cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Kitosan dari Kulit Udang sebagai Pendeteksi Borak pada Mie Basah, Formalin pada Tahu dan Merkuri pada Ikan Segar Wahyu Giatri Bharita; Dewi Yunita; Anshar Patria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.669 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.6440

Abstract

Abstrak: Kitosan adalah turunan dari kitin yang merupakan komponen penyusun dari kulit udang. Kitosan berfungai untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin dan merkuri, didasari oleh kemampuan kitosan sebagai absorben. Ekstraksi kitosan dari kulit udang dilakukan secara kimiawi dengan melibatkan beberapa proses yaitu deproteinisasi, demineralisasi, depigmentasi dan deasetilasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuan pengaruh perbedaan jumlah kitosan (0,2 g, 0,4 g dan 0,6 g) dan perbedaan bahan kimia (boraks, formalin dan merkuri) terhadap perubahan fisik dari mie basah, tahu dan ikan segar. Hasil analisis kitosan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan nilai penyerapan tertinggi oleh merkuri, kedua boraks dan ketiga formalin. Analisis Lab color pada kitosan memiliki hasil yang berkesinambungan dengan nilai absorbansi kitosan. Hasil analisis pada bahan makanan mie basah, tahu dan ikan segar, perubahan terbaik diperoleh pada interaksi konsentrasi kitosan 15 g dan waktu 20 menit. Chitosan of Shirimp Shells to Detect Hazardous Chemicals in Food such as Borax of Wet Noodle, Formalin of Tofu and Mercury of Fresh Fish Abstract: Chitosan is derivative of kitin which is the constituent component of shrimp shells. Chitosan serves to detect hazardous chemicals in food such as borax, formalin and mercury, which is based on the ability of chitosan as absorbent. Chitosan extraction from shrimp shells is done chemically though several processes that are deproteinization, demineralization, depigmentation, deasetilation. The aim of this study was to analyze the effect of difference of chitosan (0.2 g, 0.4 g dan 0.6 g) and difference of chemical (borax, formalin and mercury) toward physical changes of wet noodle, tofu and fresh fish. The result of chitosan using UV-Vis Spechtrofotometer showed the highest value of absorbance is mercury, the second is borax an the third is formalin. The analyze of chitosan Lab color has the same result with chitosan absorbance. Analysis results on wet noodle, tofu and fresh fish, the best changes was obtained with inteaction treatment 15 g consentration of chitosan and 20 minutes. 
Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Yoga Fajar handhika; ismayani ismayani; romano romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.406 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9258

