cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Dosis Pupuk Fosfor dan Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) Afifah Keumala; Nurhayati Nurhayati; Mardhiah Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.801 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.10912

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk fosfor dan kalium serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan 2 dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh dari bulan Februari sampai Agustus 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata terkecil taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Adapun faktor yang diteliti adalah dosis pupuk fosfor 3 taraf  yaitu 100, 200 dan 300 kg SP36 ha-1 dan dosis kalium 3 taraf yaitu 200, 300, dan 400 kg KCl ha-1. Dosis fosfor berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman talas umur 2 dan 10 MST serta bobot umbi basah dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 2 MST, bobot berangkasan basah, dan jumlah umbi tanaman talas. Pertumbuhan dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada dosis pupuk fosfor 200 kg ha-1.  Dosis kalium berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman umur 2 MST dan berpengaruh nyata terhadap bobot berangkasan basah tanaman talas. Pertumbuhan dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada dosis kalium 300 kg ha-1. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan dosis fosfor dan dosis kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas.The Effect of Phosphorus and Potassium Fertilizer Doseson the Growth and Yield of Taro Plants (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum)Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of dosing phosphorus and potassium fertilizers as well as their interactions with the growth and yield of taro plants. This research was carried out in Experimental Garden 2 and Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh from February to August 2018. The research units were compiled based on Randomized Block Design 3x3 factorial pattern with 3 replications and continued with Real Difference test Honest level of 5% on significant F test results. The factors studied were the dosage of phosphorus fertilizer with 3 levels, namely 100, 200 and 300 kg ha-1 and potassium doses with 3 levels namely 200, 300, and 400 kg ha-1. The dosage of phosphorus had a very significant effect on the number of leaves of taro plants aged 2 and 10 MST and the weight of wet tubers and significantly affected plant age 2 MST, wet weighted weight, and the number of taro tubers. The growth and yield of taro plants are best found at a dose of 200 kg ha-1 phosphorus fertilizer. The dosage of potassium fertilizer had a very significant effect on the number of plant leaves aged 2 MST and had a significant effect on the wet weight of taro plants. Growth and yield of taro plants are best found at potassium doses of 300 kg ha-1. There were no significant interactions between the treatment of phosphorus doses and potassium doses on the growth and yield of taro plants. Abstract. The purpose of this study was to determine the effect of dosing phosphorus and potassium fertilizers as well as their interactions with the growth and yield of taro plants. This research was carried out in Experimental Garden 2 and Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh from February to August 2018. The research units were compiled based on Randomized Block Design 3x3 factorial pattern with 3 replications and continued with Real Difference test Honest level of 5% on significant F test results. The factors studied were the dosage of phosphorus fertilizer with 3 levels, namely 100, 200 and 300 kg ha-1 and potassium doses with 3 levels namely 200, 300, and 400 kg ha-1. The dosage of phosphorus had a very significant effect on the number of leaves of taro plants aged 2 and 10 MST and the weight of wet tubers and significantly affected plant age 2 MST, wet weighted weight, and the number of taro tubers. The growth and yield of taro plants are best found at a dose of 200 kg ha-1 phosphorus fertilizer. The dosage of potassium fertilizer had a very significant effect on the number of plant leaves aged 2 MST and had a significant effect on the wet weight of taro plants. Growth and yield of taro plants are best found at potassium doses of 300 kg ha-1. There were no significant interactions between the treatment of phosphorus doses and potassium doses on the growth and yield of taro plants.
Keragaan Industri Pengolahan Ikan di Desa Patek Kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya Syarifah Ulvi Khairiah; Safrida Safrida; Indra Zainun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.62 KB)

Abstract

Abstrak. Keragaan merupakan performance dari suatu usaha yang terdiri dari berbagai macam kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain yang memiliki subsistem dalam usaha. Dalam keragaan industri pengolahan ikan asin yang diberada di Desa Patek Kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya melibatkan beberapa kegiatan yaitu kegiatan permodalan, kegiatan pengadaan bahan baku, peralatan produksi, proses produksi, tenaga kerja dan pemasaran hasil olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan industri pengolahan ikan dan menganalisis kelayakan industri pengolahan ikan di Desa Patek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pengolahan ikan yang terdapat di Desa Patek merupakan usaha kecil (skala rumah tangga) yang memproduksi ikan asin dengan bahan baku utama berupa ikan segar dengan sumber permodalan dari pinjaman kerabat terdekat dan modal sendiri, belum memiliki izin usaha, proses produksi dan pemasarannya masih dilakukan secara sederhana yang belum menerapkan tekhnologi dan industri pengolahan ikan yang terdapat di Desa Patek layak diusahakan, baik dari indicator pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP) maupun Return on Investment (RoI). Hal ini dapat dilihat dari perolehan rata-rata total nilai produksi sebesar Rp 17.145.333/bulan lebih besar dibandingkan dengan rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 12.491.046/bulan sehingga rata-rata pendapatan yang diperoleh yaitu sebesar Rp 4.654.287/bulan dengan Revenue Cost Ratio (R/C) yang diperoleh sebesar 1,3. RoI yang diperoleh pada industri pengolahan ikan adalah sebesar 37%. Artinya setiap penanaman modal (investasi) sebesar 100% maka pengusaha mendapatkan pengembalian modal atau keuntungan sebesar 37%.
Pengaruh Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit Terhadap Karakteristik Tepung Labu Kuning Ulfa Reza; Bambang Sukarno Putra; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.789 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i3.11511

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tepung labu kuning.   Parameter penelitian meliputi rendemen, kadar air, derajat keasaman (pH), kadar pati, uji organoleptik hedonik warna dan aroma. Data di analisa menggunakan ANOVA dan  excel. Hasil penelitian menunjukkan  nilai rata-rata rendemen tepung labu kuning tertinggi terdapat pada perlakuan 0 menit yaitu 11,33%, nilai rata-rata kadar air tepung labu kuning tertinggi terdapat pada perlakuan 60 menit yaitu 9,33%, nilai rata-rata derajat keasaman (pH) tertinggi terdapat pada perlakuan 0 menit yaitu 6,79,  nilai rata-rata kadar pati tertinggi terdapat pada perlakuan 40 menit yaitu 72,95%, nilai rata-rata uji organoleptik hedonik warna tertinggi terdapat pada perlakuan 60 menit yaitu 4,20 dengan skor 4 (suka), nilai rata-rata uji organoleptik hedonik aroma tertinggi terdapat pada perlakuan 0 menit yaitu 3,71 dengan skor 4 (suka).The Effect of soaking time in sodium metabisulfite solution on the characteristics of pumpkin Abstract. The purpose of this study was to determine the characteristics of pumpkin flour. The research parameters included yield, moisture content, acidity (pH), starch content, hedonic organoleptic color and aroma test. Data was analyzed using ANOVA and Excel. The results showed that the highest yield of pumpkin flour was at 0 minutes treatment which was 11.33%, the highest average value of water content of pumpkin flour was at 40 minutes treatment which was 9.33%, the average value of acidity degree (pH) is highest in 0 minute treatment, which is 6,793, the highest average value of starch is found in 40 minutes treatment which is 72.95%, the highest average hedonic organoleptic test value is found in 60 minutes treatment which is 4,20 with a score 4 (likes),  the highest average hedonic organoleptic test score was found at 0 minutes treatment which was 3.71 with a score 4 (likes).
Penggunaan Berbagai Amelioran Terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah Sawah Bukaan Baru dan Hasil Padi Lokal Tipe Baru Rozatul Mastura; Yadi Jufri; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.491 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9537

Abstract

Abstrak. Sawah bukaan baru mempunyai berbagai masalah diantaranya mengandung Al dan Fe tinggi dan bisa meracuni tanaman serta kurangnya unsur hara P dan K. Jumlah Fe yang tinggi pada lahan sawah bukaan baru terkumpul pada daerah perakaran mengakibatkan akar tanaman tidak dapat berkembang dengan baik. Usaha untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan pemberian amelioran. Amelioran dapat mengikat Al dan Fe sehingga P tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan memperoleh varietas padi lokal tipe baru yang berproduksi tertinggi dan amelioran terbaik pada lahan sawah bukaan baru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 kelompok sehingga terdapat 27 satuan unit percobaan. Faktor yang diteliti adalah galur mutan/varietas padi lokal tipe baru dan amelioran. Faktor galur mutan/varietas padi lokal tipe baru dengan terdiri atas: Sanberasi U1, Sanberasi U3 dan Inpari 30 sedangkan faktor amelioran terdiri atas: Kontrol, Arang Sekam dan Kompos Jerami. Untuk melihat perbedaan hasil perlakuan digunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan amelioran tidak berpengaruh nyata terhadap N-total, P-tersedia dan K-dd sawah bukaan baru. Varietas padi lokal tipe baru yang berproduksi tertinggi pada lahan sawah bukaan baru yaitu galur Sanberasi U3 dengan amelioran berupa arang sekam dengan hasil rata-rata 13,52 ton ha-1.The use of various ameliorants to improve the chemical properties of new open rice fields and new types of local riceAbstract.New opening rice fields have various problems including high Al and Fe content and can poison plants and lack of P and K nutrients. The high amount of Fe in new open field rice fields collected in the root area causes the roots of the plant to not develop properly. Efforts to overcome this can be done by giving amelioran. Amelioran can bind Al and Fe so that P is available for plants. This study aims to obtain the highest yielding new type of local rice varieties and the best ameliorants in new open field rice fields. This study used Factorial Randomized Block Design with 9 treatments and 3 groups so that there were 27 unit test units. The factors studied were new types of mutants / local rice varieties and ameliorants. The new type of mutant / local rice strain factor consists of: Sanberation U1, Sanberation U3 and Inpari 30 while ameliorant factors consist of: Control, Husk Charcoal and Cw. To see the difference in treatment results, the F test was used and continued with the test (BNT0.05). The results showed that ameliorant treatment had no significant effect on N-total, P-available and K-dd rice fields of new openings. The new type of local rice varieties that produce the highest in new open rice fields are the U3 Sanberation line with ameliorant in the form of husk charcoal with an average yield of 13.52 tons ha-1. 
Studi Komparatif Pendapatan Usahatani Melon Menggunakan Pupuk Mikoriza Dan Tanpa Mikoriza (Studi Kasus Di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar) Furqan Nazir; Elly Susanti; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.659 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6572

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas tentang perbandingan pendapatan usahatani melon yang menggunakan pupuk mikoriza dan tanpa mikoriza pada usahatani melon di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Seperti halnya budidaya tanaman lain, pemupukan merupakan salah satu faktor yang penting dalam budidaya melon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan besarnya pendapatan usahatani melon yang menggunakan pupuk mikoriza dan tanpa menggunakan pupuk mikoriza. Objek penelitian ini terfokus pada usahatani melon yang menggunakan pupuk mikoriza dan tanpa pupuk mikoriza.Pengamatan secara observasi langsung ke lokasi penelitian dengan menggunakan metode studi kasus (case study). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk mikoriza sebagai bahan input produksi dapat meningkatkan pendapatan petani melon di daerah penelitian sebesar  Rp. 42.724.000/Masa Tanam lebih besar dibandingkan pendapatan usahatani melon tanpa menggunakan pupuk mikoriza yaitu sebesar Rp 24.813.000/Masa Tanam. Nilai R/C tertinggi terdapat pada usahatani melon dengan menggunakan pupuk mikoriza yaitu sebesar 9.09 dan pada usahatani melon yang tanpa menggunakan mikoriza sebesar 8,67. Dapat disimpulkan bahwa usahatani melon yang menggunakan pupuk mikoriza lebih menguntungkan dan layak untuk dijalankan.Kata kunci : Perbandingan Pendapatan, Melon, Pupuk Mikoriza. Abstract. This study discusses the comparison of incomes of farming fertilizer that uses melon mycorrhiza and without mycorrhiza on melon farming in the village of Blang Krueng Baitussalam subdistrict of Aceh Besar District. As with any other crop cultivation, fertilization is one of the important factors in cultivation of melons. This research aims to know and compare the magnitude of the revenue farming fertilizer that uses melon mycorrhiza and without the use of fertilizer mycorrhiza. The object of this research focused on farming fertiliser that uses melon mycorrhiza and without mycorrhiza fertilizer. Observations are observations directly to the research location by using the method of case studies (case study). Based on the results of the study showed that the use of manure as mycorrhiza production inputs can increase farmer income melon in the area of research is Rp. 42.724.000/the planting Period is greater than the income of farming melon without the use of fertilizer mycorrhiza i.e. Rp 24.813.000/the time of planting. The value of R/C the highest found in melon farming with the use of fertilizer of mycorrhiza i.e. 9.09 and melon farming on that without the use of mycorrhiza of 8.67. It can be concluded that farming fertilizer which use mycorrhiza melons more profitable and viable to run.  
Pengaruh Penggunaan Tepung Kulit Pisang Kepok Fermentasi (Musa paradisiaca normalis) terhadap Performan Ayam Broiler Yeyen Safitri; Zulfan Zulfan; Herawati Latif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.24 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1204

Abstract

Abstrak:  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang kepok (Musa paradisiaca normalis) fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement  terhadap performan ayam broiler.   Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Perternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.   Penelitian menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain Lohmann. Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang kepok fermentasi + bungkil kelapa + feed supplement, sebanyak 0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), dan 10%+6%+1% (P5)   Parameter yang diamati meliputi  berat badan akhir,  pertambahan berat badan, konsumsi ransum,  dan konversi ransum.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa substitusi ransum komersil dengan sebanyak-banyaknya 10% tepung kulit pisang kepok fermentasi + 6% bungkil kelapa + 1% feed supplement tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap berat badan akhir,  pertambahan berat badan, konsumsi ransum,  dan konversi ransum ayam broiler.    Effect of Administration of  Fermented Banana Peel as Partial Substitution of  Commercial Finisher Diets on Broiler Performances Abstract:  The aim of present study was to determine effect of partial substitution of commercial broiler finisher diet with a fermented banana (Musa paradisiaca normalis) peel + coconut meal + feed supplement to performances of broiler chickens.  The study was conducted in Field Laboratory,  Department of Animal Husbandry,  Faculty of Agriculture,  Syiah Kuala University.   As many as 100 chicks,  strain lohmann, were used in this study.  The treatment was the provision of  fermented banana peel + coconut meal +  feed supplement, with the level of 0% (P1), 2,5%+1,5%+1% (P2), 5%+3%+1% (P3). 7,5%+4,5%+1% (P4), and 10%+6%+1% (P5), respectively.   The parameters observed were final body weight, average body weight gain, feed consumption, and feed conversion.  Results of study showed that administration of  fermented banana peel up to 10% + coconut meal 6% + feed supplement 1%  as partial substitution of  commercial finisher broiler diet was not significant effect (P0.05) on  final body weight, average body weight gain, feed consumption, and feed conversion of broiler chickens
Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Setaria (Setaria sphacelata) dengan Aplikasi Mikoriza Arbuskula pada Level Berbeda Ria Sagita; Asril Asril; Mira Delima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5118

Abstract

Abstrak.Suatu penelitian tentang efektivitas mikoriza arbuskula terhadap kandungan nutrisi rumput setaria (Setaria sphacelata) telah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) yang terletak di Jalan Utama Gampong Rukoh dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kualamulai dari bulan Januari 2017 hingga Juli 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kasar dan serat kasar rumput setaria yang diberi mikoriza arbuskula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan L0 adalah perlakuan kontrol/tanpa pemberian mikoriza arbuskula, perlakuan L1 adalah perlakuan dengan pemberian 5 gr mikoriza arbuskula per rumpun, perlakuan L2 adalah perlakuan dengan pemberian 10 gr mikoriza arbuskula per rumpun, sedangkan perlakuan L3 adalah perlakuan dengan pemberian 15 gr mikoriza arbuskula per rumpun. Parameter yang diukur adalah kadar protein kasar dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikoriza arbuskula berpengaruh sangat nyata (P0,01)  terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar rumput setaria.The Crude Protein and Crude Fiber Content of Setaria sphacelata with Different Level of Arbuscular Mychorrizal ApplicationAbstract. A research regarding the effectivity of arbuscular mycorrhizal applied on setaria (Setaria sphacelata) grass was conducted at Field Laboratory Peternakan (LLP) located onJalan UtamaGampong Rukoh and at Nutritional ScienceandFeed Technology Laboratory, Department of Animal Husbandry Faculty of Agriculture Syiah Kuala University. The research had been conducted from January to July 2017. The objective of the research was to findthe crude protein and crude fiber content of Setaria sphacelataforage plant on which applied with different level of arbuscular mychorrizal. Completely Randomized Design was used in this research consists of four treatments (L0 = control/0 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, L1 = 5 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, L2 = 10 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, and L3 = 15 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps), and five replications. Crude protein and crude fiber content were the parameter estimated. Statistical analysis showed that there was highly significant effect (P0,01) caused bythe treatments on crude protein and crude fiber content. The conclusion was that the different level of arbuscular mycorrhizal applied on setaria grass indicated to different result.
Kecernaan In Vivo Bahan Kering Sapi Lokal Jantan yang Diberikan Pakan Fermentasi Kulit Coklat dan Ampas Tebu Syapridus Syapridus; Didy Rachmadi; Cut Intan Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1237

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang  kecernaan  In Vivo sapi lokal jantan yang diberikan pakan fermentasi kulit coklat dan ampas tebu telah dilakukan di Gampong Cot Teube, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, dari tanggal 6 Oktober 2015 sampai dengan 3 Januari 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan bahan kering sapi lokal jantan yang diberikan pakan berbasis kulit coklat dan ampas tebu.Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi lokal.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari 3 (tiga) kelompok dan 4 (empat) perlakuan. Sapi dikelompokkan berdasarkan bobot badan. Perlakuan terdiri dari pelakuan A (Ransum kontrol tanpa ampas tebu dan kulit coklat), perlakuan B (Ransum dengan penambahan kulit coklat fermentasi 25%), perlakuan C (Ransum dengan penambahan ampas tebu fermentasi 25%),dan pelakuan D (Ransum pakan kombinasi ampas tebu fermentasi 12,5% dan kulit coklat fermentasi 12,5%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Bila terjadi perbedaan antar perlakuan maka akan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diamati adalah  konsumsiransum, kecernaanIn Vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P0.05) terhadap konsumsi ransum, kecernaan In vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan. Pakan fermentasi kulit coklat dan ampas tebu tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, kecernaanin vivo bahan kering dan pertambahan bobot badan.  In VIvo Dry Matter Digestibility of Local Bulls that Giving Fermentation Fod Cacao and BagasseAbstract.This research about In Vivo digestibility local bull that given fermentation pod cacao and bagasse have done in the Cot TeubeVillage, Gandapura Subdistrict, Bireuen in Aceh Province, on October 6, 2015 until January 3, 2016. The purpose of this study was to determine dry matter digestibility of local  bull that given pod based cacao  and bagasse. This study used 12 local bulls. The design of the research was a Random Block Design (RBD), and it ed Consist of three (3) groups and four (4) treatments. Bulls were grouped based on body weight. The treatment consists of the carrying  A (Rations control without bagasse and pod cacao ), treatment B (Rations with addition of fermented  pod cacao 25%), treatment C (rations with addition of bagasse fermented 25%), and treatment D (rations of feed combinations 12.5% fermented bagasse and 12.5% fermented pod cacao ).  Data were analyzed by using (Analysis of Variance ANOVA). The parameters measured were feed intake, In Vivo digestibility of dry matter and weight gain. The results showed that no significant differences (P 0.05) on feed consumption, In vivo digestibility of dry matter and weight gain. Fermentation feed of  pod cacao  and bagasse have no effect on rations intake, in vivo digestibility of dry matter and weight gain.
Pemetaan Dampak Sosial dan Ekonomi Akibat Covid-19 Pada Stakeholder Kopi Aceh Tengah Menggunakan Pendekatan Social Network Analysis (SNA) Anggi Istihazar Purba; Indra Indra; Agus Nugroho
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.945 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24023

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta jaringan dari dampak sosial dan ekonomi akibat Covid-19 pada stakeholder kopi Aceh Tengah menggunakan metode Social Network Analysis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Desember 2022. Metode pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sampel dipilih menggunakan snowball sampling dengan penentuan subjek awal yang direkomendasikan oleh key informan. Sampel diperoleh sebanyak 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh sentralitas aktor yang hanya dimiliki oleh dampak ekonomi, yaitu perubahan harga. Perubahan harga pada kopi memiliki nilai sentralitas degree, betweenness dan closeness tertinggi dalam jaringan. Mapping the Social and Economic Impacts Due to Covid-19 on Aceh Tengah Coffee Stakeholders Using the Social Network Analysis (SNA) ApproachAbstract. This study aims to determine the network map of the social and economic impacts of Covid-19 on Aceh Tengah coffee stakeholders using the Social Network Analysis method. This research was conducted from April to December 2022. The data collection method was through interviews using a questionnaire. The sample was selected using snowball sampling by determining the initial subject recommended by the key informant. Samples were obtained by 65 respondents. The results of the study show that actor centrality is only possessed by economic impacts, namely price changes. Changes in coffee prices have the highest value of degree centrality, betweenness and closeness in the network.
Uji Citarasa Produk Pliek-U Komersial Raida Agustina; Rahmat Fadhil; Zanuri Rahma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.363 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23345

Abstract

Pliek-U merupakan salah satu warisan kuliner khas daerah Aceh, sehingga perlu dijaga kualitas produknya. Jenis Pliek-U komersial yang beredar di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar bermacam-macam ragam, dengan warna, aroma dan rasa yang berbeda pula. Oleh karena itu perlu kita lakukan pengujian secara sensori yang bertujuan untuk melihat penerimaan produk oleh konsumen dengan menilai citarasa produk Pliek-U komersial. Ada 7 Pliek-U komersial yang digunakan dalam penelitian, dengan uji sensori dilakukan terhadap kriteria yaitu warna, aroma, rasa, tekstur, aftertaste, defect dan penerimaan keseluruhan. Penilaian ini dilakukan secara hedonik oleh 50 panelis konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, didapat bahwa pada kriteria rasa pada produk Pliek-U komersial memperoleh nilai prioritas yaitu 0,1964, kriteria rasa dari sebuah produk merupakan atribut yang paling penting karena memberikan gambaran atau citarasa utama dari kualitas sebuah produk, dan juga mempengaruhi keputusan akhir konsumen dalam menerima atau menolak suatu produk. Produk Pliek-U komersial yang disukai oleh konsumen memiliki rasa yang asam.

Page 65 of 103 | Total Record : 1028