cover
Contact Name
Genoveva Mari
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalintheos@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
Published by Actual Insight
ISSN : 27767450     EISSN : 27757676     DOI : https://doi.org/10.56393/intheos.v1i1.170
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles 286 Documents
Filsafat Gotong Royong di Era Global: Transformasi Filantropi Keagamaan menjadi Solidaritas Kewarganegaraan Andri Fransiskus Gultom
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi filsafat Gotong Royong sebagai jembatan antara praktik filantropi keagamaan dan solidaritas kewarganegaraan di tengah arus individualisme global. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi filosofis, penelitian ini membedah transformasi nilai-nilai altruisme religius menuju aksi sipil yang inklusif dalam bingkai Pancasila. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran konsep "Solidaritas Teo-Sivik", di mana filantropi tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban teologis privat, melainkan sebagai instrumen politik kewarganegaraan yang memperkuat kohesi sosial di masyarakat multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi filantropi keagamaan di Indonesia telah menggeser batas-batas eksklusivitas komunal menjadi gerakan kemanusiaan lintas iman yang berbasis pada keadilan sosial. Revitalisasi filosofis Gotong Royong, dalam penelitian ini krusial untuk mencegah segregasi sosial, sekaligus memosisikan Pancasila sebagai sistem etika global yang mampu mensinergikan identitas transenden dengan tanggung jawab imanen sebagai warga negara. Konsep ini memberikan kontribusi teoretis baru dalam studi kewarganegaraan pasca-sekular. Secara praktis, temuan ini menawarkan peta jalan bagi penguatan resiliensi nasional melalui sinkronisasi antara kebijakan publik dan energi spiritual di era global.
Reinterpretasi Mandat Ekologis: Analisis Hermeneutik Norman C. Habel terhadap Krisis Tambang Nikel Pulau Gag Meldy Berhitu; James Fransinopik; Anna Lilipory; Febby Patty
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.3879

Abstract

Krisis ekologi global saat ini mencerminkan keterputusan spiritual manusia dari mandat Allah, yang termanifestasi dalam pola pikir antroposentris. Fenomena ini terlihat nyata di Pulau Gag, Raja Ampat, di mana aktivitas pertambangan nikel oleh PT Gag Nikel dan perusahaan lainnya telah menyebabkan deforestasi pesisir, sedimentasi terumbu karang, dan penurunan kualitas air laut yang mengancam mata pencaharian masyarakat lokal. Meskipun studi terdahulu telah membahas sinergi iman dan tradisi lokal, kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan sinkretis enam prinsip hermeneutik Norman C. Habel untuk mengekstraksi “suara bumi” secara spesifik dari teks biblika guna menggugat kebijakan ekstraktif nikel di Pulau Gag. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi landasan teologis ekologis Kristen melalui metode kualitatif studi pustaka terhadap teks Kejadian 1:28, Marmur 104, dan Kolose 1:15-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah kabasy dan rada dalam Kejadian 1:28 seharusnya dimaknai sebagai tanggung jawab pemeliharaan, bukan legitimasi eksploitasi. Mazmur 104 menegaskan ketergantungan seluruh ciptaan pada Allah, sementara Kolose 1:15–20 menempatkan Kristus sebagai pusat kosmos yang mendamaikan seluruh alam semesta. Simpulan penelitian mendesak transformasi misi gereja dari “jiwa-sentris” ke “kosmos-sentris” dengan implikasi kebijakan praktis berupa desakan moratorium izin tambang di pulau-pulau kecil serta audit independen terhadap AMDAL di Raja Ampat sebagai wujud aksi profetis nyata.
Tinjauan Literatur Sistematis Kepemimpinan Antargenerasi Dalam Penguatan Pelayanan Gereja Octavianus Harry; Antakirana Antakirana; Ivanna Yusti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4004

Abstract

Perubahan zaman telah membuat komposisi usia jemaat di gereja menjadi semakin beragam yang menyebabkan dampak ketimpangan antargenerasi dalam pelayanan dan akan berakibat pada dominasi kepemimpinan di generasi tertentu. Kondisi ini mengurangi efektivitas pelayanan kepada jemaat yang selama ini belum sepenuhnya terjawab oleh inisiatif pemimpin muda yang hanya berfokus pada kebutuhan di era teknologi digital tanpa adanya pendekatan yang baik pada antargenerasi.  Artikel ini mengkaji tinjauan literatur secara sistematis mengenai kepemimpinan antargenerasi dalam konteks gereja. Studi ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap sebelas studi empiris melalui pendekatan metode systematic literature review mengikuti kriteria PRISMA dengan memperhatikan aspek relevansi yang meliputi kepemimpinan, antargenerasi, konteks gereja, keberadaan model atau solusi, serta metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut. Kebaruan hasil analisis ini terletak pada perumusan kerangka teologis-praktis kepemimpinan antargenerasi yang menekankan lima elemen utama, yaitu panggilan bersama, relasi saling menghormati, keselarasan visi, pembinaan kepemimpinan, dan pengelolaan transisi lintas generasi dalam gereja. Hasil dari temuan penelitian ini menegaskan kepemimpinan antargenerasi merupakan strategi penguatan gereja yang berpotensi meningkatkan efektivitas pelayanan secara berkelanjutan.
Kehadiran Gereja bagi Kaum Marginal dalam Realitas Ketidakadilan Sosial Esra Alfred Soru; Jefrit Messakh
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4199