Abstract

Abstrak. Strategi yang digunakan untuk pengendalian alih fungsi lahan berdasarkan analisis SWOT berada pada posisi kuadran I yang berarti strategi agresif  (SO) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, terdapat 4 strategi untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi kebun kelapa sawit yaitu : 1) Petani sadar akan pentingnya tanaman pangan terhadap kebutuhan hidup dengan diadakannya penyuluhan kepada petani pemilik lahan sawah; 2) Posisi lahan sawah yang bersebelahan dengan kebun kelapa sawit tidak bisa sembarangan dialih fungsikan karena adanya undang-undang yang kuat untuk mengatur alih fungsi lahan; 3) Produksi yang dihasilkan berkualitas tinggi akan mengurangi kebijakan pemerintah dalam impor beras; 4) Kebutuhan air pada lahan sawah harus cukup untuk menjaga produksi agar tidak menurun. Pengendaian alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi kebun kelapa sawit dapat dikendalikan dengan 2 faktor yaitu pengendalian alih fungsi lahan sawah dengan faktor internal yaitu : 1) Pengendalian alih fungsi lahan sawah dengan faktor internal yaitu dengan cara meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia tentang penerapan teknologi baru untuk mempemudah pekerjaan pertanian sawah dan meninngkatkan hasil produksi dan kualitas serta menambah penghasilan, hal ini juga memberikan kemudahan pada petani mengatasi kelemahan seperti sulitnya perawatan tanaman padi dan harga jual gabah yang rendah, dan pengendalian alih fungsi lahan sawah dengan faktor eksternal yaitu : 1) Pengendalin alih fungsi lahan sawah dengan faktor eksternal yaitu dengan adanya pihak pemerintah dan dinas-dinas terkait memberikan penyuluhan tentang peraturan perundang-undangan agraria tentang alih fungsi lahan dan penetapan zona pertanian permanen untuk menjaga ketahanan pangan, serta bantuan subsidi saprodi untuk meningkatkan hasil produksi.CONTROL STRATEGIS FOR TO CONVERTION OF RICE FIELD TO BE OIL PALM PLANTATION IN SERUWAY DISTRICT, ACEH TAMIANG REGENCYAbstract. The strategy used to control the conversion of land based on SWOT analysis is at quadrant I position which means aggressive strategy (SO) that is using power to take advantage of opportunities, there are 4 strategies to control the conversion of rice field to be oil palm plantations, that is : 1) Farmers are aware the importance of food crops to the life necessities by conduction counseling to farmers who on rice field; 2) the position of rice field adjacent to oil palm plantation cannot be arbitrarily converted because of the exsitance of strong laws to regulate the conversion of land; 3) High quality production will reduce government policy in importing rice; 4) water needs on rice field must be sufficient to keep production from decreasing. Controlling the conversion of rice field to be palm oil plantations can be controlled by 2 factors, that is controlling the conversion of rice fields with internal factors; 1) that is by increasing human resource knowledgeabout the application of new technologies tomake it easier rice farming work and increase production, quality and income, this also provides convenience for farmers to overcome weakness such as the difficulty of maintaining rice plants and the lowselling price of grain. Controlling the conversion of rice field with external factors : 1) that is existence of government and related agencies which give counseling about agrarians laws for the conversion of land and establishment of permanent agricultural zones to maintain food security, as well as assistance with production subsidies to increase production results.
Minat Investasi Emiten Perkebunan di Pasar Modal Indonesia zahlul Fuadi; Fajri Jakfar; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.266 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.854

Abstract

Abstak – Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat investasi subsector perkebunan di pasar modal Indonesia dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Lokasi penelitian ini adalah di Kantor IDX Cabang Banda Aceh. Adapun objek dalam penelitian ini dikhususkan pada minat investasi subsector perkebunan di Indonesia melalui pasar modal Indonesia. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada minat investasi yang dilihat dari jumlah stock saham, harga saham, penjualan saham, nilai tukar dollar dan inflasi.Model analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan minat investasi terhadap subsektor perkebunan sawit di pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) dilihat dari tingginya penjualan saham oleh perusahaan perkebunan kepada calon investor.Dimana faktor harga saham, stock saham, nilai tukar dollar dan inflasi mempunyai pengaruh terhadap minat investor yaitu penjualan saham oleh perusahaan perkebunan.Hasil analisis menunjukkan terhadap minat investor di subsektor perkebunan sawit, sedangkan harga saham tidak berpengaruh terhadap minat inverstor di sector perkebunan sawit.Kata Kunci : Minat, Investasi, Harga, Saham, Inflasi, Nilai TukarAbstract-The purpose of this study was to determine how the plantation sub-sector interest in investing in Indonesia capital market within the last 2 years. The location of this research is on the IDX branch office in Banda Aceh. The object of this research is devoted to the plantation sub-sector interest in investing in Indonesia through the Indonesian capital market. The scope of this study is limited to the investment interest is seen from the number of shares of stock, stock quotes, stock sales, and dollar exchange rate. The analysis model is a linear regression. Results showed interest in investing in oil palm plantations in the market subsector Indonesia Stock Exchange (BEI) seen from the high sale of shares by the plantation company to potential investors. Where factor stock price, stock shares, the exchange rate of the dollar, and inflation have some impact on investor interest, namely the sale of shares by a plantation company. The analysis showed that the factor of stock shares, the exchange rate of the dollar, and inflation have some impact on investor interest in oil palm plantation subsector, while the stock price does not affect the interest of investors in the oil palm plantation sector.Keywords:Interest, Investment, Price, Stocks, Inflation, Exchange Rate
Pengaruh Jenis Bumbu dan Konsentrasi Gula Aren terhadap Mutu Kecap Manis Ampas Tahu Jumratul Aini; Rasdiansyah Rasdiansyah; Murna Muzaifa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.321 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6445

