cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Evaluasi Nutrisi Pelepah Daun Kelapa Sawit dengan Beberapa Teknik Pengolahan sebagai Pakan Ternak Ruminansia Novia Ulfa Prakasa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.682 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17539

Abstract

Pelepah dan daun kelapa sawit (PDKS) merupakan salah satu hasil samping dari perkebunan kelapa sawit, yang berpotensi sebagai bahan pakan bagi ternak ruminansia. Namun demikian, kualitas nutrisi dan kecernaannya yang rendah merupakan faktor pembatas pemanfaatan PDKS sebagai pakan ternak ruminansia. Berbagai teknologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi PDKS, salah satunya menggunakan teknologi amoniasi dan fermentasi dengan bantuan mikroorganisme Trichoderma viride. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbagai teknik pengolahan terhadap PDKS pada penelitian ini berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kadar bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serta BETN, namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar serat kasar dan abu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan fermentasi memberikan hasil yang relatif baik, karena dapat mempertahankan kadar bahan kering dan BETN tetap tinggi, serta cenderung meningkatkan kadar protein substrat dibandingkan perlakuan kontrol.
Karakteristik Edible Film Dengan Konsentrasi Gliserol Sebagai Plasticizer Berbasis Pati Umbi Talas Alfatahillah Alfatahillah; Rahmat Fadhil; Ratna Ratna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.343 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i1.16657

Abstract

Abstrak. Edible film merupakan salah satu kemasan tipis yang dapat diaplikasikan pada produk untuk melindungi dari benda berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik edible film pati umbi talas. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)  dengan tiga perlakuan  variasi konsentrasi gliserol 1%, 2%, 3% dan dilakukan tiga kali ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, elongasi, organoleptik dan rendemen pati talas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dalam pembuatan edible film dengan pemanfaatan pati umbi talas variasi konsentrasi gliserol sebagai plasticizer menghasilkan nilai ketebalan antara 0,034 – 0,041 mm, laju transmisi uap air 0,7961 - 1,5923 g/ m2/jam, kuat tarik 0,743 - 0,850 kgf/cm2, elongasi 113,45 - 172,27%. Perlakuan terbaik edible film dari pati talas dengan konsentrasi gliserol sebagai plasticizer adalah konsetrasi gliserol nilai ketebalan 0,034 mm, elongasi 172,27%  yaitu 1% dan nilai kuat tarik 0,850 kgf/ cm2 , laju transmisi uap air 0,7961 g/ m2/jam yaitu gliserol 2%. Variasi konsentrasi gliserol  1%, 2%, dan 3% tidak berpengaruh nyata (p0,05) terhadap ketebalan, kuat tarik,  elongasi dan transmisi uap air edible film berbasis pati umbi talas.Characteristics Of Edible Film With Glycerol Concentration As A Plasticizer Based Taro Tuber StarchAbstract. The edible film is a thin package that can be applied to products that can protect from dangerous objects. The purpose of this study was to determine the effect of glycerol concentration on edible film characteristics of taro tuber starch. This study uses a completely randomized design (CRD) with three treatment variations in glycerol concentration of 1%, 2%, 3%, and performed three times. Observations were made on thickness, water vapor transmission rate, tensile strength, elongation, organoleptic, and yield. Based on research that has been done in the making of edible film by using taro tuber starch, glycerol concentration as a plasticizer thickness values range from 0,034 – 0,041 mm, water vapor transmission rate 0.7961 - 1.3269 g / m2/ hour, tensile strength of 0.743 - 0.850 kgf/ cm2  , elongation 113,45 % - 172,27 %. The best edible film treatment from taro starch with glycerol concentration as a plasticizer is the concentration of glycerol thickness value 0.034 mm, elongation 172.27% ie 1% and tensile strength value 0.850 kgf /cm2, the rate of water vapor transmission 0.7961 g /m2 / hour ie glycerol 2%. Variation in glycerol concentration of 1%, 2%, and 3% had no significant effect (p 0.05) on thickness, tensile strength, elongation, and edible film vapor-based water vapor transmission of taro tuber starch.
perubahan sifat fisika tanah di lahan kering tanah ultisol dengan jenis tanaman dan mulsa jagung Muzakki Muzakki; Manfarizah Manfarizah; Hairul basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.29 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7470

