cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Perbedaan Topical Fluoride Application dan Fissure Sealant dalam Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu Pawarti Pawarti; Fathiah Fathiah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.143 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.112

Abstract

Abstract: Topical Fluoride Application And Fissure Sealant To Prevent Dental Caries Permanent First Molars. Anatomy pits and fissures of teeth are caries initiation vulnerable areas of the permanent molars that grow at the age of 6 years where children can not perform oral hygiene. Caries prevention can be done by closing the pits and fissures or application of fluoride (topical fluoride application) on the surface of the teeth. The purpose of this study was to analyze the difference fissure sealants and topical application of fluoride to prevent dental caries of first permanent molars. This study was a quasi-experimental study with time series, a sample was taken by purposive 117-second grade students of SDN District of North Pontianak. Data were analyzed using t-test. The result showed that fissure sealant more effective in caries prevention of first permanent molar than topical fluoride application where there were none caries teeth after and month fissure sealant, 25% sealant partially off and 11% fully off. Teeth that have done fluoride after 6 months of 3.9% of dental caries, the eighth month of 5.4% of dental caries. There was a significant difference between the effectiveness of fissure sealants with topical application of fluoride to prevent dental caries in first permanent molars p-value < 0.05, after 6-month p-value: 0.004 and after 8-month p-value: 0.001.Abstrak: Topical Fluoride Application Dan Fissure Sealant Untuk Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu Permanen. Anatomi pit dan fisura gigi merupakan daerah rentan inisiasi karies gigi molar satu permanen yang tumbuh pada usia 6 tahun anak belum bisa melakukan kebersihan mulutnya. Pencegahan karies dapat dilakukan dengan cara menutup pit dan fissure atau pengolesan fluor (topical fluoride application) pada permukaan gigi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan efektivitas fissure sealant dan topical fluoride application untuk mencegah karies gigi molar satu permanen anak usia 6 sampai 7 tahun .Penelitian ini merupakan experimental semu dengan studi time series , evaluasi perlakuan dilakukan setelah 3 bulan, 3 bulan dan 8 bulan, Sampel diambil secara purposive yaitu 117 siswa kelas 2 SDN Kecamatan Pontianak Utara. Analisis data menggunakan uji t tes. Hasil penelitian menunjukan fissure sealant lebih efektive mencegah karies pada molar satu permanen dibanding topical fluoride application pada tindakan fissure sealant setelah 8 bulan tidak ada gigi karies, 25 % sealant lepas sebagian dan 11% lepas seluruhnya. Gigi yang dilakukan pengolesan fluor setelah 6 bulan 3,9% gigi karies, bulan ke delapan 5,4% gigi karies, Ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara fissure sealant dengan topical flouride application dalam mencegah karies gigi molar satu permanen dengan nilai p <0,05, yaitu pada bulan ke 6 (enam) nilai p : 0,004 dan pada bulan ke 8 (delapan) nilai p : 0,001.
Penyuluhan Metode Pap smear terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Wanita Tuna Susila dalam Pendeteksian Kanker Serviks Ismi Wulandari AS; Agustina Arundina; Eka Ardiani Putri
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Maret 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.12 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i2.14

Abstract

Abstract: The Effectiveness Of Pap smear Test’s Counseling Regarding To The Level Of Knowledge And Behaviour In Prostitution Worker For Detection Of Cervical Cancer In Bintang Mas Kubu Raya 2014. The aim of this study is to evaluate the effectivity of counseling toward knowledge and behavior. in prostitution worker about pap smear and cervical cancer. This research was quasi-experimental with one group pretest-postest design. There are 38 respondents. McNemar test showed there are significant. improvement of knowledge (p<0.05), and significance behavior change (p<0.05) in all respondents before and after counseling.Abstrak : Penyuluhan Metode Pap smear Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Wanita Tuna Susila Dalam Pendeteksian Kanker Serviks. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas terhadap pengetahuan dan sikap melalui penyuluhan mengenai pap smear kepada para wanita tuna susila. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest design. Besar sampel berjumlah 38 orang. Hasil menunjukkan uji McNemar menunjukkan terdapat signifikansi yang bermakna untuk pengetahuan (p < 0,05) dan signifikansi untuk perubahan sikap (p<0.05) pada responden sebelum dan setelah penyuluhan. 
PERAN MUHAMMADIYAH DALAM MENURUNKAN KASUS STUNTING DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT Gandha Putra
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.831 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.550