Abstract

Abstrak. Ampas tahu merupakan limbah bubur kedelai yang telah diperas dari hasil pembuatan tahu. Sejauh ini penggunaan ampas tahu masih sangat terbatas bahkan menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan. Diperlukan upaya untuk pengembangan produk baru dalam memanfaatkan ampas tahu sekaligus agar lebih dapat meningkatkan nilai guna ampas tahu, salah satunya dengan mengolah ampas tahu menjadi kecap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis bumbu dan konsentrasi gula aren terhadap mutu kecap manis ampas tahu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas 2 faktor.  Faktor pertama adalah Jenis Bumbu (B) yang terdiri atas 2 taraf yaitu B1 = bumbu lengkap ( jahe 20g, lengkuas 20g, kayu manis 10g, bawang putih 10g, kunyit 10g, ketumbar 10g, kemiri 10g). B2 = bumbu sederhana (jahe 20g, lengkuas 20g, kayu manis 10g). Faktor kedua adalah konsentrasi gula aren (G) yang terdiri atas 3 taraf yaitu G1 = 200g, G2= 250g, dan G3 = 300g. Kecap yang dihasilkan selanjutnya dianalisis kadar air, kadar protein, viskositas dan uji organoleptik (hedonik) meliputi warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula aren (G) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap kadar air, viskositas, organoleptik warna dan organoleptik rasa kecap manis ampas tahu. Konsentrasi gula aren juga menunjukkan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap nilai organoleptik aroma kecap manis ampas tahu yang dihasilkan. Sedangkan jenis bumbu (B) dan interaksi antara jenis bumbu dan konsentrasi gula aren (B x G) berpengaruh tidak nyata terhadap kecap manis ampas tahu Abstract. Tofu dregs is a waste of soy porridge that has been squeezed from the production of tofu. The use of tofu dregs is still very limited even become untapped waste. Necessary efforts for the development of new products in order to utilize and increase the value of tofu dregs, one of them by processing tofu dregs into  sauce. This research aims to study the influence of seasoning type and palm sugar concentration on the quality of sweet sauce of tofu’s dregs. This research is conducted by using a Completely Randomized Design (CRD) Factorial consisting of two factors. The first factor is the type of seasoning (B) consisting of 2 levels namely B1 = complete seasoning (20g ginger, 20g galangal, 10g cinnamon, 10g garlic, 10g turmeric, 10g coriander, candlenut 10g). B2 = simple seasoning (20g ginger, 20g galangal, 10g cinnamon). Second factor is the concentration of palm sugar (G) consisting of 3 levels namely G1 = 200g, G2 = 250g, G3 = 300g. The resulting sauce is then analyzed its water content, protein content, viscosity and organoleptic tes (hedonic) include color, taste and aroma. The results showed that the concentration of palm sugar (G) had significant effect (P0,01) on water content, viscocity, organoleptic color and taste of sweet sauce of tofu’s dregs. Palm sugar concentration also showed highly significant effect (P0,05) on the value of organoleptic aroma sweet sauce tofu’s dregs produced. While the seasoning type (B) and the interaction between seasoning type and palm sugar concentration (B x G) had no significant effect of sweet soy sauce of tofu’s dregs.
Analisis Finansial Agroindustri Pengolahan Minyak Kemiri Di Kecamata Ulee Kareng Banda Aceh Hendri Fadhli; Azhar Gani; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.483 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2871

