cover
Contact Name
Eka Widiyananto
Contact Email
ewdynt@gmail.com
Phone
+628122089782
Journal Mail Official
jurnalarsitektur@sttcirebon.ac.id
Editorial Address
© Redaksi Jurnal Arsitektur Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Gd.Lt.1 Jl.Evakuasi No.11, Cirebon 45135
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 20879296     EISSN : 26856166     DOI : 10.59970/jas
Core Subject : Engineering,
Fokus Jurnal Arsitektur adalah mahasiswa dan dosen pembimbing untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian, Seminar atau Skripsi di Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon atau Prodi Arsitektur pada Perguruan Tinggi lain di Indonesia. Ruang lingkup pada Jurnal Arsitektur adalah ilmu kearsitekturan dengan bidang keilmuan diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah Arsitektur, filsafat dan teori arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur.
Articles 125 Documents
Identifikasi Elemen-Elemen dan Transformasi Bentuk Pada Masjid Pejlagrahan Cirebon maman; Yovita Adriani
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon merupakan salah satu kota tertua di Jawa Barat yang berdiri sejak abad ke 15 Masehi, dan di Cirebon juga terdapat beberapa bangunan bersejarah terutama pada bangunan masjid, sehingga kota ini dikenal sebagai salah satu kota sakral bagi umat islam. Masjid pertama dan tertua di Kota Cirebon adalah masjid Pejlagrahan yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang, masjid pejlagrahan dulunya digunakan sebagai tempat sholat oleh Pangeran Cakrabuana dan masyarakat setelah pulang berlayar, karena masjid ini posisinya dekat dengan bibir pantai. Akibat terjadinya perubahan garis pantai yang mengakibatkan terjadinya tanah timbul atau pengendapan secara alami di pantai tersebut. Sehingga saat ini Masjid Pejlagrahan tidak lagi terletak di bibir pantai, tetapi terletak di tengah pemukiman penduduk. masjid Pejlagrahan berada disamping komplek kesultanan kasepuhan Kota Cirebon, lebih tepatnya terletak di Gang Pejlagrahan, Jalan May Sastraatmaja, Kampung Sitimulya, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Masjid Pejlagrahan merupakan bangunan cagar budaya yang didalamnya terdapat elemen-elemen masjid yang masih terjaga keasliannya sehingga perlu adanya pemeliharaan dan pelestarian. Keberadan Masjid Pejlagrahanini belum banyak diketahui oleh masyarakat luar. diharapkan supaya masjid ini dapat dijadikan sebagai objek wisata religi supaya keberadaannya banyak diketaui oleh masyarakat luar dan dapat dijadikan sebagai bentuk pembelajaran bagi generasi muda untuk mengetahui nilai-nilai sejarah dalam arsitektur masjid. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data, informasi dan pengetahuan mengenai arsitektur Masjid Pejlagrahan Cirebon
MANFAAT PELAKSANAAN METODE DESIGN AND BUILD PADA PROYEK GEDUNG UTAMA KEJAKSAAN AGUNG RI TAHAP 1 Rifa Ramadhanti; Nurtati Soewarno
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dapat dikatakan bahwa Indonesia sedang mengalami peningkatan jumlah pembangunan baik infrastruktur maupun pembangunan gedung. Melihat kondisi tersebut pemerintah dituntut untuk melakukan pengembangan di bidang jasa konstruksi dengan membuat kebijakan baru terkait penerapan kontrak pekerjaan konstruksi dengan metode Rancang dan Bangun atau biasa disebut dengan Design and Build (DB). Penerapan kontrak konstruksi dengan jenis metode tersebut memungkinkan untuk digunakan pada proses pekerjaan konstruksi bangunan, apalagidengan nilai konstruksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk Metode yang digunakan pada proses penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dimana penelitian dimulai dengan melakukan studi literatur dan dilanjutkan observasi ke lapangan terhadap studi kasus. Setelah itu hasil dari penelitian dikorelasikan dengan teori terkait. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji manfaat apa saja yang didapat melalui penerapan Metode Kontrak Terintegrasi Rancang dan Bangun (Design and Build) sehingga hal tersebut terbukti layak dan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk diterapkan pada sebuah proses konstruksi bangunan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manfaat yang didapatkan dari penerapan kontrak konstruksi yang terintegrasi Rancang dan Bangun (Design and Build). Diantara manfaat tersebut adalah terkait efisiensi waktu, pihak penanggung jawab kontrak, sistem klaim, nilai proyek dan addendum. Metode kontrak konstruksi ini sangat memungkinkan untuk digunakan pada proses konstruksi bangunan khususnya pada pekerjaan yang kompleks atau mendesak.