Abstract

Ketidakadilan sosial di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang ditandai oleh kemiskinan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta keterbatasan akses kelompok marginal terhadap pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan layak. Dalam konteks ini, gereja sebagai komunitas iman memiliki tanggung jawab teologis dan sosial untuk menghadirkan nilai keadilan serta pembelaan bagi kaum tertindas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kehadiran gereja, menafsirkan makna teologis keterlibatannya, dan mengevaluasi efektivitas perannya dalam merespons ketidakadilan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis deskriptif-kritis terhadap literatur teologi sosial, dokumen gerejawi, dan data sosial kemasyarakatan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian gereja masih menekankan pelayanan diakonia karitatif yang bersifat jangka pendek. Namun, sejumlah gereja mulai mengembangkan pelayanan transformatif melalui pemberdayaan ekonomi, advokasi sosial, dan pendidikan berbasis keadilan. Kehadiran gereja yang efektif ditandai oleh integrasi spiritualitas, aksi sosial, dan komitmen profetis terhadap perubahan struktur yang tidak adil, sehingga diperlukan pergeseran paradigma menuju praksis gereja yang kontekstual dan transformatif.
Nilai Budaya Tenun Rote Ndao dalam Pembentukan Identitas Pendidikan Agama Kristen Dance Otniel
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4207

Abstract

Budaya setempat berperan penting dalam membentuk identitas iman yang kontekstual, khususnya dalam Pendidikan Agama Kristen yang berakar pada pengalaman hidup masyarakat. Tenun adat Rote Ndao merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga mengandung makna simbolis dan filosofis dalam membentuk identitas sosial dan spiritual. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai budaya serta filosofi tenun Rote Ndao dan relevansinya dalam pembentukan identitas Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis budaya dan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif bunga lontar melambangkan kehidupan dan ketergantungan kepada Tuhan, pola geometris mencerminkan keteraturan dan disiplin, motif fauna menegaskan tanggung jawab terhadap ciptaan, pola ikatan benang menggambarkan persatuan dan persekutuan, serta warna tenun merefleksikan nilai spiritual seperti kesucian, pengorbanan, dan pertumbuhan iman. Motif tersebut dapat diintegrasikan menjadi materi ajar melalui modul, media visual, dan pembelajaran kontekstual berbasis Alkitab, sehingga memperkuat identitas iman peserta didik serta mendorong integrasi budaya dalam kurikulum nasional.
Membaca Iman di Luar Kata: Media Audio-Visual sebagai Ruang Belajar Pendidikan Agama Kristen bagi Anak Berkebutuhan Khusus Diniyarti Rara Bolu; Degunias Ton
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4211

Abstract

Anak berkebutuhan khusus sering mengalami kesulitan dalam memahami iman karena pembelajaran Pendidikan Agama Kristen cenderung didominasi pendekatan verbal seperti ceramah, pembacaan Alkitab, dan penjelasan konseptual yang kurang selaras dengan karakteristik belajar mereka. Artikel ini bertujuan menganalisis media audio-visual sebagai ruang belajar iman yang melampaui pendekatan berbasis kata, khususnya bagi anak dengan hambatan komunikasi dan kognitif ringan hingga sedang, seperti autisme dan kesulitan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang bersifat konseptual-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audio-visual berperan sebagai medium pedagogis yang memediasi pengalaman iman secara non-verbal melalui visualisasi, narasi audio, gambar, serta simbol-simbol religius yang lebih mudah dipahami peserta didik. Pembelajaran iman di luar kata tidak hanya menjadi alternatif metodologis, tetapi juga pendekatan pedagogis yang memiliki dasar teologis dan relevansi praktis dalam pengembangan pendidikan agama Kristen yang inklusif. Artikel ini mengimplikasikan pentingnya integrasi film Alkitab, animasi, gambar naratif, dan cerita digital sebagai strategi pembelajaran kontekstual bagi guru Pendidikan Aagama Kristen.
Hermeneutika Rekonsiliasi Kritis: Menafsir Insiden Rasisme Pelajar di Yalimo sebagai Teks Hidup James Fransinopik; Meldy Berhitu; Elka Anakotta
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.4234