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa jagung dan jenis tanaman dilahan kering tanah Ultisol terhadap beberapa sifat fisika tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah pola RAK 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu jenis tanaman dan mulsa jagung. Faktor jenis tanaman terdiri dari 3 taraf yaitu ; jagung, kedelai dan kacang tanah. Faktor s mulsa jagung terdiri atas 4 taraf  yaitu ; kontrol, tanpa mulsa, mulsa jagung 5 ton ha-1 dan mulsa jagung 10 ton ha-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanaman  memberikan pengaruh nayata terhadap indeks stabilitas agtregat. Terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan jenis tanaman dan mulsa jagung terhadap partikel density. Changes of soil physical properties on Soil Sloping Land Ultisol with types of plants and Mulch on cornAbstract. This research aims to know the influence of the use of the mulching corn and plant type dilahan dry land of Ultisol against some physical properties of the soil. The research of using Separate Swath Design pattern SHELF 3 x 4 with 3 replicates. Factors examined, i.e. the type of mulch and plant corn. Crop factor consists of 3 levels namely; corn, soybeans and peanuts. Factor s mulching maize consists of 4 levels, namely; control, without mulch, mulch corn 5 ton ha-1 and mulching corn 10 ton ha-1. The results showed that the treatment plant type influence nayata against agtregat stability index. There is the influence of the interaction between the treatment plant and mulch in corn against particle density..
Pengaruh Pemberian Jus Daun Sirih (Piper Betle L.) terhadap Uji Organoleptik dan Mikrobiologi Dendeng Daging Ayam Salma Warni Salma Warni; Cut Aida Fitri; Dzarnisa Dzarnisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.475 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i2.11126

Abstract

Abstrak.  Dendeng adalah olahan curing dengan memotong dalam bentuk lembaran tipis dan  dikering secara tradisional yang merupakan hasil proses pengeringan dan, kemudian diberi garam dapur, bumbu rempah-rempah serta gula, seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan jahe hasil olahan  merupakan hasil proses curing dan pengeringan dengan memotong dalam bentuk lembaran tipis dendeng yang beredar di pasaran kebanyakan mengandung kadar gula 20-52%, kadar lemak 1,0-17,4%, kadar garam 0,4-0,6%,  serat kasar 0,4-15,5% dan aw0,4-0,5. Pengawetan salah satu cara daging agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.Dendeng tergolong bahan makanan semi basah yaitu bahan pangan yang mempunyai kadar air tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, yaitu antara 15-50%. Daging direndam jus daun sirih (0,10,15,20,) kemudian diolah menjadi dendeng. Variabel yang diukur meliputi warna, aroma, rasa, keempukan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap 4x5 dan dilanjut dengan uji mikrobiologi. Hasil menujukan bahwa semakin tinggi konsentrasi jus daun sirih berpengaruh nyata ( 0,05) terhadap  warna, rasa, aroma, keempukan.presentase jus daun sirih berpengaruh sangat nyata ( 0,01) terhadap total mikroba dendeng daging ayam dengan pemberian jus daun sirih. Daging  ayam menujukan batasan cemaran  bakteri lebih tinggi dari ketetepan SNI yaitu 1,10x105 CFU/gram, sedangkan menurut SNI batasan cemaran maksimum cemaran mikroba dalam pangan yaitu 1x105 CFU/gram. Kata kunci : Dendeng, daging ayam , Daun sirih, ,Total mikroba(EFFECT OF GOOD LEAF LEAVES (Piper betle L.) ON ORGANOLEPTIC TEST AND MICROBIOLOGY OF CHICKEN)Abstract. Dendeng is traditionally processed dried produce which is the result of drying process and curing by cutting in the form of thin slices of jerky on the market mostly contain 20-52% sugar content, 0.4-0.6% salt content, fat content 1.0 -17.4%, crude fiber 0.4-15.5% and aw 0.4-0.5. one way of preserving meat to be stored for long periods of time. Fillet is classified as semi-saturated food that is food that has water content is not too hig, which is between 15-50%. Meat soaked betel leaf juice (0, 10, 15, 20,) then processed into jerky. The variables measured include color, aroma, taste, tenderness. The research design used was Completely Randomizedt  Designt 4x5  continued with microbiology test. The results showed that the higher concentration of betel leafl juice significantly (0.05) to the color, flavor, aroma, tenderness. The percentage of betel leaf juice had a very significant effect (0,01) on total of chicken jerky microbial with betel leaf juice. Chicken meat pointed to the limits of bacterial contamination higher than ketetepan SNI that is 1.10x105 CFU / gram, whereas according to SNI limit maximum contamination of microbial contamination in food that is 1x105 CFU / gram. Keywords: Chiken meat, Betle leaf, Dendeng, Micrbiologi
Analisis Pendapatan Usahatani Sayuran Berdasarkan Pola Tanam Usahatani di Desa Barabung Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar Riska Devi Hastrianty; Otto Nur Abdullah; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.772 KB)

