuk pembuatan RPP, ilustrasi kelas, dan musik edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri dari tahap sosialisasi, pelatihan hands-on, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan rata-rata pemahaman peserta dari 35% pada tahap pre-test menjadi 88% pada tahap post-test. Seluruh peserta berhasil menghemat 50% waktu penyusunan administrasi dan menghasilkan minimal satu produk media pembelajaran interaktif secara mandiri. Pemanfaatan AI terbukti mereduksi kebosanan belajar siswa dan sangat membantu guru berinovasi.    The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought massive transformation in various sectors, including education. Teachers are required to adapt to digital tools to create interactive learning environments for Generation Z and Alpha students. This Community Service (PkM) aims to provide a solution to the limited digital literacy of teachers at SD Brainfor Islamic School through intensive training on Generative AI. The focus includes the use of Text AI (ChatGPT, Notion AI) for administration, and Multimodal AI (Gemini AI, Canva AI, Suno AI) for creating lesson plans, class illustrations, and educational music. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach consisting of socialization, hands-on training, and evaluation stages. The results showed a surge in participants' average understanding from 35% in the pre-test to 88% in the post-test. All participants successfully saved 50% of their administration time and independently produced at least one interactive learning media product. The use of AI is proven to reduce student boredom and greatly helps teachers innovate.
Digital Administrasi Dan Penguatan Manajemen Tata Kelola Kantor Desa Prapat Janji Berbasis Sistem Informasi Sudarmin Sudarmin; Sumantri Sumantri; Santoso Santoso; Irianto Irianto
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.725

Abstract

Kantor Desa Prapat Janji menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa, seperti pencatatan data yang masih dilakukan secara manual, keterlambatan pelayanan administrasi, kesulitan dalam pencarian arsip, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas administrasi desa melalui penerapan sistem informasi administrasi desa serta penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan tata kelola berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi implementasi sistem. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi mampu meningkatkan kecepatan pengolahan data administrasi sebesar 75%, mempercepat proses pencarian arsip hingga 80%, serta meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam penggunaan teknologi informasi sebesar 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tingkat kepuasan perangkat desa terhadap penggunaan sistem mencapai 88%. Implementasi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Desa Prapat Janji. The Prapat Janji Village Office faces several challenges in managing administrative processes and village governance, including manual data recording, delays in administrative services, difficulties in document retrieval, and the suboptimal utilization of information technology to support public services. This community service program aims to improve the effectiveness of village administration through the implementation of a village administrative information system and the strengthening of village officials’ capacity in managing digital-based governance. The methods employed include observation, needs assessment, training, mentoring, and system implementation evaluation. Preliminary results indicate that the implementation of the information system has increased the efficiency of administrative data processing by 75%, accelerated document retrieval processes by up to 80%, and enhanced the information technology competencies of village officials by 85%, based on pre-test and post-test evaluations. Furthermore, the satisfaction level of village staff regarding the use of the system reached 88%. The implementation is expected to promote more effective, efficient, transparent, and accountable public services in Prapat Janji Village.
Menuju Desa Modern Administrasi Digital Dan Manajemen Efektif Nofriadi; Adi Prijuna Lubis; Indra Ramadhona Harahap
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.670

Abstract

Desa sebagai unit pemerintahan dasar memiliki peran strategis dalam pembangunan dan pelayanan publik, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam administrasi dan manajemen. Pengelolaan yang masih manual menyebabkan pelayanan lambat, rawan kesalahan, serta rendahnya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, keterbatasan kompetensi aparatur desa dalam teknologi dan manajemen modern menghambat efektivitas perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pembangunan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas layanan publik dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, transformasi digital dan penguatan manajemen pemerintahan desa menjadi kebutuhan mendesak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Menuju Desa Modern: Administrasi Digital dan Manajemen Efektif” dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan. Program ini bertujuan mengimplementasikan sistem administrasi digital yang terintegrasi serta manajemen pemerintahan yang efektif, guna meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi, dan kualitas tata kelola desa secara berkelanjutan Villages, as the lowest level of government, play a strategic role in development and public service delivery; however, they still face various challenges in administration and management. Manual administrative processes lead to slow services, a high risk of errors, and low levels of transparency and accountability. In addition, the limited competence of village officials in technology and modern management hinders the effectiveness of planning, implementation, and evaluation of development programs. This condition impacts the quality of public services and reduces community participation. Therefore, digital transformation and the strengthening of village governance management have become urgent necessities. A Community Service program entitled “Towards a Modern Village: Digital Administration and Effective Management” is designed to enhance the capacity of village officials through training and mentoring. This program aims to implement an integrated digital administrative system and effective governance management in order to improve service efficiency, transparency, and the overall quality of sustainable village governance
Implementasi CSA Report Untuk Mencegah Fraud Dan Temuan Audit Di PT. Abdi Budi Mulia Irvan Rolyesh Situmorang; Frenky Situmorang; Yonson Pane
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.731

