cover
Contact Name
Mery Fahik
Contact Email
ejurnal.flobijo@gmail.com
Phone
+6282237139467
Journal Mail Official
ejurnal.flobijo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Veteran No. 1-3 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Flobamora Biological Journal
Published by Universitas San Pedro
ISSN : 28291840     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Flobamora Biological Journal merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi Biologi Universitas San Pedro. Jurnal ini adalah wadah publikasi dibidang biologi khususnya Flobamora biological journal menerima naskah artikel hasil penelitian, telaah ilmiah maupun kajian teoritis terkait masalah-masalah biologi di antara: Biofarmaka: pemanfaatan senyawa bioaktif pada tumbuhan, hewan, dan mikroba pada bidang kesehatan, Mikrobiologi: mikrobiologi lingkungan, pertanian, pangan, kesehatan, Konservasi: biodiversitas tumbuhan, biodiversitas hewan, dan fisiologi dan reproduksi hewan, Botani: Fisiologi tumbuhan, etnobotani, dan fitoremediasi, dan bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan Biologi.
Articles 39 Documents
IVENTARISASI TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA davik davik
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan inventarisasi tumbuhan spermatophyta di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. (2) mengidentifikasi jenis tumbuhan serta keanekaragaman tumbuhan Spermatophyta yang terdapat di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melibatkan survei eksploratif dengan mengamati morfologi dan karakterisrtik tumbuhan, didata dan dicatat. Tempat penelitian berada di Sekitar lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Alat yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah berupa Kamera untuk memotret Spesies yang ditemukan didaerah penelitian. Pengumpulan data dengan cara mengeksplorasi tumbuhan biji yang ada di sekitar tempat penelitian dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 8 sampai 10 Januari menujukkan identifikasi 10 Spesies tumbuhan spermatophyta yang mendominasi area kampus.
Karakteristik Ekologis Kolam Retensi Danau OPI Jakabaring Palembang Berdasarkan Analisis Komponen Biotik dan Parameter Fisika-Kimia Perairan fitri yanti
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik ekologis Kolam Retensi Danau OPI Jakabaring Palembang berdasarkan komponen biotik dan parameter fisika-kimia perairan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 April sampai 16 Juni 2026 menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun pengamatan yang ditentukan secara purposive sampling berdasarkan karakteristik lingkungan yang berbeda. Data yang dikumpulkan meliputi komponen biotik berupa flora dan fauna serta parameter fisika-kimia perairan yang terdiri atas suhu udara, kelembapan udara, pH, oksigen terlarut (DO), dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen biotik yang ditemukan terdiri atas tujuh jenis flora, yaitu Cocos nucifera L., Musa sp., Imperata cylindrica (L.) P.Beauv., Mimosa pudica L., Cyperus rotundus L., Pennisetum purpureum Schumach., dan Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit, serta lima jenis fauna, yaitu Rasbora sp., Achatina fulica, Passer montanus, Spilopelia chinensis, dan Felis catus. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia menunjukkan suhu udara berkisar 36,2–37,9 °C, kelembapan udara 54–59%, pH 5, oksigen terlarut (DO) 1,6–1,7 mg/L, dan intensitas cahaya 1.200–1.275 lux. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kolam Retensi Danau OPI Jakabaring memiliki karakteristik ekologis yang ditunjukkan oleh keberadaan berbagai komponen biotik dan kondisi fisika-kimia perairan yang saling berinteraksi dalam membentuk ekosistem perairan.
Kekeruhan dan Sedimentasi Sebagai Indikator Degredasi Lingkungan Sungai Musi siti amelia
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai musi merupakan salah satu Sungai utama disumatera Selatan yang mempunyai peran penting untuk kehidupan Masyarakat, sebagai sarana menunjang kehidupan Masyarakat namun berbagai aktivitas manusia disepanjang daerah aliran berpotensi menyebabkan degradasi lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekeruhan dan sedimentasi sebagai indikator degradasi lingkungan Sungai musi berdasarkan parameter kualitas perairan dan kondisi biologis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengamatan langsung dilapangan.parameter yang diamati meliputi drajat keasaman ( Ph), Secchi Disk Mini, Thermo-Hygrometer digital, Lux Meter Digital, Lokasi Pengambilan Sampel. Hasil pengamatan menunjukan bahwa kondisi kualitas perairan dipengaruhi oleh factor fisik, kimia, dan biologis, yang saling berkaitan. Kecerahan perairan dan keberadaan substrat pasir menunjukan adanya proses sedimentasi yang terjadi didasar Sungai. Selain itu, ditemukan beberapa jenis bentos yang mampu hidup pada kondisi lingkungan tersebut, Menunjukan bahwa habitat dasar perairan masih mendukung kehidupan organisme akuatik. Namun, penurunan kecerahan dan akumulasi sadimen mengidikasikan adanya tekanan lingkungan yang berpotensi mempengaruhi kualitas ekosistem Sungai. Berdasarkan hasil penelitian, kekeruhan dan sedimentasi dapat digunakan sebagai indikator degredasi lingkungan Sungai musi karena keduanya berpengaruh terhadap kualitas habitat dan keberlangsungan organisme perairan. Oleh karena itu diperlukan Upaya dan pemantauan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas ekosistem Sungai musi.
