cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pembuatan Bubuk Masam Keueng Instan dengan Variasi Kondisi Pengeringan dan Formulasi Bahan Bobby Fahreza; Yusriana Yusriana; Murna Muzaifa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.385 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6448

Abstract

Abstrak.  Masam keueng (asam pedas) merupakan masakan tradisional khas daerah Aceh, namun tiap daerah memiliki komposisi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan bumbu masam keueng instan dalam bentuk bubuk dan untuk mendapatkan kondisi pengeringan dan formulasi bahan yang tepat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kondisi pengeringan (P) dengan 3 taraf yaitu P1 (T = 50 oC; t = 9 jam), P2 (T = 60 oC; t = 6.5 jam), P3 (T = 70 oC; t = 4.5 jam). Faktor kedua yaitu formulasi bahan (F) dengan 3 taraf yaitu F1 = Formulasi bahan lengkap (asam sunti, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan lada), F2 = Formulasi bahan tanpa bawang putih (asam sunti, cabai rawit, bawang merah, kunyit, dan lada), dan F3 = Formulasi bahan tanpa lada (asam sunti, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan kunyit). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengeringan (P) berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap kadar air, uji hedonik warna dan rasa masam keueng (P≤0,05) yang dihasilkan. Sedangkan interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap kadar air, kadar abu dan hedonik aroma masam keueng. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan bumbu masam keueng dengan kondisi pengeringan dengan suhu pengeringan 50ᵒC dan lama waktu pengeringan 9 jam serta menggunakan variasi formulasi bahan lengkap (P1F1). Abstract. Masam keueng is a traditional cuisine typical of Aceh, but each region has a different composition. This study aimed to find out how to make instant masam keueng powder and to get the right drying conditions and ingredients formulation. This research used a Randomized Block Design (Factorial Random) with 2 factors. The first factor was the drying condition (P) with 3 levels which was P1 (T = 50 oC, t = 9 hours), P2 (T = 60 oC, t = 6.5 hours), P3 (T = 70 oC; t = 4.5 hours). The second factor was ingredients formulation (F) with 3 levels which was F1 = complete ingredients formulation (sunti acid, cayenne pepper, onion, garlic, turmeric, and pepper), F2 = non-garlic ingredients formulation (sunti acid, onion, turmeric, and pepper), and F3 = non-pepper ingredients formulation (sunti acid, cayenne pepper, onion, garlic, and turmeric). Each treatment was repeated 3 replicates so that 27 units of experiments were obtained. The results showed that drying condition (P) had a significant effect (P≤0,05) on water content, hedonic color and taste test of masam keueng. While the interaction of both effect had no significant effect (P0,05) on the water content, ash content, and hedonic flavour of masam keueng. The best treatment was obtained on the treatment of instant masam keueng powder made with drying condition 50 ᵒC and 9 hours and using complete ingredients formulation (P1F1).
Identifikasi Sumber dan Ketersediaan Pangan di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Hendra Pratama; Elvira Iskandar; Ahmad Humam Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.243 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2969

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber dan ketersediaan pangan di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan di Dusun Bahrul Ulum, Dusun Lam Ue, dan Dusun Ujung Krung Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner oleh 34 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sumber pangan masyarakat di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara tahun 2015 secara lokal sebesar 26,3% yang lebih kecil daripada sumber pangan masyarakat secara non lokal, yaitu 73,62%. Ketersediaan pangan di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara tahun 2015 secara lokal sebesar 57,7% dibandingkan dengan ketersediaan pangan secara non lokal, yaitu sebesar 42,3%.Identification of Sources and Availability of Food in Dewantara District North Aceh RegencyAbstract - This study aims to analyze the source and availability of food in Dewantara Subdistrict, North Aceh Regency. The data used are primary data that were obtained from questionnaire by 34 respondents and secondary data. The analytical method used is descriptive quantitative analysis. The results show that food source in Dewantara Subdistrict, North Aceh regency in 2015 locally amounted 26,3% which is smaller than non local, which amounted to 73,62%. The food avaibility in Dewantara Subdistrict, North Aceh Regency in 2015 locally ammounted to 57,7% compared to non local food availability, hich is ammounted to 42,3%.
Tingkat Penjualan Daging di Pasar Al Mahirah Lamdingin Banda Aceh dan Pasar Induk Lambaro Aceh Besar Rista Sahira; Zikri Maulina Gaznur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.279 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.25048

