cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Pencarian Pengobatan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung Abrori Abrori; Mahwar Qurbaniah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.647 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.157

Abstract

Abstract: Treatment Seeking Sexually Transmitted Infections (STI’s) On In Indirect Female Sex Workers. Women Indirect Sexual Workers (WPSTL) are women who operate covertly as commercial sex sellers indirectly peddling sex. They belong to the high risk group in cases of sexually transmitted infections (STIs), the Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Defciency Syndrome (HIV & AIDS). The purpose of this study was to find out the explanation, causes and search for STI treatment in women of indirect sex peddlers in the city of Pontianak. The method of this research is analytic observational, cross sectional research design sampling with medical records. A sample of 101 were measured for identification, search, treatment for STIs with questionnaire, to diagnose STIs by taking a vaginal secrete by laboratory testing. Data were analyzed by Univariate and Bivariate analysis using non-parametric statistics using the Chi-Square test. The results showed that the relationship between the number of customers and the diagnosis of STIs in peddlers indirect sex p-Value 0.241, condom use with customer p-value 0.346. Reasons for treatment p-Value 0,000. long time being a sex worker p-Value 0.091. vaginal douching p value 0.245. Use of antibiotic p-value 0.004. Suggestions for outreach officers further enhance the promotion of condom use and policy makers that the use of antibiotics for single doses is better reviewed considering that STIs are still high, and potential antibiotic drug resistance.Abstrak: Pencarian Pengobatan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung. Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung (WPSTL) yaitu wanita yang beroperasi secara terselubung sebagai penjaja seks komersial secara tidak langsung menjajakan seks. Mereka termasuk kelompok risiko tinggi dalam kasus Infeksi Menular Seksual (IMS),Human immunodefciency Virus (HIV) dan Acquired lmmuno Defciency Syndrom (HIV&AIDS). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Idenfkasi, Penyebab dan Pencarian Pengobatan IMS Pada Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung di Kota Pontianak. Metode penelitian ini adalah Observasional analitik,rancangan penelitian Cross Sectional pengambilan sampel dengan catatan medik. Sampel sejumlah 101 yang diukur tingkat identifkasi, pencarian, pengobatan mengenai IMSdengan kuesioner, untuk mendiagnosis IMS dengan pengambilan secrit vagina dengan diuji laboratorium. Data dianalisis secara Univariat dan Bivariat dengan analisa yang digunakan statistik non parametrik dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara jumlah pelanggan dengan diagnosa IMS pada wanita penjaja seks tidak langsung p-Value 0,241, penggunaan kondom dengan pelanggan p-value 0,346. Alasan berobat p-Value 0,000. lama menjadi pekerja seks p-Value 0,091. douching vagina p value 0,245. Penggunaan antibiotic p-value 0,004. Saran untuk petugas outreach lebih meningkatkan promosi penggunaan kondom dan pengambil kebijakan bahwa penggunaan antibiotic untuk dosis tunggal lebih baik ditinjau kembali mengingat IMS masih tinggi, dan potesial resistensi obat antibiotik.
Faktor Frekuensi Kunjungan Lansia Ke Posyandu Lansia Di Kecamatan Pontianak Timur Iskandar Arpan; Sunarti Sunarti
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.926 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.108

