cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Evaluasi Ketersediaan Hara pada Dua Lokasi Budidaya Tanaman Serewangi di Lamteuba Kecamatan Seulimuem Aceh Besar Teuku Ansari; Helmi Helmi; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.3 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18292

Abstract

Abstrak. Tanah adalah mekanisme karakteristik untuk pengembangan tanaman. Tanah memberi unsur-unsur hara sebagai makanan tanaman untuk perkembangannya. Tanah terbentuk dari bahan berupa mineral dan bahan organik, air dan udara yang tersusun dalam ruangan yang membentuk tubuh tanah. Hasil jalannya proses perkembangan pembentukan tanah, maka terbentuklah perbedaan sifat kimia tanah, fisik, biologi dan morfologi tanah (Hakim,et all, 1986). Tanah yang diusahakan untuk bidang pertanian memiliki tingkat kesuburan yang berbeda-beda.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kandungan hara pada dua lokasi budidaya tanaman serewangi yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan di dua lokasi tersebut. Pengelolaan tanah secara tepat merupakan faktor penting dalam menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman yang akan diusahakan. Penentuan ketersediaan hara tanah diawali dengan survey pendahuluan, pengambilan sampel tanah dilapangan dan selanjutnya dilakukan analisis sampel tanah dilaboratorium dan terakhir dilakukan pengolahan data dengan mengacu pada tabel kriteria interpretasi sifat-sifat kimia tanah menurut puslittanak (2003). Berdasarkan hasil analisis laboratorium, menunjukkan bahwa kandungan hara di dua lokasi budidaya tanaman serewangi tidak menunjukkan perbedaan yang jauh berbeda, relatif hampir sama dengan kandungan hara yang rendah.  Perbedaan pertumbuhan tanaman serewangi pada dua lokasi budidaya disebabkan oleh perbedaan topografi lahan yang agak berbeda serta cara pengelolaannya,  yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan tanaman di dua lokasi tersebut.Evaluation of Nutrient Availability in Two Locations of Serewangi Cultivation in Lamteuba, Seulimuem District, Aceh BesarAbstract. Soil is a characteristic mechanism for plant development. Soil provides nutrients as plant food for its development. Soil is formed from materials in the form of minerals and organic matter, water and air which are arranged in a room that forms the body of the soil. As a result of the development process of soil formation, differences in soil chemical, physical, biological and morphological properties of soil are formed (Hakim, et all, 1986). Soil cultivated for agriculture has different levels of fertility. The purpose of this study was to evaluate the nutrient content of the two locations of Serewangi cultivation that caused differences in growth in the two locations. Proper soil management is an important factor in determining the growth and yield of plants to be cultivated. Determination of soil nutrient availability begins with a preliminary survey, taking soil samples in the field and then analyzing soil samples in the laboratory and finally processing data by referring to the table of interpretation criteria for soil chemical properties according to Research Center for Research and Development (2003). Based on the results of laboratory analysis, it was shown that the nutrient content in the two locations of Serewangi cultivation did not show much difference, relatively close to the same with low nutrient content. The difference in the growth of the serewangi plants at the two cultivation locations was caused by the slightly different topography of the land and the way of management, which caused differences in plant growth in the two locations.
Eksplorasi Bakteri Selulolitik pada Ekosistem Mangrove Djanang Sukoco; Fikrinda Fikrinda; Hifnalisa Hifnalisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.027 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.15383

