cover
Contact Name
Mulya Virgonita Iswindari Winta
Contact Email
yayaiswindari@usm.ac.id
Phone
+628112719724
Journal Mail Official
jurnalreswara@usm.ac.id
Editorial Address
Magister Psikologi Universitas Semarang Jl Soekarno Hatta Tlogosari Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Reswara Journal of Psychology
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 29866677     DOI : 10.26623/rjp.v2i1.
Core Subject : Humanities, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including Urban Psychology.
Articles 40 Documents
School Well-Being Dan Agresivitas Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Kurnia Galih Nastiti; Rini Sugiarti
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i2.5354

Abstract

Sekolah Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah sebagai sekolah sehat. Julukan sekolah sehat ini disertai dengan kondisi di dalam lingkungan sekolah diadakan kegiatan yang mendukung kebersihan. Sekolah sehat ini diupayakan selalu menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa merasakan nyaman ketika berada di sekolah. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswanya dalam belajar mapun beraktivitas di sekolah, sehinggan diharapkan scool well-being siswa menjadi tinggi. School well-being merupakan penilaian siswa terhadap keadaan sekolah, kesejahteraan dan kenyamanan yang dirasakan siswa. Keadaan school well-being siswa yang baik ini sangat diperlukan karena dengan kondisi nyaman dan merasakan kesejahteraan di sekolah siswa akan meminimalisir keinginan untuk berperilaku merusak atau melukai teman-temannya yang disebut dengan agresivitas. Agresivitas dapat diartikan sebagai keinginan untuk memunculkan tingkah laku secara fisik maupun verbal terhadap individu lain dengan maksud untuk melukai, menyakiti ataupun merusak.Tujuan tulisan ilmiah ini adalah adalah untuk mengetahui gambaran umum school well-being pada siswa SMP, untuk mengetahui gambaran umum agresivitas pada siswa SMP, dan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan agresivitas pada siswa SMP.
Terapi Cognitive Behavioral Therapi (CBT) Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba Muhammad Shobirin; Rini Sugiarti
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i2.5376

Abstract

Banyaknya perilaku penyimpangan terutama para remaja yang berusia produktif dalam bentuk kekerasan seringkali berhubungan dengan penggunaan narkoba, alkohol, dan obat-obatan (zat adiktif). Pengaruh narkotika di bidang sosial yaitu masalah peredarannya, perdangangan gelap, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, alkhohol, dan zat adiktif lainnya, bukan saja mengakibatkan ketergantungan para korbanya terhadap narkotika, alkhohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya secara fisik maupun psikis, melainkan juga menghancurkan kepribadiannya, karena hilangnnya kepercayaan dan harga dirinya, seterusnya menghilangkan rasa kesadaran dan tanggung jawab, sosial mereka terhadap dirinya, terhadap keluarganya, lingkungan masyarakatnya serta terhadap bangsa dan negaranya bahkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.salah satu cara untuk mencegah terjadinya perilaku kekambuhan (relapse) yang diterbitkan di The British Journal Of Psychiatry (2016) adalah dengan menggunakan terapi cognitive behavior therapy
Kontrol Diri Dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Ivaniar Nadaa Nabila,; Rini Sugiarti
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i2.7138

