cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Pengetahuan Vitamin A Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tiong Keranjik Kabupaten Melawi Ermia Durianti; Utin Siti Candra Sari; Dianna Dianna
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.362 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.33

Abstract

Abstract: Vitamin A Mother Postpartum knowledge in Puskesmas Tiong Keranjik Melawi. The research objective is to determine the picture of puerperal women knowledge about vitamin A in puskesmas. tiong keranjik melawi 2014. this study is a descriptive survey. the study population that is all postpartum mother in puskesmas Tiong keranjik. the sampling technique used purposive sampling with the total sample of 71 people. the results showed that the respondents’ knowledge about the function of vitamin A majority of the respondents 70.4% (50 respondents) considered less, respondents knowledge about the lack of vitamin A majority the respondent 40.8% (29 respondents) considered sufficient, respondents ’knowledge about the source vitamin A, most of the respondents 66.67% (32 respondents) considered less.Abstrak: Pengetahuan Vitamin A Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tiong Keranjik Kabupaten Melawi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran gambaran pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Tiong Keranjik Kabupaten Melawi Tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu nifas yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tiong Keranjik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan  responden tentang fungsi vitamin A sebagian besar dari responden 70,4% (50 responden) dikategorikan kurang, pengetahuan responden tentang akibat kekurangan vitamin A sebagian dari responden 40,8% (29 responden) dikategorikan cukup, pengetahuan responden tentang sumber vitamin A, sebagian besar dari responden 66,67% (32 responden) dikategorikan kurang.
Perilaku Imunisasi Oleh Ibu Bayi di Kota Singkawang Tahun 2020 Bahrudin Bahrudin; Budi Harian Syah; Tri Murtiningsih; Nurul Bariyah; Harimat Hendarwan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.378 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.887

Abstract

Cakupan imunisasi dasar lengkap Kota Singkawang merupakan yang paling rendah di Provinsi Kalimantan Barat, sehingga dipandang perlu untuk melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran tentang faktor penghambat dan keberhasilan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap di Kota Singkawang. Merupakan studi potong lintang (cross sectional) dengan desain concurrent triangulation mix method. Dilakukan pada tahun 2020, dengan 100 responden ibu balita dan informan stakeholder terkait di kabupaten, puskesmas, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan, pengetahuan, dan keterpaparan penyuluhan  dengan perilaku ibu mengimunisasikan anaknya di Kota Singkawang. Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan sosial responden dengan perilaku Ibu mengimunisasikan anaknya (p value= 0,684). Lingkungan sosial yang kurang mendukung mempunyai peluang 2,3 kali untuk kurang mendukung perilaku ibu dalam pemberian imunisasi pada anaknya. Disarankan untuk meningkatkan peran tokoh agama dan masyarakat, dokter, bidan praktek mandiri, klinik dalam pelaksanaan imunisasi, optimalisasi media informasi,  penyusunan Peraturan Walikota tentang peningkatan akses dan pelayanan imunisasi dimasa pandemi dan penguatan kolaborasi Lembaga
PEMENUHAN NUTRISI PADA ANAK DENGAN IBU HIV POSISTIF Majestika Septikasari; Susilawati Susilawati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.249 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.256

Abstract

Jumlah ibu hamil HIV Posistif di Cilacap dari tahun 2016 mencapai 42 ibu. Ibu HIV posistif dihadapkan pada dua pilihan yaitu pemberian ASI atau susu formula. Pemberian susu formula yang tidak sesuai standar menigkatkan kemungkinan tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemenuhan nutrisi anak dengan ibu HIV positif pada enam bulan pertama di Kabupaten Cilacap melalui studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan subjek penelitian adalah ibu HIV positif. Pengambilan data melalui cara wawancara. Analisis menggunakan model Colaizzi. Hasil penelitian menunjukan pilihan nutrisi yang diberikan pada anak dengan ibu HIV positif pada enam bulan pertama yaitu susu formula, kebutuhan nutrisi anak telah terpenuhi dengan baik tampak dari status gizi anak yang baik dan anak tidak pernah mengalami diare. Dukungan tenaga kesehatan dalam edukasi terkait perinsip-perinsip dalam pemberian susu formula masih cukup kurang. Perlu adanya pelayanan yang lebih komprehensif dimana tidak hanya pendampingan dalam pemilihan nutrisi anak tetapi juga pendampingan ibu/keluarga dalam memberikan susu formula dengan baik
Uji Coba Kartu Pemantauan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) terhadap Kepatuhan Konsumsi Ibu Hamil Edy Waliyo; Shelly Festilia Agusanty
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.44 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.60

