Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles
104 Documents
WORKSHOP YOGA DI RUANG BERSALIN BAGI BIDAN SEBAGAI UPAYA DUKUNGAN PERSALINAN DI PUSKESMAS PONED SITOPENG KOTA CIREBON
Nurasih;
Endang Nurrochmi;
Elit Pebryatie
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.633
Pergantian posisi dengan bergerak dalam proses persalinan akan membantu proses turunnya kepala janin serta mengoptimalkan posisi janin sehingga proses turunnya kepala lebih mudah dan persalinan berjalan dengan lancar. Pengabdian pada Masyarakat bertujuan membekali bidan kemampuan yoga di ruang bersalin agar dapat memberdayakan ibu bersalin selama proses persalinan khususnya dalam kala satu persalinan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop selama satu hari di PONED Sitopeng Kota Cirebon dengan jumlah peserta sebanyak 15 bidan. Dalam workshop tersebut bidan dibekali dengan materi tentang konsep dasar persalinan, materi yoga yang dapat dipraktikkan di ruang bersalin, serta kemampuan praktik yoga. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah workshop serta evaluasi kemampuan praktik yoga. Evaluasi lanjutan untuk melihat penerapan yoga kepada ibu hamil dilakukan saat pemeriksaan kehamilan maupun di ruang persalinan saat melakukan asuhan persalinan di PONED Sitopeng. Hasil kegiatan diperoleh informasi bahwa karakteristik peserta workshop mayoritas berumur >35 tahun, pendidikan Diploma Tiga Kebidanan, dan lama bekerja ≤10 tahun. Hasil evaluasi pengetahuan peserta diperoleh perbedaan rata-rata pengetahuan dimana pada pre test diperoleh rata-rata sebesar 86 dan post test sebesar 90,33, serta semua bidan dapat melakukan praktik yoga pada saat workshop maupun saat dilakukan evaluasi lanjutan. Pasien menyatakan bidan memberikan instruksi dengan jelas dan pose yoga yang dipraktikkan mudah dipahami. Yoga di ruang bersalin dapat diterapkan oleh bidan di PONED Sitopeng khususnya sebagai salah satu bentuk asuhan sayang ibu dalam upaya membantu proses persalinan berjalan dengan lancar dan upaya pemberdayaan keluarga untuk terlibat aktif dalam proses persalinan sehingga dapat tercipta lingkungan positif bagi ibu dalam proses persalinan.
PENYULUHAN TISEPTIK RAMAH LINGKUNGAN DAN UPAYA PENCEGAHAN WABAH LEPTOSPIROSIS DI WILAYAAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PANGANDARAN
Nur Aji;
Handayani, Nuri
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.641
Pangandaran merupakan daerah pesisir sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Merupakan daerah dengan angka kejadian leptospirosis yang cukup tinggi. Sampai dengan Maret 2023 tercatat 300 temuan penyakit dan 20 diantaranya meninggal dunia. Salah satu hal yang penting dalam memutus rantai wabah leptospirosis adalah pengetahuan dan kesyadaran masyarakat dalam menjaga sanitasi dan higiene. Dalam menjaga sanitasi dan higiene tentu saja tidak lepas dari tools atau perangkat kebersihan salah satunya adalah antiseptik dan desinfektan. Meningkatnya keinginan masyarakat untuk menggunakan bahan alam atau “back to nature”, ditanggapi dengan banyaknya produkproduk topikal berbahan aktif tanaman untuk perawatan kesehatan, kosmetik dan pencegahan penyakit. Selain itu, penggunaan bahan alam dinilai memiliki efek samping lebih kecil dibandingkan dengan obat yang berasal dari bahan kimia dan harganya lebih terjangkau. Beberapa tanaman pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik sepeti : daun sirih, bunga cengkeh, kulit buah jeruk, serai, kayumanis diketahui terbukti ampuh membunuh mikroorganisme. Dengan dimanfaatkannya tanaman pekarangan yang diolah sebagai bahan antiseptik diharapkan masyarakat kahuripan dapat senantiasa menjaga sanitas dan personal higiene. Program pengabdian masyarakat ini berupa gerakan sosialisasi baik berupa penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan tanaman pengarangan sebagai antiseptik guna meningkatkan sanitasi dan higiene dalam mencegah dan memutus mata rantai leptospirosis. Sasarannya program pengabdian masyarakat ini adalah kelompok masyarakat, Ibu-ibu PKK dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pangandaran.
