cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Ananlis Perbandingan Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Jajar Legowo dan Usahatani Jajar Legowo Super di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Ananda Yaumil Akhir; Azhar Azhar; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.984 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9252

Abstract

Abstrak. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu pengembangan teknologi yang di kembangkan oleh PTT dengan cara tanam padi sawah menggunakan pola beberapa barisan tanaman di selingi dengan satu barisan kosong. Teknologi Jajar Legowo Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1, teknologi ini dihasilkan oleh Balitbangtan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalis perbandingan produksi dan pendapatan usahatani padi sawah antara sistem tanam jajar legowo dan sistem tanam tanam jajar legowo super. Pengumpulan data di lakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner. Jenis data yang di kumpulkan adalah data primer maupun data sekunder. Model Analisis ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitaf.  Hasil Penelitian yang diperoleh Secara statistik diketahui bahwa nilai t hitung = 2,451 t tabel = 2,028, prob = 0,01 α = 0,05, hal ini menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, terdapat perbedaan produksi antara jajar legowo dengan jajar legowo super yang Secara statistik diketahui bahwa nilai t hitung = 2,903 t tabel = 2,028, prob = 0,006 α = 0,05 hal ini menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat perbedaan pendapatan antara jajar legowo dan jajar legowo super.(Comparative analysis of production and farming income of jajar legowo and jajar legowo super in Indrapuri District, Aceh Besar District)Abstract. Jajar legowo planting system is one of the technologies developed by PTT by planting rice fields using a pattern of several rows of plants interspersed with one empty row. Jajar Legowo Super Technology is an integrated cultivation technology of irrigated lowland rice based on legowo 2:1 planting, this technology is produced by Balitbangtan. The purpose of this study is to analyze the comparison of production and income of lowland rice farm between jajar legowo planting system and jajar legowo super planting system. Data collection is done by using a survey method questionnaire. The types of data collected are primary data and secondary data. This model of analysis uses qualitative and quantitative analysis. Research results obtained statistically it is known that the value of t count = 2.451 t table = 2.028, prob = 0.01 α = 0.05, this shows that Ha is accepted and Ho is rejected. There is a difference in production between jajar legowo and jajar legowo super caused by additional treatment of jajar legowo super by giving bio fertilizers, Bio decomposer and using bio protector pesticides. Statistically it is known that the value of t count = 2.903 t table = 2.028, prob = 0.006 α = 0.05, this shows that Ha is accepted and Ho is rejected. There is a difference in income between jajar legowo and jajar legowo super, which is caused by different production costs and different production values.  (Comparative analysis of production and farming income of jajar legowo and jajar legowo super in Indrapuri District, Aceh Besar District)
Teknik pematahan dormansi secara fisik dan kimia terhadap viabilitas benih aren (Arenga pinnata Merr.) ismaturrahmi ismaturrahmi; Hasanuddin Hasanuddin; Agam Ihsan Hereri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.467 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9211

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pematahan dormansi secara fisik dan kimia, serta nyata tidaknya interaksi antara pematahan dormansi secara fisik dengan pematahan dormansi secara kimia terhadap viabilitas benih aren. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, dari bulan juli sampai November 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 4 x 4 dengan 3 ulangan. Penelitian ini menggunakan 2 faktor yaitu: pematahan dormansi secara fisik (S), meliputi : (S0) = Tanpa perlakuan fisik, (S1) = Digosok dengan kertas amplas , (S2) = Digores dengan cutter sepanjang punggung benih, dan (S3) = Menghilangkan selaput gabus pada hilum, dan pematahan dormansi secara kimia (K), meliputi: (K0) = Konsentrasi 0% KNO3, (K1) = Konsentrasi 0,3% KNO3, (K2) = Konsentrasi 0,5% KNO3, (K3) = Konsentrasi 0,7% KNO3.Hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa :  Kombinasi perlakuan secara fisik yang digores dengan cutter (S2) dengan konsentrasi KNO3 0,5% (K2) merupakan kombinasi perlakuan terbaik untuk pematahan dormanis pada benih aren.Dormancy Breaking Technique by Physical and Chemical Means on Viabitity of  Palm Seed (Arenga pinnata Merr.)Abstract. This research aims to know the effect of physics and chemical dormancy breaking technique, and significant or not the interaction between physical dormancy breaking with chemical dormancy breaking on the viability of the palm seeds. This research was conducted in Science and Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh, from July to November 2017. This research used Factorial Completely Randomize Design with 4 x 4 repeated 3 times. This research uses 2 factors, namely: physical dormancy breaking (S), including: (S0) = Without physical treatment, (S1) = Rubbed with sandpaper, (S2) = scratched with cutter along the back of seed, and (S3) = Eliminate the cork membrane on the hylum, and chemical dormancy breaking (K), namely: (K0) = Concentration 0% KNO3, (K1) = Concentration 0.3% KNO3, (K2) = Concentration 0.5% KNO3, (K3) = Concentration 0.7% KNO3. The results of research that has been done, it can be concluded that : The combination of physical treatment scratched with cutter (S2) with KNO3 concentration of 0.5% (K2) is the best treatment combination for dormanic breaking of palm seeds.
Analisis Finansial Pengolahan Minyak Jahe di Aceh Besar (Studi Kasus pada PT. Raz Intan) Adelia Kusfianda; Teuku Makmur; Edy Marsudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.031 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2873