Abstract

ANALISIS KEUNTUNGAN AGROINDUSTRI PENGOLAHAN MINYAK KEMIRI DI KECAMATAN ULEE KARENGHendri Fadhli1,T. Fauzi2, Azhar3 1Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala ABSTRAKKemiri merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui serta memiliki ragam keunggulan, nilai ekonomis karena kemiri ialah salah satu dari hasil tani yang banyak dimanfaatkan oleh manusia, mulai dari bumbu dapur, obat-obatan serta mengatasi kerontokan pada rambut. Perlu diarahkan suatu analisis usaha untuk kepentingan pengelolaan menyangkut dengan besarnya penggunaan modal yang keuntungan yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar tinggakat keuntungan  yang diperoleh agroindustri pengolahan minyak kemiri yang berlabel Malem Diwa, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus data yang digunakan adalah data primer dan skunder. Pada metode analisis menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Rath (Net B/C), Pay Back Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan minyak kemirio memberikan keuntungan, bersih pada tahun pertama ialah sebesar Rp. 44.999.479 nilai ini menunjukkan lebih besar dari BEP sebesar Rp. 20.770.260, BEP (Break-Even Point). BEP atau titik impas merupakan keadaan yang menggambarkan suatu perusahaan yang tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugianKata kunci : Pengolahan, minyak kemiri , keuntunganABSTRACTCandlenut is a renewable natural resource that has a range of advantages and economic value because it is one of agricultural products that is widely used as herb, drug and even hair loss prevention. A business analysis needs to be directed for the importance of management regarding the amount of capital use and the benefit earned. The aim of this study was to find out the level of benefit earned by a candlenut oil processing agroindustry labeled Malem Diwa. The method used in this study was a case study, while the data used was primary and secondary data. Furthermore, the analysis methods used were Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Rath (Net B/C) and Pay Back Period (PBP). The study result showed that candlenut oil processing provided benefit. The net benefit in the first year was Rp. 44,999,479. This number was greater than BEP (Break-Even Point), which was Rp. 20,770,260 million. BEP or Break-Even Point is a condition that describes a company which makes neither a profit nor a loss.Keywords: Processing, Candlenut Oil, Benefit 
Analisis Debit Air Menggunakan Metode Mock Di DAS Krueng Peusangan Ra'yatul Husna; syahrul syahrul; ichwana ichwana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.045 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24494