Abstract

Abstrak. Bakteri selulolitik dapat dijumpai pada lingkungan seperti ekosistem hutan mangrove. Keberadaannya pada ekosistem mangrove sangat penting untuk dekomposisi serasah  magrove tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri selulolitik pada ekosistem hutan mangrove dan potensinya dalam mendegradasi selulosa secara semi kuantitatif. Metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel tanah, isolasi bakteri selulolitik dan uji kemampuan mendegradasi selulosa. Isolasi bakteri dilakukan dengan metode cawan tuang dan pada medium Carboxy Methyl Celullose (CMC). Uji kemampuan degradasi oleh bakteri selulolitik dilakukan pada medium dengan sumber karbon CMC dan daun mangrove. Parameter pengamatannya mengukur aktivitas selulolitik secara semi kuantitatif dan karakterisasi bakteri selulolitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bakteri selulolitik yang terdapat di ekosistem mangrove berkisar antara 1,1x104 SPK g-1 tanah  sampai 40,9x104 SPK g-1 tanah. Populasi bakteri selulolitik rata-rata asal tanah mangrove bakau kurap18,16x104 SPK g-1, api-api 12,98x104 SPK g-1dan bakau minyak 4,94x104 SPK g-1. Bakteri selulolitik yang memiliki aktivitas selulolitik tertinggi pada medium dengan sumber karbon CMC adalah isolat RM2.1;RA5.4;AA4.4 dengan rasio zona bening berturut-turut 5,2;4,4;2,5 dan pada medium dengan sumber karbon daun mangrove adalah isolat RA4.8;AA2.1;RM1.1 dengan rasio zona bening berturut-turut 2,3;1,2; 1,2.Exploration of Cellulolytic Bacteria in the  Mangrove EcosystemAbstract. Cellulolytic bacteria can be found in environments such as mangrove forest ecosystems. Its presence in the mangrove ecosystem is very important for the decomposition of the magrove litter. This study aims to determine the presence of cellulolytic bacteria in mangrove forest ecosystems and their potential in semi-quantitative cellulose degradation. This research method includes soil sampling, isolation of cellulolytic bacteria and testing the ability to degrade cellulose. Bacterial isolation was carried out by the pour cup method and on Carboxy Methyl Celullose (CMC) medium. The degradation ability test by cellulolytic bacteria was carried out on a medium with CMC carbon source and mangrove leaves. The observational parameters measure semi-quantitative cellulolytic activity and characterization of cellulolytic bacteria. The results of this study showed that cellulolytic bacteria in the mangrove ecosystem ranged from 1,1x104 SPK g-1 soil to 40,9x104 SPK g-1 soil. The average population of cellulolytic bacteria from mangrove mangrove soil was ringworm 18,16x104 SPK g-1, fires 12,98x104 SPK g-1 and mangrove oil 4,94x104 SPK g-1. Cellulolytic bacteria that have the highest cellulolytic activity on medium with CMC carbon sources are isolates RM2.1;RA5.4;AA4.4 with clear zone ratios of 5,2;4,4; 2,5 and on medium with carbon sources mangrove leaves were RM1.1;AA2.1;RA4.8 isolates with a clear zone ratio of 2,3;1,2; 1,2, respectively.
Pengaruh Dosis Ampas Tahu dan Pupuk Agrobost Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Fathul Rizal; Bakhtiar Bakhtiar; Jumini Jumini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.584 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9510