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan tugas akhir yang sebagai syarat untuk menyandang gelar sarjana. Skripsi juga menjadi salah satu bukti dari kemampuan seorang mahasiswa dan menambah pengetahuan tentang apa yang dikerjakan. Namun, pada kenyataannya mahasiswa dihadapkan oleh hambatan yang menyebabkan seorang mahasiswa melakukan perilaku menunda-nunda terhadap tugas akhir. Prokrastinasi merupakan perilaku dengan sengaja menunda-nunda pekerjaan tanpa memikirkan dampak negatif. Jika perilaku prokrastinasi menjadi sebuah kebiasaan, hal ini akan berdampak bagi masa depan dalam dunia kerja seorang mahasiswa. Hal ini sangat diperlukan kontrol diri yang dapat mencegah perilaku prokrastinasi menjadi sebuah kebiasaan dan lebih memikirkan konsekuensi apa yang akan diambil pada seorang individu. Tujuan tulisan ilmiah ini adalah adalah untuk mengetahui gambaran secara umum Prokrastinasi pada mahasiswa tingkat akhir, untuk mengetahui gambaran umum Kontrol diri pada mahasiswa tingkat akhir.
Hubungan Optimis Dengan Coping Stress Mahasiswa Universitas X Yang Mengalami Peralihan Pembelajaran Daring Ke Luring Refany Ashri; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i2.13416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai hubungan antara Optimisme dengan Coping Stress pada diri mahasiswa Angkatan 2022 Fakultas Psikologi Universitas Semarang. Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan yang positif signifikan antara Optimisme dengan Coping Stress mahasiswa Angkatan 2022 Fakultas Psikologi Universitas Semarang yang mengalami peralihan pembelajaran dari daring ke luring. Semakin tinggi optimisme pada diri mahasiswa maka semakin adaptif pula coping stress yang dimiliki. Penelitian ini melibatkan 103 mahasiswa Angkatan 2022 kelas reguler pagi sebagai responden. Analisis data yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah teknik korelasi Product Moment. Data pada penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala optimisme dan skala coping stress.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara optimisme dan coping stress dengan korelasi person = 0,000 dan nilai korelasi = 0,696, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kata kunci: Optimisme, Coping Stress
Gambaran Pemaknaan Alcohol Expectancy Pada Remaja Perempuan Yang Mengonsumsi Alkohol Dini Safira Wulandari; Feti Pratiwi
Reswara Journal of Psychology Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v5i1.15344

Abstract

This study aims to determine the meaning of alcohol expectancy and the factors that influence it in adolescent girls who consume alcohol. Alcohol expectancy is a belief or belief about the effects felt on a person, both affectively, cognitively, and behaviorally after consuming alcohol. The respondents of this study were three adolescent girls aged 19-21 years who consume alcohol in Semarang City. This study used a qualitative method with a phenomenological approach to explore more deeply the experiences and expectations of adolescent girls regarding the effects after consuming alcohol. Data collection techniques used interviews and observations. The data analysis technique used was data analysis according to the Creswell model. The validity of this study data used source triangulation. The results of this study indicate that the three respondents had different expectations and experiences regarding the effects after consuming alcohol. The three respondents experienced positive effects such as relaxation, calm, and increased self-confidence, but also experienced negative effects in the form of physical symptoms such as dizziness, weakness, and nausea. Their alcohol consumption behavior was influenced by peer factors, family environment, and coping strategies.
Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir Alief Syalafiyyah; Kimmy Katkar
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i2.13965

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami tekanan psikologis karena adanya tuntutan pendidikan dan ketidakpastian masa depan, yang dapat memicu quarter life crisis, yaitu kondisi psikologis di fase dewasa awal saat menghadapi transisi kehidupan. Dukungan sosial teman sebaya dianggap mampu membantu mahasiswa mengatasi tekanan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian berjumlah 80 mahasiswa semester akhir berusia 18 - 29 tahun yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Quarter Life Crisis dan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya yang  sudah teruji reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena data tidak terdistrubsi normal. Hasil penelitian menujunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis (r = 0,154; p = 0,174), sehingga hipotesis penelitian ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor dukungan sosial teman sebaya bukanlah penentu utama dalam menghadapi quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menekankan perlunya eksplorasi faktor lain, seperti dukungan keluarga, strategi coping  individu, atau kondisi lingkungan akademik, untuk memahami quarter life crisis pada fase dewasa awal. Kata kunci : Quarter Life Crisis, Dukungan Sosial Teman Sebaya, Mahasiswa Tingkat Akhir
Interaksi Sosial dan Kohesivitas Kelompok pada Anggota Klub Voli X Alda Nova Dewinda; Kimmy Katkar
Reswara Journal of Psychology Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v5i1.15275

