cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Faktor Internal dan Eksternal terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja SMA dan SMK Di Kota Bengkayang Robertus Richard Louise; Mardjan Mardjan; Abduh Ridha
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.384 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i1.5

Abstract

Abstract: Internal And External Factors And Adolescent Premarital Sexual Behavior Among Students Of Public Senior High Schools And Vocational Schools Of Bengkayang. This study aimed at discovering the correlation of internal and external factors, and adolescent premarital sexual behavior among students of SMA and SMK Negeri of Bengkayang in 2003. A method uses an analytical design and cross-sectional approach was carried out in this study. The samples were 220 respondents from 3 senior high schools (SMA Negeri 1, 2, and 3) and 1 vocational school (SMK Negeri 3) in Bengkayang. The study showed that there were correlation of knowledge (p=0,011; PR=1,823), attitude (p=0.003;PR=1,983), nightlife (p=0.000; PR=2,417), and premarital sexual behavior. On the other hand, there was no correlation between peer relationship (p=0.214; PR= 1,385), media and information (p=0.439; PR=1,206), and premarital sexual behavior.Abstrak : Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja SMA dan SMK Di Kota Bengkayang. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan perilaku seks pranikah remaja SMA Negeri dan SMK Negeri di Kota Bengkayang Tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan yaitu bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, besar sampel dalam penelitian ini adalah 220 responden yang berasal dari SMA Negeri 1,2,3 dan SMK Negeri 3 di Kota Bengkayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,011; PR = 1,823), sikap (p = 0.003; PR = 1,983), hiburan malam (p = 0.000; PR = 2,417) terhadap perilaku seks pranikah. Tidak ada hubungan antara pergaulan teman sebaya (p = 0.214; PR = 1,385), dan media informasi (p = 0.439; PR = 1,206) terhadap perilaku seks pranikah. 
Perbedaan Kadar Glukosa Darah pada Plasma Edta dan Serum dengan Penundaan Pemeriksaan Apriani Apriani; Alfita Umami
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.469 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.126

Abstract

Abstract: Differences Of Blood Glucose Conditions In Plasma Edta And Serum With Delay Inspection. Blood glucose examination in the laboratory is used to determine blood glucose levels in the body. The delay in the examination can cause a decrease in blood glucose levels, so the results obtained do not match the actual state of the body. This study aims to determine the difference between blood glucose levels in EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid) and serum plasma samples that are directly examined and delayed for two hours. This research was conducted using experimental observation method that is an observation of clinical laboratory by measuring blood glucose level using photometer and GOD-PAP (glucose oxidase) method. The statistical test was performed using Z test for two free samples. The results of serum and plasma blood glucose examination in this study showed an average value of glucose levels with EDTA plasma directly examined 89.18 mg/ dl delayed 86.60 mg/ dl and serum directly examined 92.20 mg/ dl delayed 89, 54 mg/ dl. Decreased blood glucose levels delayed two hours in plasma 2.9%, serum 2.7%. The data concluded that there was no significant difference between blood glucose levels using EDTA and serum plasma samples.Abstrak: Perbedaan Kadar Glukosa Darah Pada Plasma Edta Dan Serum Dengan Penundaan Pemeriksaan. Pemeriksaan glukosa darah di Laboratorium digunakan untuk mengetahui kadar glukosa darah di dalam tubuh. Penundaan waktu pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan kadar glukosa darah, sehingga hasil yang didapat tidak sesuai dengan keadaan tubuh yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kadar glukosa darah pada sampel plasma EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid) dan serum yang langsung diperiksa dan ditunda selama dua jam. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi eksperimental yaitu pengamatan laboratorium klinik dengan mengukur kadar glukosa darah menggunakan fotometer dan metode GOD-PAP (Glukosa Oksidase). Uji statistik dilakukan dengan menggunakan uji Z untuk dua sampel bebas. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah serum dan plasma dalam penelitian ini menunjukan nilai rata-rata kadar glukosa dengan plasma EDTA yang langsung diperiksa 89,18 mg/dl ditunda 86,60 mg/dl dan serum yang langsung diperiksa 92,20 mg/dl ditunda 89,54 mg/dl. Penurunan kadar glukosa darah yang ditunda dua jam pada plasma 2,9%, serum 2,7%. Data tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan  kadar glukosa darah pada serum dan plasma antara yang ditunda dengan yang langsung diperiksa.
Gizi Kurus (Wasting) pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pontianak Rochmawati Rochmawati; Marlenywati Marlenywati; Edy Waliyo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.343 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.68