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting yang sangat tinggi yaitu sebesar 31,4%. Ada tiga Kabupaten di Kalimantan Barat yang menjadi sasaran dalam upaya menurunkan stunting tahun 2019. Salah satu dari kabupaten tersebut merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Kabupaten Sintang. Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Sintang pada tahun 2018 sebesar 51,88%. Salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan kerjasama dengan organisasi lintas sektoral. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang tepat untuk dilibatkan dalam menurunkan kasus stunting. Dalam Tanwir Nasyi’atul Aisyiyah tahun 2017 sudah diluncurkan program “Gerakan Peduli Stunting Pada Anak”.  Tujuan jangka panjang dalam penelitian ini adalah mengetahui Peran Muhammadiyah dalam Menurunkan Kasus Stunting Di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Muhammadiyah dalam menurunkan kasus stunting di wilayah perbatasan Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sintang masih belum maksimal. Hampir seluruh responden menyatakan belum adanya himbauan dan program khusus bagi warga Muhammadiyah di Kabupaten Sintang untuk hidup dengan sanitasi yang layak, menerapkan keluarga sadar gizi, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini menunjukkan bahwa “Gerakan Peduli Stunting” sebagaimana yang di sepakati dalam Tanwir Nasyia’atul Aisyiyah belum terimplementasikan dengan maksimal
Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Pencegahan Kekambuhan Rematik Suryanda Suryanda; Asmawi Nazori; Zanzibar Zanzibar
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.97 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.134

Abstract

Abstract: Knowledge and Family Attitude in Prevention of Rematical Devices. Rheumatism belongs to a group of rheumatic diseases showing a painful and stiff condition that attacks the limbs or the musculoskeletal system, ie joints, muscles, bones, and tissues around the joint. This study aims to determine the characteristics of family, knowledge and family attitudes in prevention of rheumatic recurrence in Prabumulih 2017. Descriptive analytics with cross-sectional method with Purposive sampling involving all families of rheumatic patients who visited visited Sukajadi Public Health Center East Prabumulih District October to December 2017, amounting 92 person. Sample as many as 87 respondents. Data obtained through questionnaire in the form of checklist and study documentation. Most of the female respondents, high school educated, have the highest average income of Rp 2,000,000 - Rp.3,000,000, self-employment, age of respondent most between 21 years to 30 years.71.1% rheumatic family members rarely relapse, the rest only 29 , 9% often relapse. Knowledge of respondents less 58,6%, 41,3% good. Response respondents 56.3% support efforts to prevent rheumatic recurrence and 43.7% less supportive. The results of chi-square analysis showed a signifcant relationship between family knowledge with rheumatic recurrence in elderly and family attitude with rheumatic recurrence in elderly.Abstrak: Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Pencegahan Kekambuhan Rematik. Rematik termasuk dalam kelompok penyakit reumatologi yang menunjukkan suatu kondisi nyeri dan kaku yang menyerang anggota gerak atau system musculoskeletal, yaitu sendi, otot, tulang, maupun jaringan disekitar sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga, pengetahuan dan sikap keluarga dalam pencegahan kekambuhan rematik di Prabumulih tahun 2017. Deskriptif analitik dengan metode cross-sectional dengan Purposive sampling melibatkan seluruh keluarga penderita rematik yang tercatat berkunjungke Puskesmas Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur bulan Oktober hingga Desember 2017, berjumlah 92 orang. Sampel sebanyak 87 responden. Data diperoleh melalui kuisioner berupa ceklist dan studi dokumentasi. Sebagian besar responden wanita, berpendidikan SMA, berpenghasilan rata-rata tertinggi Rp 2.000.000 – Rp.3.000.000,pekerjaan wiraswasta, usia responden terbanyak antara 21 tahun hingga 30 tahun.71,1% rematik anggota keluarganya jarang kambuh, sisanya hanya 29,9% sering kambuh. Pengetahuan responden kurang 58,6%, 41,3 % baik. Sikap responden 56,3% mendukung upaya pencegahan kekambuhan rematik dan 43,7% kurang mendukung. Hasil uji analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan signifkan antara pengetahuan keluarga dengan kekambuhan rematik pada lansia dan sikap keluarga dengan kekambuhan rematik pada lansia.
Faktor-Faktor Individu yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit Di Sambas Citra Trisna; Asfian Asfian
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.233 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.109