Abstract

Konflik sosial di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, khususnya pasca-insiden rasisme pelajar pada tahun 2025, tidak hanya merupakan fenomena sosial-politik, tetapi juga realitas teologis yang menuntut pembacaan iman secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menafsir konflik Yalimo tersebut sebagai “teks hidup” melalui pendekatan hermeneutika filosofis. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif teologis dengan kerangka pemikiran Paul Ricoeur dan Hans-Georg Gadamer. Pendekatan ini digunakan untuk memahami konflik sebagai realitas simbolik yang mengandung makna penderitaan, sekaligus sebagai ruang dialog antara teks Alkitab dan konteks sosial Papua melalui konsep fusion of horizons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tersebut berakar pada prasangka rasial dan keretakan komunikasi antarbudaya yang mendalam di masyarakat. Oleh karena itu, rekonsiliasi teologis tidak hanya bersumber dari pemahaman normatif terhadap teks Alkitab, tetapi juga dari dialog antara firman Tuhan dan pengalaman konkret masyarakat yang terluka. Analisis terhadap Mikha 6:8, Efesus 2:14–18, dan Matius 5:9 menegaskan bahwa keadilan, perdamaian, dan rekonsiliasi merupakan inti panggilan iman Kristen dalam konteks konflik.Artikel ini menyimpulkan, konflik tidak hanya dipahami sebagai krisis, tetapi juga sebagai ruang teologis bagi hadirnya karya rekonsiliasi Allah dalam kehidupan manusia.
Pembinaan Remaja melalui Kelompok Kecil: Dialektika Teori Perkembangan Iman James W. Fowler dan Nilai Somba Marhula-hula Siregar, Fermata Ramena
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4244

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas iman, namun dalam praktiknya iman remaja kerap berhenti pada tahap konvensional, bersifat ritualistik, dan kurang reflektif. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pembinaan iman dan pemaknaan nilai budaya lokal dalam kehidupan remaja. Artikel ini bertujuan mengkaji pembinaan iman remaja melalui Kelompok Kecil dengan mempertemukan teori perkembangan iman James W. Fowler dan nilai kearifan lokal Batak Toba, khususnya Dalihan Na Tolu pada aspek Somba Marhula-hula. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan integrative literature review untuk mensintesis kajian psikologis, teologis, dan kultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kelompok Kecil menjadi ruang relasional-dialogis yang mendorong refleksi dan internalisasi iman secara personal dan kontekstual. Keterkaitan antara tahap synthetic-conventional dan nilai Somba Marhula-hula tampak pada orientasi relasional, pembentukan identitas melalui komunitas, serta penekanan pada loyalitas sosial. Namun, tanpa refleksi kritis, hal ini berpotensi memperkuat konformitas, sehingga diperlukan integrasi dialektik menuju iman reflektif.
Hakikat Imago Dei dalam Pendidikan Karakter Kristen: Analisis Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Berhitu, Meldy; Sitinjak, Helleri; Siahaya, Agusthina
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4250

Abstract

Pendidikan kontemporer saat ini menghadapi tantangan besar berupa pergeseran ke arah pragmatisme yang hanya mengejar standar industri, sehingga sering kali mengabaikan martabat dan panggilan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat manusia sebagai Imago Dei (Gambar Allah) dan implikasinya dalam merumuskan praktik pendidikan yang humanis dan bermartabat di tengah tantangan era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui sintesis pemikiran teologis dan pedagogis, termasuk integrasi konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Imago Dei memerlukan sinergi kolaboratif antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga sebagai institusi utama harus mampu menyeimbangkan peran kepemimpinan spiritual ayah dan regulasi emosi ibu secara neurologis guna membentengi jalur moral anak dari pengaruh negatif teknologi, sementara sekolah dan masyarakat berperan sebagai ekosistem pendukung membentuk karakter dalam setiap pribadi tanpa diskriminasi akademik maupun sosial. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa revitalisasi nilai Imago Dei melalui koordinasi keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan integritas spiritual. Dengan menempatkan Gambar Allah sebagai pusat orientasi, pendidikan tidak hanya menghasilkan kecerdasan akademis, tetapi juga memulihkan identitas serta panggilan eksistensial peserta didik dalam menjawab tantangan zaman yang dinamis.
James Fowler: Labirin Konsep Iman sebagai Realitas Humanisasi di Era Digital Sirait, Cindy Monika
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4266

Abstract

Penelitian ini berangkat dari perubahan mendasar dalam pengalaman iman akibat dominasi algoritma, fragmentasi makna, dan budaya instan yang memengaruhi kedalaman refleksi manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis karya utama Fowler serta literatur teologis dan digital kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan iman tidak lagi bersifat linear, melainkan dinamis dan menyerupai “labirin” yakni proses navigasi makna yang non-linear, iteratif, dan reflektif-kritis, di mana individu secara aktif menafsir, menguji, dan merekonstruksi keyakinannya dalam konteks arus informasi digital yang kompleks. Tahap individuative-reflective dan conjunctive faith menjadi kunci dalam membentuk iman yang kritis, reflektif, dan integratif di tengah disrupsi digital. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa iman harus dipahami sebagai proses eksistensial yang membentuk kesadaran diri dan kualitas kemanusiaan. Dengan demikian, iman berfungsi sebagai kekuatan reflektif untuk menavigasi kompleksitas realitas digital secara utuh dan bertanggung jawab.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2025): Oktober Vol. 5 No. 9 (2025): September Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus Vol. 5 No. 7 (2025): Juli Vol. 5 No. 6 (2025): Juni Vol. 5 No. 5 (2025): Mei Vol. 5 No. 4 (2025): April Vol. 5 No. 3 (2025): Maret Vol. 5 No. 2 (2025): Februari Vol. 5 No. 1 (2025): Januari Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue