cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Formulasi Skin Lotion Minyak Sereh Wangi dengan Konsentrasi Triethanolamin Aulia Wati; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Irfan Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.527 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13846

Abstract

Abstrak: Tanaman sereh wangi (Cymbopongon nardus L) merupakan sumber minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan uap. Sereh wangi memiliki banyak manfaat seperti pelancar pernapasan, pewangi ruangan, minyak pijat, bahan aroma terapi, obat nyamuk, produk kecantikan, pelepas stres, parfum, obat trdisional kesehatan, dan bioaktif bahan bakar minyak. Pada saat ini penggunaan minyak sereh wangi Aceh belum ada dalam bentuk lotion, sehingga perlu dilakukan sebuah inovasi, agar minyak sereh wangi Aceh bisa kembali menjadi prioritas terutama dibidang minyak atsiri, seperti dibuat dalam bentuk skin lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan minyak sereh wangi dan triethanolamin terhadap skin lotion yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama adalah Triethanolamin (T) dan minyak sereh wangi (M). Analisis yang dilakukan antara lain yaitu uji viskositas dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi triethanolamin (T) berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap viskositas lotion. Formulasi Skin Lotion Minyak sereh wangi dengan Variasi Konsentrasi TriethanolaminAbstract: Citronella plants (Cymbopongon nardus L) are sources of essential oils obtained by steam distillation. Citronella has many benefits such as relieving respiratory, air fresheners, massage oils, aroma therapy ingredients, insect repellent, beauty products, stress relief, perfume, traditional, health medicines, and bioactive fuel oils. Nowadays, Aceh Citronella oil has not been used as lotion yet, regarding this fact, it needs an innovation, so that Aceh Citronella oil can become a priority, especially in the field of essential oils, for example, it can be made as a skin lotion. This research used factorial randomized block design (RAK) with 2 factors, the first factor is Triethanolamine (T) and Citronella oil (M). The analysis carried out included the viscosity test and the hedonic test. The results showed that the concentration of triethanolamine (T) had a very significant effect (P 0.01) on the viscosity of the lotion.
Strategi Pengembangan Usaha Abon Ikan (Studi Kasus Usaha Dagang Tuna Di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh) Erwin Agusdiansyah; Ismayani Ismayani; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.917 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor – faktor internal dan eksternal dalam memproduksi abon ikan di U.D Tuna dan menganalisis strategi bisnis pengembangan abon ikan di U.D Tuna. Metode penelitian ini yang digunakan adalah studi kasusnya adalah U.D Tuna. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara dengan teknik Focus Group Discussion (FGD) antara pihak dari Usaha Dagang Abon ikan diwakili langsung oleh pemilik usaha dagang abon ikan. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa U.D Tuna cocok menerapkan strategi Turn Arround. Saat ini U.D Tuna menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi kendala dan kelemahan internal.
Peningkatan Kinerja Mesin Pengering Hybrid Melalui Modifikasi Tungku Biomassa Untuk Pengeringan Ikan Tongkol (Euthynus affinis) Makmur Munandarsyah; Raida Agustina; Kiman Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8134

