cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pemetaan Kemasaman Tanan dan Analisis Kebutuhan Kapur di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie Muhammad Nazir; Muyassir Muyassir; Syakur Syakur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.339 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2149

Abstract

Abstrak. Kemasaman tanah merupakan salah satu sifat yang penting, sebab terdapat hubungan pH dengan ketersediaan unsur hara juga terdapat beberapa hubungan antara pH dengan sifat-sifat tanah. Untuk mendapatkan kemasaman tanah di lapangan diperlukan peta pengambilan sampel. Setelah mendapatkan peta kemasaman tanah diperlukan adanya analisis kebutuhan kapur sehingga memperoleh hasil yang baik untuk perubahan kemasaman tanah menjadi netral. Untuk menetralkannya diperlukan pengapuran tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran kemasaman tanah di Kecamatan Keumala sekaligus mengetahui kebutuhan kapur di lahan pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. Penelitian ini adalah metode grid yaitu dengan pengambilan sampel tanah pada luas 1 km2 per titik sampel dengan menggunakan bor tanah dan menggunakan GPS untuk menuju ketitik koordinat sampel tanah yang telah ditentukan. Dalam metode ini, pengamatan dilakukan dalam pola teratur pada interval titik pengamatan yang berjarak sama dalam kedua arah. Hasil analisis pH tanah di Kecamatan Keumala terdiri atas tiga kategori yaitu agak masam dengan pH berkisar (5,6-6,5), netral dengan pH berkisar (6,6-7,5), dan agak alkalis dengan pH berkisar (7,6-8,5). Sebaran luas areal lahan berdasarkan nilai pH tanah adalah lahan dengan pH agak masam seluas 171,05 ha, pH netral seluas 551,88 ha dan pH agak alkalis seluas 4.162,94 ha. Tanah pada Kecamatan Keumala tidak membutuhkan  kapur dikarenakan hasil pH tanah yang telah di uji di laboratorium didapatkan hasil, yaitu pH tanah yang ada di lahan tersebut adalah agak masam, netral dan agak alkalis, sedangkan yang mendominasi adalah pH agak alkalis. Hasil Al-dd tidak didapatkan pada saat uji di laboratorium tersebut.  Mapping Soil Acidity and Analysis of Lime Requirement InDistrict of Pidie District Keumala  Abstract. Soil acidity is one trait that is important, because there is a relationship of the pH with the availability of nutrient elements, there are some relationship between the pH with soil properties. To get the soil acidity in the field needed a map of sampling. After getting the map of soil acidity required the existence of a needs analysis of lime so as to obtain a good result for a change acidity the soil becomes neutral. Neutralization is required for liming the soil. This research aims to know the spread of soil acidity in district Keumala while knowing the needs of lime on agriculture land. This research was carried out in district of pidie regency keumala. This research is a method of the grid that is by sampling the soil at 1 km2 per sample point by using a drill ground and use the GPS to get to the point coordinates of the soil samples have been determined. In this method, the observations made in a regular pattern on the observation point of the interval is the same in both directions. The results of the analysis of the soil pH in Keumala consists of three categories. Somewhat Dour with the pH range (3.5-6.5), neutral with a pH range (6.6-7.5), and somewhat alkalis with pH ranges (7.6-8.5). The vast acreage of land distribution is based on the value soil pH is a land with a pH somewhat wry covering 171.05 ha, 551.88 ha area of neutral pH and pH is somewhat alkalis 4,162.94 ha. Land at distruct Keumala don't need lime because soil pH results that have been tested in the laboratory results are obtained, namely soil pH that is on the land is somewhat Dour, alkalis and rather neutral, whereas pH was somewhat dominating alkalis. The results of Al-dd is not obtained at the time of testing in the laboratory. 
Aplikasi Beberapa Sumber Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Ultisol Cut Izza Mawaddah; Zuraida Zuraida; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.331 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.23130

