In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles
277 Documents
Dampak Perkawinan Campur terhadap Iman Anak dan Keutuhan Keluarga Menurut Ajaran Gereja Katolik
Lubur, Hermina Serang;
Pius X, Intansakti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.764 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i1.1290
Perkawinan merupakan sesuatu yang religius yang mana seorang wanita dan seorang pria yang sudah dewasa dan ,mempunyai keinginan untuk bersatu dan disahkan dalam pernikahan suci sebagai suami istri untuk membangun keluarga yang bahagia dan memperbanyak keturunan.Namun dalam kenyataan, dalam melangsungkan sebuah perkawinan sering mengalami hambatan ,yakni sering terjadi pernikahan campur. Hal ini sering terjadi karna masyarakat indonesia adalah masyarakat yang menganut berbagai agama yakni Islam,Protestan,Katolik,Hindu,Budha dan Konghucu.Dalam ajaran Gereja Katolik,pernikahan campur beda agama maupun beda Gereja mendapat perhatian yang khusus.Semua agama mempunyai aturan sendiri dalam memelihara iman umatnya khususnya dalam mengatur pernikahan umatnya.Gereja bahkan melarang pernikahan beda agama karena mempunyai dampak yang cukup besar terhadap perkembangan iman anak.Anak akan merasa binggung untuk memilih,apa harus mengikuti ayah atau ibu,dan perkawinan campur juga membawa pengaruh bagi keutuhan perkawinan.Dalam kenyataan masih sering terjadi pernikahan beda agama dan ada juga yang memilih untuk hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang resmi sesuai agama.
Meningkatkan Keaktifan Remaka Dalam Mengikuti Pembinaan Iman Melalui Metode Sekutu
Desa, Maria Vianti;
Sudarso, Fransiskus;
Mangar, Melita;
Tato, Theresia Ariyanti Mando
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.168 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i1.1380
Remaka merupakan tulang punggung Gereja yang membutuhkan pembinaan iman yang intensif sesuai dengan usianya. Pembinaan iman yang intensif mampu mengarahkan remaka untuk menjadi pribadi yang ikut bertanggung jawab dengan imanya serta bertumbuh demi perkembangan Gereja dan bangsa. Remaka sering disebut sebagai generasi penerus Gereja dan bangsa. Pernyataan ini mengarahkan para pemerhati dan semua lapisan masayarakat untuk senantiasa memperhatikan, mendampingi remaka dalam setiap kegiatan rohani maupun pendidikan lainnya. Kegiatan kerohanian membantu remaka menjadi pribadi yang dewasa dan siap menghadapi berbagai tantangan dimasa mendatang,serta menjadi pribadi yang tangguh, kokoh, kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan demikian sangat dibutuhkan berbagai metode pembinaan yang menarik misalnya dengan metode sekutu. Metode sekutu merupakan metode yang digunakan dalam mengembangkan iman remaja untuk membentuk karakter saling membantu. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah metode sekutu dapat meningkatkan keaktifan remaka dalam mengikuti pembinaan iman. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara, tentang keaktifan remaka dalam kegiatan pembinaan iman misalnya kehadiran, berdoa, bernyanyi, sharing dan tanyajawab. Sumber data yang diperoleh 5 responden. Dengan hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode sekutu dapat meningkatkan keaktifan remaka hingga mencapai 85,5%.
Hidup Doa di Masa pandemi Covid-19
Yuliati, Yuliana Eni;
Mirayanti, Maria Desi;
Leu, Helena Hay;
Klemen, Klemen
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.979 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i1.1381
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi covid-19 terhadap hidup doa mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang Program Studi Pelayanan Pastoral. Masalah dalam penelitian ini adalah sejak adanya pandemi covid-19 di Indonesia timbullah berbagai dampak salah satunya dalam bidang keagamaan. Untuk menghindari penyebaran yang semakin meluas pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu segala bentuk kegiatan keagamaan dialihkan dirumah masing-masing sehingga diperkirakan menimbulkan efek pada hidup doa mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang Prodi Pelayanan Pastoral.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengukuran sesudah kejadian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk kuesioner yang sudah dites validitas dan reliabilitas. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang Prodi Pelayanan Pastoral. Hasil penelitiannya, terdapat pengaruh positif dan signifikan pandemi covid-19 terhadap hidup doa mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang Program Studi Pelayanan Pastoral. Penelitian ini memberikan makna bahwa, pandemi covid-19 mempengaruhi Hidup Doa mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang Prodi Pelayanan Pastoral secara positif.
