Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles
104 Documents
IMPLEMENTASI ULAR TANGGA RAKSASA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEBERSIHAN GIGI
Kristiani, Anie;
Anang;
Widyagdo, Agung
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.480
Kesehatan gigi anak usia dini merupakan salah satu tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan. Kerusakan gigi yang terjadi pada anak dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya pertumbuhan gigi anak pada usia selanjutnya. Pendidikan kesehatan gigi mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pemberdayaan masyarakat, yaitu melalui proses pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Permasalahan mitra adalah kurangnya pengetahuan serta kebersihan gigi dan mulut. Melalui kegiatan ini akan melaksanakan implementasi permainan ular tangga raksasa dalam upaya meningkatkan pengetahuan serta kebersihan gigi dan mulut murid. Sasaran kegiatan ini adalah murid kelas B RA. Antasalam Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya yang berjumlah 29 orang. Metode pelaksanaan dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi menggunakan permainan ular tangga raksasa. Kegiatan dilaksanakan setelah persiapan, dilanjutkan pengisian kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui wawancara serta pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut. Pemberian pendidikan kesehatan gigi menggunakan permainan ular tangga raksasa dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak dua minggu dilanjutkan dengan sikat gigi bersama murid kelas B RA Antasalam. Setelah selesai akan dilakukan evaluasi melalui pengisian kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut melalui wawancara serta pengukuran kebersihan gigi dan mulut. Target luaran yang dihasilkan berupa artikel media elektronik, video kegiatan, HKI dan hasil penyelesaian masalah.
PENYULUHAN GIZI TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH
Dadi, Maria Eugenia Hestina;
Yuana, Nabila Amartyan;
Kusumawati, Nadya Surya;
Khomisah, Nuril Alfiatul;
Javier, Azura Rex
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.481
Anemia pada ibu hamil sangat berisiko di antaranya dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur, kematian ibu serta anak, dan juga dapat menyebabkan penyakit infeksi. Faktor lain yang dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil adalah usia dan paritas, usia ideal pada seorang wanita adalah kisaran 20-35 tahun, jika kurang ataupun lebih pada rentang usia tersebut maka akan menjadi salah satu faktor kehamilan yang beresiko tinggi. Paritas menjadi salah satu faktor yang penting dalam terjadinya anemia pada ibu hamil, dikarenakan pada saat ibu hamil, wanita akan menggunakan cadangan zat besi dalam tubuhnya, sehingga apabila seorang wanita sedang mengandung atau hamil dan melahirkan, wanita tersebut akan semakin mengalami anemia dikarenakan mengalami kehilangan substansi. Selain itu, tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia pada ibu hamil di sekitar wilayah kerja Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Kurangnya pengetahuan akan mempengaruhi kadar Hb pada ibu hamil pada masa kehamilan dan akan berdampak ketika melahirkan. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi terkait anemia yaitu dengan pemberian penyuluhan gizi mengenai anemia. Hasil pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum diberi penyuluhan kategori baik 56% sesudahnya menjadi 84%. Rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan 6,8 (kategori kurang) sesudahnya menjadi 8,2 (kategori baik). Jadi dapat disimpulkan bawa penyuluhan atau edukasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia.
EDUKASI PENGGUNAAN RENDAM AIR JAHE HANGAT PADA KAKI DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH
Siregar, Nilda;
Sartini Bangun;
Yusrawati Hasibuan
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.488
Hipertensi diperkirakan menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 23% dari total kematian (Hypertension Current Perspective, 2018) Hasil penelitian secara kuantitatif dengan desain “Quasy Experimental Pre-Post Test With Control Group” (Bangun S , 2022 ), tentang Efektifitas terapi rendam kaki air hangat dan air jahe merah untuk menurunkan tekanan darah pada klimakterium dengan hipertensi diperoleh hasil rendam air hangat mengalami penurunan sistolik dan diastolik dengan rerata penurunan 17.14 mmHg dan 17.40 mmHg dengan p 0.018 , sedangkan rendaman dengan jahe merah penurunan sistolik dan diastolik 27.86 mmHg dan 15.46 mmHg dengan p. 0.006. Penyebarluasan pencegahan hipertensi perlu dilakukan dengan intervensi secara komplementer dengan menggunakan tanaman disekitar masyarakat atau sering disebutkan secara herbal dalam rangka memperbaiki/ menjaga kesehatan perorangan, memberikan edukasi memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Hasil pengabdi peningkatan pengetahuan dari 46.4% meningkat menjadi 78.4%. 12 orang praktikan, 8 orang mengatakan enak dan nyaman, 4 orang mengatakan ngantuk/ perasaan ingin tidur dan menyenangkan.