Abstract

Abstract: Wasting in Children at work area of Puskesmas Pontianak City. This study aimed to figure out the risk factors of wasting in Children at work area of Puskesmas Saigon and Puskesmas Perumnas II. A case-control method, as well as a purposive sampling technique, was carried out in this study. As many as 66 respondents were divided into 2 groups (33 cases group and 33 control group). The data were analyzed by using Chi-square test. The study revealed two findings. First, there were significant correlation of infectious disease (p= 0,003, OR=5,714 with CI 95%=1,925-16,965), exclusive breast feeding(p= 0,021, OR=3,946 with CI 95%=1,343-11,800), complete immunization(p= 0,025, OR=3,619 with CI 95%=1,290-10,150). Second, there was no correlation of carbohydrate intake(p= 0,577, OR=1,688 with CI 95%=0,524-5,438), protein intake (p= 1,000, OR=1,134 with CI 95%=0,425-3,026),and the incidence of wasting in Children at work area of Puskesmas Saigon and Puskesmas Perumnas II.Abstrak : Gizi Kurus (Wasting) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurus di wilayah kerja Puskesmas Saigon dan Puskesmas  Perumnas II. Jenis penelitian adalah Case control dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 66 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 33 kasus dan 33 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi (p = 0,003, OR = 5,714 dengan CI 95% = 1,925-16,965), ASI eksklusif (p = 0,021, OR = 3,946 dengan CI 95% = 1,343 – 11,800), dan kelengkapan imunisasi (p = 0,025, OR = 3,619 dengan CI 95% = 1,290-10,150). Variabel yang tidak berhubungan asupan karbohidrat (p = 0,577, OR = 1,688 dengan CI 95% = 0,524-5,438) dan asupan protein (p = 1,000, OR = 1,134 dengan CI 95% = 0,425-3,026) dengan kejadian gizi kurus di Wilayah Kerja Puskesmas Saigon dan Puskesmas Perumnas II.
Determinan Terjadinya Penyakit Diare Akut pada Balita Di Wilayah Pesisir (Studi Kasus Desa Sungai Kakap dan Desa Tanjung Saleh) Selviana Selviana; Wike Widowati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.996 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.32

Abstract

Abstract: The Determinant of Acute Diarrhea In Toddlers Genesis Coastal (Case Study in the village of Sungai Kakap and Tanjung Saleh). The research aims to determine the factors associated with acute diarrhea in toddlers genesis coastal (Case study in the village of Sungai Kakap and Tanjung Saleh). The research method is observational with a case-control design. The population in this study were all toddlers in the village of Sungai Kakap and Tanjung Saleh. Result show that there are several variables that  associated with diarrhea that was knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.008), behaviour (p = 0.008), latrine (p = 0.000). While the variables that not correlate with the incidence of diarrhea was waste disposal (p = 0.616) and clean water facility (p = 0.736).Abstrak : Determinan Terjadinya Penyakit Diare Akut Pada Balita Di Wilayah Pesisir (Studi Kasus Desa Sungai Kakap dan Desa Tanjung Saleh). Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada balita di Wilayah Pesisir (Studi Kasus di Desa Sungai Kakap dan Desa Tanjung Saleh). Penelitian dilakukan dengan pendekatan Case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000 dan OR = 7,560), sikap (p value= 0,008 dan OR = 8,069), perilaku (p value = 0,008 dan OR = 3,776), jamban (p value = 0,000 dan OR = 2,723) dengan kejadian diare akut pada balita di wilayah terisolir tahun 2015. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,046 dan OR = 2,723), Pembuangan Sampah (p value = 0,616 dan OR = 3,158), dan Sarana Air Bersih (p value = 0,736 dan OR = 0,631) dengan kejadian diare akut pada balita di Wilayah Terisolir Tahun 2015.
Media Whatsapp Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Fitri Eka Nurhasanah; Yanuarti Petrika; Sopiyandi Sopiyandi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.644 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.992