Abstract

Daging merupakan sekumpulan jaringan otot ternak sapi yang digunakan manusia sebagai bahan pangan sumber protein hewani untuk keperluan konsumsi makanan. Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang berasal dari protein hewani seperti daging sapi semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Konsumsi daging sapi diperkirakan akan semakin berlanjut dan meningkat di masa yang akan datang. Konsumsiidaging sapi di Provinsi Aceh berkaitanidengan aspek budaya yang seringkali tidak dapat digantikan oleh daging lain. Hal tersebut meyebabkan adanya pergerakan harga serta penjualan daging sapi di Provinsi Aceh menjadi terus naik dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya jual daging sapi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan wawancara terhadap pedagang daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase dan rata-rata penjualan daging sapi di pasar Al Mahirah Lamdingin dengan persentase 57 % dan rata-rata 223 kg daging sapi yang terjual per hari dan di pasar Induk Lambaro dengan persentase 45 % dan rata-rata 196 kg daging sapi yang terjual per hari. Harga daging sapi di pasar Al Mahirah Lamdingin dan pasar Induk Lambaro mengalami perbedaan harga di hari biasa Rp 150.000 per kg dan di hari besar lainnya (Meugang, Idul Fitri, dan Idul Adha) sebesar Rp 180.000 per kg. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat konsumsi dan penjualan daging sapi di pasar Al Mahirah Lamdingin dan pasar Induk Lambaro masih tergolong rendah dan perlu adanya tinjauan kembali terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan.
Status Kesuburan Tanah Berdasarkan Ketinggian dan Kelerengan lahan Pada Perkebunan Kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah Fachrur Rozi Pasi; Helmi Helmi; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.341 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23355

Abstract

Abstrak. Kopi Arabika Gayo cukup terkenal di Indonesia, karena memiliki cita rasa yang khas dan menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah berdasarkan ketinggian dan kelerengan lahan yang ditanami kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan yaitu survai yang diikuti dengan observasi lapangan. Parameter tanah yang di analisis yaitu ; C organik, P₂O₅ total, K₂O total, KTK dan KB. Penentuan status kesuburan berpedoman pada Pusat Penelitian Tanah PPT, Bogor (1995). Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan status kesuburan tanah berdasarkan ketinggian dan kelerengan lahan yang ditanami Kopi Arabika di Kabupaten Aceh tengah yaitu rendah sampai tinggi. Kesuburan tanah yang menjadi kendala status kesuburan tanah  Kapasitas Tukar Kation dan Kejenuhan Basa yang rendah.Soil Fertility Status Based on Level and Slope in Arabica Coffee Plantations in Central Aceh DistrictAbstract. Gayo Arabica Coffee is quite well-known in Indonesia, because it has a distinctive taste and is one of the leading export commodities. This study aims to determine the status of soil fertility based on the height and slope of the land planted with Arabica coffee in Central Aceh District. The method used is a survey followed by field observations. The soil parameters analyzed namely; organic C, total P₂O₅, total K₂O, CEC and KB. Determination of fertility status is guided by the PPT Center for Soil Research, Bogor (1995). Soil samples were analyzed at the Soil and Plant Research Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The results showed that the status of soil fertility based on the height and slope of the land planted with Arabica coffee in Central Aceh district was low to high. Soil fertility is an obstacle to soil fertility status. Low Cation Exchange Capacity and Base Saturation
Pandemi Covid-19 dan Pengaruhnya Terhadap Rantai Pasok Buah-Buahan di Kota Banda Aceh Tania Izmahani; Ira Manyamsari; Ahmad Humam Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.229 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22004

