cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1" : 7 Documents clear
Improving Students’ Writing Ability Through Concept Sentence Method Dewi, Rino Sinta
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Teachers need to use appropriate learning method to help students achieve the purpose of learning, especially in learning writing. The study aims to describe how Concept Sentence Method through a small group discussion improve students writing ability of senior high school students of Muhammadiyah 3 Jember. Classroom Action Research (CAR) was implemented using a design by Kurt Lewin to the XI grade students; 5 males and 12 females. It was done in two cycles; each of which consisted of two meetings. The researcher did collaborative action with the class teacher. The data collection involved writing test in two cycles and writing scoring rubric which evaluated content, organization, vocabulary, language use/grammar, and mechanics. The study used 78 as the criteria of success of the students’ writing. The finding showed the class’s mean score of cycle one was 77.23 and on the cycle two reached up to 80.41. Therefore, the criteria of success were achieved, it can be seen from the students’ action when the method was implemented. Students were actively taking part in the discussion and share their ideas to other.
The Use of Suffixes in Narrative Writing: A Case Study of Thai EFL Learners Sama , Kamariyah; Huda, Tanzil; Rasuki, Muhlisin
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the use of English suffixes in narrative writing by Thai learners of English as a foreign language. Given the significance of suffixes in second/foreign language acquisition, understanding how Thai learners employ suffixes in narrative contexts is crucial. A descriptive approach was adopted, with data collected from 12 eighth-grade students at Tarbiatulwatan Mulniti Junior High School in Thailand. The students' narrative writing assignments were analyzed to identify their usage of key inflectional suffixes (-ed, -s/es, -est, and -ing) and derivational suffixes (e.g., -ly). The findings revealed that students commonly utilized inflectional suffixes to mark past tense, plural nouns, and superlative adjectives. However, some students demonstrated difficulties with spelling, particularly when converting words ending in "y" to "i." Additionally, the use of derivational suffixes was limited, with only a few instances of employing the -ly suffix to form adverbs. These findings shed light on Thai learners' proficiency in using English suffixes in narrative writing and have implications for language pedagogy. Understanding the challenges they face can aid educators in developing targeted instructional strategies to enhance suffix usage. Further research is warranted to explore factors influencing the learning of derivational suffixes and to extend this study to learners of varying proficiency levels.
Pembatalan Sewa Menyewa Oleh Pihak Ke 3 (Tiga) Dengan Objek Tanah Kas Desa Humairah, Intan Balgis; Iman, Muh
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjanjian sewa-menyewa termasuk dalam perjanjian konsepsual, dalam pengesahannya perjanjian tersebut mengikat para pihak sejak tercapainya kesepakatan mengenai pokok-pokok penting dari perjanjian tersebut. Salah satu perjanjian sewa-menyewa yang terjadi ada di Desa Grati yang dilakukan oleh kepala desa dengan orang lain dengan objek tanah kas desa. Akan tetapi terdapat permasalahan dimana terjadi pembatalan sewa menyewa dengan objek tanah kas desa yang dilakukan oleh pihak ketiga. Oleh karena itu muncul permasalahan apakah bisa pembatalan sewa menyewa dengan objek tanah kas desa dilakukan oleh pihak ke tiga. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, konsepsual, dan kasus dengan jenis penelitian yuridis normatif. Adapun bahan hukum yang dipergunakan adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, buku, dan jurnal. Pembatalan sewa menyewa yang terjadi di desa grati pada dasarnya tidak bisa dibatalkan oleh pihak ketiga. Hal tersebut mengacu pada Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang menjelaskan bahwa syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam perjanjian sewa-menyewa dengan objek tanah kas desa tersebut. Oleh karena itu diharapkan pihak kepala desa lebih transparan dalam mengelola tanah kas desa.
Implementasi Keterwakilan Perempuan Sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Berdasarkan Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 Tetang Badan Per-musyawaratan Desa (BPD) Di Kabupaten Jember Nazilah , Fanis Fifin; Fauziyah, Fauziyah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa sebagai subyek pembangunan, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan dan peranan yang sama baik dalam melaksanakan dan menikmati hasil pembangunan tersebut. Salah satu lembaga yang penting yang ada didalam pemerintahan desa yaitu Badan Permusyawaratan Desa selanjutnya disebut BPD. Didalam pengisian keanggotaan BPD ini harus memperhatikan adanya keterwakilan perempuan dalam anggota BPD dengan tujuan untuk menampung dan menyalurkan kepentingan atau urusan perempuan. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, dan konsep dengan jenis penelitian yuridis normatif. Implementasi Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa terhadap Kedudukan Keterwakilan Perempuan dalam Keanggotaan BPD di Kabupaten Jember tidak dilaksanakan sebagaimana yang terjadi di lapangan. Sebagaimana yang telah diatur oleh Permendagri dalam pasal 6. Meskipun kedudukan keterwakilan perempuan di BPD sangat penting, tentunya untuk memperjuangkan kepentingan perempuan, karena perempuan yang lebih tahu tentang kepentingan perempuan adalah perempuan itu sendiri. Jumlah anggota BPD ditentukan berdasarkan jumlah penduduk dan kemampuan desa dengan memperhatikan jumlah ganjil yaitu minimal 5 orang dan maksimal 9 orang.