Abstract

Abstract: Factor Of Elderly Frequency Visits In Elderly Integrated Service Post Of East Pontianak District. Indonesia’s elderly population has increased but their health condition is still considered low. In this regard, the government has conducted a special program, namely IHC for elderly, in certain areas and run by the local community, so that they can get health care easily. However, the frequency of the elderly health visit still lows with an average visit of 41.76%. This number is still far from the target that has been set by the Health Department (80%). This study aimed to determine factors of elderly frequency visit the in integrated health care centre of East Pontianak district. Using cross-sectional approach, 75 respondents participated as the samples. They were selected by using purposive sampling technique. The data were statistically analyzed by using chi-square test. The study revealed that there was a correlation of elderly knowledge (p=0,035), family support (p= 0,024) with elderly frequency in visiting the integrated service post centre of East Pontianak district. The variables that didn’t correlate with elderly frequency in visiting the integrated service post centre were elderly perception and distance. From the findings, health workers need to encourage the elderly to be more active in visiting the health center.Abstrak: Faktor Frekuensi Kunjungan Lansia Ke Posyandu Lansia Di Kecamatan Pontianak Timur. Jumlah penduduk lansia di Indonesia telah meningkat dan kesehatan lansia masih rendah, pemerintah mengadakan program khusus yaitu Posyandu Lansia di daerah tertentu yang telah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, frekuensi kunjungan lansia ke Posyandu di beberapa posyandu masih rendah dengan rata-rata kunjungan yaitu, 41,76% hal ini masih jauh dari target yang telah di tetapkan oleh dinas kesehatan yaitu 80%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan frekuensi kunjungan lansia ke posyandu lansia di Kecamatan Pontianak Timur. Metode penelitian dengan desain Cross Sectional, Sampel sebanyak 75 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-sqaure. Hasil penelitian ada hubungan antara pengetahuan lansia (p=0,035, dukungan keluarga (p= 0,024) dengan frekuensi (keteraturan) kunjungan lansia ke posyandu lansia. faktor yang tidak berhubungan antara lain persepsi lansia, jarak. Disarankan kepada petugas kesehatan atau Puskesmas untuk terus meningkatkan sosialisasi dan motivasi untuk para lansia agar lebih aktif berkunjung ke posyandu lansia.
Gambaran Perbedaan Asupan Zat Gizi Berdasarkan Aktivitas Screen Time Viewing Siswa SD Nopriantini Nopriantini; Ayu Rafiony
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.439 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.51

Abstract

Abstract: Differences in Substance Nutrient Intake Picture Activity Based Screen Time Viewing Students. This study aimed to analyze the differences in nutrient intake based on an activity of screen time viewing on the students of  SD Muhammadiyah I Pontianak. This research was observational analytic with cross-sectional. Samples were students of class V SD Muhammadiyah I Pontianak City as many as 53 people were taken by proportional random sampling. The results showed there were no differences in the intake of nutrients (energy, carbohydrates, fats, and sodium) based on the activity of screen time viewing with the statistical test Chi-square at 95% confidence level.Abstrak : Gambaran Perbedaan Asupan Zat Gizi Berdasarkan Aktivitas Screen Time Viewing Siswa SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan zat gizi berdasarkan aktivitas screen time viewing pada siswa SD Muhammadiyah I Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah I Kota Pontianak sebanyak 53 orang yang diambil secara proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan asupan zat gizi (energi, karbohidrat, lemak dan natrium) berdasarkan aktivitas screen time viewing dengan hasil uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95%.
Efektivitas Murottal Al-Qur’an, Ceramah Agama dan Spiritual Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Jantung Koroner Luthfiyuddin Musthofa; Tri Johan Agus Yuswanto; Rudi Hamarno
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.853 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1024

Abstract

Menurut statistik dunia, ada 9,4 juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan 45% kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Diperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga 23,3 juta pada tahun 2030. Dan tidak sedikit pasien yang mengalami penyakit jantung itu merasakan cemas yang cukup berat. Dalam kasus ini apakah pemberian murottal Al-Qur’an, ceramah agama dan spiritual itu berpengaruh dalam mengatasi tingkat kecemasan pada pasien jantung koroner. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode Literature Review dengan desain Quasy experimental design, Case control study, Qualitative research, dan Randomize control trial. Dan beberapa artikel ini diambil dari database bereputasi dan terakreditasi. Selanjutnya, dilakukan seleksi terhadap sembilan artikel menggunakan JBI Critical Appraisal Tools.Mengatakan sebanyak tujuh jurnal murottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien jantung koroner menunjukkan adanya pengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien dengan p-value <0.05, sedangkan enam jurnal ceramah agama dan spiritual terhadap tingkat kecemasan pada pasien mengatakan adanya perubahan pada tingkat kecemasan dengan p-value <0.05, dan ada satu jurnal dari jurnal ceramah agama dan spiritual mengatakan tidak adanya pengaruh pemberian terapi terhadapa tingkat kecemasan pada pasien dengan nilai p-value = 0,898 / P>0,05. Pemberian terapi murottal Al-Qur’an, ceramah agama dan spiritual berdampak pada tingkat kecemasan yang di alami pasien terutamanya pada pasien dengan penyakit jantung, dalam literatur review ini mengatakan bahwasanya murottal Al-Qur’an lebih berpengaruh di bandingkan dengan pemberian ceramah agama dan spiritual terhadap tingkat kecemasan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMA KOTA PONTIANAK Eka Santy Abdurahman
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.798 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.475