Abstract

Abstrak. Pandemi telah menciptakan masalah yang berpengaruh pada manajemen rantai pasokan dan sistem distribusi. Kondisi ini menjadi hal yang menakutkan bagi Kota Banda Aceh yang pasokan buahnya mangandalkan pasokan dari luar kota dan luar provinsi. Akibatnya tantangan yang dihadapi bukan hanya ketersediaanya tetapi juga bagaimana cara mengaksesnya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap rantai pasok buah-buahan di Kota Banda Aceh. Sebanyak 10 pedagang yang terbagi atas 4 Pedagang Besar Pasar Induk Lambaro dan 6 Pedagang Pengecer masing-masing 1 pedagang pengecer dari Pasar Seutui, Pasar Ulee Kareng, Pasar Rukoh, dan Pasar Peunayong, Pasar Al-Mahira, dan Pasar Neusu menggunakan pengabilan sampel dengan metode snowball sampling serta 10 konsumen menggunakan metode accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rantai pasok buah-buahan di Kota Banda Aceh terganggu akibat adanya Pandemi Covid-19 yang meliputi perilaku konsumen, permintaan, dan persediaan, sedangkan sumber produk dan harga tidak terpengaruh oleh hadirnya Pandemi Covid-19.The Covid-19 Pandemic and Its Effect on the Fruit Supply Chain in The City of Banda AcehThe pandemic has created problems affecting supply chain management and distribution systems. This condition is a scary thing for Banda Aceh City, whose fruit supply relies on supplies from outside the city and outside the province. As a result, the challenges faced are not only its availability but also how to access it. Therefore, this study aims to analyze the effect of the Covid-19 pandemic on the fruit supply chain in Banda Aceh City. A total of 10 traders divided into 4 wholesalers from the Lambaro Main Market and 6 retailers, 1 retailer each from Seutui Market, Ulee Kareng Market, Rukoh Market, and Peunayong Market, Al-Mahira Market, and Neusu Market used sampling method snowball sampling and 10 consumers using the accidental sampling method. Based on the results of the study, it was found that the fruit supply chain in Banda Aceh City was disrupted due to the Covid-19 Pandemic which included consumer behavior, demand, and supply, while product sources and prices were not affected by the presence of the Covid-19 Pandemic.
Studi Postur pada Pengoperasian Trailer Pivot II Modifikasi pada Traktor Roda Dua dengan Roda Ban di Lahan Sawit Muhammad Rayhansyah; Muhammad Dhafir; Muhammad Idkham; Safrizal Safrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.71 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22356

Abstract

Abstrak. Penggunaan traktor tangan di Indonesia cukup efektif karena petakan lahan yang terdapat di Indonesia relatif kecil. Namun pada pelaksanaannya terdapat kendala seperti stang kemudi yang sulit dikendalikan pada lahan sawit. ada gerakan yang memiliki risiko cukup tinggi ketika pengoperasian traktor tersebut. Seperti halnya berbelok, gerakan ini memiliki risiko yang cukup tinggi karena operator hanya menggunakan satu tangan dan postur tubuh yang terlihat sangat membungkuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis postur operator pada saat pengoperasian trailer pivot II menggunakan traktor roda dua di lahan sawit. Lingkup yang dikaji pada kajian ini adalah berfokus pada menganalisis postur dengan pendekatan RULA (rapid upper limb assessment).  Hasil analisis terhadap skor akhir RULA yang didapat terhadap operator A,B dan C masih dalam angka skor aman, dimana rerata skor yang didapat menunjukkan Skor 3 dan 4.Skor akhir tersebut dapat disimpulkan dapat bahwa postur operator  tergolong aman pada pengoperasian trailer pivot II dilahan sawitOperator’s Posture Study On Pivot II Type Trailer Operation Using Two Wheel Tractor On Pneumatic Wheel In Palm LandAbstract. The application of hand tractors in Indonesia is quite effective because the land plots in Indonesia are relatively small. However, in practice there are obstacles such as the steering handlebar which is difficult to control on oil palm land. there is a movement that has a fairly high risk when operating the tractor. Like turning, this movement has a high enough risk because the operator only uses one hand and the posture looks very bent. This study aims to analyze the operator's posture during the operation of the trailer pivot II using a two-wheel tractor in oil palm plantations. The scope of this study focuses on analyzing posture with the RULA (rapid upper limb assessment) approach. The results of the analysis of the final RULA score obtained for operators A, B and C are still in safe scores, where the average score obtained shows a score of 3 and 4. The final score can be concluded that the operator's posture is classified as safe in the operation of trailer pivot II in oil palm land.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Sere Wangi (Cymbopogon nardus L.) di Kabupaten Pidie Diki Rahmayadi; Helmi Helmi; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.846 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20907