Abstract

Abstract: Adherence to Consuming Iron Supplementation For Pregnancy Women By Using Monitoring Card. The aim of this research was to determine the effect of monitoring card influence the adherence of consuming.  iron supplementation in pregnant women in Sungai Sembawang's Public Health Center. The research design is a quasi-experimental study with pretest-posttest control group design. The study was conducted in Sungai Ambawang’s Public Health Center starting Mei in November 2015. The samples were selected by consecutive sampling. Results show that there was the significant association between the average number of consuming iron supplementation tablet in trial group and control group (p = 0,002).Abstrak: Uji Coba Kartu Pemantauan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Kepatuhan Konsumsi Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kartu pemantauan minum tablet tambah darah terhadap kepatuhan minum tablet darah pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan rancangan penelitian pre test-post test kontrol group design. Penelitian dilaksanakan di wilayah Puskesmas Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, mulai bulan Mei sampai dengan Nopember tahun 2015. Sampel yang diambil secara Consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan rata-rata jumlah tablet tambah darah yang diminum oleh ibu hamil pada kelompok yang diberi kartu pemantauan minum tablet tambah darah dengan kelompok kontrol (p = 0,002).
Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Anemia Di Wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru Hapisah Hapisah; Ahmad Rizani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.654 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.24

Abstract

Abstract: The Correlation Of Teenage Pregnancy With Anemia In Region Cempaka Health Centers Banjarbaru. The purpose of research is to know the correlation of teenage pregnancy with anemia in regional Cempaka Health Centers Banjarbaru. The research is using the design of survey analyzing with the cross-sectional approach. The population is all of the pregnant women in working area of Cempaka Health Centers Banjarbaru from January to July in 2013 is 382 people with the sample is 80 people. The sampling uses Random sampling with (systematic sampling). The result of research showed 18 people (22.5%) respondent with teenage pregnancy, respondent have anemia during pregnancy is 31 people (38.75%) and there is a correlation between teenage pregnancy with anemia cases, the result of Chi-Square test showed the value of p = 0.013 < α = 0.05.Abstrak : Kehamilan Remaja Terhadap Kejadian Anemia Di Wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian anemia di wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan rancangan Survei analitik dengan pendekatan adalah cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarbaru dari bulan Januari sampai dengan Juli tahun 2013 sebanyak 382 orang dengan sampel sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel dengan cara Random Sampling dengan sistematis (systematic sampling). Hasil penelitian didapatkan sebanyak 18 orang (22,5%) responden dengan kehamilan remaja, sebanyak 31 orang (38.75%) responden mengalami anemia dalam kehamilan dan terdapat hubungan antara kehamilan remaja dengan kejadian anemia, hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,013<α = 0,05.
PENGARUH PROGRAM KARTU DETEKSI STUNTING ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI STUNTING DI KOTA PONTIANAK Tessa Siswina; Oon Fatonah Akbarini
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.861 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i1.713

Abstract

Angka kejadian stunting pada tahun 2017 sebesar 37,2 % ini meningkat dari tahun 2007 sebesar 36,8% dan tahun 2010 sebesar 35,6% dan sekitar 8 juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal.Untuk mempermudah pendidikan kesehatan yang diberikan sehingga dapat mencegah kejadian stunting, maka dikembangkanlah program kartu deteksi stunting online sehingga ibu, suami maupun keluarga dapat menerapkan program 1000 HPK dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika dicurigai adanya pertumbuhan dan perkembangan balita yang terhambat. Desain penelitian kuantitatif dengan Preexperimental Design, dengan rancangan pretest-postest design with control group pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak dengan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 20:20. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan program kartu deteksi stunting online. Hasil didapat terdapat peningkatan kemampuan deteksi stunting setelah diberikan program online Kartu Deteksi Stunting Online.
MASS INDEX WITH QUALITY OF LIFE AMONG ADULTS AND ELDERS ASTHMA PATIENTS Loriza Sativa Yan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.853 KB)