Abstract

Latar belakang : Kesehatan reproduksi dan seksualitas di masyarakat masih dianggap tabu untuk dibicarakan. Perilaku seks bebas biasanya terjadi pada remaja karena kondisi emosionalnya masih labil dan rentan terhadap pengaruh apa pun, serta dikhawatirkan belum memiliki keterampilan hidup (life skills) yang memadai, sehingga berisiko memiliki perilaku pacaran yang tidak sehat, seperti melakukan hubungan seks bebas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prilaku seks bebas pada remaja di SMA Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei (survey research) dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik  random sampling dan jumlah sampel 91 responden. Analisis data menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil : dalam penelitian ini didapatkan hasil pengetahuan tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 0,061 > 0,05), sikap terhadap perilaku seks pranikah tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 0,222 > 0,05), media tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 1,000 > 0,05), teman sebaya berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 0,005 < 0,05), dan peran orangtua tidak berpengaruh dengan perilaku seks bebas pada remaja (p­­= 1,000 > 0,05).Pembahasan : menunjukkan bahwa teman sebaya yang memiliki banyak pengaruh terhadap perilaku seks bebas yang beresiko sebanyak 39 orang (70,9%), dan pengaruh teman sebaya berhubungan dengan perilaku seks bebas pada remaja (pvalue= 0,005 < 0,05). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Amalia (2015) yang didapatkan hasil bahwa perilaku teman dekat dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Menurut Intan (2012), teman dapat mempengaruhi perilaku karena teman merupakan bagian dari komunikasi sosial yang turut serta membentuk perkembangan pribadi seseorang, setelah komunitas keluarga. Menurut Eny (2011), bergaul dengan siapa dan apa yang dilakukan menjadi salah satu pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan seks bebas, berkumpul dengan teman-teman seperti apa dan dalam lingkungan pergaulan macam apa akan membawa efek bagi si anak itu sendiri, sehingga memilih teman menjadi salah satu pertimbangan yang harus di pikirkan dengan baik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh teman sebaya dan tidak ada pengaruh siknifikan dengan pengetahuan, sikap, media dan peran orang tua terhadap perilaku seks bebas pada remaja di SMA Kota Pontianak.Saran : Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk membentuk Peer conselor sebaya yang sebelumnya pernah ada karena pengaruh teman sebaya berpengaruh terhadap prilaku remaja dan penetapan kurikulum pendidikan seksualitas yang komprehensif sehingga remaja dapat lebih memahami ilmu yang dimiliki secara keseluruhan dan tidak setengah-setengah serta bisa mengambil pilihan-pilihan yang bertanggung jawab bagi dirinya sendiri. 
Aktivitas Antibakteri Daging Buah dan Daun Pala (Myristica Fragrans) terhadap Escherichia Coli Tanendri Arrizqiyani; Sri Sumiati; Mila Meliansyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.197 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.119

Abstract

Abstract: Antibacterial Activity Of Flash And Lead Of Nutmeg (Myristica  Fragrans) To Escherichia Coli.. Nutmeg plant is a typical Indonesian plant that is often used as a condiment of cooking and confectionery, especially the flesh of the fruit. But as advances in technology, nutmeg is widely developed as a potent antibacterial herb as Escherichia coli. The aims of this study is to compare the antibacterial sensitivity of ethyl acetate extract of flesh and nutmeg leaves to Escherichia coli Samples used are fruit and nutmeg leaves with sampling technique is purposive. The method used is Kirby Bauer and the variation of ethyl acetate extract of the flesh and nutmeg leaves used is 60% -100%. The results showed that antibacterial of an ethyl acetate extract of flesh was 1,5 higher than nutmeg leaves.Abstrak: Aktivitas Antibakteri Daging Buah dan Daun Pala (Myristica  Fragrans) Terhadap Escherichia Coli.  Tanaman pala merupakan tanaman khas Indonesia sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bumbu masak dan manisan khususnya bagian daging buahnya. Namun seiring kemajuan teknologi, pala banyak dikembangkan sebagai obat herbal yang berpotensi sebagai antibakteri seperti Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etil asetat daging buah dan daun pala terhadap Escherichia coli Sampel yang digunakan yaitu buah dan daun pala dengan teknik sampling yaitu purposive. Metode yang digunakan yaitu Kirby Bauer dan variasi ekstrak etil asetat daging buah dan daun pala yang digunakan yaitu 60%-100%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daging buah pala memiliki aktivitas antibakteri 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bagian daun.
Efektifitas Konsentrasi Asap Cair (Liquid Smoke) dari Tempurung Kelapa terhadap Angka Kuman Pada Tahu Yulia Yulia; Bambang Prayitno
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.101 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.74

