cover
Contact Name
Diah Merdekawati
Contact Email
zelvyeliva@gmail.com
Phone
+6285266089322
Journal Mail Official
jphi@stikes-hi.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarmizi Kadir No.71 Pakuan Baru, Jambi Sel., Kota Jambi, Jambi 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 26861003     DOI : https://doi.org/10.30644/jphi
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) This journal contains the results of publication lecturers to the community of Nursing, Public Health, and Pharmacy Science. The article published on the internal and external academic community STIKES Harapan Ibu Jambi. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) publishes scholarly articles in scope covering: Nursing: Adult nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, Nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, Education in nursing Public Health: health epidemiology, biostatistics health, health administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles health Pharmacy: Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, , Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, and Alternative Medicines
Articles 129 Documents
Pemberdayaan Kader Melalui Pendampingan Diabetes Self-Management Education Di RW 4 Kelurahan Ngesrep Semarang Retno Issroviatiningrum1; Kurnia Wijayanti
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rrwpzh66

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia dan menjadi penyebab utama berbagai komplikasi kronis apabila tidak dikelola dengan baik. Banyak penderita diabetes melitus belum memiliki pemahaman yang memadai terkait pengelolaan penyakit secara mandiri, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan kadar gula darah, kepatuhan minum obat, serta pencegahan komplikasi. Kondisi ini diperberat dengan keterbatasan peran kader kesehatan dalam memberikan pendampingan berkelanjutan di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan kader melalui pendekatan Diabetes Self-Management Education (DSME). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen diabetes melalui pendampingan DSME. Kegiatan dilaksanakan pada kader di wilayah mitra dengan metode edukasi dan pelatihan selama dua hari. Tahap awal kegiatan meliputi penyuluhan tentang konsep dasar diabetes melitus, prinsip DSME, pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, kepatuhan terapi, serta pencegahan komplikasi. Selanjutnya, kader diberikan pelatihan keterampilan pendampingan dan mempraktikkan edukasi manajemen diabetes yang dapat diterapkan kepada penderita diabetes di lingkungan masyarakat. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader setelah kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen diabetes berbasis Diabetes Self-Management Education (DSME). Rata-rata skor pengetahuan kader meningkat dari 66,40 sebelum edukasi menjadi 78,25 setelah intervensi. Selain itu, kader juga mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan pendampingan DSME, meliputi edukasi pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, kepatuhan minum obat, serta pencegahan komplikasi diabetes secara tepat dan aplikatif.menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam manajemen diabetes berbasis DSME. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kader mampu berperan aktif dalam mendampingi penderita diabetes, memberikan edukasi kesehatan secara berkelanjutan, serta mendukung pengendalian diabetes di masyarakat sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus.
Web-Based Diabetic Ulcer Screening Class Diah Merdekawati; Rasyidah AZ; Ani Astuti; Yuli Astuti; Zuldevina Karlin
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/53dn3m33

Abstract

People with diabetes mellitus (DM) are at risk of developing ulcers. Simpang Kawat Health Center in Jambi City experiences an increase in the number of DM patients every year. Prevention efforts can be done through screening. In line with the times, screening can be done easily and quickly without visiting health services, namely through a web-based application. Participants in this activity were 15 elderly posyandu cadres in the Simpang Kawat Health Center Work Area. Participants were given training in diabetic ulcer screening and access to the provided smart screening application. There was an increase in participant knowledge after being given training (p value = 0.000). Training can increase participants' knowledge in conducting web-based diabetic ulcer screening.
Smart Health Village: Edukasi Sanitasi Leptospirosis Berbasis Komunitas melalui Pembuatan Spray Anti-Tikus Berbahan Fermentasi Mengkudu Fitri Nadifah; Indah Saphira M. Mateley; Fransiska Yuniarti Ene; Adelia Siska Jinengsih; Nessa Octiria; Adinda Fajar Karunia; Meita Mahartika; Arum Nuryati; Hieronymus Rayi Prasetya; Sri Murtiningrum; Desto Arisandi; Yuliana Prasetyaningsih; Erik Risnawan; Julianti Almudin
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/x7sz2n02

Abstract

Leptospirosis merupakan zoonosis yang berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan, keberadaan tikus, dan paparan air/tanah terkontaminasi. Di Kabupaten Sleman, kasus leptospirosis dilaporkan masih terjadi dan membutuhkan penguatan upaya pencegahan berbasis komunitas. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang leptospirosis serta memperkenalkan inovasi sederhana berupa spray anti-tikus berbahan perasan mengkudu (Morinda citrifolia) yang difermentasi sebagai bagian dari edukasi pengendalian vektor. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 di Dusun Salam Krajan, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Intervensi meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan spray anti-tikus (fermentasi perasan mengkudu), diskusi, serta survei pengetahuan menggunakan kuesioner 22 butir. Data dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 50 responden berpartisipasi. Tingkat pengetahuan berada pada kategori cukup sebanyak 64% (32 orang) dan kategori baik 36% (18 orang). Butir dengan proporsi jawaban benar terendah adalah pengetahuan mengenai manifestasi ikterus (20%) dan kerusakan hati (16%). Mayoritas responden menyebut petugas kesehatan (100%) dan media (96%) sebagai sumber informasi. Edukasi berbasis komunitas melalui pendekatan Smart Health Village dan demonstrasi inovasi spray anti-tikus berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Temuan kuesioner menunjukkan perlunya penekanan materi tentang penyebab leptospirosis (bakteri) dan tanda bahaya/komplikasi (ikterus, gangguan hati) serta penguatan pesan pencegahan berbasis sanitasi dan pengendalian tikus.
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental dan Penanganannya bagi Remaja di Era Digital SMA Negeri I Ngemplak Sleman agnes wijayanti; Andri Purwandari2; Murgi Handari; Istichomah; Firmina Theresia Kora1; Eny Retna Ambarwati
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/whrznd96

Abstract

Prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan, terutama dipicu oleh tekanan akademik, dinamika pergaulan, dan intensitas penggunaan media sosial. Sayangnya, minimnya literasi deteksi dini dan strategi penanganan mandiri menyebabkan gejala depresi, kecemasan, dan stres sering tidak teridentifikasi secara tepat waktu. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menjaga kesejahteraan psikologis serta kemampuan mengidentifikasi gangguan mental secara dini. Pengabdian melibatkan 31 siswa SMAN 1 Ngemplak Sleman dalam satu sesi intensif selama tiga jam, mencakup edukasi deteksi dini, dampak teknologi, dan teknik penanganan sederhana. Keberhasilan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan pretest-posttest. Terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebelum kegiatan, distribusi pengetahuan meliputi kategori kurang (3,2%), cukup (38,7%), dan baik (58,1%). Pasca-intervensi, kategori kurang tereliminasi, dengan komposisi cukup (32,3%) dan baik meningkat menjadi 67,7%. Seluruh peserta juga berhasil menginternalisasi tanda awal gangguan mental, kesadaran kritis terhadap dampak negatif media sosial, serta kesiapan mencari bantuan profesional. Kegiatan terbukti efektif memperkuat literasi kesehatan mental remaja.
Edukasi Cek Klik Dalam Meningkatkan Literasi Kosmetik Aman Pada Remaja Di Pondok Pesantren Babussalam Malang Anita Puspa Widiyana; Maman Triyono
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/seerfv96

Abstract

Penggunaan kosmetik pada remaja yang terus meningkat tidak selalu diikuti dengan pemahaman yang memadai terkait aspek keamanan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang mengandung bahan berbahaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kosmetik aman pada remaja melalui edukasi berbasis metode Cek KLIK. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Babussalam Malang pada 10 Januari 2026 dengan melibatkan 153 siswa SMA/SMK/sederajat dengan menggunakan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Pemberian intervensi melalui penyuluhan interaktif yang mencakup pengenalan kosmetik, identifikasi bahan berisiko, serta cara memilih produk yang aman. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 36,7 menjadi 67,8 dengan selisih 31,1 poin, serta perbedaan yang signifikan berdasarkan uji statistik (p < 0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan metode Cek KLIK efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja terkait kosmetik aman. Hasil kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan program edukasi kesehatan berbasis komunitas serta mendukung peningkatan literasi dan perilaku penggunaan kosmetik yang aman secara berkelanjutan.
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Cegah Stunting Kepada Kader Posyandu Di Puskesmas Pakuan Baru Susi Widiawati; Nofrida Saswati; Suryati; Anggraini Saputri; Nadila Ratna Herdiani
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/54jd1f42

Abstract

Kader posyandu adalah warga masyarakat yang dilibatkan puskesmas untukĀ mengelola posyandu secara sukarela, salah satu perannya adalah ikut serta dalam pencegahan stunting, untuk mempermudah kader dalam melakukan pencegahan stunting perlu suatu aplikasi digital yang memberikan akses yang mudah dan cepat. Kegiatan ini bertujuan melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi cegah stunting kepada 30 orang kader posyandu di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 19 Oktober 2025 di Aula Puskesmas Pakuan Baru dengan metode ceramah, diskusi dan simulasi penggunaan aplikasi cegah stunting. evaluasi pemahaman kader dilakukan pretest dan posttest. Hasil didapatkan peningkatan pemahaman kader dari nilai rata-rata 50 menjadi 85 setelah dilakukan simulasi. Dapat disimpulkan bahwa kader posyandu dapat memahami penggunaan aplikasi cegah stunting dengan baik dan aplikasi ini dapat mempermudah kader mendeteksi dini tanda stunting pada anak.
Edukasi Hidrasi sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Fungsi Ginjal pada Tenaga Kesehatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tipe A I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/ecssyh58

Abstract

Tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi akibat beban kerja yang tinggi, penggunaan alat pelindung diri dalam waktu lama, serta keterbatasan waktu untuk minum selama bekerja. Kondisi dehidrasi yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya hidrasi untuk menjaga kesehatan ginjal. Kegiatan dilaksanakan di IGD salah satu Rumah Sakit Tipe A dengan metode penyuluhan interaktif, pembagian media edukasi, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 35 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga penunjang medis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan peserta dari 62,4 sebelum edukasi menjadi 88,7 setelah edukasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai kebutuhan cairan harian, tanda dehidrasi, dampak dehidrasi terhadap fungsi ginjal, serta langkah-langkah pencegahan gangguan ginjal melalui pemenuhan asupan cairan yang adekuat, pengaturan jadwal minum selama bekerja, pemantauan warna urin, dan menghindari kebiasaan menahan buang air kecil. Kegiatan edukasi ini efektif meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya hidrasi sebagai upaya preventif untuk menjaga fungsi ginjal di lingkungan kerja dengan beban tinggi (p<0,05). Edukasi berkelanjutan mengenai perilaku hidrasi yang sehat diharapkan dapat mendukung pencegahan gangguan fungsi ginjal pada tenaga kesehatan. Kata kunci : hidrasi, fungsi ginjal, tenaga kesehatan, IGD, edukasi
Edukasi Pola Makan pada Tenaga Kesehatan Shift Malam untuk Pencegahan Penyakit Metabolik I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/ea2m6e35

Abstract

Tenaga kesehatan yang bekerja dengan sistem shift khususnya shift malam memiliki risiko mengalami pola makan tidak sehat akibat perubahan ritme sirkadian, tingginya beban kerja, serta keterbatasan waktu makan selama bertugas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit metabolik seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pola makan sehat pada shift malam sebagai upaya pencegahan penyakit metabolik. Kegiatan dilaksanakan pada tenaga kesehatan shift malam di salah satu rumah sakit tipe A dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian media edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi edukasi meliputi jadwal makan sehat saat shift malam, pemilihan makanan bergizi seimbang, konsumsi kopi dan minuman manis, serta hubungan pola makan tidak sehat dengan penyakit metabolik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pengaturan waktu makan dan pemilihan makanan sehat selama bekerja pada shift malam. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan dalam menerapkan pola makan sehat untuk mencegah risiko penyakit metabolik akibat kerja shift malam.
Edukasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Pada Petani Di Desa Kasang Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Putri Sahara Harahap; Ahmad Husaini; Abul Ainin Hapis
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jrzwkv51

Abstract

Penggunaan pestisida tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan petani. Dampak dari paparan pestisida seperti gangguan pernapasan, gangguan sistem saraf, bahkan risiko kanker. Di Desa Kasang Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, petani masih bergantung pada pestisida sintetis dengan berbagai jenis insektisida, fungisida, dan bakterisida yang digunakan secara intensif. Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan strategi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan terkait PHT diperlukan untuk meningkatkan kesadaran petani tentang metode pertanian berkelanjutan dan kesehatan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang konsep dan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), mengembangkan keterampilan petani dalam mengidentifikasi hama, penyakit tanaman, dan musuh alami, Melatih petani dalam menerapkan berbagai teknik PHT yang lebih aman dan efisien, mendorong adopsi praktik pertanian berkelanjutan untuk mengurangi risiko paparan pestisida dan mengedukasi petani dalam pencegahan dampak kesehatan akibat paparan pestisida. Pelaksanaan edukasi PHT dengan metode ceramah, diskusi, pemutaran video tentang PHT dan pestisida sintetis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan petani setelah mengikuti kegiatan edukasi, dari sebelumnya 73,33% pada kategori rendah menjadi hanya 20%, serta peningkatan pengetahuan tinggi dari 26,67% menjadi 80%. Kegiatan edukasi pengendalian hama terpadu bagi petani perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan didampingi oleh penyuluh pertanian dan tenaga kesehatan agar petani dapat menerapkan dengan baik di area pertanian.

Page 13 of 13 | Total Record : 129