cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri Mempengaruhi Stres Kerja Pada Tenaga Kesehatan Wenny Rahmawati; Dwi Norma Retnaningrum
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.457 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.968

Abstract

Wabah Covid-19 menyebabkan berbagai gangguan psikologis yang telah dilaporkan dan dipublikasikan salah satunya yaitu stres kerja tenaga kesehatan. Kecerdasan emosional dan efikasi diri adalah salah satu faktor yang menentukan kualitas kerja tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik apabila mempunyai kecerdasan emosional dan efikasi diri yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap stres kerja pada tenaga kesehatan RSIA MH Kota Malang dan dilakukan selama bulan Juni-Juli 2021. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectionaldengan jumlah 66 responden. Instrument penelitian menggunakan 3 kuesioner. Analisis data menggunakan uji multiple correlation.Hasilnya didapatkan tenaga kesehatan RSIA Melati Husada dengan kecerdasan emosional rendah sebesar 40,9%, efikasi diri rendah yaitu 53% dan stres kerja sedang (53%). Analisis menggunakan uji korelasi hubungan kecerdasan emosional dan stres kerja didapatkan nilai r hitung  = - 0,316 dan hubungan antara efikasi diri dengan stress kerja r hitung = -0,347.Tingginya kecerdasan emosional maka akan di ikuti oleh rendahnya stres kerja. Tingginya efikasi diri maka akan di ikuti oleh penurunan stres kerja.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI REMAJA PUTRI Tri Budi Rahayu
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.372 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.158

Abstract

Kelompok umur remaja menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut “adolescence growth spurt”, sehingga memerlukan zat – zat gizi yang relative besar jumlahnya. Remaja putri sebagai calon ibu di masa depan memiliki kerentanan dalam masalah gizi karena remaja putri mengalami menstruasi awal dalam fase hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola makan, aktivitas fisik, body image, dan depresi dengan status gizi remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi sederhana dengan metode survey secara cross-sectional. Data penelitian diolah menggunakan program komputer dan diuji menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung 2,711, sedangkan F tabel sebesar 2,434, sehingga didapatkan nilai F hitung > F tabel maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh secara signifikan antara pola makan, aktivitas fisik, body image, dan depresi secara bersama-sama terhadap status gizi remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh angka R2 (R Square) sebesar 0,069 atau (6,9%). Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh pola makan, aktivitas fisik, body image, dan depresi terhadap status gizi remaja putri sebesar 6,9%, sedangkan sebesar 93,1% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak balita (1-3 Tahun) Didik Hariyadi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.304 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.64

Abstract

Abstract: Supplement Intake Not Determinants Stunting Events Children (1-3 Years). This study aims relationship supplement intake with the incidence of stunting among Children aged 1-3 years who live in urban areas Kubu Raya. An observational study with the cross-sectional design. The research was conducted in Kubu Raya in August to November 2014. Measurement of nutritional status using indicators PB/U. Supplement intake asked to interview. Statistical analysis was performed using Chi-square test.The results showed the percentage of stunting in Children aged 1-3 years in the amount of 39.51%.The most consumed form of supplements which are of the type syrup as much as 34.6% of 82.7% respondents toddler supplements. No significant relationship exists between supplement intake with the incidence of stunting in Children aged 1-3 years in the urban area of Kubu Raya.Abstrak: Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak balita (1-3 Tahun). Penelitian ini bertujuan hubungan asupan suplemen dengan kejadian stunting pada anak balita usia 1-3 tahun yang tinggal di daerah urbanKubu Raya. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya pada bulan Agustus sampai November 2014. Pengukuran status gizi menggunakan indikator PB/U. Asupan suplemen ditanyakan dengan wawancara. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Chi square.Hasil penelitian menunjukan persentase kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun yaitu sebesar 39,51%. Sebanyak 82.7% balita responden mengonsumsi suplemen, dengan bentuk suplemen yang terbanyak dikonsumsi adalah dari jenis sirup sebanyak 34.6%.Tidak ada hubungan yang bemakna antara asupan suplemen dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun di daerah urban Kubu Raya.
Sikap dan Komunikasi Bidan terhadap Tingkat Kepuasan Ibu Hamil pada Pelaksanaan Antenatal Care Agatha Maria
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.673 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.28