PENERAPAN PIJAT ‘OYOG’ DALAM PENCEGAHAN KEMATIAN IBU DAN BAYI DI PUSKESMAS PLUMBON TAHUN 2023
Suratmi;
Nirmaya M, Nina;
Vimala, Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.515
Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian bayi (AKB) merupakan pekerjaan yang cukup berat bagi seluruh elemen terkait. Jumlah kematian Ibu di Kabupaten Cirebon terus meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi namun masih menunjukkan banyak tantangan dan belum menunjukkan hasil sesuai dengan harapan. Kompleknya penyebab kematian ibu yang bukan hanya medis akan tetapi juga social cultural menjadi salah satu penyebabnya terutama dalam kasus. Pijat oyog, adalah tradisi yang masih diminati oleh masyarakat Kabupaten Cirebon dan telah terbukti bermanfaat untuk kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan oyog sebagai salah satu Upaya untuk mnecegah kematian pada ibu yang disebabkan oleh keterlambatan merujuk karena keterlambatan mengambil keputusan dari aspek social budaya. Objek (Khalayak Sasaran) Pengabdian Kepada Masyarakat dalam kegiatan ini adalah Ibu Hamil dan bidan sesuai dengan kriteria berupa pelatihan pijat ‘Oyog’ kepada 10 bidan di wilayah tersebut untuk selanjutnya dipraktikkan atau dilaksanakan kepada 20 orang Ibu Hamil. Menggunakan buku modul yang telah di HKI kan dengan No EC00202035739. Hasil dalam kegiatan ini adalah median skor Pengetahuan Bidan tentang ‘Oyog’ sebelum kegiatan adalah 1 setelah kegiatan 10,5 dan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah oyog dengan pvalue 0,005, seluruh bidan kompeten dalam pelaksanaakan prosedur oyog dan tidak ada kematian ibu yang disebabkan oleh keterlambatan mengambil keputusan pada seluruh ibu hamil yang menjadi sasaran kegiatan. Prosedur Oyog dapat digunakan sebagai alternatif Upaya mencegah kematian pada ibu yang disebabkan karena keterlambatan mengambil keputusan.
PELATIHAN PENGELOLA JURNAL ILMIAH KESEHATAN DALAM MEMPERSIAPKAN JURNAL TERAKREDITASI
Santoso, Erik;
Rochimat, Imat;
Ainulhaq, Nurisa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v6i2.519
Pengelolaan jurnal ilmiah merupakan bagian terpenting bagi pengelola dan institusi perguruan tinggi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tri dharma perguruan tinggi khususnya penelitian dan pengabdian. Melalui pengelolaan jurnal ilmiah yang baik pengelola dapat mempersiapkan jurnalnya untuk dapat diakreditasi melalui halaman Arjuna. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengelola jurnal dalam mempersiapkan jurnal yang bisa terakreditasi. Metode pelatihan dilakukan tanya jawab dan diskusi, workshop dan pendampingan setelah kegiatan pelatihan selesai. Peserta kegiatan pelatihan ini adalah seluruh pengelolan jurnal di lingkungan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada Bulan Mei 2024. Hasil dari kegiatan pelatihan didapatkan kesimpulan bahwa pengelola jurnal memiliki pemahaman materi yang sudah baik mengenai pengelolaan jurnal ilmiah setelah mengikuti pelatihan ini dengan harapannya setiap jurnalnya dapat terakreditasi.