Meningkatkan Motivasi Pelayanan Penyandang Disabilitas Mahasiswa Prodi Pelayanan Pastoral Melalui Kegiatan Kelompok Kecil Evangelisasi
Jumilah, Bernadeta Sri;
Tasiribeddei, Yasinta
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.379 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i1.1382
Motivasi pelayanan penyandang disabilitas mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral mencakup dua jenis yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi memiliki pengaruh terhadap pelayanan penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi pelayanan penyandang disabilitas mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral melalui kelompok kecil evangelisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test design untuk 10 sub variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata peningkatan motivasi intrinsik yaitu percaya diri 5%, kerendahan hati 1%, belas kasih/cinta 3%, ucapan syukur 5%, minat 11%, sedangkan peningkatan motivasi ekstrinsik tanggung jawab 5%, tujuan 11%, pujian 11%, hadiah 11%, kerja sama 11%. Berdasarkan perolehan nilai tersebut maka dapat diketahui motivasi pelayanan penyandang disabilitas oleh mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral mengalami peningkatan, dari hasil pre-test dan post-test, dari rata-rata peningkatan menunjukkan bahwa kelompok kecil evangelisasi berpengaruh dalam meningkatkan motivasi pelayanan penyandang disabilitas.
Konsep Paulus Tentang Gereja
Na’ran, Krismayani;
Gallaran, Joice Monica;
Pikran, Pikran;
Tulak, Willy Wandy
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.273 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i1.1471
Gereja merupakan perkumpulan orang-orang percaya dan tidak bisa dipisahkan dari iman Kristiani. Melalui gereja, Allah hadir serta berkarya dunia melalui karya penyelamatan Yesus Kristus melalui tuntunan Roh Kudus. Selain itu doktrin keselamatan merupakan doktrin penting yang menjadi pegangan dogmatis bagi gereja Tuhan. Masing-masing orang memiliki pandangan tentang gereja. Sekilas gereja biasanya dilihat sebagai bangunan yang berupa fisiknya atau tempat dimana umat Kristiani beribadah. Lebih dari itu, gereja bukan hanya sebagai gedung tetapi gereja adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari iman Kristiani. Perlu dipahami secara mendalam tentang Gereja agar tidak terjerumus pada pemikiran yang keliru tentang Gereja. Rasul Paulus adalah penulis kitab terbanyak dalam Perjanjian Baru dan dalam Kitab-kitab itu terdapat banyak Teologi-teologi Paulus. Salah satu teologi Paulus yang sangat menarik untuk dikaji ialah tentang Gereja. Dalam Alkitab khususnya Perjanjian Baru, kitab yang paling banyak menggunakan kata gereja ialah sura-surat Paulus. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif atau kepustakaan.
Pemuda Dan Komunitas Pencinta Tedong Silaga Di Jemaat Pniel Pasang Lombok
Melsiyanti, Melsiyanti;
Gau, Margaretha;
Ponganan, Musayanto
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.788 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i2.1472
Pemuda merupakan salah satu aspek yang penting dalam masyarakat dan gereja. Para pemuda juga merupakan generasi penerus untuk melanjutkan estafet kepemimpinan baik dalam masyarakat dan gereja. Bertitik tolak dari pengamatan penulis terhadap pemuda di jemaat Pniel Pasang Lombok dalam tugasnya sebagai generasi masa depan gereja. Sehingga dirumuskan yang akan diteliti yaitu kajian teologis penggembalaan bagi pemuda komunitas pencinta tedong silaga di jemaat Pnie Pasang Lombok, Klasis Rembon Sado’ko’, bagaimana upaya penggembalaan yang dilakukan kepada pemuda yang terlibat dalam komunitas pencinta tedong silaga yang lebih memprioritaskan komunutas itu dibanding persekutuan dalam gereja khususnya persekutuan pemuda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan penelitian kulitatif. Setelah melakukan penelitian dengan hasil yang ditemukan di lapangan bahwa pemuda yang ikut dalam komunitas pencinta tedong silaga lebih mempriotitaskan komunitas itu karena mereka merasa bahwa persekutuan dalam gereja tidak semenarik persekutuan komunitas pencinta tedong silaga.Solusi dari permasalahan ini adalah memberi pemahaman kepada para pemuda, agar tetap aktif dalam persekutuan.
Keadaan Warga Kristen Winowanga Yang Hidup Di Antara Kelompok Mujahidin Di Napu Kabupaten Poso
Laala, Meyske;
Ristavani, Windi;
Toding, Yohanis
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.334 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i3.1473
Napu terletak di kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Kabupaten Poso terkenal dengan peristiwa terorisme. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak-dampak negatif, baik secara mental dan ingatan, yang berperan untuk memberikan lawatan adalah gereja dan pemerintah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mencari tahu bagaiamana keadaan warga gereja toraja jemaat Filadelfia Winowanga yang hidup di antara kelompok Islam radikal Mujahidin Indonesia Timur di napu kabupaten poso. Untuk meneliti masalah ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan analisis. Dalam penulisan ini, peneliti akan berfokus pada jemaat Filadelfia Winowanga klasis Sigi-Lore dan yang menjadi subjek penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah anggota jemaat yang telah bertemu secara langsung dengan kelompok mujahidin Indonesia timur. Setelah melakukan observasi wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap anggota jemaat maupun majelis Gereja Toraja Jemaat Filadelfia Winowanga, hasil akhir yang didapatkan dalam penulisan ini yaitu pendampingan yang diberikan oleh Gereja Toraja Jemaat Filadelfia Winowanga masih kurang maksimal terhadap anggota jemaat yang terdampak dari kelompok Mujahidin Indoensia Timur.