Abstract

Temuan audit internal yang muncul secara berulang menunjukkan bahwa mekanisme pengendalian yang diterapkan organisasi belum sepenuhnya mampu mendorong kepatuhan prosedur secara konsisten pada seluruh unit kerja. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kesalahan operasional dan penyimpangan apabila tidak diantisipasi melalui pendekatan pengendalian yang bersifat preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kemampuan staf dan manajemen PT. Abdi Budi Mulia dalam menerapkan Checklist Self Assessment (CSA) Report sebagai instrumen evaluasi mandiri untuk mendukung pencegahan fraud dan mengurangi temuan audit internal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan penyusunan CSA Report, pendampingan implementasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengendalian internal, manajemen risiko, dan pentingnya pengawasan mandiri dalam aktivitas operasional. Selain itu, peserta mampu menyusun indikator pengendalian, melakukan identifikasi risiko secara lebih sistematis, serta mengimplementasikan CSA Report sesuai dengan kebutuhan unit kerja masing-masing. Penerapan CSA Report juga mendorong terbentuknya mekanisme pengawasan yang lebih proaktif sehingga potensi kesalahan dan ketidaksesuaian prosedur dapat dikenali lebih awal sebelum menjadi temuan audit. Dengan demikian, implementasi CSA Report dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan mendukung upaya pencegahan fraud secara berkelanjutan pada lingkungan perusahaan  Recurring internal audit findings indicate that existing control mechanisms have not fully ensured consistent procedural compliance across all work units. Such conditions may increase the risk of operational errors and irregularities if preventive control measures are not adequately implemented. This community service program aimed to enhance the knowledge and capabilities of staff and management at PT. Abdi Budi Mulia in implementing a Checklist Self Assessment (CSA) Report as a self-evaluation instrument to support fraud prevention and reduce internal audit findings. The program employed a participatory approach consisting of problem identification, CSA Report training, implementation assistance, and activity evaluation. The results demonstrated that participants gained a better understanding of internal control, risk management, and the importance of self-monitoring in operational activities. Participants were also able to develop relevant control indicators, identify operational risks more systematically, and implement CSA Reports according to the specific needs of their respective work units. Furthermore, the implementation of CSA Reports encouraged a more proactive monitoring mechanism, enabling potential errors and procedural non-compliance to be identified before becoming audit findings. Therefore, CSA Report implementation can serve as an effective alternative for strengthening internal control systems and supporting sustainable fraud prevention efforts within the organization
Pendampingan Literasi Keuangan dan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku UMKM Kuliner Di Kelurahan Tanjung Anom Deli Serdang Yonson Pane; Irvan Rolyesh Situmorang; Frenky Situmorang
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.732

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun demikian, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama terkait pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta penyusunan pembukuan sederhana. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaku UMKM kuliner di Kelurahan Tanjung Anom. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan penyusunan pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM kuliner. Program dilaksanakan dengan melibatkan 15 peserta melalui tahapan identifikasi kebutuhan, persiapan kegiatan, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi program. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi kasus, praktik penyusunan buku kas harian, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan, pencatatan transaksi, penyusunan buku kas sederhana, dan perhitungan laba usaha. Selain itu, peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sistematis. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan UMKM sehingga dapat mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha pada masa mendatang. Culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting local economic activities and community income generation. However, many business owners still face challenges in financial management, particularly in transaction recording, separating business and personal finances, and preparing simple bookkeeping records. Similar conditions were identified among culinary MSME owners in Tanjung Anom Village. This community service program aimed to improve financial literacy and simple bookkeeping skills among culinary MSME entrepreneurs. The program involved 15 participants and was implemented through four stages: needs assessment, program preparation, mentoring implementation, and evaluation. The methods included training sessions, interactive discussions, case simulations, daily cash book practices, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results demonstrated significant improvements in participants’ understanding of financial literacy, transaction recording, simple bookkeeping preparation, and profit calculation. Participants also showed better capability in recording business income and expenses in a more systematic manner. The program contributed positively to strengthening the financial management capacity of culinary MSMEs and is expected to support business sustainability and future business growth
Transformasi Desa Menuju Era Digital Melalui Literasi Teknologi Informasi Mohd. Siddik; Maulana Dwi Sena; Ari Dermawan
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.736