Abstract

Abstrak. Pada saat musim panen ikan, para nelayan banyak mendapatkan ikan tongkol sebagai hasil tangkapan dengan jumlah yang sangat besar. Karena jumlah yang sangat banyak, terkadang ikan tongkol tidak habis terjual. Hal tersebut mengakibatkan ikan tongkol cepat membusuk jika tidak ada pengolahan yang baik. Salah satu cara yang dilakukan nelayan adalah dengan mengeringkan ikan tongkol tersebut secara alami (penjemuran dibawah sinar matahari). Alat pengering surya tipe rak adalah alat pengering berbentuk kotak yang memanfaatkan matahari sebagai energi termalnya. Adapun kendala dari alat pengering ini adalah hanya memanfaatkan panas dari energi matahari sehingga ketika cuaca dalam keadaan mendung atau saat malam tiba alat ini tidak bisa difungsikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan nilai efisiensi pada tungku biomassa serta alat yang digunakan lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode oven. Hasil penelitian diperoleh total efisiensi penggunaan energi selama pengeringan yaitu, untuk pengeringan uji kosong hybrid adalah 0,11%, untuk pengeringan uji hybrid sebesar 5,60% dan untuk pengeringan uji surya sebesar 28,13%. Sementara untuk lamanya waktu pengeringan, uji hybrid ulangan selama 14 jam, uji hybrid ulangan 2 selama 14 jam, uji surya ulangan 1 selama 15 jam dan uji surya 2 ulangan selama 16 jam. Untuk total energi tersedia, pengeringan hybrid sebesar 265,63 MJ dan pengeringan surya sebesar 9,61 MJ. Improved Hybrid Dry Engine Performance through Modification of Biomass Furnaces for Drying Mackarel Tuna (Euthynus affinis)Abstract. At the time of harvest fish, fishermen get a lot of catches of tuna with very large amount. Due to the very large number of these, sometimes the tuna is not sold out. This resulted in the tuna quickly decompose if there is no good processing. One way in which the fisherman is by drying the tuna fish naturally (the drying in the sun). A tool rack type solar dryer is a box-shaped dryer that utilize the sun as thermal energy. The constraints of this tool is only utilizing the heat from solar energy, so when the weather is cloudy or at nightfall these tools can not function. The research aims to modify the tool rack type solar dryer to be a hybrid dryer for drying anchovy. The method used in this research is oven method. The results were obtained that total efficiency of energy use during drying is for drying empty test hybrid is 0,11%, for drying hybrid test at 5,60%, and for drying solar test of 28,13%. As for the length of drying time, hybrid test replicates 1 for 14 hours, hybrid test replicates 2 for 14 hours, solar test replicates 1 for 15 hours, and solar test repliatesc 2 for 16 hours. For the total energy available, hybrid drying of 265,63 MJ and solar drying of 9,61 MJ.
Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Penerimaan Petani Padi Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo Di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Riska Amelia Sari; Edy Marsudi; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.586 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9437

