cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 104 Documents
The PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PERDARAHAN POST PARTUM MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PIJAT PERINEUM Gustini, Sri; Silalahi, Uly Artha; Asrulah, Nurasmah
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.729

Abstract

Kematian ibu merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. 40% kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan postpartum. Salah satu penyebabnya adalah adanya robekan pada perineum atau Rupture Perineum.1 Tahun 2015 terdapat 2,7 juta kasus ruptur perineum di seluruh dunia. Di Indonesia, kejadian rupture perinuem pada golongan umur 25-30 tahun yaitu 24%, sedangkan pada ibu bersalin usia 32-39 tahun sebesar 62%.2 di Wilayah kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya pada tahun 2022 terdapat 61 orang dari 669 ibu bersalin (10%) mengalami rupture perineum. Maka dari itu diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya rupture perineum, salah satu caranya adalah dengan pemijatan perineum. Kader posyandu merupakan salah satu sumber daya manusia yang dapat diberdayakan sesuai dengan perannya dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil dan pendampingan keluarga ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan. Maka perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penatalaksanaan pencegahan rupture perineum. Pengabdian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan kader tentang pijat perineum sebelum dan sesudah pelatihan, serta melatih kader melakukan praktik pijat perineum. Metode yang dilakukan yaitu pemberian pendidikan kesehatan dan informasi tentang Pijat perineum dilanjutkan dengan pelatihan pijat perineum pada phantom. Setelah dilakukan edukasi, terdapat peningkatan pengetahun kader tentang pijat perineum dengan nilai rata rata 67,5 pretes dan 82 postes. Setelah dilakukan demo pijat perineum Kader dapat melakukan/mempraktekkan Pijat Perineum Pada Phantoom dengan nilai rata rata 85,47.
PEER EDUCATION KARTU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH RUTIN (KARTINITIN) SEBAGAI UPAYA PENEGAHAN DAN PENANGANAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK N 1 GADINGREJO Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian; Salsabilla, Arina; Rahmadani, Syafika Zahra; Wiyana, Alda
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.735

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Kadar hemoglobin yang normal bagi remaja putri adalah sekitar 12g/dl. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan terkait anemia kepada remaja putri dan mengkoordinasi konsumsi tablet tambah darah secara rutin melalui edukasi kepada remaja putri. Metode yang digunakan yaitu peer educator dengan menggunakan media power point dan kartu kendali (KARNITIN). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, terbukti dari nilai pre test lebih rendah dibandingkan nilai post test, 33 orang siswi memiliki peningkatan nilai dan 6 orang siswi memiliki nilai tetap. Hasil uji beda antara pre test dan post test pada kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dengan sesudah dilakukan kegiatan edukasi berdasarkan nilai (p value <0.05). Kata kunci: anemia, peer educator, kadar hemoglobin
PENYULUHAN KECEMASAN KESEHATAN DI KELURAHAN PLOMBOKAN, KOTA SEMARANG Wulansari, Ni Made Ayu; sari, Rinda Intan; ardiyanti, anis
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.764

Abstract

Kecemasan Kesehatan adalah salah satu masalah psikososial yang dialami penyakit kronis. Pada hasil penelitian kami, dari rentang usia lanjut usia dan dewasa menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 50 persen yang mengalami kecemasan kesehatan. Kecemasan Kesehatan merupakan kekhawatiran yang muncul karena penyakit yang diderita, kekhawatiran ini menyebabkan penderita penyakit kronis menjadi takut untuk berobat dan melakukan pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah berupa kegiatan penyuluhan pada penderita lanjut usia dan dewasa penyakit kronik. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dengan dilakukan penyuluhan penanganan untuk mengurangi kecemasan Kesehatan di Kelurahan Plombokan. Penanganan yang diajarkan adalah terapi menulis dan terapi bibliotherapy. Melalui penyuluhan yang dihadiri 47 orang. diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para audience mengenai kecemasan kesehatan serta dapat mempraktikan terapi tersebut ketika mengalami kecemasan Kesehatan. Hal ini dapat menjadi tindakan preventif dalam mencegah berkembangnya masalah psikososial di masyrakat.
PEMBERDAYAAN PERAN REMAJA DALAM PROGRAM PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI Sholihah, Andri
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.787

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Program pemberdayaan yang dilaksanakan tim dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta bersama PASHMINA (Pusat Kesehatan Remaja Nasyiatul Aisyiyah) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Cabang Masaran, Kabupaten Sragen ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi, dengan fokus pada pencegahan masalah kesehatan seperti infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak direncanakan, serta kesehatan mental. Melalui pendekatan berbasis komunitas dan partisipasi aktif dari remaja, program ini berperan dalam membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan sosial yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI KOTA SURAKARTA Sari, Fajar Yunita; Nur Kholish Majid; Dewi Laraswati; Pelangi Pagi Kalimasadha; Muh Arsy Al Shammy; Ika Sumiyarsi Sukamto
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.866

