cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 121 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RSUD DR. SLAMET GARUT Fuji Utami Ningsih; Emma Kamelia; Uly Artha Silalahi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.1047

Abstract

Latar Belakang: KPD merupakan ketuban pecah spontan dan tidak diikuti tanda-tanda persalinan. Tingginya kejadian KPD disebabkan oleh beberapa faktor seperti infeksi, serviks inkompeten, makrosomia, faktor hidramnion, faktor usia, gemelli, malpresentasi, anemia, trauma persalinan dan riwayat ketuban pecah dini. Data kasus KPD di Rumah Sakit dr. Slamet Garut tahun 2023 sebanyak 686 kasus dan tahun 2024 sebanyak 658 kasus. Tujuan Penelitian: penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD dr. Slamet Garut. Metode: Penelitian menggunakan jenis kuantitatif, observasional dan desain analitik dengan pendekatan case control. Populasi adalah ibu bersalin tahun 2024 sebanyak 4104 orang, sampel sebanyak 728 orang yang terdiri dari 364 kelompok kasus dan 364 kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dengan menggunakan format isian, kemudian dianalisis dengan uji chi square. Hasil : Faktor yang brhubungan dengan kejadian KPD pada ibu bersalin diantaranya faktor usia (p value 0,024), faktor paritas (p value 0,014), anemia (p value 0,005), makrosomia (p value 0,040), hidramnion (p value 0,030), gemelli (p value 0,048), malpresentasi (p value 0,010), Riwayat KPD (p value 0,004). Faktor yang tidak berhubungan dengan KPD adalah infeksi (p value 0,153. Kesimpulan : semua faktor yang diteliti berhubungan dengan kejadian KPD, sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah faktor infeksi
SKRINING DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR: UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF DI DUSUN KEDOGAJA, DESA DETUENA, KABUPATEN ENDE Gaharpung, Mediatrix Santi; Sulistiyani, Endah; Nona Eda, Laurentina; Elastriana, Maria Fibro; Tesa, Grasiana
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.1070

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, terutama pada masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Dusun Kedogaja di Desa Detuena, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende merupakan wilayah dengan rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendeteksi dini risiko PTM melalui kegiatan penyuluhan dan skrining terhadap warga. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat, serta edukasi melalui media leaflet dan ceramah interaktif. Hasil skrining menunjukkan beberapa individu berisiko tinggi terhadap PTM, khususnya pada kelompok usia lanjut. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat tentang gejala, penyebab, serta upaya pencegahan hipertensi, diabetes, dan asam urat. Program ini mendapat respon positif dari masyarakat serta dukungan dari tenaga kesehatan setempat. Intervensi lanjutan diharapkan dapat melibatkan pemangku kebijakan desa dan puskesmas dalam membentuk program berkelanjutan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam penanggulangan PTM di wilayah terpencil.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA MEMILIH JAJAN SEHAT PADA ANAK DI SDI DETUENA KECAMATAN KELIMUTU KABUPATEN ENDE Anita Aga, Maria Sofia; Palguna, I Made Wahyu; Wela, Yustina; Yudhistira, Agus Syawal; Ayufrida, Maria Susana; Stefano, Matheus
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.1071

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi jajanan di kalangan anak-anak sekolah dasar merupakan hal yang umum, namun seringkali tidak disertai dengan pemahaman tentang nilai gizi dan kebersihan makanan tersebut. Jajanan yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap kesehatan anak, seperti gangguan pencernaan, kekurangan gizi, hingga penurunan daya tahan tubuh. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDI Detuena tentang pentingnya memilih jajanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, dan diskusi tanya jawab. Media yang digunakan antara lain poster dan Leaflet bergambar, contoh jajanan sehat dan tidak sehat, serta kuis edukatif sebagai evaluasi pemahaman. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I–VI SDI Detuena yang berjumlah 60 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias dan mampu memahami materi yang disampaikan. Setelah kegiatan, siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang ciri-ciri jajanan sehat, serta mulai dapat membedakan mana makanan yang layak dan tidak layak dikonsumsi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan konsumsi jajanan yang sehat dan mencegah dampak negatif dari makanan yang tidak higienis.
PENYULUHAN DAN TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN GASTRITIS PADA LANSIA DI DUSUN TEWA, KABUPATEN ENDE Kidi Labot, Helena; Wela, Yustina; Kade Ngurah Dwi Putra Negara; Julia Fransiska Lodan; Saverius A.M Siga
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.1079

