cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabdaboda8@gmail.com
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
sabdaboda8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pinus I No.693, Kacang Pedang, Kec. Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684
Location
Kota pangkal pinang,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
JURNAL SMART ANKes
ISSN : 26158221     EISSN : 28086546     DOI : https://doi.org/10.52120
Core Subject : Health,
Jurnal SMART ANKes adalah jurnal yang diterbitkan oleh Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa Pangkalpinang. Jurnal SMART ANKes, adalah Jurnal Ilmiah berkala yang diterbitkan oleh diterbitkan oleh Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa (UNABA) Pangkalpinang, sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni, dan Desember, Jurnal SMART ANKes sudah memiliki p-ISSN 2615-8221 (cetak), dan e-ISSN 2808-6546 (online). Jurnal ini menerima naskah-naskah hasil penelitian ilmu kesehatan masyarakat, review hasil penelitian, metode dan pendekatan baru dalam penelitian kesehatan. Jurnal SMART ANKes membuat hasil karya ilmiah yang membahas tentang kesehatan secara umum, kesehatan lingkungan dan manajemen kesehatan.
Articles 111 Documents
Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kehandalan Kinerja Pegawai Di Puskesmas Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan: Yunita Theresiana; Ira Susanti; Iman Soewono
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.454 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i1.81

Abstract

Disiplin kerja merupakan fungsi operatif manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin pegawai semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan antara Motivasi, Kemampuan, Aturan, Atasan, Lama Bekerja, Pemberian Remunerasi Dan Besaran Remunerasi dengan Disiplin Kerja Pegawai di Puskesmas Pangkal Balai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian adalah pegawai Puskesmas Pangkal Balai yang berjumlah 304 orang, dan sampel penelitian ini sebanyak 131 responden. Dari keseluruhan proses analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 7 variabel independen, Variabel kemampuan memiliki hubungan dengan disiplin kerja. Variabel yang paling berpengaruh dalam analisis multivariat adalah kemampuan. Variabel kemampuan merupakan variabel protektif, yang artinya kemampuan dapat meningkatkan disiplin kerja pada pegawai Puskesmas Pangkalan Balai. Disarankan untuk dapat meningkatkan kemampuan pegawai dengan pelatihan internal maupun dengan pelatihan eksternal.
Analisis Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir: Indah Hamidah
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.674 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i1.82

Abstract

Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Asam urat dapat terjadi karena faktor usia, jenis kelamin, asupan senyawa purin berlebihan, konsumsi alkohol berlebih dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan asam urat. Jenis penelitian deskriptif dengan metode cross-selectional. Metode pemeriksaan menggunakan metode POCT (Point of Care Testing). Berdasarkan hasil penelitian untuk kategori yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 33,4 persen tidak normal, sedangkan untuk kategori yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 38,1 persen tidak normal, untuk kategori gemuk sebanyak 29,6 persen sedangan untuk kategori normal sebanyak 55,5 persen dan untuk kategori kurus sebayak 14,8 persen.
Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Pencegahan Diare Pada Balita Di Puskesmas Padang Selasa Palembang Yulia Hariani
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.312 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i1.84

Abstract

Diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi 31.4 persen, balita 25.2 persen, dan ke empat pada semua golongan 13.2 persen. Di Sumatera Selatan pada tahun 2020 angka kejadian diare berjumlah 90.094 dan meningkat ditahun 2021 menjadi 94.653. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan factor sosiodemografi yaitu tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap upaya pencegahan diare pada balita di Puskesmas Padang Selasa Palembang. Penelitian ini bersifat survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah semua ibu yang memiliki balita yang datang ke MTBS Puskesmas Padang Selasa Palembang, dan sampel yang diambil sebanyak 40 sampel yang di ambil secara accidental sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan factor sosiodemografi yaitu tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap upaya pencegahan diare pada balita. Dari hasil penelitian terdapat 40 responden, didapatkan hasil pengetahuan ibu yang baik sebesar 67,5 persen, sikap ibu yang positif sebesar 72,5 persen dan ibu yang melakukan upaya pencegahan diare sebesar 65,0 persen. Melalui hasil analisis bivariat yang menggunakan uji statistic chi-square pada varibel pengetahuan didapatkan p value = 0,004 berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan upaya pencegahan diare oleh ibu balita dan pada variabel sikap ibu p value = 0,007 berarti ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan upaya pencegahan diare oleh ibu balita.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Ibu Bersalin di RSUD Kota Prabumulih: Pera Mandasari
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.733 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i1.85