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana nilai z-score tinggi badan menurut umur berdasarkan standar pertumbuhan berada di bawah -2 standar deviasi. Menurut data Riskesdas prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2018 masih cukup tinggi yaitu sebesar 30,8%. Faktor penyebab terjadinya stunting dimulai sejak masa kehamilan akibat kekurangan nutrisi pada masa tersebut hingga usia 2 tahun. Status gizi ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin yang dapat berdampak terhadap kehidupan selanjutnya apabila terjadi kekurangan nutrisi. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan gizi makro dan mikronutrien yang kompleks untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi serta balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap stunting, nutrisi, dan manfaat daun kelor. Metode yang digunakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif berupa pemberian materi, diskusi, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita sebanyak 30 orang di Posyandu Panti ASih I RW 09 wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta. Sebelum kegiatan, 59,4% peserta berada pada kategori pengetahuan sangat baik, dan meningkat menjadi 90,6% setelah kegiatan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Monitoring dan evaluasi kegiatan perlu dilaksanakan guna mendukung komitmen keberlanjutan program, serta memperkuat kerjasama mitra dengan institusi dalam upaya memberdayakan masyarakat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
MENINGKATKAN KESADARAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT MELALUI MOBIL EDUKASI KELILING DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS Cahyati, Yanti; Eka Mardiani, Dita; Rubiyanti, Rani; Diana, Helmi; Rosalia, Vani; Astiriani, Endang; Pega, Suci; Chandra Permana, Ridwan
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.867

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang penting dalam kehidupan seseorang. Seseorang mampu menjaga kesehatannya bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin. Hal yang bisa dilakukan diantaranya adalah melakukan deteksi dini berbagai penyakit seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, dan lainnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat Kesehatan Masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat melakukan Mobil Edukasi Keliling (Mobiling) “Hayu Tasik Sehat” yang dilakukan di Taman Kota Tasikmalaya. Metode pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan Melakukan pemeriksaan Kesehatan secara gratis dan edukasi Kesehatan penyakit tidak menular dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini mendapatkan respon positif dari Masyarakat umum dan pemerintah setempat serta terdapat 66 responden yang mengikuti kegiatan ini didapatkan 18 orang mengalami hipertensi derajat I, 2 orang mengalami gula darah tinggi (>200 mg/dL), 5 orang mengalami kolesterol tinggi (>200 mg/dL).
PENGUATAN PERAN IBU DALAM PERAWATAN HOLISTIK ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Pertiwi, Nisa Indah; Ranisa Kautsar Tristi; Raisa Karima; Maghfira Assyifa Amandinta Azzahra; Rahmadini Faricha Hakim; Annisa Rusdi; Siska Bradinda Putri Sudirman; Ridho Akbar Syafwan; Nia Ayuni Putri; Ikky Nabila Nandinanti; Sm Rezvi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.872

Abstract

Anak dengan cerebral palsy (CP) membutuhkan perawatan jangka panjang dan dukungan dari orang tua, terutama ibu sebagai caregiver utama. Di Kota Padang, Sumatera Barat, Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) menjadi wadah pendampingan anak dengan cerebral palsy, tapi layanan yang tersedia masih memiliki keterbatasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran ibu dalam perawatan secara holistik anak dengan cerebral palsy melalui pendekatan edukasi komprehensif berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri dari lima tahap, yaitu studi pendahuluan, identifikasi masalah, pengembangan program, penerapan program, dan evaluasi program menggunakan model evaluasi Kirkpatrick pada level 1 (reaction) dan level 2 (learning). Edukasi melibatkan tim multidisiplin dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik relaksasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta serta respon positif terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi holistik berbasis komunitas dapat dilakukan untuk penguatan peran ibu dalam perawatan anak cerebral palsy serta kemitraan dengan komunitas dalam menjangkau sasaran secara tepat dan berkelanjutan.
EDUKASI PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN GIGI UNTUK ANAK SDN 101827 Fakhita Aulia Ghaida; Nasution, Azhari Akmal; Fitria Revalina; Situmorang, Mutiara Ayu; Hasibuan, Rapotan
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.891

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara menyeluruh. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SDN 101827 tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi melalui edukasi interaktif. Kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi menyikat gigi, permainan edukatif, serta evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa: dari rata-rata nilai pretest 70 menjadi 89 setelah posttest. Kegiatan ini terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan sehat pada anak sekolah dasar.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 06 PIAI TANGAH Putri, Nayala Meivia; Tara Naidhatul Ashar; Nurya Fara Fariska; Nayala Meivia Putri; Mutiara Dwi Irwin Syah Putri; Dwi Hidayatun Amanda; Aisyah Salsabila
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.907

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar tentang pencegahan stunting di SD Negeri 06 Piai Tangah, Padang. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif, diskusi, dan permainan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya gizi seimbang, pola hidup bersih, dan cara mencegah stunting. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting sejak dini dan dapat direplikasi di sekolah dasar lain sebagai strategi edukasi kesehatan masyarakat.
MENINGKATKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SD ISLAM TERPADU AL-HIJRAH MEDAN alfiyah, shafira; Syahlin, Fazra Ulya; Zalfa syahirah gultom; Maharani, Adelia Putri; Hasibuan, Rapotan
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.938

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu pilar terkuat dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), karena mampu secara langsung mencegah penyebaran berbagai penyakit menular yang berisiko tinggi terjadi pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan edukatif mengenai pentingnya CTPS dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas V di SD Islam Terpadu Al-Hijrah Medan. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukatif. Materi disampaikan melalui media visual seperti poster dan video animasi yang menarik dan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test, yang menandakan bahwa metode edukasi visual-interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap praktik CTPS. Studi ini menegaskan bahwa penguatan kebiasaan CTPS di sekolah, sebagai bagian esensial dari PHBS, sangat penting untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak dini.

Page 10 of 11 | Total Record : 104