Abstract

Penyakit diabetes melitusmerupakankumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang ditandai denganmeningkatnyakadar glukosa darah akibat kekurangan insulin. Penggunaan aplikasi whatsapp groupsebagai sarana pemberian edukasi sangat bermanfaat dan membantu dalam proses berkomunikasi, memberi dan menerima informasi. Tujuan penelitian inin untuk menganalisis pengaruh edukasi menggunakan media Whatshapp terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu RSUD Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimentaldenganone group pretest posttestuntuk melihat pengaruhedukasi menggunakan media whatsappterhadappengetahuan dan kepatuhan diet  pasien diabetes melitus tipe 2. Intervensi yang diberikan berupa poster dan teks penjelasan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Juli 2021.Berdasarkan uji Wilcoxonuntuk pengetahuan gizi dengan p-value 0,000 yang artinya ada perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media Whatsapp. Beradasarkan uji Paired t-test dengan p-value 0,000 yang artinya ada perbedaan kepatuhan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media Whatsapp.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan gizi dan kepatuhan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media whatsapppada pasien DM tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN Pediculosis capitis PADA SANTRI PUTRI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) DI PESANTREN X KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR dhaifina farah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.881 KB)

Abstract

Pediculus humanus capitisatau yang biasa dikenal dengan sebutan kutu kepala merupakan ektoparasit penyebab infeksi pada kulit kepala yang menyebabkan penyakit Pediculosis capitis.Pediculus humanus capitismenyerang kulit kepala dimana telurnya sering dijumpai pada regio occipital dan retro auricular. Gatal merupakan gejala utama dari Pediculosis capitis. Salah satu faktor penyebab Pediculosis capitisadalah personal hygienedan tingkat pengetahuan seseorang terhadap Pediculosis capitis. Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan personal hygienedengan kejadian Pediculosis capitispada santri putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur hubungan. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan personal hygienesubjek penelitian sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian Pediculosis capitispada santri putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur. Sebanyak 98,3% subjek penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit Pediculosis capitisdan 94,2% subjek penelitian memiliki personal hygieneyang baik tentang penyakit Pediculosis capitis. Uji statistik yang telah dilakukan tidak terdapat hubungan yang bermakna pada kedua variabel dengan nilai p>0,05. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan personal hygienedengan kejadian Pediculosis capitispada santri putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur.          
Efektivitas Pemberian Jus Nanas dan Jus Pepaya Sebagai Pendamping ARV dalam Meningkatkan Kadar CD4 Puspa Wardhani; Nurbani Nurbani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.186 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.59

Abstract

Abstract: Effectiveness of Pineapple and Papaya Juice as Side ARV in Improving CD4 Levels.This research was aim to determine the effect of the compounds bromeilin enzyme in pineapple and contains the enzyme papain in papaya fruit in increasing CD4 towards HIV patients. This research was quasi-experimental. The results showed differences in levels of CD4 significant difference before and after treatment between groups with p = 0.014 and found significant differences between CD4 levels before and after administration of pineapple juice and papaya juice in the intervention group with a value of p = 0.016. It can be concluded therapy pineapple juice and papaya juice effectively increase CD4 levels of HIV in the Rose Clinic Hospital Dr. Abdul Aziz Singkawang.Abstrak: Efektivitas Pemberian Jus Nanas Dan Jus Pepaya Sebagai Pendamping ARV dalam Meningkatkan Kadar CD4 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan enzim bromeilin dalam buah nanas dan kandungan enzim papain dalam buah pepaya dalam meningkatkan kadar CD4 penderita HIV. Penelitian ini bersifat eksperimental semu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan selisih kadar CD4 yang bermakna sebelum dan sesudah perlakuan antar kelompok dengan nilai p = 0,014 dan didapatkan perbedaan kadar CD4 yang bermakna diantara sebelum dan sesudah pemberian jus nanas dan jus pepaya pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,016. Dengan demikian dapat disimpulkan pemberian terapi jus nanas dan jus pepaya efektif meningkatkan kadar CD4 penderita HIV di Klinik Mawar RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang. Hasil penelitian ini disumbangkan pada pemberian konseling penderita HIV di Klinik Mawar khususnya pada saat jadwal rutin/tertentu.
Perbedaan Tumbuh Kembang Antara Bayi Usia 6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif Dan Susu Formula Asfian Asfian
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.557 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.23

