cover
Contact Name
Purnomo S Hadi
Contact Email
purshadi@untika.ac.id
Phone
+6285241004063
Journal Mail Official
admin@ojs.untika.ac.id
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No. 67 Luwuk Banggai 94714
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik diterbitkan pertama pada bulan November 2021 oleh Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk. Jurnal ini diterbitkan secara teratur, dua kali setahun yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini merupakan media informasi dan komunikasi dari berbagai hasil penelitian dan tulisan ilmiah yang dilakukan oleh para praktisi, peneliti dan akademisi di bidang teknik, termasuk teknik elektro dan informatika, teknik geologi dan pertambangan, teknik arsitektur dan perencanaan wilayah dan kota, teknik mesin dan industri, dan teknik sipil dan lingkungan.
Articles 59 Documents
ANALISA KEBUTUHAN TRAFFIC LIGHT PADA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL DI KOTA LUWUK KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH Riduan; Susilawati, Sri; Indaha, Ispranoki
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 1 (2025): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i1.1267

Abstract

Simpang jalan merupakan titik temu arus lalu lintas yang memiliki potensi konflik sehingga perlu ditangani untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja arus lalu lintas pada simpang tiga tak bersinyal di Kota Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, serta menentukan penanganan yang sesuai terhadap permasalahan yang ada. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan survei volume lalu lintas, dan analisis dilakukan berdasarkan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Lokasi penelitian mencakup simpang ruas Jalan Drs. Moh. Hatta – Jalan Tuna dan simpang ruas Jalan Tj. Branjangan – Jalan Ki Hajar Dewantoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lokasi memiliki nilai Kapasitas (C) yang masih di bawah ketentuan MKJI 1997 yaitu 2700 smp/jam, dengan Derajat Kejenuhan (DS) < 0,85, dan nilai Tundaan berada pada tingkat pelayanan kategori B dan C sesuai MKJI 1997 dan PM No. 96 Tahun 2015. Dengan demikian, kinerja lalu lintas pada kedua simpang masih dalam kondisi baik dan belum memenuhi syarat untuk pemasangan traffic light. Namun, untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas ke depan, disarankan penanganan berupa rekayasa lalulintas guna menurunkan nilai derajat kejenuhan agar arus lalu lintas tetap lancar.
PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU SMK NEGERI 1 LUWUK MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD suartana, putu; Susilawati, Sri; Wulandari, Rizqi Novi
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 1 (2025): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i1.1269

Abstract

Project scheduling is one of the crucial aspects in project management. By conducting project scheduling, a better understanding of the relationships between each activity and the overall project can be obtained, allowing for the identification of activities that can be prioritized, activities that can be performed simultaneously, and activities that are interdependent. This research aims to identify the critical path and determine the duration of project completion using the Critical Path Method (CPM) for the construction project of the New Classroom Building at SMK Negeri 1, located at Jl. Ki Hajar Dewantara No. 17, KARATON, Luwuk District, Banggai Regency. The research method employed is a quantitative descriptive approach, involving the analysis and presentation of data in numerical form to objectively describe the project conditions. Primary and secondary data are used as the main sources of information in this study. The data analysis tool applied is the Critical Path Method (CPM), a network analysis technique (network planning) that functions to determine the critical path in project execution. The research results indicate that the critical path generated by the CPM scheduling method for the New Classroom Building Construction Project at SMK Negeri 1 Luwuk is through activities A-B-C-D-G-H-K-N-Q-R-W-AE-AF-AK-AP. Based on the calculations using the CPM method, the duration for completing the New Classroom Building Construction Project at SMK Negeri 1 Luwuk is 169 working days.
Perencanaan Islamic Center Di Kecamatan Toili Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Syam, Syaiful Bahri; Hadi, Purnomo; Alwaritz, Hendra
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 1 (2025): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i1.1270

Abstract

Perkembangan wilayah Kecamatan Toili di Kabupaten Banggai menunjukkan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas sosial keagamaan yang cukup signifikan. Namun, belum terdapat fasilitas keislaman yang mampu mewadahi berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Islamic Center dengan pendekatan arsitektur ekologis, yaitu konsep perancangan yang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis tapak, iklim, vegetasi, orientasi bangunan, serta kebutuhan ruang pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur ekologi seperti pemanfaatan energi alami, sistem ventilasi silang, pengelolaan air hujan, dan penggunaan material lokal mampu mewujudkan bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Konsep desain tekanan pada integrasi antara fungsi ibadah, pendidikan, dan sosial dengan tata ruang yang terbuka dan hijau. Dengan demikian, Islamic Center di Kecamatan Toili diharapkan menjadi pusat aktivitas keislaman yang berkelanjutan dan mampu menjadi ikon religi dan ekologis di wilayah Banggai.
PERANCANGAN BANGUNAN PENGOLAHAN HASIL LAUT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Poppy Mangundap; Jufri Azis Masulili; Ronal Manganguwi
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1364