Abstract

Abstrak. Kesesuaian lahan adalah penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu, misalnya komuditas terpilih. Serewangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman atsiri dari family Gramineae yang banyak digunakan dalam berbagai industri parfum, kosmetik, makanan, minuman dan obat-obatan Tujuan penelitian ini menentukan tingkat kesesuaian lahan dan mengetahui sebaran Serewangi dan luas lahan yang berpotensi untuk pengembangan tanaman Serewangi (Cymbopogon nardus L) di Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Grong-grong, dan Kecamatan Batee Kabupaten Pidie. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pencocokan (matching) dan metode tumpang susun peta (overlay peta). Kelas kesesuaian lahan di Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Grong-grong dan Kecamatan Batee Kabupaten Pidie secara aktual yaitu S2, S3 dan N dengan factor pembatas paling dominan adalah kimia tanah dan lereng curam.Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Cintronela (Cymbopogon nardus L) di Kabupaten PidieAbstrak. Kesesuaian lahan adalah gambaran tingkat kesesuaian sebidang lahan untuk penggunaan tertentu, misalnya suatu komoditas tertentu. Tanaman Cintronela (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman esensial dari famili Gramineae yang banyak digunakan dalam berbagai industri wewangian, kosmetik, makanan, minuman dan obat-obatan. Tanaman serewangi (Cymbopogon nardus L) di Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Grong-grong, dan Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pencocokan dan metode overlay peta. Kelas kesesuaian lahan aktual di Kecamatan Padang Tiji, Grong-grong dan Batee Kabupaten Pidie sebenarnya adalah S2, S3 dan N dengan faktor pembatas yang paling dominan adalah kimia tanah dan kemiringan lereng yang curam.
Fermentasi Cairan Rumen Sapi menggunakan Daun Ubi Kayu (Manihot esculenta) dan Konsentrat Tiya Humairah; Sri Hartuti; Darwin Darwin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.099 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20043