IDENTIFIKASI INTERIOR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : GPIB MARANATHA BANDUNG) M Rizky Fauzi; Yusuf Satria Wicaksono; Rizky Julian Dewanto; Muhammad Daffa Wafda A; Ardhiana Muhsin
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural heritage is a material cultural heritage inherited from previous generations which is then preserved by the next generation. Bandung is a city that has quite a lot of cultural heritage objects, one of which is a cultural heritage building that needs to be preserved by the community. The process of preserving cultural heritage does not need to produce a new design work, the preservation of cultural heritage buildings can be done with several stages, one of which is identifying architectural historical objects, with a case study of GPIB Maranatha Bandung, a combined qualitative and quantitative method is used in identifying the GPIB Maranatha Bandung building through the following research stages: (a) field observation at the observation location including interviews, measurements and recording as well as related supporting documents (b) identifying and analyzing the details of each exterior element of the building (tower, and terrace) (c) identifying and analyzing the details of each interior element of the building (zoning space, foyer/stair room, worship space, balcony, priest preparation room, openings, ceiling, floor, and other supporting elements.
IDENTIFIKASI ADAPTASI GAYA ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS CATUR INSAN CENDEKIA CIREBON Evellien; Sasurya Chandra
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warisan budaya lokal maupun pendatang nampak jelas dan tersebar luas di kota-kota di Indonesia, khususnya Kota Cirebon. Terlihat dari perkembangan pembangunan dengan bentuk peninggalannya yang berupa langgam Arsitektur menjadi ciri khas tersendiri di Kota Cirebon, yaitu Arsitektur Kolonial. Sejarah arsitektur Kolonial Belanda pada hakekatnya merupakan suatu bagian yang integral dari adanya sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia. Namun, dengan adanya pengaruh langgam arsitektur lain yang berkembang diantaranya seperti arsitektur jengki, dan modern, dapat terjadi sebuah bentuk percampuran gaya arsitektur pada bangunan kolonial yang ada. Gaya arsitektur disesuaikan dengan iklim tropis ketersediaan material yang ada di Indonesia, sehingga bentuk yang dihasilkan menjadi bentuk baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk adaptasi arsitektur kolonial dan langgam arsitektur lain yang diterapkanpada bangunan gedung Rektorat Universitas Catur Insan Cendekia Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari hasil observasi lapangan, dokumentasi/sketsa dan studi literatur yang berhubungan dengan objek studi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya percampuran berbagai gaya arsitektur kolonial dan arsitektur jengki yang menjadikannya sebagai bentuk adaptasi arsitektur pada bangunan gedung Rektorat Universitas Catur Insan Cendekia Cirebon yang terlihat dari perbedaan gaya arsitektur antara bagian fasad, badan bangunan, dan atapnya.
IDENTIFIKASI BENTUK ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN GEDONG DUWUR INDRAMAYU LOVIANDRI, FADLI; Nurhidayah
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa dan arsitektur Indonesia dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Salah satu faktor yang mempengaruhi, gaya, karakter dan ciri khas dari arsitektur kolonial adalah perpaduan antara bentuk bangunan di Belanda dan iklim tropis yang ada di Indonesia. Terdapat berbagai situs peninggalan zaman Belanda di Indonesia terutama di Indramayu yang salah satunya adalah bangunan Gedong Duwur. Gedong duwur diartikan sebagai gedung tinggi. Dibangun pada tahun 1901, gedung ini digunakan sebagai kantor asisten residen di masa penjajahan Belanda di Indramayu. Terletak di jl. Mayor Dasuki, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk arsitektur kolonial pada bangunan Gedong Duwur Indramayu. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, melalui survey lapangan seperti observasi/pengamatan pada objek bangunan, pendokumentasian dan pengukuran kondisi bangunan, wawancara dengan mencatat informasi yang diberikan, serta studi literatur untuk mengetahui data-data seperti teori dan sejarah mengenai objek tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk bangunan Gedong Duwur Indramayu terlihat dominan memiliki ciri-ciri gaya arsitektur Indische Empire Style seperti terlihat pada denah dan tampak, serta karakter visual seperti pada atap, ornamen pada fasad, kolom, serta bukaan pintu dan jendela.