Abstract

Pengolahan hasil laut adalah upaya yang dilakukan terhadap sumberdaya yang berasal dari laut melalui proses pengolahan secara tradisional maupun modern, baik secara fisika, kimia, mikrobiologis atau kombinasinya untuk dijadikan produk akhir yang dapat berupa ikan segar, ikan beku, dan bentuk olahan lainnya. Bangunan sebagai sarana bagi masyarakat khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan dalam pengolahan hasil laut, sebagai sarana penyuluhan dalam mengembangkan pengelolaan potensi sumber daya laut bagi nelayan dan pemerintah. Arsitektur industrial secara sederhana merupakan gaya arsitektur yang menerapkan estetika beriringan dengan kepraktisan penggunaan (usabaility) suatu bangunan. Rancangan dengan konsep arsitektur mengutamakan fisik bangunan melalui berbagai teknik desain dengan mempertahankan dan memperlihatkan karakter asli elemen yang ada. Hasil Perancangan Bangunan Pengolahan Hasil Laut diharapkan akan meningkatkan pelayanan pengolahan hasil laut serta membuka lapangan pekerjaan baru sehingga program pemerintah dalam optimalisasi produksi potensi laut dan pengurangan pengangguran dapat terwujud. Disamping itu dapat meningkatkan taraf hidup pelaku usaha dan nelayan
EVALUASI TINGKAT KEMACETAN LALU LINTAS BERDASARKAN PKJI 2023(Studi Kasus : Jalan Jendral Sudirman Dan Jalan Dr.Moh.Hatta Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai) DIAH HARIYAMI; DIAH INDRADEWI
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1383

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat mendorong meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi maupun umum yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, terutama di wilayah inti kota. Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan, untuk melaksanakan kewenangan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dalam mengatur transportasi. Menurut Sambuaga (2016), perkembangan kota sejalan dengan aktivitas penduduk, sehingga semakin beragam aktivitas masyarakat, semakin cepat pula pertumbuhan kota dan peningkatan beban lalu lintas. Faktor penyebab kemacetan meliputi parkir di badan jalan, ketidakdisiplinan angkutan umum, fasilitas lalu lintas yang kurang memadai, hingga perilaku pengguna jalan yang tidak tertib (Boediningsih, 2011, sebagaimana dikutip oleh Mustikarani 2016). Kondisi serupa terjadi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, di mana jumlah kendaraan terus meningkat berdasarkan data SAMSAT Wilayah V Banggai (2022–2024) dengan penambahan 18.290 unit kendaraan roda dua, 3.340 unit roda empat, dan 150 unit kendaraan berat. Ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr. Moh. Hatta menjadi titik rawan kemacetan akibat keterbatasan kapasitas jalan, sistem perlalulintasan, dan hambatan samping. Hasil penelitian menunjukkan kedua ruas jalan berada pada Tingkat Pelayanan C (0,45–0,75), dengan arus lalu lintas yang stabil namun kecepatan kendaraan dibatasi. Penyebab utama kemacetan adalah kapasitas jalan yang sempit, sistem lalu lintas dua arah dengan dua lajur, serta kendaraan keluar masuk yang menimbulkan gangguan arus.Solusi yang disarankan mencakup pemasangan marka dan rambu larangan parkir di badan jalan, penataan fasilitas menaikkan dan menurunkan penumpang, serta penerapan jalur khusus sesuai rambu agar lalu lintas lebih tertib.
ANALISIS EFISIENSI DAN KARAKTERISTIK DAYA OUTPUT DC PADA SISTEM PEMBANGKITAN LISTRIK TENAGA SURYA SKALA INDUSTRI Ruben William Pasaribu; Hartono; Valentino Pahotan Simamora; Nadia Nazarina Putri
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1391