Abstract

Asthma ranked at first category of prevalence of chronic infectious diseases, in Indonesia asthma have been the highest cause of death and morbidity. Asthma called as a mild to severe chronic airway disease, which affected to quality of life. This study aimed to identify relationships between body mass index with the quality of life among adult asthma and elder’s people with asthma in Jambi City. Data collection techniques were carried out by total sampling method with a total sample of 69 respondents. The research instrument used Asthma Quality of Life Questionnaires (AQLQ). Data analyzed by Spearman test. The results showed that the majority of respondents were women with normally category in body mass index, and respondents who had a good quality of life. There was a significantly relationship between body mass index with quality of life among asthmatics patients. It is expected that health workers will be provide good counseling about nursing protection management to maintain an ideal body mass index and to improve quality of life for adult asthma patients
Konsumsi Makanan yang Berisiko terhadap Kejadian Batu Saluran Kemih Elly Trisnawati; Jumenah Jumenah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.94 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.10

Abstract

Abstract: Food Consumption Risk Against The Incidence Of Urinary Tract Stones. BSK (Urinary track stone; Urolithiasis) is a health problem that had long been known and ranked in the third place of Urology. Based on the data in the RSUD Dr. Soedarso Pontianak BSK case data always has increased each year. In 2014 as much as 31.236 cases. In  2015 the proportion of urinary stone disease was 36.182%. While in the period January-November of 2016 the proportion of urinary stone disease was 44.75%. BSK has greater risk suffered by men. Men have the anatomy of the urinary tract is longer than the female. In addition, in the male urine calcium levels are higher, compounded if you have the habit of holding urinate and bad eating patterns.  The purpose of this study is to determine the relationship between food consumption at the risk of urinary tract stones. Type of this research is a case-control design. The Sample research is 96 respondents (48 cases and 48 controls) taken with purposive sampling technique. Statistical tests using the chi-square with a confidence level of 95%. The results of this study indicate that factors into the risk of formation of BSK is a source of protein consumption consumption (P Value = 0.051, OR: 2,616 (1,083-6,321)), vegetable consumption (P Value = 0.040, OR: 2.571 mg (1,124-5,884)). It is recommended to the Provincial Hospital Dr. Soedarso Pontianak convene regular health promotion by making use of television media available in the waiting room of a patient primarily about the foods that can cause the formation of such BSK the consumption of high protein and vegetable sources contain oxalate.Abstrak: Konsumsi Makanan Yang Berisiko Terhadap Kejadian Batu Saluran Kemih. Batu Saluan Kemih (BSK) merupakan masalah kesehatan yang sudah lama dikenal dan menempati urutan ketiga di bidang Urologi. Berdasarkan data di RSUD Dr. Soedarso Pontianak data kasus BSK selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, yaitu sebanyak 31,23% tahun 2014, sebanyak 36,18% tahun 2015 dan sebanyak 44,75% pada bulan Januari-November 2016. BSK memiliki risiko lebih besar diderita oleh laki-laki. Laki-laki memiliki anatomi saluran kemih lebih panjang dari perempuan. Selain itu, dalam urine laki-laki kadar kalsium lebih tinggi, diperparah jika memiliki kebiasaan menahan buang air kecil dan pola makan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan besar risiko antara konsumsi makanan dengan batu saluran kemih.  Jenis penelitian ini adalah desain kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 96 responden (48 kasus dan 48 kontrol) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang menjadi risiko terbentuknya BSK adalah konsumsi konsumsi sumber protein (p value = 0,051, OR: 2,616 (1,083-6,321)), konsumsi sayur ( p-value = 0,040, OR: 2,571(1,124-5,884)). Disarankan kepada RSUD Dr. Soedarso Pontianak untuk mengadakan promosi kesehatan secara berkala dengan memanfaatkan media televisi yang tersedia di ruang tunggu pasien terutama mengenai makanan-makanan yang dapat menyebabkan terbentuknya BSK seperti konsumsi sumber protein tinggi dan sayur mengandung oksalat.
Perbandingan Kadar Bilangan Asam Minyak Goreng Sawit Curah yang Ditambahkan Ekstrak Wortel dengan Yang Tidak Indah Purwaningsih
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Maret 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.59 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i2.15

