cover
Contact Name
Taufid Hidayat Nazar
Contact Email
syakhsiyah@metrouniv.ac.id
Phone
+6281366572019
Journal Mail Official
syakhsiyah@metrouniv.ac.id
Editorial Address
Kampus I IAN Metro Jl. Ki Hajar Dewantara 15A Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung. Fax: 0725-47296
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29865409     DOI : https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah
Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam is a scientific, peer-reviewed and open access interdisciplinary journal published twice a year (June and December). This journal is the result of a collaboration between Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung and the Association of Indonesian Family Law Lecturers (ADHKI). This journal is managed by the Ahwal Syakhshiyyah Study Program, Faculty of Sharia. The Journal of Islamic Family Law Syakhshiyyah provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal, which can be examined empirically. The journal publishes research articles covering aspects of Islamic Family Law, Islamic Inheritance Law, and Review of Religious Court Decisions. The breadth of coverage of the Islamic Family Law context published by this journal not only covers local and regional dimensions but includes national to international dimensions.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 104 Documents
REKONSEPSI PENCEGAHAN KAWIN ANAK DAN DISPENSASI KAWIN PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 Sudirman, Sudirman; Najib, Achmad
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i1.4998

Abstract

Dispensasi kawin merupakan pemberian izin kawin kepada suami atau istri yang belum berusia 19 tahun untuk melangsungkan perkawinan. Dalam penelitian ini penulis mengupas tentang upaya pencegahan kawin anak dan dispensasi kawin pasca Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 di Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas 1B. Fokus rumusan masalah yang diteliti yaitu: bagaimana upaya pencegahan kawin anak dan dispensasi kawin perspektif Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 di Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas 1B. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sifat deskriptif ini dimaksud untuk memeberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin, terhadap objek yang diteliti. Dalam hal ini untuk menggambarkan untuk menggambarkan semua hal yang berkaitan tentang perkara upaya pencegahan kawin anak dan dispensasi kawin pasca Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 di Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas IB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah adanya perubahan batas usia minimal perkawinan pasal 7 Undang-Undang nomor 16 Tahun 2019 dimana batas usia perkawinan wanita dipersamakan dengan pria yaitu 19 tahun. Peningkatan usia perkawinan memberikan dampak bagi Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas 1B yaitu meningkatnya jumlah perkara dispensasi kawin. Adapun alasan-alasan calon mempelai diajukan dispensasi kawin yaitu: calon pengantin wanita hamil diluar nikah, anak yang sudah berhubungan suami istri, takut melanggar norma-norma agama dan sosial. Upaya pencegahan kawin anak dan dispensasi kawin pasca Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 di Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas 1B adalah yaitu melakukan Kerjasama atau kesepakatan MoU dengan pihak KUA, Dukcapil, KPPA dan lain sebagainya. Pengadilan Agama Gunung Sugih melakukan pembinaan, pengawasan, dan sosialisasi tentang bahayanya perkawinan di bawah umur dan pemberian materi Pendidikan rumah tangga lebih dini di dunia Pendidikan. Pengadilan Agama Gunung Sugih bekerja sama dengan DINSOSPPKB Kabupaten Lampung Tengah. Kemudian Pengadilan Agama Gunung Sugih juga melakukan rapat koordinasi hasil implementasi dispensasi kawin. Koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari temuan fakta di masyarakat yang masih banyak melakukan perkawinan di bawah umur.
HAK KEPERDATAAN BAGI ANAK DILUAR KAWIN DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA Nazar, Taufid Hidayat; Rismawati, Nita
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i1.5120

Abstract

Hak Keperdataan adalah hak yang mengatur orang dan badan hukum sebagai perluasan dari konsep subjek hukum yang satu terhadap yang lain baik dalam hubungan keluarga maupun dalam hubungan masyarakat. Anak diluar kawin adalah anak yang dilahirkan oleh sesorang perempuan yang tidak memiliki ikatan perkawinan yang sah dengan laki-laki yang telah membenihkan anak di rahimnya, anak tersebut tidak mempuyai kedudukan yang sempurna dimata hukum seperti anak sah pada umumnya. Mengenai anak luar kawin ini semakin menarik ketika Mahkamah Konstitusi mengeluarkan Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010. Dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, hubungan antara anak luar kawin dengan bapaknya adalah hubungan darah dalam arti biologis yang dikukuhkan berdasarkan proses hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi membuka kemungkinan hukum bagi ditemukannya subjek hukum yang harus bertanggung jawab terhadap anak luar kawin untuk bertindak sebagai bapaknya melalui mekanisme hukum dengan menggunakan pembuktian berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun yang terjadi di desa Jogja tersebut masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur terbaru yang dikeluarkan pemerintah menimbulkan permasalahan bagi para orang tua yang memiliki anak berstatus anak luar kawin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hak bagi anak diluar kawin.
AKTUALISASI KONSEP SAKINAH MAWADAH WARAHMAH PADA KELUARGA MUSLIM DI KOTA METRO Firmansyah, Firmansyah; Tarmizi, Tarmizi; Parasetiani, Anisa
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i1.5123