Abstract

Tanaman sayuran merupakan salah satu komoditi tanaman yang memiliki peluang untuk ditingkatkan produksinya. Sehingga dalam melakukan kegiatan usahatani sayuran, analisis perhitungan sangat diperlukan untuk dapat memberikan gambaran tentang produksi serta harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat pendapatan petani dalam berusahatani sayur-sayuran. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui pola tanam usahatani sayuran yang terjadi di Desa Barabung dan mengetahui tingkat pendapatan berdasarkan pola tanam usahatani sayuran di Desa Barabung. Populasi pada penelitian ini merupakan petani yang yang berusahatani sayuran di Desa Barabung yang berjumlah 15 orang dengan penngambilan sampel yang dilakukan secara sensus pada petani-petani yang melakukan kegiatan usahatani sayuran di Desa Barabung. Teknik pengambilan sampel ini digunakan pada penelitian yang memiliki jumlah sampel terbatas. Sehingga seluruh populasi pada penelitian ini dijadikan sampel yaitu sejumlah 15 orang. Dimana 6 orang menerapkan pola tanam monokultur dan 9 orang menerapkan pola tanam tumpang sari selama tiga musim tanam dalam setahun terakhir. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis pendapatan menggunakan B/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keuntungan pola tanam tumpang sari lebih tinggi dari pola tanam monokultur.
Efektivitas Rizobakteri Isolat Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Koloni Patogen Fusarium oxysporum Tanaman Terung (Solanum melongena L.) secara in vitro. Rivayani Ahyamaqvirah; Nanda Mayani; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.428 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9549

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rizobakteri isolat tanaman tomat yang mampu berperan sebagai agen biokontrol dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen Fusarium oxysporum tanaman terung secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh dari bulan Mei sampai Juli 2018. Rancangan yang digunakan pada uji antagonisme rizobakteri dengan patogen adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Parameter yang diamati adalah persentase penghambatan pertumbuhan koloni patogen dan laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen. Hasil penelitian menunjukkan persentase daya hambat rizobakteri yang tertinggi dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen yaitu isolat SRK 5/3 dengan nilai 61,97% dengan aktivitas tinggi dan laju penghambatan isolat rizobakteri yang menekan pertumbuhan koloni, hifa, dan spora yaitu isolat SRK 5/3 dengan nilai 11,50  mm/hari.EFFECTIVENESS OF RIZOBACTERIAL TOMATO PLANT (Lycopersicum esculentum Mill.) ISOLATES ON PATHOGENIC COLUMN GROWTH POWER OF Fusarium oxysporum EGGPLANT (Solanum melongena L.) IN VITROAbstract. This study aims to obtain rhizobacteria from tomato isolates which are able to act as biocontrol agents for inhibiting the growth of pathogenic colonies of Fusarium oxysporum in eggplant plants by in vitro method. This research was carried out at the Laboratory of Seed Science and Technology, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from May to July 2018. The test of rhizobacterial antagonism with pathogens used non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The parameters of this research were the percentage of inhibition of the pathogenic colonies growth and the rate of inhibition of the pathogenic colonies growth. The results showed that the highest percentage of rhizobacterial inhibition for hampering the growth of pathogenic colonies, SRK 5/3 isolates with 61.97% values with high activity and the rate of inhibition of rhizobacterial isolates which suppressed the growth of colony, hyphae, and spores, is 5/3 SRK isolates with the value of 11.50 mm / day.
Respon Pertumbuhan, Konsumsi Pakan dan Umur Dewasa kelamin Hasil Perkawinan Silang Puyuh Hybrid dengan Coturnix coturnix japonica Yuyun Fahrina; Herawati Latif; M Aman Yaman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.347 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10173