Abstract

Abstract: Effectiveness of Liquid Smoke Concentration From Coconut Shell Score Against Germs In Tofu.The research objective is to analyze the effectiveness of the concentration of liquid smoke (liquid smoke) from coconut shell against the number of bacteria in the Tofu. This study is a quasi-experimental research with one group pretest-posttest design. The study population was groceries out in Pontianak in 2015. Sampling was done by purposive sampling. The number of samples in this study is 30 samples. The results showed no difference in the number of germs on to Tofu before and after soaking the concentration of liquid smoke (liquid smoke) from coconut shell with p-value 0.00; The concentration of liquid smoke (liquid smoke) the most effectiveness from coconut shells to decrease the number of bacteria in the Tofu is 20%.Abstrak : Efektifitas Konsentrasi Asap Cair (Liquid Smoke) Dari Tempurung Kelapa Terhadap Angka Kuman Pada Tahu. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis efektifitas konsentrasi asap cair (liquid smoke) dari tempurung kelapa terhadap angka kuman pada tahu.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan one group pretest postest. Populasi penelitian ini adalah bahan makanan tahu di Kota Pontianak tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan angka kuman pada tahu sebelum dan sesudah direndam konsentrasi asap cair (liquid smoke) dari tempurung kelapa dengan nilai p value 0,00; Konsentrasi asap cair (liquid smoke) yang paling efektifitas dari tempurung kelapa terhadap penurunan angka kuman pada tahu adalah 20%.
Analisis Risiko Kandungan Logam Kromium Heksavalen (Cr6+) Dan Arsen (As) Dalam Air Minum Ahmad Mursidi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.072 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.41

Abstract

Abstract: Risk Analysis Metal Content of Hexavalent Chromium (Cr6 +) and arsenic (As) in drinking water. The research objective is to determine estimates of health risks from exposure to hexavalent chromium metal and arsenic in drinking water. Research conducted on Kalanganyar population that uses clean water supply wells for drinking water as many as 200 people, and the examination of samples of drinking water as many as 32 samples. Design research using cross-sectional design using the descriptive-analytic method. The results showed that the percentage of respondents who have a non-cancerous disease risk due to exposure to hexavalent chromium (RQ≥1) by 16%, while the percentage of respondents that have exceeded the risk of non-cancer diseases due to exposure to arsenic (RQ≥1) by 59%. The risk of cancer due to arsenic exposure on average the respondents amounted to 1.5 per 10,000 population. The concentration of hexavalent chromium has relation with health risk (p <0.05) with r = 0.927. Arsenic concentrations also have a relationship with a health risk (p <0.05) with r = 0.936.Abstrak : Analisis Risiko Kandungan Logam Kromium Heksavalen (Cr6+) Dan Arsen (As) Dalam Air Minum. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perkiraan risiko kesehatan akibat pajanan logam kromium heksavalen dan arsen dalam air minum. Penelitian dilakukan terhadap penduduk Kalanganyar yang menggunakan sarana air bersih sumur gali sebagai sumber air minum sebanyak 200 orang, dan pemeriksaan sampel air minum sebanyak 32 sampel. Rancang penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase responden yang mempunyai risiko penyakit non kanker akibat pajanan kromium heksavalen (RQ≥1) sebesar 16%, sedangkan persentase responden yang telah melampaui batas risiko penyakit non kanker akibat pajanan arsen (RQ≥1) sebesar 59%. Besar risiko kanker akibat pajanan arsen rata-rata pada responden sebesar 1,5 per 10.000 penduduk. Konsentrasi kromium heksavalen terbukti mempunyai hubungan dengan risiko kesehatan (p < 0,05) dengan nilai r = 0,927. Konsentrasi arsen juga mempunyai hubungan dengan risiko kesehatan (p < 0,05) dengan nilai r = 0,936.
Serbuk Gergaji dan Papan Telur Sebagai Alternatif Noise Barrier dalam Ruangan Kahar Kahar; Muhamad Iqbal; Ade Kamaludin
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.107 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.999