MEDIA MINIATUR “PATUH” SEBAGAI PENGINGAT UNTUK PRAKTEK GAYA HIDUP SEHAT PENDERITA HIPERTENSI PADA ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19
Dwi Widayanti, Esti;
Dyah Wahyuningsih;
Munjiati;
Herry Prasetyo
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.67
Salah satu cara untuk menanamkan pengetahuan ini dengan suatu penyuluhan kesehatan yang memerlukan beragai modifikasi agar menarik dan mengingatkan untuk praktek sehari-hari tentang isi pesan, antara lain dengan media miniature”PATUH”. Rumusan masalah dalam pengabdian masyarakat ini adalah media miniature “PATUH” sebagai pengingat untuk praktek gaya hidup sehat penderita hipertensi di masa era new normal pandemic covid-19. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah keluarga sadar dan memahami serta menerapkan perilaku gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari - hari secara berkelanjutan dan tercapai tekanan darah yang stabil. Metode yang digunakan dengan dengan penyuluhan kesehatan denga media miniature “PATUH”, yang sebelumnya dilakukan pemberian materi dan contoh langsung menerapkan gaya hidup sehat dengan kesepakatan di buat jadwal bersama dalam kehidupan sehari-hari yang akan tertanam dalam perilaku sehari-hari, selanjutnya untuk membuat media miniature untuk di pasang di ruangan penderita hipertensi. Praktek gaya hidup tersebut dimonitor oleh anggota keluarga dan kader kesehatan setempat dengan jadwal yang sudah disusun. Hasil : 25 keluarga dari 30 keluarga yang salah satu anggota keluarga menderita hipertensi menjawab “ ya “ untuk pernyataan dalam Kepatuhan Gaya Hidup Sehat, namun dalam perilaku sehari-harinya untuk program “PATUH” masih belum dialksanakan secara maksimal, karena kurang mengetahui dan kurang informasi tentang perawatan /gaya hidup penderita hipertensi. Media miniature yang dipajang di rumahnya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan bimbingan serta pendampingan telah menjadikann media pengingat bagi keluarga dengan hipertensi.
PELATIHAN ORAL PHYSIOTHERAPY DALAM MENUNJANG PSIKOMOTOR KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT PENDERITA PENYAKIT KRONIS
Daniati, Nia;
Jachja, Shantika
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.539
Persentase menggosok gigi masyarakat setiap hari pada waktu mandi pagi dan atau sore adalah sebesar 90,7%, sesudah makan pagi hanya 12,6% dan sebelum tidur malam hanya 28,7%. Riskesdas tahun 2013 menunjukan prevalensi masalah kesehatan gigi-mulut adalah 25,9%, dengan prevalensi karies aktif sebesar 53,7%. Pemeliharaan gigi termasuk yang harus diperhatikan dan ditingkatkan melalui kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Kegiatan yang dilakukan yaitu mengimplementasikan Oral Physiotherapy untuk meningkatkan keterampilan kesehatan gigi dan upaya promotif-preventif pada masyarakat penderita penyakit kronis. Permasalahan mitra pada pengabdian masyarakat adalah kurangnya keterampilan kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang akan menjadikan meningkatnya masalah kesehatan gigi jadi melalui pengabdian kepada masyarakat kami akan mengimplementasikan Oral Physiotherapy dalam Menunjang Psikomotor Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masyarakat Penderita Penyakit Kronis. Mitra berjumlah 100 orang. Metode pelaksanaan adalah memberikan pengajaran cara menyikat gigi, edukasi tentang masalah kesehatan gigi, memberikan edukasi tentang perawatan gigi, memberikan edukasi tentang perawatan gigi, melakukan pengajaran cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat penderita penyakit kronis. Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan setelah semua tahap persiapan diselesaikan. Sebelum melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan kalibrasi untuk menyamakan persepsi selanjutnya memberikan pengajaran cara menyikat gigi, edukasi tentang perawatan gigi, melakukan pengajaran cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat penderita penyakit kronis secara berkesinambungan sesuai dengan penjadwalan prolanis selama 8 bulan
PELATIHAN MOBILE JKN UNTUK OPTIMALISASI AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI KECAMATAN TARAJU KABUPATEN TASIKMALAYA
Ari Sukawan;
Andi Suhenda;
Dedi Setiadi;
Ida Sugiarti;
Fery Fadly;
Dewi Lena Suryani;
Wahyuni, Ida;
Fajar Yunita Sari;
Ayu Rahayu Lestari;
Ulfah Fauziah;
Neli Puspitasari
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.542
Mobile JKN merupakan inovasi teknologi untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Teknologi yang baik adalah yang mudah dipahami, dijangkau, dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Literasi digital masyarakat menjadi salah satu factor layanan digital tidak tersampaikan secara efektif. Pelatihan kepada para kader merupakan upaya mendekatkan teknologi kepada masyarakat khususnya pemanfaatan teknologi Mobile JKN. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian pelatihan khusus ini telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Bina Wilayah Prodi DIII RMIK Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kepada 20 kader di Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Pelatihan disampaikan melalui kegiatan ceramah, tutorial, dan konsultasi teknis. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian 10 soal pre dan post test kepada peserta. Diperoleh 30% peningkatan pengetahuan kader yang awalnya cukup menjadi baik. Sebanyak 65% kader mencapai peningkatan skor rata-rata 1 poin. Akses layanan Kesehatan sebenarnya sangat dekat melalui peningkatan pengetahuan melalui pelatihan ini. Namun, diperlukan kontinuitas kegiatan tetap diperlukan terhadap update teknologi mobile JKN yang lebih advance (maju/canggih) kepada masyarakat. Disamping itu juga diperlukan adanya pengukuran pengalaman dalam pemanfaatan mobile JKN dari masyarakat.