PELATIHAN PIJAT OKSITOSIN DAN BREAST CARE PADA KADER KESEHATAN DI DUSUN AWISARI
Tetik Nurhayati;
Dewi Aryanti
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.647
Kader kesehatan merupakan pihak penting sebagai penggerak masyarakat untuk mengubah sikap dan perilaku meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan terutama pada ibu dan anak. Data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara di wilayah Puskesmas Cikoneng kepada kader yaitu hampir 90% ibu tidak mengetahui bagaimana cara melakukan breast care dan pijat oksitosin. Hasil wawancara pada kader, dibutuhkan informasi cara melakukan breast care dan menambah pengetahuan keterampilan pijat oksitosin karena belum pernah diadakan pelatihan kepada kader tentang breast care dan pijat oksitosin. Seperti diketahui bahwa breast care maupun pijat oksitosin memiliki manfaat yang banyak untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI sehingga dapat meningkatkan cakupan ASI Ekslusif dan akan berdampak pada pencegahan kejadian stunting. Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang pijat oksitosin dan breast care sehingga mereka bisa melanjutkan hal tersebut ke ibu dan masyarakat agar mampu melakukan secara mandiri. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat secara langsung melatih kader melalui 3 metode yaitu ceramah tanya jawab, demonstrasi dan redemonstrasi. Evaluasi dilakukan dari instrumen pre-post test dan daftar tilik. Kesimpulan didapatkan meningkatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang pijat oksitosin dan breast care.
PELATIHAN PEMANFAATAN BUNGA TELANG SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM BASA DI SMK YPIB TANJUNGSARI
Anne Yuliantini;
Asep Roni;
Deden Indra Dinata;
Vina Juliana Anggraeni;
Siti Saidah;
Lilis Silviana
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.660
Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan mengandung antosianin berwarna biru keunguan. Antosianin adalah pigmen alami yang dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH sehingga dapat digunakan sebagai indikator alami dalam titrasi asam-basa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK YPIB Tanjungsari mengenai pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam-basa. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan wawasan siswa tentang alternatif indikator alami yang ramah lingkungan dan murah. Metode kegiatan meliputi sesi penyampaian materi, demontrasi titrasi dan praktik langsung oleh siswa. Hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Rata-rata hasil pretest dan posttest berturut-turut sebesar 75±14,53 dan 90±10,23. Dengan menggunakan metode paired t-test two sample, didapatkan kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata pretest dan posttest dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam basa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan alam dalam ilmu kimia.
PENYULUHAN EDUKASI POLA MAKAN BERGIZI PADA MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN DINI STUNTING
Rahmaddian, Tosi;
Irwadi;
Muhammad Rizki Saputra;
Nurmaines Adhyka;
Novia Zulfa Hanum;
Intan Kamala Aisyiah
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.661
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar untuk usia anak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%, yang jauh dari target pemerintah yaitu di bawah 20% pada tahun 2024. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah pola makan yang tidak memadai, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta menyebabkan masalah kesehatan dan kecerdasan jangka panjang. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif, termasuk edukasi masyarakat mengenai pola makan bergizi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat, khususnya ibu dan calon ibu di Nagari Sago Salido. Metode yang digunakan meliputi distribusi kuesioner, pemaparan materi, diskusi, pemeriksaan antropometri untuk balita, serta penyediaan makanan bergizi bagi seluruh peserta. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak, serta mendorong penerapan kebiasaan makan yang lebih sehat dalam keluarga. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan angka stunting di daerah tersebut.
IMPLEMENTASI EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN SETIAWARGI TASIKMALAYA
Saragih, Marianawati;
Naning Hadiningshih;
Edri IndahNur Edi;
osni Herlani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.664
Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan tekanan darah seseorang berada di atas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolic. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tenaga pelaksana gizi dan koordinator penyakit tidak menular belum pernah ada pemberian informasi atau penyuluhan tentang pemanfaatan buah pisang ambon yang dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita penyakit hipertensi. Permasalahan pada mitra belum maksimal dalam pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi perlu diwujudkan di masyarakat dengan partisipasi dan komitmen dari seluruh warga. Metode yang diberikan kepada masyarakat berupa edukasi penyuluhan dalam upaya penanggulangan hipertensi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi, mengenai pemanfaatan pangan lokal, seperti pisang ambon, sebagai salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah. Hasil melalui tahapan edukasi yang dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pemanfaatan pangan lokal, khususnya pisang ambon untuk menurunkan tekanan darah, adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam kegiatan yang akan berkontribusi pada keberhasilan program dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat.