Abstract

Keluarga sakinah mawadah warahmah merupakan konsep keluarga ideal dalam Islam, yakni keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat spiritual dan material secara layak dan seimbang. Namun demikian, kehadirannya tidak datang begitu saja. Salah satu syarat untuk mewujudkannya yakni hati harus disiapkan dengan kesabaran dan ketakwaan. Berbagai rintangan harus dilewati oleh pasangan suami istri, salah satunya yaitu konflik rumah tangga yang berakibat pada perceraian. Berdasarkan survey yang Peneliti lakukan di Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, terdapat beberapa keluarga yang mencirikan keluarga sakinah mawadah warahmah. Padahal dari segi kemampuan materi, keluarga tersebut masih terbilang sederhana. Namun hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi mereka dalam mencapai keluarga sakinah mawadah warahmah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktualisasi konsep keluarga sakinah mawadah warahmah di Kelurahan Yosorejo. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (fied researcah). Data terdiri dari dua jenis, yakni: data primer berupa hasil wawancara di masyarakat; dan data sekunder berupa buku, artike jurnal, dan skripsi tentang aktualisasi keluarga sakinah mawadah warahmah. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi serta dianalisis dengan metode analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pemahaman masyarakat Yosorejo mengenai sakinah mawadah warahmah sudah cukup baik. Pemahaman mereka sudah mengarah pada keluarga ideal yang mampu menjaga kedamaian, dan memiliki cinta dan kasih sayang. Sedangkan aktualisasinya dilakukan melalui empat cara, yakni: menjaga kualitas ibadah keluarga; menanamkan akhlak terpuji kepada anak;saling memotivasi antar anggota keluarga; dan menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan syariat Islam.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DI LAMPUNG TENGAH Soviana, Ika; Mukaromah, Mawad Datul; Wijayanti, Mufliha
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i1.5124

Abstract

Sejak kemunculannya di Indonesia pada awal tahun 2020, pandemi Covid-19 membawa dampak bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Dampak yang paling berpengaruh adalah sektor ekonomi, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup masyarakat, termasuk kehidupan dalam keluarga. Banyak keluarga yang tidak harmonis saat adanya Pandemi Covid-19, salah satunya yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang dampak Pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan keluarga di Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research. Sumber data terdiri dari dua bentuk, yakni data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara langsung dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan kerangka berfikir induktif. Berdasarkan penelitian ini peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap keharmonisan keluarga yaitu mengenai ekonomi, komunikasi dan kehadiran anak. Tetapi semakin lama adanya Pandemi Covid-19 keluarga di Lampung Tengah dapat mengupayakan agar keharmonisan dalam keluarga terbentuk kembali. Seperti menjaga komunikasi, memberi toleransi dengan pasangan, menerima kekurangan pasangan dan meningkatkan beribadah kepada Allah SWT. Sejalan dengan kesimpulan di atas bahwa dalam kondisi apapun keluarga perlu untuk tetap menjaga keharmonisan keluarga supaya dapat selalu harmonis, sakinah dan bahagia.Sejak kemunculannya di Indonesia pada awal tahun 2020, pandemi Covid-19 membawa dampak bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Dampak yang paling berpengaruh adalah sektor ekonomi, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup masyarakat, termasuk kehidupan dalam keluarga. Banyak keluarga yang tidak harmonis saat adanya Pandemi Covid-19, salah satunya yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang dampak Pandemi Covid-19 terhadap keharmonisan keluarga di Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research. Sumber data terdiri dari dua bentuk, yakni data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara langsung dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan kerangka berfikir induktif. Berdasarkan penelitian ini peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap keharmonisan keluarga yaitu mengenai ekonomi, komunikasi dan kehadiran anak. Tetapi semakin lama adanya Pandemi Covid-19 keluarga di Lampung Tengah dapat mengupayakan agar keharmonisan dalam keluarga terbentuk kembali. Seperti menjaga komunikasi, memberi toleransi dengan pasangan, menerima kekurangan pasangan dan meningkatkan beribadah kepada Allah SWT. Sejalan dengan kesimpulan di atas bahwa dalam kondisi apapun keluarga perlu untuk tetap menjaga keharmonisan keluarga supaya dapat selalu harmonis, sakinah dan bahagia.
PEMANFAATAN HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Mustaghfiroh, Siti; Melinda, Nely
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i1.5480

Abstract

The goal of this research is to figure out the rules of common property use in marriage. Joint property in the juridical concept can be defined as the property of husband and wife obtained during marriage or in other words joint property or commonly called gono gini property is property produced by a couple through cooperation between the throughout the marriage. Husband and wife have the right to use and ownership of the common property. Therefore they both have the same right to use the common property subject to the spouse's approval. This is closely connected to the requirement in “Compilation of Islamic Law Article 92 that a husband or wife may not sell or transfer shared property without the approval of another party”. In the life of society in general, the licensing of the use of common property is still very little realized, especially for common property whose material value does not significantly affect the family economy. The research method used is qualitative, that is, by describing or collecting data sourced from the literature connected to the theory of the provisions of the use of common property in marriage.
TINJAUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA TERHADAP DAMPAK BEKERJA DI LUAR NEGERI BAGI KEHARMONISAN RUMAH TANGGA Nurhidayati, Nurhidayati; Rahmadani, Ezmi Sivana
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2022): Bahasa Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i1.5481

Abstract

The lack of employment opportunities makes the number of unemployed continue to increase, people are unable to start a business due to limited capital, expertise, and market access. Moreover, there are many positive benefits for migrant workers who work abroad to get jobs, income, improve welfare and improve skills. When the government programs this program plans to limit unemployment in the country, expand job opportunities and increase income from foreign exchange. This research uses qualitative research procedures. The results of the discussion in this study are that there are several impacts of working abroad, the first being negative impacts, violence at work and frequent divorces in the household; and positive impact, reducing unemployment and establishing relations between countries. There are some especially TKI who but have an understanding of education graduates from elementary school (elementary school) and junior high school (junior high school), in fact there are also high school graduates (high school). As for the people who do not have skills and only limited education can get sufficient income without thinking about the negative impact.
PERILAKU ANAK TERHADAP PENITIPAN ORANG TUA DI PANTI JOMPO DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM: (Studi Kasus Di Yayasan Srikandi Bandar Surabaya Lampung Tengah) Pertiwi, Nyimas Lidya
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2021): Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v1i1.5525

Abstract

Membangun keluarga yang harmonis ialah memiliki manfaat bagi setiap orang. Untuk mencapai keluarga bahagia, dalam islam mengatur dengan hak serta kewajiban antar anggota. Tercantum di dalamnya kewajiban anak terhadap orang tua. Sedangkan di dunia nyata yang tumbuh berbagi macam negara di dunia tercantum di indonesia saat ini, banyak anak yang menitipkan orang tua ke panti jompo. Melihat dari realitas ini menimbulkan persoalan yang menimpah alasan serta tujuan anak dalam menitipkan orang tua, setelah itu bagaimana kenyataan kehidupan orang tua yang terletak di panti, serta bagaimana status hukumnya bagi hukum islam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku seorang anak yang menitipkan orang tua nya ke panti jompo di yayasan srikandi bandar surabaya lampung tengah. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data dengan wawancara dan observasi dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ada beberapa alasan mengapa anak menitipkan orang tua: Pertama, disebabkan karena orang tua tersebut telantar tidak memiliki anak dan tidak ada keluarga yang mengurus. Kedua, karena seseorang anak yang tidak peduli dan meinggalkan orang tuanya tanpa rasa bersalah, kemungkinan anak kesel dengan perilakuan orang tua nya dulu pada saat masa muda. Ketiga, karena orang tua memiliki gangguan jiwa dan anak tidak sanggup merawatny. Adapun tujuan anak menitipkan di panti adalah supaya orang tua tidak kesepian, mendapat perawatan, perhatian, pendidikan, dan kebahagiaan. Dalam perihal penitipan orang tua, hukum Islam meninjau kesesuaian tujuan anak serta kenyataan yang dirasakan oleh orang tua. Kala orang tua menemukan kebahagiaan terletak di panti, kesesuaian antara tujuan, kenyataan, serta nas, telah terpenuhi sebab terdapatnya keridaan dari orang tua. Setelah itu kala memandang orang tua yang kurang menemukan kebahagiaan, hingga kesesuaian antara tujuan anak serta kenyataan tidak terpenuhi. Oleh sebab itu hukum Islam sangat menekankan pada tingkah laku anak dalam penitipan orang tua paling utama dalam perihal keridaan.
AKURASI JADWAL WAKTU SALAT: (Kajian terhadap Implementasi Waktu Ihtiyath dan Jadwal Waktu Salat berbasis Wilayatul Hukmi Kota/Kabupaten) Ardliansyah, Moelki Fahmi
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2021): Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v1i1.5607