Abstract

Abstrak. Teknologi jajar legowo merupakan suatu pola tanam dengan mengatur jarak tanam padi yang bertujuan untuk meningkatkan produksi padi. Penggunaan faktor produksi pada sistem ini lebih hemat dibandingkan dengan sistem tanam tegel, sehingga penggunaan faktor produksi menjadi efisien. Efisiensi adalah suatu ukuran yang terdiri dari beberapa input yang digunakan pada suatu usahatani untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani padi di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi coub-douglass, efisiensi produksi, serta keuntungan dan penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan, pupuk urea, pupuk sp-36, berpengaruh nyata terhadap produksi padi sistem jajar legowo. Sedangkan sisanya benih dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Kemudian penggunaan faktor produksi pupuk urea (X3) bernilai 9,5 dan pupuk Sp-36 (X4) bernilai 11,9 sehingga dikatakan penggunaan faktor produksi tersebut pada usahatani padi sistem jajar legowo belum efisien, sedangkan faktor produksi lahan bernilai 0,0006 sehingga dikatakan penggunaan faktor produksi lahan pada usahatani padi sistem jajar legowo tidak efisien. Nilai R2 sebesar 0,628 menunjukkan bahwa sebesar 62% variasi produksi usahatani padi sistem jajar legowo dapat dijelaskan oleh faktor-faktor produksi seperti luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk sp-36, pupuk NPK Phonska, dan tenaga kerja. Sedangkan sisanya sebesar 38 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Sebaiknya petani lebih memperhatikan jumlah penggunaan faktor produksi yang digunakan agar hasil produksi dapat meningkat sehingga penerimaan yang diperoleh petani juga akan meningkat.The Analysis of Efficiency of Production Factor Toward the Farmer Revenue by Jajar Legowo Cropping System in The Distict of Lhoknga Aceh Besar RegencyAbstract. Jajar legowo technology is a cropping system by adjusting the rice spacing which aims to increase the rice production. The use of production factor on this system more economic than tegel system, therefore the use of the production factor become efficient. Efficiency is a size that contains some inputs which using on a farming to get some outputs. The purpose of this research is to know the production factor on a farming in the distict of Lhoknga Aceh Besar regency. The analysis model in this research are the Coub-Douglass regression analysis, efficiency analysis and the profit and the revenue. The result showed that the production factor of land area, urea fertilizer and sp-36 fertilizer significantly affected the rice production of jajar legowo system. While the residue like the seed and the labor not affected the rice production. Then, the using of  production factor of urea fertilizer is 9,5 and Sp-36 is 11,9  so that the using of the production factor on the rice farming of jajar legowo system is not efficient yet, whereas the value of production factor on land area is 0,0006 therefore the using of land area production factor on the rice farming of jajar legowo system is not efficient. R2 value is 0,628% indicates that 62% the variation of production farm of jajar legowo system can be explained by production factors like land area, seed, urea fertilizer, sp-36 fertilizer, npk phonska fertilizer, and the labor. While the residue as 38% affected by the other factors. The total of production efficiency is 1. It’s mean that the use of the production is not efficient. The farmer should more pay attention toward the amount of the production factor used in order to the result of the production can increase. So, the revenue received by the farmer also increase.
Perlakuan biopriming kombinasi ekstrak tomat dan Trichoderma spp. terhadap viabilitas dan vigor benih terung (Solanum melongena L.) kadaluarsa Saidina Ramadhani; M. Abduh Ulim; Trisda Kurniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.228 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7493

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang pengaruh perlakuan biopriming terhadap viabilitas dan vigor benih terung kadaluarsa dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Penyakit Tanaman Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. serta interaksi antara konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. terhadap viabilitras dan vigor benih terung kadaluarsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak buah tomat yang terdiri atas  4 taraf dan faktor kedua yaitu spesies Trichoderma spp. yang terdiri atas 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah tomat terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak buah tomat 10%, baik yang dikombinasikan dengan T. harzianum maupun T. asperellum. Jenis Trichoderma spp. terbaik dijumpai pada T. harzianum pada semua konsentrasi ekstrak buah tomat.Kata kunci: Biopriming, Ekstrak Buah Tomat, Trichoderma spp..Biopriming Treatment Combination of  Tomato Extract and Trichoderma spp. to Viability and Vigor of Expired Eggplant Seeds Abstract. Research on the effect of biopriming treatment on viability and vigor of expired eggplant seeds was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology and Plant Disease Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh from August to October 2017. This study aims to determine the effect of tomato extract concentration and species Trichoderma spp. as well as the interaction between the concentration of tomato extract and species Trichoderma spp. to viability and vigor of expired eggplant seeds. This research was conducted by using Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with 2 factors and 3 replications. The first factor is the concentration of tomato extract consisting of 4 levels and the second factor is species  Trichoderma spp. which consists of 3 levels. The results showed that the best concentration of tomato extract was found in the concentration of 10% tomato extract, both combined with T. harzianum and T. asperellum. The best species of Trichoderma spp. found in T. harzianum in all concentrations of tomato extracts.Keywords : Biopriming, Tomato Extract, Trichoderma spp..
Pengaruh Konsentrasi Pektin dan Karagenan terhadap Permen Jelly Nanas (Ananas comosus L. Merr) Dedy Isnanda; Melly Novita; Syarifah Rohaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.033 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1114