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ampas tahu dan konsentrasi pupuk agrobost serta interaksi antara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Januari sampai April 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis ampas tahu dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Agrobost. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan potensi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ampas tahu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 45 HST, diameter batang umur 30 HST dan 45 HST, panjang tongkol berkelobot, tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, potensi hasil berkelobot dan tanpa kelobot, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST dan 30 HST serta diameter batang 15 HST. Perlakuan konsentrasi pupuk Agrobost berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang 30 dan 45 HST, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, potensi hasil berkelobot dan potensi hasil tanpa kelobot. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi 15 dan 45 HST serta diameter 15 HST. Tidak terdapat interaksi yang  nyata antara dosis ampas tahu dan konsentrasi pupuk Agrobost terhadap semua peubah  pengamatan.  Perlakuan dosis ampas tahu 10, 20 dan 30 ton/ha  memberikan pertumbuhan dan hasil jagung  manis yang sama baiknya, namun dari segi ekonomis 10 ton/ha lebih efektif untuk digunakan. Perlakuan pupuk agrobost yang lebih baik di jumpai pada konsentrasi 15 ml/l air yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis dibandingkan dengan kontrol dan 30 ml/l air.Kata kunci : Ampas Tahu, Agrobost, Jagung ManisEfect of Dosage Tofu Dregs and Agrobost Fetilezer to Growth and Yield of Sweet Corn Crops Zea mays saccharat Sturt.Abstrack. This research was conducted to know wheter the effect of dosage tofu dregs and agrobost fertilizer consentration and interaction between both of it to growth and yield of sweet corn crops. This research did at. Experimental Farm and Plant Phaysiology Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh, on January to April 2018. The design was used  Randomized Block Design (RBD) 4 x 3 factorial pattern with 3 times repeated. The first factor was dosage of tofu dregs (D) and the second factor was agrobost consentration (T). The observed variables were plant height, stem diameter, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted, weight of cob weight without weight and yield potential. The results showed that dosage of tofu dregs very significant effect on plant height of 45 DAP, stem diameter of 30 DAP and 45 DAP, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted and weight of cob without weighted, yield potency of cob weighted and yield potency of cob without weighted. The significant effect on  plant height of 15 DAP and 30 DAP and stem diameter of 15 DAP. Agrobost fertilizer concentration was very significant effect on stem diameter of 30 and 45 DAP, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted, weight of cob without weighted, yield potency of cob weighted and yield potency without weighted. However, no significant effect on the plant height of  15 and 45 DAP and the diameter of 15 DAP. There were no interaction between dregs of tofu and Agrobost fertilizer concentration on all observation parameters. The treatment of  dregs tofu 10, 20 and 30 tons/ha the same growth and yield of sweet corn, but terms of economical 10 tons/ha is more effective to use. The treatment of agrobost fertilizer  was found better at concentration of 15 ml/l water which gave growth and sweet corn yield compared to the control and 30 ml/l water.Keyword: Dregs of Tofu, agrobost, Sweet Corn 
Pengaruh Penambahan Nanoselulosa Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Ketebalan Dan Transparansi Film Polycaprolactone (PCL) Cut Erita; Martunis Martunis; Eti Indarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.518 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13831

Abstract

Abstrak:  Biodegradable film dari polycaprolactone (PCL) dengan penambahan nanoselulosa (NC) dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dibuat dengan menggunakan metode cetak. Konsentrasi penambahan NC yaitu 0%, 1%, 3%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Karakterisasi biodegradable film dilakukan dengan pengukuran ketebalan dan pengujian transparansi dengan Uv-vis Spektrofotometer. Hasil pengukuran ketebalan menunjukkan penambahan konsentrasi NC semakin tinggi menghasilkan film dengan ketebalan semakin tinggi, ketebalan paling tinggi terdapat pada sampel PCl-NC 20% yaitu 0,0628 nm. Hasil pengujian transparansi film menunjukkan semakin besar konsentrasi penambahan NC maka transparansi pada film semakin rendah, pengujian pada sampel PCL-NC 0% memiliki nilai transmitan yang paling tinggi pada panjang gelombang 700 nm yaitu 19%, yang menunjukkan film yang dihasilkan memiliki transparansi yang baik. Sampel PCL-NC 20% merupakan sampel dengan nilai transmitan paling rendah pada panjang gelombang 700 nm yaitu 3%.Pengaruh Penambahan Nanocellulose Dari Palm Oil Kosongkan Lantai Untuk Ketebalan Dan Transparansi polikaprolakton Film (PCL)Abstrak: Biodegradable films from polycarolactone (PCL) with the addition of nanocellulose (NC) from oil palm emty fruit bunches (OPEFB) were made using the casting method. The concentration of addition of NC is 0%, 1%, 3%, 5%, 10, 15% and 20%. Characterization of biodegradable film is done by thickness measurement. Transparency testing with Uv-Vis Spectrophotometer. The thickness measurament results showed that the higher NC concentration resulted in a film with a higher thickness, the higher thickness was found in the 20% PCL-NC sample that is 0,0628 nm. The film transparency test results showed that the greater the concentration of the addition of NC, the lower the transparency of the film. The test on the PCL-NC 0% sample has the highest transmittance value at a wavelength of 700 nm which shows the resulting film has good transparency. The 20% PCL-NC sample is the sample with the lowest transmittance value at a wavelength of 700 nm which is 3%.
Analisis Dampak Wisata Alam Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang Reva Amanda Putra; Safrida Safrida; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.878 KB)