The OPTIMALISASI PEMANFAATAN MEDIA AUDIOVISUAL GENETICS “GENERASI REMAJA TERBEBAS DARI PELECEHAN SEKSUAL” SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN
Kurnia, Herni;
Nunung Mulyani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.667
Prevalensi kekerasan terhadap perempuan sebesar 33% di wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia (2021) mencapai 338.496 jiwa, dengan 33,7% terjadi dalam bentuk kekekerasan seksual. Sebanyak 31% remaja usia 13-17 tahun menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia. Di Jawa Barat mencapai 964 kasus. Penambahan kasus tertinggi di wilayah Provinsi Jawa Barat tahun 2020-2021 berada di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya (2022), sebanyak 33 kasus kekerasan pada perempuan dimana 51.5% diantaranya merupakan pelecehan seksual. Kasus pelecehan seksual di Kota Tasikmalaya yang terlaporkan terjadi di lima kecamatan dengan prevalensi kasus terbanyak di kecamatan Kawalu. Salah satu upaya pencegahan kekerasan seksual dengan memberikan pendidikan kesehatan seksual dan pencegahan pelecehan seksual kepada remaja. Hasil studi pendahuluan terhadap 10 remaja di SMPT Bugelan Kawalu, sebanyak 90% belum pernah mendapatkan promosi kesehatan pencegahan pelecehan seksual, 65% tidak mengetahui dampak pelecehan seksual, sebanyak 90% menyatakan promosi kesehatan pencegahan pelecehan seksual itu penting, dan 80% memilih metode audiovisual dalam pemberian promosi Kesehatan. Solusi permasalahan antara lain melakukan Pendidikan Kesehatan dengan media audiovisual GENETICS‘ dan pembentukan duta GENETICS. Hasil nya adalah terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan serta terbentuknya duta GENETICS. Adapun luaran wajib kegiatan PKM ini sudah tercapai yaitu telah submit publikasi Jurnal ilmiah, telah publikasi melalui media cetak Radar Tasikmalaya, adanya video kegiatan, dan Peningkatan pengetahuan remaja agar terbebas dari pelecehan seksual. Sedangkan luaran tambahan nya adalah telah terbitnya buku saku ber-ISBN dan telah keluarnya Hak Cipta Video Kegiatan Pengabdian Masyarakat.
OPTIMALISASI PERAN KADER REMAJA DALAM PEMANFAATAN APLIKASI SIHATI UNTUK PENINGKATAN PERILAKU SEHAT
Nita Nurvita;
Siti Saadah Mardiah
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.669
Masa remaja merupakan salah satu masa yang paling kritis dalam siklus kehidupan manusia. Remaja merupakan titik awal untuk mempersiapkan proses reproduksi yang sehat. Bimbingan dan informasi yang tidak benar pada masa ini seringkali dapat berpengaruh pada masa depan remaja. Berdasarkan informasi dari puskesmas kahuripan bahwa pelaksanaan program kesehatan remaja belum dilaksanakan secara optimal, pengetahuan kader remaja tentang kesehatan reproduksi sebagian besar dalam kategori cukup, belum terpapar materi kesehatan reproduksi remaja, konseling teman sebaya/peer group di posyandu remaja belum di laksanakan, kegiatan posyandu remaja baru terbatas penimbangan BB, pengukuran TB, Tensi, pengukuran LILA, dan belum melakukan penyuluhan kesehatan secara terprogram/terjadwal. Berdasarkan hal tersebut perlu untuk mengoptimalkan peran kader remaja untuk meningkatkan pengetahuan menggunakan aplikasi berbasis android Sihati sebagai sumber referensi dalam memberikan informasi kesehatan kepada remaja. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2024 bertempat dikampus Poltekkes Tasikmalaya. Tahap kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pemberian Pendidikan Kesehatan mengenai Kesehatan reproduksi pada kader remaja dan sosialisasi aplikasi berbasis android SiHati (Sistem Informasi Sehat Reproduksi). Setelah dilakukan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan kader remaja mengenai Kesehatan reproduksi terlihat dari rata-rata pengetahuan awal ada pada kategori cukup 58,3% menjadi kategori baik 100%. Semua kader remaja sudah terpapar aplikasi SiHati dan sudah bisa menggunakannya. Pada tanggal 13 oktober dan 3 November 2024 sudah dilakukan implementasi kader remaja dalam pemanfaatan aplikasi SiHati dalam melakukan edukasi kepada remaja/teman sebaya. Kegiatan sudah terpublikasi dalam media elektronik Youtube Poltekkes Tasikmalaya. Saran untuk keberlanjutan Kegiatan adalah diperlukan pendampingan kader remaja dalam menstranfer ilmu dan mensosialisasikan aplikasi SiHati kepada remaja lainnya.