Abstract

Abstract Ginger oil has many functions, such as is used in the cosmetics industry, food, aromateraphy, and pharmaceuticals. The purpose of this study is to determine the feasibility of ginger oil processing at the PT. Raz Intan financially. This research was conducted at PT. Raz Desa Intan Jurong Peujera Ingin Jaya subdistrict, Aceh Besar District by using the case study method. Data were analyzed using the feasibility of the eligibility criteria, namely NPV, Net B / C, IRR, BEP, and sensitivity analysis. The results of the analysis of the feasibility of ginger oil at PT. Raz diamonds indicate the business is eligible to run, which is the NPV Rp 446 242 245, Net B / C 2.64, IRR 49.50%, and BEP amounted to 5,358 or length of time required for the BEP is 5 years 4 month 8 days. From a sensitivity analysis with the calculated cost of production criteria (cost) increased 10% and the reception (benefit) remain NPV Rp 83,061,190, Net B / C of 1.27, IRR of 23.46% and BEP obtained in year 6 months to 10 days to 4. for the cost of production (cost) fixed and reception (benefit) fell by 10% NPV Rp 38,436,965, Net B / C of 1.14, IRR of 20.38% and BEP obtained in the year to 6 months to 10 days to 16. Keywords: Ginger, Ginger Oil, Feasibility Abstrak – Minyak jahe memiliki banyak fungsi, diantaranya digunakan dalam industri  kosmetik, makanan, aromateraphy, dan farmasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan usaha pengolahan minyak jahe pada PT. Raz Intan secara finansial. Penelitian ini dilakukan di PT. Raz Intan Desa Jurong Peujera Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan metode studi kasus. Data kelayakan usaha dianalisis menggunakan kriteria kelayakan yaitu NPV, Net B/C, IRR, BEP, dan analisis sensitivitas. Hasil analisis kelayakan usaha minyak jahe pada PT. Raz Intan menunjukkan usaha tersebut layak dijalankan, dimana nilai NPV sebesar Rp 446.242.245, Net B/C sebesar 2,64, IRR sebesar 49,50%, dan BEP sebesar 5,358 atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya BEP yaitu 5 tahun 4 bulan 8 hari. Dari analisis sensitivitas dengan hasil perhitungan kriteria biaya produksi (cost) naik 10% dan penerimaan (benefit) tetap diperoleh NPV sebesar Rp 83.061.190, Net B/C sebesar 1,27, IRR sebesar 23,46% dan BEP diperoleh pada tahun ke 6, bulan ke 10, hari ke 4. Untuk biaya produksi (cost) tetap dan penerimaan (benefit) turun 10% diperoleh NPV sebesar Rp 38.436.965, Net B/C sebesar 1,14, IRR sebesar 20,38% dan BEP diperoleh pada tahun ke 6, bulan ke 10, hari ke 16. Kata Kunci : Jahe, Minyak Jahe, Kelayakan Usaha
Kajian Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non Pertanian di Kabupaten Bireuen Syarifah Renny Fauzi; Hairul Basri; Helmi Helmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.723 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.981

Abstract

Penggunaan lahan pemukiman di Kabupaten Bireuen, berkembang sangat pesat dalam kurun waktu 2006 hingga 2011, yaitu seluas 8.967,76 ha atau 4,99 %, sehingga mencapai 13.272,94 ha atau 7,39 % pada tahun 2011. Pertumbuhan luas areal pemukiman mencapai 2.424,82 ha atau 1,35 % pertahunnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bireuen. Analisis data citra dilakukan di kantor UPTB – PDGA BAPPEDA Aceh dan Laboratorium GIS Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala untuk pembuatan peta sebaran lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis spatio temporal yang terdiri dari analisis citra satelit multi temporal, analisis Sistem Informasi Geografis (SIG), dan survey lapangan. Saat melakukan survey lapangan dilakukan juga wawancara dengan narasumber untuk mengetahui faktor, dampak dan strategi pengendalian alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan terjadi alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bireuen dalam kurun waktu 2007 hingga 2016 yaitu 387,0 Ha. Sebesar 87,702% dari 387,0 Ha alih fungsi yang terjadi menyimpang dari arahan RTRW dan hanya sebesar 12,298% yang sesuai dengan arahan RTRW. Adapun faktor – faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian tersebut yaitu lahan yang strategis, peraturan pemerintah, harga lahan, status kepemilikan lahan dan jumlah penduduk. Dampak yang terjadi yaitu menurunnya hasil produksi pertanian, berkurangnya pendapatan petani, terjadinya kerusakan lahan dan terjadinya pencemaran lingkungan karena limbah domestik. Strategi pengendaliannya yaitu penerapan Qanun Kabupaten Bireuen No. 7 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen Tahun 2012 – 2032 dan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan di Kabupaten Bireuen.
Pengaruh Lintasan Traktor dan Pemupukan Fosfat terhadap Perubahan beberapa Sifat Fisika-Mekanika Tanah dengan Sawi sebagai Tanaman Indikator Zulfikar Zulfikar; Yuswar Yunus; Dewi Sri Jayanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.463 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1175

Abstract

Abstrak : Pengolahan tanah dengan menggunakan traktor adalah kegiatan yang lazim dilakukan untuk mempercepat penanaman. Perlakuan lintasan dalam penelitian memiliki 3 level, yaitu 1 kali lintasan, 3 kali lintasan dan 5 kali lintasan.Pemupukan dilakukan dengan 3 taraf, yaitu tanpa dosis, dosis 75 kg/ha dan dosis 150 kg/ha.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lintasan traktor dan perubahan beberapa sifat fisika-mekanika tanah terhadap pertumbuhan tanaman sawidimana sawisebagai tanaman indikator.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang ditata dalam bentuk rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 satuan unit percobaan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu lintasan traktor yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 kali lintasan, 3 kali lintasan dan 5 kali lintasan. Faktor kedua yaitu pemupukan fosfat dengan 3 dosis pemupukan yang berbeda, tanpa pemupukan, pemupukan dengan dosis 75 kg/ha dan pemupukan dengan dosis 150 kg/ha. Perlakuan lintasan traktor 1 kali dengan dosis pemupukan fospat 75 kg/ha berpengaruh nyata terhadap bulk density tanah. Perubahan beberapa sifat fisika-mekanika tanah yang terbaik diperoleh pada penggunaan traktor dengan lintasan 3 kali dan dengan dosis pemupukan fospat 150 kg/ha terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Terdapat hubungan antara 5 kali lintasan traktor dengan pemupukan fospat 75 kg/ha berpengaruh nyata terhadap bulk density tanah, sedangkan pada tinggi tanaman umur 10 hari berpengaruh sangat nyata akibat perlakuan 3 kali lintasan traktor dengan pemupukan fosfat 150 kg/ha.Abstract. Soil tillage using a tractor  is an activity commonly to speed up planting. Traffic treatment in this research had three levels, that is one time traffic, three time traffic and five time traffic. Fertilization has been done by 3 levels, such as without dose, 75 kg / ha doses and 150 kg / ha doses. The research aimed to determine the influence of the tractor track and changes of physic-mechanic characteristics of the mustard plant growth as an indicator plant. This research was used a split plot design experiment method with 3 x 3 factorial each at three replications, so there are 9 treatment combinations and 27 experiment units which consisted of two factors. The first factor is the traffic tractor which consisted of three levels, i.e.: one time traffic, three time traffic and five time traffic. The second factor is the phosphate fertilization which consisted of three different doses of fertilization, i.e.; without fertilization, fertilizer with doses of 75 kg/ha and fertilizer with doses of 150 kg/ha. The treatment tractor one time traffic with a dose of fertilizing phosphate 75 kg/ha had have real impact of soil bulk density. Some of changes in the physic-mechanic of soil properties that it was best obtained on the use of  tractors with three time traffic and with a dose of fertilizing phosphate 150 kg/ha on the growth of plants mustard. There was a relationship between the five time traffic of a tractor by fertilizing phosphate 75 kg/ha dose had have real impact of soil bulk density, while in high plant age 10 days influential very real due treatment to three time traffic of a tractor by fertilizing phosphate 150 kg/ha.
Penyusunan WebGIS Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Menggunakan ArcGIS Online Arif Rahmadi; Yulia Dewi Fazlina; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.33 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.22953