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi, terutama pada kelompok usia lanjut, akibat pola makan yang tidak teratur dan gaya hidup yang kurang sehat. Di Dusun Tewa, Desa Detuena, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, ditemukan 22 kasus gastritis pada lansia yang sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan makan tidak teratur serta konsumsi makanan pedas dan berlemak. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait gastritis serta memperkenalkan teknik relaksasi napas dalam sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap: penyuluhan edukatif menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif, serta pelatihan teknik relaksasi napas dalam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peningkatan pemahaman terkait gastritis, dengan partisipasi aktif sebanyak 22 warga dalam penyuluhan dan terapi. Evaluasi menunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam memberikan dampak positif berupa penurunan keluhan nyeri ulu hati dan peningkatan kenyamanan pasien. Program ini berhasil membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan teknik sederhana dalam mengelola gejala gastritis. Intervensi ini dapat menjadi model edukasi komunitas di wilayah pedesaan dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan puskesmas dan kader kesehatan desa.
BREAST CARE DAN PIJAT OKSITOSIN: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF Dewi Aryanti; Sofia Februanti; Tetik Nurhayati
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1145

Abstract

Pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu produksi dan pengeluaran. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Breast Care postpartum merupakan suatu perawatan payudara pada ibu postpartum berupa masase/pemijatan yang sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan mempertahankan kelancaran aliran ASI. Menggabungkan dua metode pijat oksitosin dan Breast care merupakan suatu upaya meningkatkan pengeluaran ASI sehingga ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyegaran pada kader kesehatan di wilayah Puskesmas Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya mengenai Pijat oksitosin dan breast care. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada kader kesehatan, Pendampingan Langsung kepada Ibu Menyusui, Kampanye Sosial dan Edukasi Publik tentang ASI Eksklusif. Hasil pelaksanaan kegiatan antara lain rata-rata hasil skor pretest: 8,00, sedangkan rata-rata hasil skor posttest: 8,40. Setiap kader telah mampu menyampaikan Kembali teknik breast care dan pijat oksitosin pada kader anggota lainnya serta mendemontasikan secara efektif pada ibu menyusui di wilayah kelurahan tersebut. Booklet serta poster disampaikan pada puskesmas sebagai Upaya penyebarluasan informasi Kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat di wilayah kerja puskesmas Kersanagara.
SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT BAGI PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PURBARATU Asep Riyana; Ida Rosdiana; Syaukia Adin; Asep Kuswandi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1156

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar, tutur Menkes. GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan program yang telah dibuat oleh pemerintah sehingga tercapai kebiasaan baik di masyarakat dengan kebiasaan gerakan hidup masyarakat sehat. Berdasarkan studi pendahuluan ke puskesmas Jamanis, ternyata program ini belum tersosialisasikan baik kepada petugas puskesmas Jamanis maupun ke masyarakat. Sehingga kami merasa perlu untuk mensosialisasikan GERMAS untuk membantu program pemerintah agar tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal khususnya di Wilayah Puskesmas Purbaratu Tasikmalaya.
EDUKASI SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL IBU HAMIL TRIMESTER III DI KELURAHAN SETIAMULYA KECAMATAN TAMANSARI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Dede Gantini; laila Putri
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1161

Abstract

Latar Belakang Hipotiroid kongenital (HK) merupakan kelainan endokrin tersering pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan retardasi mental bila tidak terdeteksi sejak dini. Deteksi dini melalui skrining pada ibu hamil, terutama di trimester III, sangat penting. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai skrining HK masih rendah di wilayah kerja Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya. Tujuan:Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang pentingnya skrining hipotiroid kongenital melalui program edukasi berbasis komunitas. Metode Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, simulasi, serta penggunaan media edukasi berupa leaflet, counseling card, dan video edukasi. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta.Hasil Sebanyak 19 ibu hamil trimester III mengikuti kegiatan ini. Rata-rata skor pre-test adalah 8,68 dan meningkat menjadi 9,21 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,53 poin. Sebanyak 31,5% peserta mengalami peningkatan pengetahuan, 63,1% tetap, dan 5,2% mengalami penurunan skor. Kesimpulan: Edukasi skrining hipotiroid kongenital efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III di Kelurahan Setiamulya. Keterlibatan tenaga kesehatan, kader, serta penggunaan media edukasi interaktif berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam layanan antenatal care (ANC) rutin di Puskesmas sebagai upaya preventif terhadap hipotiroid kongenital.
EDUKASI DAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR BAGI WANITA USIA REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN Yulia Herliani; Helmi Diana; Qanita Wulandara
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1169