Abstract

On-grid Solar Power Plants (PLTS) are implemented in the industrial sector to improve energy efficiency. However, PLTS systems often experience differences between the design capacity based on Standard Test Condition (STC) and the actual output power due to environmental factors and technical losses. This study aims to analyze the DC output power (PDC) and efficiency of an on-grid PLTS system at Warehouse 1 PT XYZ. The research used a descriptive quantitative approach through direct observation and electrical measurements on a 356.4 kWp PLTS system consisting of 660 CS6W-540MS modules and 33 strings. Measurements were conducted every 30 minutes from 10:00 AM to 2:00 PM on March 24, 2026. The results showed that the DC voltage decreased from 809 V to 781.6 V, while the DC current increased from 237.93 A to 335.28 A due to temperature and solar irradiance. The highest output power generated was 262.05 kW with a maximum efficiency of 73.53% at 12:30 PM. The average efficiency of 64.33% indicates that the PLTS performance is still affected by power losses and operational conditions.
Pengaruh Variasi Tinggi Bukaan Pintu Sorong Terhadap Bilangan Froude Dengan Material Pasir Sungai Dopi di Saluran Terbuka Irnovia Berliana Pakpahan; Ni Made Linda; sri susilawati
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1393

Abstract

A sluice gate is a hydraulic control structure that functions to regulate flow discharge and water surface elevation in both the upstream and downstream sections of a hydraulic system. However, areas adjacent to the gate are highly susceptible to scour processes occurring both upstream and downstream of the structure. This study aims to analyze the effect of variations in sluice gate opening height on the Froude number in an open channel using Dopi River sand as the bed material. The research was conducted using an experimental laboratory approach in an open-channel flume. Three sluice gate opening heights (Yg) were investigated: 0.5 cm, 0.7 cm, and 1.0 cm, while maintaining a constant discharge (Q) of 226.231 cm³/s. The experimental results indicate that the sluice gate opening height significantly affects flow velocity. An inverse relationship was observed between gate opening height, flow velocity, and the downstream Froude number. As the gate opening decreases, the flow velocity increases, while the downstream water depth (y₁) becomes shallower. Furthermore, the gate opening height (Yg) influences the Froude number (Fr), where a smaller gate opening results in a higher downstream Froude number and greater scour depth due to the increase in flow velocity. The calculated Froude numbers downstream of the sluice gate for opening heights of 0.5 cm, 0.7 cm, and 1.0 cm were 0.261, 0.255, and 0.207, respectively. These values indicate that the flow regime remained subcritical (Fr < 1) under all tested conditions.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DESA SASABOBOK KECAMATAN BANGKURUNG KABUPATEN BANGGAI LAUT PADA TAHUN 2025 Dinar Mardiana Hi. Abdullah; sri susilawati
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1395

Abstract

Masalah penyediaan air bersih saat ini menjadi permasalahan yang sangat serius, kebutuhan air bersih tiap tahun mengalami peningkatan sedangkan ketersediaan air bersih semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kebutuhan air bersih masyarakat desa sasabobok pada tahun 2025, (2) Jumlah debit air, agar dapat memenuhi kebutuhan di desa sasabobok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sasabobok Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan dan wawancara (interview) kepada Aparat Desa Sasabobok Pada tahap analisis, dalam perhitungannya menggunakan metode Geometrik, pengukuran debit mengunakan metode volumetrik dan metode pelampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) kebutuhan air bersih Desa Sasabobok menurut jumlah penduduk adalah 0,625 liter/detik, dan jumlah pemakaian/hari sebesar 54.000 liter/hari, (2). Debit air yang tersedia dengan metode tampung (Volumetrik) adalah 1,34 Liter/detik sedangkan debit air dengan mengunakan metode pelampung adalah 1,90 Liter/detikAbstrak ditulis dalam bahasa Indonesia yang berisikan isu-isu pokok, tujuan penelitian, metode/pendekatan dan hasil penelitian.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KOTA LUWUK Purnomo S. Hadi
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1396

Abstract

Perkembangan arsitektur modern seringkali mengabaikan nilai-nilai lokal yang telah terbukti adaptif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kearifan lokal dalam perancangan arsitektur berkelanjutan di Luwuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis komparatif terhadap bangunan tradisional dan bangunan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal seperti orientasi bangunan, penggunaan material alami, sistem ventilasi alami, serta adaptasi terhadap iklim tropis memiliki peran penting dalam mendukung prinsip keberlanjutan. Integrasi konsep tersebut dalam desain arsitektur modern dapat meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan termal, serta keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dalam praktik perancangan arsitektur di Luwuk.