In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles
277 Documents
Merepetisi Perkataan Yesus Mengenai Tuaian menurut Yohanes 4:35 di Era New Normal
Samosir, Esra Zos
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i2.1772
New normal merupakan suatu masa yang sulit untuk diterima dari beberapa pihak, gereja secara khususnya terkekang dalam kebingungan untuk melakukan pelayanan pastoral dan misinya. Gereja dan orang percaya diharapkan tidak menutup diri, namun sesegera mungkin memandang dan melakukan penuaian jiwa-jiwa dari sisi ekonomi, sosial, psikologi dan kesehatan. Penelitian berfokus mendeskripsikan tuaian-tuaian dari yang dikatakan Yesus di era new normal. Penulisan riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan pada suatu repetisi (mengingatkan dan menekankan ulang) dari pesan Yesus kepada murid-murid-Nya (Yoh. 4:35) mengenai tuaian, serta memberikan sebuah instruksi bagi gereja dan setiap orang percaya di era new normal untuk sesegera mungkin bergerak melakukan penuaian terhadap jiwa-jiwa. Adapun kebaharuan dari penelitian ini ialah suatu eksegesis dari pesan Yesus mengenai tuaian kepada murid-murid-Nya yang tertulis di dalam kitab Yohanes 4:35, dengan berorientasi kepada orang-orang yang terkena dampak dari covid-19 di era new normal sebagai tuaian yang sudah menguning.
Tinjauan Teologi Tentang Spiritualitas Ekologi Menyahabati Alam Melalui Gereja Toraja Sebagai Respon Krisis Ekologi
Jerpan, Jelmiasner;
Pranata, Satria Yarnel;
Julianto, Radia Putra
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i4.1773
Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana Yayasan Marampa Tallulolona Gereja Toraja dengan konsep filosofis tallulolona melihat alam sebagai saudara. Persoalan krisis ekologi masih merupakan salah satu isu sentral untuk berteologi di Indonesia. Kerusakan alam perlu diperhatikan secara serius, sebab ketika alam mengalami kerusakan, manusia yang akan mendapatkan akibat buruknya. Gereja justru menjadi salah satu penyumbang terjadinya krisis ekologi ini dengan tidak menghemat pemakaian listrik, pemakaian AC secara berlebihan, dan lebih mementingkan bangunan dan dekorasi gereja dibandingkan dengan program-program tentang masalah krisis ekologi. Hal ini menunjukkan bahwa spiritualitas ekologis Yayasan Marampa Tallulolona Gereja Toraja masuk dalam kategori anthropocentrism of responsibility dan bertipe naturalis, sebab membangun relasi dengan Tuhan ketika sedang melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan alam. Spiritualitas ini kemudian menjadi tidak pasif sebab dijadikan oleh Yayasan Marampa Tallulolona sebagai bentuk khotbah yang hidup (nyata/langsung). Hal ini yang kemudian menjadikan Yayasan Marampa Tallulolona terus konsisten dalam menyahabati alam dan terbangun dalam bentuk spiritualitasnya sendiri.
Tinjauan Teologis Mengenai Pemuridan Terhadap Pemuda Generasi Z Era Digital di Gereja Toraja
Pasinggi, Ramanta Deal
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i3.1779
Tulisan ini bertujuan untuk meninjau pandangan teologis mengenai pemuridan terhadap generasi Z di era digital di Gereja Toraja Jemaat Pison Pongsamelung Klasis Lamasi. Pemuridan terhadap pemuda generasi Z di jemaat Pison Pongsamelung perlu dilakukan supaya dapat menambah wawasan tentang arti kedewasaan rohani, membina sebuah kelompok, memuridkan ulang dan dapat bertanggung jawab agar pengaruh era digital sekarang ini tidak menganggu kerohanian pemuda. Berdasarkan jenis penelitian maka penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data diperoleh dari informan selama penelitian lapangan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan terhadap generasi Z belum terlaksana dikarenakan proses penginjilan, pembinaan, pelipatgandaan, dan pengutusan yang menjadi indikator dalam pemuridan ternyata belum diterapkan oleh jemaat. Ada kegiatan kerohanian jemaat menyediakan pemateri dalam kegiatan tersebut untuk lebih membekali pemuda. Pemuridan bisa berjalan dengan adanya pemuda kelompok serta dalam proses pemuridan itu tidak terlalu formal, serta dalam pemuridan tersebut dapat membentuk ulang sifat dan karakter pemuda, agar dapat dewasa dalam rohani dan memiliki pandangan yang lebih baik.