Abstract

Tulisan ini menguraikan tentang kajian pentingnya jadwal waktu salat berbasis wilayatul hukmi kota/kabupaten. Selama ini masih berlaku jadwal waktu salat hasil konversi dari daerah lain. Meskipun hasilnya tidak terpaut jauh dan masih tercover oleh waktu ihtiyath, namun dengan perhitungan berbasis wilayatul hukmi kota/kabupaten lebih mendapatkan kepastian dalam hal jadwal waktu salat. Dilain sisi dalam hal perhitungan jadwal waktu salat berbasis wilayatul hukmi perlu menggunakan markaz perhitungan titik tengah geografis dalam satu daerah, untuk mencakup seluruh daerah dalam satu kota/kabupaten. Sehingga jadwal waktu salat tidak perlu dibuat berdasarkan kecamatan atau kelurahan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa akurasi jadwal waktu salat itu harus berbasis pada wilayatul hukmi kota/kabupaten dengan markaz perhitungan titik tengah geografisnya sehingga tambahan waktu ihtiyath 2 menit dapat mencakup seluruh daerah dalam satu kota/kabupaten tersebut.
Kedudukan dan Hikmah Mahar dalam Perkawinan Maki, Leo Perkasa
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2022): Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i2.6138

Abstract

The dowry (mahr) is a significant element in the marriage contract, holding a distinct position in Islamic law. This study aims to analyze the position of the dowry in marriage and uncover the wisdom behind its provision. Using a normative-juridical approach and literature review, this research explores the legal basis of the dowry in the Qur'an, Hadith, and opinions of Islamic scholars. The study also highlights the social and religious implications of the dowry, including its role as a symbol of respect for women and as a form of the husband's responsibility. The findings indicate that the dowry is not merely a material gift but carries deep spiritual and social meanings, serving to strengthen the marital bond and protect the rights of the wife. The dowry also reflects the husband's responsibility in ensuring the welfare of his family. In conclusion, the dowry's position in marriage is highly significant from both Islamic legal and societal perspectives, and its provision holds broad wisdom for both parties in marriage.
Konsep Nafkah Menurut Muhammad Syahrur dan Kompilasi Hukum Islam Hidayat, Riyan Erwin; Fathoni, Muhammad Nur
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2022): Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/syakhshiyyah.v2i2.6139

Abstract

 Livelihood is meeting the needs of food, shelter, and the wife's treatment, and it is clear that a husband is obliged to provide maintenance to his wife. Based on the law, maintenance is a husband's obligation to his wife that must be met in the form of household needs in accordance with the husband's ability. However, at present, there are various disputes regarding what conditions are included in subsistence, especially in terms of types of subsistence. Therefore, this research is a study that discusses the concept of living according to Muhammad Syahrur and the Compilation of Islamic Law. About how the relevance of his thoughts. To know the relevance of Muhammad Syahrur and the Compilation of Islamic Law regarding maintenance. The type of research used is library research, so the research is not a "trial and error" activity (a step of activity carried out to try and try again). Based on the explanation of Law Number 1 of 1974 concerning marriage and KHI, it can be concluded that the husband is obliged to provide maintenance for his wife because maintenance is the second obligation of the husband to his wife after the husband gives the dowry to the wife.

Page 5 of 11 | Total Record : 104