IMPLEMENTASI PRINSIP DESAIN FUTURISTIK PADA PERANCANGAN TAMAN WISATA OCEAN JOURNEY DI KOTA BANDUNG Musa, Adinda Leoni Osami; Theresia Pynkyawati
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Futuristik merupakan gaya arsitektur yang berasal dari ide pemikiran yang mengungkapkan kebebasan dan berorientasi ke masa depan ke dalam bentuk yang kreatif dan inovatif. Konsep arsitektur futuristik dianggap cocok diterapkan dalam perancangan theme park Ocean Journey ini. Kota Bandung merupakan kota yang terkenal dengan destinasi wisatanya yang berlimpah, dan dengan hadirnya Ocean Journey sebagai oceanarium pertama di Kota Bandung akan menjadi tujuan berlibur baru bagi keluarga yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, terutama mengenai kekayaan laut dan perlindungan biota di dalamnya. Tujuan dari proyek ini adalah menjadikan Ocean Journey sebagai theme park yang mengutamakan kualitas, keamanan, kenyamanan, serta mengedepankan potensi daya tarik wisata rekreasi dan edukasi biota air laut untuk seluruh masyarakat. Penerapan prinsip desain arsitektur futuristik dapat terlihat pada lanskap serta fasad bangunan di dalam kawasan, dengan bentuk yang tidak biasa tetapi tidak dengan menggunakan ornamen yang berlebihan. Pemilihan warna putih baik pada eksterior dan interior bangunan serta penataan lampu yang baik sebagai ciri arsitektur futuristik pada perancangan. Penggunaan sistem struktur seperti flat truss, curved truss, dan rangkaian besi hollow serta material terpilih seperti GRC, ACP, WCP, kaca, aluminium, baja, dan beton dalam perancangan Ocean Journey akan memperkuat penerapan prinsip desain arsitektur futuristik tersebut.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA PERANCANGAN NEO ARTHA THEME PARK DI BANDUNG Suseno Suryani, Meilia; Theresia Pynkyawati
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni dan Budaya memiliki keterkaitan penting dalam kehidupan sehari-hari, namun dampak globalisasi telah meredupkan minat terhadap nilai seni tradisional seperti Seni dan Budaya Sunda. Faktor ini disebabkan oleh kurangnya perhatian dalam pengembangan serta sarana yang memadai. Permasalahan ini juga diperparah dengan banyaknya fasilitas publik di Kota Bandung yang tidak terawat dan tidak berfungsi sebagaimana selayaknya. Sebagai solusi, didesainlah Neo Artha Theme Park yang mengusung tema Arsitektur Neo Vernakular untuk menghidupkan kembali dan memodernisasi Seni Tradisional Sunda. Berupaya menjadi pusat rekreasi dan pendidikan yang menarik baik bagi masyarakat lokal Bandung maupun wisatawan internasional, serta menjaga agar warisan budaya tak luntur oleh waktu. Dengan mengimplementasikan Arsitektur Neo Vernakular, taman tematik ini didesain dengan hasil analisis dan pertimbangan data yang mendalam dari permasalahan tapak dan sekitarnya. Sehingga Neo Artha Theme Park dapat menjadi jawaban, yaitu sarana dan fasilitas yang bernilai budaya lokal sebagai objek pariwisata di bidang rekreasi serta edukasi. Dan mempunyai nilai tambah, sebagai ruang terbuka hijau di pusat kota Bandung, wadah masyarakat untuk bersosialisasi, yang juga dapat bernilai ekonomi, sosial dan budaya.