Abstract

Objek wisata alam menjadi pilihan bagi seseorang maupun kelompok untuk melakukan rekreasi pada saat merasa jenuh atau sekedar melepas penat. Dalam penelitian ini wisata alam menjadi objek penelitian untuk kemudian di analisa apakah terdapat dampak atau pengaruh yang disebabkan oleh wisata alam terhadap sosial budaya setempat dan perubahan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat desa iboih. Faktor sosial dalam penelitian ini berdasarkan hasil analisis berdampak posif dan negatif, dampak positif yang terjadi adalah terjaganya kebersihan lingkungan, keamanan yang lebih terjaga, terpeliharanya budaya lokal, dapat mempelajari bahasa asing dan berbagai wawasan lainnya. Sedangkan  dampak negatif yang terjadi yaitu seperti kebisingan, mengganggu kenyamanan masyarakat dan lunturnya budaya lokal. Adapun faktor ekonomi yaitu adanya pengaruh peningkatan pendapatan maupun peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Deteksi Kualitas Air Sumur Masyarakat Akibat Penumpukan Limbah di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Menggunakan Laser Photo-Acoustics Spectroscopy di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh Khairul Abdi Ruslana; Ichwana Ichwana; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.603 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9396

Abstract

Abstrak. Dalam menguji kualitas air di Laboratorium biasanya memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Laser Photo-Acoustics Spectroscopy adalah salah satu metode terbaru untuk uji cepat kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keakuratan laser fotoakustik sebagai metode baru yang cepat, efektif, dan efisien dalam mendeteksi kualitas air sumur masyarakat akibat penumpukan limbah di sekitar Tempat Pembuangan Akhir di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh dengan menggunakan Laser Fotoakustik. Hasil penelitian ini menunjukkan panjang gelombang relevan untuk prediksi kualitas air sumur menggunakan rentang panjang gelombang 4000 – 10000 cm-1 dimana parameter suhu, kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD-5 dan nitrat (NO3-) berada pada rentang panjang gelombang tersebut. Metode koreksi spektrum yang paling baik digunakan untuk prediksi suhu, kekeruhan, TSS dan DO ialah metode koreksi cutting edge filtering, prediksi pH dan NO3- paling baik menggunakan data raw spektrum sementara prediksi BOD-5 paling baik mengggunakan metode koreksi peak normalization. Pada data raw spektrum nilai r berkisar pada 0.8349537 - 0.9926958, nilai RMSEC berkisar pada 0.0387916 - 3.7519751, nilai R2 0.6971 - 0.9854453, nilai RPD 1.942375418 - 6.949700451. Pada metode koreksi peak normalization nilai r berkisar pada 0.8151091 - 0.9910417, nilai RMSEC 0.0447571 - 5.7055745, nilai R2 0.65995 - 0.98216, nilai RPD 1.833200928 - 6.668034607. Pada metode koreksi cutting edge filtering nilai r berkisar 0.882751 - 0.9980677, nilai RMSEC 0.0410234 - 1.9323903, nilai R2 0.76829 - 0.9961392, nilai RPD 2.22078388 - 17.20520953.Detection of Water Quality of Wells of Communities Due to Waste Accumulation Around Final Disposal Site Using Photoacoustics Laser in Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda AcehAbstract. In testing the quality of water in the Laboratory usually requires a high cost and a long time.  The Photo-Acoustics Spectroscopy Laser is one of the newest methods for rapid water quality testing. The purpose of this research is to test the accuracy of photoacoustic laser as a new method that quickly, effectively and efficiently in detecting the quality of well water of society due to the accumulation of waste around the Final Disposal Site in Gampong Jawa, Kuta Raja Raja sub-district by using Laser Fotoakustik. The results of this study show the relevant Wavelength for well water quality prediction using the 4000 - 10000 cm - 1 wavelength range where the temperature, turbidity, TSS, pH, DO, BOD - 5 and nitrate (NO3 -) parameters are in the wavelength range. The best spectral correction methods used for prediction of temperature, turbidity, TSS and DO are cutting edge filtering correction methods, pH and NO3 predictions-best using raw spectrum data while BOD-5 predictions best use peak normalization correction methods. In raw data spectrum r value ranges from 0.8349537 - 0.9926958, RMSEC value ranges from 0.0387916 - 3.7519751, value R2 0.6971 - 0.9854453, RPD value 1.942375418 - 6.949700451. In peak correction method normalization r value ranges from 0.8151091 - 0.9910417, RMSEC value 0.0447571 - 5.7055745, value R2 0.65995 - 0.98216, RPD value 1.833200928 - 6.668034607. In correction method of cutting edge filtering r value ranges from 0.882751 - 0.9980677, RMSEC value 0.0410234 - 1.9323903, value R2 0.76829 - 0.9961392, RPD value 2.22078388 - 17.20520953.
Analisis Variasi Harga Dan Integrasi Pasar Vertikal Cabai Merah Di Kabupaten Gayo Lues Wan Jumiana; Azhar Azhar; Edy Marsudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.214 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9373