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses meletakkan bayi baru lahir pada dada atau perut ibu agar bayi secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu atau ASI dan mulai menyusu bayi akan mendapatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RSUD Kota Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah study analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih. Sampel penelitian adalah sebagian ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Kota Prabumulih Tahun 2020 dengan jumlah sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner sebagai panduan pengambilan data. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisa univariat diketahui bahwa dari 35 Responden didapatkan responden yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 20 responden (57.1 persen) lebih banyak dari yang tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 15 responden (42.9 persen), dari 35 responden didapatkan bahwa responden yaang pendidikan tinggi sebanyak 19 responden (54.3 persen) lebih banyak dari responden yang pendidikan rendah sebanyak 16 responden (45.7 persen), dari 35 responden didapatkan bahwa responden yang jumlah anak ? 3 sebanyak 9 responden (25.7 persen) lebih sedikit dari responden yang jumlah anak ? 2 sebanyak 26 responden (74.3 persen), dan dari 35 responden didapatkan bahwa yang berpengetahuan baik sebanyak 19 responden (54.3 persen) lebih banyak dari responden yang berpengetahuan rendaah sebanyak 16 responden (45.7 persen). Dari analisa bivariat diketahui bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p value = 0,000 ( p< 0,05 ), ada hubungan bermakna antara paritas ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p value = 0,002 ( p< 0,05 ), dan ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p value = 0,000 (p< 0,05).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Pemberian Imunisasi Dasar Campak/ Rubella Umur 9-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Penagan Kabupaten Bangka Novi Hariyanti; Misyati S Asmaruddin; Siswanto
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.986 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i1.86

Abstract

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Berdasarkan data dari Puskesmas Penagan jumlah cakupan Imunisasi dasar Campak/Rubella pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Penagan tahun 2018, 2019, dan 2020 mengalami penurunan dan belum mencapai target SPM sebesar 95 persen. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemberian Imunisasi dasar Campak/Rubella umur 9-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Penagan Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan desain Crosecctional, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Penagan Kabupaten Bangka. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi umur 9-12 bulan sebanyak 233 orang dengan sampel sebanyak 77 ibu. Pengumpulan data melalui wawancara dengan instrumen kuesioner. Data dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square test. Penelitian ini menghasilkan faktor-faktor yang berhubungan adalah pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,049), dukungan keluarga (p=0,002) dan peran tokoh masyarakat (p=0,019), faktor yang tidak berhubungan adalah pekerjaan (p=0,668) dan faktor yang paling dominan adalah Dukungan Keluarga dengan nilai POR = 6,17. Disarankan kepada petugas puskesmas agar memberikan pemahaman kepada keluarga, baik kepada suami atau dari anggota keluarga lainnya untuk memberikan dukungan kepada ibu, petugas puskesmas bersama kader kesehatan melakukan penyuluhan dan sosialisasi secara intensif kepada ibu yang memiliki anak umur 9-12 bulan. Mengajak tokoh masyarakat untuk menghimbau masyarakat agar berperan aktif untuk datang ketempat pelayanan imunisasi campak/rubella dan mengajak tokoh masyarakat untuk dapat mengumumkan tentang tempat dan jadwal pelayanan imunisasi.
Analisis Faktor-Faktor Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di BPM Ellna Palembang Sri Mulia Sari; Dea Mega Arini; Dewi Rury Arindari
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.24 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v7i1.87

Abstract

Kecemasan ibu hamil menjelang persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya umur ibu hamil, paritas, pengetahuan, sosial ekonomi dan pendamping persalinan. Tingginya kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dalam menghadapi persalinan rata-rata mencapai 107.000.000 ibu hamil di Indonesia. Tujuan penelitian ini diketahuinya analisis faktor-faktor kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Bidan Praktek Mandiri Ellna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2019. Metodelogi penelitian ini adalah Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang akan menghadapi persalinan di Bidan Praktek Mandiri Ellna Palembang dengan jumlah sampel 56 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic Chi-Square. Dari uji statistik Chi-Square didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara umur dengan tingkat kecemasan (? = 0,037), paritas dengan tingkat kecemasan (? = 0,004), dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan (? = 0,001) ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Bidan Praktek Mandiri Ellna Palembang. Bagi tempat penelitian diharapkan untuk menambahkan upaya-upaya dalam mengatasi dan mengurangi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan sehingga dapat mengurangi resiko tinggi pada ibu hamil dan bersalin
Hubungan Riwayat Kuretase dan Operasi Sectio Caesarea Dengan Kejadian Plasenta Revia Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Gustika Anggriani
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.892 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i2.88