Abstract

Abstrak. Ketersediaan air dalam pengertian sumber daya air pada dasarnya berasal dari air hujan, air permukaan dan ari tanah. DAS Krueng Peusangan merupakan kawasan yang termasuk dalam kategori mengalami degradasi menurut data dari Kementerian PUPR.  DAS Peusangan ini adalah DAS utama yang ada di Provinsi Aceh dengan luas diperkirakan mencapai 255,780 ha. Salah satu model hidrologi yang digunakan untuk menghitung debit air yaitu metode Mock. Metode Mock merupakan metode yang dikembangkan oleh Dr. F.J. Mock dengan memperhitungkan data curah hujan, evapotranspirasi dan juga sifat hidrologi di daerah pengaliran sungai. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk menganalisis debit air dengan menggunakan metode Mock. Penelitian dilakukan di DAS Krueng Peusangan yang terdiri dari 12 sub DAS yang terletak Kabupaten Aceh Tengah, Bireuen, Bener meriah, dan Aceh Utara. Adapun bahan yang digunakan berupa data sekunder yaitu data debit selama periode dua tahun yaitu (2015 dan 2020), data Klimatologi selama periode 10 tahun (2011-2020) dan data luas DAS tahun 2010. Penelitian ini menggunakan microsoft excel untuk melakukan menganalisi debit air dengan menggunakan metode Mock. Setelah mengetahui nilai debit yang dihasilkan, kemudian dilakukan validasi menggunakan rumus Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE). Hasil analisis debit air menggunakan metode Mock dari tahun 2011 - 2020 yaitu nilai debit minimal = 35,62 m³/ detik pada Oktober 2016 dan nilai maksimal = 359,19 m³/ detik pada Februari 2013. Hasil dari perhitungan NSE pada Sub DAS Teupin Mane menghasilkan nilai lebih baik . Yakni metode Mock pada tahun 2015 dengan nilai 0,99 dengan kriteria sangat baik dan pada Tahun 2020 dengan nilai 0,98 dengan kriteria sangat baik.Analysis of Water Discharge Using the Mock Method in the Krueng Peusangan WatershedAbstract. Abstract. The availability of water in terms of water resources basically comes from rainwater, surface water and groundwater. The Krueng Peusangan Watershed is an area that is included in the category of experiencing degradation according to data from the Ministry of PUPR. The Peusangan Watershed is the main watershed in Aceh Province with an estimated area of 255,780 ha. One of the hydrological models used to calculate water discharge is the Mock method. Mock method is a method developed by Dr. F.J. Mock by taking into account the data on rainfall, evapotranspiration and also the hydrological properties of the river basin. Therefore the purpose of this study is to analyze the water discharge using the Mock method. The research was conducted in the Krueng Peusangan watershed which consists of 12 sub-watersheds located in Central Aceh districts, Bireuen, Bener Meriah and North Aceh. The material used is in the form of secondary data, namely discharge data for a two-year period (2015 and 2020), Climatology data for a 10-year period (2011-2020) and watershed area data for 2010. This study uses Microsoft Excel to analyze water discharge by using the mock method. After knowing the resulting discharge value, then validation is carried out using the longwritten formula (NSE). The results of the water discharge analysis using the Mock method from 2011 - 2020 are the minimum discharge value = 35.62 m³/sec in October 2016 and the maximum value = 359.19 m³/sec in February 2013. The results of NSE calculations in the Teupin Mane Sub-watershed yield better value. Namely the Mock method in 2015 with a value of 0.99 with very good criteria and in 2020 with a value of 0.98 with very good criteria.
Efektivitas Media Pembawa dalam Perbanyakan Mikoriza Acaulospora dan Glomus Dinda Aprillia Tanzil; Yusnizar Yusnizar; Munawar Khalil; Marlina Marlina; Fikrinda Fikrinda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.328 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23179

Abstract

Abstrak. Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan simbion tanaman yang berperan sebagai pupuk hayati. Produksi pupuk hayati FMA memerlukan media pembawa yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media pembawa berbasis pupuk organik terhadap produksi inokulum FMA Glomus sp. dan Acaulospora tuberculata. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non-faktorial dengan lima perlakuan jenis media pembawa, yaitu zeolit; zeolit+10% (b/b) vermikompos; zeolit+10% (b/b) (vermikompos+Purpureocillium lilacinum); zeolit+10% (b/b) pupuk kandang; dan zeolit+10% (b/b) (pupuk kandang+P. lilacinum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembawa berbasis pupuk organik vermikompos dan pupuk kandang tidak efektif menggantikan pengaruh zeolit dalam menghasilkan jumlah spora Glomus sp. tertinggi. Kombinasi zeolit dan 10% vermikompos efektif terhadap produksi spora A. tuberculata dan kolonisasi akar oleh Glomus sp. (65,67%) dan A. tuberculata (77,33%) tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas media pembawa berbasis pupuk organik dalam produksi pupuk hayati mikoriza dipengaruhi oleh jenis spora FMA.The Effectiveness of Carrier Media on Mycorrhizal Propagation of Acaulospora and GlomusAbstract. Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) are plant symbionts acting as biofertilizers. Production of AMF biofertilizers requires suitable carrier media. This study aimed to determine the effect of the type of carrier media based on organic fertilizer on the inoculum production of AMF Glomus sp. and Acaulospora tuberculata. This study used a non-factorial randomized block design with five types of carrier media, namely zeolite, zeolite+10% (w/w) vermicompost, zeolite+10% (w/w) (vermicompost+Purpureocillium lilacinum), zeolite + 10% (w/w) manure, and zeolite+10% (w/w) (manure+P. lilacinum). The results showed that the carrier media based on organic vermicompost and manure was not effective in replacing the effect of zeolite in producing the highest number of Glomus sp. spores. The combination of zeolite and 10% vermicompost was effective on the highest spore production of A. tuberculata and root colonization by Glomus sp. (65.67%) and A. tuberculata (77.33%). These results indicated that the effectiveness of organic fertilizer-based carrier media in biofertilizer production was affected AMF spore types.
Relationships Analysis of Revenue, Price Perceptions, Product Quality and Services to Consumer Purchasing Decisions Beverages in Banda Aceh Muhammad Hajarul Aswad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.538 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21969