Abstract

Abstract: Individual Factors Related To Implementation Of Integrated Management Of Childhood Illness (IMCI) In Sambas. Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) is one of the government programs aimed at improving officer skills, strengthening health systems and improving care capabilities by families and communities. A public health centre is said to have implemented IMCI if it meets the criteria of carrying out IMCI at least 60% of the number of visits. Achievement of Implementation of IMCI at the public health centre in Sambas district in 2014 is still below 60%. Conducted research to determine the correlation between knowledge factor, performance and motivation toward the implementation of IMCI in public health centre Sambas District. This research was analytical descriptive with the cross-sectional design. The subjects of the study were the staff of the public health centre in Sambas district were 40 respondents. Data collection was done by using primary data through a checklist. Data were analyzed using univariate analysis with frequency distribution table and bivariate analysis using chi-square test. The result of bivariate analysis with chi-square test and significance of alpha 0,05 found no correlation between age (p-value = 0,905), knowledge (p-value = 0,064) and performance (p-value = 0,057) with IMCI implementation. Motivation factor (p-value = 0,013) had significant relation with IMCI implementation.Absrak: Faktor-Faktor Individu Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit Di Sambas.Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petugas, memperkuat sistem kesehatan serta meningkatkan kemampuan perawatan oleh keluarga dan masyarakat. Puskesmas dikatakan sudah menerapkan MTBS apabila memenuhi kriteria melaksanakan MTBS minimal 60% dari jumlah kunjungan. Pencapaian Pelaksanaan MTBS pada puskesmas di wilayah Kecamatan Sambas tahun 2014 masih di bawah 60 %. Dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor individu berupa pengetahuan, kinerja dan motivasi terhadap pelaksanaan MTBS di Puskesmas Wilayah Kecamatan Sambas. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah petugas Puskesmas wilayah kerja Puskesmas Sambas berjumlah 40 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer melalui cheklist. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square dan kemaknaan alpha 0,05 didapatkan tidak ada hubungan antara umur (p value = 0,905), pengetahuan (p value=0,064) dan kinerja (p value=0,057) dengan pelaksanaan MTBS. Faktor motivasi (p value= 0,013) mempunyai hubungan signifikan dengan pelaksanaan MTBS.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Suami dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi Lina Astuty; Therecia Widjayati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.659 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.50

Abstract

Abstract: Abstract: Factors Influencing Participation In Using Contraceptives husband. This study aims to determine the general description of the factors that affect the husband’s participation in the use of contraceptives. This research is analytic with cross-sectional. Place of research conducted at the maternity hospital Helena River District Pinyuh Pontianak regency. The population in the study were 110 people. Samples were 55 people. The sampling technique used is systematic random sampling. Based on the research results, the factors of knowledge about the husband’s participation in family planning, the majority of respondents, 30 people (54.54%) less; Based on the socio-cultural factors, the majority of respondents 30 people (54.54%) less; Based male factor family planning services, a small portion of respondents 17 (30.90%) less; Based on government policy factors, the majority of respondents 23 people (41.81%) less.Abstrak : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Suami Dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara umum mengenai faktor-faktor yang  mempengaruhi partisipasi suami dalam menggunakan alat kontrasepsi. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Bersalin Helena Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak. Populasi dalam penelitian berjumlah 110 orang. Sampel dalam penelitian sebanyak 55 Orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah systematic random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, faktor pengetahuan responden tentang partisipasi suami dalam ber-KB, sebagian dari responden yaitu 30 orang (54,54%) kurang; Berdasarkan faktor sosial budaya, sebagian dari responden 30 orang (54,54%) kurang; Berdasarkan faktor pelayanan KB pria, sebagian kecil dari responden 17 orang (30,90%) kurang; Berdasarkan faktor kebijakan pemerintah, sebagian dari responden 23 orang (41,81%) kurang.
Hubungan SAS, IMT, dan Kadar Haemoglobin dengan Lama Rawat Inap Pasien Post-Laparotomi Lailiyatul Mufidah; Tri Johan Agus Yuswanto; Supono Supono; Rudi Hamarno
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.826 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1025