Abstract

Abstract: The Relationship Between The Attitude And The Communicative Skill Of The Midwife And The Mother’s Satisfaction On The Antenatal Care. The aims of this research were to determine the relationship between the attitude and the communicative skill of the midwife with the mother’s satisfaction level on the implementation of Antenatal Care (ANC) in Puskesmas Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya. The method used in this study is the analytical cross-sectional correlation. The population is all pregnant mothers who come to have the medical checkup in Puskesmas Sungai Durian. This study applies total sampling technique (52 pregnant mothers). The data were analyzed using univariate with frequency distributions and using bivariate with the Rank Spearman correlation test. Results show that the data calculated using the Rank Spearman correlation test shows that the level of patient satisfaction has a statistically significant relationship with the midwife attitude p = 0.000; r = 0.875 and midwife communicative skill p = 0.000; r= 0.879. The strength level of correlation of these two factors indicates that the direction of the correlation is positive with a strong correlation.Abstrak : Sikap Dan Komunikasi Bidan Terhadap Tingkat Kepuasan Ibu Hamil Pada Pelaksanaan Antenatal Care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu pada pelaksanaan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan Cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan diri di Puskesmas Sungai Durian. Teknik sampel menggunakan total sampling sebanyak 52 orang ibu hamil. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perhitungan data dengan uji korelasi Rank Spearman didapatkan data bahwa sikap p = 0,000; dengan r = 0,875; sedangkan komunikasi p = 0,000; dan r = 0,879, mempunyai hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan ibu hamil. Tingkat kekuatan korelasi kedua faktor tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat. 
PENGARUH EFT (EMOTIONAL FREEDOM TEHNIK) DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ODHA (STUDI KASUS DI RSJ SEI BANGKONG) Yuliana Yuliana; Mardjan Mardjan; Abduh Ridha
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jvk.v7i2.814

Abstract

Kecemasan terhadap kematian yang berlebih akan menimbulkan gangguan fungsi emosional seperti neurotisma, depresi, dan gangguan psikosomatis. Kalimantan Barat menempati peringkat keenam provinsi dengan prevalensi HIV/AIDS terbanyak di Indonesia, Kota/kabupaten, peringkat pertama diduduki oleh Kota Pontianak dengan jumlah penderita HIV+ sebanyak 2.758 dan AIDS sebanyak 1.442. EFT merupakan salah satu teknik terapi yang cukup sering digunakan dalam praktik psikologi. Selain mudah dipelajari, EFT juga praktis untuk digunakan pada diri sendiri. Desain penelitian kuantitatif dan metode penelitian ini bersifat eksperimen. Dengan melakukan totok 12 titik meridian 1 titik gamut. Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan terapi EFT (Emotional Freedom Tehnik) dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien ODHA di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong (p value = 0,039).
CONSUMPTION AND IMPACT SUGAR- SWEETENED BEVERAGES IN INDONESIA BASED ON INDIVIDUAL FOOD CONSUMPTION SURVEY made dewi SUSILAWATI
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.905 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i2.340

Abstract

The need for sugar increases every year, especially demand from the food and beverage industry sector. Sugar-sweetened beverages (SSBs) are a type of beverage that is added or contains sugar such as sucrosa or fructosa (free-sugar). The result of Basic Health Research (Riskesdas) 2013 showed that residant aged ≥ 10 year consumed sugar- sweetened food or beverage ≥ 1 times every day at 53.1 percent.  Increasingly by 61.27 percent for residents aged ≥ 3 years based on Basic Health Research (Riskesdas) 2018. Data analysis used Individual Food Consumption Survey (SKMI) 2014. The average energy intake of drinks consumed by all respondents is 122 calories / day with an estimated average sugar intake of around 31 grams / day or ± 2.5 tablespoons / day. Estimation of SSBs intake more increasing with age in men but did not occur in women. More than 30 percent respondens consumed tea packaging (liquid tea) or  brewed tea (tea leaves) that was added sugar. The average energy intake is 87 cal / day with an estimated sugar intake of 22 grams / day or equivalent to ± 2 tablespoons per day. Several studies have shown the impact of SSBs  related to the incidence of obesity and diabetes mellitus. Intake SSBs every day will increase 0.05-0.06 point of body mass index. The risk of diabetes mellitus is higher in people who consume sugary drinks 1-2 times per day than people who consume less than 1 time per month.
Determinan yang Mepengaruhi Kejadian Anemia pada Mahasiswi Kebidanan Abil Rudi; Lea Masan; Hendricus Nara Kwureh
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.619 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.81

Abstract

Abstract: Determinants That Affect The Incidence Of Anemia In Midwifery Students. Anemia is a condition where the hemoglobin (Hb) level is lower than the normal value, which is characterized by lethargy, dizziness, dizzy eyes, and pale face. The purpose of this study was to determine the relationship eat patterm, menstrual pattern and body mass index (BMI) with the incidence of anemia in female students of Midwifery Level II. This research was a quantitative research with cross-sectional approach. Data collection techniques used structured questionnaires. Total sampling was used, 82 respondents. Data analysis with univariate and bivariate using chi-square test. The results showed that there was a significant relationship eat pattern (p-value = 0,016 and OR=1,01), menstrual pattern (p-value = 0,023 and OR=4,34), BMI (p value= 0,034 and OR=2,57) with the incidence of anemia in midwifery students.Abstrak: Determinan Yang Mepengaruhi Kejadian Anemia Pada Mahasiswi Kebidanan. Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai normal, yang ditandai dengan lesu, pusing, mata berkunang-kunang, dan wajah pucat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola makan, pola menstruasi dan indeks masa tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada mahasiswi Kebidanan Tingkat II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 82 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (nilai p=0,016 dan OR=1,01), pola menstruasi (nilai p=0,023 dan OR=4,34), IMT (nilai p=0,034 dan OR=2,57) dengan kejadian anemia pada mahasiswa kebidanan
Inovasi Boneka Denyut Jantung Janin (DJJ) Sederhana Sebagai Media Pembelajaran Pemeriksaan DJJ Fajaria Nur Aini; Fitria Zuhriyatun
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1175