Abstract

Abstrak. Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan jenis unggas yang paling populer selain ayam dan itik di Indonesia yang diminati peternak unggas. Namun kendala utama dalam perkembangan puyuh yaitu kurang tersedianya bibit puyuh hasil persilangan dengan struktur breeding yang jelas sehingga dikhawatirkan terjadinya inbreeding. Sehingga perlu dilakukan penelitian persilangan (Cross breeding) puyuh Hybrid dengan Coturnix coturnix japonica terhadap pertumbuhan turunannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh persilangan puyuh Hybrid terhadap pertumbuhan, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan umur dewasa kelamin turunannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan puyuh Hybrid dengan Coturnix coturnix japonica tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan umur bertelur pertama turunannya. Namun dari hasil persilangan jantan Coturnix coturnix japonica dengan betina Hybrid memperlihatkan bahwa angka konversi pakan cenderung lebih efisien dan umur bertelur pertama lebih cepat.Response The Growing Consumption Woof and Adult Of Genders Age Which is Resulted by  Crosswise Mating Of Hybrid Quail  With Coturnix coturnix japonicaAbstract. Quail (Coturnix coturnix japonica) is the most popular type of poultry besides chickens and ducks in Indonesia that are favored by poultry farmers. But the main obstacle in the development of quail is the lack of availability of quail seeds from crosses with a clear breeding structure that is feared to occur inbreeding. So it is necessary to do a hybrid quail cross breeding study with Coturnix coturnix japonica on its derivative growth. The purpose of this study is to determine the effect of Hybrid quail crosses on growth, feed consumption, body weight gain and adult age of hereditary sex. The results showed that Hybrid quail crossing with Coturnix coturnix japonica had no significant effect (P 0.05) on feed consumption, body weight gain, feed conversion and age of first laying eggs. However, the results of Coturnix coturnix japonica male Hybrids with Hybrid females show that feed conversion rates tend to be more efficient and the age of first laying is faster. 
Analisis Pendapatan Petani dan Margin Pemasaran Garam di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen safril safril; Agussabti Agussabti; Agustina Arida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.8 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6480