Abstract

SAS, IMT, dan Kadar Hb merupakan penilaian sederhana yang dapat digunakan sebagai prediktor lama rawat inap pasien post operasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan SAS, IMT dan kadar Hb dengan lama rawat inap pasien post laparotomi di RSUD Bangil Pasuruan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian bersifat kuantitatif non experimental, jenis penelitian case control dengan pendekatan studi retrospective. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 103 sampel. Pengolahan data dilakukan secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil analisis data antara SAS dengan lama rawat inap pasien post laparotomi menunjukkan nilai signifikasi (0,001) dengankoefisien korelasi (0,320), hasil analisis hubungan IMT dengan lama rawat inap pasien post laparotomi menunjukkan nilai signifikasi(0,000) dengan koefisien korelasi(-0,338), sementara hasil analisis data hubungan kadar haemoglobin dengan lama rawat inap pasien post laparotomi menunjukkan nilai signifikasi(0,000) dengan koefisien korelasi(0,746). Dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara SAS, IMT, dan kadar haemoglobin dengan lama rawat inap pada pasien post laparotomi.
Asupan Protein dan Parameter Hematologi pada Perokok Arisanty Nur Setia Restuti; Arinda Lironika Suryana
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.131 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.118

Abstract

Abstract: Intake Protein And Parameter Hematology  In Smoker. Smoking increase activity of the hematological system. It`s characterized by increase the number of erythrocytes, leukocytes, platelets and hemoglobin. Carbon monoxide contained in cigarettes can increase hemoglobin levels. Nicotine in cigarettes can stimulate hormone secretion that causes blood cell accumulation and platelet aggregation, in addition nicotine can cause decreased appetite due to stimulation in brain receptors. Decreased appetite causes decrease intake of macro and micro nutrients. The purpose of this research is to description of hematology parameter in smoker compared with normal level and protein intake compared with nutrient sufficiency value, this research also want to see correlation between protein intake and hematology parameter. This research is an analytic survey with cross sectional designTechnic sampling in this study using purposive sampling method. Data tested normality (Shapiro Wilk test) and homogeneity (Levene Test). Correlation Test using Pearson.The number of subject in this study is 15 people. The results of this study indicate the number of erythrocytes in smokers increased 8.4 ± 1.2 x 106 cells/ mm3. Protein intake in smoker is lower 54.67 ± 12.8 grams (men aged 25-40 years 62 -65 grams). The correlation between intake protein and hematological parameters in smokers obtained p> 0.05.Abstrak: Asupan Protein Dan Parameter Hematologi Pada Perokok.  Merokok meningkatkan aktivitas sistem hematologi yang ditandai dengan peningkatan jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan hemoglobin. Karbon monoksida yang terkandung dalam rokok dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Nikotin dalam rokok dapat menstimulasi sekresi hormon yang menyebabkan akumulasi sel darah dan agregrasi trombosit, selain itu nikotin dapat menyebabkan penurunan nafsu makan akibat perangsangan di reseptor otak. Penurunan nafsu makan menyebabkan asupan zat gizi makro dan mikro menurun. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran parameter hematologi pada perokok dibandingkan dengan kadar normal dan asupan protein dibandingkan dengan angka kecukupan gizi, selain itu penelitian ini juga ingin melihat hubungan antara asupan protein dengan parameter hematologi. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Jumlah subyek 15 orang. Data diuji normalitas (Shapiro Wilk test) dan homogenitas (Levene Test). Uji Korelasi menggunakan Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah eritrosit pada perokok 8,4±1,2 x 106 sel/mm3 meningkat dari batas normal (4,4-5,6 x 106 sel/mm3). Asupan protein perokok 54,67±12,8 gram lebih rendah dari AKG (laki – laki usia 25 – 40 tahun 62 -65 gram). Asupan protein nabati 32,23±11,3gram lebih tinggi dibandingkan asupan protein hewani 23,32±9,6 gram. Sedangkan hubungan antara asupan protein dengan parameter hematologi pada perokok didapatkan p>0,05. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan pada Pekerja Di PT Kalimantan Steel Paulina Paulina; Salbiah Salbiah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.429 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.73