PENERAPAN TEMA NATURE IN SPACE PADA PERANCANGAN PARAHYANGAN BOTANICAL GARDEN Fawwaz Zahra; Theresia Pynkyawati
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theme Park dapat diartikan merupakan sebuah wadah untuk bertamasya. Namun seiring dengan berkembang pesat pembangunan kota, kurangnya tempat rekreasi yang dapat dijadikan sebagai tempat edukasi. Permasalahan ini juga timbul di daerah Jawa Barat, dimana taman yang ada rata – rata tidak fokus kepada edukasi tumbuhan,mengakibatkan perlunya solusi desain agar masyarakat tidak hanya berlibur tetapi juga dapat melakukan pembelajaran terhadap tumbuhan. Tujuan perancangan Parahyangan Botanical Garden ini untuk membuat taman rekreasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan khususnya masyarakat di Kota Bandung. Melalui pendekatan arsitektur biofilik, penerapan desain yang dihasilkan dari proyek ini memperhatikan kenyamanan pengguna,menggabungkan alam dengan bangunan, dan merancang fasilitas sesuai standar. Pengambilan tema nature in space diterapkan pada fasad bangunan di dalam kawasan dengan menggunakan aksen alam seperti kayu dan batu alam. Menghadirkan kolam juga air mancur sebagai ciri adanya unsur suara. Merancang plaza serta taman pada site akan memperkuat penerapan prinsip desain arsitektur biofilik tersebut. Rancangan Parahyangan Botanical Garden ini memiliki fungsi sebagai sarana rekreasi dan juga edukasi.
ANALISIS PENGGUNAAN MATERIAL LANTAI EPOXY PADA GEDUNG PRODUKSI DAN PENGEMASAN VAKSIN BIO FARMA Rohman, Rika Ayu Junita; Theresia Pynkyawati
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung produksi dan pengemasan vaksin merupakan fasilitas kritis dalam industri farmasi yang memerlukan standar kebersihan dan keselamatan tertinggi. Ruang bersih (clean room) menjadi elemen kunci dalam lingkungan produksi tersebut, di mana kebersihan permukaan lantai menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tentang penggunaan material lantai epoxy pada gedung produksi dan pengemasan vaksin di Bio Farma dengan mempertimbangkan standar clean room. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif untuk mengungkapkan karakteristik, sifat, dan kualitas penggunaan lantai epoxy dalam lingkungan produksi tersebut secara rinci. Hasil analisis menunjukkan bahwa lantai epoxy telah memenuhi persyaratan standar clean room dalam lingkungan produksi dan pengemasan vaksin di PT Bio Farma. Sifat permukaan lantai epoxy yang halus, tahan debu, dan mudah dibersihkan membantu menjaga kebersihan dan mencegah akumulasi partikel di area produksi. Pemilihan jenis lantai epoxy yang sesuai dengan tingkat kebersihan dan kebutuhan sterilisasi ruang bersih menjadi kritis untuk memastikan kualitas produksi vaksin yang optimal. Kesimpulannya, penggunaan lantai epoxy pada gedung produksi dan pengemasan vaksin di PT Bio Farma telah memenuhi standar clean room industri farmasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi industri farmasi lainnya yang ingin memilih material lantai yang sesuai dengan standar kebersihan dan keselamatan dalam ruang bersih.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PADA BANGUNAN GEDONG DUWUR KABUPATEN INDRAMAYU fajri, Ahmad; Edi Mulyana
Jurnal Arsitektur Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Kolonial belanda di Gedong Duwur Indramayu memiliki karakter dan kekhasan tersendiri. Karakter yang kuat dapat dilihat dari bentuk bangunan Kolonial belanda. Indramayu merupakan bagian dari keresidenan krawang Ketika Keresidenan Krawang dibentuk pada tanggal 2 Maret 1811. Penelitian dengan judul Identifikasi Struktur Bangunan Kolonial Belanda di Gedong Duwur Indramayu, bertujuan untuk mengidentifikasi struktur konstruksi bangunan pada bangunan Gedong Duwur yang masih menunjukkan jejak keaslian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan observasi serta menyesuaikan dengan terori yang terkait stuktur kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bangunan Kolonial Belanda di Gedong Duwur Indramayu memiliki keragaman struktur mulai dari struktur bawah (pondasi), struktur (lantai), struktur tengah (kolom), struktur (dinding), dan struktur atas (atap).

Page 9 of 13 | Total Record : 125