Abstract

Abstrak. Ultisol merupakan jenis tanah  miskin dengan kandungan unsur hara dan kandungan bahan organik yang rendah. Bahan organik memegang peranan penting dalam meningkatkan dan mempertahankan kesuburan tanah dan akan menentukan produktivitas tanaman. Dalam penelitian ini akan diaplikasikan beberapa macam sumber pupuk organik yaitu pupuk organik yang berasal dari  kompos trembesi, pupuk kandang sapi, pupuk hijau kirinyu, dan kompos kirinyu dengan  tanaman indikatornya adalah tanaman kedelai (Glycine max L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian beberapa macam pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max L.) pada Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari  empat sumber pupuk organik dengan 2 (dua) dosis pemberian sebanyak yaitu 10 ton ha-1 dan 20 ton ha-1dengan berbagai kombinasi perlakuan. Sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian beberapa macam sumber pupuk organik mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara pada Ultisol dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan  hasil tanaman kedelai. Berdasarkan hasil analisis akhir  sifat kimia tanah setelah diberikan perlakuan pupuk organik menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata  terhadap peningkatan  C-organik tanah, P-tersedia tanah dan juga berpengaruh nyata  terhadap hasil berat biji perbatang. Tetapi tidak menunjukkan  perbedaan yang nyata pada pengamatan parameter  lainnya. Aplikasi dosis pupuk organik yang memberikan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan kandungan hara Ultisol dan hasil tanaman kedelai adalah pada kombinasi perlakuan pupuk  kandang sapi dengan dosis 20 ton ha-1. Application of Some Sources of Organic Fertilizer on The Growth and Production of Soybean (Glycine Max L.) in UltisolAbstract. Ultisols are poor soil types with low nutrient and organic matter content. Organic matter plays an important role in increasing and maintaining soil fertility and will determine crop productivity. In this study, several sources of organic fertilizer will be applied, namely organic fertilizer from trembesi compost, cow manure, kirinyu green manure, and kirinyu compost with the indicator plant being soybean (Glycine max L.). This study aims to determine the application of several kinds of organic fertilizers on the growth and production of soybean (Glycine max L.) in Ultisol. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of four sources of organic fertilizer with 2 (two) doses of 10 tons ha-1and 20 tons ha-1 with various combinations of treatments. So there are 8 treatment combinations. The results of this study indicate that the application of several sources of organic fertilizer can increase the availability of nutrients in Ultisol and can also increase the growth and yield of soybeans. Based on the results of the final analysis of the chemical properties of the soil after being given organic fertilizer treatment, it showed that the application of organic fertilizer had a very significant effect on the increase in soil organic C, P-available soil and also had a significant effect on the yield of stem seed weight. But it does not show a significant difference in the other parameter observations. The application of organic fertilizer doses that gave a significant effect in increasing the Ultisol nutrient content and soybean yield was in the combination of cow manure treatment at a dose of 20 tons ha-1.
Analisis Risiko Produksi Bawang Goreng (Suatu Kasus Usaha Bunga Alaska di Desa Weu Raya Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar) Cut Ubit Bahreni; Widyawati Widyawati; Irwan Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.082 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22405