Kewenangan Kepala Desa Dalam Mengelola Aset Desa Berupa Tanah Kas Desa Di Grati Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang Resmana , Pramudya Fahmi; Fauziyah, Fauziyah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui batasan kewenangan kepala desa dalam mengelola aset desa berupa tanah kas desa. Pada penelitian ini, metode yang digunakan ini adalah yuridis normatif yang difokuskan pada penerapan kaidah-kaidah atau norma di dalam hukum positif untuk mengangkat, membahas, dan menguraikan isu hukum yang diangkat. Tanah kas desa merupakan bagian dari aset desa yang merupakan barang asli yang dimiliki oleh desa. aset desa terdiri dari Tanah Kas Desa, Tanah Ulayat, Pasar Desa, Pasar Hewan, Bangunan Desa, Pelelangan Ikan, Pelelangan Hasil Pertanian, Hutan Milik Desa, Mata Air Milik Desa, dan Pemandian Umum. Pengelolaan tanah kas desa sebagai aset desa merupakan kewenangan dari kepala desa sebagai pemegang kekuasaan dalam pengelolaan aset desa berupa tanah kas desa. Pengelolaan tanah kas desa ini dibahas oleh kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta meningkatkan pendapatan desa. Dalam pengelolaan tanah kas desa harus berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa.
Gambaran Motorik Halus Pada Anak Usia Sekolah Dasar Pasca Pandemi Mardhatillah , Rifqoh Azizah; Ervina, Iin; Swastikasari, Anggraeni
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motorik halus adalah kemampuan untuk mengendalikan gerakan jasmani yang melibatkan otot dan syaraf kecil seperti, menulis, menggambar, mewarnai, menggunting, dan menempel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perkembangan motorik halus pada siswa – siswi kelas 1 SDN Bangsalsari 03 dengan adanya perubahan pembelajaran dari online ke tatap muka kembali. Subjek penelitian menggunakan siswa – siswi kelas satu SDN Bangsalsari 03 yang berjumlah 66 orang. Penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif dan menggunakan sampel jenuh. Skala yang digunakan merupakan skala motorik halus yang mengacu pada teori Hurlock. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari 15 item. Hasil uji validitas dari 15 item valid dan nilai reliabilitas sebesar 0,989. Hasil penelitian pada aspek menulis rendah sebesar 59%, aspek menggambar tinggi sebesar 55%, aspek mewarnai tinggi sebesar 53%, aspek menggunting tinggi sebesar 59%, dan aspek menempel tinggi sebesar. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan capaian motorik halus pada kategori kelas 1A tinggi sebesar 62% dan kelas 1B rendah sebesar 56%, pada kategori jenis kelamin perempuan rendah sebesar 58% dan laki-laki sebesar 70%. Hasil penelitian yaitu capaian perkembangan motorik halus siswa – siswi SDN Bangsalsari 03 memiliki capaian perkembangan motorik halus tinggi sebanyak 29 siswa dengan presentase 44% dan kategori rendah sebanyak 37 siswa dengan presentase sebesar 56%. Data tersebut artinya capaian perkembangan motorik halus siswa kelas satu SDN Bangsalsari 03 pasca pandemi tergolong rendah.
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Cultur-ally Responsive Teaching (CRT) Dalam Pembelajaran Bi-ologi SMA Fitri, Ayu Nur; Arbailah, Arbailah; Jannah, Saltsa Ridlotul
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 5 (2023): Proceeding SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk berinovasi menciptakan pembelajaran yang bermakna. Salah satunya dengan menerapakn model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Culturally Responsive Teaching. Kolaborasi antara PBL dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) akan menciptakan pembelajaran yang bermakna sebab proses pembelajaran berbasis budaya tidak hanya mentransfer budaya tetapi juga memasukkan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning berbasis Pendekatan Culturally responsive Teaching dalam pembelajaran Biologi di SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi pembelajaran dan angket siswa. Observasi pembelajaran dilakukan di XI MIPA 3 SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya dengan jumlah sampel 35 siswa pada tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 indikator yang di berikan pada angket terdapat 9 kriteria yang memberikan hasil tertinggi dan 1 indikator yang mendapatkan respon kurang positif. Berdasarkan angket tersebut dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pembelajaran Problem Based Learning berbasis budaya mampu memberi peluang peserta didik untuk bekerjasama, memberikan suasana belajar yang menyenangkan, memberikan cara pengerjaan yang tidak membosankan, banyak hal baru yang di dapatkan, membuat peserta didik mampu menganalisis masalah, menjelaskan hasil analisis, dan mampu menyimpulkan masalah. Selain itu pembelajaran juga membuat peserta didik memahami budaya sekitar hingga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sekitar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran PBL berbasis budaya lokal ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan di pembelajaran khususnya mata pelajaran Biologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7