Abstract

Abstrak.  Industri garam Indonesia semakin berkembang hingga saat ini menjadi salah satu bidang industri yang memberi penghidupan bagi banyak masyarakat diseluruh Indonesia. Industri garam di Indonesia memproduksi berbagai jenis garam untuk memenuhi berbagai keperluan akan garam untuk kebutuhan rumah tangga, maupun kebutuhan industri dan pertanian. Dengan berkembangnya sektor industri dan laju pertumbahan penduduk yang begitu pesat, maka kebutuhan akan garam juga bertambah dan peningkatan mutu dari garam tersebut juga makin diperhitungkan. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil garam di dunia. Meskipun memiliki potensi yang cukup besar sebagai produsen garam, Indonesia masih harus mengimpor komoditas ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani garam di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Janggka Kabupaten Bireuen. Untuk mengetahui besarnya margin pemasaran yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran yang terlibat dalam sistem pemasaran garam di Kecamatan Janggka Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani garam di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Janggka Kabupaten Bireuen memberi pendapaan rata-rata pada usahatani garam  sebesar Rp. 1.494.594/bulan, sehingga layak untuk dikembangkan, dengan R/C Ratio sebesar 1,37, BEP produksi garam sebesar 1.156 kg, sedangkan BEP harga garam adalah Rp 2.556/kg, dan ROI sebesar 36,93%. Ada dua tipe saluran pemasaran yang terjadi pada usahatani garam, pertama dari produsen langsung ke konsumen dengan share margin Rp 5.000/Kg atau 100%. Sedangkan yang kedua yaitu dari produsen kepada pedagang pengumpul dan setelah itu ke pedagang pengecer setelah itu ke konsumen akhir, pada saluran pemasaran ini share margin produsen sebesar Rp 3.500/Kg atau 50,00%, pedagang pengumpul memiliki share margin Rp 2.500/Kg atau 35,71%, dan pedagang pengecer memiliki share margin Rp 1.000/Kg atau 14,29%. Pada tipe saluran pemasaran pertama profit margin atau pendapatan yang diterima produsen sebesar Rp 2.244/Kg. Sedangkan pada tipe saluran pemasaran kedua profit margin atau pendapatan yang diterima produsen sebesar Rp 944/Kg, pedangang pengumpul sebesar Rp 1.930/Kg, dan pedagang pengecer sebesar Rp 773/Kg. Jadi saluran pemasaran yang pertama lebih menguntungkan bagi produsen atau usahatani garam dibanding dengan saluran pemasaran yang kedua.Income Analysis of Farmers and Salt Marketing Margin in The Village Tanoh Anoe Jangka Sub-districts Bireuen DistrictAbstract. Industrial salt Indonesia growing up to now be one of the industries that provide a livelihood for many communities throughout Indonesia. The salt industry in Indonesia produces various types of salt to meet various purposes will be salt for household needs, and the needs of industry and agriculture. With the development of the industrial sector and the pace of rapid population pertumbahan, hence the need for salt also increase and improvement of the quality of the salt also makin taken into account. Indonesia is one of the world's salt producing countries. Although it has considerable potential as a producer of salt, Indonesia still has to import these commodities to meet domestic needs. This research aims to find out how much the income of farming salt in the village of Tanoh Anoe Subdistrict Janggka Bireuën Regency. To know the magnitude of the marketing margin obtained each marketing agencies who are involved in the marketing system of salt in district Janggka Bireuën Regency. The results showed that farming salt in the village of Tanoh Anoe Subdistrict Janggka Bireuën Regency gave the average pendapaan on farming salt amounted to Rp. 1.494.594/month, so worthy to be developed, with the R/C Ratio of 1.37, BEP the production of salt of 1,156 kg, while the price of salt is BEP Rp 2.556/kg, and ROI of 36.93%. There are two types of marketing channels that occurs in farming salt, first from the manufacturer directly to the consumer with a margin share 5,000/Kg or 100%. Whereas the latter i.e. from manufacturers to traders and collectors after it to retailers after that to the end consumer, on this marketing channel share margin amounting to Rp 3,500 manufacturers/Kg or 50.00%, traders have collectors share margin Usd 2,500/Kg or 35.71%, and retailers have a margin share Rp 1,000/Kg or 14.29%. On the first line type marketing profit margin or income received Rp manufacturer 2.244/Kg. Whereas in the second type of channel marketing profit margin or income received Rp 944 manufacturer/Kg, pedangang Gatherer Rp 1.930/Kg, and retailers at Rp 773/Kg. So the first marketing channel is more profitable for manufacturers or farming salt compared to marketing channels.
Analisis Pembagian Hasil Dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan (Studi Kasus Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh) Linda Dwi Rejeki; Suyanti Kasimin; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.835 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.871

Abstract

sistem pembagian hasil, menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 1964 bahwa nelayan pemilik mendapatkan 60% dan nelayan penggarap mendapat 40% dari sistem bagi hasil. Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ABK sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga ABK. Adapun indikator dalam melihat kondisi ketahanan pangan rumah tangga dengan mengalikan proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga ABK dengan konsumsi energi rumah tangga ABK. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui besarnya persentase pembagian hasil yang diterapkan di Pelabuhan Perikanan Lampulo antara nelayan pemilik (Tauke Kapal dan Tauke Bangku) dan nelayan penggarap (Kapten Kapal dan ABK) serta bagaimana kondisi ketahanan pangan rumah tangga ABK. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh dengan menggunakan metode survei. Analisis data yang digunakan untuk sistem pembagian hasil ialah dengan menggunakan rumus penerimaan total, rumus pendapatan dan persentase pembagian hasil sedangkan analisis data yang digunakan untuk ketahanan pangan ialah menggunakan pengukuran derajat ketahanan pangan dengan mengalikan  proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga ABK dengan konsumsi energi rumah tangga ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase pembagian hasil yang diterima nelayan pemilik sebesar 64% dan nelayan penggarap sebesar 36%, sedangkan kondisi ketahanan pangan rumah tangga ABK di Pelabuhan Perikanan Lampulo ialah kategori rawan pangan dengan proporsi pengeluaran pangan sebesar 69% dan konsumsi energi sebesar 61%.Kata Kunci: Sistem Pembagian Hasil, Ketahanan Pangan, Proporsi   Pengeluaran Pangan dan Konsumsi Energi. Abstract - The revenue received in Lampulo Fishing Port based on law no. 16 in 1964 show that the owners get 60% and the smallholders gain 40% of revenue Agrsharing. The income is used to fulfill the household needs of the crews as an effort to boost up their level of food security. The indicator which can be used to determine the food security level is by multiplying the proportion of food expenditure to total expenditure of each crew with energy consumption. This study was conducted to find out the percentage of revenue sharing implemented by Lampulo Fishing Port between fishermen and the boat owners (Tauke Kapal and Tauke Bangku) and smallholders or workers (boat captain and crews) and it is also expected to figure out the household food security of the crews. The study was conducted at Lampulo Fishing Port and for the purpose of data collection, the researcher used survey method. The data then were analyzed using total revenue formula, revenue formula, and revenue sharing percentage. Meanwhile, to analyze food security the researcher used the measurement of the degree of food security by multiplying the proportion of food expenditure to total expenditure of crews’ household with energy consumption of each crew household. The results of the study show that the average percentage of revenue sharing received by the boat owners is 64% and smallholder/ workers is 36%. Furthermore, the level of household food security of the boat crews at Lampulo Fishing Port is categorized as food insecurity with the proportion of food expenditure by 69% and energy consumption by 61%.                                 Keywords: Revenue Sharing Sistem, Food Security, Food Expenditure   Proportion,  and Energy Consumption.                   
Efek Penggunaan Campuran Tepung Kulit Pisang Fermentasi, Bungkil Kelapa, dan Minyak Sawit Terhadap Bobot dan Persentase Organ Saluran Pencernaan dan Sirkulasi Itik Peking Humaira Asra; Zulfan Zulfan; Muhammad Daud
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5376