Abstract

UMKM sangat penting dalam membangun perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Peran UMKM  membantu masyarakat untuk meningkatkan penghasilan dan mengembangkan potensi keterampilan yang mereka miliki, khusunya masyarakat yang memiliki ekonominya yang terbatas. Usaha bawang goreng bunga Alaska berdiri pada tahun 2019 inspirasi membuka usaha bawang goreng Alaska ini karena ketertarikan owner dalam dalam menikmati bawang goreng. Maka dari itu owner berinisiatif untuk membuat bawang goreng dengan varian rasa yang menarik dan tahan lama. Permasalahan  usaha bawang pada Bunga Alaska ini yaitu pada proses produksi bawang yang masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari rekap penjualan Bayeng Bunga Alaska yang dari tahun ke tahun selalu mengalami fluktuasi.Penelitian ini dilaksanakan ada usaha Bawang Bunga Alaska, Aceh Besar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui penyebab gagal atau cacat produksi bawang goreng Bunga Alaska. (2) Untuk mengetahui pengendalian faktor resiko produksi bawang goreng Bunga Alaska. Populasi yang dalam  penelitian ini adalah  karyawan  bawang goreng yang berada didesa Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 6 responden. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari survey dan hasil wawancara dengan karyawan bawang goreng serta pembagian kuesioner. Data sekunder diperoleh dari jurnal-jurnal. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dimana data diperoleh dari sampel populasi penelitian. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggunakan observasi, wawancara atau pembagian kuesioner mengenai subjek yang akan diteliti. Subjek yang dilihat dalam penelitian ini adalah risiko yang terjadi dalam usaha bawang goreng.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor resiko bawang goreng adalah kualitas bawang, penggorengan dan kemasan hal ini sangat perlu diperhatikan agar kualitas bawang goreng terjamin kualitasnya dan tidak menimbulkan resiko yang akan berdampak kepada kualitas bawang. Faktor resiko sangat mempengaruhi kualitas bawang, jika pwdagang tidak mampu meminimalisir faktor resiko, maka kualitas bawang goreng tidak layak untuk dipasarkan karena akan berdampak kepada isi dari kualitas produk, oleh sebab itu faktor resiko memang benar-benar harus diperhatikan.Risk Analysis Of The Local Fried Onion Production (a Case of Alaskan Flower Business in Weu Raya Village, Lhoknga Sub-district, Aceh Besar Regency)UMKM are very importhant in building economy of a country. The role of UMKM’s helps the community to increase than income and develope the potential skills they have, especially people who have a limited economy. The Alaskan flower fried onion business was founded in 2019 with the inspiration to open this business because of the owner's interest in enjoying fried onions. Therefore, the owner took the initiative to make fried onions with interesting and long-lasting flavors. The problem with the onion business at the Alaskan Flower is that the onion production process is still not optimal. This can be seen from the sales recap of alaska flower bayeng which from year to year always fluctuates                    This research was conducted in Weu Raya Village, Lhoknga District, Aceh Besar District. The purpose of the study was to determine the causes or failures or defects in fried onion production and to determine the control of risk factors for fried onion production. Population. The number of samples obtained as many as 6 respondents. The types of data used in this study are primary data and secondary data. Primary data were obtained from surveys and interviews with employees and distributing questionnaires. Secondary data obtained from journals. This research uses descriptive analysis where the data is obtained from the sample of the research population. Descriptive research is research that uses observation, interviews or distribution of questionnaires regarding the subject to be studied. The subject of this research is the risk that occurs in the fried onion business.                    The results showed that the risk factor for fried onions is the quality of onions, frying and packaging. Risk factors greatly affect the quality of onions, if traders are not able to minimize risk factors, then the quality of fried onions is not feasible to be marketed because it will have an impact on the content of the quality of the product, therefore the risk factor really must be considered
Pengaruh Tingkat Kematangan Buah dan Konsentrasi Pupuk Green Tonik terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Rika Damaiyanti; Ainun Marliah; Erida Nurahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.309 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22195

Abstract

Abstrak. Kakao termasuk hasil perkebunan yang berguna dalam ekonomi indonesia, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan dan konsentrasi pupuk green tonik terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilangsungkan di kebun percobaan, Laboratorium Teknologi Benih, Laboratorium Ilmu Gulma universitas syiah kuala Banda Aceh, dimulai November 2021 – Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor yang diteliti tingkat kematangan buah 3 taraf (kuning pada alur buah, kuning pada alur dan punggung buah, kuning keseluruhan) dan konsentrasi pupuk green tonik 4 taraf (0, 2, 4, 6 ml L-1 air). Pertumbuhan bibit terbaik akibat tingkat kematangan berasal dari kuning pada alur dan punggung buah, Pertumbuhan bibit terbaik akibat konsentrasi pupuk Green Tonik dari pemberian 2 ml L-1 air. Pertumbuhan bibit terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan tingkat kematangan kuning pada alur dan punggung buah dan konsentrasi pupuk Green Tonik 2 ml L-1 air.Effect Of Fruit Maturity Level and Application of Green Tonic Fertilizer Concentration on The Growth of Cocoa Seedling (Theobroma cacao L)Abstract. Cocoa is a useful plantation product in the Indonesian economy, the purpose of this study was to determine the effect of maturity level and concentration of green tonic fertilizer on the growth of cocoa seedlings. The research was conducted in an experimental garden, Seed Technology Laboratory, Weed Science Laboratory, syiah kuala university Banda Aceh, starting November 2021 – February 2022. This study used a randomized block design with 3 levels of fruit maturity level (yellow on the fruit groove, yellow on the the groove and fruit back, yellow overall) and concentration of green tonic fertilizer (0, 2, 4, 6 ml L-1 of water) The best growth of seedlings due to the level of maturity comes from the yellow on the grooves and ridges of the fruit. The best growth of seedlings is due to the concentration of Green Tonic fertilizer from giving 2 ml L-1 of water. The best seedling growth was found in the combination of yellow maturity level treatment on grooves and fruit backs and Green Tonic fertilizer concentration of 2 ml L-1 of water.
ANALISIS INCOME OVER FEED COST PEMBERIAN PAKAN BUNGKIL INTI SAWIT SEBAGAI SUBTITUSI DEDAK PADI DENGAN PAKAN BASAL HIJAUAN DAN LIMBAH SEREH WANGI (Cymbopogon nardus) AMONIASI PADA DOMBA EKOR TIPIS muhammad wali alkhalidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.845 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20515