Kajian Filosofis-Teologis tentang Kenikmatan dalam Pandangan Jemaat Ora Et Labora Lagia dari Terang Berpikir Epikuros
Sadrak, Sadrak;
Yoel, Ganna;
Bondang, Erik
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i5.1780
Tulisan ini bertujuan untuk menerangkan serta menjelaskan bagaimana pandangan jemaat Ora Et Labora Lagia tentang kenikmatan serta memberikan pemahaman kepada jemaat Ora Et Labora Lagia, perihal pandangan Epikuros tentang kenikmatan dan relevansinya bagi jemaat dalam kehidupan sehari-hari. Kenikmatan yang dimaksud oleh Epikuros adalah ketika batin atau jiwa seseorang merasa tenang dan tidak merasakan kegelisahan dalam dirinya. Konsep Epikuros perihal hidup yang bahagia yaitu hidup dengan rasa nikmat sedapat mungkin sekaligus bijaksana dalam memilih kenikmatan agar tidak terjerumus dalam nikmat semu atau keinginan duniawi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dimana fenomenologi berfokus pada makna subjektif dari realitas objektif di dalam kesadaran orang yang menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari. Fenomenologi berangkat dari pola pikir subjektif yang tidak hanya memandang suatu gejala dari yang tampak, tetapi berusaha menggali makna dibalik yang tampak itu. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kenikmatan dipahami oleh anggota jemaat sebagai rasa kepuasan dalam diri manusia.
Kajian Teologis Simbol Salib Bukit Singki dan Pengaruh Religiusnya Terhadap Umat Kristiani
Dwijayanti, Indria;
Yoland, Megayanty;
Tipak, Narlis
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i6.1784
Pembaptisan adalah sebuah tindakan sakramental yang menandai seseorang sebagai anggota komunitas Kristiani. Namun, memiliki hubungan pribadi dengan Kristus tidak selalu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Jika ajaran Kristus tidak mempengaruhi interaksi dengan sesama, kemungkinan nilai-nilai dunia akan mendominasi hubungan tersebut. Penelitian ini fokus pada analisis literatur yang ada, mengungkap berbagai sudut pandang mengenai signifikansi dan implikasi pembaptisan. Penting bagi setiap percaya untuk memahami peran dan arti baptisan dalam konteks keanggotaannya dalam gereja. Setelah dibaptis, seseorang memiliki tanggung jawab untuk mencerminkan relevansi dan dampak baptisan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu beriman maupun sebagai anggota komunitas gereja tempat mereka dibaptis. Namun, terdapat kasus di mana orang-orang yang telah dibaptis belum sepenuhnya mengalami transformasi dalam pikiran, kata-kata, dan tindakan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi pertumbuhan rohaniah dan pemahaman yang lebih mendalam tentang implikasi baptisan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat hubungan pribadi dengan Kristus dan mengimplementasikan ajaran-Nya dalam tindakan sehari-hari, seseorang dapat mengalami pertumbuhan dan transformasi rohaniah yang lebih dalam. Ini adalah sebuah perjalanan spiritual yang terus berlanjut, menuju kedewasaan dalam iman dan pelayanan bagi Tuhan dan sesama.
Eksistensi Yesus Sebagai Logos dalam Injil Yohanes
Yanti, Krisda;
Sutrisno, Dimas Teguh
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i7.1785
Penelitian ini mendalami fenomena Yesus sebagai sosok yang telah dijanjikan oleh Allah dan muncul dalam dunia sebagai manusia nyata. Proses ini dikenal sebagai inkarnasi, di mana keilahian dan kemanusiaan menyatu dalam diri Yesus, sering kali disebut sebagai Logos. Namun, apakah Logos hanya merupakan gelar atau juga mencakup aspek pribadi Yesus masih menjadi subjek perdebatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan melalui literatur dan referensi kepustakaan. Melalui pendekatan ini, penulis menggali informasi mengenai Yesus dan peran-Nya dalam Perjanjian Baru. Inkarnasi Yesus menjadi fokus utama, mengungkap bagaimana keilahian dan kemanusiaan-Nya bersatu dalam satu entitas. Hasil penelitian ini mencakup empat aspek utama. Pertama, peran Yesus dalam Perjanjian Baru menjadi landasan penting untuk memahami pesan dan ajaran-Nya. Kedua, inkarnasi menjadi titik sentral, menunjukkan bagaimana Allah mengambil rupa manusia dalam Yesus. Ketiga, eksistensi Yesus sebagai Logos dalam kitab Injil Yohanes memberikan perspektif mendalam tentang siapa Yesus sebenarnya. Selain itu, Logos tidak hanya merupakan gelar, tetapi juga mencakup aspek pribadi Yesus. Hal ini tercermin dalam kisah kehidupan-Nya yang tercatat dalam kitab Yohanes. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang sosok Yesus dan pentingnya inkarnasi dalam kepercayaan Kristen.