IMPLEMENTASI EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN SETIAWARGI TASIKMALAYA
Saragih, Marianawati;
Naning Hadiningshih;
Edri Indah Nur Edi;
Rosni Herlani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.568
Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada di atas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tenaga pelaksana gizi dan koordinator penyakit tidak menular belum pernah ada memberikan informasi atau penyuluhan tentang pemanfaatan buah pisang ambon yang dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita penyakit hipertensi. Permasalahan pada mitra belum maksimal dalam pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi yang perlu diwujudkan di masyarakat melalui partisipasi dan komitmen seluruh warga. Metode yang diberikan kepada masyarakat berupa edukasi penyuluhan dalam upaya penanggulangan hipertensi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi, mengenai pemanfaatan pangan lokal, seperti pisang ambon, sebagai salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah. Hasil melalui tahapan edukasi yang dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pemanfaatan pangan lokal, khususnya pisang ambon untuk menurunkan tekanan darah, adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam kegiatan yang akan berkontribusi pada keberhasilan program dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Publikasi hasil dalam jurnal EMaSS dengan status submit, HKI, dan artikel di media massa elektronik. Kesimpulannya edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal, khususnya pisang ambon, dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Kegiatan ini berhasil melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan mendapatkan dukungan dari Puskesmas, yang merupakan faktor penting untuk keberhasilan program. Selain itu, evaluasi hipertensi menunjukkan rendahnya peningkatan pemahaman pada kelompok penderita setelah diberikan edukasi.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA REMAJA PUTRI TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI APLIKASI GIPSI (GIZI PRAKONSEPSI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAHURIPAN KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2024
Yuliastuti, Santi;
Herliani, Yulia
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.571
Masalah gizi di Indonesia pada umumnya masih didominasi oleh masalah gizi kurang. Masalah gizi kurang pada kelompok wanita prakonsepsi dipengaruhi oleh ketidaktahuan akan gizi seimbang yang diperlukan selama masa prakonsepsi. Upaya strategis untuk meningkatkan status gizi wanita adalah melalui edukasi dengan menggunakan media edukasi Aplikasi GIPSI (Gizi Prakonsepsi). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan gizi remaja prakonsepsi melalui Aplikasi Gipsi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pendidikan kesehatan kepada remaja putri yang dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dalam 2 bulan dengan penyampaian materi pada setiap kali pertemuan yang telah ditentukan. Tempat kegiatan dilakukan di Posyandu Remaja Wilayah Kerja Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Data hasil penelitian diperoleh, hampir semua remaja belum mengetahui akan gizi seimbang pada masa prakonsepsi, namun setelah diberikan edukasi melalui Aplikasi GIPSI selama 6 kali pertemuan, terjadi peningkatan pengetahuan remaja dengan 20 remaja tingkat pengetahuan kategori baik (74,07%). Semua remaja menunjukkan antusias yang tinggi terhadap kegiatan ini dan berharap kegiatan edukasi remaja prakonsepsi dapat terlaksanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan remaja putri.