Abstract

Abstrak.    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan campuran tepung kulit pisang fermentasi,   bungkil kelapa,  minyak sawit, dan  feed supplement sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap bobot dan persentase organ pencernaan dan sirkulasi itik peking.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Univeritas Syiah Kuala, tanggal  22 Februari‒19 April 2017.  Penelitian ini menggunakan 96 ekor anak itik peking (Day Old Duck).   Rancangan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Kelompok dengan Subsampel (Randomized Block Design with Subsampling) terdiri dari 4 perlakuan, 4 kelompok, dan 2 subsampling.  Tiap kelompok merupakan unit percobaan,  masing-masing terdiri dari enam ekor itik.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit +  feed supplement sebanyak masing-masing 0% (P1),  4+2,5+0,5+1% (P2),  8+5+1+1% (P3),  dan 12+7,5+1,5+1% (P4).  Parameter yang diamati meliputi berat dan persentase organ pencernaan  (crop, gizzard, usus, hati, pancreas) dan organ sirkulasi (jantung, limpa, dan darah).  Hasil  penelitian memperlihatkan campuran tepung kulit pisang fermentasi sebanyak 12% ditambah bungkil kelapa 7,5%,  minyak kelapa 1,5%,  dan feed supplement  1%  dapat digunakan untuk mensubstitusi ransum komersil itik peking sampai 22%  selama periode pemeliharaan 3‒8 minggu tanpa berpengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot dan persentase organ pencernaan dan sirkulasi itik peking. (Effect of  Inclusion of  Fermented  Banana Peel Meal to the Weights and Percentages of  Digestion and Circulatory Organs of  Peking Ducks)  Abstract.   The aim of present study was to determine effect of  inclusion of fermented banana  peel meal + coconut meal + coconut oil + feed supplement as partial substitution of  duck commercial diet  to the weights and percentages of  digestion and circulatory organs of peking ducks.  The study was conducted in Field Laboratory of Animal Husbandry,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  February 22  until April 19, 2017.   As many as 96 peking DOD were used in this study.  The study was performed into randomized block design with subsamples (RBD with subsamples),  consisted of  4 treatments,   4  blocks,  and 2 subsamples.  Each group was an experimental unit, each consisting of six ducks.  The treatment was the inclusion of  fermented banana peel meal + coconut meal + coconut oil + feed supplement with the level of  0% (P1),  4+2,5+0,5+1% (P2),  8+5+1+1% (P3),  and 12+7,5+1,5+1% (P4), respectively.   The parameters observed were the weights and percentages of digestion organs (crop, gizzard, intestine,  liver, pancreas,) and circulatory organs  of  peking ducks.  The results of study showed that inclusion of  up to 12% fermented banana peel + 7,5% coconut meal + 1% coconut oil + 1% feed supplement as partial substitution of  commercial diet did not significantly (P0.05) affect on  the weights and percentages  of  digestion and circulatory organs of peking ducks.    

Page 9 of 103 | Total Record : 1028