Abstract

Lingkungan tempat kerja terdapat banyak bahaya dan risiko terhadap kesehatan pekerja itu sendiri, paparan kebisingan akan berdamapak keselamatan dan kesehatan seperti kebisingan yang berasal dari compressorKebisingan yang tinggi depatdilakukanpengendalian dengan merekayasa lingkungan atau mendesain pengendalian dari sumber suara dengan penambahan lapisan yang dapat untuk mereduksi kebisingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berbagai variasi ketebalan serbuk kayu dan papan telur sebagai media peredam kebisingan. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan pre-post test only design dan data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Untuk menentukan perbedaan serbuk gergaji dan papan telur sebagai pereduksikebisingan. Hasil penelitian menunjukkan nilai intensitas kebisingan sebelum dilakukan perlakuan berada pada rerata 101 dB(A). Nilai intensitas kebisingan ketebalan 1 cm rata-rata persentase penurunan sebesar 38,89%. Ketebalan 2 cm rata-rata persentase penurunan sebesar 39,48% dan Pada ketebalan 3 cm rata-rata persentase penurunan sebesar 38,48%. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pengunaan serbuk gergaji dan papan telur dengan ketebalan 1 cm, 2 cm dan 3 cm terhadap penurunan kebisingan pada mesin compressor. Perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait ketebalan noise barrier yang efektif. 
Penggunaan Modul Pendamping Kms Terhadap Ketepatan Kader Menginterpretasi Hasil Penimbangan Ratna Wilis; Agus Hendra Al Rahmad
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.841 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.129

Abstract

Abstract: The Use Health Card Companion Module To Accuracy Of Cadres In Interpreting The Weighing Results. The results monitoring of nutritional status in Aceh province in 2013 acquired 19.72% of children PEM total, and 1.80%  which include severe PEM, as well the prevalence of short children reached 37.1%. Cadre strategic role through monitoring the growth of children, the necessary training with Health Card companion module to determine the interpretation  results of weighing. The study aims to assess the effectiveness of training for used Health Card companion module to the cadres in interpreting the results child’s weight. Type descriptive analytic research using the Quasi-Experimental design approach to nonequivalent group pretest-posttest. Research conducted was Darul Imarah for 2 months (August-September 2016). Samples are a cadre of community health centers amounted to 40 (20 cases and 20 control). Data were collected and analyzed using statistical R-Cmdr through descriptive analysis and inferential. The survey results revealed a significant effect in improving the training of cadres accuracy (p= 0,000) interpret data results. Further training evidenced by the module is more effective in improving the accuracy of cadres (p= 0,000) compared with not training. The conclusion that accuracy of cadres in interpreting the results a child’s weight can be improved through the use of training modules, in addition to the use of modules is more effective than without the use of modules.Abstrak: Penggunaan Modul Pendamping Kms Terhadap Ketepatan Kader Menginterpretasi Hasil Penimbangan. Hasil pemantauan status gizi di Provinsi Aceh tahun 2013 diperoleh 19,7% anak Kekurangan Energi Protein (KEP) total, dan 1,8% diantaranya termasuk KEP berat, serta prevalensi anak pendek mencapai sebesar 37,1%. Peran kader yang sangat strategis melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan anak di posyandu, maka diperlukan pelatihan dengan modul pendamping Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk menentukan interpretasi hasil penimbangan anak di posyandu. Penelitian bertujuan untuk menilai efektivitas pelatihan penggunaan modul pendamping KMS terhadap kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita. Jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan pretest posttest non equivalent group. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah selama 2 bulan, (Agustus-September 2016). Sampel merupakan kader puskesmas berjumlah 40 orang (20 perlakuan dan 20 kontrol). Data dikumpulkan secara studi kasus dan observasi yang dianalisis menggunakan statistik R-Cmdr melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial pada CI: 95%. Hasil penelitian diketahui pelatihan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan ketepatan kader (p=0,000) menginterpretasi data hasil. Selanjutnya dibuktikan pelatihan dengan modul KMS lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan kader (p=0,000) dibandingkan pelatihan tanpa modul. Dapat disimpulkan bahwa ketepatan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita dapat ditingkatkan melalui pelatihan penggunaan modul, selain itu penggunaan modul lebih efektif dibandingkan tanpa penggunaan modul.

Page 8 of 17 | Total Record : 169