Abstract

Abstrak. Cabai merah (Capsicum annum L.) adalah salah satu jenis sayuran yang cukup strategis untuk dibudidayakan di Kabupaten Gayo Lues. Siklus produksinya yang bersifat musiman menyebabkan produksinya terus berfluktuatif. Hal tesebut dapat mempengaruhi perubahan harga yang cendrung berfluktuasi sehingga menimbulkan kecurigaan adanya permainan harga dalam proses pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi harga cabai merah di tingkat petani dan pedagang pengecer serta mengetahui integrasi pasar vertikal cabai merah di Kabupaten Gayo Lues yang terjadi antara petani dan pedagang pengecer dalam jangka pendek dan jangka panjang. Metode penelitian adalah menggunakan analisis Koefisien variasi untuk mengetahui tingkat variasi harga dan dengan pendekatan Kointegrasi Johansen dan  Vector Error Corection Model (VECM) untuk mengetahui integrasi pasar vertikal. Data yang digunakan adalah data sekunder kuantitatif berupa harga rata-rata bulanan selama empat tahun (tahun 2014 – tahun 2017).  Hasil penelitian adalah variasi  harga cabai merah di tingkat petani dan pengecer adalah  tinggi dan  tidak stabil  berdasarkan  kriteria Kemendag yaitu dengan nilai rata-rata koefisen variasi sebesar 15,34% di tingkat petani dan 11,64% di tingkat pengecer. Hasil uji kointegrasi Johansen harga di tingkat petani  dan pengecer terdapat hubungan kointegrasi jangka panjang. Berdasarkan hasil estimasi hubungan integrasi jangka panjang dan jangka pendek menggunakan uji VECM,  menunjukkan integrasi  pasar vertikal cabai merah di Kabupaten Gayo Lues di tingkat petani dan pedagang pengecer terintegrasi masih relatif lemah.Analysis Of Price Variation And Vertical Market Integration Of Red Chili In Gayo Lues DistrictAbstract. The red chili (Capsicum annum L.) is one of vegetables that is strategic enough to be cultivated in Gayo Lues Regency. Its seasonal production cycle causes its production to continue to fluctuate. This can affect price changes that tend to fluctuate, thus raising the suspicion of a price game in the marketing process. This study aims to determine the variation of the price of red peppers at the level of farmers and retailers and to know the integration of red chili vertical market in Gayo Lues Regency that occurred between farmers and retailers in the short and long term. The research method is to use the variation coefficient analysis to determine the level of price variation and with the Johansen Cointegration Approach and the Vector Error Corection Model (VECM) to know the vertical market integration. The data used is quantitative secondary data in the form of average monthly price for four years (year 2014 - year 2017). The result of this research is variation of price of red chili at farmer level and retailer is high and unstable based on Kemendag criterion that is with average value of coefficient of variation 15,34% at farmer level and 11,64% at retailer level. Johansen's cointegration test results at the farmers and retailer levels have long term cointegration relationships. Based on the estimation of long-term and short-term integration relationships using the VECM test, it shows the vertical market integration of red pepper in Gayo Lues District at the level of integrated farmers and retailers is still relatively weak.
Pengaruh konsentrasi auksin dalam hydropriming benih cabai yang berbeda tingkat kadaluarsa terhadap viabilitas benih Belangie Tuahte Gundala; Trisda Kurniawan; Halimursyadah Halimursyadah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.23 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9378