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang Analisis Income Over Feed Cost Pemberian Pakan Bungkil Inti Sawit Sebagai Subtitusi Dedak Padi dengan Pakan Basal Hijauan dan Limbah Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) Amoniasi pada Domba Ekor Tipis telah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlokasi di Desa Kopelma Darussalam Banda Aceh. Penelitian berlangsung selama 90 hari sejak Januari 2021 sampai dengan April 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan bungkil inti sawit sebagai subtitusi dedak padi dengan pakan basal hijauan dan sereh wangi amoniasi terhadap income over feed cost pada pemeliharaan ternak domba ekor tipis. Parameter yang diamati adalah : konsumsi ransum, biaya ransum, penerimaan dan analisis income over feed costs. Hasil penelitian menunjukkan,bahwa perlakuan penelitian substitusi dedak padi oleh bungkil inti sawit (BIS), tidak memperlihatkan respon yang lebih baik terhadap pertambahan berat badan domba dibandingkan dengan perlakuan kontrol (perlakuan tanpa pemberian BIS). Maka dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, BIS tidak dapat mensubstitusi bahan pakan dedak padi dalam ransum domba ekor tipis. 
Distribusi Sebaran Konflik Gajah Di Kawasan Hutan Lesten Maulia Ermawati; Sugianto Sugianto; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.302 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18842

Abstract

Abstrak. Desa Lesten ialah salah satu daerah yang merupakan kantung populasi satwa gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang sering mengalami konflik manusia dengan gajah yang timbul sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan memetakan konflik manusia dan gajah di kawasan hutan lesten. Hasil ini diharapkan dapat bermanfaat berupa data dan informasi dasar mengenai jenis konflik manusia dengan gajah di Desa Lesten sebagai acuan untuk pengurangan konflik gajah dengan manusia dan pemerintah atau LSM dapat mengatasi terjadinya konflik manusia dengan gajah di Desa Lesten Kecamatan Pining. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 Februari 06 Oktober 2021. Metode deskriptif yang diperoleh melalui wawancara terhadap masyarakat yang terlibat dengan konflik gajah. Kasus konflik manusia dengan gajah tersebar di Desa Lesten sepanjang tahun 2021 berjumlah 7 (tujuh) titik koflik ditemukan merupakan data primer yang diperoleh melalui survei langsung dilapangan dengan luas wilayah penelitian 4,070 ha.Distribution Of Elephant Conflicts In The Lesten Forest AreaAbstack. Lesten village is one of the area where the population of sumatran elephans (Elephas maximus sumatranus) often experiences human-elephant conflicts that occur throughout the year. This study aims to map human-elephant conflicts in a lesten forest area. This result is expected to be useful in the from of basic data and information regarding the types of human-elephant conflict in Lesten Village as a reference for reucing elephant-human conflict and the govermen or LSM can overcome human-elephant conflict in Lesten Village, Pining District, this research was conducted on 27 Februari 06 October 2021. The descriptive method wa abtained throgh interviews with the people involved in the elephsn conflict. Cases of human conflict with elephants scattered in Lesten Village throughout 2021 totaling 7 (seven) points of conflict were found to be primary data obtained through direct field surveys with an area of 4,070 ha.
pengaruh kosentrasi tepung biji alpukat terhadap tingkat kesukaan kerupuk Farah kamilia Lukman; eva murlida; santi noviasari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.524 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19068

Abstract

Abtrak. Biji alpukat merupakan limbah yang masih memiliki kandungan gizi. Biji alpukat dapat diolah menjadi tepung dan digunakan sebagai pensubtitusi sebagian dari tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pengolahan kerupuk biji alpukat dan untuk mengetahui tingkat kesukaan kerupuk dengan penambahan tepung biji alpukat yang berbeda yaitu T1 = 30%, T2 = 40%, dan T3 = 50%. Analisis dilakukan setelah proses penggorengan, yaitu uji organoleptik hedonik (warna, aroma, tekstur, rasa). Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah dengan penambahan tepung biji alpukat sebesar 40% (T2), dengan nilai kesukaan warna 3.39, nilai kesukaan aroma 3,45 dan nilai kesukaan rasa 2,95.The Effect Of Avocodo Seed Flour Concentration On The Level Of Favorite KerupukAbstract. Avocado seeds are waste that still contains nutrients. Avocado seeds can be processed into flour and used as a partial substitute for wheat flour. This study aims to study the process of processing avocado seed crackers and to determine the level of preference for crackers with the addition of different avocado seed flour, namely T1 = 30%, T2 = 40%, and T3 = 50%. The analysis carried out after the frying process was hedonic organoleptic tests (color, aroma, texture, taste). The best treatment in this study was the addition of avocado seed flour by 40% (T2), with color preference value 3.39, aroma preference value 3.45 and taste preference value 2.95.
Aplikasi Teknologi Watertreatment Dengan Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Untuk Perbaikan Kualitas Air Limbah Tahu Indah Nandayani; Darwin Darwin; Ratna Ratna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.658 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18011

Abstract

Abstrak. Limbah cair industri tahu umumnya memiliki kandungan COD, BOD, Electrical Conductivity, Alkalinity, VS dan TS yang melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Elektrokoagulasi merupakan salah satu alternatif pengolahan limbah yang memanfaatkan listrik dan plat logam sebagai anoda dan katoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu kontak terhadap parameter uji Penelitian dilakukan dengan skala laboratorium menggunakan reaktor Elektrokoagulasi dengan menggunakan bantuan Plat Aluminium sebagai penghantar listrik. Waktu kontak yang digunakan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan proses elektrokoagulasi terbaik dengan dengan waktu pengolahan 120 menit pada proses  penelitian dengan sumber listrik konvensional (PLN). Proses elektrokoagulasi dengan biaya operasi terkecil adalah menggunakan sumber listrik dari power supplay adaptor,Penelitian ini dilakukan dengan dua kali percobaan dan sampel cairan limbah tahu  digunakan sebanyak 3500 ml.Application of Water treatment Technology Using Electroagulation Method for improving wastewater qualityAbstract : Tofu industrial wastewater generally contains COD, BOD, Electrical Conductivity, Alkalinity, VS and TS which exceed the required quality standards.Electrocoagulation is an alternative waste treatment that utilizes electricity and metal plates as anode and cathode. The purpose of this study was to determine the effect of contact time on test parameters. The research was conducted on a laboratory scale using an electrocoagulation reactor using an aluminum plate as an electrical conductor. The contact time used is 120 minutes. The results showed the best electrocoagulation process with a processing time of 120 minutes in the research process with a conventional power source (PLN). The electrocoagulation process with the lowest operating cost is to use a power source from the power supply adapter.This research was carried out with two experiments and 3500 ml of tofu waste liquid sample was used.
Motivasi Petani, Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat dalam Budidaya Tanaman Cengkeh Di Mukim Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Muhammad Sofwan; Ahmad Humam Hamid; Irwan A. Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.98 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.8765