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan kanker semakin meningkat pada wanita usia reproduksi. Kondisi ini berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan. Pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup wanita, sehingga diperlukan solusi alternatif untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular ini, salah satunya dengan skrining kesehatan dan edukasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia reproduksi tentang pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui edukasi dan skrining kesehatan. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kesehatan secara gratis, pelatihan kader kesehatan dan edukasi penyakit tidak menular (PTM) dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian masyarakat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat umum dan pemerintah setempat serta terdapat 18 responden yang mengikuti kegiatan ini dan mengikuti pretest serta post-test peningkatan pengetahuan selama proses kegiatan penyuluhan. Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada wanita usia reproduksi yaitu sebelum perlakuan rata-rata tingkat pengetahuan wanita usia reproduksi adalah 73,3% dan setelah diberikan edukasi menjadi 100%. Dapat disimpulkan pengabdian masyarakat ini sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan perlu dilakukan secara kontinuitas agar kesehatan wanita usia reproduksi dapat terus terjaga dengan baik.
OPTIMALISASI KADER DALAM UPAYA MENDUKUNG PROSES PERSALINAN AMAN DAN NYAMAN MELALU PELATIHAN PENGGUNAAN LEMBAR BALIK Bayu Irianti; Endang Astiriyani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1192

Abstract

Persalinan merupakan proses singkat yang kritis serta memerlukan kerjasama antara pendamping dan tenaga kesehatan. Pengetahuan mengenai persiapan persalinan dan selama proses persalinan menjadi hal penting untuk dipahami oleh setiap pendamping persalinan, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan kemananan saat bersalin. Kader kesehatan sebagai masyarakat terpilih dipilih dengan sukarela membantu peningkatan kesehatan yang dilatih untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat optimalisasi peran kader dalam upaya mendukung proses persalinan yang aman dan nyaman sebagai penguatan pilar Transformasi Layanan Primer di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan menggunakan penilaian sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian pelatihan penggunaan lembar balik pada kader berjumlah 28 orang, serta pengamatan proses untuk melihat keaktifan dan kemudahan menggunakan lembar balik. hasil pengabdian didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pelatihan kepada kader dengan peningkatan rerata pengetahuan mengenai nutrisi sebesar 1,75 dan pengetahuan mengenai pengurangan nyeri sebesar 1,54, dan rerata peningkatan persepsi sebesar 1,10 (ρ<0,05). Kader kesehatan memiliki peranan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan dan optimalisasi peran kader kesehatan melalui pelatihan penggunaan lembar balik persalinan aman dan nyaman dapat meningkatkan pengetahuan kader serta memudahkan kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan penggunaan media promosi menjadi hal penting mendukung tersampaikannya informasi dengan baik.
SOSIALISASI SATUSEHAT MOBILE UNTUK AKSES REKAM MEDIS PERSONAL MASYARAKAT DI KELURAHAN BANTARSARI KOTA TASIKMALAYA Dewi Lena; Diana Barsasela; Ida Wahyuni; Fery Fadly
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1206

Abstract

SATUSEHAT Mobile merupakan inovasi teknologi kesehatan digital yang dikembangkan Kementerian Kesehatan untuk mengintegrasikan data kesehatan dan mempermudah akses rekam medis personal masyarakat. Literasi digital yang masih rendah menjadi kendala optimalisasi pemanfaatan aplikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang SATUSEHAT Mobile di Kelurahan Bantarsari, Kota Tasikmalaya, yang memiliki prevalensi hipertensi esensial tertinggi. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan metode ceramah, tutorial, dan konsultasi teknis kepada 53 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan terkait profil, kegunaan, dan fitur aplikasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dengan perolehan  nilai p value sebesar 0.001 yang maknanya ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang akses rekam medis digital, khususnya untuk monitoring penyakit kronis seperti hipertensi. Diperlukan kontinuitas kegiatan serupa untuk menjangkau masyarakat lebih luas serta evaluasi pengalaman pengguna dalam pemanfaatan SATUSEHAT Mobile

Page 11 of 13 | Total Record : 121