Abstract

Abstract: Factors Related To The Fatigue Level Of Labour At PT. Kalimantan Steel. The purpose of this research is to analyze factors related to the fatigue level of labor at PT. Kalimantan Steel Kab. Kubu Raya by using Observational study design, with Cross-Sectional approach. Samples of this research are 31 persons. Data testing of this research is by using Pearson Product Moment test. The results show that the variable of environment temperature (p = 0,024); noisiness intensity (p = 0.002); labour age (p = 0.003); work time (p = 0.043); and nutrient status (p = 0.016).Abstrak : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja Di PT Kalimantan Steel.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja di PT. Kalimantan Steel Kab. Kubu Raya. Jenis penelitian yaitu Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini jumlah sampel 31 orang. Pengujian data dengan menggunakan uji statistik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara suhu lingkungan dengan kelelahan pekerja (p = 0,024); intensitas kebisingan dengan kelelahan kerja (p = 0,002); usia dengan kelelahan kerja (p = 0,003); masa kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,043); dan status gizi dengan kelelahan kerja (p = 0,016).
Perilaku Konsumsi Mie Instan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak Rochmawati Rochmawati; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.76 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.40

Abstract

Abstract: Instant Noodle Consumption Behavior Among Students Of Health Sciences Faculty Of Muhammadiyah University Pontianak And Nutrition Department Of Health Polytechnic Of Health Ministry Pontianak. This study aimed at determining the factors associated with instant noodle consumption behaviour among students of Health Sciences Faculty of Muhammadiyah University of Pontianak and Nutrition Department of Health Polytechnic of Health Ministry of Pontianak. Using cross-sectional design, this study employed 145 students as the samples and were selected by using simple random sampling. The statistical test used was chi-square test. The study revealed that there were no significant correlation of  nutritional knowledge (p = 1.000, PR = 1.004 with 95% CI = 0.712 to 1.415), food safety(p = 0.064, PR =0,646with 95% CI = 0.407 to 1.025), media exposure (p = 0.139, PR = 1.419 with 95% CI = 0.911 to 2.211), inhabitancy (p = 0.851, PR = 0.932 with 95% CI = 0.646 to 1.344) and instant noodles consumption behavior among students of Health Sciences Faculty of Muhammadiyah University Pontianak and Nutrition Department of Health Polytechnic of Health Ministry Pontianak.Abstrak : Perilaku Konsumsi Mie Instan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa  Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Jumlah sampel yaitu 145 orang dengan penentuan sampel secara Simple random sampling dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi (p = 1,000, PR = 1,004 dengan CI 95% = 0,712-1,415), keamanan pangan (p = 0,064, PR = 0,646 dengan CI 95% =0,407-1,025), keterpaparan media (p = 0,139, PR = 1,419 dengan CI 95% = 0,911-2,211), dan tempat tinggal (p = 0,851, PR = 0,932 dengan CI 95% = 0,646-1,344) dengan perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Page 4 of 17 | Total Record : 169