EDUKASI MOBILE JKN SEBAGAI UPAYA MENUJU UNIVERSAL HEALTH COVERAGE DI PUSKESMAS LARANGAN KOTA CIREBON
Totok Subianto;
Bambang Karmanto;
Bhakti Aryani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.670
BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional dengan target seluruh warga negara, atau disebut Universal Health Coverage. Terobosan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan layanan kepada peserta adalah aplikasi mobile JKN. Aplikasi tersebut merupakan kanal layanan kesehatan tanpa tatap muka berbasis digital. Layanan pada aplikasi tersebut adalah pendaftaran pasien di fasilitas kesehatan. Puskesmas Larangan Kota Cirebon telah menerapkan pendaftaran rawat online dengan menggunakan aplikasi mobile JKN dengan kunjungan pendaftaran pada bulan Oktober tahun 2024 sebesar 11,2%. Capaian tersebut belum sesuai dengan yang ditargetkan oleh BPJS Kesehatan wilayah Cirebon sebesar 15%. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran peserta BPJS Kesehatan untuk melakukan pendaftaran layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama(FKTP). Metode pelaksanaan adalah melalui sosialisasi di ruang tunggu dan pendampingan pendaftaran akun mobile JKN di Puskesmas Larangan Kota Cirebon. Hasil kegiatan adalah telah dilakukan edukasi di ruang tunggu pendaftaran pasien dan ruang tunggu pelayanan. Layanan pembuatan akun sebanyak 22 orang, dengan hasil 7 orang berhasil dan 15 orang gagal. Sebagian besar kegagalan (8 orang) disebabkan karena pada handphone tidak terdapat pulsa sehingga OTP tidak bisa terkirim.
RUMAH SEHAT BER-PHBS, CEGAH STUNTING SEBELUM GENTING!
MF, M. Yusuf;
Zainul Ikhwan
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/emass.v7i1.714
Sumber Daya Manusia yang unggul merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun, penyiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan masalah stunting. Jumlah kasus stunting di Kota Tanjungpinang tahun 2023 sebanyak 353 anak usia bawah lima tahun dan 50 anak usia dua tahun, dengan kasus tertinggi berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur. Program cegah dan tangani stunting di Tanjungpinang Timur lebih didominasi pada upaya perbaikan gizi cukup dan seimbang, sementara untuk faktor kesehatan lingkungan belum optimal dilakukan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan internalisasi dan sosialisasi sanitasi lingkungan rumah dan PHBS sebagai upaya dalam pencegahan stunting pada ibu menyusui dan ibu baduta/balita. Metodologi kegiatan ini mencakup penjajakan, survei lokasi, koordinasi dengan mitra kegiatan, persiapan pelaksanaan kegiatan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi kegiatan. Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Hasil rekapitulasi penilaian rumah sehat peserta menunjukkan bahwa hanya 3 variabel kriteria rumah sehat yang diterapkan di rumah peserta, sedangkan hasil penilaian penerapan 10 pilar PHBS menunjukkan bahwa hanya 2 variabel PHBS yang sudah diterapkan oleh keluarga peserta. Kegiatan internalisasi dan edukasi rumah sehat ber-PHBS sebagai upaya cegah stunting sebelum genting, telah memberikan sumbangsih serta manfaat yang positif bagi peserta dengan peningkatan pengetahuan dan pemahaman sebesar 90-100%. Upaya intervensi dan program keberlanjutan seperti pembentukan kader sanitarian Posyandu, program konseling rumah sehat, dan implementasi PHBS dalam tatanan rumah tangga sangat diperlukan untuk mendukung Indonesia Bebas Stunting 2030 dan Indonesia Emas 2045.