Tinjauan Sosio-Antropologi Terhadap Fenomena Perpindahan Anggota Jemaat Antar Denominasi di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja
Banne, Mariana;
Sesa, Mega Yulen;
Vikarya, Vikarya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i8.1786
Penelitian ini diangkat sebagai bahan untuk melihat fenomena perpindahan anggota jemaat antar denominasi di Kecamatan Mengkendek, dengan meninjau dari sosio antropologi. Adapun pokok masalah dalam skripsi ini yakni apa yang menjadi faktor penyebab anggota jemaat pindah denominasi ? dengan tujuan penulisan untuk mengetahui faktor penyebab anggota jemaat pindah denominasi. Dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, penelitian lapangan serta observasi. Setelah penulis mengadakan penelitian lapangan, bahwa faktor penyebab perpindahan anggota jemaat antar denominasi ialah karena adanya faktor pernikahan, jarak, mantunu, perselisihan dan percaya pada doktrin lain. Sehingga itu dapat mempengaruhi akan pelayanan mereka dimana tempat ia nyaman memuji dan menyembah Tuhan sesuai dengan keinginan pribadi masing-masing anggota jemaat untuk bersekutu dan melakukan pola hidup kasih dalam kehidupan mereka meskipun dengan berbagai perbedaan antar denominasi. Anggota jemaat yang pindah denominasi karena menghindari mantunu yang menurutnya bahwa menambah hutang dengan mengikuti adat istiadat terutama dalam rambu solo dan pindah denominasi karena percaya pada doktrin lain.
Makna Salib Menurut John Calvin Analisis Dogmatis Dan Relevansinya Terhadap Kualitas Ibadah Gereja Toraja
Kilala, Dika;
Masirri, Mei
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i10.1801
John Calvin meyakini bahwa salib memiliki peran penting sebagai sarana penebusan dosa manusia. Menurutnya, manusia berdosa namun Yesuslah yang mengambil tanggung jawab atas dosa-dosa tersebut. Cinta kasih Allah begitu besar sehingga Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tak bersalah untuk disalibkan, guna menebus dosa-dosa manusia. Dari keyakinan ini, penulis bertujuan untuk meneliti makna dogmatis salib menurut pandangan John Calvin, serta relevansinya terhadap kualitas ibadah di Jemaat Ampangan Klasis Tondon. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif studi lapangan, dengan melaksanakan observasi dan wawancara. Hasil dari data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis oleh penulis. Kesimpulan yang diambil adalah bahwa Jemaat Ampangan telah memahami dengan baik makna salib dalam kehidupan berjemaat dan kehidupan pribadi masing-masing. Pemahaman ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas ibadah di Jemaat Ampangan. Dengan memahami dan menerima makna dogmatis salib menurut John Calvin, jemaat ini mampu mendalami dan mengalami pertumbuhan spiritual yang lebih dalam dalam ibadah mereka.
Perencanaan Konseling Pastoral Dengan Teknik Modeling Terhadap Remaja Korban Perceraian di Lembang Buri
Candriani, Candriani;
Ratnasari, Ratnasari;
Linggi, Dwiyanti Tarik
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i11.1802
Perceraian dapat diartikan sebagai kegagalan perkawinan yang menyebabkan putusnya hubungan antara laki-laki dan perempuan atau suami dan istri. Menurut Yakub B. Susabda, konseling adalah hubungan timbal balik antara hamba Tuhan sebagai konselor dengan konselinya (orang yang dibimbing), di mana konselor mencoba membimbing konseli ke dalam suatu percakapan konseling yang ideal yang memungkinkan konseli dapat mengenal dan mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri, persoalannya, kondisi hidupnya, di mana ia berada, sehinga ia mampu melihat tujuan hidupnya dalam relasi dan tanggung jawabnya pada Tuhan, serta mencoba mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya mengenai layanan konseling pastoral dengan teknik modeling bagi remaja untuk merubahan perubahan perilaku akibat perceraian orang tua di Lembang Buri’ maka dapat disimpulkan bahwa remaja dapat mengalami perubahan perilaku yang diakibatkan oleh perceraian orang tua sehingga hal ini membuat melakukan hal yang tidak sesuai yang diinginkan oleh masayarakat seperti remaja merokok, pergaulan bebas, mabuk-mabukkan dan susah berradaptasi dengan lingkungannya.
Kajian Hermenutik Tentang Praktek Puasa Menurut Matius 6:16-18 dan Implikasinya Bagi Pemahaman Orang Kristen Masa Kini
Bura, Restia Nata;
Yacob, Imanuel
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i11.1803
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan pendekatan Gramatikal-historikal-kontekstual untuk menyelidiki praktek puasa sesuai dengan ajaran Matius 6:16-18, serta implikasinya terhadap pemahaman orang Kristen kontemporer. Puasa memegang peranan penting dalam kehidupan spiritual seorang Kristen, mewakili disiplin untuk menahan diri dari makanan dengan tujuan memperkuat iman dan memperdalam hubungan spiritual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktek puasa tidak hanya merendahkan diri dan melatih kerendahan hati, tetapi juga merupakan ekspresi dari tobat yang tulus di hadapan Allah, serta bentuk ibadah dan pelayanan kepada-Nya. Puasa harus dilakukan dengan kesungguhan, bukan untuk mencari pengakuan dari orang lain sebagaimana dilakukan oleh orang munafik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman tentang pentingnya praktek puasa dalam kehidupan orang Kristen masa kini, mengajak untuk mengamalkannya dengan tulus dan sungguh-sungguh sebagai bentuk pengabdian kepada Allah