Abstract

Akselerasi teknologi informasi memicu adanya kesenjangan digital (digital divide) di tingkat pedesaan akibat rendahnya literasi teknologi pada masyarakat non-produktif dan aparatur desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi kendala operasional perangkat digital, kerentanan siber, serta mengoptimalkan administrasi publik di Desa Perapat Janji, Sumatera Utara. Melalui pendekatan Community-Based Education, program diwujudkan lewat dua klaster utama: Digital Literacy Academy untuk warga umum serta E-Government Literacy Workshop bagi aparatur desa. Hasil evaluasi menunjukkan dampak kuantitatif yang signifikan. Skor rata-rata literasi digital masyarakat umum melonjak sebesar 85,4%, naik dari nilai pre-test 42,5 menjadi 78,8 pada post-test. Sementara itu, kompetensi psikomotorik aparatur desa meningkat dari 48,0 menjadi 87,5, dengan tingkat keberhasilan 100% dalam pengarsipan berbasis cloud. Program ini berhasil mempercepat transformasi desa menjadi lebih cakap digital serta meningkatkan efisiensi layanan sosial kedesaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. The acceleration of information technology has triggered a significant digital divide in rural areas due to low digital literacy among non-productive communities and village officials. This Community Service (PKM) program aimed to overcome operational digital device limitations, cyber vulnerabilities, and sub-optimal public administration services in Perapat Janji Village, North Sumatra. Utilizing a Community-Based Education approach, the project implemented two main initiatives: the Digital Literacy Academy for the general public and the E-Government Literacy Workshop for village officials. The evaluation showed significant quantitative impacts. The general public's average digital literacy score jumped by 85.4%, increasing from a pre-test score of 42.5 to 78.8 in the post-test. Meanwhile, the psychomotor competence of village officials rose from 48.0 to 87.5, achieving a 100% success rate in cloud-based digital archiving. This program successfully accelerated rural transformation toward digital proficiency and enhanced the efficiency of adaptive village social services.
Sosialisasi Tata Cara Revitalisasi Infrastruktur Hijau: Solusi Inovatif Untuk Peningkatan Ketahanan Lingkungan Di Pematang Johar Desma Erica Maryati Manik; Hommy Dorthy Ellyany Sinaga; Yulvitriyani Br Sebayang; Susan Grace V Nainggolan
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.737

Abstract

Pematang Johar, sebuah desa yang berkembang pesat di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat akibat alih fungsi lahan, berkurangnya ruang terbuka hijau, dan genangan air yang berulang pada musim hujan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan revitalisasi infrastruktur hijau sebagai solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat lingkungan permukiman. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan aparat desa, sosialisasi partisipatif, demonstrasi praktis pembuatan lubang resapan biopori, sumur resapan, dan taman hujan, serta evaluasi melalui instrumen pretest-posttest. Kegiatan diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota karang taruna, dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata peserta secara signifikan, dari 40% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan, serta peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik tersebut secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi infrastruktur hijau yang murah dan partisipatif dapat ditransfer secara efektif kepada masyarakat serta berkontribusi menurunkan risiko banjir sekaligus memulihkan fungsi ekologis di skala lingkungan permukiman. Pematang Johar, a rapidly developing village in Labuhan Deli Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra, faces increasing environmental pressure from land-use conversion, reduced green open space, and recurrent waterlogging during the rainy season. This community service activity aimed to introduce green infrastructure revitalization as an innovative approach to strengthen local environmental resilience. The method consisted of preparation, coordination with village authorities, participatory outreach (sosialisasi), practical demonstration of biopore infiltration holes, recharge wells, and rain gardens, and evaluation through pretest-posttest instruments. The activity involved 42 participants consisting of village officials, youth organization members, and housewives. Results showed a substantial increase in participants' average understanding score, from 40% before the activity to 84% afterward, and participants expressed strong interest in applying the techniques independently. The activity concludes that low-cost, participatory green infrastructure interventions can be effectively transferred to communities and contribute to reducing flood risk while restoring ecological function at the neighborhood scale.
Community Service In Strengthening The Governance Of Occupational Safety And Health Competency Certification Through A Web-Based Information System At PT Batamindo Investment Cakrawala Hilda Herasmus; Agus Suryadi; Mulyanto
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.816

Abstract

The Level 2 Working at Height (TKBT) training conducted by PT Batamindo Investment Cakrawala produced 22 certified employees across four divisions. However, post-training recommendations from the HRD unit identified the absence of a periodic monitoring mechanism for certificate validity periods and personal protective equipment usage, while all record keeping remained paper-based and spreadsheet-driven. This condition creates a compliance risk against Minister of Manpower Regulation Number 9 of 2016, as expired certificates may go undetected before employees are assigned to work at height. This community service program aims to strengthen the partner's occupational safety competency certification governance through the design, implementation, and mentoring of a web-based information system. The implementation method consists of six stages: situation analysis, requirements analysis, system design, construction, socialisation and training, and operational mentoring. The system was developed using a three-tier architecture and comprises four core modules: certificate record management, automated validity notification, divisional recapitulation dashboard, and digital document archiving. Program effectiveness was measured using a pre-test and post-test design with a 20-item instrument covering four knowledge domains, analysed using normalized gain. Functional testing was conducted using the black box method, while user acceptance was measured using the System Usability Scale. The results show that participants' average knowledge score increased from 51.4 in the pre-test to 86.4 in the post-test, with a normalized gain of 0.72 categorised as high. Black box testing achieved a 90 percent success rate and the System Usability Scale score reached 82.5, indicating good user acceptance.

Page 10 of 10 | Total Record : 98