Abstract

Plasenta Previa merupakan Kelainan selama masa kehamilan ditandai dengan adanya jaringan palsenta menutupi leher Rahim. Pada penelitian ini bertujuan mengetahui riwayat kuretase dan operasi sectio caesarea terjadinya Plasenta Previa. penelitian ini bersifat analitik, dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian seluruh ibu bersalin diruang kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih yaitu sebanyak 1778 orang. sampel penelitian dengan tehnik random sampling yaitu sebanyak 326 responden. Instrumen pada peneitian ini dalam bentuk checklist. penelitian analisa univariat didapatkan bahwa dari 326 responden sebanyak 123 responden (37,7%) yang mengalami plasenta previa dan 203 responden (62,3%) yang tidak mengalami plasenta previa. terdapat terdapat 80 responden (24,5%) yang memiliki riwayat kuretase dan 246 orang (75,5%) yang tidak memiliki riwayat kuretase. terdapat 64 responden (19,6%) mengalami operasi sectio caesarea dan 262 orang (80,4%) yang tidak mengalami operasi sectio caesarea. analisa bivariat diketahui dari 80 responden yang memiliki riwayat kuretase terdapat 62 orang (19%) mengalami plasenta previa dan dari 61 responden yang tidak memiliki riwayat kuretase terdapat 61 orang (18,7%) plasenta previa, dari 63 responden yang mengalami operasi sectio caesarea terdapat 47 orang (14,4%) plasenta previa dan dari 303 responden yang mengalami operasi sectio caesarea terdapat 76 orang (23,3%) mengalami Plasenta Previa, Simpulannya adanya hubungan riwayat kuretase terhadap plasenta previa dengan P-value 0,000 <? 0,05, hubungan bermakna antara operasi sectio caesarea terhadap plasenta previa dengan P-value 0,000 <? 0,05.
Faktor–Faktor Mempengaruhi Kejadian BBLR di RSUD Kota Prabumulih Desti Widya Astuti Khanza
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.121 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i2.89

Abstract

BBLR merupakan berat badan bayi saat lahir ?2500 gram. penelitian bertujuan faktor yang mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD. Penelitian analitik serta mengunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah keseluruhan bayi yang lahir di RSUD Kota Prabumulih. penelitian ini menggunakan tehnik sampel random sampling sebanyak 327 responden. Instrumen berupa checklist. Penelitian analisis bivariat diketahui bahwa dari 22 responden yang didiagnosa hipertensi terdapat 18 orang (5,5%) diagnosa BBLR, dari 51 responden yang mengalami anemia terdapat 36 orang (11%) BBLR, dari 56 responden yang mengalami ketuban pecah dini terdapat 40 orang (12,2%) BBLR. Simpulan hubungan yang bermakna antara hipertenisi terhadap Berat Bayi Lahir Rendah dengan nilai Pvalue 0,000, ada hubungan yang bermakna antara anemia dengan Berat Bayi Lahir Rendah dengan nilai Pvalue 0,000, hubungan ketuban pecah dini dengan Berat Bayi Lahir Rendah dengan nilai Pvalue 0,000.
Hubungan Paritas dan Partus Lama Dengan Kejadian Perdarahan Post Partum di RSUD Kota Prabumulih Precelia Fransiska Husnah
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.863 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i2.91

Abstract

Perdarahan post partum adalah perdarahan yang terjadi setelah proses persalinan dengan jumlah perdarahan melebihi 500 cc. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan Partus lama dengan kejadian perdarahan post partum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih. Metode penelitian bersifat analitik, dengan mengunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik sampel random sampling yaitu sebanyak 326 responden. Instrumen penelitian berupa checklist. Hasil penelitian berdasarkan analisa univariat diketahui bahwa dari 326 responden terdapat 122 responden (37,4%) yang mengalami perdarahan post partum dan 204 responden (62,6%)yang tidak mengalami perdarahan post partum, terdapat 54 responden (16,6%) yang memiliki paritas resiko tinggi dan 272 responden (83,4 %) yang memiliki paritas resiko rendah, terdapat 68 responden (20,9%) yang didiagnosa partus lama dan 258 responden (79,1 %) yang tidak didiagnosa partus lama. Dari analisa bivariat diketahui bahwa dari 54 responden yang memiliki paritas resiko tinggi terdapat 43 responden (13,2%) didiagnosa perdarahan post partum, dari 68 responden yang didiagnosa partus lama terdapat 52 responden (16%) didiagnosa perdarahan post partum. Simpulan ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan perdarahan post partum dengan nilai Pvalue 0,000< ? 0,05, ada hubungan yang bermakna antara partus lama dengan perdarahan post partum dengan nilai Pvalue 0,000 < 0,05.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Ibu Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Petaling Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka: Nesy Lestia; Misyati S. Asmaruddin; Fiti Rizkiah
JURNAL SMART ANKes Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.344 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v6i2.93

Abstract

PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data dari Puskesmas Petaling cakupan PHBS di wilayah kerja Puskesmas Petaling pada tahun 2019 sebesar 69,87%, pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 51,82% dan pada tahun 2021 naik sebesar 60,76%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Petaling Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka . Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan metode survei dan pendekatan studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Petaling Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka pada bulan Agustus tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Petaling yang berjumlah 10.468 rumah tangga, dengan total sampel 109 responden. Analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor Pengetahuan (p=0,000, POR=13,789), Sikap (p=0,011, POR=3,508), Pendapatan Keluarga (p=0,026, POR=6,349), Sarana Prasarana (p=0,000, POR=27,491), Dukungan Keluarga (p=0,000, POR=12,364), dan Peran Petugas Kesehatan (p=0,031, POR=0,262) terhadap penerapan PHBS pada Ibu rumah tangga. Dapat disimpulkan bahwa Sarana Prasarana adalah faktor yang dominan mempengaruhi Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu rumah tangga. Petugas kesehatan diharapkan lebih ekstra dan inovatif dalam melakukan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Page 8 of 12 | Total Record : 111