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi auksin dalam hydropriming dan tingkat kadaluarsa serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih cabai kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Maret sampai Juni 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah perendaman dalam larutan auksin dengan konsentrasi : 0, 2, 4, dan 6 g L-1 dan faktor kedua adalah tingkat kadaluarsa dengan 3 taraf yaitu 4, 8 dan 12 bulan. Benih yang telah diperlakukan dikecambahkan dengan metode Uji Diatas Kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi auksin berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum, indeks vigor dan kecepatan tumbuh relatif, berpengaruh nyata pada tolok ukur daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Tingkat Kadaluarsa berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah. Perlakuan konsentrasi auksin  2 g L-1 dengan tingkat kadaluarsa 4 bulan merupakan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan tolok ukur potensi tumbuh maksimum (97,33%).The Effect of Auxin Concentrations in Hydropriming and Levels of Expired Chilli Seed to Seed ViabilityAbstract. The purposes of this research were to know the effect of auxin concentrations in hydropriming and levels of seed expired and interaction between them to chilli seed viability. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from March to June 2018. Research units were arranged based on factorial Completely Randomized Design 4x3 with 3 replicates, continued with Honesty Significant Different on significant F-test results. The first factor was immersion in auxin solution with concentration: 0, 2, 4, and 6 g L-1 and the second factor was expired level with 3 levels 4, 8 and 12 months. Treated seed were planted on paper test method and in trays added with soil. The results showed that the auxin concentration treatment had a very significant effect on the maximum growth potential, vigor index and relative growth rate, significant effect on germination power and The expiration rate had a very significant effect on the maximum growth potential and germination power. Treatment of 2 g L-1 auksin concentration with 4 month expiration rate was the best treatment combination based on maximum growth potential (97,33%).
Evaluasi Potensi Antioksidan Oleoresin Daun Kari dalam Emulsi Minyak Nabati setelah Pemanasan Darmawati Darmawati; Novi Safriani; Novia Mehra Erfiza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.435 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1249