Pengaruh Aplikasi Air Rendaman Kulit Bawang Merah dan Kulit Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) Yestri Limau
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia karena mudah dibudidayakan dan memiliki waktu panen yang relatif cepat. Hal ini disebabkan oleh karena kandungan gizi pada sayuran kangkung yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium dan serat. Sebagian besar petani menggunakan pupuk kimia karena praktis dan mampu meningkatkan hasil tanaman dengan cepat. Namun, penggunaan secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah, mengganggu mikroorganisme tanah, dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pupuk alternatif yang ramah lingkungan, seperti pupuk organik cair dari limbah organik rumah tangga. Salah satunya adalah kulit bawang merah dan kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rendaman kulit bawang merah dan kulit pisang terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh pemberian air rendaman kulit bawang merah dan kulit pisang terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap tanaman kangkung setelah pemberian air rendaman kulit bawang merah dan kulit pisang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pertumbuhan yang baik harus berada pada konsentrasi yang tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, sehingga unsur hara yang yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman.
Analisis Kualitas Sumber Air di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Timur Tengah Selatan Anna Apriani Maniuk Solo; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tanah dan mata air merupakan sumber air bersih yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum oleh masyarakat Kecamatan Batu Putih. Oleh karena itu, kualitas air menjadi hal yang penting dilokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air tanah dan mata air di Kecamatan Batu Putih berdasarkan baku mutu parameter air yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 untuk kategori air kelas I. Pengambilan sampel ai dilakukan dengan menggunakan metode grab sampling di Sumur Oebobo, Sumur Oenasi, Mata Air Oebobo, dan Mata Air Oelalip. Adapun parameter air yang dianalisis dalam penelitian ini, diantaranya pH, TDS, DO, dan BOD. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH, TDS, DO, dan BOD pada keempat sumber air tersebut masing-masing secara berurutan sebesar pH 7,2-7,55; TDS 259-537 mg/L; DO 2,66 – 6,3 mg/L; dan BOD 0,6 – 1,76 mg/L. Parameter pH, TDS, dan BOD pada sampel air dari keempat lokasi masih memenuhi baku mutu air yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 untuk kategori air kelas I. Sedangkan parameter DO cenderung memiliki nilai di bawah baku mutu air (< 6mg/L). Namun berdasarkan nilai Indeks Pencemaran (IP), keempat lokasi sumber air di Kecamatan Batu Putih masih berada pada katogori baik dengan nilai IP berada pada rentangan 0,429 - 0,821.
ANALISIS TOTAL KONTAMINAN MIKROBA PADA IKAN MENGGUNAKAN METODE TOTAL PLATE COUNT (TPC) DENGAN PENDEKATAN STATISTIK INFERENSIAL (ANOVA) DI PASAR OEBA, KOTA KUPANG Henri Pietherson Eryah
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kontaminasi mikroba pada ikan segar yang dijual di Pasar Oeba, Kota Kupang, menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan menganalisis perbedaan signifikan antar jenis ikan dengan pendekatan statistik inferensial One-Way ANOVA. Sampel penelitian terdiri dari 45 sampel ikan yang dibagi menjadi 3 jenis (ikan kakap, ikan tenggiri, dan ikan kembung), masing-masing 15 sampel dari berbagai pedagang. Pengujian TPC dilakukan dengan menggunakan media Plate Count Agar (PCA) dan inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Data hasil TPC dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah mikroba pada ikan kakap adalah 5.48 × 10⁵ CFU/g, ikan tenggiri 7.23 × 10⁵ CFU/g, dan ikan kembung 6.85 × 10⁵ CFU/g. Analisis One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat kontaminasi mikroba antar jenis ikan (p = 0,0234 < 0,05). Uji Tukey HSD mengungkapkan perbedaan signifikan terletak antara ikan kakap dan ikan tenggiri. Simpulannya, tingkat kontaminasi mikroba pada ketiga jenis ikan melampaui standar yang ditetapkan oleh BPOM (maksimal 5 × 10⁵ CFU/g), menunjukkan urgensi peningkatan praktik sanitasi dan penanganan ikan di Pasar Oeba.
UJI KUALITAS AIR SUMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) DI KECAMATAN OEBOBO - KOTA KUPANG Henri Pietherson Eryah
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologis air sumur gali di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, berdasarkan jumlah Total Coliform dan Escherichia coli menggunakan metode Most Probable Number (MPN) serta menganalisis perbedaan kualitas air antar kelurahan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei laboratorium, di mana sebanyak 25 sampel air sumur dari lima kelurahan (Oebobo, Fatululi, Liliba, TDM, dan Oetete) dianalisis menggunakan metode MPN dan hasilnya diolah secara deskriptif serta diuji menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air sumur telah mengalami pencemaran bakteriologis yang ditandai dengan tingginya kandungan Total Coliform (103,6–162,4 MPN/100 mL) dan terdeteksinya Escherichia coli (17,2–29,4 MPN/100 mL), sehingga belum memenuhi persyaratan kualitas mikrobiologis air untuk keperluan higiene dan sanitasi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Hasil uji OneWay ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas bakteriologis air sumur antar kelurahan di Kecamatan Oebobo (F = 0,7174; p = 0,5899; p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tingkat pencemaran relatif homogen di seluruh wilayah penelitian. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kesamaan karakteristik sanitasi lingkungan, konstruksi sumur, kepadatan permukiman, serta kondisi geologi setempat yang memudahkan terjadinya kontaminasi air tanah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas bakteriologis air sumur di Kecamatan Oebobo belum memenuhi standar kesehatan sehingga diperlukan pengolahan air sebelum digunakan, pemantauan kualitas air secara berkala, serta peningkatan sistem sanitasi lingkungan sebagai upaya mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air.
PENGARUH PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Hijau (Brassica juncea L) DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG Yuliana Ndae; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi adalah dengan memanfaatkan air cucian beras sebagai pupuk organik cair karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (50% air cucian beras), P2 (75% air cucian beras), dan P3 (100% air cucian beras). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang dianalisis merupakan rata-rata hasil pengamatan selama empat minggu dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif perlakuan P2 menghasilkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi sebesar 11,98 cm dan rata-rata jumlah daun tertinggi sebesar 8,00 helai. Namun, hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian air cucian beras tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (F = 0,317; P = 0,813) maupun jumlah daun (F = 1,023; P = 0,416). Meskipun demikian, perlakuan P2 menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa air cucian beras berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair alternatif, namun efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau pada kondisi penelitian ini belum menunjukkan pengaruh yang signifikan.
RESPONS PERTUMBUHAN VEGETATIF CABAI (Capsicum annuum L.) TERHADAP APLIKASI AIR CUCIAN BERAS PADA BERBAGAI KONSENTRASI DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG Wehermina Sesin; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan vegetatif cabai (Capsicum annuum L.) terhadap aplikasi air cucian beras pada berbagai konsentrasi di Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu P0 (100% air bersih), P1 (25% air cucian beras + 75% air bersih), P2 (50% air cucian beras + 50% air bersih), dan P3 (100% air cucian beras). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi air cucian beras memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun cabai. Perlakuan P3 menghasilkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi sebesar 21,55 ± 5,87 cm dan jumlah daun tertinggi sebesar 48,00 ± 10,39 helai. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman (F = 11,36; p = 0,002957) dan jumlah daun (F = 12,69; p = 0,002077). Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan P3 berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya pada parameter tinggi tanaman, sedangkan pada parameter jumlah daun P3 tidak berbeda nyata dengan P2, tetapi berbeda nyata dengan P1 dan P0. Dengan demikian, aplikasi 100% air cucian beras (P3) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif cabai dan berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair alternatif yang ramah lingkungan.

Page 4 of 4 | Total Record : 39