Abstract

Kohesivitas kelompok merupakan salah satu faktor penting yang mendukung kerja sama, komitmen, dan keberlangsungan sebuah tim olahraga. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap terbentuknya kohesivitas kelompok adalah interaksi sosial antar anggota. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris hubungan antara interaksi sosial dan kohesivitas kelompok pada anggota Klub Voli X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara interaksi sosial dan kohesivitas kelompok. Populasi penelitian terdiri atas 58 anggota aktif Klub Voli X yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala interaksi sosial dan skala kohesivitas kelompok, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara interaksi sosial dan kohesivitas kelompok (r = 0,532; p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan interaksi sosial antar anggota dapat mendukung terbentuknya kohesivitas kelompok dalam tim olahraga.
Harga Diri dan Perilaku Asertif pada Siswa SMK X Kota Semarang Sabrina Ratnaduhita; Kimmy Katkar
Reswara Journal of Psychology Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v5i1.15280

Abstract

Perilaku Asertif ini merupakan salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh siswa SMK untuk menghadapi berbagai tantangan sosial dan akademik. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku asertif yaitu harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara Harga Diri dengan Perilaku Asertif terhadap siswa SMK X Kota Semarang. Hipotesis pada penelitian ini terdapat hubungan  positif antara harga diri dengan perilaku asertif pada siswa SMK X. Responden dalam penelitian ini adalah Siswa SMK X Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala perilaku asertif dan skala harga diri. Dengan bantuan aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) untuk menguji validitas dan reliabilitas aitem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dengan perilaku asertif pada siswa SMK X Kota Semarang dengan nilai (rxy )= 0,658 dengan taraf signifikan (p) 0,000 (p<0,05) , sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal ini memiliki arti bahwa harga diri mempunyai peranan pada perilaku asertif siswa SMK X.
Peran Konsep Diri dalam membentuk Kepercayaan Diri pada Mahasiswa Papua yang Merantau Fibulla Ardiana Putri Wondiwoi; Kimmy Katkar
Reswara Journal of Psychology Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v5i1.15300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan mahasiswa Papua yang merantau di Semarang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri. Semakin tinggi konsep diri, maka semakin tinggi pula kepercayaan diri mahasiswa Papua yang merantau di Semarang, begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri, maka semakin rendah pula kepercayaan diri pada mahasiswa Papua yang merantau di Semarang. Subjek penelitian ini berjumlah 171 mahasiswa Papua yang merantau di Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu Skala Konsep Diri dan Kepercayaan Diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Teknik Korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kepercayaan diri pada mahasiswa Papua yang merantau di Semarang dengan nilai rho = 0,448 dan p = 0,000 (p<0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Hubungan antara Religiusitas dengan Resiliensi pada Santri Madrasah Aliyah Azzahra Sakinatul Qulub; Mutia Aini Ahmad; Desmita; Wahidah Fitriani
Reswara Journal of Psychology Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Psikologi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v5i1.15964

Abstract

Santri di pondok pesantren menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan asrama, seperti kedisiplinan yang ketat, tuntutan akademik, penyesuaian terhadap lingkungan pesantren, serta keterpisahan dari keluarga. Kondisi tersebut menuntut santri untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi secara positif dan bangkit dari berbagai kesulitan, yang dikenal sebagai resiliensi. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan resiliensi adalah religiusitas, karena keyakinan dan praktik keagamaan dapat memberikan makna, arahan, serta sumber daya psikologis dalam menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Khairul Ummah Batu Gajah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 223 santri, dengan 144 santri dipilih sebagai sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala religiusitas CRS-15 berdasarkan teori Huber dan Huber serta skala resiliensi berdasarkan teori Grotberg. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara religiusitas dengan resiliensi, dengan koefisien korelasi r = 0,263 dan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas, semakin tinggi pula tingkat resiliensi pada santri. Dengan demikian, religiusitas berkaitan dengan kemampuan santri dalam beradaptasi dan menghadapi berbagai tuntutan serta tantangan kehidupan di lingkungan pesantren.

Page 4 of 4 | Total Record : 40