Mobilisasi Misi di Gereja Batak Karo Protestan di Tahun 1965 hingga 2023
Kaban, Frans Mezhya Lauta;
Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.766 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i4.1478
Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Gereja yang harus memobilisasi misi. Mobilisasi misi tidak hanya melibatkan pelayan khusus melainkan jemaat. Mereka dilibatkan bukan hanya di dalam Gereja, melainkan ke luar Gereja untuk diutus memberitakan Injil kepada suku-suku terabaikan. Metode penelitian yang penulis pakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari buku-buku dan arsip. Gereja Batak Karo Protestan melakukan mobilisasi misi hanya untuk suku Batak Karo saja, belum menjangkau suku lainnya. Ada beberapa hambatan yang dialami Gereja Batak Karo Protestan yaitu kekurangan dana, kekurangan tenaga dan kurangnya metode dalam melakukan mobilisasi misi serta adanya tuduhan kristenisasi. Dalam hal ini, Gereja Batak Karo Protestan perlu membentuk kelompok kecil serta memilih salah satu suku tertentu yang belum beragama. Sebaiknya dilakukan mobilisasi misi agar jemaat semangat dalam mempersiapkan hal dana, daya dan doa untuk memberitakan Injil ke luar yaitu menjangkau suku-suku yang belum beragama.
Tinjauan Teologis Tentang Ritus Ma’pakande Tomate Dalam Kalangan Kristen Toraja di Dusun Sanik
Kenden, Krisnawati;
Limbong, Ratnawati Lapik Taruk;
Dandan, Lia
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.915 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i5.1625
Tujuan mengkaji Ma’pakande tomate merupakan tradisi dalam aluk todolo yang di percaya bahwa to membali puang (leluhur) dapat memberikan berkat kepada keturunanya, selain itu juga sebagai tandan penghormatan kepada to membali puang karena telah menjaga dan melindungi keluarganya. Kenyataan bahwa di dusun Sanik sudah memeluk agama Kristen tetapi masih hidup dalam kepercayaan aluktodolo. Mereka masih percaya bahwa arwah leluhur yang di percaya telah selamat dan menjadi dewa dapat memberikan berkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menujukkan makna teologis terhadap berkat dalam ritus ma’pakand etomate yang dilakukan oleh umat Kristen di dusun Sanik, merupakan suatu bentuk tanda penghormatan dan ungkapan terimakasih terhadap to’ membali puang/nene’ todolo. Namun Ma’pakande tomate sangat bertolak belakan dalam kekristenaan yang sudah memeluk kepercayaan Kekristena dapat dipahami bahwa, berkat itu hanya dari Tuhan saja. bukan dari orang yang telah meninggal dapat memberikan berkat, melainkan dari Tuhan Yesus. sehingga perlu dipahami bahwa jangan menduakan Tuhan Allah-Mu sebab orang yang mendua hatinya hidupnya tidak perna tenang.
Etika Pelayanan Berdasarkan “Roma 12:7” Tentang Karunia Melayani Serta Implementasinya Bagi Pemuda Kristen
Risa, Imelda;
Sangga, Sefrianto;
Alik, Reza
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.797 KB)
|
DOI: 10.56393/intheos.v3i7.1626
Dalam Kekristenan tidak akan pernah lepas dari sebuah pelayanan, baik pelayanan di gereja maupun pelayanan secara misi holistik. Tuhan memberikan sebuah karunia kepada semua orang percaya yaitu karunia untuk melayani, yang harus diaktualisasikan kepada sesama manusia dan terutama kepada Tuhan. Kemudian setiap orang percaya di harapkan mampu untuk menerapkan etika pelayan, kitab Roma 12:7 sebagai pedoman bagi semua orang Kristen dalam memahami sebuah pelayanan di dalam Kekristenan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yang menggunakan kepustakaan tentang makna teologis karunia dalam melayani dalam kitab Perjanjian Baru yaitu Roma 12:7. Temuan penelitian bahwa pelayanan di kalangan para pemuda Kristen saat ini dikembangkan, karena pemuda Kristen adalah generasi penerus gereja yang harus dibina dan dipersiapkan bagi kemajuan gereja. Oleh karena itu, pemuda Kristen sejak dini harus bisa dilibatkan untuk ikut serta dalam pelayanan di gereja, dengan tujuan agar para pemuda bisa terbiasa untuk mengambil peran penting dalam melayani, sebab pelayanan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang Kristen yang berasal dari Tuhan.