Abstract

Abstrak. Permasalahan yang utama dalam memenuhi kebutuhan pangan, yaitu berkurangnya luas lahan karena adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Menurut data tahun 2018 dari Badan Pusat Statistik, Kabupaten Aceh Barat Daya terjadi penurunan luas lahan sawah. Salah satu kemudahan yang dapat digunakan dalam upaya pemetaan lahan yang mengalami perubahan penggunaan lahan adalah penggunan sistem informasi geografis. Tujuan penyusunan WebGIS ini adalah untuk merancang sistem infomasi geografis mengenai LP2B dan fasilitas pendukung di Kabupaten Aceh Barat Daya berbasis WebGIS, dengan menggunakan ArcGIS Online. Metode penyusunan WebGIS terdiri dari beberapa tahap yaitu pengumpulan data, konversi data, upload data dan desain WebGIS. Hasil penyusunan ini dapat menampilkan pemetaan dari lahan pertanian pangan berkelanjutan di tiap kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya. Informasi mengenai LP2B dapat  diakses oleh masyarakat dengan adanya sistem informasi geografis berbasis WebGIS. WebGIS LP2B dapat diakses melalui alamat https://silapan-gis-unsyiah.hub.arcgis.com/Preparation Of Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) WebGIS Using The ArcGIS Online ApplicationAbstract. The main problem in meeting food needs is the reduction in land area due to the conversion of agricultural land to non-agricultural land. According to 2018 data from the Central Statistics Agency, Southwest Aceh Regency has decreased rice field area. One of the conveniences that can be used in land mapping efforts that have undergone land use changes is the use of geographic information systems. The purpose of compiling this WebGIS is to design a geographic information system regarding LP2B and supporting facilities in Southwest Aceh Regency based on WebGIS, using ArcGIS Online. The WebGIS preparation method consists of several stages, namely data collection, data conversion, data upload and WebGIS design. The results of this preparation can display a mapping of sustainable food agricultural land in each sub-district in Southwest Aceh Regency. Information about LP2B can be accessed by the public with the existence of a WebGIS-based geographic information system. WebGIS LP2B can be accessed via https://silapan-gis-unsyiah.hub.arcgis.com/
Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Johar Ardiansyah; Akhmad Baihaqi; Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.629 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22368