Abstract

Simulasi teknologi sangat diperlukan oleh pendidikan kesehatan. Dosen diharapkan mampu memilih dan mengembangkan media pembelajaran yang tepat. Tidak adanya mdia pembelajaran yang tepat dan ketidakmampuan dosen dalam mengembangkan media pembelajaran yang tepat untuk pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) dapat menyebabkan skill mahasiswa menjadi kurang dalam pemeriksaan DJJ. Padahal kemempuan dalam pemantauan DJJ sangat penting dikuasai oleh seorang bidan agar dapat mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir. Seperti yang diketahui bahwa asfiksia merupakan penyebab Angka Kematian Bayi tertinggi di Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan research and development  yang menghasilkan produk yaitu boneka DJJ sederhana dan melakukan penilaian pada hasil tersebut. Proses pengembangan dalam penelitian ini adalah dengan menciptakan master irama denyut jantung janin dengan cara melakukan perekaman suara DJJ, audio mixing, konfersi file, dan selanjutnya dilakukan perakitan boneka DJJ, validitas media, dan uji coba. Hasil validitas ahli rata-rata skor 4,32 (86,5%) sehingga dinyatakan valid dan dapat dilanjutkan uji coba pada responden. Hasil uji coba pada 46 responden menyatakan bahwa media pembelajaran ini sangat menarik dengan skor rata-rata  4.5 (90%) dari total skor 5. Sehingga produk ini dinyatakan sangat menarik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Hubungan Derajat Asma Persisten dan Kualitas Hidup Pasien Asma Dinilai dengan Asthma Quality Of Life Questionnaire (AQLQ) M. Jahari Supianto; Risa Febriana Musawaris; Syarifah Nurul Yanti
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 3 (2015): Mei 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.679 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i3.19

Abstract

Abstract: The Relationship Between Degree Of Persistent Asthma And Quality Of Life In Asthma Patient That Measured By Asthma Quality Of Life Questionnaire. The aims of this study were to determine the quality of life in asthma patients in Poli Paru dr. Soedarso General Hospital Pontianak. This study uses descriptive analytic approach and cross-sectional designs. Research in the Poli Paru dr. Soedarso general hospital Pontianak from October 2014 to February 2015. The data were collected from 34 patients with asthma. This research uses Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ). The data were analyzed using the Wilcoxon test. Results show that More patients with asthma in this research shows the worse quality of life. Mild persistent asthma patient’s quality of life was better than moderate persistent asthma and severe persistent asthma. There is the meaningful relationship between the degree of persistent asthma and asthma patient’s quality of life with a value of p=0,033 (p< 0.05).Abstrak : Hubungan Derajat Asma Persisten Dan Kualitas Hidup Pasien Asma Dinilai Dengan Asthma Quality Of Life Questionnaire (AQLQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat asma persisten dan kualitas hidup pasien asma di Poli Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian di lakukan di Poli Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak dari bulan Oktober 2014 sampai Februari 2015. Data di kumpulkan dari 34 pasien asma. Penelitian ini menggunakan Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasien asma pada penelitian ini lebih banyak menunjukkan kualitas hidup buruk. Pasien asma persisten ringan kualitas hidupnya lebih baik dibandingkan asma persisten sedang dan asma persisten berat. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat asma persisten dan kualitas hidup pasien asma dengan nilai P=0,033 (p<0,05). 
BALITA TIDAK ASI EKSKLUSIF BERISIKO TINGGI MENGALAMI DIARE Yanuarti Petrika; Shelly Festilia Agusanty
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.367 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.397

Abstract

Penyakit diare terjadi pada anak sebesar 2,1 milyar setiap tahun di seluruh dunia, khusus di Indonesia sebesar 1,08% balita terkena diare. Pemberian ASI ekslusif juga dapat mempengaruhi perkembangan kejadian diare sebab ASI mengandung Lysosim yang melindungi bayi dari bakteri (E. Coli dan Salmonella) dan virus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganali- sis hubungan pemberian ASI eklusif terhadap kejadian diare pada anak usia 7 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam. Jenis penelitian ini adalah observasional ana- litik dengan pendekatan rancangan case control. Lokasi penelitian adalah di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam. Sampel pada penelitian ini adalah anak yang menderita diare akut usia 7 – 59 bulan sebesar 40 kasus dan 40 kontrol. Data dianalisis dengan menggunakanuji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signi kan (p=0,01)antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian diare pada anak usia 7-59 bulan. Balita yang tidak mendapatkan ASI Ekslusif memiliki peluang 3,45 kali lebih besar untuk terkena diare (OR=3,45). Kesimpulan penelitian yaitu balita tidak ASI ekslusif berisiko mengalami diare.

Page 5 of 17 | Total Record : 169