Abstract

Abstrak.  Buah nanas dapat diolah menjadi berbagai produk. Salah satu produk olahan yang digemari ialah permen jelly . Berdasarkan SNI 3547-2-2008, permen jelly ialah permen bertekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal.  Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui konsentrasi pektin dan karagenan yang tepat untuk menghasilkan tekstur yang sesuai pada pembuatan permen jelly nanas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor, yaitu: Faktor I : Konsentrasi Pektin (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: P1 = 0,5%, P2 = 1,0 % P3 = 1,5%, P4 = 2% Faktor II : Karagenan (K) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu:  K1 = 1%,  K2 = 1,5%, K3 = 2%. Konsentrasi pektin berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam organoleptik hedonik  (warna, aroma, dan tekstur), organoleptik deskriptif (warna, tekstur, dan rasa), dan berpengaruh nyata terhadap hedonik rasa serta deskriptif aroma. Konsentrasi karagenan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam, hedonik warna, deskriptif (warna, aroma, tekstur, dan rasa) dan berpengaruh nyata terhadap hedonik aroma. Hasil analisis permen jelly nanas menghasilkan rata-rata kadar air 11,85%, kadar abu  1,24%, total asam 0,484%, organoleptik hedonik (warna (3,49) penerimaan biasa, aroma (3,74) penerimaan biasa, tekstur (3,36) penerimaan biasa, rasa (2,50) penerimaan tidak suka), dan organoleptik deskriptif (warna (2,38) kuning kecoklatan, aroma (3,38) berbau nanas, tekstur (2,41) agak lembek, rasa (2,45) cukup manis). Perlakuan terbaik diperoleh dari permen jelly nanas dari penambahan pektin 1,5% dan karagenan 1% dengan  karakteristik kadar air 15,85%, kadar abu 1,85%,  warna 4,48 (kuning kecoklatan), aroma 4,25 (bau nanas), tekstur 3,77 (tektur lembek), dan  rasa 2,64 (cukup manis). Abstract. Pineapples can be processed into various products. One of the processed products which is fancied by many people is a jelly candy. Based on SNI 3547-2-2008, jelly candy is a soft candy processed with the addition of hydrocolloid components such as agar, gum, pectin, starch, carrageenan and gelatin which are used to modify the texture to be chewy. The aims of this research were to examine the accurate concentration of pectin and carrageenan in the production of pineapples jelly candy to produce the desirable texture. This study was conducted using a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors. The first factor was concentrations of pectin (P) which consisted of four levels (P1 = 0.5%, 1.0% P2 = P3 = 1.5%, P4 = 2%). The second factor was concentration of carrageenan (K) which consisted of three levels (K1 = 1%, K2 = 1.5%, K3 = 2%). The concentration of pectin gave highly significant effects on water content, ash content, total acid, hedonic organoleptic (color, aroma and texture), descriptive organoleptic (color, texture and flavor), and significantly affected the hedonic organoleptic (flavor) and descriptive organoleptic (aroma). The concentration of carrageenan gave highly significant effect on water content, ash content, total acid, hedonic organoleptic (color), descriptive organoleptic (color, aroma, texture, and flavor) and significantly affected the hedonic organoleptic (aroma). The results showed that pineapple jelly candy had the following characteristics: water content (11.85%), ash content (1.24%), total acid (0.484%), hedonic organoleptic color (3.49; regular reception), aroma (3.74; regular reception), texture (3.36; regular reception), flavor (2.50; disliked reception), and descriptive organoleptic color (2.38; brownish yellow), aroma (3.38; pineapple smell), texture (2.41; mushy) and taste (2.45; pretty sweet). The best treatment in the production of pineapple candy jelly was gained by adding 1.5% pectin and 1% carrageenan. The candy had 15.85% water content, 1.85% ash content, 4.48 (brownish yellow) color, 4.25 (pineapple smell) aroma, 3.77 (mushy) texture and 2.67 (sweet) taste.
Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kantin Kopefta Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Mardhatillah Mardhatillah; Ismayani Ismayani; Edy Marsudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.649 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2914