Abstract

Abstrak. Kecamatan Simpang Tiga merupakan salah satu sentral penghasil Bawang Merah di Kabupaten Pidie. Pemasaran hasil panen Bawang Merah selama ini masih dilakukan di tingkat lokal yaitu di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Tujuun penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya margin dan tingkat efisiensi pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Objek pada penelitian ini adalah petani bawang merah dan pedagang perantara bawang merah yang terdapat pada daerah penelitian. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada analisis margin pemasaran dan efisiensi pemasaran bawang merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui teknik wawancara dan kuesioner serta pengambilan sampel petani bawang merah dilakukan dengan cara penentuan sampel acak sederhana (perposive sampling) dan Snowball Sampling untuk pengambilan sampel pedagang perantara. Jumlah sampel yang diambil adalah 67 orang petani dan 26 pedagang perantara yaitu 6 pedagang pengumpul dan 20 pedagang pengecer. Terdapat dua jenis saluran pemasaran bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie, dari hasil penelitian diketahui margin pemasaran pada saluran I lebih kecil dibandingkan dengan margin pemasaran saluran II, pada saluran I margin pemasaran bawang merah adalah Rp. 11.000,- /Kg. Sedangkan pada saluran II margin pemasaran bawang merah merah adalah Rp. 12.000,- /Kg. Hal ini disebabkan karena panjangnya saluran pemasaran dan besarnya biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh pedagang perantara yang terlibat. Pemasaran bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie sudah efesien, karena nilai efisiensi pamasaran dari saluran pemasaran I dan II adalah 31,4% dan 34,3% lebih kecil dari 50%.Marketing Analysis of Shallot (Allium ascalonicum L.) in Simpang Tiga District, Pidie RegencyAbstract. Simpang Tiga District is one of the central producers of shallots in Pidie Regency. Marketing of Shallots harvest is still carried out at the local level, namely in Simpang Tiga District, Pidie Regency. The purpose of this study was to determine the margin and level of marketing efficiency in each shallot marketing channel in Simpang Tiga District, Pidie Regency. The object of this research are shallot farmers and shallot intermediary traders in the research area. The scope of this research is limited to the analysis of marketing margins and marketing efficiency of shallots. The method used in this research is a survey method through interview and questionnaire techniques and the sampling of shallot farmers is done by determining a simple random sample (perposive sampling) and Snowball Sampling for sampling intermediary traders. The number of samples taken were 67 farmers and 26 intermediary traders, namely 6 collectors and 20 retailers. There are two types of shallot marketing channels in Simpang Tiga District, Pidie Regency, from the results of the study it is known that the marketing margin in channel I is smaller than the marketing margin of channel II, in channel I the marketing margin of shallot is Rp. 11,000,- /Kg. While in channel II the marketing margin of shallots is Rp. 12,000,- /Kg. This is due to the length of the marketing channel and the large marketing costs incurred by the intermediary traders involved. The marketing of shallots in Simpang Tiga District, Pidie Regency is already efficient, because the marketing efficiency values of marketing channels I and II are 31.4% and 34.3% are less than 50%.
Pengaruh Sarcotesta dan Kondisi Simpan Terhadap Viabilitas Benih Pepaya (Carica papaya L.) Khaira Ulvia; Trisda Kurniawan; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.717 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22213

Abstract

Abstrak. Pepaya adalah jenis tanaman yang banyak terdapat di daerah tropis. Penanganan pada benih pepaya perlu dilakukan karena masa simpannya relatif singkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sarcotesta dan kondisi simpan terhadap viabilitas benih pepaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan pola 2 x 3. Faktor pertama yaitu sarcotesta yang terdiri atas 2 taraf : V1 (bersarcotesta) dan V2 (tanpa sarcotesta), faktor kedua yaitu kondisi simpan yang terdiri atas 3 taraf : L1 (28 °C), L2 (10 °C), dan L3 (0 °C), sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, dan diperoleh 18 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarcotesta dan kondisi simpan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter viabilitas dan vigor benih. Perlakuan terbaik yaitu pada benih tanpa sarcotesta yang disimpan pada suhu 10 °C yang mampu mempertahankan viabilitas benih pepaya sampai akhir penyimpanan.Effect of Sarcotesta and Storage Contitions on Papaya Seed Viability (Carica papaya L.)Abstract. Papaya is a type of plant that is widely found in the tropics. Handling of papaya seeds needs to be done because the shelf life is relatively short. The purpose of this study was to determine the effect of sarcotesta and storage conditions on the viability of papaya seeds. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with a 2 x 3 pattern. The first factor is sarcotesta which consists of 2 levels: V1 (with sarcotesta) and V2 (without sarcotesta), the second factor is storage conditions consisting of 3 levels: L1 ( 28 °C), L2 (10 °C), and L3 (0 °C), so that 6 treatment combinations were obtained with 3 replications, and 18 experimental units were obtained. The results showed that sarcotesta and storage conditions had a very significant effect on the viability and vigor parameters of the seeds. The best treatment was on seeds without sarcotesta stored at 10 °C which were able to maintain the viability of papaya seeds until the end of storage.
KEMAMPUAN SARI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DALAM MENEKAN KEBUSUKAN DAGING BROILER Oknysa Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.011 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20505