Abstract

Abstrak. Rumen adalah salah satu lambung ternak ruminansia dalam melakukan proses pencernaan secara kimiawi yang dibantu oleh mikroba rumen. Selain itu, pakan merupakan faktor penting bagi ternak oleh karenanya perlu dilakukan suatu metode guna menguji fermentabilitas pakan yang cocok dan baik bagi sapi. Tujuan penelitian ialah untuk mengevaluasi proses fermentasi cairan rumen sapi menggunakan daun ubi kayu dan konsentrat. Penelitian ini menggunakan cairan rumen sapi yang berasal dari RPH (Rumah Potong Hewan) adapun hijauan yang digunakan adalah daun ubi kayu dan konsentrat jenis SP-106. Perlakuan terdiri dari empat, yaitu P1 (daun ubi). P2 (daun ubi + 5% konsentrat), P3 (daun ubi + 10% konsentrat) dan P4 (daun ubi + 20% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amonia cairan rumen sapi yang difermentasi dengan daun ubi kayu dan konsentrat untuk masing-masing perlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah sebagai berikut : 2 ppm, 1,5 ppm, 1,5 ppm, dan 1 ppm.Fermentation of Cow Rumen Liquor Using Cassava Leaves (Manihot esculenta) and ConcentrateAbstract. Rumen is one of the stomachs of ruminants in carrying out the chemical digestion process assisted by rumen microbes. In addition, feed is an important factor for livestock, therefore it is necessary to use a method to test the fermentability of feed that is suitable and good for cattle. The aim of the study was to evaluate the fermentation process of cow rumen fluid using cassava leaves and concentrate. This study used cow rumen fluid from RPH (slaughterhouse) while the forage used was cassava leaves and SP-106 concentrate. The treatments consisted of four, namely P1 (cassava leaves). P2 (cassava leaves + 5% concentrate), P3 (cassava leaves + 10% concentrate) and P4 (cassava leaves + 20% concentrate). The results showed that the levels of ammonia in the rumen fluid of cows fermented with cassava leaves and concentrate for each treatment P1, P2, P3 and P4 were as follows: 2 ppm, 1,5 ppm, 1,5 ppm, and 1 ppm.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Bawang Merah di Kabupaten Aceh Tamiang Nurul Azizah; Lukman Hakim; Irwan A. Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.445 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19014

Abstract

Shallots are horticultural plants belonging to the spice vegetable group that have high economic value. The existence of shallot commodity cultivation is expected to increase income and improve welfare. But on the other hand there are several problems that occur to shallot farmers where the income of farmers does not always increase this is because there are several factors that affect the size of an income. The purpose of this study is to find out how much income farmers get from shallot farming and to determine the effect of production costs, total production, selling price and labor on the income of shallot farmers in Aceh Tamiang District. The sampling technique used is saturated sampling (census) totaling 58 farmers. This study uses analytical methods, namely income analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the average total revenue (TR) was Rp 42.288.793/farmer/mt or Rp 316.892.765/ha/mt and the average total cost (TC) was Rp 7.185.790/farmer/mt or Rp 53.847.005/ha/mt so that the average income of shallot farming is Rp 35.103.003/farmer/mt or Rp 263.045.760/ha/mt. Based on the results of multiple linear regression analysis the value of sig α (0,000 0,05) so that production costs (X1), total production (X2) , selling price (X3) and labor (X4) simultaneously have a significant effect on the income of shallot farmers in Aceh Tamiang District. While partially the production cost (X1), total production (X2) and selling price (X3) have a significant effect on the income of shallot farmers in Aceh Tamiang District, while on the labor variable (X4) the value of sig (0,718 0,05) so that labor has a positive and insignificant effect on the income of shallot farmers in Aceh Tamiang District. 
Distribusi dan Margin Pemasaran Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Aziah Rinaldi; Rahmad Diansyah; Irfan Zikri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.113 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18357

Abstract

Mackarel is a type of fish that has a high enough economic value to be marketed, therefore a good marketing system is needed in marketing Mackarel. This study aims to determine the marketing channels of Mackarel, marketing margins, the value of the share received and the marketing efficiency of each marketing agency involved in marketing Mackarel. The data used are primary data in the form of data obtained through the interview process and secondary data in the form of production data of Mackarel and fish caught in the sea in 2010-2019. The analytical method used is descriptive method, marketing margin and farmer's share to see the value of efficiency. The results of the analysis obtained are: (1) The marketing institutions involved in marketing Mackarel are fishermen, market retailers, TPI retailers and motorized retailers. (2) The research object has different types, namely super-sized Mackarel and medium-sized Mackarel. (3) The distribution of tuna has 4 marketing channels running, with the most efficient marketing channels being channel 2 and channel 3.

Page 8 of 103 | Total Record : 1028