Abstract

Abstrak. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu 1) untuk mengetahui faktor kelompok referensi, persepsi, informasi, sikap dan penerima beasiswa berkorelasi dengan intensitas kunjungan ke Kantin Kopefta dan 2) untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap Kantin Kopefta. Metode analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan pertama adalah melalui skala penilaian interval dari rata-rata jawaban responden dalam bentuk skala likert dan untuk mencapai tujuan kedua dilakukan dengan metode analisis IPA (Importance and Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkorelasi dengan tingkat kunjungan ke Kantin Kopefta adalah kelompok referensi, persepsi, informasi, serta sikap yang dibuktikan dengan skala penilaian interval bahwa faktor-faktor tersebut berada pada skala interval 1,60-2,19 yang berarti cukup. Dan untuk kepuasan mahasiswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasa puas terhadap Kantin Kopefta. Hal ini dapat terlihat pada atribut yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen yaitu atribut yang berada pada kuadran B, seperti menu yang bervariasi, citarasa, kehalalan, keramahan, kesopanan, dan perhatian pramusaji, kemampuan berkomunikasi pramusaji dan kemudahan dalam pembayaran. Atribut-atribut tersebut sesuai antara harapan dan yang diterima mahasiswa. Sehingga mahasiswa merasa sangat senang dan sangat puas.Analysis Of Level Of Student Satisfaction In The Kopefta Canteen Faculty Of Agriculture, University Of Syiah KualaAbstract. This study has two objectives, namely 1) to determine the reference group, perception, information, attitudes and grantee correlated with the intensity of visits to the Kopefta canteen and 2) to determine the satisfaction of students in the Kopefta canteen. The analytical method used to achieve the first objective is through interval grading scale than the average respondent's answer in the form of Likert scale and to achieve the second objective analysis was conducted using IPA (Importance and Performance Analysis). The results showed that the factors that correlated with the level of visits to the Kopefta canteen was the reference group, perception, information, and attitudes as evidenced by the scale of assessment interval that these factors are at scale interval 1.60 to 2.19, which means quite. And for student satisfaction, research shows that students are satisfied with the Kopefta canteen. It can be seen on the attributes that affect the level of consumer satisfaction are attributes that are in quadrant B, as a varied menu, flavors, halal, hospitality, courtesy, and attentive waiters, waitresses communication ability and ease of payment. These attributes fit between the expectations and the accepted students. So that students feel very happy and very satisfied.
Aplikasi Beberapa Fungisida Nabati Dengan Berbagai Dosis Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Pada Tanaman Tomat Rahmi Hayati; Tjut Chamzurni; Buni Amin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.346 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.918

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi serta mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia seperti vitamin C, vitamin A dan mineral. Dewasa ini produksi tomat mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu Fusarium yang ditandai dengan pucatnya tulang-tulang daun, terutama daun-daun sebelah atas dan terkadang daun sebelah bawah. Penyakit ini disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum f.sp lycopersici. Pertumbuhan dan perkembangan patogen ini perlu dikendalikan secara efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan, yaitu daun sirsak, nimba dan cengkeh dengan berbagai dosis. Dimana daun tersebut mengandung senyawa yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan patogen Fusarium oxysporum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial dengan 12 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fungisida nabati tepung daun nimba dengan dosis 50 g/polibag bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan Fusarium.
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) DI KAWASAN PERKEBUNAN MASYARAKAT DESA KETAMBE, ACEH TENGGARA Deby Sintiani; Sugianto Sugianto; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.238 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18772