Abstract

This study aims to determine the relationship between income, price perception, product quality and service on consumer purchasing decisions of beverages in Banda Aceh. This study uses a survey method. The sampling technique used is accidental sampling with a sample of 100 people. Data collection techniques using a questionnaire. The data analysis technique used chi-square analysis. The results showed that income, product quality and service had a relationship with consumer purchasing decisions for beverages, while price perceptions had no relationship with consumer buying decisions for beverages. This is because income, product and service quality have χ2 count χ2 table and significant at 0.00 0.05 (significant effect) while price perception has χ2 count χ2 table and significant at 0.055 0.05 (no effect and not significant).
Kajian Life Cycle Assessment (LCA) Sampah Biomassa di Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (BSU) Feby Adhayani; Ichwana Ichwana; Kiman Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.006 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22289

Abstract

Abstrak. Life Cycle Assessment (LCA) adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk menghitung dan menganalisis potensi dampak pengelolaan sampah terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang dihasilkan oleh BSU selama proses pengelolaan sampah yang dilakukan agar tidak terjadi penumpukan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan menggunakan metode LCA. Penerapan LCA pada ini akan memberikan informasi terkait dengan penggunaan energi, limbah dan emisi yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi dampak yang dihasilkan diantaranya adalah GWP (Global Warming Potential) sebesar 36524,4 kg CO2-eq, AP (Acidification Potential) 1,21868 kg PO4-3-eq dan EP (Eutrophocation Potential)0,82074 kg SO2-eq.Life Cycle Assessment (LCA) Study of Waste in The Waste Bank of The Syiah Kuala University (BSU)Abstract. Life Cycle Assessment (LCA) is a method that can be used to calculate and analyze the potential impact of waste management on the environment. The purpose of this study was to determine the impact generated by BSU during the waste management process carried out so that there is no buildup that can cause environmental damage using the LCA method. The application of LCA in this will provide information related to energy use, waste and emissions generated from the waste processing process. The results showed that the impact classifications included GWP (Global Warming Potential) of 38155.1kg CO2-eq, AP (Acidification Potential) of 12.713469 kg PO4-3-eq and EP (Eutrophocation Potential) of 2,425723 kg SO2-eq.
Analisis Citra Resolusi Menengah Untuk Menghitung Tanaman Kelapa Sawit Nurul Oya; Yulia Dewi Fazlina; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.9 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20884

Abstract

Abstrak. Kelapa sawit merupakan salah satu sektor perkebunan terbesar di Indonesia, dengan demikian proses perhitungan jumlah kelapa sawit guna menghitung jumlah produksi dan penggunaan pupuk menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Maka dilakukanlah perhitungan jumlah kelapa sawit secara otomatis dengan menggunakan metode Template Matching yang memanfaatkan citra resolusi menengah. Pengamatan meliputi posisi dan jumlah tanaman kelapa sawit yang berhasil terdeteksi. Hasil analisis didapatkan bahwa tidak ada kelapa sawit yang berhasil terdeteksi pada citra satelit yang memiliki resolusi spasial 60-10 m tersebut.Medium Resolution Image Analysis for Counting Palm Oil PlantAbstract. Palm oil is one of the largest plantation sectors in Indonesia, thus the process of calculating the amount of palm oil in order to calculate the amount of production and use of fertilizers is one of the jobs that requires very large costs. Then the calculation of the number of palm oils is carried out automatically using the Template Matching method which utilizes medium resolution images. Observations include the position and number of oil palm plants that have been detected. The results of the analysis showed that no oil palm was detected in the satellite image which has a spatial resolution of 60-10 m.

Page 61 of 103 | Total Record : 1028