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan tentang Kemampuan Sari Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dalam Menekan Kebusukan Daging Broiler di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu: P1= lama perendaman 8 jam, P2= lama perendaman 16 jam, dan P3= lama perendaman 32 jam. Setiap perlakuan terdapat 5 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Adapun parameter yang diukur yaitu: uji ebert, uji H2S, uji postma dan uji total mikroba. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perendaman dengan sari daun salam tidak berpengaruh (P 0.05) terhadap kebusukan daging broiler. Hasil uji Eber terdapat 50 % sampel telah menujukkan tanda awal terjadinya proses kebusukan, dan sedangkan pada uji H2S lebih dari 50% sampel mengalami proses awal kebusukan, serta uji Postma menunjukkan semua sampel mengalami proses awal terjadinya kebusukan, selanjutnya hasil uji total mikroba yang menunjukkan cemaran mikroba sebanyak 6.5x 107 CFU/g. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sari daun salam tidak mampu menekan kebusukan daging broiler. Kata Kunci: Daun salam, Daging broiler, Uji kebusukan
Kegiatan Program Iklim (PROKLIM) (Studi Kasus Desa Tetingi Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues) Marlina Marlina; Subhan Subhan; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.06 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18831

Abstract

Abstrak. Iklim merupakan keadaan rata-rata cuaca pada suatu masa tertentu di suatu wilayah atau daerah dalam jangka waktu yang relatif panjang yang mencapai lebih dari 30 tahun. Salah satu upaya untuk mengurangi perubahan iklim pemerintah Indonesia melakukan pengendalian perubahan iklim melalui kegiatan Program Kampung Iklim (PROKLIM). Salah satu Desa yang terpilih di Kabupaten Gayo Lues sebagai Desa PROKLIM adalah Desa Tetingi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan tentang program kampung iklim di Desa Tetingi. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai bulan September 2021. Dengan 39 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif hasil analisis data dideskripsikan secara kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Skala likert. Kegiatan Program Kampung Iklim (PROKLIM) di Desa Tetingi dilihat dari tiga aspek, yang pertama kegiatan penanaman vegetasi 34% sudah berjalan dengan baik dan sebagian besar masyarakat ikut serta dalam melaksanakan kegiatan tersebut, Penanaman bibit dilakukan pada tiga lokasi yaitu di sepanjang sempadan sungai, di kawasan perkebunan dan pekarangan rumah. Kegiatan pemanfaatan lahan kosong di Desa Tetingi 36% masyarakat memanfaatkan lahan pekarangannya. Kegiatan pemanfaatan lahan kosong di Desa Tetingi hingga saat ini sudah berjalan dengan baik hampir semua responden memanfaatkan lahan pekarangannya untuk tanami berbagai jenis tanaman bermanfaat. Kegiatan pewadahan dan pengumpulan sampah di Desa Tetingi 30% masyarakat sudah membuang sampah pada tempatnya dan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan program kampung iklim di Desa Tetingi sebagian besar masyarakat sudah memahami dan ikut serta dalam mendukung kegiatan program kampung iklim tersebut.Activities Climate Village Program (CVP) (Case Study of Tetingi Village Blangpegayon Sub District Gayo Lues Regency)Abstract. Climate is the average condition of the weather at a certain time in a region or area over a relatively long period of more than 30 years. One of the efforst to reduce changes in the Indonesian government  is to control climate change through the Climate Village Program (CVP). One of the selected villages in Gayo Lues Regency as a CVP village is Tetingi Village. This study aims to determine activities regarding the climate village program in Tetinggi Village. This research was conducted from February to September 2021. With 39 respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive analysis. The results of data analysis are described qualitatively. Quantitative data were analyzed using a Likert scale. The Climate Village Program (CVP) activities in Tetingi Village are seen from three aspects, the first is the planting of vegetation 34% has been going well and most of the community participated in carrying out these activities, plantation area and yerd. Employment actiivities of vacant land in Tetingi Village 36% of the people use their yards. Until new, the use of vacant land in Tetingi Village has been going weel, almost all of the respondents used their yards to plant various types of useful plants. Waste collection and collection activities in Tetingi Village 30% of the community has disposed of waste in its place and the community no longer litters, it can be concluded that the climate village program activities in Tetingi Village most of the people have understood and participated in supporting the climate village program activities.

Page 14 of 103 | Total Record : 1028