Abstract

Abstrak. Orangutan sumatera (Pongo abelii) termasuk kedalam jenis hewan terancam punah. Jumlah populasinya terus menurun. Jenis pohon yang disukai untuk membuat sarang oleh orangutan Sumatra merupakan salah satu indikasi habitnya. Populasinya dapat diestimasi dengan mengetahui jenis pohon tempat orangutan membuat sarang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran sarang orangutan sumatera dan mengetahui karakteristik sarang orangutan sumatera dan menghitung jumlah kepadatan populasi orangutan sumatera berdasarkan sarang di kawasan perkebunan masyarakat desa Ketambe, Aceh Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif dengan pengamatan melalui line transek yang dibuat berdasarkan keberadaan sarang. Transek dibuat sebanyak 12 transek dengan lebar jalur transek 25 m masing-masing ke-arah kiri dan kanan dengan panjang transek 1000m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan sarang sebanyak 827 sarang/km2 dan kepadatan populasi orangutan sebesar 3,18 individu/km2, sehingga diperkirakan populasi orangutan sebesar 2 individu (0,6 km2 ). Sarang di lokasi penelitian didominasi oleh sarang posisi 1 (42,68%) dan kelas C (51,22%). Pohon sarang didominasi (27%) oleh pohon berdiameter 31-40 cm dan ketinggian sarang 16-20 m (24,05%). Serta pohon sarang paling banyak digunakan sebagai tempat bersarang ialah pohon Entap (Pharasorea lucida) (32,9%) dari suku Dipterocarpaceae sebanyak 27 pohon.Population Estimation of the Sumatran Orangutan (Pongo abelii) in the Plantation Area of the Ketambe Village Community, Southeast AcehAbstract The Sumatran orangutan (Pongo abelii) is an endangered species. The population continues to decline. The type of tree preferred for making nest by the sumatran orangutan is one indication of their habit. The population can be estimated by knowing the type of tree where orangutan build nests. This study aims to determine the distribution of sumatran orangutan nests and to determine the characteristic of sumatran orangutan nests and to calculate the total population density of sumatran orangutan based on nests in the plantation area of the ketambe village community, Southeast Aceh. The method used in this research is a descriptive survey with observation through line transects made based on the presence of nests. There were 12 transects line width of 25 meach to the left and righ with a transect length of 1000m. The result of this study indicate that the nest density is 827 nests/km2 dan kepadatan populasi orangutan adalah 3,18 individu/km 2 , sehingga diperkirakan populasi orangutan adalah 2 individu (0,6 km2 ). Sarang di daerah penelitian didominasi oleh sarang pada posisi 1 (42,68%) dan kelas C (51,22%). Pohon sarang didominasi (27%) pohon dengan diameter 31-40 cm dan tinggi sarang 16-20 m (24,05%). Dan pohon sarang yang paling banyak digunakan sebagai tempat bersarang adalah pohon Entap ( Pharasorea lucida ) (32,9%) dari suku Dipterocarpaceae sebanyak 27 pohon.
Studi Komparatif Pendapatan Usahatani Penerima Bansos Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan Non LDPM di Desa Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Yulma Azita; Agus Nugroho; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.819 KB)

Abstract

Abstrak. Program Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) merupakan salah satu program pemberdayaan yaitu dengan memberikan dana bantuan sosial terhadap gapoktan untuk meningkatkan usaha ekonomi di wilayah melalui peningkatan usaha pembelian dan penjualan serta pengembangan unit pengelola cadangan pangan yang ada pada gapoktan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pendapatan antara petani penerima bantuan LDPM dan non LDPM. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja  (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Babah Jurong ini merupakan penerima bantuan P-LDPM sejak tahun 2009. Teknik pengambilan sampel ditentukan secara Cluster Random Sampling. Ukuran sampel yaitu diambil 50 % dari tiap-tiap kelompok tani sehingga diperoleh sampel sebanyak 33 responden untuk petani LDPM dan 12 responden untuk petani non LDPM. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan analisis uji beda independen (independent sample t test). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu t hitung t tabel (0,155 201,6) dengan derajat kebebasan (df) = 43 dan taraf nyata (α) = 0,05 sehingga terima H0 dan tolak Ha. Dengan demikian kesimpulannya yaitu ada pendapatan petani LDPM lebih tinggi dibandingkan petani non LDPM.

Page 60 of 103 | Total Record : 1028