Abstract

Abstrak Cengkeh memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan di bidang perekonomian di Indonesia. Perkembangan produksi dan harga cengkeh di Indonesia dari tahun 2003 – sekarang berfluktuasi dengan kecendrungan meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata tingkat pertumbuhan sebesar 1%. Namun permasalahan harga merupakan masalah utama dalam budidaya tanaman cengkeh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar tingkat motivasi petani, terhadap budidaya tanaman cengkeh dan melihat hubungan antara Faktor pendorong motivasi petani dengan tingkat motivasi petani, dan factor penghambat motivasi petani dengan tingkat motivasi petani di Mukim Lampuuk Kecamatan Lhoknga. Penelitian menggunakan metode survey, data dikumpulkan dari wawancara dengan petani responden yang diambil dengan cara cluster sampling dan sample proposional . Total responden dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Analisis data menunjukkan bahwa motivasi petani cengkeh berada pada kategori tinggi, yaitu 52%. Petani menanam tanaman cengkeh dapat memenuhi kebutuhan ekonominya dan membawa dampak positif secara sosial. Hubungan antara faktor pendorong dengan motivasi petani dengan nilai signifikan 0,01 dan berhubungan searah. Sedangkan faktor pendorong: lingkungan ekonomi dan status sosial ekonomi berpengaruh nyata.  dan faktor penghambat dengan motivasi petani tidak berpengaruh nyata, didalamnya antara lain; hama dan penyakit serta ketidaktersediannya kredit usaha tani.Motivation Of Farmers, Power Factors And Drug Factors In Plant Cultivation In Mukim Lampuuk District Lhoknga District Aceh Big DistrictAbstract  Cloves have a considerable role in the development in the field of economy in Indonesia. Development of production and the price of cloves in Indonesia from the year 2003 – present fluctuating trend is increasing every year, with an average growth rate of 1%. But the main issue is the price problems in the cultivation of cloves. This research aims to look at how big the level of motivation of farmers, against the cultivated crops of clove and see the relationships between the Factors driving the motivation of farmers with a level of motivation of farmers, and the factor restricting farmer motivation with a the level of motivation of farmers in Lhoknga Subdistrict Mukim Lampuuk. Research using survey method, data were collected from interviews with farmers respondents were taken by means of cluster sampling and sample proportional. Total respondents in this study as many as 50 respondents. Data analysis showed that the motivation of clove farmers are on a high category, i.e. 52%. Farmers plant crops of clove can meet the needs of the economy and bring positive impact socially. The relationship between driving factor with the motivation of farmers with a significant value of 0.01 and connect direct. While the driving factor: economic environment and socio-economic status effect is real.  restricting factors and with the motivation of farmers do not affect real, therein, among others; pests and diseases as well as the unavailability of farming credit.
Penentuan Kadar Lemak Secara Non-Destruktif Pada Bubuk Biji Kakao (Berbasis Nirs-Partial Least Square) Dengan Menerapkan Metode Mean Normalization Dan De-Trending Muaida Alfia; Zulfahrizal Zulfahrizal; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.478 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1164

Abstract

Abstrak. Saat ini untuk menentukan kadar lemak pada biji kakao dilakukan dengan mengekstrak biji kakao menggunakan pelarut tertentu yang memakan waktu cukup lama, sehingga metode penentuan mutu secara cepat dan tepat diperlukan untuk menghasilkan komoditas kakao standar mutu tinggi yang dapat diwujudkan  dengan metode near infrared reflectance spectroscopy (NIRS). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini membandingkan data spektrum antar pretreatment mean normalization (MN) dan de-trending dan (DT) dalam mengkoreksi spektrum NIRS yang dihasilkan serta mengembangkan metode non-destruktif NIRS dalam menduga kandungan lemak pada bubuk biji kakao. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Instrumentasi dan Energi Program Studi Teknik Pertanian pada bulan Maret sampai Mei 2016. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode NIRS menggunakan preatreatment de-trending dan mean normalization pada panjang gelombang 2300-2400 nm merupakan panjang gelombang yang paling relevan untuk menduga kadar lemak pada bubuk biji kakao. Pendugaan PLS yang didukung pretreatment telah menghasilkan pendugaan yang tergolong good model performance. Pada pendugaan kadar lemak PLS yang sangat baik dalam meningkatkan kinerja PLS pada cross validation adalah de-trending.                                                                                                                Abstract. determining fat content in cocoa beans is generally performed by extracting cocoa beans using certain solvent extraction  which takes a long time. Determining quality method quickly and exactly required to produce the commodity of high quality standard cocoa that is realized by of near infrared reflectance spectroscopy (NIRS) method. The aim of this research is to compare the spectral data pretreatment mean normalization (MN) and de- trending and (DT) in correcting the NIRS spectrum which is namely and to develop of non-destructive NIRS method in predicting the fat content in cocoa powder. This research was conducted in Instrumentation Laboratory and Energy of Agriculture department from March to May 2016. the  results of the research  obtained that the NIRS method used de-trending and mean normalization spectra correction methods at a wave-length range of 2300-2400 nm, found to be the most relevant to estimate the fat content in cocoa powder. The estimation of PLS been produced a of good model performance. 

Page 7 of 103 | Total Record : 1028