Abstract

Abstract: Differences In Growth Among Infants Aged 6 Months Who Were Breastfed Exclusively With Infants Aged 6 Months Who Were Given Formula Milk. The aims of this research were to determine differences in growth and development which include, weight, height, nutritional status, and psychosocial development among infants exclusively breastfed and formula milk. This research is an observational research with cross-sectional design, the number of samples is 60 infants (32 exclusively breastfed infants and 28 infants given formula) samples taken by random sampling. Collecting data through interviews and direct observation. Data analysis using univariate analysis, the bivariate statistical tests, and chi-square test. The results showed there’s no significant difference between weight, height, and nutritional status of infants that given exclusively breastfed to infants that given formula milk. There are significant differences between the psychosocial developments of infant age 6 months old who were given exclusively breastfed and formula milk (P=0,027)Abstrak: Perbedaan Tumbuh Kembang Antara Bayi Usia 6 Bulan Yang Diberi ASI Eksklusif Dan Susu Formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tumbuh kembang yang meliputi, berat badan, Tinggi Badan, Status Gizi, dan Perkembangan Psiko-sosial antara bayi yang diberi ASI Eksklusif dan Susu Formula. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain Cross sectional, jumlah sampel 60 orang bayi (32 bayi ASI Eksklusif dan 28 bayi Susu Formula) sampel diambil secara random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi langsung. Analisa data menggunakan analisa  univariat, bivariat dengan uji statistik t test dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada.  perbedaan yang bermakna antara berat badan, tinggi badan dan status gizi bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan bayi yang diberi Susu Formula. Ada perbedaan yang bermakna antara perkembangan Psiko-sosial bayi usia 6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dengan Bayi usia 6 bulan yang diberi Susu Formula(P=0,027). 
RELATIONSHIP BETWEEN HEMATOCRIT, PLATELETS AND PLATELET-TO-LYMPHOCYTE RATIO WITH LENGTH OF STAY IN CHILDREN WITH DHF Sari Rahmayanti
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.606 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i1.659

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still health problem in Indonesia. DHF cause big impact to public health and create economic problems. The purpose of this study was to determine the relationship between hematocrit, platelet and platelet-to-lymphocite ratio with the length of stay of children with DHF who were treated at the Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Hospital throughout 2019. This study was conducted with cross-sectional design and the data was obtained from the medical records in Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Hospital. The sample’s data was collected using total sampling method with a sample size of 79 people.  The data were analyzed using Mann-Whitney test and Pearson test. This study found there is relationship between hematocrit (p=0,000) with length of stay in children with DHF and no significant relationship between platelets (p=0.173) and platelet-to-lymphocyte ratio (p=0.319) with length of stay in children with DHF.
TOTAL FENOL, FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK LIMBAH KULIT LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Baker) Mulyanita Mulyanita
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.179 KB)

Abstract

Tanaman lidah buaya merupakan komoditas unggulan yang tumbuh dengan baik di lahan gambut. Jenis lidah buaya yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah (Aloe chinensis Baker) yang banyak terdapat di daerah Pontianak. Seiring dengan meningkatnya industri lidah buaya menyebabkan adanya limbah padat berupa kulit yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Lidah buaya mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, flavonoid dan potensi antimikroba ekstrak limbah kulit lidah buaya yang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut polar (aquadest, etanol 70%), semi polar (etil asetat) dan non-polar (n-heksan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan (RAK). Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 5%. Hasil menunjukkan, ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat memiliki kandungan total fenol tertinggi pada ketiga jenis pelarut yaitu sebesar 4,088 µg GAE/mg, dan total flavonoid sebesar 12,376 µg QE/mg. Perlakuan terbaik untuk aktivitas antimikroba terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa terdapat pada ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 11,667 mm.

Page 3 of 17 | Total Record : 169