Abstract

Abstract: The Comparison Levels of Palm Oil Acid Numbers Which Added Carrot Extract With Not Added. The aims of this study were to determine the differences of carrot extract as the natural antioxidant to levels of palm oil acid numbers which experiencing 1, 2, 3 and 4 times of heating for 5 minutes at temperature 100 °C. The design of this study was the quasi experiment and the sampling technique was simple random sampling. Based on Two Way ANOVA test, obtained test results significantly (p-value <0.05) at 95% confidence level was which on heating significant value 0,000 which means that heating had significant effect on the levels of acid number and which on beta-carotene significant value of 0.000 which means the addition of beta-carotene had significant effect on  levels of acid number. So, we can conclude that Ha was accepted, which means that there were difference levels of palm oil acid numbers which added carrot extract with not added carrots extract which experiencing 1, 2, 3 and 4 times of heating.Abstrak : Perbandingan Kadar Bilangan Asam Minyak Goreng Sawit Curah Yang Ditambahkan Ekstrak Wortel Dengan Yang Tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian ekstrak wortel sebagai antioksidan alami terhadap kadar bilangan asam minyak goreng sawit curah yang telah mengalami 1, 2, 3 dan 4 kali pemanasan selama 5 menit pada suhu 100°C. Desain penelitian yang  digunakan adalah eksperimen kuasi dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Berdasarkan uji Two Way Anova, diperoleh hasil uji signifikan (p value < 0,05) pada tingkat kepercayaan 95% yaitu pada penggorengan dengan hasil signifikan 0,001 sedangkan pada betakaroten dengan hasil signifikan 0,002 maka dapat disimpulkan ada perbedaan kadar bilangan asam minyak goreng sawit curah yang ditambahkan ekstrak wortel dengan yang tidak ditambahkan ekstrak wortel yang telah mengalami 1, 2, 3 dan 4 kali pemanasan.
KORELASI IMT DENGAN PENINGKATAN PROFIL LIPID DARAH PADA PASIEN JANTUNG KORONER Agus Hendra Al Rahmad
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.825 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.563

Abstract

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan parameter dalam menentukan status gizi orang dewasasalah satunya identi kasi obesitas (IMT > 30 kg/m2). Penumpukan lemak berlebihan (obesitas) meningkatkan kadar lipid dalam darah dan berisiko mengalami jantung koroner (PJK). Penderita PJK tanpa melakukan pola makan seimbang serta aktivitas sik yang baik berpeluang lebih besar terhadap kesakitan dan kematian. Penelitian bertujuan untuk mengukur dampak IMT terhadap peningkatan pro llipid pada pasien PJK. Desain penelitian yaitu Cross sectional, dilakukan pada beberapa Rumah Sakit di Kota Banda Aceh dengan subjek 28 pasien PJK rawat jalan. Pengum-pulan data karakteristik dilakukan secara wawancara menggunakan kuesioner, data berat badan, tinggi badan, dan IMT dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, sedangkan data pro l lipid (kadar kolesterol, Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida) melalui pemeriksaan laboratorium metode kolorimetrik dengan alat uji Spektrofotometer UV-VIS. Analisis data meng-gunakan uji Korelasi Pearson pada CI:95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signi kan antara IMT dengan kadar kolesterol (p= 0,001) dan kadar trigliserida (p= 0,027), serta mempunyai kekuatan korelasi yang sedang dan positif. Sebaliknya, IMT dengan kadar LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna (p= 0,192). Kesimpulan, IMT mempunyai dampak positif da-lam meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, namun tidak signi kan dalam meningkatkan kadar LDL pada pasien PJK di Kota Banda Aceh.

Page 7 of 17 | Total Record : 169