Abstract

Abstrak. Oleoresin daun kari mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan lamanya pemanasan terhadap kandungan total fenol oleoresin daun kari di dalam emulsi minyak jagung dan stabilitas minyak jagung terhadap pemanasan yang dilihat dari spektra FTIR. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu suhu pemanasan (T) dan lama pemanasan (W). Suhu pemanasan (T) terdiri dari 3 taraf, yaitu: T1=120oC, T2=150oC, T3=180oC. Lama pemanasan (W) terdiri dari 4 taraf yaitu: W1=15 menit, W2=30 menit, W3=45 menit dan W4=60 menit. Perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang dianalisis yaitu kandungan total fenol dan identifikasi gugus fungsi dengan metode FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemanasan dan lama pemanasan berpengaruh sangat nyata (P ≤ 0,01) terhadap kandungan total fenol oleoresin daun kari dalam emulsi minyak jagung. Semakin tinggi suhu pemanasan, kandungan total fenol semakin menurun yaitu dari 120oC ke 180oC, nilai total fenol menurun dari 0,157 menjadi 0,124 mg GAE/ml sampel. Semakin lama pemanasan, kandungan total fenol semakin menurun yaitu dari 15 menit ke 60 menit, nilai total fenol menurun dari 0,171 menjadi 0,112 mgGAE/ml sampel. Penambahan oleoresin daun kari dalam emulsi minyak jagung dapat mempengaruhi laju oksidasi asam lemak tidak jenuh, terlihat dari puncak pada panjang gelombang 3007 cm-1 yang mempunyai intensitas berbeda. Abstract. Curry leaves oleoresin contains polyphenol compounds as an antioxidant. The purpose of this study was to determine the effect of heating temperature and time on the total phenolic content of curry leaves oleoresin in the corn oil emulsion and the stability of corn oil after heating that could be seen from FTIR spectra. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisted of two factors. The first factor was heating temperature (T1=120oC, T2=150oC, T3=180oC). The second factor was heating time (W1=15 minutes, W2=30 minutes, W3=45 minutes and W4=60 minutes). The treatment was repeated 3 times. The analyzed parameters were total phenol content and identification of organic compounds with the FTIR. The results showed that the heating temperature and time had significant effects (P ≤ 0.01) on the total phenolic content of curry leaves oleoresin in corn oil emulsion. As the heating temperature increased, the total phenol content decreased. From 120oC to 180oC, the total phenols decreased from 0.157 to 0.124 mgGAE / ml sample. As heating time increased, the total phenol content decreased. From 15 minutes to 60 minutes, the total phenol decreased from 0.171 to 0.112 mgGAE/ml sample. The addition of curry leaves oleoresin in corn oil emulsion affected the rate of unsaturated fatty acids oxidation. It can be seen from the peak at a wavelength of 3007 cm-1 which had a different intensity.
Analisis Permintaan Kopi Arabika Roasting (Sangrai) di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Rauzatul Jannah; Sofyan Sofyan; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.166 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2953

Abstract

Abstrak - Kopi arabika (Arabica coffe L) merupakan minuman yang digemari oleh masyarakat di seluruh dunia yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Permintaan kopi arabika Indonesia terus meningkat setiap tahun, kopi arabika yang dihasilkan oleh berbagai daerah di Indonesia mempunyai karakteristik dan cita rasa yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor harga  kopi arabika roasting (specialty, premium, longberry), harga  greenbean arabika (specialty, premium, longberry), harga  kopi robusta dan promosi terhadap permintaan kopi arabika roasting (sangrai) dengan menggunakan persamaan Regresi Linier Berganda. Sampel dalam penelitian ini adalah pengusaha pengolahan kopi arabika roasting yang berada di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Pengumpulan data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing hipotesis 1, 2 dan 3 yang berpengaruh nyata terhadap permintaan kopi arabika roasting adalah (X2) yaitu harga greenbean arabika specialty (X2a), harga greenbean arabika premium (X2b)  dan harga greenbean arabika longberry (X2c) Demand Analysis Of Arabica Coffee Roasting In Kecamatan Bandar Kabupaten Bener MeriahAbstract – Arabica coffee (Arabica coffe L) is beverage favored by people around the world who have become part of everyday human life. Indonesian Arabica coffee demand continues to increase every year, Arabica coffee produced by the various regions in Indonesia has the characteristics and unique taste. This research aims to knowing influence factors of arabica roasting coffee prices (specialty, premium, longberry), arabica greenbean prices (specialty, premium, longberry), robusta coffee prices and promotion on demand for arabica roasting by using multiple linear regression equation The sample of research was the businessman of arabica coffee roasting in Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Collection of data obtained from the primary and secondary data. The results showed that each of these hypotheses 1, 2 and 3 which significantly affected the demand for arabica coffee roasting is (X2) which is arabica specialty greenbean prices (X2a), arabica premium greenbean prices (X2b) and arabica longberry greenbean prices (X2c).

Page 6 of 103 | Total Record : 1028